Category: Berita

  • HUT DHARMAWANITA KE-39 DITANDAI DENGAN BERBAGAI KEGIATAN

    Pembina Dharmawanita Kabupaten Jayawijaya Nyonya Walilo. Mengatakan bahwa dengan menyambut Hut Dharmawanita ke-39 tahun 2013  ini pihaknya telah melakukan beberapa kegiatan diantaranya penghijauan, pemeriksaan kesehata, donor darah,bakti sosial, jalan santai dan senam.

    Dikatakan bahwa dengan adanya beberapa kegiatan termasuk perlombaan Yospan  lebih mempererat semangat kebersamaan diantara Dharmawanita persatuan untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan.

    Lebih jauh Ny.Walilo menyampaiakn bahwa Lomba Yospan ini bukan untuk mencari juara saja namun tentunya meningkatkan kepedulian, kreatifitas,serta kebersamaan dan juga sebagai pelestarian  seni dan budaya papua.(Titus)

     

     

     

     

  • MENTERI PU MENGAJAK JAJARAN PU DI DAERAH DAN PUSAT HARUS KONSISTEN

    Hal tersebut dikatakan Menteri pekerjaan umu Joko Kirmanto dalam sambutannya yang di  bacakan Sekda Kabupaten Jayawijaya Yohanes Walilo,S.Sos.M.Si, dalam rangka Hari Bakti PU (pekerjaan Umum) yang ke- 68 yang digelar di halaman kantor Binamarga Jalann raya Hom-hom Wamena Selasa 3 Desember 2013.

    Dikatakan bahwa, Nilai patriotisme dari sapta taruna kesatria tersebut menjadi suatu pendorong lahirnya suatu korps pegawai negri pekerjaan umum yang mempunyai kesadaran sosial,juiwa sosial dan rasa kesetiakawanan serta kebanggaan atas tugas sebagai abdi masyarakat dalam bidang pekerjaan umum.

    Adapun tema hari bakti Pu tahun ini yakni,  dengan etos kerja dan semangat sapta taruna, kita tingkatkan pembangunan infrastruktur [pekerjaan umum dan pemukiman mendukung kesejahteraan rakyat yang berkeadilan

    Lebih jauh  Mentri pekerjaan umum Joko Kirmanto, mengajak jajaran pekerjaan umum baik di pusat maupun didaerah agar tetap konsisten menjadikan 3 Desember sebagai momentum pemacu semangat dan pengabdian khususnya dalam menuntaskan tahun terakhir dari rencana pembangunan jangaka menengah nasional 2010-2014

     

     

     

     

  • Warga Jasuma Peringati 1 Syuro 1947

    Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, SH, MH pada kesempatan tersebut mengatakan, pemerintah daerah Jayawijaya bangga atas kepedulian warga Jasuma yang masih menjunjung tinggi ritual budaya, meskipun bersifat seremonial dalam menyambut datangnya 1 Syuro 1947 dan 1 Muharam 1435 Hijriah. 
    Bupati mengharapkan, kegiatan tersebut  menjadi sarana silaturahim sesama warga yang ada di Kabupaten Jayawijaya, juga sebagai sarana untuk meningkatkan kerukunan antar umat beragama serta melestarikan budaya sebagai warisan dari para leluhur, supaya tidak hilang dengan derasnya arus globalisasi dewasa ini. Bupati juga sangat berterima kasih dan berharap peran serta warga Jasuma untuk mengisi pembangunan di kabupaten Jayawijaya. Ketua Paguyuban Jasuma, Sarjito pada kegiatan tersebut mengatakan, pelaksanaan peringatan 1 Syuro tahun ini lebih menitik beratkan pada introspeksi diri masing-masing warga Jasuma. Melalui acara tersebut diharapkanny, warga Jasuma dapat mengetahui kelemahan dan kekurangannya sehingga senantiasai menjadi pribadi yang visioner dan menjadi manusia yang berpandangan jauh kedepan. Dikatakannya, warga Jasuma diperantauan dari Sabang sampai Merauke, telah ikut ambil bagian dalam pembangunan dan berkiprah sebagai pelaku pembangunan di berbagai bidang. Begitu juga Warga Jasuma yang ada di Kabupaten Jayawijaya dan sekitarnya, juga telah ikut berperan aktif dalam memajukan kota Wamena, namun tidak dapat dipungkiri ada juga yang masih berlaku tidak sepantasnya. “Harapannya ditahun baru ini semua warga diberikan kekuatan untuk berbuat lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” tandasnya.(ecy/hpp)

    sumber : http://harianpagipapua.com

  • TMMD Walelagama Berakhir Sukses

    Dandim 1702/JWY, Letkol Inf. Yusuf Sampetoding mengungkapkan, sesuai target 5 sasaran fisik selesai tepat waktu, bahkan ada penambahan sasaran fisik yang dapat diselesaikan dengan baik.
    “Sasaran fisik yang dilaksanakan selama TMMD hasilnya seratus persen tuntas. Sasaran awal adalah pembangunan di 5 kampung tetapi yang terselesaikan yaitu di 6 kampung dan semuanya tuntas,” ujarnya.
    Dijelaskan Dandim, sasaran fisik tersebut diantaranya yaitu, pembangunan 1 unit balai pertemuan kampung Walelagama, 1 unit Pos Obat Desa (POD) Itlaihalitopo, 1 unit kantor kampung Kulaken,1 unit kantor PKK Pugima dan 1 unit Pos Obat Desa (POD) kampung Kubuakma.
    “Awalnya sasarannya hanya di lima kampung tetapi karena ada permintaan dari masyarakat sehingga kita tambah yaitu bangun Puskesmas Pembantu (Pustu) kampung Wamusage, yang ditempuh selama 2 jam jalan kaki dan lokasinya diatas gunung,” jelasnya.
    Bukan hanya sasaran fisik saja yang berhasil tetapi menurut Dandim, kegaitan non fisik yang dilaksanakan juga berhasil dengan memberikan penyuluh tentang bela negara, kesehatan, pertanian dan peternakan.
    Dandim berharap, semua hasil TMMD dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan masyarakat.
    Sementara itu, Sekda Jayawijaya, Yohanes Walilo mewakili Bupati Jayawijaya mengungkapkan, kegiatan TMMD sangat positif dalam rangka membantu masyarakat khususnya yang ada di distrik Walelagama.
    Diharapkannya, masyarakat dapat memelihara dan menggunakan fasilitas yang dibangun tersebut dengan baik.
    “Apa yang sudah dibangun ini harus dijaga dan dipelihara dengan baik, sehingga pelayanan kepada masyarakat pun dapat berjalan dengan lancar,” katanya. (ecy/hpp)

    sumber: HPP

  • Trigana Tambah 1 Armada Khusus Penumpang

    “Kalau ada yang bertanya apakah dengan adanya pesawat Boeing ini maka masalah selesai, saya rasa tidak. Karena perkembangan kabupaten pemekaran semakin pesat dan berdasarkan data yang ada, jumlah penumpang yang harus diangkut jauh melebihi dari armada yang tersedia,” jelasnya kepada wartawan.
    Dikatakannya, dengan adanya pesawat jenis Boeing tersebut maka saat ini ada 2 armada yang digunakan untuk mengangkut penumpang. Walaupun begitu menurutnya, jumlah tersebut masih kurang.
    “Dengan beroperasinya Boeing seri 200 ini adalah solusi jangka pendek, karena kemajuan kabupaten ini sangat luar biasa arus penumpang melebihi kapasitas angkut kami. Kami pernah melakukan pertemuan dengan DPRD dan kami dihimbau untuk menekan harga tiket termasuk banyaknya calo yang dikatakan menjual tiket jauh diharga normal, solusinya adalah dengan menambah armada,” ungkapnya.
    Lebih jauh dikatakannya, pesawat ATR seri 200 yang beroperasi di Papua ada 2 tetapi karena kesulitas spare part dan jam mesin sudah habis, sehingga saat ini hanya 1 yang beroperasi dan masih harus melayani ke Yahukimo. Untuk itu agar pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat, akhirnya pesawat yang sebelumnya beroperasi di Kalimantan ditarik untuk dioperasikan di Wamena.
    “Penambahan ini seharusnya bukan hanya Trigana tetapi harus juga memberi kesempatan kepada perusahaan lain yang ingin beroperasi, sehingga masyarakat diuntungkan. Selain itu sangat kami harapkan adanya perhatian dari pemerintah agar perpanjangan landasan segera direalisasikan, sehingga pesawat berbadan lebar akan dapat mendarat di Wamena,” ujarnya.
    Mengenai jumlah penumpang yang diangkut pesawat tersebut menurutnya, karena landasan sangat pendek sehingga dari Sentani ke Wamena mengangkut 80 orang atau 10 ton dan dari Wamena ke Sentani mengangkut 40 sampai 45 penumpang.
    “Kalau seat (tempat duduk) nya sebenarnya ada 120 tetapi karena landasan yang pendek sehingga jumlah yang diangkut belum bisa maksimal. Kalau untuk harga tiket tetap stabil,” tandasnya.(ecy/hpp)

    sumber : http://harianpagipapua.com

     

     

     

  • Pesparawi XI se Tanah Papua, Berlangsung Sukses

    Upacara penutupan diawali ibadah oleh Pdt John Nap dilanjutkan jamuan bakar batu (makanan khas pegunungan Papua) yang disajikan diatas meja terpanjang yakni mengilili stadion pendidikan Wamena. Kegiatan tersebut selain dihadiri oleh seluruh kontingen, juga dihadiri Gubernur Papua Lukas Enembe S.IP,MH, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal SE,M.SI, Kapolda Papua Irjen Pol Drs Tito Karnavian MA, unsur Forkopimda Provinsi Papua, para bupati dan undangan.
    Gubernur Papua Lukas Enembe S.IP,MH dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Papua yang mempercayakan untuk memimpin Papua selama lima tahun.  Untuk itu kata gubernur, pada penutupan Pesparawi XI, secara adat masyarakat pegunungan, seluruh kontingen dan undangan dijamu dengan bakar batu.
    “Jamuan makan bersama bakar batu ini, merupakan wujud terima kasih dan suka cita mendalam masyarakat pengunungan. Karena itu selaku gubernur saya menyampaikan terima kasih kepada bupati Jayawijaya selaku ketua asosiasi bupati pegunungan yang punya keinginan dan inisiatif melakukan kegiatan seperti ini, ”ujarnya.
    Untuk itu, gubernur berharap, dengan Pesparawi, masyarakat Papua dan Papua Barat tetap bersatu untuk membangun Tanah Papua.
    “Atas persembahan jamuan makan ini, saya sampaikan terima kasih kepada masyarakat Papua, sedangkan kepada masyarakat Papua Barat, saya sampaikan selamat jalan dan sampai jumpa di Kaimana pada Pesparawi XII tahun 2016 mendatang,”pungkasnya.
    Sementara itu, Gubernur Papua Barat dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan staf ahli bidang perekonomian Bernarda Henan mengatakan, pemerintah provinsi Papua Barat memberikan apresiasi atas terselenggaranya Pesparawi XI se Tanah Papua di kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua.
    “Saya sebagai  gubernur, berharap pesta akbar ini tidak hanya semata-mata mengutamakan siapa yang menang dan kalah, tetapi yang terpenting adalah penghayatan dan aktualisasi nilai, makna puji-pujian pada waktu bernyanyi merupakan ungkapan syukur dan pengagungan kepada sang pencipta, serta bagaimana Pesparawi ini lebih memaju diri dan memahami bahwa puji-pujian merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan,”kata gubernur.
    Lanjut gubernur, Pesparawi merupakan sarana untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan umat Kristen dan agama lainnya di Tanah Papua dalam membangun Tanah Papua.  “Oleh karena itu kemampuan dan talenta, hendaknya terus dikembangkan, agar dapat menghasilkan potensi-potensi yang berkualitas. Kepada para juara saya sampaikan selamat atas prestasi yang telah diraih, semoga prestasi terus dipertahankan dimasa mendatang. Bagi yang belum juara, tidak berkecil hati, tetapi terus memacu diri melalui pembinaan paduan suara, vokal grup dan lain-lain,”tandasnya.
    Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo SH,MH yang juga selaku ketua Asosiasi Bupati se Pegunungan Tengah Papua memberikan penghargaan kepada semua pihak yang memberikan dukungan, sehingga Pesparawi XI se Tanah Papua bisa berjalan sukses.
    “Saya mewakili rekan-rekan asosiasi bupati pegunungan, seluruh rakyat Jayawijaya  dan masyarakat pegunungan Papua, menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya, apabila selama Pesparawi ada tutur kata, perbuatan yang tidak menyenangkan,”ujarnya.
    “Yang tidak baik, kiranya ditinggalkan biar kami yang memperbaiki, sedangkan yang baik-baik, silahkan bawah pulang ke daerah masing-masing. Selamat jalan saudaraku dan sahabatku, sampai jumpa di Kabupaten Kaimana,”pungkasnya.
    Ketua harian Panitia Pesparawi Yohanes Walilo S.Sos,M.Si dalam laporannya mengatakan, Pesparawi XI yang bertema “Aku Hendak Menyanyi Bagi Tuhan Selama Aku Hidup (Mazmur 104:33a), mengukir sejarah baru dengan jumlah peserta yang cukup besar dalam bersukutu dan melayani Tuhan, melalui puji-pujian dan penyembahan.
    “Pesparawi XI dilaksanakan selama 10 hari mulai 27 Juni hingga 6 Juli 2013, diikuti 5413 orang berasal dari 37 kontingen se Tanah Papua yakni Provinsi Papua 26 kontingen dengan jumlah peserta 3798 orang dan Provinsi Papua Barat 11 kontingen dengan jumlah peserta 1615 orang belum termasuk undangan dan tamu lainnya,”jelas Walilo.
    Lanjut Walilo, kontingen tersebut mengikuti 14 kategori lomba yakni cerdas cermat anak umur 7-13 tahun, baca indah alkitab, solis anak, solis remaja, vocal grup pemuda, paduan suara anak, paduan suara remaja, pria, wanita, pemuda dan etnik.
    “Kegiatan ini dibiayai oleh berbagai pihak yakni gubernur Papua, gubernur Papua Barat, bupati Jayawijaya, bupati Mamberamo Tengah, bupati Pegunungan Bintang, bupati Tolikara, bupati Puncak, bupati Puncak Jaya, bupati Yahukimo, bupati Yalimo, LPPD Provinsi Papua, Kanwil Kementrian Agama Provinsi Papua Barat,”paparnya.
    “Kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan, kami sampaikan terima kasih, dimana atas bantuannya kegiatan Pesparawi XI Tahun 2013, bisa berjalan baik sesuai yang diharapkan,”tandasnya. 
    Sekadar diketahui, penutupan Pesparawi XI diwarnai dengan pengumuman pemenang, dimana juara umum Provinsi Papua diraih kontingen Kabupaten Biak, sedangkan juara umum Provinsi Papua Barat diraih Kabupaten Manokwari . Selain itu untuk memeriahkan kegiatan penutupan, juga dihibur dengan penampilan tarian dari kabupaten Kaimana dan pesta kembang api.
    Selain berjalan sukses, penutupan Pesparawi berlangsung aman dan lancar berkat pengamanan dari aparat TNI, Polri dan masyarakat. (lmn/hpp)

    sumber: http://harianpagipapua.com