Di Jayawijaya, TK dan PAUD Berkembang Pesat

Written by

in

Dikatakan Yosina Yikwa, hingga Oktober 2012 ini TK dan PAUD yang beroperasi di Kabupaten Jayawijaya berjumlah 18 sekolah.  “Sebagai ketua IGTKI Jayawijaya, kami  menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah Jayawijaya karena memberikan perhatian serius terhadap pendidikan anak usia dini, dimana hingga Oktober 2012 ini, jumlah TK dan PAUD sebanyak 18 sekolah, dimana baru-baru ini satu TK dan PAUD diresmikan di Distrik Kurulu,”tuturnya.
Pertumbuhan sekolah lanjut Yosina Yikwa, juga dibarengi dengan angka anak didik yang terus bertambah, dimana untuk tahun ajaran 2012-2013 jumlah anak TK dan PAUD yang tercatat sebanyak 816 orang tersebar di 18 sekolah.
Mengenai tenaga pengajar, Yosina Yikwa menungkapkan, dari seluruh TK dan PAUD yang ada di Kabupaten Jayawijaya, tenaga pengajarnya berjumlah 67 guru  yang sudah terangkat menjadi Pegawai Negeri  Sipil (PNS) dan tenaga kontrak.
Diakui Yosina Yikwa, untuk mengembangkan pendidikan anak usia dini, pihaknya mengalami kendala, salah satu kendala yang paling utama adalah, tidak adanya dana operasional untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
“Semua sekolah TK dan PAUD yang ada, tidak punya dana operasional kebutuhan sekolah, kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah Jayawijaya karena melalui program pendidikan gratis keberadaan TK sangat terbantu untuk memenuhi kebutuhan anak-anak, dimana melalui program tersebut  setiap anak mendapat Rp 73.000 perbulan, sedangkan untuk operasional tidak ada, sehingga kebutuhan lain bisa dilengkapi,”ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Yosina  Yikwa menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, karena tahun 2012 ini, 2 TK mendapat bantuan yakni TK Effata Wamena dan TK Theresia. “TK Effata mendapat rehab gedung sekolah dan meubel, sedangkan TK Theresia mendapat bantuan pembangunan 2 ruang kelas,”imbuhnya.
Kepada seluruh guru TK yang ada di Kabupaten Jayawijaya, Yosina Yikwa menghimbau untuk mendidik anak dengan hati, sehingga apa yang disampaikan bisa dipahami anak-anak. “Sebagai guru, kita mengajar  dengan hati, jangan baru mengajar pada saat dipanggil, sehingga apa yang diajarkan kepada anak-anak bisa diterima dengan baik, yang nantinya akan menghasilkan generasi penerus cita-cita bangsa,”pungkasnya. (lmn)

sumber : http://harianpagipapua.com

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *