Category: Berita

  • Bupati Jayawijaya Resmikan Kantor Kas BNI Wamena

    Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo saat memberikan sambutan mengatakan, pemerintah daerah Jayawijaya menyambut baik atas kehadiran BNI di Wamena, pasalnya Wamena merupakan icon kabupaten wilayah Pegunungan Tengah Papua.
    “Apapun alasannya, Wamena adalah icon dan kota jasa di wilayah Pegunungan Tengah Papua, karena  dari beberapa kabupaten yang sudah dimekarkan masih membutuhkan waktu 50 sampai 100 tahun lagi baru sama  Wamena, sehingga dengan kehadiran BNI di Wamena menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi  di Jayawijaya semakin membaik,”jelas Bupati.
    Dengan demikian, bupati berharap, sesuai dengan motto BNI melayani negeri dan kebanggaan bangsa, dapat konsisten bersama-sama dengan rakyat di Kabupaten Jayawijaya dan wilayah pegunungan tengah Papua  dan perbankan lainnya memberikan sumbangsih bagi kemajuan daerah.
    “Dari 7 kabupaten pemekaran Jayawijaya, hingga saat ini belum memiliki infrastruktur perbankan yang memadai, sehingga meski anggarannya setiap tahun besar, namun semuanya akan melakukan transaksi di Wamena, karena dengan adanya BNI, maka di Wamena sudah ada empat perbankan yakni Bank Papua, Bank BRI, Bank Mandiri dan Bank BNI,”ujarnya.
    “Kehadiran BNI di Wamena, dapat menjawab kebutuhan masyarakat di Jayawijaya dan daerah lain di wilayah Pegunungan Tengah Papua,”sambungnya.
    Oleh kareana itu, Bupati Jayawijaya berharap agar ke depan, BNI tidak hanya membuka kantor kas yang lokasinya sempit, namun membuka kantor cabang dengan lokasi bangunan yang lebih besar.
    “Ke depan kalau BNI berkembang dengan baik, jangan tinggal di kantor yang sempit, tapi bangun kantor yang lebih baik, supaya dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,”ujarnya.
    “Kalau masalah lahan, nanti pemerintah akan siapkan lahan yang layak, sama seperti Bank Papua yang mendapat lahan cukup luas, dengan harga yang bisa dijangkau oleh perbankan,”imbuhnya.
    Untuk itu, Bupati Wempi mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membesarkan BNI ,  karena kalau BNI sukses rakyat juga sukses. “Mari kalau sudah percayakan BNI, kalau ada uang lebih mari datang ke BNI untuk menabung,”ajak bupati.
    Ditempat yang sama, Wakil Kepala BNI Kantor Wilayah Papua, Imam Ansory mengatakan, BNI hadir di Papua sejak 1992 yang diawali pembukaan satu kantor kas di Jayapura. “Dari 1 kantor cabang, sudah berkembang menjadi 27 kantor  di Papua dan Papua Barat. Kehadiran BNI di Wamena untuk lebih mendekatkan pelayanan perbankan ke masyarakat, dimana selama ini banyak nasabah yang ingin bertransaksi dengan BNI namun kesulitan mendapatkan bank BNI,  sehingga dengan peresmian kali ini masyarakat akan lebih mudah bertransaksi,”ujarnya.
    Selain itu kata Imam, BNI hadir di Wamena karena potensi ekonomi masyarakat Wamena sangat luar biasa. “Kami berharap dukungan dari pemerintah dan seluruh komponen masyarakat di Jayawijaya dan di wilayah pegunungan tengah Papua, sehingga BNI di Wamena bisa bertumbuh sesuai dengan yang kita harapkan,”tuturnya.
    Imam menambahkan, dalam pelayanannya, BNI memberikan pelayanan yang sama dimana pun baik di pusat, cabang maupun kantor kas di Wamena.  Selain membuka kantor kas kata Imam, pihaknya juga menyiapkan 1 unit mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang beroperasi selama 24 jam.
    “Kalau nantinya sudah memenuhi syarakat untuk penambahan, Insya Allah kami akan lebih memperioritaskan untuk menambah mesin ATM di Wamena. Untuk itu kepada seluruh masyarakat kami mohon untuk tidak segan-segan memanfaatkan layanan BNI, kalau ada kekurangan-kekurangan tolong informasikan langsung kepada kami,“pungkasnya.
    Kehadiran bank BNI di Wamena mendapat respon positif dari masyarakat, hal itu diungkapkan salah satu tokoh adat, Liber Wamo. “Kami sampaikan terima kasih kepada bupati karena memberikan kesempatan kepada BNI untuk hadir di Wamena, kami sangat menyambut baik beroperasinya BNI karena selama ini banyak keluarga dari luar Wamena yang mengirim uang melalui BNI. Untuk itu kami harap dengan adanya BNI dapat bersama-sama membangun daerah tercinta ini,”tandasnya.
    Sekadar diketahui, peresmian BNI Kantor Kas Wamena dihadiri kepala Kantor Cabang BNI Jayapura Drs Armial, Kepala Kantor Kas BNI Wamena Liwen Felle, Plt Sekda Jayawijaya Johanes Walilo, ketua PKK Jayawijaya Ny Yakoba L Wetipo, ketua DPRD Jayawijaya Alesandria Morin dan undangan lainnya.  
    Kantor BNI Kas Wamena dikerjakan oleh CV. Fagerio konsultan lokal Wamena, dan sudah melayani nasabah sejak 4 Mei lalu. (lmn/hpp)

    sumber: http://harianpagipapua.com

     

     

     

  • Gedung Serba Guna Kampung Dosumo Diresmikan

    Gedung serba guna tersebut diresmikan oleh kepala distrik Abenaho dalam suatu ibadah di kampung Dosumo, Rabu(8/5/2013).
    Kepala Distrik Abenaho Selodi Nekwek, S.Pd peresmian meminta kepada seluruh masyarakat untuk menjaga gedung tersebut dengan baik, karena gedung tersebut dibangun dengan tujuan supaya masyarakat di Kampung Dosumo bisa dapat mengunakannya dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan masyarakat kampung, baik kegiatan gereja, pemerintah dan rapat musyawarah lainnya.
    “Gedung serba guna ini dibangun dengan maksud ada tempat untuk tukar pikiran, baik itu kepentingan gereja atau agama, pemerintah kampung dan organisasi masyarakat lainnya, sehingga dengan tukar pikiran, saling mengisi satu sama lain bisa membangun kampung Dosumo sama dengan daerah lain yang sudah maju,”ungkap Kadistrik.
    Sementara itu, sekertaris TPKK Kampung Dosumo Yakob Wandik mengatakan,  untuk tahun anggaran 2012, pihaknya menerima dana PNPM Mandiri Respek dari APBN pusat sebesar Rp.166.950.000, dari dana tersebut pihaknya mengunakan untuk membangun 1 unit gedung serba guna dan memberikan bantuan studi akhir kepada mahasiswa-mahasiswi anak-anak asal kampung Dosumo.
    “Saya berharap, supaya gedung ini dapat berguna bagi masyarakat di Kampung Dosumo dan memberikan banyak manfaat dalam melakukan rapat-rapat demi membangun kampung kami Dosumo ini,”harapnya. (ely/lmn/hpp)

    sumber: http://harianpagipapua.com

     

     

     

  • Sosialisasi Permendagri No 59

    Bupati Kabupaten Jayawijaya dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Plt. Sekda Kabupaten Jayawijaya Yohanes Walilo mengatakan, kegiatan yang dilakukan tersebut untuk memberikan bekal pengetahuan, kemampuan dan bekal keterampilan dibidang pengelolaan keuangan serta membangun kesamaan presepsi tentang pengelolaan keungan, dengan mengacu pada Permendagri nomor 59 tahun 2007 dan peraturan pemerintah nomor 58 tahun 2005 serta berbagai regulasi yang ada.
    Menurutnya, keuangan merupakan suatu aspek penting dalam mekanisme manajemen pemerintahan yang diaplikasikan dalam pelaksanaan koordinasi dan pengawasan maupun efektivitas sasaran yang harus dilaksanakan secara professional dan transparan.
    “Kegiatan ini memiliki nilai strategis, karena dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme bendahara dan PPK-SKPD yakni meningkatkan stabilitas pengelolaan anggaran pada satuan kerja dan meningkatkan stabilitas pemerintahan,”jelasnya.
    Dikatakan, bendahara merupakan ujung tombak mewujudkan akuntabilitas penggunaan anggaran, sehingga pengetahuan, keterampilan dan sikap seorang bendahara harus baik dan perlu didorong orang pengetahuan yang baik.
    “Kita sangat dituntut untuk bertanggung jawab dengan kompetensi, dedikasi serta integritas yang baik,”tegasnya.
    Sekda berharap, setelah kegiatan tersebut, bendahara dan PPK-SKPD harus lebih memahami tugas atau wewenang yang dipercayakan, terutama dalam menyusun administrasi laporan keungan.
    “Saya berharap, agar para bendahara memiliki landasan sikap mental yang baik, jujur serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap pengelolaan keungan dana APBD dan sumber dana lain, sehingga dana yang diterima dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan alokasi yang ditentukan,”harapnya.
    Sekadar diketahui, kegiatan ini akan diselenggarakan selama tiga hari, sejak hari Senin (13/5/2013) hingga Rabu (15/5/2013). Sedangkan peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi ini dari setiap bendahara dan PPK-SKPD di masing-masing SKPD yang ada di Kabupaten Jayawijaya. (ely/hpp)

    sumber: http://harianpagipapua.com