Hal ini disampaikan Kepala Bank Papua Cabang Wamena, Jauhari Sennang saat di temui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, siang kemarin. Menurut Jauhari peresmian gendung kantor baru Bank Papua ini menyusul dengan adanya surat ijin Bank Indonesia nomor 14/23/DPIP/ Prz/Jap tanggal 29 Agustus 2012.
”Dengan d keluarkanya surat ijin dari Bank Indonesia untuk pegunaan kantor baru Bank Papua Cabang Wamena dan kesepakatan kami dengan Pemkab Jayawijaya, maka mulai hari Senin, 10 September kami akan meresmikan gedung kantor Baru Bank Papua Babang Wamena sekaligus dengan dimulainya kegitatan operasional pelayananya,” ujarnya.
Menurut Jauhari sejak Jumat lalu, peralatan adminitasri dudah dipindahkan ke gedung kantor yang baru. “Kantor baru ini kapasitasnya cukup memadai dan beberapa keunggulan pelayanan yang bakal dilaksanakan di gedung kantor baru itu, seperti pelayanan ke costomer service ataupun ke teller menggunakan nomor antrian tidak seperti yang selama ini di laksanakan sistem pelayanannya menerapkan antrian secara manual.(ben/nan). sumber: www.cenderawasihpos.com
Category: Berita
-
Gedung Baru Bank Papua Cabang Wamena Segera Diresmikan
-
Potensi Wisata Jayawijaya Sangat Menjanjikan
Melihat potensi alam di Jayawijaya ada beberapa objek wisata alam yang sangat menonjol seperti danau Habema yang berada di ketinggian 1650 DPL dengan panorama alam pegunungan yang memanjakan mata, Kawasan Taman Lorentz dengan keanekaraman hayati, flora dan fauna, goa-goa alam yang tersebar dibeberapa tempat dengan stalaktit dan stalaknit yang belum terjamah tangan-tangan jahil, hamparan pasir putih di atas bukit Aikima, sedangkan wisata budaya yang saat ini merupakan ikon pariwisata Jayawijaya yaitu Festival Budaya Lembah Baliem yang digelar setiap tahun pada bulan Agustus yang menjadi agenda tahunan Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya, kemudian yang tidak kalah menariknya untuk dikunjungi adalah mumi yang telah berusia ratusan tahun yang terdapat di kampung Aikima dan Kurulu, demikian dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya, Ratna Isbudiarti, SE.
“ Nanti pada saat penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem, kita akan tawarkan kepada turis mancanegara untuk melihat beberapa objek wisata yang ada di Kabupaten Jayawijaya, jadi bukan hanya Festival Budaya Lembah Baliem saja yang mereka lihat, tapi beberapa objek wisata menarik lainnya yang menjadi primadona wisata di Kabupaten Jayawijaya “ tandasnya.
Ditambahkan beberapa tahun terakhir ini kunjungan wisatawan ke Kabupaten Jayawijaya ada peningkatan yang cukup signifikan, ini menunjukkan semakin populernya objek wisata di daerah ini dengan segala keunikannya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Jayawijaya, memang sudah bukan rahasia lagi tentang keunikan budaya dan adat istiadat yang melingkupi masyarakat di daerah ini dengan segala kesederhanaan dan keramahan serta kekerabatan yang masih kental sangat terasa saat kita berkunjung ke Lembah Baliem yang membuat wisatawan selalu ingin berkunjung kembali ke Jayawijaya, bahkan ada pemeo yang populer di tengah-tengah wisatawan sendiri “ kalau belum ke Wamena, berarti belum ke Papua “ ini artinya bahwa kunjungan anda ke Papua belum lengkap bila belum bekunjung ke Wamena, ini menunjukkan kepada kita betapa menariknya objek wisata di Jayawijaya, karena keaslian budayanya dengan segala kearifan local yang masih dipertahankan masyarakat dengan baik hingga saat ini. ( humas ) -
Realisasi Pembangunan Pasar Tradisional Woma Masih Menunggu Dana Pendampingan
Untuk itu Dinas, Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Jayawijaya sudah memprogramkan pembangunan pasar tradisional Woma tahun ini, namun terkendala dengan dana pendampingan guna mendukung pembangunan pasar tradisional Woma, dana tersebut akan digunakan untuk membiayai konsultan, biaya perencanaan dan pengawasan, sebab dana tugas pembantuan dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI sudah mengalokasikan dana sebesar Rp. 7,5 milyar untuk mendukung pembangunan pasar di Kabupaten Jayawijaya, demikian diungkapkan Kepala Dinas, Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Jayawijaya, Semuel Munua, baru- baru ini.
“ Masyarakat perlu bersabar, kami masih menunggu dana pendamping dari Pemerintah Daerah guna mendukung pembangunan fisik pasar tradisional Woma “ ujar Sem Munua. Lebih lanjut dikatakan, meskipun agak molor dari jadwal yang sudah ditentukan, kami tetap optimis akan rampung pada tahun anggaran 2012 ini juga, untuk itu diminta dukungan masyarakat agar pembangunan pasar tradisional Woma dapat terlaksana dengan baik dan lancar. ( humas )
-
Tambahan Bbm 173.000 Liter/ Bulan
Demikian dikatakan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Jayawijaya, Semuel Munua, ketika diwawancarai terkait dengan kondisi pasokan BBM dari Pertamina untuk Jayawijaya selama ini.
Semuel Munua mengungkapkan, bahwa kondisi BBM di Kabupaten Jayawijaya saat ini sangat kurang, bila dibandingkan dengan jumlah kebutuhan yang seharusnya dengan alokasi Kabupaten Jayawijaya yang tersedia saat ini, hal ini bisa dilihat dengan banyaknya jumlah kendaraan dari semua jenis yang beropersi di Jayawijaya, untuk kendaraan roda dua jumlahnya sebanyak 8.470 unit, mobil sebanyak 2.100 unit, sementara alokasi BBM yang tersedia hanya 760.000 liter perbulan dari semua jenis BBM, sehingga terjadi kekurangan BBM sepanjang tahun, hal ini juga dipicu oleh cepatnya perkembangan pembangunan dan pertambahan penduduk di Jayawijaya serta adanya daerah – daerah pemekaran baru disekitar Kabuapten Jayawijaya menyebabkan pemakaian terhadap BBM cukup tinggi, “ agar pendistribusiannya lebih merata dan terarah kepada masyarakat dan konsumen lainnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya memberlakukan system kupon dalam pengambilannya, dengan harapan semua konsumen BBM dapat terlayani dengan baik dan lancar “ Ujar Sem Munua.
Untuk mengatasi kekurangan stok BBM di wamena Pemerintah Kabupaten Jayawijayamelalui Dinas Perindagkop Kabupaten Jayawijaya telah mengambil langkah-langkah konkrit dengan mengajukan permohonan tambahan kuota kepada Pertamina Pusat “ Pihak Pertamina sudah melihat langsung kondisi yang ada di Kabupaten Jayawijaya saat ini, dan Pertamina hanya mampu merealisasikan 173.000 liter perbulan, padahal yang kita ajukan ke Pertamina sebanyak 1.650.000 liter “ pungkas Sem Munua.
Namun demikian Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Jayawijaya, Semuel Munua, tetap optimis untuk adanya penambahan kuota BBM di Kabupaten Jayawijaya dengan melakukan penjajakan baru dan terus mencari berbagai alternative agar kebutuhan BBM di Kabupaten Jayawijaya dapat terpenuhi sebagaimana mestinya. ( humas )