Category: Ekonomi & Dunia Usaha

  • 150 Pelaku UMKM Manfaatkan Momen FBLB untuk Raup Cuan

    150 Pelaku UMKM Manfaatkan Momen FBLB untuk Raup Cuan

    WAMENA – Sebanyak 150 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terlibat langsung dalam rangkaian event Festival Budaya Lembah Baliem Ke-34 Tahun 2026. Mulai dari FBLB di Welesi, Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion hingga Karnaval Budaya Nusantara yang digelar di pusat kota Wamena.

    Hal ini diungkapkan Naftali Rumbiak, selaku Wakil Ketua Pelaksana FBLB Ke-34 Tahun 2026.

    “Sebanyak 150 UMKM terlibat langsung dalam rangkaian kegiatan FBLB, terbagi dari 54 pelaku UMKM di lokasi festival di Welesi, dan 96 UMKM di festival kopi dan noken street fashion,” ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di Wamena Coffee Festival, Senin (10/8/2026).

    Ketua TP PKK Kab. Jayawijaya Ny. Ida Wati Waromi Murip, saat mengunjungi lapak Noken Mama Papua di yang digelar pada event Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion di Tugu Salib Wamena, Senin (10/8/2026).

    Foto : Vina Rumbewas

    150 pelaku UMKM ini menjajakan berbagai jenis kuliner (tradisional dan kekinian), berbagai jenis kerajinan, hingga hasil bumi dari Lembah Baliem.

    Dari berbagai produk UMKM yang ditawarkan kepada para pengunjung selama empat hari ini, terungkap rata-rata pelaku UMKM mampu meraup omset ratusan ribu hingga jutaan rupiah per hari.

    “Selama empat hari event rata-rata keuntungan mereka lebih dari 500 ribu per hari. Bahkan ada pengrajin noken dan aksesori yang omsetnya tembus hingga 10 juta rupiah selama empat hari berjualan,” ungkap Naftali Rumbiak.

    Meski demikian kata Naftali tidak dipungkiri ada juga pelaku UMKM yang belum memenuhi itu. Namun jika diratakan  omset para pedagang mencapai 500 ribu hingga 1 juta rupiah per hari selama event.

    Event Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion di Tugu Salib Wamena, Senin (10/8/2026).

    Foto : Vina Rumbewas

    Dinas Pariwisata Kabupaten Jayawijaya awalnya menargetkan 100 UMKM yang akan berpartisipasi dalam rangkaian event ini, namun tingginya minat pelaku usaha sehingga UMKM yang mendaftar tembus 150 peserta, baik yang mendaftar secara online maupun offline.

    “Ini pertama kalinya FBLB kita gelar bersamaan dengan Wamena Coffee Festival, dan Noken Street Fashion. Ternyata minat masyarakat dan pelaku UMKM luar biasa. Kami mengucapkan terimakasih kepada semua UMKM dan warga Welesi serta warga Wamena, dari pimpinan hingga masyarakat kami ucapkan terimakasih karena semua kegiatan berjalan dengan baik,” ujarnya.

    Dirinya berharap kedepan kegiatan-kegiatan seperti ini masih bisa dianggarkan atau diijinkan untuk di selenggarakan. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada bupati dan wakil bupati Jayawijaya yang telah memberi kepercayaan kepada Dinas Pariwisata untuk menangani langsung event ini. (Vina Rumbewas/Martina Matuan)

  • Menteri Koperasi Soroti Potensi UMKM Lewat Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion

    Menteri Koperasi Soroti Potensi UMKM Lewat Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion

    Wamena – Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Jayawijaya untuk membentuk koperasi sebagai wadah bersama dalam memperkuat dan mengembangkan usaha masyarakat.

    Hal tersebut disampaikan Ferry Juliantono saat memberikan sambutan dalam Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion 2026, yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34, di halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Sabtu (8/8/2026).

    Dalam sambutannya, Ferry menyampaikan kekagumannya terhadap keindahan alam, kekayaan budaya, kesenian, serta potensi ekonomi kreatif yang dimiliki Lembah Baliem, Jayawijaya, dan Papua Pegunungan.

    Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono membuka kegiatan Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion 2026 di depan Kantor Bupati Jayawijaya

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    Ia mengatakan, kunjungannya ke Papua Pegunungan diawali dari Kabupaten Yahukimo bersama sejumlah tim untuk menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Desa Merah Putih sekaligus meninjau kesiapan dapur program pemerintah. Dari Yahukimo, ia kemudian melanjutkan perjalanan ke Wamena.

    “Dari Yahukimo kami langsung ke Wamena, kemudian pagi tadi bersama-sama Pak Bupati dan Ibu Wakil Menteri Pariwisata datang ke Lembah Baliem yang indah luar biasa,” ujar Ferry.

    Menurutnya, Festival Budaya Lembah Baliem menunjukkan bahwa Jayawijaya memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Tidak hanya dari keindahan alam, tetapi juga dari kekayaan budaya, berbagai pertunjukan kesenian, permainan tradisional hingga produk UMKM yang ditampilkan selama festival.

    Ferry juga menyoroti kehadiran wisatawan mancanegara yang datang menyaksikan Festival Budaya Lembah Baliem.

    “Banyak sekali turis, selain turis Nusantara, juga turis dari berbagai negara di Asia, Eropa, Amerika. Hampir dari berbagai belahan dunia datang ke Lembah Baliem,” katanya.

    Ia menilai kondisi tersebut merupakan peluang besar bagi masyarakat dan pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan perekonomian daerah.

    Karena itu, Kementerian Koperasi menyatakan siap mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat di Jayawijaya melalui penguatan kelembagaan koperasi.

    Ferry juga mengungkapkan adanya kesepakatan bersama dengan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa untuk mendukung sanggar-sanggar seni yang menjadi peserta Festival Budaya Lembah Baliem.

    Menurutnya, dukungan tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi dan pembentukan koperasi yang melibatkan sanggar-sanggar di berbagai distrik, dengan dukungan Kementerian Koperasi dan Kementerian Pariwisata.

    “Kami sudah bersepakat untuk membantu sanggar-sanggar yang ada di distrik sebagai peserta Festival Lembah Baliem. Sanggar-sanggar tersebut akan kita dukung melalui kolaborasi dengan membentuk koperasi bersama,” jelasnya.

    Ferry berharap langkah tersebut dapat memberikan dampak terhadap penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem pada tahun-tahun mendatang. Ia menargetkan festival tersebut dapat semakin dikenal dan mampu menarik lebih banyak wisatawan Nusantara maupun mancanegara.

    “Supaya nanti Festival Lembah Baliem tahun 2027 akan dihadiri jauh lebih banyak turis Nusantara dan turis mancanegara yang datang ke Lembah Baliem, serta lebih banyak peserta yang ikut menyemarakkan festival,” ujarnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Ferry secara khusus mengajak para pelaku UMKM di Wamena dan Jayawijaya untuk tidak berjalan sendiri-sendiri dalam mengembangkan usahanya.

    Ia mendorong pelaku usaha makanan, pakaian, kerajinan, kopi, hingga berbagai produk lokal lainnya untuk membentuk dan bergabung dalam koperasi.

    “Saya hanya ingin kepada seluruh pelaku UMKM, apakah itu produk makanan, produk pakaian, produk kerajinan, atau produk apa pun dari para pelaku UMKM yang ada di Wamena dan Jayawijaya, sebaiknya mendirikan koperasi,” tegasnya.

    Menurut Ferry, koperasi dapat menjadi wadah bersama bagi pelaku UMKM untuk memperkuat usaha, meningkatkan akses pasar, serta mengembangkan potensi ekonomi lokal secara lebih terorganisir.

    Ia menilai Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion menjadi contoh bagaimana potensi produk lokal dapat dipadukan dengan sektor pariwisata dan budaya.

    Ferry berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, kementerian, pelaku UMKM, komunitas budaya, serta masyarakat dapat terus diperkuat sehingga potensi Lembah Baliem tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Jayawijaya.

    “Ini adalah modal yang luar biasa yang dimiliki Wamena, Jayawijaya dan Papua Pegunungan. Karena itu harus kita dukung bersama,” pungkasnya. (Agris Wistrijaya/Martina Matuan)

  • Pemda Jayawijaya Gelar Lapak Kuliner dan Nobar Piala Dunia di Area Tugu Salib

    Pemda Jayawijaya Gelar Lapak Kuliner dan Nobar Piala Dunia di Area Tugu Salib

    WAMENA – Dimomen evoria Piala Dunia ini, pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui beberapa dinas terkait berkolaborasi menghidupkan ekonomi UMKM di daerah itu.

    Mulai Jumat, 26 Juni 2026, pemerintah Jayawijaya menyediakan tempat di sekitar Tugu Salib agar dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk dapat mendirikan lapak jualan, mulai dari aneka kuliner hingga kerajinan.

    Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup sekaligus Ketua TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Jayawijaya, Ny. Idawati Waromi Murip, didampingi Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Imanuel H. Medlama, saat meninjau langsung lapak-lapak UMKM di Tugu Salib Wamena, Jumat (26/6/2026).

    Foto : Vina Rumbewas

    Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup sekaligus Ketua TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Jayawijaya, Ny. Idawati Waromi Murip, mengungkapkan bahwa even ini digelar atas seijin Bupati Jayawijaya sehingga DLH turun langsung untuk melakukan pembersihan area yang akan didirikan lapak-lapak UMKM.

    “Hari ini kami mulai lakukan pembersihan dan membuka lapak-lapak UMKM yang diharapkan bisa membantu perekonomian masyarakat kita. Bapak ibu yang mau mendaftarkan UMKMnya silahkan,” ungkap Ketua Dekranasda Jayawijaya saat diwawancarai disela-sela kegiatan di Tugu Salib, Jumat (26/6/2026).

    Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup sekaligus Ketua TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Jayawijaya, Ny. Idawati Waromi Murip, didampingi Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Imanuel H. Medlama, saat meninjau proses pembersihan jalan sekitar Tugus Salib Wamena yang akan di gelar lapak UMKM. Jumat (26/6/2026).

    Foto : Vina Rumbewas

    Idawati menyebut, digelarnya lapak bagi pelaku UMKM ini dikoordinir langsung oleh Diskominfo, dan akan berlangsung selama momen Piala Dunia. Sehingga selain menikmati kuliner di lapak-lapak yang tersedia, nantinya warga juga dapat menyaksikan hiburan sepak bola baik piala dunia maupun piala presiden, yang ditayangkan secara langsung melalui layar videotrone milik pemda Jayawijaya.

    “Khusus untuk pengelolaan kawasan Menara Salib kami dari DLH akan menjaga kebersihan area ini, karena ini merupakan area olahraga, rekreasi dan wisata di kota kita. Selain itu ini menjadi tempat dimana masyarakat bisa berkumpul, dan berdiskusi, dimana kita bisa sama-sama meningkatkan UMKM kita,” jelasnya.

    Lanjut Ny. Idawati, PKK maupun Dekranasda Jayawijaya selalu siap mendukung setiap program kerja pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

    Dikesempatan yang sama, Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Imanuel H. Medlama mengatakan kegiatan ini tidak hanya DLH dan Diskominfo tetapi juga melibatkan beberapa OPD terkait, seperti  Disnakerindagkop, Dishub dan Dinas Pemuda dan Olahraga. Para OPD ini berkolaborasi untuk menyajikan hiburan olahraga bagi warga sekaligus mendorong ekonomi masyarakat.

    “Harapannya UMKM yang ada dalam pembinaan pemerintah ini bisa menyediakan jualan-jualan, baik itu produk makanan ringan, maupun kerajinan sulam, dan lainnya, yang nanti dikoordinir langsung ketua Dekranasda,” jelasnya.

    Ia juga berharap area Tugu Salib ini bisa dimanfaatkan warga untuk berekreasi dengan menonton hiburan olahraga secara bersama-sama, sehingga tumbuh kebersamaan dan persatuan di Jayawijaya.

    “Dalam pengembangannya, rencananya kami juga akan sajikan beberapa podcast maupun layanan hiburan lainnya,” jelasnya.

    Tambah Imanuel Medlama, kedepan pemerintah akan menetapkan standar retribusi, sesuai dengan peraturan daerah yang ada, sehingga momen ini juga menjadi momen untuk dilakukan sosialisasi kepada para pelaku UMKM.

    “Untuk UMKM yang hendak membuka lapak ada persyaratannya, sehingga nanti mereka akan sesuaikan,” tutupnya. (Vina Rumbewas/Martina Matuan)

  • Bupati Jayawijaya Luncurkan Bantuan Perlengkapan Usaha Sebagai Role Model Pemuda Mandiri

    Bupati Jayawijaya Luncurkan Bantuan Perlengkapan Usaha Sebagai Role Model Pemuda Mandiri

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memberikan bantuan bagi para pelaku usaha kecil, dan juga para penyedia jasa ojek yang ada di dua puluh pangkalan di kota Wamena.

    Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, yang didampingi Ketua TP-PKK Ny. Idawati Murip, yang juga merupakan Ketua Dekranasda Jayawijaya.

    Program ini diarahkan khusus bagi pengusaha kecil, diantaranya pedagang kopi, pedagang sayur keliling, dan penjual makanan gerobak, yang hampir semuanya merupakan pengusaha kecil asli Papua yang rata-rata sehari-hari berjualan di sekitar menara salib.

    Sementara bantuan bagi penyedia jasa ojek berupa rompi, perlengkapan kebersihan, serta uang kas bagi setiap pangkalan senilai Rp 1 Juta.

    Bupati Jayawijaya, Atenius Murip mengatakan, bantuan berupa sarana pendukung ini bertujuan untuk membantu meningkatkan usaha para pengusaha kecil ini.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip yang didampingi Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Jayawijaya Ny. Idawati Murip, saat menyerahkan bantuan kepada pengusaha kecil sebagai Role Model Pemuda Mandiri. Bantuan yang diserahkan berupa meja jualan kopi, gerobak dorong, gerobak sayur keliling.

    Foto : Vina Rumbewas

    “Hari ini pemerintah beri bantuan langsung kepada teman-teman UMKM, yang biasa berjualan kopi kita berikan sarana prasara pendukung seperti meja, kursi duduk, pemanas dan lain-lain, untuk meningkatkan ekonomi mereka,” ungkap Bupati Jayawijaya Atenius Murip, usai penyerahan bantuan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Jumat (1/5/2026).

    Menurutnya bantuan ini mungkin belum seberapa, tetapi bagian dari upaya memacu semangat pelaku UMKM lain untuk bisa mengembangkan talenta di bidang ekonomi, serta peningkatan pelayanan jasa angkutan ojek.

    Dikesempatan yang sama, Ketua TP-PKK Jayawijaya, Ny. Idawati Murip menyampaikan bahwa untuk menyukseskan program ini pihaknya berkolaborasi dengan Dekranasda Jayawijaya dan juga Dinas Lingkungan Hidup.

    “Kegiatan ini kami bekerja sama dengan DLH, PKK, dan Dekranasda. Pemerintah pusat memberikan bantuan untuk role model yaitu anak-anak muda, khusus dari Dekranasda ada UMKM-UMKM berupa meja kopi yang kami siapkan untuk usaha-usaha mandiri yang sudah dilaksanakan,” jelasnya.

    Menurutnya, pemerintah hanya membantu menambah sarana prasarana fasilitas para pelaku usaha kecil ini agar terlihat rapi, dan bisa meningkatakan daya tarik wisata di Kota Wamena.

    “Kami mulai menata satu persatu apa yang sudah mereka kerjakan. Usaha mandiri ini kami dari pemda melalui Dekranasda dan juga PKK kabupaten pun membantu hal-hal ini,” jelasnya.

    Bantuan role model pemuda mandiri ini kata ketua dekranasda diterima hampir sekitar 10 sepuluh pengusaha kecil, yang sebagian besar merupakan anak muda dan mahasiswa, serta mama-mama pedagang yang sehari-hari berjualan di sekitar Tugu Wio Silimo atau Menara Salib.

    “Jadi kami menata meja kopi mereka sehingga mereka jualan lebih baik lagi,” katanya.

    Bahkan dia berharap kedepan  akan mendampingi para pengusaha kecil ini untuk mendapatkan pengetahuan seputar ijin usaha.

    “Jadi apapun usaha yang sudah dikerjakan kami mengambil bagian untuk membantu dari sisi pemerintah maupun sebagai mitra,” tutup Ny. Idawati Murip. (Vina Rumbewas/Martina Matuan)

  • Kenaikan BBM, Pemda Jayawijaya Akan Sesuaikan Kebijakan Pemerintah Pusat

    Kenaikan BBM, Pemda Jayawijaya Akan Sesuaikan Kebijakan Pemerintah Pusat

    WAMENA – Pemerintah Jayawijaya memastikan akan menyesuaikan kebijakan pemerintah pusat terkait dampak kenaikan harga BBM. Meskipun hingga kini Pemerintah Pusat belum memutuskan untuk menaikan harga BBM baik subsidi maupun non-subsidi.

    Hal ini disampaikan Bupati Jayawijaya Atenius Murip, saat di wawancarai wartawan di Wamena – Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (1/4/2026).

    Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, saat diwawancarai di Wamena, Rabu (1/4/2026)

    Foto : Vina Rumbewas

    “Kita belum mengambil langkah-langkah untuk menyiapkan BBM dari mana-mana, karena sumber BBM kita hanya satu dan kita sebagai penerima,” ungkap Bupati.

    Meski demikian Bupati mengatakan apapun kebijakan yang nanti akan dikeluarkan pemerintah Pusat terkait BBM tentu akan disesuaikan oleh pemerintah daerah.

    “Harga pasti kita sesuaikan dengan pusat, kalau pusat sudah tentukan maka tidak bisa ada kebijakan lain lagi,” katanya.

    Jayawijaya merupakan ibu kota provinsi Papua Pegunungan, dimana delapan puluh persen akses ke kota ini melalui jalur udara, baik manusia maupun barang.

    Sehingga, jika ada kenaikan harga BBM tentu akan berdampak besar pada arus transportasi dan perekonomian di Papua Pegunungan.

    Bersadarkan hasil pantau belum terlihat antrian di SPBU-SPBU yang ada di kota Wamena, beberapa harga bahan pokok pun terpantau belum mengalami kenaikan.

    Aktifitas pengisian bahan bakar di sebuah SPBU di kota Wamena, Kamis (2/4/2026)

    Foto : Istimewa

    Namun berdasarkan data terbaru, maskapai Trigana Air pertanggal 3 April 2026 resmi melakukan penyesuaikan tarif kargo, dampak  kenaikan harga avtur yang cukup signifikan.

    Ahmad Irwan Rochendi selaku Area Manager Trigana Air Papua, mengatakan kenaikan tarif angkutan kargo disesuaikan dengan harga avtur.

    “Ini otomatis, kenaikannya 63 persen untuk harga avtur, sehingga kita menyesuaikan tarif kargonya. Kalau sebelumnya harga kargo Jayapura – Wamena Rp 9.500 per kilogram kini naik Rp 12.500 per kilogram,” ujarnya saat dihubungi melalui ponsel, Kamis (2/4/2026).

    Tarif baru penyesuaian biaya operasional penerbangan khusus Trigana kargo akan mulai diberlakukan pada Jumat 3 April 2026. (Vina Rumbewas/Martina Matuan)

     

  • Penuhi Kebutuhan Pangan Masyarakat Jelang Idul Fitri Pemkab Jayawijaya Gandeng Bulog Wamena Gelar Gerakan Pangan Murah

    Penuhi Kebutuhan Pangan Masyarakat Jelang Idul Fitri Pemkab Jayawijaya Gandeng Bulog Wamena Gelar Gerakan Pangan Murah

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggandeng Bulog Wamena melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM), dalam rangka menghadapi perayaan Idul Fitri 1447 Hijria, diserbu oleh raturan warga Kota Wamena, kegiatan tersebut dipusatkan di halaman Koramil Wamena Kota, Sabtu 13 Maret 2026.

    Plt. Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono. M.AP menyatakan Gerakan Pangan Murah (GPM) ini selain membantu warga yang merayakan Idul Fitri, sekaligus melakukan menjadi upaya pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi daerah khususnya di kabupaten Jayawijaya yang menjadi barometer untuk Provinsi Papua Pegunungan.

    “Kami berharap Gerakan Pangan Murah ini memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam mencukupi kebutuhannya, khususnya yang merayakan Idul Fitri,”ungkapnya di Kota Wamena.

    Ratusan Warga Kota Wamena memenuhi halaman Koramil Wamena kota Untuk mendapatkan sembako dibawah harga pasar dalam Gerakan Pangan Murahn (GPM) yang dilakukan Pemkab Jayawijaya dan Bulog Wamena.

    Foto : Denny Tonjauw

    Plt Sekda juga menyebutkan, jika pemerintah daerah akan terus menjadwalkan gerakan pangan murah ini untuk membantu masyarakat di wilayah Kota Wamena maupun di distrik-distrik, pemerintah akan tetap bekerjasama dengan Bulog Wamena untuk memberikan jaminan ketersediaan bahan pokok dipasaran Wamena.

    “Kami juga akan terus memantau stabilitas harga dipasaran Wamena agar tak ada barang yang dinaikan dinaikan sepihak oleh pedagang, agar tidak meresahkan masyarakat, serta melakukan pengawasan terhadap barang yang tak layak dijual atau kedarluarsa,” kata Tinggal Wusono.

    Plt. Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono.M.AP didampingi Danramil Wamena Kota, Wakapolres Jayawijaya dan Kadis Pertanian Jayawijaya menyerahkanpaket GPM kepada masyarakat.

    Foto : Denny Tonjauw

    Ditempat yang sama Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lekius Yikwa, S.IP mengaku GPM ini dilakukan dengan menggunakan APBD Kabupaten Jayawijaya lewat DPA dinas tersebut, sehingga bisa menyediakan sembako dengan harga yang terjangkau untuk masyarakat dalam rangka merayakan Idul Fitri.

    “Kita lihat saat ini animo masyarakat antusias dalam Gerakan Pangan Murah yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Bulog Wamena, masyarakat bisa berbelanja kebutuhannya dalam menghadapi hari besar keagamaan,” jelas Lekius.

    Sementara itu kepada Bulog Wamena Dedi Rahman menjelaskan untuk partisipasi bulog dalam GPM ini membawa beras SPHP yang sudah dikemas dalam karung berukuran 5 kg sebanyak 5 Ton dengan harga jual Rp 65.000 per karung, selain itu bulog juga menyediakan minyak goreng 500 liter dan Gula pasir 1 Ton.

    “Untuk GMP ini khusus untuk beras SPHP di batasi satu orang hanya bisa membeli 10 Kg, sementara ketahan stok sendiri menjalang hari raya Idul Fitri stok di bulog masih cukup memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutup Dedi Rahman. (Denny Tonjauw/ Martina Matuan)

  • Bupati Jayawijaya bertemu dengan Menteri Perdagangan RI bahas Pembangunan Pasar dan Penguatan UMKM

    Bupati Jayawijaya bertemu dengan Menteri Perdagangan RI bahas Pembangunan Pasar dan Penguatan UMKM

    Jakarta, – Bupati Kabupaten Jayawijaya, Atenius Murip, S.H, M.H melakukan pertemuan bersama Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, di ruang kerja Menteri Perdagangan di Jakarta pada Kamis 26 Februari 2026.

    Pertemuan tersebut membahas rencana pembangunan dan pengembangan pasar rakyat serta penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Jayawijaya sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Bupati Jayawijaya Atenius murip, S.H M.H bertemu Menteri Perdagangan RI Dr. Budi Santoso, M.Si bahas dukungan pembangunan Pasar dan penguatan UMKM.

    Foto : Pemda Jayawijaya

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk terus membenahi infrastruktur perdagangan, termasuk revitalisasi pasar tradisional serta pembangunan pasar yang representatif dan higenis.

    Hal ini dinilai penting guna menciptakan ekosistem perdagangan yang tertata, aman, dan mampu meningkatkan daya saing produk lokal.

    “Kami berharap dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan RI dalam pembangunan pasar dan penguatan UMKM di Kabupaten Jayawijaya. Potensi komoditas lokal kami sangat besar, baik hasil pertanian, kerajinan tangan, maupun produk olahan masyarakat, yang perlu didukung dari sisi sarana prasarana serta akses pemasaran,” ungkap Bupati.

    Ia juga menegaskan bahwa pembangunan pasar yang layak dan modern akan berdampak langsung pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi pusat distribusi barang yang efektif di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

    Pada Kesempatan itu, Menteri Perdagangan RI, Dr. Budi Santoso, M.Si., menyambut baik usulan dan aspirasi yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

    Menurutnya, Kementerian Perdagangan berkomitmen mendukung pengembangan pasar rakyat dan UMKM di berbagai daerah, termasuk di wilayah Papua, sebagai bagian dari program pemerataan ekonomi nasional.

    Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam mewujudkan pembangunan sektor perdagangan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat kecil.

    Dengan adanya dukungan dari Kementerian Perdagangan, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya optimis pembangunan pasar dan penguatan UMKM dapat segera direalisasikan demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih maju dan mandiri. (Agris/Martina)

  • Pembukaan Festival Kuliner Ramadhan Ramai di Padati Pembeli Takjil

    Pembukaan Festival Kuliner Ramadhan Ramai di Padati Pembeli Takjil

     

    WAMENA – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya turut mendukung pelaksanaan Festival Ramadhan yang diadakan di area lingkungan Mall Wamena, Kamis 19 Februari 2026.

    Festival Kuliner Ramadhan ini di buka langsung oleh Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kabupaten Jayawijaya sekaligus Plt. Kadis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayawijaya Dr. Idawati Waromi Murip, Sp.KJ yang sangat mendukung adanya Festival Ramadhan ini.

    Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kabupaten Jayawijaya sekaligus Plt. Kadis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayawijaya  Dr. Idawati Waromi Murip, Sp.KJ dan didampingi beberapa kepala OPD saat mengunting pita dalam pembukaan Festival Ramadhan di Area Mall Wamena.

    Foto : Agris

    Menurut ketua Dekranasa, kegiatan Festival ini sudah di persiapkan dari jauh hari dan sudah dilakukan pertemuan-pertemuan beberapa kali hingga akhirnya di hari pertama puasa bisa berjalan dengan baik.

    “Kami sudah lakukan pertemuan-pertemuan dengan panitia pelaksana Festival Ramadhan dan kami bersyukur pembukaan Festival Ramdhan ini bisa lancar dan banyak pengunjung yang datang ke stand-stand yang telah siap menjual makanan takjil,”ucapnya.

    Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut meramaikan festival Ramadhan yang ada di area Mall Wamena, baik bagi yang berpuasa maupun yang tidak berpuasa bisa ikut mendukung terlaksananya festival Ramadhan ini. Hari pertama  Festival Ramdhan ini banyak pengunjung memadati area stand, mulai dari pekerja kantoran, berbagai komunitas, keluarga, pelajar dan pemuda-pemudi serta anak-anak ikut memeriahkan Festival Ramadhan ini.

    “Pembukaan Festival Ramdhan ini dibuka dengan doa ucapan syukur dan kami sudah melihat stand-stand penjualan takjil. Mari bapak/ibu kita bisa menikmati berbagai makanan yang dijual untuk buka puasa bersama,”ujarnya.

    Sementara itu, terkait pembersihan area Stand Panjualan, menurut Plt.Kadis DLH pihaknya telah melakukan koordinasi untuk dilakukan Pembersihan sebelum dan sesudah penjualan.

    Plt. Kadis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayawijaya  Dr. Idawati Waromi Murip, Sp.KJ saat membeli takjil di salah satu stand di Festival Ramadhan Area Mall Wamena.

    Foto : Agris

    ” Kami dari DLH sudah berkoordinasi dengan ibu-ibu penjual takjil untuk pembersihan akan dilakukan sebelum Pembukaan stand dan setelah Penjualan akan ada tim pembersihan yang disiapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup, “ucapnya.

    Selain tim kebersihan, ada juga tim keamanan dari Satpol PP dan Polisi Baliem serta dibantu oleh TNI/Polri yang dikhususkan untuk menjaga area stand penjualan takjil.

    Sebagai ketua Tim Dekranasa Kabupaten Jayawijaya, ia mengungkapkan kegiatan seperti ini akan tetap dilakukan setiap tahun dan akan menjadi kegiatan rutin yang bermanfaat untuk meningkatkan UMKM Kabupaten Jayawijaya.

    “Kegiatan-kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan, sebagai ibukota Provinsi Papua Pagunungan. Kota wamena akan menjadi contoh bagi 7 Kabupaten lainnya bisa melakukan kegiatan yang sama sehingga perekonomian dapat berputar dan juga berdampak pada PAD Kabupaten Jayawijaya,”tuturnya. (Agris/Martina)

  • Noken Cenderawasih Wilayah Bomta siap diluncurkan

    Noken Cenderawasih Wilayah Bomta siap diluncurkan

    Wamena – 5 Distrik wilayah Bomta yakni Bolakme, Molagalome, Tagime, Tagineri dan Pyramid gelar pertemuan persiapan peluncuran Noken Cendrawasih di Wio Lantai I Kantor Bupati Jayawijaya pada hari jumat 13 Februari 2026.

    Rapat Pembentukan Panitia Launching Noken Cendrawasih Wilayah Bomtag

    Foto : Agris Wistrijaya

    Kepala Distrik Bolakme yang juga merupakan ketua asosiasi kepala 40 kepala distrik Nius Wenda mengatakan bahwa pertemuan gabungan 5 distrik ini untuk mempersatukan persepsi peluncuran noken cenderawasih di wilayah bomta.

    “Saat ini kami lakukan pertemuan gabungan 5 Kepala Distrik 48 Kepala Kampung Tokoh- Intelektual, tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan untuk menyatukan pendapat terkait peluncuran noken cenderawasih 6 wilayah Bomta yang sudah cukup berkembang diwilayah kami,” ucapnya.

    Menurutnya pertemuan ini sangat penting untuk menentukan waktu peluncuran dengan membentuk panitia yang akan mengakomodir seluruh kegiatan peluncuran.

    “Kami harap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya dalam hal ini Bupati dan wakil Bupati Jayawijaya dapat membantu kami untuk mempublikasikan secara nasional noken cenderawasih khas Wilayah Bomtag,” ucapnya.

    Hal ini ia yakini dapat mengembangkan potensi Ekonomi Kreatif dari Kabupaten Jayawijaya terutama Wilayah Bomtag.

    Ia juga yakin bahwa mama-mama pengrajin Noken sudah sangat siap untuk meluncurkan Noken cenderawasih khas bomtag.

    Sementara itu, ketua IKB Bomtag Eliser Ginia mengatakan bahwa dengan di tetapkannya Noken Cenderawasih khas Bomtag menandakan identitas wilayah yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

    “Kami akan terus mendukung kebijakan-kebijakan Pemerintah dalam mendukung kreatifitas terutama dalam hal kerajinan noken yang bisa menjadi produk unggulan UMKM di Kabupaten Jayawijaya,”bebernya.

    Ia juga menambahkan bahwa Noken cenderawasih diharapkan menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat setempat dan bisa menjadi icon ekonomi kreatif di Kabupaten Jayawijaya. (Agris Wistrijaya/ Martina Matuan)

  • PEMDA Jayawijaya mengambil Langkah Awal untuk Membangun Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Distrik Asologaima

    PEMDA Jayawijaya mengambil Langkah Awal untuk Membangun Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Distrik Asologaima

    Wamena – Melalui Instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto dalam Perpres No. 12 Tahun 2025 terkait dengan Koperasi Desa Merah Putih, untuk dibangun diseluruh pelosok tanah air, sehingga melalui instruksi tersebut maka Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengambil langkah untuk menjalankan Program Membangun Koperasi Desa Merah Putih itu, yang mana Pemerintah Kabupaten Jayawijaya telah menyediakan lahan yang bertempat di Kampung Walak, Distrik Asologaima dengan luas lahan 50 x 50 meter, dan pada hari ini kamis, 12 Februari 2026 Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H.,M.H bersama Forkopimda, serta seluruh rombongan dari Kabupaten Jayawijaya turut hadir dalam acara Lounching Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih yang dilaksanakan di Kampung Walak, Distrik Asologaima. (12/02/26).

    Lounching Pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih di Kampung Walak, Distrik Asologaima

    Foto : Brian Windesi

    Dalam sambutan Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H.,M.H menyampaikan bahwa “ini kesempatan/momen yang kadang kalah kita salah berpikir apa ini koperasi yang mau di isi, tetapi bapak ibu skalian ini sangat bermanfaat dan berdampak untuk keberlangsungan masyarakat kita dari perekonomian, perdagangan dan kesejahteraan masyarakat. Itu dimulai dari bagaimana pengelolaan potensi yang ada di daerah itu perlu wadah, sehingga sudah dari jauh hari Plt. Kepala Dinas Koperasi telah mengurus badan hukum sebanyak 328 kampung dan 4 kelurahan, sehingga sudah berbadan hukum dan tinggal pembangunan, kemudian saya sendiri minggu yang lalu waktu di Jakarta sudah bertemu dengan Menteri Koperasi dan sudah saya sampaikan ada 18 titik koperasi yang harus dibangun, kenapa 18 titik, memang tidak mungkin 328 kampung di bangun bersamaan sehingga bertahap atau skala prioritas yang dilihat dari potensi dan pengelompokan wilayah, sehingga kenapa dibangun di kampung walak karena wilayah ini mencakup beberapa wilayah yang ada disini masuk kita melihat dulu alirannya datang maupun pergi, artinya pergi adalah semua sumber daya yang dikelolah ditempat ini akan pergi ke pemasaran, datang artinya barang – barang yang ada diluar datang tertata masuk dalam Gerai ini baru akan berputar perekonomian disini. Kita butuh apa datang dari sana mereka butuh apa kita kirim dari sini, seperti itu namanya Koperasi yang menguntungkan. seluruh komponen. ” Ungkap Beliau saat Sambutan berlangsung.

    Sambutan Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H dalam kegiatan Lounching Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih

    Foto : Brian Windesi

    Lanjut dalam wawancara bersama Media PERS yang hadir saat kegiatan Lounching Pembangunan Gerai Koperasi desa Merah Putih, Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H.,M.H, menegaskan bahwa “Instruksi Presiden RI langsung ditujukan kepada Kodim-Kodim yang dipimpin oleh Dandim untuk melakukan koordinasi untuk penyiapan lahan dan pembangunan Gerai Koperasi, bukan untuk TNI dan bukan untuk Pemerintah tapi untuk masyarakat agar supaya masyarakat bisa dapat manfaat didalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu kita sudah memulai diawal tahun kita meletakan batu di kampung walak, distrik asologaima, kabupaten jayawijaya, provinsi papua pegunungan dan nanti berlanjut dengan di 18 titik yang telah kami tentukan dan selanjutnya nanti bertahap tergantung dari pemerintah pusat yang akan membangun dan kita memfasilitasi lahan. “ tutup beliau saat wawancara. (Brian Windesi/ Matina Matuan)