Menurutnya, di tahun 2018 ini akan diawali dengan membangun infrastruktur jaringan berbasis Fiber Optic (FO), dengan pertimbangan jaminan keamanan dan kelancaran akses, dengan hambatan yang sangat sehingga alami hambatan sangat kecil dibandingkan satelit. “Kami laksanakan sosialisasi ini otomatis sudah cukup banyak masukan dari pimpinan OPD yang nantinya akan memanfaatkan jaringan ini, khususnya dalam pelaksanaan e-goverment lima tahun ke depan,” katanya.
Jayawijaya memiliki delapan OPD yang berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat, sehingga hal ini menjadi prioritas dinas komunikasi dan informasi untuk segera membangun konektifitas antar OPD. “Di 2018-2019 kita fokuskan dulu untuk konektifitas antar OPD, kemudian ke depan hingga 2023 kita berharap sesuai masterplan yang ada sistem pelayanan internet ini bisa masuk sampai di kampung-kampung,” ujarnya. Pada kesempatan yang sama, selaku Konsultan Perencanaan Pembuatan Rencana Induk IT, Riksa Rifki Fuady mengatakan perencanaan ini dilakukan guna menyiapkan kondisi eksisting di Jayawijaya terkait IT baik SDM, infrastruktur maupun regulasinya. “Rencana induk ini merupakan pijakan bagaimana mengembangkan IT ke depannya, ini juga merupakan salah satu tanggapan kita dari aksi KPK terkait dengan e-planing dan e-budgeting,” pungkasnya. (Vin)

Leave a Reply