Category: Berita

  • Pemda Dorong Raperda Pemanfaatan Ruang

    Peraturan ini merupakan penjabaran dari rencana tata ruang Kabupaten Jayawijaya tahun 2013-2033. Jadi memang pengalaman selama ini pemanfaatan ataupun pembangunan gedung di Jayawijaya, maupun dari sisi pemanfaatan dari beberapa waktu lalu ini belum kita atur sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan,”kata Kepala Bapedda Jayawijaya Petrus Mahuze kepada wartawan diruang kerjanya usai memimpin pertemuan tersebut.
    Menjurutnya, dengan adanya penyusunan raperda tentang bangunan gedung maupun dengan ijin penempatan ruang bisa memberikan kepastian hukum kepada orang,pribadai, ataupun badan hukum yang ada di Kabupaten Jayawijaya.
    Sehingga baik dari sisi bagaimana mendapatkan lokasi harus ada ijin sesuai dengan tata ruang yang ada di Kabupaten Jayawijaya. Begitu pula dengan membangun sebuah gedung, tetap harus dilakukan sesuai dengan prosedur, baik secara teknis,administrasi,maupun fisik.
    Agar kedepan bangunan-bangunan gedung yang ada maupun yang rencananya akan dibangun kedepan harus memenuhi ketentuan seperti kenyamanan,keselamatan,kesehatan,maupun dari sisi dampak lingkungannya.
    Ini yang coba kita mengatur dalam peraturan daerah ini sehingga kita berharap kedepan peraturan-peraturan daerah ini bisa dilaksanakan oleh instansi teknis nantinya. Sehingga menjadi dasar kita dalam merumuskan perencanaan khususnya dari sisi pembangunan gedung maupun dari ijin penempatan ruang yang lain,”jelasnya.
    Masih lanjut Kepala Bappeda, dalam Perda bangunan gedung diatur juga bangunan untuk perumahan, bangunan untuk usaha, bangunan untuk pemerintah,maupun  bangunan untuk keagamaan.
    Secara umum sudah diatur dalam perda bangunan gedung nanti teknis pelaksanaannya ataupun secara rinci akan diatur melalui peraturan-peraturan Bupati, jadi turunan dari peraturan daerah ini kedepan nanti. Contoh, bagaimana mengatur tentang persyaratan ijin untuk mendapatkan IMB atau persyaratan bagaimana mau membangun suatu gedung, apakah harus sesuai amdalnya, dan lainnya,”tandasnya.

    Sumber : Harian Pagi Papua 16/8/2016

  • SKPD Diminta Berpartisipasi pada Puncak Peringatan HUT RI

    “Ini tolong diperhatikan oleh semua pimpinan SKPD dan staf pada kegiatan-kegiatan dimaksud,mulai dari malam taptu,upacara pengibaran bendera,hingga upacara penurunan bendera,”kata Asisten I, Drs. Tinggal Wusono, M.Ap.
    Selain itu,dirinya juga meminta kepada masing-masing koordinator seksi dalam kepanitiaan tujuh belas agar memaksimalkan waktu yang ada dalam mempersiapkan pelaksanaan upacara bendera yang nantinya akan dilangsungkan di Lapangan Pendidikan Wamena.
    Dinas yang selama ini berwenang untuk menangani kebersihan juga diminta untuk benar-benar memaksimalkan waktu yang ada untuk mempersiapkan Lapangan Pendidikan sebagai lokasi Puncak acara perayaan HUT RI ke-71. “Untuk teman-teman yang terlibat pada kepanitian khususnya anggota-anggota seksi kami berharap bisa membantu koordinatornya untuk kelangsungan acara,”pungkasnya.

    Sumber : Harian Pagi Papua

  • Guru SD,TK dan PAUD Latih Metode Calistung

    Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Bappeda, senin (15/8) ini, diikuti para guru dan berbagai stakeholder yang berkecimpung dibidang pendidikan, mulai dari LSM hingga lembaga pemerintah, baik provinsi maupun daerah. ‘Ini merupakan hasil kerja dari Pengembangan metodologi pendidikan di tingkat PAUD,TK, dan SD, dan sudah dikembangkan sejak tahun 2013 hingga sekarang. Metodologi ini disiapkan untuk melatih guru dan metodologi ini sangat bagus, karena dapat membantu guru yang tidak memiliki ketrampilan yang baik untuk mengajarkan anak agara bisa membaca,menulis, dan berhitung,”ungkap Asisten II Gaad P.Tabuni saat membuka kegiatan pelatihan tersebut.
    Oleh karena itu metodologi yang telah disusun secara tertata ini diharapkan dapat dipelajari dengan baik sehingga kedepan dapat diterapkan oleh para guru kepada para murid. Dengan itu maka para anak didik dapat dengan mudah menangkap apa yang disampaikan oleh guru. Sementara itu, Ny.Yustina Yeni Banua, selaku Bunda PAUD Jayawijaya, sangat mendukung penuh penerapan metode calistung ini dan berharap dengan metode ini para guru lebih mudah dalam mendidik murid. “Disini kami dipercayakan untuk mendampingi dimana nanti ada sekolah-sekolah paud yang dibentuk dalam pembelanjarannya tentunya akan kami selalu damping, dan kegiatan ini sangat positif sekali karena melalui metode ini guru dapat dengan cepat membantu motoric anak untuk menjadi lebih cerdas,”ungkap Ny.Yustina.
    Pada kesempatan yang sama Rossa Hans, konsultan Pendidikan Jayawijaya, mengatakan bahwa metode ini sangat sederhana sehingga akan sangat mudah dipahami oleh para guru, karena disusun dengan cara sederhana. Buku dipakai nantinyapara guru tidak harus ada rencana pembelajarannya,aktifitas,alat peraga,cerita anak,serta evaluasi sehingga guru hanya tinggal memilih metode apa yang akan digunakan untuk mengajar. Karena menurutnya disini tidak terlalu banyak buku untuk anak-anak untuk bisa mengerti dengan membaca sendiri.

    Sumber : Harian Pagi Papua

  • Pemerintah dan PDAM Rencanakan Buka Intake di Sungai Wasi

    Dalam sambutan Bupati Jayawijaya jhon Wempi Wetipo SH,MH, yang dibacakan Asisten I Drs. Tinggal Wusono,M.Ap bahwa berdasarkan UU Nomor 23 tahun 2014 diamanatkan bahwa pemenuhan kebutuhan minimal air minum yang layak kualitas,kuantitas,kontinuitas,serta keterjangkauan merupakan kewajiban pemerintah daerah. Untuk itu dirinya mengharapkan dukungan penuh baik dari seluruh pihak baik pemerintah pusat, provinsi, maupun jajaran di lingkungan pemerintah Jayawijaya.
    Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jayawijaya, Max Hattu, mengungkapkan bahwa untuk menjawab kebutuhan air yang kini tidak memadai lagi maka dinas pekerjaan umum telah menyiapkan sebuah dokumen secara komprehensif, yang nantinya akan menjadi dasar untuk perencanaan sapam air minum kedepan dalam hal ini yang akan dibangun diwalesi.“Hasilnya ini yang saat ini diseminarkan, karena upaya Pemerintah Daerah melaui Departemen PU telah membangunkan intake di sungai Wasi di Distrik Walesi sebagai pengganti dari intake dinapua yang sudah tidak memadai dan intake Walesi sudah memasuki tahun ke dua pembangunannya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi.”kata Dia.

    Sumber : Harian Pagi Papua