Category: Pendidikan

  • Murid TK YPK Betlehem Berkunjung Ke Kantor Bupati Jayawijaya

    Murid TK YPK Betlehem Berkunjung Ke Kantor Bupati Jayawijaya

    Pada kesempatan itu, anak-anak diberi keleluasaan untuk melihat langsung ruang kerja Bupati Jayawijaya dan bertanya langsung tentang pekerjaan seorang bupati.
    Selain melihat ruang kerja bupati, para anak TK tsb juga dibawa melihat langsung ruang kerja sekda, para asisten dan bagian-bagian yang ada di lingkup setda.

    “Terimakasih, kami sangat merespon positif kegiatan ini karena anak-anak yang selama ini tidak tahu menjadi tahu, dan itu menambah satu point penting bagi mereka,” ungkap Yustina Yeni Banua yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD Jayawijaya.
    Dirinya berharap, tidak hanya TK Betleham tetapi TK-TK lain juga dapat melakukan kegiatan yang sama seperti ini.
    “Kegiatan ini sangat baik karena dapat memotifasi anak-anak sejak usia balita untuk menentukan cita-citanya,” katanya.
    Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah TK YPK Betlehem, Rostiana
    Manurung mengatakan, dengan tour anak-anak ingin lebih diperkenalkan dengan pekerjaan atau profesi yang berkaitan erat dengan tema pelajaran disekolah.
    “Anak-anak mau kami perkenalkan pekerjaan bupati dan semua pegawai yang ada di dalamnya, supaya dapat mengenal secara langsung kepada anak-anak, bupatinya siapa dan pekerjaannya apa,” jelasnya.
    “Dengan kunjungan seperti ini kami harapkan dapat membangkitkan motivasi anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa yang berkualitas,” katanya.

     “Kami bersyukur mereka bisa sampai ke ruang kerja bupati bahkan ada yang sampai duduk di kursi bupati,” ujarnya.
    Tour profesi seperti ini sudah sering dilakukan yang mana sebelumnya para murid diajak mengunjungi Bandara Wamena, Bataliyon 756/WMS, Puskesmas dan Taman Laurenz. (Vin/JK)

  • Dinas Pendidikan Bangun SD Penyangga Di Kampung Aipokma

    Akibatnya sejumlah siswa kelas 1,2 dan 3 SD Yalengga tidak dapat sekolah. Hal itu diantisipasi dengan cepat oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya selaku instansi teknis dengan membangun SD Penyangga di Kampung Aipokma, Distrik Yalengga dengan tujuan supaya siswa dapat melaksanakan aktifitasnya seperti biasa.

    “Ini salah satu langkah yang tepat supaya siswa SD bisa sekolah kembali seperti biasa,” tegas Bupati Banua dalam kunjungan kerjanya di kampung Aipokma Jumat (11/1).

    “Jika hujan deras, anak-anak kelas 1,2 dan 3 tidak bisa menyeberangi Sungai Baliem yang deras, dan untuk mengantisipasi timbulnya korban jiwa pihak Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Pendidikan membangun SD Penyangga di kampung Aipokma ini,” ujarnya.

    “Menurutnya setelah duduk di kelas empat, siswa SD bisa pindah ke sekolah induk yang ada di Distrik Holasili atau Distrik Yalengga didukung dengan menempatkan guru sebagai tenaga pengajar secara permanen di SD penyangga Aipokma yang sudah terkoneksi dengan SD induk di Holasili dan Yalengga.

    “Sesuai visi dan misi saya bersama Wakil Bupati, pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan. “Dinas pendidikan harus menempatkan guru sebagai tenaga pengajar, jangan membangun bangunan fisik saja tapi tidak ada gurunya,” katanya.

    Bupati menyarankan dinas pendidikan untuk memanfaatkan para sarjana yang merupakan penduduk setempat menjadi guru, sehingga pemerintah tidak lagimembuat rumah guru karena mereka merupakan masyarakat setempat yang sudah memiliki rumah.

    Kepala Distrik Yalengga Simon Kenelak dalam kesempatan yang sama menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah,yang telah membangun SD bagi warga masyarakatnya.

    “Dengan adanya SD Penyangga ini, warganya terutama anak usia 6-9 tahun bisa sekolah kembali seperti biasa. “Dengan dibangunnya SD penyangga ini sudah ada 3 sekolah yang ada di wilayahnya dan pihaknya telah menginstruksikan kepala kampung untuk tetap memberikan dana pendidikan bagi masyarakat,” pungkasnya. (Vin/JK)

  • SMP YPPK Santo Thomas Gelar Simulasi UNBK

    Dijelaskan , simulasi UNBK tahun 2018 yang diikuti 91 siswa SMP YPPK Santo Thomas meliputi mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA dan Matematika. “ 91 siswa yang mengikuti simulasi UNBK dan baru pertama kali dilaksanakan ini telah mempersiapkan diri dengan mengikuti les, bimbingan dan latihan ujian dengan menggunakan komputer” kata Theresa.

    Untuk pelaksanaan UNBK pada tanggal 23-26 April 2018 mendatang, pihak sekolah menyediakan 31 unit komputer beserta jaringan internet” kata Theresa lagi.

    Menurutnya, pelaksanaan UNBK tahun ini dinilai lebih efektif karena waktunya lebih singkat. “ Pada saat menjawab soal atau pertanyaan siswa hanya mengklik salah satu jawaban yang benar, bukan dengan membuat bulatan hitam dengan pensil yang membutuhkan waktu lebih lama,” tegas Theresa.

    Disinggung dengan masih banyaknya siswa yang belum mengenal komputer, Theresa lebih jauh menuturkan telah mengantisipasi sejak dini dengan memperkenalkan komputer lebih awal kepada seluruh siswa. “ Pada awalnya memang masih terasa sulit bahkan ada siswa yang tidak mengenal komputer, tapi setelah dilakukan latihan dan simulasi secara rutin, saat ini siswa sudah terbiasa mengerjakan soal dan tugas menggunakan komputer,” katanya.

    Sementara itu, Felly Renyaan dan Hera Huby yang dijumpai redaksi mengatakan , ujian berbasis komputer lebih enak dan mudah. “Kami mengalami kendala pada saat ada mata pelajaran yang harus menghitung, karena butuh waktu sedikit lebih lama namun itu sudah bisa diatasi,” kata Felly yang diiyakan Hera Huby.

    Dengan UNBK ini waktunya lebih cepat dan tepat bahkan kami dapat mengantisipasi waktu ujian yang diberikan dengan mengerjakan soal-soal yang mudah terlebih dahulu. Untuk diketahui UNBK tahun pelajaran 2017-2018 dapat meluluskan siswa SMP YPPK Santo Thomas 100  persen seperti kelulusan siswa ditahun-tahun sebelumnya (AS/JS).

  • Di Jayawijaya UNBK Diikuti 4 SMK

    “Dari 5 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Jayawijaya yang ikut UNBK ada 4 SMK yang pelaksanaannya secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 3 April 2017,” kata Bambang.

    Menurutnya kriteria kelulusan siswa dari SMP sampai SMK dan SMA, dilakukan sesuai dengan peraturan menteri pendidikan melalui tiga prosedur, ujian sekolah, ujian sekolah berstandar Nasional dan Ujian Nasional. “Untuk  Ujian Nasional itu sendiri dibagi menjadi dua yaitu ujian berbasis computer dan ujian dengan menggunakan kertas, pulpen dan pensil,” kata Bambang panjang lebar.

    “4 SMK yang mengikuti UNBK terdiri dari SMK Yapis, SMK Nina Bua, SMK Yasores dan SMK Yapesli  dan diikuti sebanyak 587 siswa, sedangkan yang mengikuti UN berbasis kertas dan pinsil adalah SMK Negeri Wamena yang diikuti 44 siswa,” ujarnya.

    “Untuk tahun 2017 siswa yang mengikuti UNBK dan siswa yang mengikuti ujian berbasis kertas dan pensil di Kabupaten Jayawijaya sebanyak 631 siswa,” kata Bambang.

    Dijelaskan tahun 2017 sekolah yang melaksanakan ujian berbasis komputer hanya SMK, sementara SMP dan SMA masih menggunakan sistem Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). (Vin/jk)