Category: Pendidikan

  • Memperingati Hardiknas, Pemda Jayawijaya Launching Pelajaran Muatan Lokal Bahasa Daerah

    Memperingati Hardiknas, Pemda Jayawijaya Launching Pelajaran Muatan Lokal Bahasa Daerah

    WAMENA – Memperingati Hari Pendidikan Nasional, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menggelar upacara bendera yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Jayawijaya, Jumat (13/05/2022).

    Cap : Upacara Bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Vina Rumbewas

    Bertindak selaku Inspektur Upacara Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua S.E., M.Si yang juga sekaligus membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Pada momen memperingati hari pendidikan ini juga sekaligus dilakukan Launching Mata Pelajaran Muatan Lokal Bahasa Daerah yang akan mulai diterapkan pada tahun ajaran baru ini, mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP.

    “Mata pelajaran muatan lokal bahasa daerah ini akan langsung diterapkan di Tahun Ajaran baru ini, dan pengadaan bukunya juga sudah kita lakukan tahun ini,” ungkap Bupati Jayawijaya Jhon R. Banua S.E., M.Si usai launching.

    Pemerintah telah menyiapkan 150 tenaga pendidikan (guru kontrak) anak-anak asli Jayawijaya yang akan membantu pelayanan pendidikan termasuk mengajarkan mata pelajaran muatan lokal bahasa daerah.

    Bupati menilai penerapan mata pelajaran muatan lokal bahasa daerah ini sangat penting bagi generasi muda di Jayawijaya.

    “Bukunya disusun oleh tokoh-tokoh masyarakat yang memang merupakan pemerhati dunia pendidikan di Jayawijaya, khususnya yang menggunakan bahasa daerah. Tahapannya sudah kami lakukan beberapa Tahun lalu dan sekarang kami launching,” ungkap Bupati.

    Pada momen peringatan hari pendidikan, Bupati Jayawijaya menyampaikan terimakasih kepada pihak Dinas Pendidikan dan para tenaga pendidik, berharap dengan peringatan hari pendidikan ini, pelayanan pendidikan di Jayawijaya dapat lebih baik lagi.

    “Saya sebagai Bupati ingin pendidikan di Jayawijaya  semakin baik, saya harap dukungan dari semua para guru karena peran guru sangat penting. Guru-guru ASN harus mainkan perannya dengan baik meski ada tambahan guru honor. Mari kita bersama bertanggung jawab dengan melaksanakan pendidikan  di Jayawijaya dengan baik demi generasi Jayawijaya,”.

    Pada kesempatan yang sama Sekretaris Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Jayawijaya, Bambang Budiandoyo mengatakan terkait pemberlakuan muatan lokal bahasa daerah pihakya telah menyusun kompetensi khusus dan dasar sesuai jenjang,  karena setiap jenjang pendidikan berbeda-beda mulai dari model pembelajaran maupun tingkat kesulitan.

    “Berdasarkan kurikulum yang ada yaitu kurikulum dalam kondisi khusus kita mengadaptasi itu dan kita membuat kompetensi inti, kompetensi dasar dan materi pokok pada jenjang PAUD, SD, dan SMP. Sehingga pada masing-masing jenjang disesuaikan dengan tingkat kesetaraan masing-masing yang sudah kami analisa berdasarkan informasi dan pengalaman secara teknis serta peraturan dari guru-guru di lapangan,” tuturnya.

    Lanjutnya, untuk mempermudah murid ditingkat TK pastinya akan diperkenalkan melalui gambar-gambar dengan bahasa lokal disertai dengan bahasa Indonesia sehingga mempermudah anak didik.

    “Jadi akan diawali dengan bahasa sehari-hari, pengenalan awal diri mereka sendiri, lingkungan mereka, keluarga mereka, dan alam sekitar mereka. Walau demikian tetap disesuaikan dengan tingkat kesulitan jenjang dikurikulum masing-masing,” pungkasnya. (VIN/HA)

  • 135 SD di Kabupaten Jayawijaya Langsungkan Ujian Sekolah

    135 SD di Kabupaten Jayawijaya Langsungkan Ujian Sekolah

    WAMENA – Sebanyak 135 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Jayawijaya melangsungkan Ujian Sekolah bagi murid yang duduk di bangku Kelas VI.

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Natalius Mumpu mengatakan pelaksanaan ujian sekolah pada satuan pendidikan dasar akan berlangsung dari tanggal 9 hingga 12 Mei nanti.

    “Ujian akan berlangsung dari hari Senin 9 Mei hingga Kamis 12 Mei nanti, dan untuk pelaksanaan ujiannya dilakukan di masing-masing satuan pendidikan (SD),” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (09/05/2022).

    Cap : Para murid Kelas VI SD Harapan Baliem saat mengikuti Ujian Sekolah

    Foto : Vina Rumbewas

    Menurutnya sistem ujian sekolah sebelumnya berbeda dengan saat ini, yang mana saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan berbagai terobosan tentang pendidikan dimana salah satunya yakni dengan menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar.

    “Sekolah merdeka dalam arti proses pembelajaran itu dilakukan di sekolah, sekolah yang menentukan, mengatur dan melaksanakan semua kegiatan,” jelasnya.

    Oleh sebab itu menurut Natalius Mumpu, saat ini setiap ujian baik satuan pendidikan SD, SMP, maupun SMA/SMK dilakukan di masing-masing satuan pendidikan. “Jadi mulai sekarang diberikan kelonggaran kepada masing-masing satuan pendidikan,” katanya.

    Bahkan saat ini tidak lagi disebut Ujian Akhir Sekolah, namun disebut Ujian Sekolah. Sementara itu terkait jumlah murid peserta ujian sekolah kata Natalius Mumpu pihaknya masih melakukan pendataan sehingga belum dapat dipublikasikan. (VIN/AR)

  • Peresmian Gedung Baru Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya

    Peresmian Gedung Baru Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE.,M.Si meresmikan Kantor Baru DInas Pendidikan Kabupaten Jawijaya pada hari Rabu (13 April 2022).

    Bupati Jayawijaya menyampaikan bahwa Guru-guru yang bertugas dikabupaten Jayawijaya harus melaksanakan tugas mengajar kepada anak-anak dengan baik, karena anak-anak merupakan aset generasi kedepan.

    Cap : Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE,.M.Si saat memotong pita peresmian Gedung Baru Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Imanuel Sawaki

    Cap : Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE,.M.Si saat penandatangan peresmian Gedung Baru Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Imanuel Sawaki

    Bupati juga meminta kepada Kepala Dinas dan seluruh staf Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan baik dan tidak hanya bangga dengan kemegahan kantor, tetapi kantor harus  dipakai untuk pelayanan kepada guru-guru dikota dan juga yang bertugas dikampung.

    Dalam kesempatan itu juga Bupati Jayawijaya meminta agar memperbaharui Data yang ada di Dinas Pendidikan seperti Berapa jumlah Guru yang ada di tiap sekolah, karena akan ada penambahan Guru Kontrak sebanyak 200 orang yang akan ditempatkan di sekolah yang membutuhkan.

    Peresmian Kantor Dinas Pendidikan juga dihadiri oleh Sekda Kabupaten jayawijaya, Kepala-Kepala OPD, dan beberapa Pimpinan Intansi Di kabupaten Jayawijaya. (AW/IS/HA)

  • Pemda Jayawijaya Siap Berlakukan Mata Pelajaran Bahasa Daerah Mulai Tingkat SD-SMP

    Pemda Jayawijaya Siap Berlakukan Mata Pelajaran Bahasa Daerah Mulai Tingkat SD-SMP

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Pendidikan akan mulai menerapkan mata pelajaran Wajib Bahasa Daerah atau Bahasa Ibu bagi satuan pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMP).

    Mata pelajaran ini akan mulai diterapkan di Tahun Ajaran Baru 2022-2023.

    “Saya sudah minta ke dinas pendidikan bahwa semua jenjang pendidikan khusus yang dibawa pengawasan pemda Jayawijaya yakni SD dan SMP wajib menerapkan mata pelajaran ini,” ungkap Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, Rabu (16/03/2022).

    Cap : Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua saat berdiskusi bersama siswa siswi SD YPPGI di Distrik Libarek, Jayawijaya

    Foto : Vina Rumbewas

    Menurutnya, pentingnya diberlakukan mata pelajaran Bahasa Ibu ini untuk melestarikan dan mengajarkan generasi Jayawijaya akan bahasa daerahnya.

    Diharapkan juga mata pelajaran ini nantinya dapat diajarkan oleh guru yang berkompeten sehingga dapat diterima dengan baik oleh para siswa siswi.

    “Penerapan mata pelajaran wajib bahasa daerah ini saya sudah minta diterapkan dari dua tahun lalu namun karena untuk mempersiapkan itu butuh waktu sehingga baru akan dilaunching di tahun ajaran baru ini,” pungkas Banua. (Vin/HA)

  • Dukung Belajar Berbasis Teknologi, Bupati Akan Berikan Sepuluh Unit Komputer untuk SMP Usilimo

    Dukung Belajar Berbasis Teknologi, Bupati Akan Berikan Sepuluh Unit Komputer untuk SMP Usilimo

    WAMENA – Guna mendukung proses belajar mengajar diera teknologi saat ini, SMP Negeri Usilimo akan mendapatkan bantuan berupa sepuluh unit Komputer.

    Bantuan ini dijanjikan langsung oleh Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, disela-sela kunjungan kerjanya di Distrik Usilimo, Senin (14/03/2022).

    Cap : Bupati Jayawijaya Jhon R. Banua saat bertatap muka dengan masyarakat di Distrik Usilimo, Jayawijaya

    “Tadi ada usulan berupa pengadaan komputer untuk SMP Negeri Usilimo dan saya langsung respon, saya akan berikan 10 unit komputer. Sehingga nantinya dapat benar-benar digunakan oleh adik-adik kita di SMP,” ungkap Jhon Banua.

     Menurutnya, pemenuhan kebutuhan komputer sebagai alat belajar dan ketersediaan internet di distrik-distrik yang sudah mulai terpenuhi sangat sesuai di zaman teknologi saat ini.

     “saya pikir ini akan sangat membantu adik-adik kita untuk mencari ilmu dan belajar. Apalagi saat ini belajar lebih sering menggunakan sistem online,” katanya.

     Selain itu, dalam kunker bupati kali ini juga disampaikan beberapa usulan oleh perwakilan masyarakat seperti pembangunan puskesmas, penambahan tenaga medis dan guru, pembangunan irigasi dan juga pembangunan sarana air bersih dan pembangunan jaringan listrik.

     “Ada beberapa hal yang sangat penting, seperti ada usulan pembangunan puskesmas atau peningkatan pustu jadi puskesmas ini kami prioritaskan,” katanya.

     Tambah bupati, usulan-usulan prioritas yang disampaikan masyarakat diupayakan untuk didorong di tahun 2023.

    “Mudah-mudahan di tahun 2023 kami bisa akomodir itu. Para kepala OPD juga hadir dalam kunjungan ini jadi beberapa usulan yang sangat dibutuhkan harus kita usulkan diprogram 2023 nanti,” pungkasnya.

    Selain berdiskusi dengan masyarakat, pada kesempatan itu bupati juga melakukan panen ikan air tawar milik masyarakat, dan memberikan bantuan dana yang diharapkan dapat digunakan untuk pengembangan usaha budi daya ikan air tawar kepada kelompok masyarakat di Distrik Usilimo. (Vin/HA)

  • Diskominfo Jayawijaya Gelar Pelatihan Pemanfaatan TIK Bagi Perwakilan Warga dari 40 Distrik

    Diskominfo Jayawijaya Gelar Pelatihan Pemanfaatan TIK Bagi Perwakilan Warga dari 40 Distrik

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi masyarakat asli Papua.

    Pelatihan yang berlangsung di gedung Sekolah Minggu GKI Betlehem Wamena, Rabu (02/03/2022) ini dibuka Sekda Jayawijaya Thony M.Mayor, S.Pd.,MM.

     

    Cap : Sekda Jayawijaya Thony M.Mayor, S.Pd.,MM. saat membuka pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi masyarakat asli Papua.

    Foto : Vina Rumbewas

    “Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari program Pembangunan Daerah, dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat dibidang teknologi informasi,” ungkap Sekda Jayawijaya.

    Sekda berharap nantinya ilmu yang didapatkan para peserta dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan peserta itu sendiri.

    “Masyarakat kami khusus masyarakat asli Papua juga harus mengerti tentang teknologi informasi dan komunikasi, sehingga mereka bisa mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas diri mereka dalam menggunakan teknologi yang ada,” ujarnya.

    Menurutnya pemanfaatan Teknologi Informasi ini sangat berguna bagi mereka yang tau pemanfaatannya, seperti para petani atau pengusaha kecil menengah untuk memasarkan hasil bumi atau prodaknya melalui media informasti internet.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Arklaus Windesi S.Sos, M.Si menyampaikan bahwa tujuan dari pelatihan TIK ini adalah untuk ikut mendorong dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Ini zaman Teknologi dan ketika tidak ada edukasi kepada masyarakat maka mereka tidak akan memahami dan mengetahui internet itu untuk apa. Kalau yang sudah mengerti maka tentu mereka akan menggunakan sesuai kebutuhan dan menghasilkan kesejahteraan bagi mereka sendiri,” jelasnya.

    Dirinya bersyukur dengan Pelaksanaan kegiatan ini dapat membuka wawasan terutama pada di Dinas Kominfo,dan  terlebih khusus para peserta.

    Sementara itu, Ketua Panitia Haris Asso, S.Kom mengungkapkan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan program kegiatan pembangunan daerah terkait otonomi khusus dan sekaligus untuk meningkatkan fasilitas masyarakat Jayawijaya dalam membangun kampung dengan memanfaatkan TIK dan Pemanfaatan Jaringan Internet untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam pemanfaatan jaringan internet.

    “Pelatihan ini akan berlangsung dari tanggal 2 Maret hingga 5 April 2022. Peserta kegiatan adalah masyarakat dari masing-masing distrik 40 orang peserta, sehingga  total peserta dalam 12 kali pelatihan sebanyak 480 peserta,”. (Vin/RS)

  • Meski Angka Covid Naik, Disdik Jayawijaya Belum Putuskan Tetap PTM atau PDR

    Meski Angka Covid Naik, Disdik Jayawijaya Belum Putuskan Tetap PTM atau PDR

    WAMENA – Meski angka Covid-19 di Jayawijaya terus mengalami peningkatan namun pemerintah daerah Kabupaten Jayawijaya belum berencana menerapkan kembali system Pembelajaran Dari Rumah atau PDR.

    Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Jayawijaya, Natalis Mumpu.

    “Angka Covid-19 memang sedang mengalami peningkatan namun untuk pelaksanaan pendidikan kami belum ada rencana untuk memberlakukan kembali pembelajaran dari rumah,” ungkapnya, Kamis (03/03/2022).

      

    Cap : Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kab.Jayawijaya, Natalis Mumpu

    Foto : Vina Rumbewas

     Menurutnya sejak ada Instruksi Bupati untuk melangsungkan pembelajaran tatap muka di masing-masing satuan pendidikan dari PAUD hingga SMA/SMK telah dilakukan sejak September 2021 lalu yang merujuk pada angka Covid yang menurun di Jayawijaya.

    “Jadi sampai saat ini walaupun terjadi peningkatan tapi kami belum melakukan rapat kembali dalam pelaksanaan kegiatan belajar. Namun dalam waktu dekat kami akan melakukan pertemuan  bersama tim Covid-19 terkait langkah-langkah yang harus kami ambil  apakah PDR atau PTM,” pungkasnya. (Vin/RS)

  • Asisten II Jayawijaya : Covid Jangan Jadi Penghambat Peningkatan Mutu Pendidikan di Jayawijaya

    Asisten II Jayawijaya : Covid Jangan Jadi Penghambat Peningkatan Mutu Pendidikan di Jayawijaya

    Cap : Asisten II Sekda Jayawijaya Lekius Jikwa S.Pd.,M.Si saat membuka Seminar Pendidikan Ikatan Klasis Wame, Kimbim, Ibele dan Muliama (WAKIM)

    Foto : Vina Rumbewas

    WAMENA – Asisten II Sekda Jayawijaya Lekius Jikwa S.Pd.,M.Si resmi membuka kegiatan Seminar Pendidikan Ikatan Klasis Wame, Kimbim, Ibele dan Muliama (WAKIM), Kamis (03/03/2022).

    Seminar yang berlangsung di gedung serbaguna SMP Kristen Balim Terpadu Muliama ini diikuti oleh para pemuda dan pemudi dari daerah Wame, Kimbim, Ibele dan Muliama.

    Pada kesempatan itu, Asisten II mengungkapkan bahwa seminar pendidikan yang digelar ini sangat baik untuk  menjadi masukan dan bahan evaluasi bagi pemda Jayawijaya.

    “Seminar Wakim ini penting, seminar ini berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan, sehingga menjadi bahan evaluasi bagi Pemda Jayawijaya,” ungkapnya.

    Pada kesempatan itu ia juga mengingatkan para tenaga guru tetap untuk lebih sering berada ditempat tugas sehingga dapat meningkatkan mutu Pendidikan dimasing-masing satuan Pendidikan khususnya yang ada di Distrik dan Kampung.

    “Para guru yang ditempatkan harus selalu ada ditempat sehingga proses pendidikan berjalan baik, dengan begitu juga para guru honor yang ditempatkan dapat bersama-sama mendidik dan membina generasi muda kita agar pendidikan tetap hidup,” jelasnya.

    Kembali Asisten II mengingatkan para kepala sekolah dimasing-masing satuan pendidikan yang ada di kampung dan distrik untuk selalu berada di tempat mengawasi jalannya proses pendidikan dimasing-masing sekolah.

    “Memang dunia pendidikan di seluruh dunia juga terancam dengan terjadinya Covid 19 namun ini jangan di jadikan alasan. Pendidikan tetap dapat dilaksanakan dan berlangsung dengan menerapkan prokes sesuai anjuran pemerintah,” jelasnya.

    Seminar yang rencananya akan berlangsung selama tiga hari ini bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya. ( Vin/RS)

  • Plt.Sekda Jayawijaya Drs.Tinggal Wusono, M.A.P saat memantau langsung simulasi Pembelajaran Tatap Muka di SMP N.1 Wamena

    Pantau Simulasi PTM, Plt. Sekda Jayawijaya Pastikan PTM Akan Disesuaikan dengan Situasi Covid-19Pantau Simulasi PTM, Plt. Sekda Jayawijaya Pastikan PTM Akan Disesuaikan dengan Situasi Covid-19. 
    Foto : Vina Rumbewas

    WAMENA – Pelaksana Tugas Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.Ap memantau langsung pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka yang digelar di SMP Negeri 1 Wamena, Selasa (06/07/21).

    Menurut Tinggal Wusono, simulasi ini adalah bagian dari kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Jayawijaya melalui surat edaran bupati.

    Ini sebagai bentuk komitmen bagaimana ke depan akan dilakukan pembelajaran tatap muka, namun tentu pembelajaran tatap muka tersebut akan disesuaikan dengan situasi kasus Covid-19 di Jayawijaya.

    “Harapan kami dengan simulasi ini, baik guru maupun siswa menjadi siap dengan apa saja yang menjadi bagian tugas dan tanggungjawab masing-masing, sehingga proses pembelajaran ke depan bisa disiasati secara baik,” jelas Tinggal Wusono.

    Terkait rencana pembelajaran tatap muka ini lanjut Tingga, hampir semua poin-poin dalam edaran yang disampaikan pemerintah sudah dilakukan pihak sekolah, namun ada bagian-bagian kecil yang secara implementatif menjadi tugas dari dinas pendidikan untuk melakukan monitoring dan evaluasi terkait dengan pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

    Karena menurutnya, mengurus para siswa-siswi perlu trik tersendiri sehingga diharapkan nantinya para siswa bisa memahami apa yang menjadi kewajiban mereka sebagai siswa-siswi, termasuk apa yang harus mereka lakukan pada masa pembelajaran.

    “Intinya kita persiapkan dahulu, apa yang menjadi tahapan yang sudah kita rencanakan kita persiapkan, kalau ternyata nanti pada masa dibukanya pembelajaran dan ternyata kasus covid-19 tinggi, tentunya ada pemberitahuan resmi dari bupati terkait dengan bisa dan tidaknya proses pembelajaran ini dilakukan,” terangnya.

    Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya berharap hasil dari simulasi ini bisa diakomodir dan diterapkan oleh para kepala sekolah di setiap sekolah masing-masing, mengingat simulasi yang dilaksanakan di SMP negeri 1 ini dihadiri juga oleh para kepala sekolah yang ada di rayon tersebut.

    “Dari pihak pemerintah maupun Tim Satgas akan selalu melakukan monitoring secara berkala dan acak, di situ nanti kita evaluasi sekolah mana yang lebih siap,” katanya.

    Menurutnya, meskipun nantinya jadi dilaksanakan namun diantaranya ada beberapa sekolah yang belum siap maka pihak dinas akan melakukan pendampingan secara prokes dalam belajar mengajar pada masa pandemik.

    “Ini masih simulasi pertama di tingkat SMP, nanti besok di tingkat SD, TK sampai SMA. Selama masa simulasi kami akan selalu melakukan kajian fakta-fakta di lapangan,” ungkapnya.

    Tambahnya, simulasi ini untuk menjadi pertimbangan semua tingkat pendidikan di semua zona.

    “Soal nanti tingkatan ketat prokoes atau lebih longgar nanti kita lihat di lapangan,” pungkasnya. (*)

  • Keterbatasan Jaringan, Disdik Jayawijaya Terapkan Pembelajaran Melalui Modul dan Radio

    Keterbatasan Jaringan, Disdik Jayawijaya Terapkan Pembelajaran Melalui Modul dan Radio

    WAMENA – Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, Bambang Budiandoyo mengatakan selama pandemi Covid-19 ini pemerintah telah menyiapkan beberapa model pembelajaran bagi para siswa siswi, mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

    Model pembelajaran yang diterapkan diantaranya pemberian modul dan juga pembelajaran melalui media masa elektronik yakni radio, dengan tujuan untuk membantu belajar siswa selama di rumah.

    Pembelajaran melalui radio ini dipilih dinas pendidikan untuk membantu para siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas di saat keterbatasan jaringan internet, dan juga membantu para siswa yang tidak mampu mengakses internet.

    “Untuk mendukung belajar siswa di rumah, kami bekerjasama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) dan RRI terkait siaran pembelajaran, untuk mendukung siswa mendapatkan penjelasan dari modul yang didapatkan dari sekolah,” terangnya kepada wartawan, Senin (28/09/20).

    Terkait efektivitas model pembelajaran tersebut diakui Bambang pihaknya memang  tidak melakukan satu evaluasi untuk mengukur keberhasilan pembelajaran itu, namun yang disiarkan oleh RRI merupakan penjelasan dari modul yang diberikan.

    Ini juga semacam dukungan moril untuk memberikan semangat bagi para siswa selama belajar di rumah.

    Modul-modul yang diberikan sendiri kata Bambang merupakan modul standar yang dikeluarkan berdasarkan aturan Kementrian Pendidikan.

    “Jadi modulnya menggunakan kurikulum dalam kondisi khusus, isi modul itu 50 persen materi, tak boleh 100 persen. Modul juga mengandung 8 materi seperti Literasi, Numerasi, pencegahan Covid-19, prilaku hidup sehat, gerakan masyarakat hidup sehat, rekreasional, spiritual dan pendidikan karakter,” jelasnya.

    Lanjutnya, efektivitas pembelajaran melalui radio bukan semata-mata menjadi tolak ukur bagaimana siswa dapat menyelesaikan tugas, tetapi hanya bersifat penguatan. (Vin)