Category: Pendidikan

  • Kadis Pendidikan Jayawijaya Soroti Pungutan biaya pendaftaran PPDB di SMP Negeri 1 Wamena

    Kadis Pendidikan Jayawijaya Soroti Pungutan biaya pendaftaran PPDB di SMP Negeri 1 Wamena

    WAMENA – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, Kaleb Asso, S.Pd, menyatakan keprihatinannya terkait masih adanya sekolah negeri yang memungut biaya pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB), yang dinilai bertentangan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

    Kaleb menegaskan bahwa sekolah negeri, khususnya jenjang SD dan SMP, tidak diperbolehkan melakukan pungutan kepada siswa baru karena pemerintah telah menyediakan anggaran melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mendukung kebutuhan penerimaan peserta didik baru.

    “Sekolah negeri tidak boleh melakukan pungutan. Pemerintah sudah menyiapkan Dana BOS untuk siswa baru dan tidak ada perintah dari pimpinan maupun Dinas Pendidikan untuk memungut biaya pendaftaran,” tegas Kaleb saat memberikan keterangan kepada wartawan, kamis 2 juli 2026.

    Kepala Dinas Pendidikan Kaleb Asso, S.Pd saat diwawancarai awak media

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    Menurutnya, Dinas Pendidikan telah menemukan adanya salah satu SMP negeri di Kota Wamena yang melakukan pungutan kepada calon siswa baru yakni SMP Negeri 1 wamena, Setelah menerima laporan, pihaknya langsung memanggil kepala sekolah, komite sekolah, guru, dan panitia penerimaan siswa baru untuk melakukan klarifikasi.

    “Hasil pengecekan kami ternyata benar ada pungutan. Padahal itu sekolah negeri dan tidak boleh memungut biaya dari siswa baru,” ujarnya.

    Kaleb mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan Dinas Pendidikan, sekolah-sekolah di wilayah luar Kota Wamena umumnya tidak melakukan pungutan kepada siswa baru.

    Sementara di dalam kota masih ditemukan beberapa sekolah yang menerapkan biaya tertentu, meskipun tidak semuanya dalam jumlah besar.

    “Kami sudah mengimbau seluruh sekolah negeri agar tidak melakukan pungutan apa pun. Untuk sekolah negeri dan sekolah Inpres tidak boleh ada pungutan,” katanya.

    Terkait kebutuhan perlengkapan sekolah seperti seragam olahraga, seragam batik, topi, dan atribut lainnya, Kaleb menjelaskan bahwa pengadaan dapat dilakukan sesuai kebutuhan sekolah dan kemampuan anggaran. Namun, ia mengingatkan agar tidak membebani orang tua siswa dengan biaya yang berlebihan.

    “Kalau ada kebutuhan tertentu, harus disesuaikan dengan kondisi sekolah. Jangan terlalu membebani orang tua. Tetapi untuk sekolah negeri dan Inpres, pungutan tetap tidak diperbolehkan,” jelasnya.

    Mengenai sekolah yang sudah terlanjur menarik biaya dari orang tua siswa, Dinas Pendidikan akan melakukan evaluasi dan pemanggilan terhadap pihak sekolah terkait. Dari hasil pemeriksaan sementara, pungutan yang terjadi diketahui merupakan keputusan komite sekolah, bukan hasil kesepakatan bersama orang tua siswa.

    “Setelah kami cek, itu merupakan inisiatif komite sekolah yang menentukan besaran biaya per siswa. Kami menegur dan menegaskan bahwa praktik seperti itu tidak boleh dilakukan, apalagi di sekolah negeri,” tegas Kaleb.

    Ia juga menepis alasan pungutan digunakan untuk pembangunan fisik sekolah. Menurutnya, pembangunan gedung dan infrastruktur sekolah merupakan tanggung jawab pemerintah melalui anggaran yang telah disediakan.

    “Kalau untuk pembangunan fisik sekolah, itu dibangun oleh pemerintah. Tidak ada alasan untuk memungut biaya dari siswa dengan alasan pembangunan gedung sekolah. Kalaupun ada penataan halaman atau kebutuhan kecil lainnya, itu harus disesuaikan dan tidak memberatkan,” katanya.

    Di akhir pernyataannya, Kaleb memberikan peringatan keras kepada seluruh sekolah negeri di Kabupaten Jayawijaya agar mematuhi aturan dan tidak melakukan pungutan terhadap peserta didik baru.

    “Saya tegaskan sekali lagi, khusus sekolah negeri dan sekolah Inpres tidak boleh ada pungutan biaya kepada siswa baru,” pungkasnya. (Agris/Martina)

  • Apresiasi untuk YBSI Jayawijaya, Asiaten II Setda Dorong Lulusan Berkarakter dan Berintegritas

    Apresiasi untuk YBSI Jayawijaya, Asiaten II Setda Dorong Lulusan Berkarakter dan Berintegritas

    Wamena – Asiaten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Jayawijaya, Lekius Jikwa menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Yayasan Biji Sesawi Indonesia (YBSI) Jayawijaya, dewan guru, serta orang tua siswa atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi muda, Selasa 5 Mei 2026.

    Dalam sambutannya, Lekius menekankan pentingnya peran pendidikan dalam membentuk generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Sebagai alumni sekolah Kristen, ia berharap para lulusan mampu mengamalkan nilai-nilai kekristenan dalam kehidupan sehari-hari.

    Asiaten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Jayawijaya, Lekius Jikwa hadir di Penamatan SMA Kristen Yayasan Biji Sesawi Indonesia (YBSI)  Jayawijaya.

    Foto : Prokopim

    “Ilmu tanpa karakter adalah buta, dan karakter tanpa ilmu adalah lumpuh. Jadilah terang di tengah masyarakat, di mana pun kalian melanjutkan pendidikan atau berkarya nanti,” ujarnya.

    Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan beberapa pesan penting kepada para lulusan. Pertama, agar senantiasa menerapkan nilai-nilai Kristiani seperti kasih, kejujuran dan integritas dalam kehidupan bermasyarakat maupun saat melanjutkan pendidikan. Kedua, ia mengingatkan pentingnya bijak dalam memanfaatkan era digitalisasi serta menjauhi hal-hal negatif seperti penyalahgunaan narkoba. Ketiga, para lulusan diminta untuk selalu menjaga nama baik almamater di mana pun berada.

    Lekius menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi demi membangun Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan dan Indonesia.

    Ia juga menyampaikan penghargaan kepada orang tua dan dewan guru atas kesabaran dan kerja keras dalam mendidik anak-anak. “Keberhasilan hari ini merupakan buah dari dedikasi bapak dan ibu sekalian. Namun, tugas kita belum selesai. Mari terus mendukung mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan takut akan Tuhan,” katanya.

    Asiaten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Jayawijaya, Lekius Jikwa meresmikan Gedung kelas baru Yayasan Biji Sesawi Indonesia (YBSI)  Jayawijaya.

    Foto : Prokopim

    Selain itu, Lekius turut mengucapkan selamat atas diresmikannya gedung kelas baru yang diharapkan dapat menunjang proses belajar mengajar serta meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Kristen dan SMTK Biji Sesawi Wamena.

    Acara tersebut menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk melangkah ke tahap berikutnya dalam perjalanan pendidikan mereka, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memajukan dunia pendidikan di Jayawijaya. (Agris Wistrijaya/Martina Matuan)

  • Pembukaan Turnamen Futsal Tingkat SMP se-Kabupaten Jayawijaya

    Pembukaan Turnamen Futsal Tingkat SMP se-Kabupaten Jayawijaya

    WAMENA – Bupati Jayawijaya yang diwakili Asisten III Setda Jayawijaya, Lekius Yikwa, membuka secara resmi Turnamen Futsal Tingkat SMP se-Kabupaten Jayawijaya, yang digelar Dinas Olahraga dan Pemuda Kabupaten Jayawijaya, yang berlangsung di Lapangan Futsal Akuen Wamena, Jumat (24/04/2026).

    Bupati Jayawijaya yang diwakili Asisten III Setda Jayawijaya, Lekius Yikwa, membuka secara resmi Turnamen Futsal Tingkat SMP se-Kabupaten Jayawijaya, yang digelar Dinas Olahraga dan Pemuda Kabupaten Jayawijaya, yang berlangsung di Lapangan Futsal Akuen Wamena, Jumat (24/04/2026).

    Foto : Prokopim Setda Kab. Jayawijaya

    Saat membacakan sambutan Bupati, asisten III setda menyampaikan bahwa turnamen ini merupakan ajang pembinaan karakter, penyaluran minat dan bakat, peningkatan sportivitas dan kerjasama tim antar pelajar, Serta wadah positif bagi generasi muda untuk meraih prestasi.

    “Saya memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini, yang juga menjadi waktu untuk menjalin silaturahmi antar sekolah, dan memberikan kegiatan positif yang sehat,” ungkapnya saat membacakan sambutan.

    Lanjutnya, olahraga selain sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, juga berguna untuk membangun karakter melalui kedisiplinan, sportivitas, kepercayaan diri, kerja sama tim, dan ketahanan mental dalam menghadapi tantangan.

    Apalagi, pada usia Sekolah Menengah Pertama (SMP), tubuh mengalami perkembangan pesat, sehingga olahraga dapat membantu memperkuat otot dan tulang, meningkatkan kepadatan tulang, melatih keseimbangan dan koordinasi, serta meningkatkan daya ingat, dan konsentrasi belajar di kelas.

    “Saya berharap agar anak-anak sekalian dapat memanfaatkan momen turnamen ini dengan baik, dan termotivasi untuk terus menjaga kesehatan tubuh serta mengembangkan budaya hidup sehat,” katanya.

    Ia juga mengingatkan para atlet yang akan terjun dalam turnamen ini untuk tetap menjaga kondisi fisik, agar stamina tetap terjaga selama bertanding, mengingat futsal adalah olahraga dengan tempo cepat.

    Tidak hanya itu, para peserta juga diingatkan bahwa turnamen ini merupakan ajang untuk mempererat tali persaudaraan, kerjasama, dan kekompakan tim, bukan menciptakan perpecahan. Sehingga penting juga untuk menjunjung tinggi sportivitas dan persahabatan diatas segalanya, dengan bermain jujur, menghormati keputusan wasit, menghargai lawan, dan menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.

    “Kepada para wasit, diharapkan memiliki kemampuan untuk memimpin pertandingan dengan adil, profesional, dan sportif guna menjaga keharmonisan di lapangan. Wasit juga diharapkan menjadi penegak aturan permainan yang konsisten demi terciptanya pertandingan yang berkualitas,” pungkasnya.

    Turnamen Futsal Usian 12-13 Tahun  ini rencananya akan berlangsung selama dua hari di Lapangan Futsal Akuen Wamena. (Vina Rumbewas/ Martina Matuan)

  • Kolaborasi Pemkab Jayawijaya bersama GKI Betlehem Launching Sekolah Lansia

    Kolaborasi Pemkab Jayawijaya bersama GKI Betlehem Launching Sekolah Lansia

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Plt. Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP melaunching Sekolah Lansia GKI Betlehem yang merupakan kolaborasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jayawijaya dengan GKI Betlehem Wamena, Kamis 23 April 2026.

    Launching Sekolah Lansia GKI Betlehem oleh Plt. Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP, Kepala DP3AKB Jayawijaya, Ketua TP PPK Kabupaten Jayawijaya dan Pendeta Serta Majelis GKI Betlehem Wamena.

    Foto : Agris WIstrijaya

    Lanjut usia bukanlah merupakan akhir dari masa produktif, melainkan fase kehidupan yang harus dijalani dengan bahagia, mandiri dan bermartabat. dan pembukaan sekolah ini merupakan bagian dari Bina Keluarga Lansia (BKL) untuk meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, serta keaktifan Lansia di masyarakat yang bertujuan untuk membuat peserta lebih kreatif dan aktif, bahkan di usia lanjut, dengan fokus pada kesehatan fisik, mental dan kehidupan religius lansia, hal ini diungkapkan oleh Plt. Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP saat membacakan Sambutan Bupati Jayawijaya.

    “Sekolah ini merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Daerah dan ini baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Jayawijaya, harapan kami dengan dibukanya sekolah lansia ini dapat membantu para lansia dalam melakukan Pola Hidup Sehat dan secara relegius dapat menghadapi masa-masa lansianya,” ucapnya.

    Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah sangat mendukung penuh atas inovasi program sekolah lansia ini dan berharap agar proses belajar mengajar disini akan menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan.

    “Untuk dukungan dari Pemerintah, tidak hanya melalui DP3AKB tetapi juga dukungan dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan bersama-sama menjalankan proses sekolah lansia ini,”ujarnya.

    Ia juga mengajak kepada seluruh peserta untuk menggunakan kesempatan ini untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya, mulai dari tips kesehatan, kewirausahaan ringan, hingga kegiatan keagamaan, dan bersama-sama mewujudkan lansia yang membanggakan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

    “Dengan adanya perwakilan dari BKKBN Provinsi Papua dapat memberikan sosialisasi secara memadai sehingga para lansia yang sudah terdaftar dalam sekolah ini kedepan akan bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang diharapkan,” katanya.

    Kegiatan tersebut juga di hadiri oleh Kepala BKKBKN Provinsi Papua yang sekaligus sebagai narasumber kegiatan, Kepala DP3AKB Jayawijaya, Ketua TP PPK Kabupaten Jayawijaya dan Pendeta Serta Majelis GKI Betlehem Wamena. (Agris Wistrijaya/Martina Matuan)

  • Hadiri Wisuda, Pemkab Jayawijaya dukung STIPER Petra Baliem sebagai penggerak sektor Pertanian

    Hadiri Wisuda, Pemkab Jayawijaya dukung STIPER Petra Baliem sebagai penggerak sektor Pertanian

    Wamena – Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya yang diwakilkan oleh Staf Ahli Bupati Niko Itlay menghadiri acara wisuda sarjana angkatan ke-XVI (enam belas) Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Petra Baliem Wamena untuk program studi agribisnis dan agroteknologi, Selasa 14 April 2026.

    Mewakili Bupati Jayawijaya, Staf ahli Bupati Niko Itlay memberikan ucapan selamat dan sukses atas keberhasilan wisudawan/i yang selama beberapa tahun ini telah menempuh proses pembelajaran dengan baik dan berhasil menyelesaikan studi sehingga berhak menyandang gelar sarjana pertanian. 

    Staf Ahli Bupati Niko Itlay hadir mewakili Pemkab Jayawijaya di Acara Wisuda Stiper Petra Baliem di Hotel Baliem Pilamo.

    Foto : Pemkab Jayawijaya

    “hari ini adalah bukti kerja keras dan dedikasi kalian dalam menempuh pendidikan tinggi di bidang yang sangat krusial bagi bangsa kita ini. saya percaya bahwa kesuksesan ini akan membawa semangat, antusiasme, serta motivasi yang baru untuk segera mengaplikasikan ilmu seraya mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa dan negara, “ucapnya.

    Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi bangsa dan negara dan pemerintah daerah sangat membutuhkan kolaborasi dan sinergi dari lulusan stiper petra baliem wamena, untuk bersama-sama meningkatkan produktifitas pertanian di daerah ini. 

    Untuk itu, ia menyampaikan beberapa pesan kepada para wisudawan/wisudawati agar momen wisuda bukan merupakan akhir perjalanan pendidikan, namun ini merupakan awal dimana harus mempraktekan ilmu pendidikan yang telah diperoleh selama di dunia pendidikan, untuk diaplikasikan di dunia nyata, sehingga proses belajar harus tetap dilaksanakan secara mandiri, sampai sukses sesuai dengan bidang ilmu yang saudara tekuni.

    “kepada para lulusan agroteknologi, saudara memikul tanggung jawab besar untuk membawa inovasi pada hulu pertanian, sehingga diharapkan saudara dapat menerapkan teknologi budidaya yang ramah lingkungan namun tetap produktif; membantu petani lokal dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan serangan hama dengan pendekatan ilmu teknologi; hingga mendorong diversifikasi pangan di daerah kita agar ketahanan pangan tetap terjaga,” pesannya.

    Ia juga berharap agar wisudawan/i dapat mengubah pola pikir petani dari sekadar “bertanam” menjadi “berbisnis” pertanian yang menguntungkan, melainkan dapat membangun rantai pasok yang efisien agar produk unggulan daerah memiliki nilai tambah, serta daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional; dan menjadi wirausaha muda yang membuka lapangan kerja, bukan hanya sekadar menjadi pencari kerja.

    “saya mengajak saudara sekalian untuk tidak ragu kembali ke kampung, untuk membangun potensi lokal dan menjadi inovator, penyuluh serta pendamping petani, hingga dapat berkontribusi pada peningkatan hasil produksi pangan lokal, sejalan dengan program ketahanan pangan daerah,” ungkapnya.

    Selain itu, staf ahli Bupati juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Stiper Petra Baliem Wamena atas berbagai capaian yang sudah diraih dan berharap agar Stiper Petra Baliem dapat menjadi motor dalam mentransformasi sektor pertanian melalui regenerasi, mencetak petani muda yang inovatif, dan membawa perubahan pada sektor agroteknologi, sehingga lulusan Stiper tidak hanya menguasai teori, tetapi memiliki kompetensi praktis yang siap pakai untuk mengembangkan pertanian daerah.

    “saya juga mengajak stiper petra baliem untuk dapat berkolaborasi dalam pembangunan daerah, yang dimulai dengan keterlibatan aktif dalam program-program pembangunan, penelitian, hingga penyediaan tenaga ahli yang membantu pemerintah dalam menjadikan sektor pertanian sebagai unggulan daerah,”tutupnya. (Agris/Martina)

  • Pemkab Jayawijaya merespon keluhan Mahasiswa Jayawijaya di Kota Jayapura

    Pemkab Jayawijaya merespon keluhan Mahasiswa Jayawijaya di Kota Jayapura

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah, Zakius Degei, berkomitmen untuk segera menindaklanjuti berbagai keluhan yang dihadapi mahasiswa asal Jayawijaya yang menempuh studi di Kota Jayapura.

    Hal ini dilakukan setelah pihak Bagian Umum melakukan serangkaian pertemuan intensif dengan para pengurus asrama, termasuk pertemuan di Hotel Suni dan kunjungan langsung ke Asrama Putri pada Senin, 30 Maret 2026.

    Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah, Zakius Degei saat melakukan peninjauan langsung ke Asrama Mahasiswa Putra Jayawijaya (AMPJ) Nayak III di kota studi Jayapura pada Senin (30/3/2026) sore.

    Foto : Istimewa

    Kabag Umum Zakius Degei mengungkapkan bahwa terdapat beberapa persoalan mendasar yang menjadi pergumulan mahasiswa di sejumlah titik, yakni Asrama Nayak I, II, III, dan Asrama Putri.

    Adapun poin-poin utama yang menjadi aspirasi mahasiswa antara lain:

    1. Permintaan pemasangan instalasi air bersih melalui PDAM di seluruh unit asrama serta perbaikan instalasi listrik dan penggantian lampu-lampu yang rusak.

    2. Adanya usulan dari mahasiswa terkait evaluasi terhadap penyediaan kuota atau pulsa WiFi. Selama ini, kuota yang tersedia seringkali habis sebelum waktunya (hanya bertahan 1-2 minggu). Mahasiswa berharap Pemda dapat menyediakan dukungan pulsa dalam skema per semester atau per tahun.

    3. Kebutuhan fasilitas komputer dan printer di masing-masing asrama guna menunjang tugas perkuliahan.

    4. Keluhan mengenai stok bahan makanan (Bama) yang tidak mencukupi atau sering habis.

    5. Mahasiswa meminta agar penyaluran Bama disesuaikan dengan jumlah riil penghuni di tiap asrama.

    Dalam menyikapi aspirasi tersebut, Zakius menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor di internal Pemkab Jayawijaya.

    “Kami perlu duduk bersama dengan bagian-bagian terkait. Masalah Bama ada di Bagian Kesra, urusan WiFi di Kominfo, sedangkan air bersih dan listrik menjadi ranah kami di Bagian Umum. Kita harus berdiskusi untuk mengambil langkah cepat guna menjawab keluhan anak-anak kita,” ujar Zakius melalui WhatsApp.

    Ia juga mengatakan bahwa mahasiswa adalah aset masa depan yang akan melanjutkan estafet pembangunan di Lembah Baliem. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan mereka di kota studi menjadi prioritas.

    Selain itu, Zakius juga menyampaikan bahwa perhatian Pemerintah tidak hanya terbatas pada mashasiswa Jayawijaya yang ada di Kota Jayapura, tetapi juga mencakup mahasiswa Jayawijaya yang tersebar di Papua Barat, Papua Selatan, hingga provinsi-provinsi lain di seluruh Indonesia.

    “Bersama Bapak Bupati dan Wakil Bupati, kami memohon doa dan dukungan agar kami dapat melihat persoalan ini dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan kemampuan dan hikmat yang Tuhan berikan, kami berkomitmen untuk memperhatikan nasib generasi pejuang negeri ini,” tuturnya. (Agris Wistrijaya/ Martina Matuan)

  • Bupati Jayawijaya Kunjungi anak jalanan yang sedang mengikuti program pelatihan di Semarang

    Bupati Jayawijaya Kunjungi anak jalanan yang sedang mengikuti program pelatihan di Semarang

    Semarang – Bupati Kabupaten Jayawijaya, Atenius Murip, S.H, M.H, baru-baru ini laku mengunjungi anak-anak jalanan asal Kabupaten Jayawijaya yang tengah mengikuti program pendidikan dan pelatihan di Kota Semarang.

    Diketahui Program tersebut dilaksanakan selama enam bulan sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pemberdayaan generasi muda Papua.

    Kegiatan pelatihan yang berlangsung di Miracle Healing Center ini merupakan bagian dari Program Pendidikan, Pembinaan dan Pelatihan bertajuk “Dari Pegunungan Papua Untuk Dunia”, yang bertujuan membangun generasi emas anak Jayawijaya yang berkualitas, berakhlak mulia, dan sejahtera.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip kunjungi anak jalanan yang mengikuti  Program Pendidikan dan pelatihan di semarang, Jumat 20 Februari 2026

    Foto : Pemda Jayawijaya

    Dalam kunjungannya, Bupati Atenius Murip memberikan motivasi dan arahan secara langsung kepada para peserta. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yang sebelumnya hidup di jalanan.

    Dalam wawancaranya, Bupati menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah di tengah-tengah anak-anak tersebut adalah bentuk tanggung jawab moral dan sosial untuk memastikan mereka mendapatkan pendidikan, pembinaan karakter, serta keterampilan hidup yang memadai.

    “Kami ingin anak-anak Jayawijaya memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Mereka adalah generasi penerus yang harus dibina dengan baik, diberikan pendidikan, keterampilan, serta nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab. Harapan kami, setelah menyelesaikan pelatihan ini, mereka dapat kembali menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan mampu membangun daerahnya,” ujar Bupati.

    Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap perkembangan peserta selama mengikuti pelatihan, serta memastikan program ini berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

    Kunjungan tersebut disambut antusias oleh para peserta pelatihan. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah, serta berkomitmen untuk mengikuti seluruh proses pembinaan dengan sungguh-sungguh.

    Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berharap dapat mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, sekaligus mengurangi permasalahan sosial di daerah, khususnya yang berkaitan dengan anak-anak jalanan. (Agris/Martina)

  • Wakil Bupati Jayawijaya Kunjungi Paud, SD dan SMP Logotpaga

    Wakil Bupati Jayawijaya Kunjungi Paud, SD dan SMP Logotpaga

    Wamena – Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, SIP., M.KP berkunjung ke distrik Bolakme khususnya di kampung Logotpaga, memenuhi undangan yang diberikan oleh sekolah Paud,SD,dan Smp yang ada di Logotpaga, Kamis (27/11/25).

    Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa kunjungan kali ini merupakan tindak lanjut pemerintah daerah dari proposal yang diberikan  oleh pihak sekolah  terkait dengan  perkembangan siswa-siswi di logotpaga.

    Wakil Bupati Jayawijaya saat mengunjungi kampung Logotpaga

    Foto : Imanuel Sawaki

    Selanjutnya Wakil Bupati juga menjelaskan bahwa  kunjungan ini  untuk meninjau langsung kondisi sekolah yang ada yang ada, diantaranya fasilitas umum seperti WC, Rumah Guru, dan juga Gedung sekolah yang perlu dilakukan renovasi.

    Wakil Bupati berfoto bersama anak-anak sekolah di Logotpaga

    Foto : Imanuel Sawaki

    Selain Wakil Bupati juga menegaskan bahawa pemerintah Jayawijaya akan berupaya untuk memenuhi fasilitas yang ada, seperti rumah Guru,Wc,ruang kelas yang ada., dan juga akses jalan yang ada sehingga dapat dinikmati para siswa siswi, dan juga masyarakat yang ada di Logotpaga

    Namun Wakil Bupati juga menjelaskan bahwa pembangunan ini tidak bisa dilakukan sekaligus, tetapi akan dilakukan secara bertahap, karena seluruh Jayawijaya membutuhkan perhatian yang sama dari Pemerintah sehingga Pemerintah akan membangun secara bertahap.

    Selanjutnya Wakil Bupati juga mengucapkan Terima Kasih dan memberikan Apresiasi yang besar bagi tenaga guru yang ada yang mengajar di Sd Negeri  Logotpaga, dan SMP Papua Cerdas Logotpaga, Wail Bupati juga berharap para guru dapat meningkatkan pelayanan pendidikan kepada anak-anak Jayawijaya, khususnya yang ada di Logotpaga.

    Selanjutnya Wakil bupati juga menegaskan  terkait Program Nasional Makan Bergizi yang di khususkan untuk anak SD,SMP,SMA, bahkan Ibu hamil dijamin oleh Negara untuk mendapatkan Nutrisi yang cukup , sehingga wakil Bupati berharap Masyarakat jangan terpengaruh oleh pengaruh dari luar, karena MBG ini akan dikelolah oleh masyarakat kita sendiri, sehingga tidak ada niat buruk di dalam pemberian Program Nasional MBG ini,sehingga Pemerintah berharap Program ini dapat diterima dan dijalankan oleh masyarakat sehingga Pemenuhan Gizi anak sekolah dan ibu hamil/menyusui dapat tercukupkan secara merata. (IS/AW).

  • Pemkab Jayawijaya akan lakukan Evaluasi terkait kondisi SD Negeri Aboneri Pyramid

    Pemkab Jayawijaya akan lakukan Evaluasi terkait kondisi SD Negeri Aboneri Pyramid

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere melakukan pertemuan dengan guru-guru di sekolah Dasar SD Aboneri Distrik Pyramid, Selasa 22 Oktober 2025 di ruang rapat Wakil Bupati Jayawijaya.

    Wabup Jayawijaya Ronny Elopere saat memberikan keterangan kepada wartawan

    Foto : Agris Wistrijaya

    Pertemuan ini dilakukan karena Pemkab Jayawijaya menerima laporan bahwa beberapa guru di SDN Aboneri tidak melaksanakan tugasnya dengan baik bahkan tidak pernah mengajar.

    Hal ini disampaikan Wabup Jayawijaya yang telah mengundang Para Guru Sekolah Negeri Aboneri untuk dimintai keterangan mengenai laporan tersebut.

    Wabup meminta kepada guru-guru tersebut untuk memiliki dedikasi dan rasa memiliki dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai guru.

    “Saya minta agar guru-guru bisa jujur dan tidak menipu dalam melaksanakan tugasnya, karena kami akan melakukan evaluasi lebih lanjut dan mengambil langkah-langkah untuk memperbaikai kualitas pendidikan di Sekolah tersebut,”ujarnya.

    Selain itu, Wabup juga mengatakan bahwa pemerintah akan memperbaiki sekolah tersebut dengan rehap sekolah, rehap rumah guru, air bersih atau MCK.

    “kami harap guru-guru dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan memberikan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak daerah tersebut,”tegasnya.

    Pertemuan Wabup Jayawijaya, Asisten I Sekda, dengan para guru-guru dari SD Negeri Aboneri Distrik pyramid

    Foto : Istimewa

    Sebelumnya, Wabup Jayawijaya telah meninjau langsung SD Negeri Aboneri yang berada di perbatasan Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Lanny Jaya setelah mendapatkan laporan dari masyarakat terkait pelaksanaan pendidikan di sekolah tersebut.

    “Kondisi SD tersebut sangat memprihatinkan karena hanya 1 orang guru dari 7 guru yang terdata di Sekolah tersebut, dan satu guru itu yang mengajar seluruh siswa dari kelas 1 sampai kelas 6,”ujarnya.

    Wabup Jayawijaya mengapresiasikan Guru tersebut yang bernama Fransiskus Wenek Berek yang selalu setia dan punya niat baik untuk mengajar dan mendidik  anak-anak  SDN Aboneri.

    Ia juga berpesan agar guru-guru lainnya bisa kembali mengajar dan kejadian ini tidak boleh terulang di Sekolah Lainnya. (AgW/AW)

  • Wakil Bupati Jayawijaya apresiasi pengabdian seorang Guru di SD Negeri Aboneri

    Wakil Bupati Jayawijaya apresiasi pengabdian seorang Guru di SD Negeri Aboneri

    Wamena – Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP mengunjungi SD Negeri Aboneri yang berada di perbatasan Kabupaten Jayawijaya dan Lanny Jaya untuk melihat langsung kondisi Sekolah, Kamis(16/10/25).

    Dalam kunjungan tersebut Wakil Bupati Ronny Elopere, S.IP.,M.KP menjelaskan bahwa Pemerintah telah mendapatkan laporan  dari masyarakat  terkait pelayanan pendidikan di SD Negeri Aboneri sehingga Wakil Bupati  datang untuk melihat secara langsung kondisi yang ada.

    Menurut Wakil Bupati dalam wawancaranya mengatakan bahwa kondisi yang ada di SD Negeri Aboneri sangat memprihatinkan karena hanya terdapat 1 orang guru dari 7 guru yang  terdata di sekolah SD.N. Aboneri yang selalu mengajar seluruh siswa dari kelas 1 sampai kelas 6.

    Wakil Bupati Jayawijaya bersama Pak Guru Fransiskus Di ruang kelas

    Foto : Imanuel Sawaki

    Selanjutnya Wakil Bupati mengatakan bahwa pemerintah akan memperhatikan kondisi sekolah tersebut, dengan merehap Sekolah, juga Rumah Guru untuk guru-guru yang mengajar disana, selain itu wakil bupati juga berpesan kepada guru-guru yang  tidak melaksanakan tugas dan berada di kota agar segera melaksanakan tugas.

    Selain itu Wakil Bupati juga memberikan Apresiasi kepada bapak Guru Fransiskus Wenek Berek yang selalu setia mengajar anak-anak  Jayawijaya “saya sangat memberikan apresiasi kepada anda karena anda luar biasa, salah satu putra timor yang niatnya baik, punya hari untuk mendidik anak-anak kami disini, kiranya Tuhan memberkati semua Jasa-jasamu disini” pesan Wakil Bupati kepada bapak Guru Fransiskus Wenek Berek.

    Wakil Bupati saat mendenga keluhan dari Pak Guru Fransiskus

    Foto : Imanuel Sawaki

    Selain itu, Wakil Bupati juga menegaskan bahwa diriya akan memperhatikan sekolah sekolah yang ada  yang mempunyai kendala yang sama.khusus untuk SD Negeri Aboneri Wakil Bupati berjanji akan memperhatikan fasilitas yang ada, diantaranya, Jalan, Air Bersih, MCK, bahkan ruangan kelas yang rusak dan kurang akan diperhatikan, selain itu Waklil Bupati menegaskan Kepada seluruh tenaga pengajar agar meningkatkan dedikasi  untuk dapat mengajar anak-anak generasi Jayawijaya agar bisa terus berkembang.

    Menutup Wawancaranya, Wakil Bupati Menegaskan dirinya sangat menyayangkan kondisi yang ada  karena guru-guru yang adalah putra daerah sendiri jarang mengajar, sehingga dirinya berpesan agar jangan terulang di Kabupaten Jayawijaya, dan Wakil Bupati juga berpesan kepada seliruh masyarakat Jayawijaya agar menjaga keamanan dan mendukung para Guru, khususnya yang datang dari luar  dan menetap di Seluruh Kabupaten Jayawijaya. (IS/AW)