Category: Berita

  • Pasca Penembakan, Bupati Jayawijaya Sampaikan Permohonan Maaf Kepada Wisatawan dan Masyarakat

    Pasca Penembakan, Bupati Jayawijaya Sampaikan Permohonan Maaf Kepada Wisatawan dan Masyarakat

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya recara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh wisatawan dan pengunjung, atas insiden penembakan yang dilakukan oleh orang tak di kenal (OTK) di hari terakhir saat berlangsungnya Festival Budaya Lembah Baliem di lapangan Welesi, Kabupaten Jayawijaya-Provinsi Papua Pegunungan, pada Sabtu (8/8/2026).

    “Atas nama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh wisatawan mancanegara, domestik, dan seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan selama kegiatan festival berlangsung,” ungkap Athenius Murip kepada media di Wamena, Senin (10/8/2026).

    Athenius Murip, Bupati Jayawijaya

    Foto : Istimewa

    Pemerintah kabupaten Jayawijaya berjanji akan melakukan perbaikan secara menyeluruh, sehingga kejadian tersebut tidak terulang.

    Sementara untuk kedua korban luka dalam insiden itu kata Bupati Jayawijaya kini tengah mendapatkan penanganan intensif di RSUD Wamena.

    “Pemerintah daerah bersama pihak kepolisian dan pihak terkait saat ini dalam proses penyelidikan secara menyeluruh terkait insiden ini,” tegasnya.

    Atas nama pemerintah Jayawijaya dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang, dan tidak mudah terprovokasi, serta tidak ikut menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya.

    Ia  mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kedamaian di Jayawijaya.

    “Saya mengajak kepada kita semua, mari kita jaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kita masing-masing, sehingga kabupaten Jayawijaya tetap kondusif.” (Vina Rumbewas/Martina Matuan)

  • Program Cetak Sawah Rakyat 700 Hektar Resmi Di Launcing Pemkab Jayawijaya

    Program Cetak Sawah Rakyat 700 Hektar Resmi Di Launcing Pemkab Jayawijaya

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya resmi melauncing program Cetak Sawah Rakyat (CSR) sebesar 250 Hektar di Distrik Usilimo yang menjadi Program dari Kementrian Pertanian. Program tersebut juga akan dibuka di beberapa distrik yang ada di wilayah itu dan dengan total luas lahan sebesar 700 hektar.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip,SH.,MH menyatakan program CSR merupakan program langsung dari Kementrian pertanian yang diturunkan kepada OPD selaku penanggungjawab yakni Dinas Pertanian dan Dinas PUPR, sehingga kolaborasi ini diharapkan membawa dampak yang baik bagi masyarakat sekaligus menjadikan Jayawijaya lumbung padi untuk Papua Pegunungan.

    “Selain menamam ubi, masyarakat juga harus menanam padi. Di tahun lalu kita juga pernah mendapatkan program yang sama dengan total lahan 2000 hektar yang tersebar di 35 Distrik dan berlanjut di tahun ini seluas 700 hektar,”ungkapnya Jumat (31/7/2026) di Distrik Usilimo.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip,SH.,MH saat menyaksikan doa yang dibawa Pater dekan untuk memberkati alat berat yang digunakan membuka 250 hektar sawah di Distrik Usimilo. Jumat (31/7/2026)

    Foto : Denny Tounjaw

    Menurutnya, dari 700 hektar ini akan dibagi ke 8 Distrik yang belum tersentuh program CSR ini di tahun lalu, dan untuk jatah di Distrik Usilimo itu lebih luar percetakan sawahnya itu seluas 250 hektar kalarena lahan ini besar dan kalau dikerjakan dengan tangan sulit maka nanti dibantu menggunakan alat berat untuk membuat petakan sawah, pematang, irigasi.

    “Program CSR ini tak diberikan untuk di pihak ketigakan tapi di swakelola oleh Dinas PUPR dan Dinas Pertanian, sehingga kalau dibilang bupati atau kepala Dinas ambil uang tidak benar, ini dilakukan untuk untuk memfasilitasi BBM untuk alat merat membuka sawah,”jelas Bupati Murip.

    Kata Atenius, pemerintah hanya memfasilitasi untuk membuka lahan saja, namun hak milikya tetap punya masyarakat yang akan menanam padi dan hasilnya juga untuk masyarakat itu sendiri, bukan orang lain yang datang tanam dan mengambil hasilnya.

    “Hasil dari penanaman padi ini bisa memenuhi kehidupan masyarakat di Kota Wamena atau di jual ke Kabupaten pemekaran yang membutuhkan beras, sementara untuk masalah lain-lain tidak ada,”katanya.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip,SH.,MH didampingi operator saat menggunakan alat berat exavator untuk membuka sawah secara simbolis di belakang kantor Distrik Usilimo Kabupaten Jayawijaya. Jumat (31/7/2026)

    Foto : Denny Tounjaw

    Mantan dandim 1702/ Jayawijaya mengaku kolaborasi antara dinas pertanian dan PUPR, sebab, kalau kerja menggunakan alat berat ini tugasnya dari PUPR, kalau pertanian itu sekop dan cangkul yang sering di bagikan kepada masyarakat, dan untuk penanaman nanti dari Dinas pertanian bersama masyarakat yang akan menindaklanjuti itu.

    “Tadi ketua kelompok tani sudah menyatakan akan mengawal program CSR ini maka saya minta tolong kepada masyarakat apa yang menjadi berkat untuk kita saat ini perlu di syukuri, dibantu, dan bekerja agar kuota 700 cetak sawah ini bisa tuntas dalam tahun ini,” bebernya.

    Di tahun depan ada 400 hektar lagi yang harus diselesaikan oleh karena itu, Bupati meminta kepada 8 Distrik yang mendapat kuota program CSR ini untuk berlomba-lomba menyelesaikan 700 hektar yang saat ini mulai dibuka sehingga tahun depan itu bisa mendapat lagi kuota yang lebih besar.

    “Program ini bertujuan agar dari kita untuk kita dan bisa  memberi makan orang lain sebab potensi padi yang kita miliki saat ini cukup baik untuk terus di kembangkan kedepannya,” tutupnya. (Denny Tounjaw/ Martina Matuan)

  • Bupati Jayawijaya Luncurkan Program Cetak Sawah Rakyat, Targetkan 700 Hektare di Delapan Distrik

    Bupati Jayawijaya Luncurkan Program Cetak Sawah Rakyat, Targetkan 700 Hektare di Delapan Distrik

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya resmi meluncurkan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan daerah. Peluncuran program tersebut dilakukan oleh Bupati Jayawijaya, Atenius Murip,S.H.,M.H., dalam kegiatan Gerak Cepat Tanam Serentak yang berlangsung di Distrik Usilimo, Jumat (31/7/2026).

    Dalam keterangannya, Bupati Atenius Murip mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menargetkan pembukaan lahan sawah seluas 700 hektare yang tersebar di delapan distrik sepanjang tahun 2026.

    Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H.,M.H., mengoperasikan excavator sebagai tanda dimulainya Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dalam kegiatan Gerak Cepat Tanam Serentak di Distrik Usilimo, Kabupaten Jayawijaya, Jumat (31/7/2026).

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    Menurutnya, Distrik Usilimo menjadi salah satu lokasi prioritas dengan kesiapan lahan sekitar 250 hektare yang akan mulai dikerjakan pada tahun ini.

    “Program ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan lokal. Lahan sawah yang dibangun ini adalah milik masyarakat Jayawijaya, dikelola oleh masyarakat, ditanami oleh masyarakat, dan hasilnya juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jayawijaya,” ujar Bupati.

    Ia menjelaskan bahwa proses pembukaan lahan dilakukan dengan memanfaatkan alat berat jenis excavator agar pekerjaan dapat berlangsung lebih cepat dan efisien. Pemerintah daerah juga menggandeng para pelaku usaha yang memiliki peralatan berat guna mendukung percepatan pelaksanaan program tersebut.

    “Kalau pembukaan lahan dilakukan secara manual menggunakan sekop atau tenaga manusia, tentu membutuhkan waktu yang sangat lama. Karena itu pemerintah bekerja sama dengan para pengusaha yang memiliki alat berat agar pembukaan sawah dapat dilakukan lebih cepat,” katanya.

    Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari kepala distrik, kepala suku, hingga masyarakat di delapan distrik, untuk berpartisipasi aktif menyukseskan Program Cetak Sawah Rakyat.

    Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada semangat gotong royong seluruh masyarakat dalam mengelola lahan pertanian yang telah disiapkan.

    “Hasil pertanian ini bukan untuk orang lain, tetapi untuk masyarakat Jayawijaya sendiri. Kita menanam untuk memenuhi kebutuhan pangan daerah kita, dan apabila produksinya melimpah, hasilnya dapat dipasarkan bahkan membantu daerah lain yang belum mampu memproduksi beras,” ungkapnya.

    Bupati berharap target pembukaan lahan seluas 700 hektare dapat diselesaikan hingga Desember 2026. Apabila program tersebut berhasil, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan melanjutkan pengembangan lahan sawah di lokasi-lokasi lain pada tahun berikutnya.

    Di akhir penyampaiannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar program tersebut berjalan lancar dan mendapat dukungan cuaca yang baik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Jayawijaya. (Fransiska Endama/ Martina Matuan)

  • Kementan dan PUPR Jayawijaya Bersinergi Cetak 700H Sawah untuk Rakyat

    Kementan dan PUPR Jayawijaya Bersinergi Cetak 700H Sawah untuk Rakyat

    WAMENA – Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri terus berupaya untuk menjaga ketahanan pangan di setiap kabupaten/kota di Papua, salah satunya di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan.

    Pemerintah berencana akan membuka lahan sawah seluas 700 hektar. Program Cetak Sawah untuk Rakyat (CSR) ini merupakan kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jayawijaya, Markus Kenelak, mengatakan saat ini pihaknya tengah menyiapkan dokumen bersama para penyedia, dalam hal ini para pemilik alat berat yang akan bekerjasama membuka lahan sawah.

    “Jadi konstruksi yang akan dibangun yakni membuat jaringan sekunder, irigasi sekunder, primer dan tersier, membuat pematang sawah, dan membuat jalur petak,” kata Kadis PUPR Markus Kenelak, Selasa (28/7/2026).

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jayawijaya, Markus Kenelak

    Foto : Vina Rumbewas

    Setelah semua pembangunan konstruksi rampung barulah lahan tersebut akan diserahkan ke Dinas Pertanian untuk dapat mulai ditanami padi.

    Hanya tambah kadis PUPR, pihaknya belum berhasil mendapat kesepakatan harga yang cocok dengan penyedia.

    “Harga per hektare itu 35 juta. Itu yang dipersoalkan teman-teman penyedia, karena di wilayah gunung  kayaknya nilai itu kecil. Kami konsultasi dengan pusat dan teman-teman balai, hasilnya nilai ini sudah tidak bisa ditambah karena sudah sesuai RAB” ungkapnya.

    Meski demikian, program CSR ini dipastikan akan tetap dillaksanakan.

    Program Cetak Sawah untuk Rakyat (CSR) yang bersumber dari APBN ini, merupakan program Kementerian Pertanian, dimana pemerintah akan mengolah lahan sawah milik masyarakat dan hasilnya akan dikebalikan lagi kepada masyarakat.

    “Dalam waktu dekat kami sudah di lapangan, kami sudah sepakat. Teman-teman penyedia ini yang punya alat berat, jadi mereka ini sangat menentukan, sehingga kita harus komunikasi baik dengan mereka,” tuturnya.

    Tambahnya, keluhan dari pihak penyedia tentu tidak dapat diabaikan karena pekerjaan ini dibutuhkan alat berat.

    “Jadi delapan distrik yang akan ditanami ini sudah ditentukan oleh teman-teman di dinas pertanian, dan lokasinya ada di delapan distrik, diantaranya distrik Hubikosi, Walelagama, Siepkosi, Usilimo, Maima, Musatfak, dan Silokarnodoga,” (Vina Rumbewas/ Martina Matuan)

  • Bupati Jayawijaya Himpun Aspirasi Tokoh 40 Distrik untuk Perkuat Stabilitas dan Percepatan Pembangunan

    Bupati Jayawijaya Himpun Aspirasi Tokoh 40 Distrik untuk Perkuat Stabilitas dan Percepatan Pembangunan

    WAMENA – Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., menggelar pertemuan bersama para tokoh dari 40 distrik di Kabupaten Jayawijaya sebagai upaya merumuskan solusi bersama terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari keamanan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga penanganan dampak konflik sosial, Senin 27 Juli 2026.

    Dalam pertemuan tersebut hadir Aparatur Sipil Negara (ASN), Lembaga Masyarakat Adat (LMA), Dewan Adat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, kepala suku, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, termasuk Sekretaris Daerah, staf ahli, dan staf khusus Bupati.

    Bupati Atenius Murip menjelaskan bahwa forum tersebut menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan perkembangan pembangunan yang telah dilakukan pemerintah daerah.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H, M.H didampingi Plt Sekda Jayawijaya Drs.Tinggal Wusono, M.AP dan Staf Khusus Bupati Meki Wetipo, saat memberikan arahan kepada seluruh Para Tokoh 40 Distrik se Kabupaten Jayawijaya. 

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    “Hari ini kami mengundang seluruh tokoh dari 40 distrik untuk bersama-sama menyampaikan aspirasi dan mencari solusi terhadap kondisi Kabupaten Jayawijaya secara menyeluruh, baik dari sisi keamanan, pendidikan, kesehatan maupun infrastruktur. Pemerintah juga telah menyampaikan progres pembangunan yang sedang berjalan,” ujar Bupati.

    Salah satu perhatian utama dalam pertemuan itu adalah penanganan pasca konflik sosial di Distrik Wouma yang mengakibatkan lebih dari 250 rumah warga terbakar dan menimbulkan penderitaan bagi masyarakat terdampak.

    Bupati menegaskan bahwa proses pembangunan kembali rumah-rumah warga tidak dapat dilakukan secara instan karena harus melalui tahapan administrasi dan mekanisme yang berlaku. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya telah menyelesaikan proses pendataan dan saat ini terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat penyaluran bantuan.

    “Pembangunan kembali rumah-rumah yang terbakar tidak semudah membalikkan telapak tangan. Semua harus melalui proses. Pemerintah sudah melakukan pendataan dan mengurus seluruh tahapan administrasi agar bantuan dari pemerintah pusat dapat segera direalisasikan,” jelasnya.

    Usai pertemuan tersebut, Bupati dijadwalkan bertolak ke Jakarta untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), guna mempercepat proses bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi bagi masyarakat terdampak konflik.

     

    Selain membahas pemulihan pasca konflik, Bupati juga menyoroti kondisi keamanan yang belakangan masih diwarnai berbagai gangguan yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Karena itu, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

    Berbagai masukan yang disampaikan para tokoh dalam forum tersebut telah dirangkum sebagai bahan penyusunan langkah-langkah strategis pemerintah daerah, baik untuk penanganan jangka pendek maupun kebijakan jangka panjang.

    Bupati berharap sinergi antara pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan seluruh elemen masyarakat dapat memperkuat upaya membangun Kabupaten Jayawijaya yang aman, damai, dan semakin maju.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun Jayawijaya. Pemerintah akan terus bekerja agar pembangunan berjalan lebih baik, situasi keamanan semakin kondusif, dan peristiwa-peristiwa yang merugikan masyarakat tidak terulang kembali,” tutup Bupati. ( Agris/ Martina)

     

  • Bupati Jayawijaya Bersama Bobon Santoso Masak Bersama Masyarakat dalam Kegiatan Kuali Merah Putih

    Bupati Jayawijaya Bersama Bobon Santoso Masak Bersama Masyarakat dalam Kegiatan Kuali Merah Putih

    WAMENA – Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., bersama konten kreator sekaligus penggagas Kuali Merah Putih, Bobon Santoso, memasak bersama masyarakat dalam kegiatan Karya Bakti Skala Besar Kodam XVII/Cenderawasih yang berlangsung di Distrik Asolokobal, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (25/7/2026).

    Kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong, di mana banyak masyarakat menikmati hidangan yang dimasak dalam dua kuali berukuran besar.

    Bupati Jayawijaya mengatakan, kehadiran Bobon Santoso beserta tim merupakan tindak lanjut dari penyampaian Pemerintah Daerah sebelumnya terkait dukungan terhadap rangkaian Karya Bakti yang dilaksanakan di Kabupaten Jayawijaya.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H, M.H bersama konten kreator Bobon Santoso penggagas Kuali Merah Putih memasak bersama masyarakat di Distrik Asotipo

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    “Hari ini merupakan kelanjutan dari apa yang telah kami sampaikan di Kantor Bupati. Tim Bobon Santoso hadir di Jayawijaya untuk kegiatan Kuali Merah Putih dalam rangka mendukung Karya Bakti. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini,” ujar Bupati.

    Menurutnya, makna utama dari kegiatan tersebut bukan hanya memasak dalam jumlah besar, tetapi juga membangun kebersamaan melalui satu kuali yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang.

    “Yang kami lihat sebenarnya adalah kebersamaan di dalam satu kuali besar. Semua orang bisa makan bersama dari satu kuali. Ini menjadi simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat,” katanya.

    Bupati menjelaskan, pada kegiatan tersebut disiapkan dua kuali besar. Satu kuali berisi olahan daging babi yang diperkirakan mampu menyajikan makanan untuk sekitar 2.000 orang, sementara satu kuali lainnya berisi daging sapi yang dapat dinikmati sekitar 2.500 orang.

    Dengan demikian, lebih dari 4.000 masyarakat dapat menikmati hidangan yang disiapkan.

    Seluruh bahan pangan untuk kegiatan tersebut disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar Kodam XVII/Cenderawasih.

    “Kami menyediakan seluruh bahan-bahannya. Ini merupakan kali pertama kegiatan seperti ini kami laksanakan di Distrik Asolokobal, dan kami melihat pelaksanaannya sangat efektif serta mendapat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat,” ungkapnya.

    Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berharap kegiatan Kuali Merah Putih dapat menjadi inspirasi dalam memperkuat persatuan, mempererat hubungan antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dalam membangun daerah. ( Agris/ Martina)

  • Bupati Jayawijaya Serahkan SK kepada 820 CPNS Formasi 2024, Tekankan Disiplin, Inovasi, dan Peningkatan Pelayanan Publik

    Bupati Jayawijaya Serahkan SK kepada 820 CPNS Formasi 2024, Tekankan Disiplin, Inovasi, dan Peningkatan Pelayanan Publik

    Wamena, Jumat (24/7/2026) – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2024 kepada 820 orang dalam sebuah apel yang digelar di halaman Kantor Bupati Jayawijaya.

    Penyerahan SK dipimpin langsung oleh Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., yang didampingi jajaran pemerintah daerah. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa para CPNS yang baru menerima SK harus menjadi sumber perubahan dan penggerak kemajuan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

    Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024 kepada salah satu perwakilan CPNS pada apel penyerahan SK di halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Jumat (24/7/2026).

    Foto : Media Pemda Jayawijaya

    Atenius Murip mengatakan, para CPNS diharapkan mampu menjadi inisiator dan penerang di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta menciptakan berbagai inovasi yang dapat meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

    “Mereka harus menjadi inisiator dan penerang di Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Kembangkan ilmu yang dimiliki di masing-masing OPD dengan menciptakan inovasi-inovasi baru, sehingga pelayanan publik kepada masyarakat di 40 distrik semakin baik dan berkualitas,” ujar Atenius.

    Selain mendorong lahirnya inovasi, Bupati juga memberikan penekanan khusus terhadap pentingnya kedisiplinan sebagai dasar dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara. Menurutnya, setiap ASN wajib hadir tepat waktu, menaati aturan, dan menunjukkan dedikasi tinggi di mana pun ditempatkan.

    “Disiplin harus menjadi budaya kerja. ASN harus hadir tepat waktu dan tetap setia menjalankan tugas di mana pun ditempatkan, baik sebagai tenaga kesehatan di distrik maupun pada perangkat daerah lainnya. Pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

    Sebanyak 820 CPNS Formasi Tahun 2024 mengikuti apel penyerahan SK Pengangkatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Jayawijaya di halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Jumat (24/7/2026).

    Foto: Media Pemda Jayawijaya

    Sementara itu, terkait formasi yang belum menerima SK, Bupati menjelaskan bahwa lima orang CPNS masih dalam proses penyelesaian administrasi. Permasalahan tersebut sebelumnya telah disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan saat ini sedang ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

    Dengan penyerahan SK ini, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berharap kehadiran 820 CPNS Formasi 2024 dapat memperkuat kapasitas birokrasi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di seluruh wilayah Kabupaten Jayawijaya, khususnya bagi masyarakat di 40 distrik. (Fransiska/Martina)

  • Resmikan Seminar OMK Pegunungan Tengah, Bupati Jayawijaya Ajak Kaum Muda Perkuat Iman dan Kepemimpinan

    Resmikan Seminar OMK Pegunungan Tengah, Bupati Jayawijaya Ajak Kaum Muda Perkuat Iman dan Kepemimpinan

    WAMENA – Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., secara resmi membuka Seminar Sehari Orang Muda Katolik (OMK) Dekanat Pegunungan Tengah Keuskupan Jayapura yang diselenggarakan di Wamena, Jumat (24/7/2026).

    Dalam sambutannya, Bupati Atenius Murip menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam membina dan memberdayakan Orang Muda Katolik agar semakin bertumbuh dalam iman, mampu menjawab tantangan zaman, serta berperan aktif dalam pembangunan masyarakat.

    Bupati menegaskan bahwa Orang Muda Katolik merupakan generasi penerus gereja dan bangsa yang memiliki peran penting sebagai motor penggerak pelayanan serta agen perubahan di tengah masyarakat. Karena itu, OMK diharapkan mampu menjadi teladan dalam kehidupan sosial sekaligus menjembatani nilai-nilai Kristiani dengan dinamika kehidupan modern.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H M.H saat memberikan sambutannya di Seminar Sehari Orang Muda Katolik (OMK) Dekanat Pegunungan Tengah Keuskupan Jayapura. 

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    Mengangkat tema “Orang Muda Katolik Bangkit Menemukan Jati Diri dalam Iman dan Menjadi Garam dan Terang di Tengah Masyarakat Papua Pegunungan,” Bupati mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan seminar sebagai sarana memperdalam pemahaman iman sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial.

    “Saya mengajak seluruh peserta seminar untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, memperdalam pemahaman iman Katolik, serta meningkatkan kesadaran kritis dalam menyikapi berbagai isu di tengah masyarakat, seperti perkembangan teknologi, politik, maupun ekonomi,” ujar Bupati.

    Ia juga mendorong para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, menggali potensi diri, memperluas wawasan, dan mempererat persaudaraan antaranggota OMK Pegunungan Tengah.

    Menurutnya, generasi muda harus tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, berdaya saing, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai iman Katolik.

    Kepada para pembimbing dan pengurus OMK, Bupati berpesan agar terus menjadi pemersatu kaum muda serta membimbing setiap program dan aktivitas organisasi agar selalu berlandaskan Ajaran Sosial Gereja dan nilai-nilai Kristiani.

    Seminar sehari tersebut turut dihadiri Pastor Dekan Dekanat Pegunungan Tengah, Pastor Moderator OMK, Ketua Tim Penggerak OMK Pegunungan Tengah, para narasumber, panitia pelaksana, serta para peserta dari berbagai wilayah di Pegunungan Tengah.

    Menutup sambutannya, Bupati Jayawijaya mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga semangat persatuan, pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan semboyan Kabupaten Jayawijaya, “Yogotak Hano Hubuluk Motok Hanorogo,” yang berarti “Hari ini baik, hari esok harus lebih baik lagi,” sebagai motivasi untuk terus berkarya demi kemajuan gereja, daerah, dan generasi muda Papua Pegunungan. ( Agris/Martina)

  • Gubernur Papua Pegunungan : Karya Bakti TNI Sangat Membantu Program Pembangunan di DOB Pembangunan dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Papua Pegunungan

    Gubernur Papua Pegunungan : Karya Bakti TNI Sangat Membantu Program Pembangunan di DOB Pembangunan dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Papua Pegunungan

    WAMENA – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menyampaikan terimaksih atas pelaksanaan program Karya Bakti Skala Besar Kodam XVII/Cenderawasih di wilayah Papua Pegunungan, yang pada Kamis (23/7/2026) telah resmi diluncurkan oleh Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Febriel Buyung Sikumbang.

    Ucapan terimaksih ini disampaikan langsung Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, John Tabo, saat diwawancarai wartawan disela-sela acara pembukaan di halaman kantor bupati kabupaten Jayawijiaya.

    Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, John Tabo, saat mendampingi Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Febriel Buyung Sikumbang, usai upacara pembukaan pelaksanaan program Karya Bakti Skala Besar Kodam XVII/Cenderawasih di wilayah Papua Pegunungan, Kamis (23/7/2026)

    Foto : Istimewa

    “Kami sebagai pemerintah provinsi Papua Pegunungan yang merupakan daerah otonomi baru menyampaikan terima kasih atas kegiatan bakti TNI yang membantu kami untuk membangun masyarakat, baik fisik maupun non-fisik,” ungkap Gubernur John Tabo.

    Menurutnya, ini merupakan kerja-kerja nyata TNI dalam mewujudkan asta cita presiden. Ia berharap melalui program ini TNI betul-betul turun ke masyarakat.

    “Jadi program yang sudah dibuat oleh TNI luar biasa menyangkut kebutuhan-kebutuhan dasar pembangunan ya. Sebagai pemerintah provinsi Papua Pengunungan sangat-sangat berterima kasih dan sangat mendukung. Ini meringankan program-program kita pemerintah daerah,” katanya.

    Gubernur memastikan, kedepan akan terus berkolaborasi bersama TNI dalam menjaga keamanan, dan kenyamanan masyarakat Papua Pegunungan.

    Oleh karena itu kata gubernur, TNI harus turun ke tingkat akar rumput masyarakat agar program ini betul-betul menyentuh hati masyarakat.

    Anggaran pelaksanaan program bakti TNI ini murni bersumber dari Mabes TNI, sehingga menurut gubernur sangat membantu pemerintah provinsi Papua Pegunungan yang tengah menerapkan efisiensi.

    “Sebagai DOB kolaborasi pembangunannya ini baik sekali dan kami mau ini terus ditingkatkan, tidak hanya 3 kabupaten tapi semua kabupaten di Papua Pegunungan,”(Vina/Martina)

  • Karya Bakti Skala Besar Kodam XVII/Cenderawasih di  Papua Pegunungan Resmi Dibuka

    Karya Bakti Skala Besar Kodam XVII/Cenderawasih di Papua Pegunungan Resmi Dibuka

    WAMENA – Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Febriel Buyung Sikumbang, membuka secara resmi Program Karya Bakti Skala Besar Kodam XVII/Cenderawasih di wilayah Papua Pegunungan di Tahun 2026. Pembukaan ditandai dengan penyerahan alat kerja kepada anggota TNI yang akan bertugas di lapangan.

    Upacara pembukaan berlangsung di halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Kamis (23/7/2026), dan dihadiri langsung oleh Gubernur Provinsi Papua Pegunungan John Tabo yang didampingi Bupati Jayawijaya Atenius Murip, beserta jajaran forkompinda di wilayah Papua Pegunungan.

    Program Karya Bakti Skala Besar Kodam XVII/Cenderawasih di wilayah Papua Pegunungan di Tahun 2026 resmi dibuka, Kamis (23/7/2026)

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    “Tujuan dari pelaksanaan kegiatan karya bakti skala besar ini sebagai bukti nyata, kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Febriel Buyung Sikumbang, saat diwawancarai wartawan.

    Ini juga menjadi bukti nyata TNI memberikan dukungan dalam mendukung program asta cita presiden dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

    Rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan dalam program Karya Bakti Skala Besar Kodam XVII/Cenderawasih di wilayah Papua Pegunungan yakni penyediaan akses air bersih, penyediaan akses listrik, perbaikan fasilitas kesehatan, perbaikan fasilitas pendidikan, dan perbaikan fasilitas jembatan.

    Pngdam mengatakan, semua ini dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di wilayah Provinsi Papua Pegunungan.

    “Sementara kita melakukan kegiatan di tiga kabupaten yakni kabupaten Jayawijaya, Lani Jaya, dan Tolikara. Namun kami sudah dapat arahan dari bapak kasat untuk melakukan asesmen, menghimpun informasi kebutuhan di kabupaten lainnya,” jelasnya.

    Diharapkan dari hasil pengumpulan data atau informasi, dapat diketahui terkait prioritas pengerjaan kegiatan karya bakti yang akan dilaksanakan.

    “Jadi kita sudah mendahului melakukan kegiatan kurang lebih 12 hari dan diharapkan dalam 60 hari ke depan kegiatan ini bisa diselesaikan,” pungkasnya. (Vina/Martina)