Category: Berita

  • Ada Miniatur Tugu Monas di Kabupaten Jayawijaya

    Miniatur setinggi 54 meter tersebut akan dilengkapi dengan air mancur yang hampir mirip dengan Bundaran HI Jakarta.

    Selain memiliki hiasan air mancur, pemerintah setempat juga akan membangun sebuah museum khusus yang rencananya akan digunakan untuk memamerkan replika mumi dengan harga ratusan juta.

    “Jadi wisatawan yang berkunjung ke Wamena tidak perlu kesulitan untuk melihat mumi karena ada replikanya, kami juga akan memasang foto-foto bupati pertama hingga kini yang memimpin Kabupaten Jayawijaya serta membuat buku sejarah terbentuknya wilayah ini,” kata Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetipo kepada Antara, Jumat (12/8).

    Pembangunan Tugu Wio Silimo disebut-sebut akan menelan biaya sebesar Rp 150 miliar. Wio Silimo sendiri memiliki arti “tempat berkumpul”.

    Sumber : Harianpapua.com

  • Pemda Jayawijaya Siap Tambah Tenaga Guru

    Pemerintah berencana di tahun 2017 semua sarjana bisa mendaftar untuk menjadi guru dulu, siapa yang mau jadi guru bisa mendaftar, gajinya 2,5 juta rupiah per bulan, kata Bupati Wetipo ketika ditemui pada pergelaran Pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem di distrik Walesi, Senin (8/8).Hal tersebut diungkapkannya mengingat adanya permintaan dari pada pemuda Jayawijaya yang telah selesai menempuh pendidikan kuliah agar diangkat menjadi pegawai negeri. Namun menurutnya sebelum adanya pengangkatakan PNS maka para pemuda yang selesai kuliah diminta terlebih dahulu menjadi tenaga pengajar. Menurutnya sejak tiga tahun terakhir ini pemerintah belum melakukan perekrutan pegawai negeri sipil mengingat sementara saat ini tengah dilakukan moratorium PNS oleh pemerintah pusat. Untuk itu pada tahun 2017 mendatang pemerintah hanya akan melakukan penerimaan bagi tenaga guru dan tenaga medis yang saat ini sangat dibutuhkan di kabupaten Jayawijaya.Siapa yang tertarik boleh mendaftar karena di tahun 2017 mendatang kita kaan rekrut kurang lebih 500 tenaga guru relawan, untuk menjawab kebutuhan guru di Kabupaten Jayawijaya, ungkapnya. Hal ini untuk menjawab kebutuhan tenaga guru di kabupaten ini, sehingga lanjut bupati distrik-distrik dan kampung-kampung yang selam ini mengeluhkan kurangnya atau bahkan tidak ada tenaga guru dapat terjawab dengan perekrutan para sarjana yang ingin menjadi guru relawab ini. Ini untuk mencerdaskan anak-anak kita, sehingga kita rekrut para sarjana ini untuk kita angkat jadi tenaga guru, supaya tidak ada yang bilang bahwa kita punya anak-anak ini setelah menempuh pendidikan sarjana mereka kembali menjadi pengangguran tetapi mereka bisa menjadi guru dimana mereka berasal,Pungkasnya.(gin)

    sumber: http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=8755

  • Tujuh Dubes hadiri festival budaya Lembah Baliem

    Wakil Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua di Wamena, Senin mengatakan ketujuh duta besar tersebut berasal dari Swiss, Italia, Armenia, Hungaria, Bulgaria, Mexico dan India.

    “Kami berharap kedatangan para duta besar ini dapat memberikan kesan yang baik bagi Tanah Papua, khususnya Kabupaten Jayawijaya,” katanya.

    Menurut Jhon, festival budaya ini menghabiskan anggaran sebesar Rp9 miliar khusus untuk jasa pelaksana kegiatan atau Event Organizer (EO), di luar biaya lain-lain seperti pembangunan infrastruktur dan sebagainya.

    “Dana ini secara keseluruhan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Jayawijaya tanpa ada sharing dari APBN,” ujarnya.

    Dia menjelaskan pula persiapan pelaksanaan festival budaya di Distrik Walesi ini sudah mencapai 99 persen, dan sisanya untuk hari-H pelaksanaan sebagai finishing atau penyelesaian saja.

    “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Jayawijaya, apapun cuacanya ketika festival dibuka untuk ikut berpartisipasi memeriahkan agenda nasional ini,” katanya lagi.

    Sekadar diketahui, Festival Budaya Lembah Baliem ini digelar pada 8-10 Agustus 2016 di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya.

    Festival budaya ini merupakan festival yang dilaksanakan setiap tahunnya di wilayah yang akrab disebut Kota Dingin Wamena.

    Editor: Tasrief Tarmizi

    Sumber