Hal itu dikatakan Pembina Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kabupaten Jayawijaya Wempi Wetipo, SH, MH ketika menghadiri pelantikan dewan pengurus cabang PAI DPC Kabupaten Jayawijaya periode 2015-2020, Kabupaten Yalimo dan Tolikara periode 2014-2019 , Senin (27/7).
Wempi mengatakan, letak geografis Kabupaten Jayawijaya dan kabupaten pemekaran lainnya di atas ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut (DPL) dinilai sangat strategis, hal itu berdampak pada kehidupan ekosistem tanaman anggrek yang mempunyai keunikan beraneka ragam. “Pelantikan badan pengurus PAI Jayawijaya jangan hanya dijadikan sebagai syarat membentuk organisasi namun harus berlanjutdan memberi dukungan sepenuhnya DPP PAI Provinsi Papua mempromosikan tanaman anggrek di dunia internasional.
Menurutnya pengurus Pai Provinsi Papua maupun 29 kabupaten/kota dapat menjembatani dan mampu menyeleksi potensi sumber daya alam yang terkandung di tanah Papua, menampilkan tanaman anggrek yang terbaik untuk dipromosikan dan diikutkan dalam kegiatan nasional bahkan internasonal.
Ketua DPP PAI Provinsi Papua Ny. Yolanda Tinal, SE dalam kesempatan yang sama menuturkan, PAI sebagai tempat bernaung para pencinta anggrek dapat lebih kreatif melestarikan dan mengumpulkan jenis-jenis anggrek yang sudah ada dan yang belum ditemukan.
Yolanda mengharapkan Pai yang telah dibentuk di tingkat DPC dapat berpartisipasi pada Munas Pai di Jakarta dan mempunyai hak suara dalam pemilihan Ketua Umum Pai Nasional.
Sementara itu Ketua DPC PAI Kabupaten Jayawijaya Ny. Yakoba Lokbere Wetipo, SE menjelaskan pembentukan pengurus PAI Jayawijaya sesuai petunjuk Ketua Umum PAI Ny. Haspida Yusuf Kalla. “Di Jayawijaya banyak spesies keanekaragaman tumbuhan termasuk tanaman anggrek, oleh karena itu dengan terbentuknya pengurus Pai Jayawijaya harus bekerja secara aktif termasuk melibatkan petani anggrek sebagai perpanjangan tangan pengurus,” tegas Yakoba.
Leave a Reply