Bantuan Dana Pembangunan Gereja Gkii Nggoname Dan Peletakan Batu Pertama

Written by

in

Dalam kunjungan tersebut juga, Bapak Bupati telah memberikan bantuan, berupa Dana Pembangunan Gedung Ibadah, Gereja GKII tersebut senilai Rp. 250.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).
Sesudah diberikan bantuan dana, selanjutnya dalam sambutan Bapak  Bupati Jayawijaya mengatakan bahwa Dana yang telah diberikan tersebut  bersifat Bantuan Suka-Rela kepada semua Jemaat Nggoname, dan terlebih khusus kepada Panitia, agar dana tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya, guna membangun Rumah Tuhan seperti yang telah diharapkan sebelumnya, dimana pembangunan ini akan terlaksana secepatnya sesuai dengan Planning yang telah dibuat sebelumnya.
Dengan demikian, sarana ibadah tersebut dapat digunakan untuk keperluan dan aktivitas gerejawi sesegera mungkin. Apalagi, beberapa bulan kedepan sudah menjelang Natal dan Tahun Baru, maka Gereja ini diharapkan dapat dibangun segera mungkin sesuai harapan oleh semua Jemaat Nggoname.
Ditambahkan lagi oleh Bapak Bupati bahwa mengenai isu-isu Pemekaran baru, baik Distrik maupun Kampung untuk sementara waktu ditunda, bukan berarti dibatalkan. Lanjut oleh Bapak Bupati, bahwa alasannya karena sesuai Moratorium oleh Pemerintah Pusat bahwa sampai tahun 2015 diintruksikan, agar seluruh Pemerintah Daerah, baik Walikota maupun Kabupaten se-Indonesia tidak melakukan pemekaran demi pemekaran, imbuhnya”.
Dikatakan demikian, karena sebelumnya telah diisukan bahwa Bapak Bupati Jayawijaya akan berkunjung ke Distrik Pyramid, untuk meletakkan batu pertama atas Gereja GKII tersebut dan sekaligus akan diberikan sejumlah pemekaran Distrik  (dua distrik, yaitu Asologaima Bawah dan Distrik Logotpaga) dan Kampung (calon 21 kampung waktu itu, yaitu Kampung Nggoname, Kampung baptis Kimbim, kampung Wantik-Tabuni, Kampung Wantikan Bawah, Kampung Luneri, kampung Peraneri, dan lain-lain). Isu pemekaran kampung tersebut disebar-luaskan ketika Konferensi Gereja Baptis di Kimbim dilaksanakan kala itu. Namun, dengan kehadiran Bapak Bupati dan sekaligus memberikan arahan edukatif dan pemahaman politik pemekaran tersebut kepada semua masyrakat  saat itu, maka seluruh masyarakat yang telah hadir tersebut telah mengerti dengan baik dan merasa puas seperti apa yang telah disampaikan oleh Bapak Bupati Jayawijaya.
Akhir dari seluruh rangkaian acara tersebut, Bapak Bupati dan rombongan telah dijamu makan siang bersama di kediaman oleh Bapak Pendeta Obed Komba di sekitar kawasan Misionaris Pyramid. Kemudian, sesudah jamuan siang itu, Bapak Bupati bersama rombongan pulang kembali ke Wamena. (Elius Wantik-Humas).

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *