LIFT OTONOM

Written by

in

#
Selama ini belum dihidupkan karena ketersediaan listrik yang tidak
mencukupi untuk menggerakan lift tersebut.
“Tahun ini baru kita mau anggarkan kurang lebih Rp600 juta, untuk
membayar PLN agar mereka menambah daya baru bisa (life) hidup,”
katanya.
Beberapa SKPD yang berada di Gedung Otonom dan nantinya memanfaatkan
life tersebut seperti BPBD, Dispora, Perhubungan, DPU, DPMK,
Perumahan, Nakerindag, Sosial serta PTSP.
Sebelumnya, seorang pegawai di Kantor Otonom Jayawijaya yang terlibat
demonstrasi di ke Kantor Bupati baru-baru ini menuntut perlindungan
atas berbagai aksi kekerasan, meminta pemerintah mengaktifkan life
tersebut sebab akibat lift yang tidak berfungsi, ada wanita hamil yang
keguguran karena harus menaiki tangga.
Saat orasi, ia mengatakan tangga yang menghubungkan beberapa kantor di
Gedung Otonom ini bisa saja berdampak pada wanita hamil lainnya,
terutama pegawai negeri yang setiap hari harus pergi ke kantor dan
menaiki tangga tersebut.
“Kalau begini siapa yang bertanggungjawab atas kejadian seperti ini,
(wanita keguguran akibat naik tangga). Ini pelanggaran HAM,” ujarnya.
(Vin/RS)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *