Demikian di sampaikan Bupati Kabupaten Jayawijaya. Wempi Wetipo. SH. MH, saat memimpin apel pagi di Halaman Kantor Bupati Wamena (Senin (11/8). Dikatakan dari empat ratus lebih nama-nama tenaga honorer yang diumumkan paling banyak mereka yang tidak aktif bekerja sebagai honorer di kantor. Sebaliknya, yang aktif bekerja di kantor justru namanya tidak keluar, hal ini sangat tidak adil.
Wempi menegaskan bahwa, akan mengevaluasi kembali nama-nama tersebut baik di bagian, kantor, dinas atau badan. Apakah memang benar selama ini mereka melaksanakan tugasnya sebagai tenaga honorer dengan baik dan rajin di kantor tempat mereka bekerja atau hanya membayar saja. Pasalnya ada yang tinggal di daerah lain seperti Makassar dan Jayapura namun namanya turut diumumkan, ujarnya.
Bupati menambahkan,” Kita akan cek lagi walau saat ini mereka sudah lakukan pemberkasan, hal ini juga akan berdampak pada kinerja nantinya setelah jadi PNS, apakah nantinya dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik atau tidak, karena belanja pegawai sangat tinggi tidak sebanding dengan kinerja hal ini akan menghambat pembangunan”.
Bupati Wempi juga menambahkan, tahun 2015 nantinya insentif pegawai akan dirubah menjadi biaya lauk pauk dan semuanya itu akan dihitung dari kerajinan dan dibayarkan setiap hari termasuk absensi elektronik yang saat ini dipakai akan dipertimbangkan lagi apakah akan diteruskan atau tidak.
Mengapa, karena pada saat pembayaran insentif antara pegawai yang malas masuk berbulan-bulan insentifnya dibayar sama banyak dengan yang aktif. Hal ini sangat tidak adil, mungkin dikarenakan ada ancaman atau hal lain, sehingga dirinya berpesan kalau pegawai yang malas tidak perlu diberikan insentif.
Kedepannya bagi para kepala dinas, badan, kantor juga akan diberikan beban kerja termasuk, SATPOL PP yang selama ini aktif karena pada saat lbur mereka masuk kerja namun tambahan penghasilan tidak ada. Kami berkomitmen khusus bagi SATPOL yang bekerja di luar jam kerja akan di perhitungkan penambahan penghasilan.
Leave a Reply