Category: Berita

  • Peletakan Batu Pertama Gedung Otonom

    Bupati Wempi Wetipo mengatakan, Pembangunan Gedung Kantor Otonom Weneule Hubi ini adalah yang terbesar dan termegah di wilayah Pegunungan Tengah bahkan di Provinsi Papua, bangunan berlantai tujuh ini dibangun dengan ketinggian   mencapai 25,5 meter , yang nantinya akan digunakan jadi gedung perkantoran bagi dua belas SKPD dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya.

    Dijelaskan Pembangunan Gedung Kantor Otonom Weneule Hubi yang akan dibangun ini sudah dirancang khusus untuk tahan gempa mengingat tinggi bangunan yang mencapai 25,5 meter diperlukan pondasi yang kuat dengan struktur tanah yang labil sehingga bangunan tersebut menggunakan tiang pancang dengan pondasi batu bata ringan setinggi satu meter, sedangkan dindingnya menggunakan bahan aluminium dengan konstruksi rangka baja ringan untuk mengurangi beban bangunan, sehingga nantinya  bangunan yang mencapai tujuh lantai ini mempunyai tingkat keamanan yang terjamin.

    Untuk pengerjaan bangunan Gedung Kantor Weneule Hubi , sudah dimulai sejak pemancangan tiang pertama  diperkirakan selesai sebelum pelaksanaan Pesparawi tingkat Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat yang akan dilaksanakan pada bulan Juli 2013 di Wamena,  untuk menyambut   perhelatan akbar tersebut Kabupaten Jayawijaya telah mempersiapkan  diri dengan sebaik-baiknya guna menyambut duta-duta rohani dari berbagai daerah yang ada di Provinsi Papua dan Papua Barat, untuk itu Kabupaten Jayawijaya sudah bertekad akan menjadi tuan rumah yang baik dalam pelaksanaan Pesparawi 2013 dengan mempercantik wajah Kota Wamena dan memperbaiki fasilitas umum yang ada serta akan memberikan pelayanan yang memuaskan kepada seluruh peserta Pesparawi yang datang ke Wamena, sebab  diperkirakan jumlah peserta Pesparawi mencapai 6.000 orang dari 42 Kabupaten/ Kota yang ada di Papua dan Papua Barat, sehingga butuh tempat yang memadai untuk tempat penginapan peserta Pesparawi, dengan demikian pengerjaan Gedung Kantor Otonom Weneule Hubi akan dipercepat pembangunannya agar dapat menampung sebagian peserta Pesparawi tahun 2013 dengan nyaman selama berada di Wamena, “ kita sudah punya komitmen,bahwa pelaksanaan pesparawi di Wamena akan menjadi barometer bagi daerah lain nantinya, dan kita akan tunjukkan kalau kita mampu melaksanakan even-even berskala besar dengan sukses dan lancar “ tegas Bupati Wetipo.

    Terkait dengan pemberian nama Gedung Kantor Otonom Weneule Hubi, Bupati Wetipo menjelaskan bahwa Weneule Hubi adalah salah seorang tokoh adat dan juga sebagai Kepala Suku Besar di Lembah Baliem yang mempunyai peranan dalam kemajuan pembangunan di Kabupaten Jayawijaya “ ini merupakan bentuk penghargaan Pemerintah Daerah kepada para tokoh-tokoh adat di daerah ini, para tokoh adat ini mempunyai jasa yang sangat besar untuk kemajuan Jayawijaya “  jelas Bupati Wetipo.

    Disamping nama tokoh adat Weneule Hubi, masih ada beberapa nama tokoh adat yang akan diabadikan namanya untuk mengenang jasa-jasa para tokoh adat tersebut dalam membantu Pemerintah untuk memajukan daerah ini, yaitu Silo Sukarno Doga namanya akan diabadikan di  pusat perbelanjaan Mall yang sedang dalam tahap penyelesaian saat ini, kemudian tokoh adat Hukumearek Asso akan diabadikan namaya pada Gedung Pertemuan yang masih dalam tahap pembangunan, sedangkan untuk Alun-Alun Kota akan digunakan nama Wio Silimo,  ini merupakan cermin kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya terhadap budaya daerah dan menjadikannya  ciri khas dan jati diri daerah, dengan harapan  generasi muda tidak melupakan akar budayanya dan  mampu memaknai semangat para tokoh adat Jayawijaya tersebut untuk dijadikan modal dalam berkarya dalam memajukan pembangunan di daerah ini demi kesejahteraan seluruh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya.
    Pada kesempatan yang sama Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, S.Sos, SH, M. Par kembali menegaskan kepada para penghuni yang masih ada di komplek gedung kantor otonom yang sedang dikerjakan saat ini , agar secepatnya mengosongkan perumahan yang ada di lokasi gedung otonom karena kompensasi kepada penghuni sudah dibayarkan sebesar Rp.750.000.000,-“ jadi sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak mengosongkan rumah yang ada disekitar lokasi pembangunan gedung otonom “ tegas Bupati Wempi. (hr)

  • Tambahan Quota BBM

    Semuel Munua mengungkapkan, bahwa kondisi BBM di Kabupaten Jayawijaya saat ini sangat kurang, bila dibandingkan dengan jumlah kebutuhan yang seharusnya dengan alokasi Kabupaten Jayawijaya yang tersedia saat ini, hal ini bisa dilihat dengan banyaknya jumlah kendaraan dari semua jenis yang beropersi di Jayawijaya, untuk kendaraan roda dua jumlahnya sebanyak 8.470 unit, mobil sebanyak 2.100 unit, sementara alokasi BBM yang tersedia hanya 760.000 liter perbulan dari semua jenis BBM, sehingga terjadi kekurangan BBM sepanjang tahun, hal ini juga dipicu oleh cepatnya perkembangan pembangunan dan pertambahan penduduk di Jayawijaya serta adanya daerah – daerah pemekaran baru disekitar Kabuapten Jayawijaya menyebabkan pemakaian terhadap BBM cukup tinggi, “ agar pendistribusiannya lebih merata dan terarah kepada masyarakat dan konsumen lainnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya memberlakukan system kupon dalam pengambilannya, dengan harapan semua konsumen BBM dapat terlayani dengan baik dan lancar “ Ujar Sem Munua.

    Untuk mengatasi  kekurangan stok BBM di wamena Pemerintah Kabupaten Jayawijayamelalui Dinas Perindagkop Kabupaten Jayawijaya telah mengambil langkah-langkah konkrit dengan mengajukan permohonan tambahan kuota kepada Pertamina Pusat “ Pihak Pertamina sudah melihat langsung kondisi yang ada di Kabupaten Jayawijaya saat ini, dan Pertamina hanya mampu merealisasikan  173.000 liter perbulan, padahal yang kita ajukan ke Pertamina sebanyak 1.650.000 liter “ pungkas Sem Munua.

    Namun demikian Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Jayawijaya, Semuel Munua, tetap optimis untuk adanya penambahan kuota BBM di Kabupaten Jayawijaya dengan melakukan penjajakan baru dan terus mencari berbagai alternative agar kebutuhan BBM di Kabupaten Jayawijaya dapat terpenuhi sebagaimana mestinya. ( humas )

  • Anak-Anak Putus Sekolah Di Wamena Dibekali Dengan Berbagai Keterampilan

    Asisten II Gaad Piranid Tabuni, SP, MM dalam sambutannya mengatakan, Untuk merencanakan kualitas anak diawali dari masa pertumbuhan anak sampai masa sekolah, namun yang terjadi saat ini banyak keluarga yang tidak memperhatikan hal ini sehingga banyak anak yang tumbuh dan berkembang di luar keluarga tanpa melalui pengawasan keluarga, bahkan ada beberapa keluarga yang tega menganiaya dan mengusir anaknya dari rumah menyebabkan anak tersebut hidup terlantar tidak mendapat perlindungan dengan kehidupan yang tidak pasti dari keluarganya.

    Menyikapi hal Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Jayawijaya mengambil langkah-langkah konkrit untuk menyelamatkan masa depan  anak-anak ini dengan melakukan pembinaan dan pembekalan berbagai  keterampilan seperti komputer, jahit menjahit, tata boga, anyam-anyaman, dan membatik yang diperuntukkan anak-anak perempuan, sedangkan untuk anak laki-laki dilatih dengan keterampilan dalam bidang pertukangan, mebeuler, komputer, perbengkelan dan pertanian.

    “Kita dari Pemda Jayawijaya bekerjasama dengan Oikonomos berupaya untuk memberdayakan anak-anak ini dengan memberi beberapa pelatihan keterampilan “ ujar Ribka Haluk, S.Sos , MM yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Jayawijaya.
    Lebih jauh ia menjelaskan, anak-anak putus sekolah yang dilatih dengan berbagai keterampilan mulai dari usia 12 tahun sampai usia 15 tahun, hal ini dimaksudkan agar masa-masa keemasan mereka tetap terjaga dan mereka bisa menikmatinya. Anak-anak dimasa pancaroba seperti ini harus diisi dengan kegiatan yang positif untuk membentuk kepribadian yang tangguh sebagai bekal mereka di kemudian hari. ( humas )

  • Kompetensi Guru Tk Akan Ditingkatkan

    “ Pendidikan Gratis ini kita berlakukan kepada semua peserta didik yang ada di kabupaten Jayawijaya tanpa memandang suku,agama dan golongan, biaya SPP kita gratiskan, semuanya kita berikan perlakuan dan pelayanan yang sama “ ujar Gaad Tabuni

    Menurutnya, untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Jayawijaya,  diperlukan komitmen yang kuat dan peran serta aktif dari semua pihak untuk mendukung program pemerintah dalam bidang pendidikan, disamping itu juga kualitas dan kompetensi guru juga perlu ditingkatkan melalui pelatihan-pelatihan dan memberikan kesempatan kepada guru-guru untuk menimba ilmu diperguruan tinggi yang ada di Papua .

    Hal senada juga diungkapkan Ketua Umum IGTKI Provinsi Papua, Rosida Menanti, ” kualitas guru TK  yang ada sekarang ini perlu ditingkatkan  mutu pendidikannya melalui jenjang pendidikan, dan kita akan membuka kelas khusus yang bekerjasama dengan Universtas Cendrawasih Jayapura, sehingga pendidikan guru TK yang tadinya D II akan ditingkatkan menjadi S 1 “ tegasnya.
    Menilik perkembangan TK dan PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini ) di kabupaten Jayawijaya saat ini cukup pesat, hal ini bisa dilihat dengan banyaknya jumlah TK yang ada di Kota Wamena sekarang ini berjumlah  14 buah, dan ini mengindikasikan bahwa kesadaran masyarakat semakin tinggi untuk memberikan pendidikan yang bermutu secara dini kepada putra-putri mereka, sehingga dapat  membentuk karakter yang baik saat dewasa nantinya. Terkait dengan hal ini Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya telah memberikan dukungan  yang nyata terhadap kemajuan pendidikan di daerah ini dengan memberikan anggaran yang cukup besar untuk sektor pendidikan, dengan harapan akan tercipta pendidikan yang berkarakter, handal, dan berkualitas di kabupaten Jayawijaya.( humas )

  • Peringatan Hardiknas 2012

    Sesuai dengan keputusan  menetri Pendidikan dan Kebudayaan  tentang penerima tunjangan provesi bagi guru Pegawai Negri Sipil pada jenjang TK,SD,SMP,SMU/SMK. Tingkat Kabupaten Jayawijaya. Tunjangan guru sebagaimana yang dimaksud diberikan setiap bulan yang besarnya setara dengan satu kal gaji pokok guru yang bersangkutan terhitung mulai bulan Januari 2012 sesuai dengan keputusan dan dikenakan pajak pengahsilan pada pasal 21 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dibidang perpajakan.

    Dan untuk Kabupaten Jayawijaya sendiri sesuai dengan lampiran keputusan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor, 01352508/cs/T/SK/2012 dari jenjang Taman Kanak-Kanak sebanyak tiga orang,Sekolah Dasar 82 orang, SMP, 45 orang, SMU 52 orang  dan SMK tiga orang  yang menerima tunjangan profesi guru.

    Sementara itu sesuai upacara  Hardiknas Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten jayawijaya Murjono Murib S.Pd. megatakan  bahwa dalam kurikulum pihak guru harus  sudah punya sertifikasi guru, dan tahun ini  setiap guru harus diwajibkan untuk mengikutinya, sehingga semuanya dapat memiliki standar.”katanya.

    Disinggung mengenai tingkat kelulusan UAN (Ujian Akhir Nasional) Murjono sangat optimis bahwa ditahun ini jumlah kelulusan pasti mengalami peningkatan yang baik dibanding tahun lalu, itu semua tidak terlepas dari peran orang tua dan guru. Sehingga kami yakin mereka akan menerima hasil yang memuaskan.harapnya.

    Dalam kesempatan itu Bupati Wempi Wetipo juga menyerahkan hadiah bagi para juara cerdas cermat tingkat sekolah dasar. Bupati Wempi Wetipo mengatakan bahwa dunia pendidikan di Pegunungan tidak kalah dengan didaerah lain, diPapua dan luar Papua.”pungkasnya.

    Diharapkan bagi para murid dan orang tua supaya jangan pernah ragu  dengan kualitas pendidikan di Wamena,dan juga sesuai dengan komitmen Menetri bahwa pendidikan nasional akan terus ditingkatkan hingga 100 tahun Indionesia merdeka, sehingga kami pemerintah daerah akan terus meningkatkan mutu SDM disegala bidang pendidikan.’katanya.

    Kami akan investasikan pendidikan mulai dari TK sampai perguruan tinggi, kami juga akan  menyekolahkan anak-anak yang berprestasi untuk mengenyam pendidikan yang tinggi dan berbobot salah satunya  pilot, sejaklama  sumber daya pilot belum ada, dan SDM belum ada itu dikarenakan belum ada kesempatan yang sama. Sehingga saat ini kami akan menciptakan anak negeri untuk dapat  kesempatan mencapai harapan.”harapnya. (Titus). WAMENA – HUMAS PEMDA  JAYAWIJAYA.  (RABU/2/5)

  • Pelantikan Bupati Wamena Periode 2008-2013

    Acara pelantikan dilaksanakan dalam suatu rapat paripurna istemewa di gedung DPRD Jayawijaya selasa 23 Desember 2008 dipimpin oleh ketua DPRD Yance Fery Kogoya. Upacara pelantikan orang nomor 1 dan 2 di Jayawijaya ini dimulai sejak pukul 10.00 WIT dan berakhir hingga puluk 11.30 WIT itu berlangsung lancar dan khidmat tanpa menemui suatu kendala. Bahkan acara yang akan menjadi untaian sejarah bagi sejumlah wartawan media cetak dan elektronik baik nasional maupun lokal.

     
    Tampak hadir dalam acara pelantikan itu sejumlah pejabat dari provinsi Papua, seperti Kasdam XVII Cenderawasih Brigjen Hambali, Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Ahmad Riyadi Koni, SH, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Widyo Pramono, SH, Bupati Pegunungan Bintang Welington Wenda, Pejabat Bupati Nduga Drs. Hans Maniagasi, Pejabat Bupati Mamberamo Tengah David Pagawak, S.Sos dan jajaran Muspida Jayawijaya.

    Dalam kesempatan itu, Gubernur Propinsi Papua Barnabas Suebu mengatakan pelantikan bupati dak wakil bupati Jayawijaya hasil pemilihan langsung dan baru pertama kalinya dilakukan itu, akan menjadi sejarah bagi rakyat Papua khususnya warga masyarakat Jayawijaya.

    “Saya turut merasa bangga dengan pelantikan kali ini karena bupati dan wakil bupati terpilih yang akan memimpin Jayawijaya periode 5 tahun mendatang adalah orang-orang berjiwa muda yang punya tekad dan semangat tinggi,” tegas Kakak Bas.

    Dalam arahannya, kakak Bas berpesan,”Saudara-saudara harus setia kepada Tuhan, setia kepada rakyat, dan setia kepada NKRI dengan menjalani hidup yang kudus dan suci dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan.”

    Sementara itu dalam acara syukuran yang dilaksanakan di lapangan Sinapuk, setelah acara pelantikan, dihadiri tak kurang dari 10 ribu massa. Jhon Wempi Wetipo bersama Jhon Richard Banua menyatakan tekadnya untuk menindak lanjuti janjinya pada masa kampanye beberapa waktu lalu. “Masyarakat akan dibebaskan dari biaya pendidikan, kesehatan, dan beras raskin, karena semua itu sudah dibiayai melalui dana Otsus”, tegas Wempi yang mendapat aplaus dari massa.

    Pihaknya tidak segan-segan untuk menindak tegas bagi aparatur yang melakukan korupsi, karena tindakan itu menyengsarakan masyarakat, apalagi kabupaten Jayawijaya selaku kabupaten induk yang memekarkan kabupaten lain terlihat stagnan karena tak banyak pembangunan yang dirasakan masyarakat, padahal dana otsus sudah mengalir trilyunan rupiah.

    “Meski demikian, selaku pemimpin di Jayawijaya saya sangat mengharapkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk mencapai hari esok yang lebih baik dari hari ini sesuai motto Jayawijaya Yogotak Hubuluk Motok Hanorogo”, tegas Wempi yang diiyakan Jhon Banua.

    “Kepada para kandidat dan tim sukses pasangan lain saya mengajak untuk melupakan peristiwa pilkada lalu dan merapatkan barisan untuk membangun Jayawijaya demi kesejahteraan rakyat”, ujarnya.

    Dalam akhir arahannya Wempi Wetipo dan Jhon Banua berpesan kepada warga masyarakat untuk menjaga keamanan di wilayah masing-masing. “Dengan situasi yang aman dan kondusif, pemerintah dan warga masyarakat akan dapat melaksanakan aktifitasnya secara baik tanpa mengalami suatu kendala”, kata Wempi. (SB)