Category: Produk Daerah

  • Bupati Jayawijaya Atenius Murip panen ubi jalar dan jagung di Kampung Beam Distrik Pyramid

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip panen ubi jalar dan jagung di Kampung Beam Distrik Pyramid

    Wamena – Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H bersama ibu Bupati Ny. dr. Idawati Waromi Murip, S.p.KJ melakukan panen raya ubi jalar dan jagung di Kampung Beam, Distrik Pyramid, Sabtu 7 Februari 2025.

    Kunjungan ke Kampung Beam juga di dampingi Kepala Dinas Pertanian J. Hendry Tetelepta, SP,M.AP, Manager PT. PLN (persero) UP3 Wamena Mahly Jeremot Kbarek, serta para rombongan Pemkab Jayawijaya.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H bersama ibu Bupati Ny. dr. Idawati Waromi Murip, S.p.KJ saat memanen ubi jalar di salah satu kebun kelompok tani Kampung Beam.

    Foto : Agris Wistrijaya

    Kampung Beam merupakan salah satu tempat tinggal masa kecil Bupati Jayawijaya bersama keluarga, dan perdana sebagai Bupati Jayawijaya, ia bisa melakukan panen ubi jalar dan jagung di sana.

    “Perdana kami melakukan panen ubi jalar di kampung beam, tempat ini juga merupakan tempat tinggal keluarga kami, dan saat ini kami diundang untuk melakukan panen, hasil dari pembinaan dari Pemerintah yang mengajak kelompok tani untuk menanam,”ungkap Bupati.

    Menurutnya, dengan menanam ubi dan jagung dapat mewujudkan ketahanan pangan bagi masyarakat sebagai sumber karbohidrat.

    “Kami menghimbau kepada masyarakat di kampung beam distrik pyramid secara khusus kaum pemuda untuk giat dalam program ketahanan pangan ini dengan bekerja kebun,”ucapnya.

    Ia juga memberikan pesan kepada masyarakat untuk rajin menanam pangan lokal lainnya seperti pisang, tebu, buah nenas dan lainnya, bukan hanya dipakai sebagai konsumsi keluarga tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi.

    Pada kesempatan itu juga, Bupati Jayawijaya memberikan apresiasi kepada masyarakat Kampung Beam yg sudah mengundang Pemkab Jayawijaya untuk panen hasil kebun sekaligus mendengarkan aspirasi dari masyarakat.

    “Kami tadi sudah mendengarkan aspirasi dari masyarakat yang meminta alat berat traktor, Pemda Jayawijaya akan memberikan 1 alat berat untuk dipakai di kampung beam,”ucapnya.

    Sebenarnya menurut Bupati, Alat traktor milik Pemda Jayawijaya ini diperbantukan di berbagai wilayah kampung dan distrik kemudian dikembalikan jika sudah selesai dipakai, tetapi karena di Kampung Beam memilik medan yang sulit, maka 1 alat berat akan diinventariskan di kampung beam untuk mengolah kebun.

    Selain itu, Pemkab Jayawijaya melalui Dinas Pertanian juga memberikan 100 Sekop untuk Kampung Beam serta melalui PLN UP3 Wamena untuk listrik masuk ke kampung beam direncanakan tahun 2026 ini sudah masuk. (Agris Wistrijaya/ Martina Matuan)

  • Upayakan Ketahanan Pangan, Pemda Jayawijaya Rencakanan Pembukaan Persawahan Secara Masif

    Upayakan Ketahanan Pangan, Pemda Jayawijaya Rencakanan Pembukaan Persawahan Secara Masif

    WAMENA – Guna menjawab kebutuhan pangan beras di Jayawijaya, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan  berupaya secara masif untuk membuka lahan persawahan di daerah tersebut.

    Hal ini disampaikan langsung Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH.,MH kepada media saat melakukan panen raya padi di Distrik Hubikiak, Kamis (30/10/2025).

    Bupati Jayawijaya Atenius M urip, didampingi beberapa pimpinan OPD saat melihat persawahan di Distrik Hubikosi, Kamis (30/10/2025).

    Foto : Vina Rumbewas

    “Kita berupaya nanti akan secara masif membuka persawahan di Kabupaten Jayawijaya, ini untuk mencukupi ataupun sebagai Ketahanan Pangan di Papua Pegunungan,” ungkap Bupati.

    Lanjutnya, dan ketika program tersebut berhasil maka Pemda Jayawijaya akan berkoonsultasi dengan Pemerintah Pusat agar dapat menjalin kerjasama dengan pihak Bulog.

    “Jadi bulog tidak perlu datangkan beras dari luar, jadi hasil dari kelompok tani yang ada di Jayawijaya ini bulog yang beli, dan bulog yang salurkan kepada masyarakat, sehingga ekonomi berputar,” jelasnya.

    Namun karena saat ini jumlah produksi beras di Jayawijaya masih terbatas sehingga sebagian beras masih didatangkan dari luar.

    “Tahun 2024 produksi beras 320 TON yang dihasilkan, itu belum Pemerintah kita lakukan secara masif,” katanya.

    Untuk melaksanakan Astacita Presiden dalam mewujudkan Ketahanan Pangan di Jayawijaya dan Papua Pegunungan pada umumnya maka perlu dilakukan pengembangan lahan pertanian padi secara masif.

    “Saat ini sudah ada dua mesin yang didatangkan dan separuh masih diperjalanan. Itu kita infentariskan, jadi kalau ada kelompok tani yang mau kerja secara besar kita bantu dengan alat tersebut. Tapi untuk mesin kecil kita berupaya untuk lengkapi di setiap kelompok tani, di sini sudah ada tiga, dan tempat lain akan kita penuhi juga,” katanya.

    Pada kesempatan itu bupati menyampaikan terimakasih kepada para petani dan seluruh masyarakat Jayawijaya, dan mengajak masyarakat untuk terus bekerja di kebun.

    “Terimakasih untuk seluruh masyarakat Jayawijaya dan juga para kelompok tani, mari kita bekerja menanam karena uang ada di kebun,” tutupnya. (VIN/AW)

  • Bupati Jayawijaya Bersama Poktan di Hubikosi Panen Raya Padi Seluas 10,5 Hektar

    Bupati Jayawijaya Bersama Poktan di Hubikosi Panen Raya Padi Seluas 10,5 Hektar

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Atenius Murip, didampingi beberapa pimpinan OPD serta anggota kelompok tani dan warga melakukan panen raya padi, di  Distrik Hubikosi – Kabupaten Jayawijaya, Kamis (30/10/2025).

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, didampingi beberapa pimpinan OPD serta anggota kelompok tani dan warga melakukan panen raya padi, di  Distrik Hubikosi – Kabupaten Jayawijaya, Kamis (30/10/2025).

    Foto : Vina Rumbewas

    Panen dilakukan diatas lahan seluas 10,5 Hektar yang berhasil ditanami kelompok tani yang ada di Kampung Moai, Kosihilapok, Kosiape, Labukama, Kampung Baru, dan Kampung Pipukmo. Dimana kelompok-kelompok tani inilah yang selama ini aktif menanam padi di wilayahnya.

    “Hari ini kami panen di lahan seluas 10,5 Hektar yang sudah ditanam, kami pemerintah daerah mengapresiasi. Dan untuk meringankan beban dalam kegiatan pertanian kami memberikan mesin perontok dan mesin penggiling  fortable,” ungkap Bupati Jayawijaya.

    Sebelum melakukan panen padi, bupati sempat berdiskusi dengan para petani dan terungkap banyak sekali kendala yang dihadapi, mulai dari masalah irigasi, gudang penampung, hingga mesin penggiling dan beberapa alat lainnya yang rusak.

    Sehingga dikesempatan itu bupati yang didampingi kepala dinas pertanian dan beberapa pimpinan OPD bersama ketu kelompok tani juga meninjau langsung gudang-gudang penampung yang selam ini tidak terpakai karena rusak.

    “Untuk posisi gudang dan mesin yang rusak menurut laporan kepala dinas, sehingga hari ini kami mengecek untuk perbaikan gudang dan perbaikan mesin,” katanya.

    Bupati Jayawijaya mengakui, produksi beras di Jayawijaya belum mampu memenuhi kebutuhan pangan khususnya beras di Jayawijaya sehingga kedepan diharapkan lahan-lahan tidur yang ada dapat dibuka menjadi lahan pertanian padi.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip saat melakukan uji coba mesin perontok padi yang baru saja serahkan pemerintah kepada kelompok tani di Distrik Hubikosi – Kabupaten Jayawijaya, Kamis (30/10/2025).

    Foto : Vina Rumbewas

    “Sejauh ini untuk menjawab kebutuhan pangan di Jayawijaya produksinya belum maksimal, tapi ini program unggulan dari astacita presiden yang kita wujudkan di bidang ketahanan pangan. Sehingga kita harapkan output kedepannya semua kelompok tani ada dan lahan tidur dibuka,” jelasnya.

    Di tahun 2024 lalu jumlah produksi beras mencapai 320 Ton dan untuk meningkatkan produksi sesuai astacita presiden, pemerintah Jayawijaya terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan melakukan konsultasi dengan pemerintah pusat, dalam hal ini kementerian pertanian untuk mengupayakan pemanfaatan lahan yang ada demi peningkatan produksi beras di Jayawijaya.

    Daerah Moai sendiri menjadi titik awal pembukaan lahan pertanian padi di Wamena, yang dilakukan penanaman perdana oleh mantan Presiden RI Soeharto pada tahun 1983, sejak saat itu lahan persawahan terus berkembang di Jayawijaya hingga saat ini. (VIN/AW)

  • Bupati Jayawijaya Hadir Dalam Penanaman Padi Di Distrik Pisugi

    Bupati Jayawijaya Hadir Dalam Penanaman Padi Di Distrik Pisugi

    Wamena – Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H.,M.H menghadiri penanaman padi di kampung   Wara, Distrik Pisugi, Rabu (28/05/25).

    Bupati Jayawijaya yang hadir bersama Beberapa Piminan OPD  menghadiri penanaman Padi yang dilaksanakan di Kampung Wara, Distrik Pisugi, dalam kesempatan tersebut, Bupati Jayawijaya menyempatkan diri melihat lahan yang telah disiapkan masyarakat dari distrik yang tergabung didalam 1 gabungan kelompok tani.

    Bupati Jayawijaya Saat Mencoba Mesin Pengupas Padi, Yang Baru Di Berikan Kepada Warga

    Foto : Imanuel Sawaki

    Dalam Wawancaranya, Bupati Jayawijaya menjelaskan bahwa lahan yang ada adalah lahan garapan dari 3 distrik  yaitu Distrik Wita Waya, Pisugi  dan Libarek,  menurut Bupati  lahan yang tersedia  masih sangat luas dan masih terdapat lahan yang belum digarap oleh masyarakat.

    Selanjutnya Bupati menjelaskan bahwa dalam rangka mendorong sektor pertanian yang tersedia, Pemerintah memberikan bantuan 1 unit  alat pengupas padi, dan 1 unit alat penggugur padi  yang diserahkan langsung oleh Bupati Jayawijaya.

    Selain itu Bupati juga berharap  kepada ketiga distrik yang memiliki lahan tersebut agar dapat memanfaatkan lahan yang ada sehingga  dapat menopang ekonomi masyarakat di tiap distrik agar lebih baik lagi. Selain itu Bupati juga mengatakan bahwa Pemerintah Jayawijaya akan berkoordinasi dengan Bulog agar dapat menampung hasil beras lokal dari masyarakat.

    Selanjutnya  Bupati juga berharap Bulog dapat membantu menyalurkan beras milik masyarakat baik di dalam daerah maupun ke kabupaten tetangga jika produksi beras dapat memenuhi kebutuhan dalam jumlah yang banyak.

    Bupati Jayawijaya saat memberi sambutannya di depan warga yang hadir

    Foto : Imanuel Sawaki

    Menutup wawancaranya, Bupati menjelaskan bahwa Kabupaten Jayawijaya setiap Tahunnya diantara akhir bulan November sampai dengan awal Maret biasanya mengalami musim hujan setiap tahunnya,  walaupun pada tahun ini pola yang berbeda yaitu dari awal maret sampai dengan akhir mei masih memasuki musim hujan, Sehingga Bupati menghimbau kepada masyarakat agar dapat memperhatikan waktu menanam seperti sekarang setelah pasca banjir, dianjurkan untuk dapat memulai menanam kembali. (Imanuel Sawaki/AW)

     

  • Wabup Jayawijaya ikut Penanaman Padi Perdana di Kampung Hubikosi

    Wabup Jayawijaya ikut Penanaman Padi Perdana di Kampung Hubikosi

    Wamena – Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP ikut dalam penanaman Padi bersama Kelompok Tani Moai di Kampung Hubikosi Distrik Hubikosi, Kamis 22 Mei 2025.

    Dalam kegiatan tersebut Wabup Jayawijaya di damping oleh Kepala Dinas Pertanian, Plt. Satpol PP, dan Kadis Kominfo menanam secara langsung padi tersebut dan disaksikan oleh Masyarakat dan kelompok tani setempat.

    Wabup Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP bersama para Pimpinan OPD Kabupaten Jayawijaya ikut menanam padi di Kampung Hubikosi Distrik Hubikosi

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    Wabup Jayawijaya katakan bahwa Pertanian menjadi hal penting dalam visi misi Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya untuk itu Pemerintah Daerah selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok-kelompok tani di berbagai Distrik terutama saat ini penanaman padi perdana di Kelompok Tani Moai.

    “Pertanian menjadi salah satu hal yang penting bagi kami, terutama upaya meningkatkan produksi pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah, hal ini sesuai dengan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya, seperti penanaman padi, penananaman bawang merah yang kami lakukan beberapa waktu lalu tetapi waktu itu kami panen, penanaman rica dan masih banyak lagi yang berhubungan dengan pertanian”ucapnya.

    Selain menanam padi, Wabup Jayawijaya bersama Pimpinan OPD lainnya juga mendengarkan beberapa aspirasi dari Kelompok Tani tersebut, salah satunya mereka membutuhkan beberapa alat kerja atau mesin traktor dan memperluas lahan penanaman. Luas lahan yang dilakukan oleh Kelompok tani moai tersebut sekitar 5 Hektar.

    “Kami sudah dengarkan aspriasi dari kelompok tani moai, dan karena kami sudah lakukan musrenbang, kami akan usahakan di tahun-tahun berikutnya bisa terakomodir” bebernya.

    Wabup Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP juga berpesan kepada Masyarakat agar berusaha dan mau melakukan usaha-usaha seperti penananam padi, berkebun dan juga berternak, karena Tanah di Kabupaten Jayawijaya ini sangat subur tanpa pemberian pupuk.

    “Masyarakat harus berusaha bertani dan berkebun dan tidak hanya berharap kepada Pemerintah, apalagi yang hanya berkeliaran di kota mengganggu aktifitas orang lain, mau cari uang semuanya itu ada jika kita berkebun,bertani dan berternak, semuanya itu kembali kepada diri kita masing-masing untuk bisa mengelola usaha tersebut dan yang akan menikmati kita sendiri dan keluarga kita” tegasnya.

    Selain itu Wabup juga mengatakan bahwa dengan usaha bertani, berkebun dan berternak juga bisa membantu membiayai sekolah anak-anak dan biaya lainnya.

    Kepala Kampung Hubikosi Yaplos Kosai Selaku Kepala suku di daerah tersebut memberikan ucapan terimakasih kepada Pemda Jayawijaya karena untuk pertama kalinya Pemerintah Jayawijaya bisa mengunjungi kelompok tani tersebut.

    Yaplos Kosai berharap para petani untuk terus giat dalam menanam padi hingga bisa memanen dan dapat di pasarkan, selain itu Ia juga berharap kepada Pemerintah untuk selalu memberi dukungan kepada Kelompok Tani Moai tersebut. (AgW/AW)

  • Panen Bawang Merah, Wabup Ronny Elopere, S.IP.,M.KP harap bisa turunkan inflansi Kabupaten Jayawijaya

    Panen Bawang Merah, Wabup Ronny Elopere, S.IP.,M.KP harap bisa turunkan inflansi Kabupaten Jayawijaya

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP,M.KP bersama rombongan mengunjungi Kampung Algonik Distrik Pyramid dalam rangka panen bawang merah, Senin 19 Mei 2025.

    Salah satu Kelompok tani bercerita awal mulanya kelompok tersebut mulai memasarkan Bawang merah hingga berton-ton dari tahun 2019 hingga sekarang, walau sempat gagal pada waktu Covid membuat bawang merah sebanyak 3200 kg membusuk tetapi Kelompok Tani saat ini mencoba untuk bangkit lagi dengan harapan Pemkab Jayawijaya dapat membantu dalam Pemasarannya.

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere bersama Asisten II Sekda Lekius Jikwa, Anggota DPRD, Kadis Petanian dan Forkopimda Jayawijaya saat memanen Bawang Merah di kampung Argolik Distrik Pyramid

    Foto : Brian Windesi

    “Kampung Algonik yang beberapa waktu lalu sempat mengalami musibah, sehingga membuat warga setempat pergi mengungsi dan hasil panen bawang merah sebanyak 2 ton juga sempat dibakar pada musibah tersebut, tetapi beberapa Kelompok Tani disana sudah mulai kembali menanam”ungkap Ketua Kelompok Tani.

    Kedepannya Kelompok Tani akan mencoba untuk memperluas lahan lagi sehingga hasil Panen bawang merah bisa semakin banyak dan dapat di pasarkan, luas lahan yang sementara di pergunakan sekitar 4 Hektar.

    Salah satu Tokoh Masyarakat juga mengungkapkan bahwa saat ini mereka membutuhkan mesin traktor 4 gigi, sebelumnya sudah ada bantuan dari Bank Indonesia mesin traktor 2 Gigi. Tetapi untuk menunjang pekerjaan lahan kebun ini menggunakan traktor 2 gigi hanya bisa 5-6 bedeng perhari, jika menggunakan 4 gigi diharapkan bisa mencapai 8 bedeng perhari.

    Wabup Jayawijaya Ronny Elopere mengatakan bahwa hasil panen bawang merah Kelompok Tani dari Kampung Algonik Dusun Kewi ini sangat luar biasa sehingga untuk Dinas Pertanian harus terus mengontrol agar penanamannya lebih berkembang dan memperluas lahan kebun sehingga bisa membantu menurunkan inflansi di Kabupaten Jayawijaya.

    Selain itu, untuk masalah pemasaran Wabup akan berkoordinasi dengan Dinas Nakerindag untuk mensuplai barang dari wamena keluar kota terutama ke timika.

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere bersama Rombongan memperlihatkan hasil panen Bawang Merah di kampung Argolik Distrik Pyramid

    Foto : Brian Windesi

    “Distribusi barang seperti Rica, Tomat dan Bawang dari luar ke wamena untuk sementara dihentikan dulu, agar hasil jual dari mama-mama bisa laku dibeli oleh masyarakat di Kota Wamena,”tegasnya.

    Wabup juga mengatakan bahwa untuk jalan raya masuk ke Kampung Algonik yang dikeluhkan masyarakat untuk tahun ini belum bisa karena sudah dilakukannya musrenbang, tetapi akan diusahakan untuk tahun depan.

    Wabup berharap untuk masyarakat terutama para pemuda untuk tidak berkeliaran di kota wamena, melainkan ke kampung untuk berkebun.

    “Para pemuda yang tidak memiliki pekerjaan tetap yang berkeliaran di dalam kota, kami mohon untuk kembali ke kampung atau Distrik masing-masing untuk mengelola kebun, karena ini merupakan sumber daya yang dapat menghasilkan uang jika sunguh-sungguh dikelola dan bisa dinikmati bersama sanak saudara” tegas Wabup. (AgW/AW)

  • Bupati Jayawijaya Tatap Muka Besama Ketua Kelompok Tani Dari 40 Distrik

    Bupati Jayawijaya Tatap Muka Besama Ketua Kelompok Tani Dari 40 Distrik

    Wamena – Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H Mengadakan tatap muka bersama Para Ketua Kelompok Tani dari 40 Distrik di Kabupaten Jayawijaya Senin, (07/04/25).

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H mengumpulkan Para Ketua Kelompok Tani yang ada di 40 Distrik Se Kabupaten Jayawijaya yang dilaksanakan di ruang  Wio Kantor Bupati Wamena, dalam kesempatan tersebut Bupati Jayawijaya didampingi oleh   Kepala Dinas Pertanian dan  Asisten II Sekda Jayawijaya.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.M dalam tatap Muka bersama Ketua Kelompok tani dari 40 Distrik

    Foto : Imanuel Sawaki

    Saat memberikan arahan dalam agenda tatap muka tersebut, Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H mejelaskan bahwa pertemuan tersebut diadakan karena dirinya ingin tau bagaimana  perkembangan di bidang pertanian, perikanan, peternakan dan ketahanan pangan, yang dilaksanakan oleh kelompok-kelompok tani  yang ada di Kabupaten  Jayawijaya.

    Selanjutnya Bupati juga menjelaskan bahwa Dirinya juga ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa  Visi Misi yang  telah disampaikan selama masa pencalonan, sampai pada saat dimana dirinya dilantik adalah program yang akan dilakukan bersama antara masyarakat dan Pemerintah  Kabupaten Jayawijaya.

    Dalam Kesempatan Tersebut, Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H Juga menjelaskan bahwa dirinya akan mulai mengunjungi Distrik-distrik untuk memantau langsung perkembangannya setelah selesai dengan penataan Pemerintahan yang ada di kantor. Selain itu Bupati Juga menekankan bahwa dirinya tidak akan menerima  Proposal-proposal yang di ajukan  atau dibawa ke kantor.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H Saat menjelaskan tujuan diadakannya tatap muka bersama para ketua kelompok tani

    Foto : Imanuel Sawaki

    “Saya tidak akan menerima Proposal-proposal kekantor, saya akan konsen setelah pemerintahan di kantor ini selesai, saya di lapangan. Dimana ada kelompok Tani saya punya data ada kegiatan, apa yang mau dikembangkan, apa yang bisa dibantu dari pemerintah apa yang kelompok tani bisa lakukan” tegas Bupati Atenius Murip,S.H.,M.H.

    Selanjutnya Bupati Juga menjelaskan bahwa jika Sumber Daya Alam, Kebun, Air, yang ada dimanfaatkan dengan baik  dapat mendorong perkembangan perekonomian Masyarakat. Dan Pemerintah akan mengambil bagian untuk mendorong Masyarakatnya, namun tidak berupa uang, tetapi berupa kegiatan yang dapat mendorong perkembangan usaha Masyarakat.

    ”Saya inginkan kita semua terlibat untuk menikmati hasil bumi, tanah yang subur yang dikasih Oleh Tuhan untuk kita nikmati” tegas Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H.,M.H. (IS/AR)

  • Panen Padi Toraja di Kampung Kosi Hilapok Distrik Hubikosi

    Panen Padi Toraja di Kampung Kosi Hilapok Distrik Hubikosi

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Pertanian selalu memberi perhatian khusus kepada kelompok-kelompok tani yang ada di Kabupaten Jayawijaya, salah satunya Kelompok Tani Kampung Kosi Hilapok Distrik Hubikosi.

    Penen padi yang di hadiri oleh Kepala Dinas Pertanian J Hendri Tetelepta mengungkapkan bahwa Pemerintah akan terus mendorong agar Kelompok Tani di Distrik Hubikosi dapat meningkatkan hasil pertaniannya, Kamis (20/02/25).

    Kepala Dinas Pertanian bersama rombongan Panen Padi Toraja di Kampung Kosi Hilapok Distrik Hubikosi

    Foto : Vina Rumbewas

    “Jadi yang kami panen hari ini di 19 kolam sekitar 8,5 hektar dan jenis padi yang dikembangkan ada dua jenis yaitu yang beras merah dan yang putih yang kami sebut dengan padi Toraja” katanya.

    J Hendri Tetelepta mengungkapakan bahwa Dinas Pertanian selalu mendorong Kelompok tani untuk membuka lahan, menanam padi dan lahan pertanian lainnya seperti ubi, keladi dan sebagainya.

    “Kami berharap ada kolaborasi antara dinas pertanian dengan OPD lainnya sehingga kedepan itu ada hasil produksi yang dihasilkan kelompok tani ini dapat diserap, sehingga ada motivasi kelompok tani untuk membuka lahan yang baru” ucapnya.

    “Upaya yang kami lakukan ini salah satunya kolaborasi dengan Dinas Nakerindag, kedepan itu beras yang dihasilkan oleh kelompok tani ini dapat diserap oleh Dinas Nakerindag dan bisa dipakai dalam program Pasar Murah, dimana nantinya beras tersebut dibeli Pemerintah dan akan dijualkan kembali kepada masayarakat” jelasnya.

    Lanjut kata J Hendri Tetelepta untuk Beras yang dihasilkan oleh Kelompok tani yang biasa di sebut beras lokal ini masih dijual secara lokal dengan kisaran harga 30 ribu per kilo.

    Kepala Dinas Pertanian berharap adanya intervensi dari Pemerintah untuk menyediakan pendanaan dalam penyerapan hasil-hasil petani berupa beras sehingga kedepan itu lebih banyak lagi lahan sawah yang bisa dibuka. (AgW/AW)

  • Pj. Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor,S.Pd,MM menanggapi Aspirasi Kelompok Tani Kampung Elabukama

    Pj. Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor,S.Pd,MM menanggapi Aspirasi Kelompok Tani Kampung Elabukama

    Wamena – Penjabat Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor,S.Pd,MM, melakukan kunjungan di Kampung Elabukama Distrik Musatfak, Selasa (11/02/25).

    Kunjungan ini berkaitan dengan panen raya padi hasil dari pertanian Kampung Elabokma serta diskusi bersama masyarakat kampung Elabokma, dimana dalam sambutannya,  Pj. Bupati Jayawijaya berterima kasih kepada masyarakat Musatfak yang sudah bersama-sama menjaga keamanan dalam pilkada kemarin, sehingga sudah terpilih Bupati yang baru yang akan segera dilantik dan selanjutnya akan melanjutkan kepemimpinan.

    Panen padi di Kampung Elabokama Distrik Musatfak

    Foto : Agris Wsitrijaya

    Dalam diskusi tersebut Pj. Bupati Jayawijaya memberikan beberapa tanggapan mengenai  aspirasi yang diungkapkan oleh masyarakat, salah satunya mengenai kebutuhan perairan sawah yang perlu dibangunnya penampungan air, sehingga seluruh kolam persawahan mendapatkan air.

    “Kita bersyukur bahwa Kota Wamena merupakan ibu kota Provinsi, sehingga Pemprov Papua Pegunungan akan membantu irigasi air di beberapa Distrik di Kabupaten Jayawijaya, pihak provinsi sudah mengusulkan akan menhendel kegiatan ini, mudah-mudahan tahun ini dilaksanakan” ucap Pj. Bupati Jayawijaya.

    Kemudian, Pj. Bupati Jayawijaya juga menanggapi aspirasi masyarakat mengenai Gudang penyimpanan padi yang sangat perlu di bangun, agar setelah di panen padi dapat di simpan di tempat yang aman.

    Untuk pembangunan Gudang Penyimpanan, Pj. Bupati Jayawijaya berharap akan dibangun di Kampung Elabokma Distrik Musatfak Pada Tahun ini.

    Hasil panen padi yang akan di kelola menjadi beras kemudian akan dibeli oleh Pemda Jayawijaya yang kemudian akan di jual untuk masyarakat dikota.

    “Untuk angkutan juga penting, kemarin pada bulan januari, Pemda Jayawijaya sudah memberikan motor 3 Roda kepada 3 kelompok yang lebih dahulu memberikan Proposalnya, tetapi kami akan usahkan untuk Kelompok Tani Kampung Elakbokma bisa dapat ” ucapnya.

    Selain itu, Pemda Jayawijaya juga rencananya akan memberikan bantuan mesin babat rumput kepada kelompok tani Kampung Elabokma pada tahun ini dan untuk aspirasi lainnya akan menjadi catatan penting bagi Pemerintah daerah.

    “Diharapkan kepada masyarakat yang bertani untuk tetap melakukan aktifitas produksi pertanian, sehingga bantuan yang diberikan jangan sampai tidak pernah di gunakan, karena akan menjadi rugi atau mubasir” ungkap Thony M.Mayor. (AgW/AW)

  • Pj. Bupati Launching  Lebel Beras Organik Wamena Bersama Gapoktan  di Distrik Musatfak

    Pj. Bupati Launching Lebel Beras Organik Wamena Bersama Gapoktan di Distrik Musatfak

    Wamena – Pj. Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor,S.Pd.,MM Melaunching Lebel beras organik wamena. Yang dilaksanakan di Distrik musatfak Bersama gabungan kelompok Tani Distrik Musatfak, Jumat (22/11/24).

    Dalam kesempatan Tersebut, Pj. Bupati Jayawijaya menyampaikan bahwa kegiatan Launcing lebel beras organik ini adalah hasil dari kerja sama yang baik antara Pemerintah Daerah dan masyarakat khususnya para Petani, menurut Pj. Bupati masyarakat dan Pemerintah harus berkolabirasi dalam semua bidang.

    Pj. Bupati bersama OPD dan Kelompok Tani Berfoto Bersama saat Lounching  Lebel Beras Organik Wamena

    Foto : Imanuel Sawaki

    Selain itu Pj. Bupati juga menanggapi aspirasi masyarakat terkait pendidikan  di distrik Musatfak yang menurut masyarkat tidak berjalan dengan baik, dan akan  menjadi perhatian Pemerintah.

    Selain itu, Pj. Bupati Juga mengatakan khusus untuk beras adalah pergumulan Pemerintah Daerah  sehingga telah diprogramkan sejak Tahun 2023 untuk dilaksanakan pada tahun 2024. sehingga hasil hasil prodak dari kabupaten Jayawijaya bisa memiliki identitas berupa Lebel sehinggal Jayawijaya dapat bersaing sama dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia.

    Pada Kesempatan itu Pj. Bupati juga menjelaskan bahwa  beras yang dimiliki Jayawijaya adalah beras organik yang diolah tanpa menggunakan pupuk buatan, namun menurut Pj. Bupati ke depannya Jayawijaya harus memiliki 1 merek beras sehingga Jayawijaya dapat mengantongi  Ijin untuk dipasarkan.

    Pj. Bupati Jayawijaya Saat Menjahit Karung Beras Organik Wamena

    Foto : Imanuel Sawaki

    Pj. Bupati menambahkan memang Kabupaten sudah harus memiliki satu Rumah Kemasan untuk menampung semua usaha unggulan yang ada di Jayawijaya. (IS/FE)