Menurutnya, kementrian selalu mendukung even-even daerah yang sifatnya internasional. “FBLB ini adalah event internasional, sehingga wisatawan mancanegara yang ke sini untuk melihat budaya yang ada dan mengeluarkan devisa,” ungkapnya, Rabu (08/08).
Kementerian pariwisata sendiri berharap agar FBLB ini dapat terus dilaksanakan dan dilestarikan, sehingga bukan hanya membantu perekonomian masyarakat, tetapi bisa juga memberikan dampak positif. “Setiap tahun ada kurang lebih 400 event budaya di Indonesia, dan kita sudah memilih 100 event untuk diadakan oleh kementerian pariwisata, salah satunya FBLB ini,” ujarnya. Kepala dinas kebudayaan dan pariwisata Jayawijaya, Alpius Wetipo mengungkapkan FBLB 2018 ini mengambil tema dalam bahasa Hubula “Heki awolok, hape awolok. Heki awolok lek halok, hape awolok legat” yang artinya “Jika Ingin Berhasil, Kita Harus Bekerja dengan Giat”. Dia menjelaskan, di hari pembukaan festival menampilkan tujuh atraksi dari tujuh kabupaten yang hadir, dengan target wisatawan mancanegara sebanyak seribu orang dan wisatawan nusantara tiga ribu orang.
“FBLB telah dijadikan salah satu event budaya yang masuk dalam kalender nasional dari 100 event nasional yang didukung kementerian pariwisata, sehingga kami pun berterima kasih kepada kementerian atas dukungan yang diberikan selama ini,” pungkasnya. (Vin)

Leave a Reply