Category: Ekonomi & Dunia Usaha

  • Pemda Jayawijaya Wacanakan Proteksi Hasil Kelompok Usaha

    Pemda Jayawijaya Wacanakan Proteksi Hasil Kelompok Usaha

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mewacanakan akan menerapkan proteksi kepada setiap hasil usaha milik kelompok perikanan dan juga pertanian yang ada di Wilayah Kabupaten Jayawijaya.

    Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya, Marthin Yogobi, SH.M.Hum, Jumat (4/12/2020) menjelaskan, upaya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Jayawijaya bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap hasil-hasil kelompok usaha yang ada di Kabupaten Jayawijaya, baik itu kelompok perikanan maupun perkebunan dan pertanian.

    Agar hasil dari setiap kelompok usaha yang ada di Kabupaten Jayawijaya dapat bersaing di pasaran, dan akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

    “Memang kedepan kita akan lakukan sedikit proteksi supaya usaha-usaha yang ada di Jayawijaya ini mendapat tempat dan bisa dinikmati oleh masyarakat dari Kabupaten Jayawijaya,” kata Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya.

    Menurutnya, jika kita masih mendatangkan ikan, sayur dan juga hasil perkebunan lainnya dari luar Wamena, secara otomatis akan mematikan potensi usaha dari masyarakat lokal yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

    Untuk hal tersebut, kedepannya, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati bersama DPRD Jayawijaya akan mencoba berpikir untuk memprteksi hasil usaha kelompok usaha yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

    “Kita Tidak membatasi secara keseluruhan, tapi minimal ada perlindungan sedikit terhadap hasil-hasil lokal yang ada di Kabupaten Jayawijaya,” ungkap Wabup Marthin Yogobi.

    Sementara itu, Yustius Asso, salah satu Anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya menyebutkan, akan memberikan dukungan terhadap upaya pemerintah kabupaten Jayawijaya yang ingin memproteksi hasil-hasil usaha kelompok usaha masyarakat lokal Kabupaten Jayawijaya.

    Menurutnya, proteksi hasil lokal masyarakat sangat baik, sehingga DPRD Jayawijaya akan mendorong hal tersebut di Legislatif dan membuat peraturan ataupun regulasi yang tepat terhadap perlindungan hasil lokal yang ada di Kabupaten Jayawijaya.(vin)

  • Anggota PKK Diminta Memanfaatkan Pekarangan Rumah Sebagai Apotek dan Warung Hidup

    Anggota PKK Diminta Memanfaatkan Pekarangan Rumah Sebagai Apotek dan Warung Hidup

    WAMENA – Anggota PKK Kabupaten Jayawijaya baik di tingkat kabupaten maupun distrik dan kampung diminta menjadikan pekarangan rumah sebagai apotek hidup dan lahan pangan sehat.

    Hal ini disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya, Ny. Yustina Yeni Banua, saat mengunjungi perkebunan milik kelompok tani di Kampung Perabaga Distrik Piramid, Rabu (25/11/20)

    “Kegiatan berkebun sangat baik dan bermanfaat, terutama jika pekarangan rumah dimanfaatkan untuk berkebun dan menanam sayur-sayuran dan tumbuhan yang bermanfaat bagi keluarga,” ungkapnya.

    Ia juga mengatakan, perkebunan yang dikembangkan oleh Mama Torsina sangat baik untuk dicontoh oleh mama-mama lainnya.

    Dimana halaman miliknya ditanami berbagai jenis sayuran seperti tomat, terong, cabe, dan sayuran lainnya.

    Selaku ketua PKK Kabupaten Jayawijaya, dirinya berharap, PKK yang ada di tingkat Kampung, Distrik dan Kabupaten dapat menjadi contoh bagi masyarakat, terutama dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk dijadikan kebun.

    “Kami akan membuat lomba pemanfaatan pekarangan rumah bagi anggota PKK ditingkat distrik dan kampung,” bebernya.

    Sehingga dirinya berharap lahan pekarangan yang ada benar-benar dimanfaatkan setiap keluarga.

    Pada kesempatan itu, ketua TP PKK juga memberikan bibit sayuran bagi mama Torsina pemilik perkebunan. (Vin/RS)

  • Penanaman 15 Ribu Bibit Kopi Arabika Wamena di Distrik Piramid

    Penanaman 15 Ribu Bibit Kopi Arabika Wamena di Distrik Piramid

    WAMENA – Sebanyak 15 ribu bibit kopi ditanam di lahan seluas 4 Hekter di Kampung Perabaga, Distrik Piramid Kabupaten Jayawijaya, Selasa (24/11/20).

    Penanaman bibit kopi ini dilakukan langsung oleh Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE, M.Si dan Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya Nyonya Yustina Yeni Banua, bersama para kepala OPD dan para petani kopi.

    “Potensi kopi yang ada di Jayawijaya ini sangat bagus, dan saya harap pembukaan lahan 4 hektar di pertanian ibu Tortina ini memicu kelompok petani kopi di distrik lainnya untuk membuka lahan, dan dikembangkan kopi dengan dinas terkait,” ungkap Bupati Jayawijaya Jhon Richrad Banua SE, M.Si.

    Dengan kebun kopi produktif seluas 15 hektar ini petani kopi di Kampung Perabaga mampu menghasilkan 500 hingga 700 kilogram perminggu.

    “Kopi Wamena yang diambil langsung dari petani ini kami masih bisa pasarkan dengan harga yang cukup bagus, sehingga pemilik pertanian ini  ibu Torsina juga semangat,” katanya.

    Selain di kampung Perabaga, pemilik pertanian kopi jenis Arabika ini yakni Ibu Torsina juga memiliki kelompok tani kopi binaannya di beberapa distrik di Jayawijaya, seperti di Yalengga, Bolakme, dan beberapa distrik lainnya.

    “Kopi di daerah ketinggian seperti Wamena yang jenis kopinya kopi Arabika, dan hampir semua café-cafe kopi yang ada di Wamena saat ini semuanya menggunakan kopi asli Wamena,” ungkapnya.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Jayawijaya Henri Tetalepta mengatakan dalam menanam bibit kopi di lahan yang baru dibuka ditanam dengan jalak dua setengah kali dua setengah meter.

    “Mengapa kita tanam dengan jarak dua setengah kali dua setengah karena kita masih gunakan pupuk organis, kita tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia,” bebernya.

    Menurutnya, jika semakin lama lahan digunakan maka otomatis harus semakin berkurang dan tentu berpengaruh pada jarak tanam, yang mana dalam satu hektar bisa menampung seribu tegakan. (Vin/RS)

  • Bupati Jayawijaya Ingatkan Kontraktor Agar Tidak Asal Kerja

    Bupati Jayawijaya Ingatkan Kontraktor Agar Tidak Asal Kerja

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, M.Si mengingatkan para kontraktor yang menangani proyek pengerjaan ruas jalan di Distrik Wesaput dan Jalan Bhayangkara agar tidak asal-asalan dalam menyelesaikan pekerjaan, apalagi dikejar batas waktu yang mepet.

    Hal ini disampaikannya kepada wartawan di sela-sela kunjungannya dalam memantau langsung pengerjaan ruas jalan di Distrik Wesaput dan Jalan Bhayangkara, Wamena.

    Turun lapangan bupati ini juga untuk melihat langsung sejauh mana proses pengerjaan ruas-ruas jalan tersebut.

    “Saya ingin lihat langsung pengerjaannya, jangan sampai waktu sudah mepet sehingga pekerjaannya tidak bagus,” ungkapnya, Senin (21/09/20)

    Pada kesempatan turun lapangan itu, bupati menemukan pengerjaan ruas jalan di jalan Bhayangkara Wamena Kota tidak sesuai, sehingga dirinya meminta kontraktor penanggungjawab untuk membongkar kembali jalan tersebut dan dibuat sesuai spesifikasi.

    “Kalau Wesaput sudah sesuai dengan spesifikasi dan sudah masuk tahapan pengaspalan,” katanya.

    Dirinya kembali mengingatkan kontraktor agar pekerjaan yang telah dilelang dan dikerjakan harus rampung di tahun 2020 ini, tidak ada pekerjaan lanjutkan di tahun 2021, begitu juga dengan ruas jalan distrik Wwsaput dan jalan bhayangkara. (Vin)

  • Setelah Dilantik Ibu Gubernur, Dekranasda Jayawijaya Komit Dorong Pengrajin Lokal Ciptakan Buah Tangan Sambut PON 2020

    Setelah Dilantik Ibu Gubernur, Dekranasda Jayawijaya Komit Dorong Pengrajin Lokal Ciptakan Buah Tangan Sambut PON 2020

    WAMENA – Nyonya Yulce W. Enembe secara resmi melantik Nyonya Yustina Yenni Banua S.IP sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Jayawijaya, dalam Musyawarah Daerah Dekranasda yang berlangsung di Hotel Baliem Pilamo Wamena, Senin (31/08/20).

    Usai melakukan pelantikan, kepada wartawan Nyonya Tulce W. Enembe berharap melalui wadah ini nantinya kerajinan-kerajinan local darai bahan dapat dianggat yang tentu dikelola khusus oleh Orang Asli Papua (OAP).

    “Melalui wadah ini kami ingin mengangkat bahan yang ada di local seperti noken dan gelang khusus yang dikelola OAP, kenapa OAP agar jangan ada kecemburuan yang terjadi karena ekonomi,” katanya kepada wartawan.

    Meski demikian, dekranasda tetap tidak melupakan kegiatan lain yang tetap berjalan berdampingan, karena menurutnya dekranasda meliputi banyak hal, bukan hanya ketrampilan tetapi juga ada industri lainnya seperti buah merah, kopi, madu, dan potensi lainnya.

    Dirinya berharap pada PON 2020 mendatang banyak kerajinan dari Jayawijaya yang bisa dibawa pulang oleh para tamu natinya, dan dirinya yakin ketua dekranasda terpilih akan mempersiapkan itu terutama ketrampilan yang dihasilkan langsung dari orang asli Papua.

    “Di wilayah pegunungan banyak potensi kerajinan yang bisa dikembangkan untuk menyambut PON 2020 nanti seperti ada noken, gelang, madu dan masih banyak lagi. Setiap kabupaten akan persiapkan itu dan untuk dekarnasda kabupaten bupati tadi sudah sampaikan bahwa Wamena akan siapkan kopi dan banyak hal lain,” beberapnya.

    Pada kesempatan yang sama, Nyonya Yustina Yenni Banua, selaku Ketua Dekranasda Jayawijaya yang baru dilantik mengatakan keberadaan dekranasda sendiri sudah ada sejak dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya akhir 2018 lalu, dan dekranasda sudah melekat pada dirinya selaku ketua PKK namun baru hari ini disahkan.

    “Kerajinan yang ada di Jayawijaya adalah potensi yang kami terus gali dalam hal ini kerajinan-kerajinan bahkan home industry itu sasaran kami,” katanya.

    Menurutnya, di Jayawijaya kaya akan kerajinan sehingga tidak bisa ditarget berapa banyak yang dapat dihasilkan, namun menurut ibu Bupati Jayawijaya itu pihaknya akan mengupayakan sebisa mungkin.

    “Disini ada 40 distrik tentunya setiap distrik ada beberapa kelompok kerajinan, rencananya kami akan membina 10 kelompok dulu pada masing-masing distrik,” katanya.

    Untuk mendukung peningkatan ketrampilan para anggota pihaknya juga telah mendirikan sanggar pelatihan yang mana para anggota dapat berlatih tidak hanya membuat kerajinan tetapi juga dapat belajar jahit-menjahit, masak-memasak, dan beberapa pelatihan lainnya. Selain ketrampilan dekranasda juga mengenalkan iptek bagi para anggota.

    “Untuk mendukung PON 2020, selain kopi kami juga akan kembangkan ketrampilan noken yang sudah sangat terkenal dan juga hairfish (hiasan rambut) yang sekarang lagi viral,” pungkasnya. (Vin)

  • Kelompok Tani Rajin, Pemda Jayawijaya Siap Bantu Bibit Ternak

    Kelompok Tani Rajin, Pemda Jayawijaya Siap Bantu Bibit Ternak

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE,M.Si meminta masyarakat untuk giat membuka lahan perkebunan di setiap kampung.

    Pemerintah bahkan akan memberikan sepasang hewan ternak (Babi) bagi setiap kelompok tani yang aktif berkebun untuk dikembangkan.

    Disela-sela kunjungan kerjanya ke kampung Kosimeaga Distrik Hubikosi Jhon Richard Banua mengatakan, perhatian dan bantuan yang diberikan untuk memberikan semangat kepada masyarakat agar kembali berkebun dan berternak.

    “Hasil dari lahan perkebunan masyarakat kelompok tani langsung dibeli pemerintah dan dikembalikan kepada masyarakat lagi,” ungkap Banua, Rabu (05/08/20).

    Lanjutnya, dengan langsung membeli hasil panen kelompok tani memberikan keuntungan kepada kelompok tani itu sendiri. Sedangkan ubi yang dibeli sebagian dikembalikan sebagai bahan pangan untuk kembali membuka kebun.

    Banua juga kembali mengingatkan warga Jayawijaya untuk giat berkebun, sehingga jati diri orang lembah yakni berkebun dan beternak (Babi) terus dipertahankan.

    “Kita lihat hampir di semua distrik dan kampung masyarakat kita baik orang tua maupun anak muda semuanya sibuk di kebun, ini tentu sangat baik karena perlahan-lahan kita kembalikan semangat itu, (berkebun), ” tutur Banua.

    Selain memberikan hewan ternak (Babi) kepada dua kelompok tani di Kampung Kosimeage, bupati juga menyerahkan berbagai perlengkapan kerja seperti parang skop dan linggis. (Vin)

  • Danrem 172/PWY  : TNI Harus Dukung Pemda Dalam Pengembangan Pertanian Masyarakat

    Danrem 172/PWY : TNI Harus Dukung Pemda Dalam Pengembangan Pertanian Masyarakat

    WAMENA – Danrem 172/PWY, Brigjen TNI Izak Pangemanan pastikan akan melibatkan anggota TNI di wilayah korem yang dibawahinya untuk terlibat dalam kegiatan pertanian masyarakat.

    Pengembangan pertanian di Kabupaten Jayawijaya menjadi sorotannya setelah melihat potensi pertanian yang cukup besar dan menjanjikan di daerah itu.

    “Hari ini kita lakukan panen raya, disini kami lihat bahwa banyak komoditi yang bisa ditanam disini, salah satunya ada ubi jalar yang merupakan makanan pokok local di sini (Jayawijaya). Sehingga dengan kita kembangkan makanan-makanan local, maka masyarakat tidak tergantung dengan pakan dari luar daerah,” ungkap Danrem, usai terlibat langsung pada panen raya ubi jalar bersama Bupati Jayawijaya di Distrik Hubikosi, Jayawijaya, Kamis (09/07/20).

    Menurutnya, pengembangan komoditi pertanian unggul di Jayawijaya tentu harus melibatkan semua pihak, baik pemerintah, TNI/Polri dan masyarakat itu sendiri.

    “Nanti kita bersama dengan pak bupati, kapolres dan semua unsur yang ada disini kita akan bantu untuk kembangkan komoditi yang bisa dikembangkan disini,” katanya.

    Tambahnya, pengembangan pertanian tentu sangat berdampak bagi kehidupan ekonomi masyarakat sekitar, dan daerah itu sendiri.

    Pada kesempatan yang sama, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE, M.Si mengatakan, program pengembangan pertanian termasuk dalam visi misinya bersama wakil bupati.

    Selama masa pandemi covid-19 ini juga pemda terus mengajak masyarakat Jayawijaya untuk berkebun untuk menjaga ketersediaan pangan selama pandemi.

    “Panen ini juga sekaligu untuk mengajak masyarakata kita di 40 distrik untuk membuka lahan kebun dimasa pandemii. Selama pandemi kita tidak banyak keluar sehingga kita harus memanfaatkan waktu untuk untuk membuka perkebunan dan persawahan,” pungkasnya. (Vin)

  • Tuntut Kesejahteraan, Puluhan Mama-mama Petugas Kebersihan Bertemu Bupati

    Tuntut Kesejahteraan, Puluhan Mama-mama Petugas Kebersihan Bertemu Bupati

    WAMENA – Puluhan mama-mama petugas kebersihan menemui bupati Jayawijaya. Puluhan mama-mama ini menuntut pembayaran hak bagi sebagian rekannya yang belum terbayarkan sejak September 2019 lalu.

    Tidak hanya itu mereka juga mempertanyakan pemotongan hak sebesar Rp. 1 juta yang dilakukan oleh pihak Distrik Wamena kota yang hampir 3 tahun ini membawahi dan mengkordinir petugas kebersihan para petugas kebersihan ini.

    “Kita kerja dari tahun 2017 sampai sekarang kita di bayar 750 kadang dibayar kadang tidak,” ungkap Yuli Halitopo koordinator mama-mama petugas kebersihan, Selasa (10/03/20).

    Menurutnya dari gaji yang diterimanya per tiga bulan sebesar 2.250 selalu di potong Rp 1 juta dan hal itu terjadi juga kepada mama-mama yang lain.

    “Kami minta kembalikan kami ke Dinas Lingkungan Hidup seperti sebelumnya, kami tidak mau di distrik lagi,”  ujarnya.

    Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua yang menerima langsung kedatangan mama-mama petugas kebersihan ini mengatakan masalah ini harus segera diselesaikan karena biaya kebersihan sudah tercantum dalam DPA dan dibayarkan ke rekening masing-masing.

    “Sekarang aturannya kita tidak bisa lagi membayar tunai. Penyelesaian semua ke rekening langsung,” kata Banua.

    Tambah Banua, pihaknya akan kembali mengecek mungkin saja terjadi salah paham dalam komunikasi antara mama-mama petugas kebersihan dan petugas distrik. Karena kata bupati saat kerusuhan banyak tenaga luar yang digunakan untuk membantu pembersihan kota.

    “Kita akan croscek lagi untuk 2020 agar benar-benar kita selesaikan dengan aturan yang ada,” katanya.

    Sementara terkait pemotongan menurut bupati berdasarkan aturan seharusnya tidak ada.

    “Makax kita akan croscek lagi dengan mendudukan kedua belah pihak untuk luruskan masakah ini,” ujarnya.

    Terkait tuntutan mama-mama agar dipindahkan kembali di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup kata bupati hal tersebut akan ditinjauh kembali. (vin)

  • Dorong Pengembangan Kopi di Jayawijaya, Pemda Sediakan 15 Ribu Bibit Kopi.

    WAMENA – Sebanyak 15 ribu bibit kopi Arabika siap disalurkan Pemerintah Jayawijaya kepada para petani kopi di daerah itu.

    Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Hendri Tetelepta mengatakan, 15 ribu bibit kopi tersebut akan ditanam di atas lahan seluas 15 hektar.

    Bibit kopi ini sendiri tidak didatangkan dari luar karena Jayawijaya memiliki kebun sumber benih seluas satu heketar yang ada di distrik Welesi, dan sudah bersertifikat dari kementrian.

    Hingga tahun 2019 pengembangan kopi arabika di Jayawijaya baru dilakukan di 23 dari 40 distrik yang ada.

    “Dari 328 kampung kita baru pengembangan kopi di 110 kampung dengan jumlah petani 1.805 kepala keluarga dan luasan keseluruhan kebun 2.026 hektare,” katanya, Senin (09/03/20)

    Kata Hendri, berdasarkan data per Desember 2019 petani kopi di Jayawijaya memproduksi 132,9 ton kopi pertahun.

    Kopi-kopi tersebut langung dibeli oleh Koperasi Amukme di Timika, Kopi Garuda, dan satu perusahaan di Kementerian BUMN, serta beberapa pengusaha di Jayapura.

    Dari 2.026 hektare luasan kebun kopi di Jayawijaya, 320 hektare diantaranya merupakan tanaman baru, 331 hektare tanaman belum menghasilkan dan 554 hektare merupakan kawasan penghasil 132,9 ton kopi pada tahun 2019 lalu.

    “Dari 2.026 hektare itu, ada 821 hektare yang masuk kategori kebun rusak, tidak terpelihara karena banjir dan sebagainya,” Pungkasnya. (Vin)

  • Harga Semen di Wamena Kembali Normal

    Harga Semen di Wamena Kembali Normal

    WAMENA – Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jayawijaya, Semuel Munua, memastikan harga semen di Jayawijaya mulai kembali normal.

    Jika sebelumnya harga semen di Wamena menembus 600 ribu per 40 kilogram, kini 535 ribu hingga 550 ribu per 40 kilogram.

    “Semen sudah normal cuman saat ini tidak ada di pasaran, begitu datang langsung habis karena kebanyakan kontraktor sudah langsung bayar,” ungkap Munua saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/09/2019).

    Meskipun selalu habis, namun Munua memastikan semen di Wamena aman karena setiap hari penerbangan kargo dari Jayapura ke Wamena selalu diprioritaskan untuk mengangkut semen kurang lebih 40 sak sekali terbang.

    “Kita sudah surati aviasi agar angkutan semen diutamakan, jadi sekali angkut kurang lebih memuat 40 sak,” katanya.

    Diakuinya memang beberapa minggu lalu pasca rusuh di Jayapura terjadi kelangkaan beberapa komoditi namun kini mulai berangsur normal. (Vin/YP).