Category: Berita

  • Ini Bocoran Beberapa Agenda Penting Wapres RI Ke Wamena – Papua Pegunungan

    Ini Bocoran Beberapa Agenda Penting Wapres RI Ke Wamena – Papua Pegunungan

    WAMENA – Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H.Ma’ruf Amin dijadwalkan akan mengunjungi Wamena Ibu Kota Provinsi Papua Pegunungan pada Rabu 5 Juni 2024, setelah menyelesaikan kunjungan kerjanya di Merauke – Provinsi Papua Selatan.

    Dalam kunjungan pertama kalinya ini Wapres dijadwalkan akan melakukan sejumlah agenda penting di Ibu Kota Provinsi baru ini, salah satunya yakni pencanangan pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

    “Beberapa hal pertama yakni Wakil Presiden akan laksanakan pencanangan pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan dan Pembangunan Centra Sarana Pra Sarana di KIPP. Pencanangan Pembangunan Gedung VIP Bandara Wamena, pencanangan pembangunan Trans Papua Segmen Jalan Elelim – Benawa sepanjang 50 kilo meter dengan skema KPBU, pihak swasta yang akan membangun dalam hal ini BUMN dan Pemerintah mencicil pembiayaannya, ” ungkap Penjabat Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, Dr.Velix F. Wanggai,S.IP.,M.PA, kepada media pada Selasa (04/06/2024).

    Dr.Velix F. Wanggai,S.IP.,M.PA, Penjabar Gubernur Provinsi Papua Pegunungan

    Foto : Agris Wistrijaya

    Pembangunan dengan Skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership (PPP) merupakan skema pembiayaan infrastruktur, hal ini pertama dilakukan di Tanah Papua.

    Selain itu juga kata Pj. gubernur, Wapres juga akan melakukan pencanangan Kawasan Centra Pangan yakni di Jayawijaya, Yahukimo, Yalimo dan terakhir adalah Pencanangan Listrik Kabupaten Lanny Jaya dari 12 jam menjadi 24 jam.

    Ia juga mengatakan, dana untuk semua kegiatan pembangunan ini telah tersedia di tahun 2024, dan dilakukan pencanangan oleh Wakil Presiden sehingga sudah bisa memulai proses pembangunannya.

    “Beliau (Wapres) juga akan menyapa anak-anak bola dari Welesi dan Wouma, melihat potensi ekonomi kreatif seperti kopi dan lainnya, dan beliau juga akan melihat Noken Street Fashion, saya pikir ini dari sisi ekonomi kreatif,” terangnya.

    Kunjungan Wapres ini diperkirakan akan menghabiskan waktu selama dua jam di Wamena dan kemudian akan melanjutkan perjalanan kerjanya ke Sorong-Provinsi Papua Barat Daya.

    “Memang kehadiran beliau (Wapres) singkat, tetapi singkat atau lamanya sebuah kunjungan itu tidak berarti, yang penting adalah kehadiran beliau memberi spririt bagi kami, dan kehadiran ini akan memberi pesan kepada beliau dalam berbagai rapat-rapat kabinet, rakor-rakor lintas menteri yang beliau pimpin. Nantinya beliau bisa memberikan arahan-arahan bahwa ketika di Wamena saya menemui  situasi seperti begini, melihat potensi, dan lainnya,” tuturnya.

    Dr.Velix F. Wanggai,S.IP.,M.PA juga mengatakan, kehadiran Wapres tidak hanya untuk melihat perkembangan kesiapan KIPP, tetapi juga kehadiran Wapres untuk melihat Provinsi Papua Pegunungan dengan 8 Kabupaten, dimana ada aspek konektifitas, sumber daya alam pertanian, ekonomi kreatif, budaya dan olahraga.

    Selain memiliki peran sebagai Wakil Kepala Pemerintahan Wapres juga sebagai ‘Orang Tua Kita’, dan sebagai Kepala Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Papua, serta sebagai tokoh agama yang plural.

    Kehadiran Wapres memberi harapan dan penguatan bagi pemerintah Papua Pegunungan dan masyarakat, bahwa pemimpin negara hadir agar bisa melihat secara real bagaimana situasi alam, masyarakat, potensi alam dan sumber daya manusia di daerah ini.

    “Saya pikir kita harus memaknai kehadiran beliau dengan perspektif yang luas bahwa DOB hadir untuk kedepan bisa menggarap banyak potensi yang tersedia,” pungkasnya. (VIN/FE)

  • Festival Kopi Bakal Digelar di Wamena – Papua Pegunungan

    Festival Kopi Bakal Digelar di Wamena – Papua Pegunungan

    WAMENA – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan berencana menggelar Festival Kopi di Wamena Papua Pegunungan.

    Menyambut event yang akan digelar pada bulan Agustus mendatang, Penjabat Bupati Jayawijaya Dr.Sumule Tumbo,S.E.,M.M mengingatkan para petani kopi dan juga pengusaha kopi khususnya anak-anak asli Jayawijaya untuk bersiap agar dapat  berpartisipasi dalam event tersebut.

    Hal ini disampaikannya kepada media disela-sela kunjungannya di Distrik Pyramid, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (30/05/2024).

    Pj. Bupati Jayawijaya Dr.Sumule Tumbo,S.E.,M.M saat menerima aspirasi perwakilan petani kopi dari Distrik Pyramid, Kab.Jayawijaya

    Foto : Vina Rumbewas

    “Ini event provinsi Papua Pegunungan. yang kemudian kita kolaborasikan. Beberapa waktu lalu kami bersama pak Pj. Gubernur Papua Pegunungan sudah lakukan koordinasi dengan pimpinan Bank Indonesia cabang Papua di Jayapura dan rencananya menjelang 17 Agustus ini akan di gelar Festival Kopi di Jayapura, namun kita sampaikan dan sepakat dengan Pak Gubernur untuk lakukan juga di Wamena,” bebernya.

    Menurutnya, hal ini tentu mendorong pemerintah untuk meningkatkan pembinaan bagi para petani dan pengusaha kopi di Jayawijaya.

    “Untuk dinas terkait saya mohon diprioritaskan kebutuhan untuk mempercepat proses produksi dan kemudian nanti kita fasilitasi juga untuk pemasaran,” katanya.

    Tambahnya, ini komitmen Pemerintah Jayawijaya sehingga Aspirasi Petani Kopi perlu diidentifikasi kebutuhannya dan akan ditindak lanjuti didalam perubahan APBD 2024.

    “Semoga ini bisa berjalan bersinergi dengan DPRD, karena DPRD merupakan Wakil Rakyat sehingga harus ikut memperjuangkan kepentingan masyarakat di daerah pemilihan masing-masing. Jadi sama dengan pemerintah daerah, satu kepentingan yakni memperjuangkan kepentingan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kabupaten Jayawijaya,” tutupnya. (VIN/FE)

  • Penanaman Padi Kelompok Tani Kampung Moragame dan Perabaga Distrik Pyramid

    Penanaman Padi Kelompok Tani Kampung Moragame dan Perabaga Distrik Pyramid

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui PJ Bupati Jayawijaya Dr.Sumule Tumbo, SE.,MM bersama Asisten II Sekda Lekius Jikwa,S.Pd.,M.Si, Para Pimpinan OPD dan Anggota Forkopimda Kabupaten Jayawijaya melakukan kunjungan di Distrik Pyramid dalam rangka Penanaman Padi sebagai lahan Percontohan di setiap Distrik, Kamis (30/5/24).

    PJ Bupati Jayawijaya mengungkapkan bahwa kunjungan ini bukan hanya menanam padi saja melainkan juga mendengarkan aspirasi dan melihat secara langsung kondisi real keadaan Masyarakat di Distrik Pyramid.

    Pj. Bupati Jayawijaya Dr Sumule Tumbo, SE, MM bersama Kepala Dinas Pertanian Hendri Tatelepta, SP.,M.AP dan Masyarakat Distrik Pyramid saat menanam Padi di lahan Percontohan

    Foto: Agris Wistrijaya

    Dikatakannya bahwa Pemerintah Daerah Mendukung Penuh dalam merealisasikan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Jayawijaya.

    “Pemerintah juga akan roadshow ke setiap Distrik untuk melihat secara langsung dan hal ini merupakan dasar untuk melakukan suatu perencanaan, prioritas dan pengalokasian anggaran sesuai dengan Kebutuhan” Ungkap Pj. Bupati.

    Pj. Bupati memberikan Apresiasi Kepada Kelompok Tani Kampung Moragame dan Perabaga atas kerjasama yang baik dan semangat yang tinggi dalam mendukung Pembukaan Lahan Percontohan 1 hektar untuk satu Distrik.

    “Diharapkan bagi seluruh elemen Masyarakat untuk terlibat langsung di dalam Proses Pembangunan Daerah dan Mengontrol bersama dalam penggunaan APBD secara efektif dan transaparan agar bermanfaat bagi Masyarakat” ungkapnya.

    Pada kesempatan itu juga, Pj. Bupati mengungkapkan kepada Masyarakat untuk tidak sungkan-sungkan dalam mengemukakan kebutuhan dalam pengelolaan lahan, karena Pemerintah akan memfasilitasi sesuai dengan Skala Prioritas, seperti Kebutuhan Alat Traktor.

    Pj. Bupati Jayawijaya Dr Sumule Tumbo, SE, MM bersama Asisten II Sekda Lekius Jikwa,S.Pd.,M.Si, Kepala Dinas Pertanian Hendri Tatelepta, SP.,M.AP dan Masyarakat Distrik Pyramid saat foto bersama di Lahan Persawahan Kampung Moragame

    Foto: Agris Wistrijaya

    Pada Kesempatan itu juga, PJ Bupati juga mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya juga mendukung dan memfasilitasi di dalam pembinaan termasuk di dalam pengelolaan Kopi di Distrik Pyramid, mengingat pada Bulan Agustus akan diadakan Festival Kopi yang akan berkolaborasi dengan Bank Indonesia, Bank Papua, dan terutama Masyarakat Kabupaten Jayawijaya yang akan terlibat dalam kegiatan tersebut.

    Selain itu, Pj. Bupati Juga mengatakan bahwa Pemerintah mencanangkan sekurang-kurangnya untuk satu Distrik 1 Hektar lahan Pertanian sesuai dengan Potensi distriknya masing-masing, dan dengan sangat membanggakan Kampung Moragame terlihat menggarap 8-10 Hektar hamparan sawah.

    Dalam Diskusi bersama dengan Kepala Distrik Pyramid dan Masyarakat, PJ Bupati Menerima aspirasi Kelompok-kelompok Tani berupa sarana Produksi berupa Traktor, bibit, Sekop dan semua yang dibutuhkan untuk proses Produksi di Distrik Pyramid.

    “Hal-hal ini yang perlu diprioritaskan di dalam pengalokasian anggaran yang mana kala  dapat di lakukan pada Perubahan anggaran jika belum sesuai dengan kebutuhan layanan Masyarakat” ungkap PJ Bupati.

    “Jadi kita mau supaya semua rencana dan pengganggaran tepat sasaran sesuai dengan Kebutuhan Masyarakat kita, karena Tujuan Pemerintah adalah Melayani Masyarakat” tuturnya.

    Dr Sumule Tumbo, SE, MM juga mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk mengawal dan mengawasi pelayanan masyarakat  dalam penggunaan APBD sehingga pelaksanaanya tepat sasaran dan bermanfaat bagi Masyarakat. (AgW/AR)

  • Penyerahan Bantuan Bibit Kedelai di Distrik Hubikosi oleh Pemda Jayawijaya

    Penyerahan Bantuan Bibit Kedelai di Distrik Hubikosi oleh Pemda Jayawijaya

    Wamena – Pj. Bupati Jayawijaya Dr.Sumule Tumbo,SE.,MM bersama rombongan Asisten II Sekda Lekius Jikwa,S.Pd.,M.Si Para Pimpinan OPD dan Anggota Forkopimda Kabupaten Jayawijaya melanjutkan kunjungan di Kampung Hubikosi Distrik Hubikosi dalam rangka Penyerahan bantuan Benih/Bibit Kedelai untuk Pembukaan Lahan 1 hektar Pertanian sebagai Lahan Percontohan di Setiap Distrik, Kamis (30/5/24).

    Pemberian bibit Kedelai di Lahan Percontohan Distrik Hubikosi oleh Pj. Bupati Jayawijaya Dr.Sumule Tumbo,SE., MM bersama Asisten II Sekda Lekius Jikwa,S.Pd.,M.Si, Para Pimpinan OPD dan Anggota Forkopimda Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Agris Wistrijaya

    PJ Bupati Jayawijaya mengungkapan kepada Masyarakat Distrik Hubikosi yang hadir bahwa tujuan Pemerintah Daerah datang ke Distrik Hubikosi ini untuk melihat secara langsung dan mendengarkan Aspirasi Masyarakat.

    Pemerintah juga berkomitment untuk memfasilitasi dengan memberikan Bibit Kedelai serta Peralatan lainnya untuk di Tabur dan digunakan di lahan Percontohan.

    Terkait Wam/Babi yang banyak mati karena wabah yang dialami beberapa waktu belakangan ini, maka PJ Bupati bersama Pemerintah Daerah merencanakan untuk setiap Kepala Keluarga diberikan satu pasang bibit Babi untuk di Pelihara.

    Diungkapkannya juga bahwa kunjungan ke Distrik hubikosi bukan hanya saat ini saja, melainkan diwaktu berikut akan kembali mengunjungi Distrik Hubikosi dan diharapkan beberapa lahan dapat dikembangkan lagi.

    Penyerahan bibit Kedelai oleh PJ Bupati Jayawijaya Dr Sumule Tumbo, SE, MM Kepada Masyarakat Distrik Hubikosi

    Foto : Agris Wistrijaya

    Pj. Bupati Jayawijaya mengatakan bahwa tidak ada perbedaan dalam pelayanan kepada Masyarakat.

    “Tujuan Pemerintah Daerah Memfasilitasi Lahan Pertanian adalah agar peningkatan Kesejahteraan Kepada Masyarakat lebih cepat dan efektif dan Pemerintah akan selalu melakukan Evaluasi dalam Perkembangan Pengolahan Lahan Pertanian” tuturnya.

    Pj. Bupati juga berpesan kepada Kepala Distrik Hubikosi untuk selalu membimbing Masyarakatnya dalam mengembangkan lahan pertanian sesuai dengan potensi-potensi yang dimiliki. (AgW/AR)

  • Dr.Velix F. Wanggai,S.IP.,M.PA Pastikan Pengembangan KIPP di Wouma dan Welesi Berbasis Green dan Etnik Goverment Cluster

    Dr.Velix F. Wanggai,S.IP.,M.PA Pastikan Pengembangan KIPP di Wouma dan Welesi Berbasis Green dan Etnik Goverment Cluster

    WAMENA – Penjabat Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr.Velix F. Wanggai,S.IP.,M.PA membeberkan bahwa saat ini ada 12 Agenda yang harus dipersiapkan Perprov Papua Pegunungan, mulai dari Perencanaan, Kewilayahan, Pengisian ASN  dan Rencana Tata Ruang, termasuk bagaimana Penyiapan Sarana dan Prasarana Pemerintahan yang disebut Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

    “Kehadiran Provinsi baru ini tentu kita harus melakukan pelayanan-pelayanan publik, layanan publik harus memiliki Kantor, oleh sebab itu kita sudah punya beberapa lokasi yang tentu dibahas secara terbuka, sehingga ada keputusan bersama untuk kita membangun wilayah yang saat ini opsinya yakni kawasan Wouma dan Welesi,” ungkap Dr.Velix F. Wanggai,S.IP.,M.PA kepada media di Wamena baru-baru ini.

    Penjabat Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, Dr.Velix F. Wanggai,S.IP.,M.PA

    Foto : Vina Rumbewas

    Pemprov Papua Pegunungan bahkan telah menyiapkan Master Plane dalam Desain Pengembangan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan yang tematiknya adalah Green dan Etnik Goverment Cluster.

    Menurutnya, dari sisi ijin lokasi Konformasi Kesesuaian Kegiatan Pungutan Ruang (KKPR) sudah diterbitkan Pemerintah Jayawijaya sejak tahun 2023, dan Kementerian telah mendelegasikan ijin lokasi kepada Kabupaten, sehingga Pemprov Papua Pegunungan mulai merancang desain perkantoran.

    “Pada prinsipnya kami sangat terbuka untuk berbicara dengan berbagai pihak, dan kita mencoba mengelola satu kawasan ini dengan tematik Green Etnik Government Cluster, dengan tema spesifik yakni Urban Farm New Town,” beber Pj. Gubernur.

    Dijelaskannya, Urban Farm New Town yakni pembangunan suatu kota yang tetap berbasis pertanian, yang mana terdapat ada zona inti dan zona penyangga.

    “Jadi itu tema besar kita, yakni Urban Farm New Town. Jadi kota pemerintahan yang tetap berbasis pertanian, dan itu sebagai konsep jalan tengah untuk tetap menghormati aspek lingkungan hidup, green, dan juga menghargai aspirasi dari saudara-saudara kita, bahwa lahan pertanian dijaga di zona kita. Jadi nantinya kita tidak gunakan seluruh lahan pertanian itu untuk kawasan kantor, tapi ada zona-zona untuk kawasan pertanian,” tutupnya. (VIN/AR)

  • Ini Alasan Pj. Bupati Jayawijaya Dalam Waktu Dekat Akan Menunjuk Plt. Kepala BPKAD

    Ini Alasan Pj. Bupati Jayawijaya Dalam Waktu Dekat Akan Menunjuk Plt. Kepala BPKAD

    WAMENA – Untuk memperlancar layanan kepada masyarakat Jayawijaya, Pemerintah Jayawijaya dalam waktu dekat akan menunjuk Pelaksana Tugas Kepala BPKAD Kabupaten Jayawijaya.

    Hal ini disampaikan langsung Penjabat Bupati Jayawijaya Dr.Sumule Tumbo,S.E.,M.M kepada media di Wamena baru-baru ini.

    “Kami sampaikan agar masyarakat mengetahui, karena mereka menunggu rencana pembagian anggaran sesuai kebutuhan namun belum bisa dicairkan karena adanya pengunduran diri dari Jabatan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah tertanggal 17 Mei. Sehingga saya sampaikan secara langsung agar masyarakat memahami, dan ada satu pemahaman yang sama, sekaligus juga kami melaporkan kepada Bapak Gubernur bahwa dalam satu dua hari ini kami ijin untuk menetapkan Plt. BPKAD,” ungkapnya.

    Pj. Bupati Jayawijaya, Dr.Sumule Tumbo,S.E.,M.M

    Foto : Vina Rumbewas

    Menurut Dr.Sumule Tumbo,S.E.,M.M, pihaknya juga telah melaporkan kepada Menteri Dalam Negeri terkait pencairan dana hibah kepada KPU dan Bawaslu yang tahapannya sudah dimulai, yang mana pihak KPU sendiri meminta agar realisasi dilakukan seratus persen.

    “Inilah yang kami lihat sangat urgen untuk segera ditetapkan Pelaksana Tugas untuk mengambil alih kewenangan untuk melakukan proses pencairan, baik kepala distrik maupun kampung karena dana kampung juga terkait karena masuk melalui Rekening Kas Umum Daerah yang harus diberikan rekomendasi kepada KPPN untuk menyelurkan ke rekening kampung dan itu diproses melalui BPKAD,” jelasnya.

    Dirinya berharap, semoga dalam waktu dekat pihaknya bisa menetapkan Plt. Kepala BPKAD dan bisa melanjutkan proses pencairan semua yang terkait sesuai dengan DPA yang sudah ditetapkan. (VIN/AR)

  • Deklarasi dan Pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi

    Deklarasi dan Pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memberikan Apresiasi kepada Badan Pusat Statistik Kabupaten Jayawijaya dalam melaksanakan Kegiatan Deklarasi dan Pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Hotel Baliem Pilamo, Rabu (29/5/24).

    Kepala BPS Kabupaten Jayawijaya Arther Ludwig Purmiasa, SP mengatakan bahwa Pembangunan Zona Integritas merupakan bagaimanan membangun dan menginplementasikan Program Reformasi Birokrasi (RB) secara baik sehingga mampu menumbuhkan Budaya Kerja Birokrasi yang Anti Korupsi dan Budaya Birokrasi yang melayani Publik secara baik di Satuan Kerja.

    Foto bersama dalam Kegiatan Deklarasi dan Pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Hotel Baliem Pilamo

    Foto : Agris Wistrijaya

    Dikemukakakannya bahwa Reformasi Birokrasi adalah salah satu langkah awal dalam mendukung Program Pemerintah untuk melakukan Penataan terhadap Sistem Penyelenggaraan Organisasi yang baik, Efektif dan Efesien, sehingga dapat melayani Masyarakat secara Cepat, Tepat dan Professional dalam mewujudkan Good Govermance dan Clean Government menuju Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bersih dan  bebas dari KKN, serta meningkatnya Pelayanan Prima dan Meningkatnya Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja.

    Selain itu, Kepala BPS juga mengungkapkan bahwa Reformasi Birokrasi yang dibangun sejak tahun 2010 telah mengalami beberapa penyesuaian hingga saat ini, terdapat delapan area Perubahan yang meliputi Manajemen Perubahan, Peraturan Perundang-Undangan, SDM, Tatalaksana, Pengawasan, Pelayanan Publik, Akuntabilitas, dan Culture-Set Pegawai BPS dengan Output dan Outcome dari RB BPS itu sendiri yang bebas dari Praktek KKN, memiliki Akuntabilitas Baik dan Berkinerja Tinggi.

    “Reformasi BPS dan keterkaitannya dengan Pembangunan Zona Integritas telah disinergikan dengan membuat suatu deskresi yaitu Implementasi Program Kegiatan yang terintegrasi dalam perwujudan pencapaian Visi dan Misi BPS” tuturnya.

    Dijelaskannya bahwa Pembangunan Zona Integritas di ukur dengan dua Indikator yaitu Indikator Pengungkit 60% meliputi Manajemen Perubahan, Tata laksana, pPenataan SDM, Penguatan Pengawasan, Pengukuran Kinerja serta Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. Kemudian untuk Indikator Hasil 40% meliputi Indikator Kualitas Layanan Publik yang merupakan Survey tentang Persepsi Korupsi di External dan Persepsi Kualitas Pelayanan.

    “Untuk pengukuran external BPS secara keseluruhan termasuk BPS Kabupaten Jayawijaya telah melaksanakan Survei Kebutuhan Data yang bersifat tahunan dengan target user adalah pengguna Data BPS” ungkapnya.

    Penandatanganan Deklarasi  Pencanangan Zona Integritas  oleh Sekda Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd, MM

    Foto : Agris Wistrijaya

    Sekda Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd, MM yang hadir dalam Pencanangan Zona Integritas ini juga mengungkapkan dalam sambutannya bahwa pencanangan ini juga sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

    “Beberapa waktu yang lalu Pemerintah Kabupaten Jayawijaya telah di kunjungi oleh KPK RI dalam rangka Program Pencegahan Tindakan Korupsi, Monitoring Kinerja dan Survey Penilaian Integritas” ungkap Sekda Jayawijaya.

    Delapan Satuan Kerja (Satker) dalam Deklarasi  Pencanangan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)

    Foto : Agris Wistrijaya

    Selain itu Sekda juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya berkomitmen bersama untuk Penertiban Aset yang mana Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Wamena.

    Kegiatan ini dilanjutkan dengan Penandatanganan Deklarasi  Pencanangan Zona Integritas  oleh  Delapan Satker antara lain PJ Bupati Jayawijaya yang diwakilkan oleh Sekda Jayawijaya, Kapolres Jayawijaya Kepala Dinas Dukcapil, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Kejaksaan, Kepala Pengadilan Negeri, Kepala Bapedda, dan Rektor Universitas Yapis. (AgW/AR)

  • Pj. Bupati Jayawijaya hadiri Persemaian Padi dan panen Ikan di Distik Wita Waya Bersama Pj. Gubernur Papua Pegunungan

    Pj. Bupati Jayawijaya hadiri Persemaian Padi dan panen Ikan di Distik Wita Waya Bersama Pj. Gubernur Papua Pegunungan

    WAMENA – Pj. Bupati Jayawijaya Dr. Sumule Tumbo,S.E.,M.M dan Pj. Gubernur Papua Pegunungan Dr. Velix F. Wanggai,S.IP.,M.PA Menghadiri  program persemaian padi dan panen ikan yang di adakan di distrik Wita waya, Selasa (28 Mei 2024).

    Pj. Bupati Jayawijaya bersama Pj. Gubernur Papua Pegunungan saat panen Ikan bersama

    Foto : Imanuel Sawaki

    Pj. Bupati dalam Wawancaranya mengatakan bahwa Pemerintah bersyukur mendapat dukungan dari Kepala Distrik dan Masyarakat dalam menjalankan program 1 Hektar 1 Distrik.

    Selanjutnya Pj. Bupati Juga menyampaian ucapan terima kasihnya kepada Provinsi Papua Pegunungan dalam hal ini kepada Pj. Gubernur Papua Pegunungan yang selalu mendukung program yang menyentuh langsung kepada kepentingan Masyarakat.

    Selanjutnya Pj. Bupati juga menjelaskan bahwa kunjungan ini akan terus menerus dilakukan kepada seluruh distrik agar dapat mengoptimalkan layanan dasar kepada masyarakat, selanjutnya Pj. Bupati Juga mengajak seluruh Masyarakat untuk Bersama-sama mengawal  program ini sehingga dapat memberikan layanan Dasar kepada Masyarakat yang lebih efektif.

    Selanjutnya Pj. Bupati juga menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah telah berkomitmen Bersama seluruh Kepala Distrik untuk mengawal Bersama agar pelayanan dasar kepada Masyarakat dapat lebih efektif.

    Pj. Bupati Jayawijaya bersama Pj. Gubernur Papua Pegunungan saat menyerahkan bantuan alat kerja kepada masyarakat

    Foto : Imanuel Sawaki

    Mengakhiri Wawancaranya Pj. Bupati mengajak seluruh warga masyarakat untuk ikut mengawal program 1 hektar 1 distrik sebagai langkah pengendalian Inflasi dan  dapat menjadi langkah alternatif untuk menjaga ketahanan pangan  lokal di Jayawijaya.

    Dalam kesempatan tersebut, Pj. Bupati juga menyerahkan bantuan alat kerja kepada masyarakat. (IS/AW)

     

  • Pemkab Jayawijaya Terus Realisasikan Layanan Masyarakat di Bidang Pertanian

    Pemkab Jayawijaya Terus Realisasikan Layanan Masyarakat di Bidang Pertanian

    WAMENA –  Pemerintah Kabupaten Jawijaya merealisasikan janji layanan masyarakat dalam membuka lahan Perkebunan dan Pertanian, yang mana setiap Distrik diwajibkan membuka lahan pertanian minimal seluas satu hektar per distrik, dan hal tersebut sementara terus digaungkan.

    Hal ini disampaikan Penjabat Bupati Jayawijaya Dr.Sumule Tumbo,S.E.,M.M di sela-sela kunjungannya untuk melihat lahan pertanian yang telah dibuka oleh petani di Tulem, Distrik Witawata-Kabupaten Jayawijaya, Selasa (28/05/2024).

    Pj. Bupati Jayawijaya Dr.Sumule Tumbo,S.E.,M.M saat mendampingi Pj.Gibernur Papua Pegunungan saat memanen ikan di Kampung Tulem, Distrik Witawaya – Kab. Jayawijaya

    Foto : Vina Rumbewas

    “Kita bersyukur kepada Tuhan karena hari ini kita merealisasikan janji layanan kepada masyarakat dalam membuka lahan perkebunan dan pertanian. Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Gubernur karena mendukung penuh program kegiatan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, dan ini sudah berjalan dan kita akan melakukan kunjungan terus-menerus ke distrik-distrik yang ada,” ungkapnya.

    Penjabat Bupati berharap, semoga layanan dasar ini bisa lebih dioptimalkan. Oleh sebab itu, dirinya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk ikut mengawal efektifnya pemberian layanan dasar kepada masyarakat, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Jayawijaya.

    “Kami sudah berjanji dan berkomitmen bersama seluruh Kepala Distrik dan Kampung untuk realisasikan itu, dan merangkul masyarakat kita yang sangat membutuhkan terutama untuk pengendalian inflasi dan ketahanan pangan lokal. Sehingga ini bisa menjadi alternatif dari pangan lokal kita dan kita harapkan tidak berkekurangan,” tuturnya.

    Dirinya juga berterima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dalam hal ini dukungan langsung dari Penjabat Gubernur, yang ikut meninjau langsung kawasan pertanian dan perkebunan di kampung Tulem Distrik Witawaya.

    “Kita sudah membentuk 40 kelompok tani dan kita akan tingkatkan, semoga PUPR, Kementrian Pertanian, dan Kemendes bisa mendukung dari sisi sarana produksi dan juga anggaran untuk lebih mengoptimalkan layanan di daerah kita, yang mana ini adalah Daerah 3T yang harus di prioritaskan sebagaimana komitmen Pemerintah yakni membangun dari pinggiran,” tuturnya.

    Ia berharap, semoga nantinya Pemerintah Jayawijaya bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mengawal terus dengan berkolaborasi dan bersinergi dengan masyarakat.

    Selain menyemai bibit padi dan memanen ikan, pada kesempatan itu Penjabat Bupati juga menyerahkan peralatan perikanan bagi para petani ikan di Kampung Tulem, untuk digunakan dalam mengembangkan usaha perikanan.

    Sebelumnya, Penjabat Bupati telah melakukan Penanaman Padi secara simbolis di kawasan persawahan yang ada di Distrik Asolokobal, dan juga melakukan penanaman ubi jalar di perkebunan seluas empat hektar yang dibuka oleh petani Pisugi untuk ikut mendukung program Penjabat Bupati yakni Satu Distrik Satu Hektar lahan pertanian. (VIN/AR)

     

  • Pemprov Papua Pegunungan Dukung Tulem Jadi Kawasan Percontohan Pembangunan Pertanian

    Pemprov Papua Pegunungan Dukung Tulem Jadi Kawasan Percontohan Pembangunan Pertanian

    WAMENA –  Penjabat Gubernur Papua Pegunungan Dr.Velix F. Wanggai,S.IP.,M.PA bersama Penjabat Bupati Jayawijaya Dr.Sumule Tumbo,S.E.,M.M, menunjau langsung lahan pertanian di Distrik Witawaya Kabupaten Jayawijaya, Selasa (28/05/2024).

    Pj Gubernur Papua Pegunungan Dr.Velix F. Wanggai,S.IP.,M.PA bersama Pj Bupati Jayawijaya Dr.Sumule Tumbo,S.E.,M.M, saat menyemai padi di persawahan di Tulem, Distrik Witawaya-Kab.Jayawijaya.

    Foto : Vina Rumbewas

    Kunjungan ini juga untuk melihat progres progam pembukaan Satu Distrik Satu Hektar Lahan Pertanian yang dicanangkan Penjabat Bupati Jayawijaya di awal tahun 2024 lalu.

    Pada kesempatan ini Penjabat Gubernur dan Penjabat Bupati juga berkesempatan melakukan diskusi bersama para petani dan tokoh masyarakat dan tokoh agama di daerah itu, dan diakhiri dengan penyemaian bibit padi dan memanen ikan.

    “Pemerintah provinsi mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil oleh Penjabat Bupati Jayawijaya untuk melakukan gerakan penanaman intensivikasi lahan yang tersedia, hal ini sejalan dengan kebijakan nasional yang tentu mendorong peningkatkan lapangan kerja dan peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkap Penjabat Gubenur Provinsi Papua Pegunungan, Dr.Velix F. Wanggai,S.IP.,M.PA kepada media di lokasi pertanian Tulem.

    Lanjutnya, Pemprov Papua Pegunungan juga telah mencanangkan bahwa provinsi Papua Pegunungan adalah Provinsi Pertanian, sehingga itu tentu harus mendorong langkah terpadu untuk pengembangan pertanian.

    “Kita tidak bisa membina hanya petani tetapi kemudian bagaimana kita melihat lahan yang ada seperti pengelolaan dan sebagainya. Jadi pengelolaan pertanian ini adalah pengelolaan topik yang terpadu, mulai Dari Dinas Pertanian, perhubungan, PU, UMKM, aspek jasa logistik dan konektivitas perdagangan jadi mengelolahnya secara terpadu,” jelasnya.

    Sebagai pejabat yang ditugaskan sementara dengan masa tugas yang terbatas maka sebagai Penjabat Gubernur dirinya mendorong agar dari 8 Kabupaten yang ada di Papua Pegunungan harus dipetakan dan dipilih strategi yang tepat, salah satu sektor unggulan yakni pertanian.

    “Kita akan mencoba membangun Model Pembangunan Pertanian secara khusus di Kabupaten Jayawijaya, jadi kami tetapkan Jayawijaya yakni Libarek, Pisugi, dan Witawaya di kawasan Tulem sebagai model percontohan,” terang pj gubernur.

    Dr.Velix F. Wanggai,S.IP.,M.PA memastikan Pemprov Papua Pegunungan akan memberikan dukungan pendanaan dari beberapa sumber untuk mendukung Kabupaten Jayawijaya dan juga kelompok tani, hal tersebut sebagai bentuk komitmen Pemprov Papua Pegunungan. (VIN/AR)