Category: Berita

  • Situasi Wilkum Polres Jayawijaya Kondusif

    Dikatakan, terciptanya situasi yang aman dan kondusif tersebut, tidak terlepas dari peran serta dan seluruh lapisan masyarakat, dimana Polres Jayawijaya membawahi lima kabupaten yakni Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten Yalimo dan Kabupaten Nduga.
    “Sejak pagi hingga saat ini (sore kemarin) situasi kondusif, untuk pengamanan dibagi dalam 3 wilayah, setiap wilayah dipimpin perwira di jajaran Polres Jayawijaya, selain itu saya secara langsung turun ke lapangan memantau pelaksanaan, dan semua berjalan aman, semua ini berkat dukungan dan doa bersama yang dilaksanakan sehari sebelum hari pencoblosan,”ujarnya.
    Sekadar diketahui, sehari sebelum pencoblosan dilaksanakan doa bersama pengamanan Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua, di Mapolres Jayawijaya, dimana pemuka agama dari 4 agama yang ada di Jayawijaya memimpin doa sesuai dengan agama masing-masing, agama Islam dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jayawijaya, H. Solahudin, agama Kristen Protestan Pdt Abraham Ungirwalu, Kristen Katolik Pastor Jhon Clau dan dari Hindu dipimpin Dewa Ketut Kartika.
    Sementara itu pantauan Harian Pagi Papua di kota Wamena, aktifitas masyarakat berjalan normal seperti biasa, hanya saja sebagian besar toko dan ruko tutup, sedangkan di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), pelaksanaan pencoblosan molor dari waktu yang dijadwalkan, misalnya di TPS 12, TPS 13 hingga pukul 10.00 wit belum melakukan pencoblosan.
    Dari informasi yang dihimpun molornya waktu pencoblosan ini dikarenakan warga minimnya warga dan kurangnya kesiapan penyelenggara, bahkan warga yang mendatangi TPS mengaku jika tidak memiliki kartu pemilih. “Tidak ada kartu pemilih, bingung mau coblos dimana,”kata Yusuf yang mengaku sudah mendatangi dua TPS.
    Sedangkan pantauan Harian Pagi Papua, di TPS 10 di SD YPK Betlehem Wamena, meski tanpa kartu pemilih dan tanpa memeriksa Kartu Tanda Penduduk (KTP), proses pemungutan suara berjalan lancar.  (lmn)

    sumber: http://www.harianpagipapua.com

     

     

     

  • PNS Tidak Menjalankan Tugas Diberi Sanksi

    Hal tersebut diungkapkannya kepada wartawan, di ruang kerjanya, Kamis (17/1/2013) kemarin.
    “Saya sudah menghimbau kepada seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di kabupaten Jayawijaya, untuk aktif kembali melaksanakan tugasnya. Namun sampai hari ini masih banyak pegawai yang belum aktif, padahal tanggal 2 Januari adalah batas akhir libur,” ungkapnya.
    Ditegaskannya, sekalipun dari sisi anggaran belum jalan, namun hal tersebut bukan halangan untuk tidak melakukan tugas-tugas yang lain. Karena banyak tugas kantor yang bisa dijalankan, sambil menunggu realisasi anggaran.
    Dengan demikian diharapkannya, seluruh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk mendisiplinkan pegawainya, sehingga secara bertahap kedisiplinan pegawai semakin menningkat, yang berdampak pula pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
    “Kalau ada pegawai yang tidak masuk selama satu minggu, dua minggu dan bahkan satu bulan, maka kepala SKPD harus mengambil tindakan tegas sesuai aturan kepegawaian yang ada,” tegasnya. (elly/ecy/hpp)

     sumber : http://www.harianpagipapua.com

  • 5 Ton Barang Kadar Luarsa Dimusnahkan

    Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Jayawijaya Semuel Munua mengatakan, pemusnahan barang-barang jualan toko dan kios yang telah kadar luarsa dan tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat sebanyak 5 ton dan merupakan hasil pengawasan dan razia tahun 2012 lalu yang selanjutnya akan dibuang pada tempat pembuangan sampah akhir di Pisugi dengan menggunakan 2 truk.
    “Selama tahun 2012 sebanyak dua kali kami melakukan razia, sebenarnya lebih efektif minimal dalam satu tahun 4 kali setiap tiga bulan , tapi karena keterbatasan dana maka rasia yang kami lakukan hanya menjelang perayaan Idul Fitri dan Hari Natal,”kata Semuel.
    Menurutnya, hal itu dilakukan mengingat pada hari besar keagamaan minat masyarakat untuk membeli barang kebutuhan sangat tinggi, sehingga untuk memberikan kenyaman pihaknya melakukan pemeriksaan.
    Dikatakannya, pengawasan dan rasia barang kadar luarsa merupakan tugas pokok Dinas Perindagkop Kabupaten Jayawijaya dengan tujuan melindungi masyarakat dari peredaran barang yang kadar luarsa dan telah rusak yang dapat menmbulkan penyakit serta keracunan.
    “Mungkin tanggal masa berlaku masih panjang, tetapi kalengnya sudah peot serta bungkusannya sobek akhirnya barang tersebut dikatakan rusak dan tidak layak lagi dikonsumsi oleh masyarakat,”ucap Semuel.
    Pada kesempatan tersebut, Semuel menghimbau kepada pedagang yang ada di kota Wamena dan sekitarnya agar melihat masa berlaku pada barang yang akan dijual dan dikonsumsi oleh Masyarakat, kepada masyarakat harus banyak bertanya kepada para pedagang tentang masa berlaku dari barang yang ingin dibeli.
    “Masyarakat kalau belanja lihat dulu pada batas kadarluarsanya, dan kalau masih menemukan ada produk yang kadaluarsa lapor ke kami,”kata Semuel.
    Semuael menambahkan, untuk tahun 2013 pihaknya akan bekerja semaksimal mungkin, dan apabila masih ditemukan barang yang telah kadar luarsa pihaknya akan menegur langsung kepada pedagang agar tidak lagi mengedarkan kepada masyarakat di Kabupaten Jayawijaya.
    “Kalau ada penjual yang kedapatan masih menjual barang yang tidak layak digunakan kita akan melakukan teguran dan proses hukum terhadap penjual barang-barang yang telah kadar luarsa,”tegasnya.(naf/lmn/hpp).

    sumber: http://www.harianpagipapua.com

  • Aparatur Di Lingkungan Pemkab Jayawijaya Diharapkan Meningkatkan Kinerja

    Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Jayawijaya, Jhon R. Banua, SE, ketika bertindak sebagai pembina upacara 17-an, di halaman kantor bupati, Kamis (17/1/2013) kemarin.
    Dikatakannya, melalui upacara yang dilaksanakan tanggal 17 setiap bulannya tersebut, dapat dijadikan sarana untuk menjalin komunikasi antar semua aparatur yang ada di Jayawijaya.
    Upacara yang dilaksanakan tersebut menurutnya, tidak hanya acara serimonial belaka, namun dijadikan sebagai sarana untuk membangkitakn rasa nasionalisme dan rasa cintah tanah air.
    “Sebagai aparatur negara dan abdi masyarakat, dituntut profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab menjalankan amanat pembangunan dan meningkatkan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” tegas Wakil Bupati.
    Dijelaskannya, disiplin merupakan pilar utama dalam membangun etos kerja baik dikalangan aparatur, yang setiap saat perlu diasah dan tingkatkan. Aparatur pemerintah lanjutnya, harus menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat, terutama dalam upaya meningkatkan disiplin, sikap yang baik, loyalitas dan dedikasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
    Disampaikannya juga, ada beberapa agenda penting yang akan dilaksanakan di Jayawijaya yaitu, pemilihan gubernur Papua, pesta paduan suara gerejawi (Pesparawi) dan pemilihan kepala daerah kabupaten Jayawijaya. Untuk itu semua pihak khususnya aparatur pemerintah diharapkan, menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
    “Marilah kita sebagai tuan rumah, sepatutnya kita turut serta mensukseskan momen penting ini dengan menata kota Wamena yang kita cintai agar tetap menjadi kota dani (damai, aman, nyaman dan indah). Saya juga mengajak melakukan kebersihan dengan penuh rasa tanggung jawab di wilayah masing-masing,” ungkapnya.
    Upacar bendera tersebut diikuti oleh seluruh pegawai dilingkungan pemerintah kabupaten Jayawijaya, anggota kodim 1702 dan anggota Polres Jayawijaya.  (elly/ecy/hpp)

    sumber: http://www.harianpagipapua.com