Dikatakan, melalui kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan dan pembekalan keterampilan supaya dapat menolong orang lain mendampingi perempuan dan anak korban kekerasan atau kekerasan dalam rumah tangga agar mereka dapat menolong orang lain.
“Akan diberikan cara dalam mengatasi korban kekerasan fisik maupun non fisik seperti, pemulihan luka batin dan kepahitan, sehingga para korban dapat kembali ke dalam keluarga,” ujarnya.
Sementara itu Asisten Administrasi Umum, Gaad Piranid Tabuni, SP,MM menambahkan, kegiatan seperti ini sudah pernah dilakukan tiga tahun lalu yang disponsori oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB dan diikuti oleh lintas sektor, mulai dari, Pemerintah, Kepolisian, Pengadilan, LSM, Lintas Agama dimana penanganannya lebih menyeluruh karena saling keterkaitan.
Menurutnya tidak sedikit orang di rumah tangga terjadi kekerasan baik perempuan, anak-anak maupun laki-laki karena saat ini kasus kekerasan bukan hanya terhadap perempuan namun juga kekerasan dialami pihak laki-laki kasus ini pun cenderung meningkat.
“Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta bisa turun kelapangan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga kekerasan dalam rumah tangga tidak terjadi lagi,” tandasnya.
Leave a Reply