Category: Ekonomi & Dunia Usaha

  • Pelatihan Ketrampilan bagi Pencari Kerja di Kabupaten Jayawijaya

    Pelatihan Ketrampilan bagi Pencari Kerja di Kabupaten Jayawijaya

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan mengadakan Pelatihan Pembuatan Kue, Jus dan Selai menggunakan bahan-bahan Lokal di Gedung Sekolah Minggu Betlehem Kota Wamena, Selasa (9/7/2024).

    Pelatihan ini merupakan Program dari Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja dalam Kegiatan Proses Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Ketrampilan bagi Pencari Kerja Berdasarkan Klasis Kompetensi.

    Pembukaan Pelatihan Pembuatan Selai, Kue, dan Jus menggunakan bahan-bahan Lokal di Gedung Sekolah minggu Betlehem

    Foto : Agris Wistrijaya

    Ketua Panitia Kegiatan Bapak Marthen Saroy mengungkapakan bahwa tujuan dari Pelatihan ini adalah untuk meningkatkan tenaga kerja mandiri dan meperluas lapangan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan untuk mengurangi tingkat pengangguran.

    “Sasaran dari Pelatihan ini adalah para pencari kerja yang ada di Kabupaten Jayawijaya yang diharapkan mampu menciptakan  lapangan Kerja” ungkap Ketua panitia kegiatan.

    Dalam kegiatan tersebut terdapat 45 Peserta Pelatihan yang di mulai dengan pembukaan kegiatan oleh Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan  Ibu Linda CH Welikin, SE dan dilanjutkan dengan penyerahan alat-alat pembuatan kue dan pelatihan Pembuatan Selai.

    Dalam sambutnnya, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan  Ibu Linda CH Welikin, SE mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan karena  tuntutan kualitas kerja makin hari semakin meningkat dan menjadi sorotan dalam dunia usaha, untuk itu kegiatan ini diharapkan mampu memahami ketrampilan  yang diajarkan.

    Salah satu Kelompok yang sedang membuat Selai Strowberry yang merupakan bahan lokal Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Agris Wistrijaya

    Selain itu, sasaran dari kegiatan ini adalah pencari kerja yang membutuhkan dan berminat mengikuti kegiatan sehingga mampu mengisi, menciptakan, memperluas lapangan pekerjaan  serta  ksempatan membuka lapangan kerja baru dan diharapka dengan kegiatan dapat peserta dapat membuat usaha baru dan dapat membuka lapangan kerja yang lebih banyak.

    Pada Kesempatan itu, hadir juga perwakilan dari BAPPEDA untuk meninjau kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jayawijaya.

    Pelatihan tersebut akan berlangsung selama 4 hari, dimana peserta akan diajarkan cara pembuatan Selai, kue dan Jus dari bahan-bahan Lokal. (AgW/AR)

  • DISKOMINFO Jayawijaya Gelar Sosialisasi Pasar Digital Baliem Shop  Bagi UMKM Orang Asli Papua di Kabupaten Jayawijaya

    DISKOMINFO Jayawijaya Gelar Sosialisasi Pasar Digital Baliem Shop Bagi UMKM Orang Asli Papua di Kabupaten Jayawijaya

    WAMENA – Asisten I Sekda, Drs. Tinggal Wusono, M.AP mewakili Sekda Jayawijaya membuka Sosialisasi Pasar Digital Baliem Shop Bagi UMKN Orang Asli Papua Di Kabupaten Jayawijaya, Selasa (19 Desember 2023).

    Asisten I Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono,M.AP Saat Membuka Sisoalisasi Pasar Digital Baliem Shop Bagi UMKM Orang Asli Papua Wamena 19/12/2023

    Foto : Imanuel Sawaki

    Dalam Sambutannya, Asisten I Sekda Mengatakan “Dalam era digital sekarang ini memang dunia itu tidak terbatas sekat dan waktu, karna semua bisa kelihatan” selain itu Asisten I Sekda juga meminta kepada para peserta sosialisasi agar  bisa bersaing dengan  teman teman dari daerah lain dan bisa mengambil andil didalam proses pemasaran terkait  pemberdayaan masyarakat.

    Dalam Sambutannya Asisten I Sekda Juga mengucapkan terima kasih karena Dinas Komunikasi dan Informatika telah menyediakan Aplikasi Baliem Shop, karena Aplikasi Baliem Shop ini akan didaftakan di Playstore sehingga dapat dilihat dan diakses dari mana saja.

    “Dalam era sekarang ini dalam dunia pemasarannya tidak seperti dulu, dalam era digitalisasi sekarang sudah orang perorang dalam bertransaksi, komunikasi, interaksi terkait dengan apa yang menjadi bagian dari kepentingan kita, jadi sudah tidak perlu perantara kembali” sambung Drs. Tinggal Wusono,M.AP.

    Lanjut Asisten I Sekda, “ Dalam Era Digitalisasi sekarang yang diperlukan adalah keberanian untuk mengexplorer apa yang menjadi kelebihan kita masing masing”.

    Para peserta bersama Asisten I Sekda,Kepala Dinas dan Staf Dinas Kominfo

    Foto : Imanuel Sawaki

    Menurut Asisten I Sekda dalam Platform E-Commerce lainnya, yang menjadi pengguna rata-rata adalah pengusaha skala kecil justru yang terlibat dan tergabung di dalam E-Commerce. Dan juga bagaimana pengusaha bisa berkomitmen untuk mempersiapkan produk dalam bentuk potensi unggulan kita ataupun produk yang lain  agar selalu tersedia.

    Mengakhiri sambutannya Asisten I Sekda berharap kepada peserta agar dapat berperan Aktif dan merespon  Baliem Shop dengan baik, serta harus optimis dan percaya bahwa semua bisa. (IS/AW)

  • Opening Galerry Of Papua Black Gold Coffee milik anak asli wamena

    Opening Galerry Of Papua Black Gold Coffee milik anak asli wamena

    WAMENA – Bagi para pecinta kopi yang ada di Wamena atau anda yang sekedar singgah di Wamena wajib mengunjungi Cafe Galerry Of Papua Black Gold Coffee, salah satu cafe dan satu-satunya cafe milik anak asli Jayawijaya.

    Cafe ini terletak di tengah pemukiman warga yang asri di Kampung Musaima tepatnya di Jl.Hom-hom. Cafe ini mencoba menyuguhkan cita rasa kopi asli Wamena, dengan konsep galery dan perpustakaan.

    Terdapat 13 mode kopi yang dapat dinikmati di sini, dengan harga yang sangat murah, yakni hanya Rp. 10.000 per gelasnya.

    Jadi selain menyeruput nikmatnya kopi Wamena, pengunjung juga bisa menghabiskan waktu dengan melihat-lihat galery, cara meroasting kopi, dan membaca buku-buku yang tersedia di cafe ini.

    “Ini menarik, anak asli Papua yang kreatif dan bisa menjadi contoh bagi anak muda yang lain,” ungkap Asisten II Sekda Jayawijaya Lekius Yikwa, S.Pd., M.Si, disela-sela Opening Cafe Galerry Of Papua Black Gold Coffee di Distrik Hubikiak-Jayawijaya, Jumat (22/09/2023).

    Opening Cafe Galery Of Papua Black Gold Coffee

    Foto : Vina Rumbewas

    Menurutnya, saat ini anak muda jangan lagi hanya berharap menjadi PNS tetapi bagaimana berkreasi dalam melihat peluang usaha, dengan begitu tidak hanya menjadi mandiri tetapi juga ikut membuka lapangan pekerjaan, dan pemerintah siap mensuport anak-anak muda yang ingin berwirusaha.

    “Kami apresiasi karena anak muda di kampung Musaima ini punya kemauan tinggi untuk membuka usaha cafe. Pemerintah mengajak pemuda-pemudi untuk mulai berwirausaha agar kita juga bisa bersaing di dunia usaha,” katanya.

    Lemius Gombo, Pendiri sekaligus Owner Cafe Galerry Of Papua Black Gold Coffee menerangkan bahwa timnya tidak hanya membeli kopi dari empat puluh distrik di Jayawijaya tapi juga melakukan industrial kopi.

    “Jadi kopi kami ada dalam bentuk kemasan dan juga dapat langsung diminum. Kami juga punya library box jadi kami siapkan buku-buku di dalam cafe. Kami juga menyediakan sembako dan layanan Livin Mandiri jadi petani kopi yang datang bisa langsung dilayani, jadi petani tidak perlu ke kota,” terangnya.

    Selain kopi ada juga sajian Teh Chery Merah yang menurutnya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

    “Jadi selain kopi pengunjung juga bisa menikmati, Hipere Bakar, Keladi Bakar , Pisang Rebus jadi makanan yang natural. Kami juga sajikan minuman herbal Teh Chery Merah,” ungkap pria yang juga terlibat aktif sebagai pengurus Kamar Dagang Industri Indonesia Kabupaten Jayawijaya ini.

    Anggota Papua Mode Inspiratif Kabupaten Jayawijaya ini mengajak pemuda-pemudi Jayawijaya agar jangan tidur tetapi bergerak menangkap peluang berwirausaha, sehingga dapat ikut mendukung pergerakan ekonomi Jayawijaya.

    “Support pemda Jayawijaya dan BUMN Mandiri Jayawijaya sangat luar biasa karena benar-benar memulihkan kehidupan di bidang industri kopi, karena kopi merupakan salah satu komoditi unggul di dunia,” tuturnya.

    Lemeus Gombo dan timnya benar-benar memanfaatkan bantuan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya pada tahun 2022, yang mana bantuan mesin kopi dan uang pembinaan tersebut diserahkan langsung oleh bupati Jayawijaya. (VIN/AR)

  • Pelatihan Wirausaha Muda Pemula Kabupaten Jayawijaya

    Pelatihan Wirausaha Muda Pemula Kabupaten Jayawijaya

     

    Wamena – Asisten I Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs Tinggal Wusono, M.A.P membuka Pelatihan yang dilaksanakan oleh Dinas Olahraga dan Pemuda Kabupaten Jayawijaya di Gedung Sekolah Minggu Betlehem, Selasa (19/9/23).

    Asisten I Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs Tinggal Wusono, M.A.P membuka Pelatihan yang dilaksanakan oleh Dinas Olahraga dan Pemuda Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Disorda Kab.Jayawijaya

    Dalam pelatihan tersebut bertujuan untuk mewujudkan Pemuda Indonesia yang berdaya saing yang dilakukan melalui pengembangan kepemimpinan, pengembangan kewirausahaan dan pengembangan kepeloporan Pemuda.

    Selain itu kegiatan ini dilaksanakan untuk Pengembangan kewirausahaan dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan dan kapasitas kewirausahaan Pemuda Tingkat Dasar guna berpartisipasi aktif dalam pembangunan Nasioal di segala bidang.

    Pelatihan wirausaha muda pemula ini dilaksanakan selama 3 hari mulai dari tanggal 19 sampai dengan 21 September 2023 yang diikuti oleh 40 Peserta yang berasal dari kelompok wirausaha muda yang ada di Kabupaten Jayawijaya. (AgW/AR)

  • Pengusaha-Pengusaha di Jayawijaya Ikuti Bimtek OSS

    Pengusaha-Pengusaha di Jayawijaya Ikuti Bimtek OSS

    WAMENA – Asisten I Sekda Jayawijaya Drs Tinggal Wusono, M.A.P mengingatkan para pelaku usaha agar wajib menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan terkait dengan tatanan perusahaan yang berubah dengan sangat cepat.

    Hal ini disampaikannya disela-sela pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko Bagi Pelaku Usaha di Kabupaten Jayawijaya, yang digelar Dinas Penanaman Modal Koperasi dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMKPTSP) Kabupaten Jayawijaya, yang berlangsung di salah satu hotel di Wamena, Selasa (12/09/2023).

     

    Pembukaan Kegiatan Bimtek Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko Bagi Pelaku Usaha di Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Vina Rumbewas

    “Perlu saya sampaikan kepada kita sekalian khususnya kepada para pelaku usaha bahwa perubahan terkait dengan tatanan perusahaan itu sangat cepat sehingga menjadi kewajiban kita untuk menyesuaikan diri,” ungkap Tinggal Wusono.

    Lanjut asisten I tidak dipungkiri masih terdapat banyak masalah yang ada di DPMK PTSP, diantaranya terkait dengan jaringan yang belum stabil dan tenaga yang masih terbatas, meski demikian pemerintah tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    “Saya harapkan bapak ibu bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik setelah nanti bapak ibu dari kegiatan ini saya harapkan fungsi koordinasi, komunikasi dengan teman pemberi layanan terkait dengan perubahan sistem ini juga bisa berjalan sehingga keluhan dari bapak ibu juga bisa difasilitasi,” tuturnya.

    Tinggal Wusono juga berharap para peserta yang mengikuti kegiatan ini nantinya dapat menyebarluaskan ilmu yang diperoleh.

    “Peserta harus benar-benar memanfaatkan kesempatan ini karena belum tentu tahun-tahun besok teman –teman DPMKPTSP mempunyai pembiayaan lagi untuk memberikan bimtek itu,” ucap Ass I Sekda.

    Pada kesempatan yang sama, Karel Tehupuring Kepala DPMKPTSP Kabupaten Jayawijaya menjelaskan bahwa bitek ini akan berlangsung selama tiga hari dengan materi bimtek yakni pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB), dengan jumlah peserta sebanyak  170 peserta.

    “Kami utamakan adalah pendaftaran Nomor Induk Berusaha, kemudian nanti juga ada pengembangan dari NIB ada kegiatan usaha yang kita tambahkan dalam NIB, lalu juga ada konsultasi perijinan selama bimtek ini termasuk konsultasi laporan kegiatan penanaman modal atau konsultasi LKPM itu, karena selain kita mendaftar NIB ada kegiatan-kegiaran besar tetapi kegiatan-kegiatan usaha itu sesuai dengan sistem perijinan di negara kita, ada kewajiban timbal-balik, ada pelaporan juga yang mesti disampaikan kepada sistem OSS ini,” jelasnya.

    Peserta dalam kegiatan bimtek ini yakni para pelaku usaha mikro kecil atau UMK dan non UMK. Yang mana pada hari pertama sasaran pesertanya adalah peserta non UMK dan, hari ke dua dan ketiga nanti seluruhnya adalah UMK di Jayawijaya. (Vin/AR)

  • Peringati Hari Koperasi, Pemda Jayawijaya Gelar Pasar Murah di Kurulu

    Peringati Hari Koperasi, Pemda Jayawijaya Gelar Pasar Murah di Kurulu

    WAMENA – Wakil Bupati Jayawijaya, Marthin Yogobi, SH., M.Hum menjadi inspektur Upacara Hari Koperasi Ke-76 Tahun 2023 yang berlangsung di halaman kantor Distrik Kurulu, Rabu (12/07/2023).

    Dalam Pidato Menteri Koperasi dan UKM yang dibacakan Wakil Bupati Jayawijaya disampaikan bahwa koperasi merupakan organisasi ekonomi yang fungsi utamanya untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat.

    Pemerintah sendiri saat ini fokus pada pengembangan koperasi sektor riil guna membangun ekonomi anggota dan masyarakat yang lebih luas.

    “Dari sisi peluang, koperasi sektor riil memiliki banyak potensi mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, jasa, pariwisata dan banyak macam usaha lain,” ungkap beliau.

    Peringati Hari Koperasi, Pemda Jayawijaya Gelar Pasar Murah di Kurulu

    Foto : Vina Rumbewas

    Setiap wilayah kota/kabupaten di Indonesia pasti memiliki potensi unggulan seperti komoditas, kerajinan, destinasi wisata, atau lainnya.

    Koperasi sektor riil harus menjadi pemain utama dalam potensi unggulan tersebut, yang bertujuan memberikan nilai tambah yang dihasilkan dapat sebesar-besarnya terdistribusi kembali ke anggota dan masyarakat.

    “Untuk memajukan koperasi di Indonesia dibutuhkan landasan hukum yang kuat sebagai pegangan bagi semua pihak baik pemerintah, masyarakat, aparat penegak hukum, dan pihak lainnya,”.

    Sehingga lanjut Wakil Bupati, saat ini Kemenkop UKM tengah menyusun RUU Perkoperasian sebagai pengganti UU No.25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

    RUU Perkoperasian ini dirancang untuk mendorong koperasi lebih adaptif terhadap perubahan dan perkembangan ekonomi, teknologi, sosial dan budaya secara global.

    “Dengan adanya pembaruan UU Perkoperasian, kita berharap koperasi mampu menjawab tantangan zaman dan memiliki daya saing dan daya sanding yang besar,” jelasnya.

    Usai memimpin upacara, Wakil Bupati menyempatkan mengunjungi pasar murah yang digelar dalam rangka perayaan HUT Koperasi di Jayawijaya tahun 2023 ini.

    Dalam kegiatan pasar murah tersebut dijual berbagai kebutuhan pokok mulai dari minyak goreng, beras, gula dan berbagai kebutuhan bahan makanan pokok lainnya. (VIN/YUS)

  • SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS KEMENTRIAN KOPERASI DAN UKM

    SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS KEMENTRIAN KOPERASI DAN UKM

    Wamena – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, S.E, M.Si menghadiri rapat Sinkronissasi program prioritas Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah bersama perangkat daerah teknis terkait di Kantor Otonom Jayawijaya, Selasa (21/3/2023).

    Dalam sambutannya, Bupati Jayawijaya  menyampaikan apresiasi dan selamat datang di kota Wamena, Ibukota Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Ibukota Provinsi Papua Pegunungan Kepada Bapak Luhur Pradjarto beserta rombongan yang telah berkenan hadir di Jayawijaya Untuk membahas tentang perkembangan koperasi serta usaha kecil dan menengah.

    Penjemputan Pejabat Kementrian Koperasi oleh Pimpinan Perangkat Daerah

    Foto : Imanuel Sawaki

    Rapat Sinkronissasi program prioritas kementrian koperasi dan usaha kecil dan menengah bersama Bupati Jayawijaya

    Foto : Imanuel Sawaki

    Bupati Jayawijaya berharap agar rapat Sinkronissasi program prioritas Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dapat memberi pencerahan bagi para pelaku usaha di Jayawijaya untuk dapat mengembangkan usahanya masing-masing, khususnya usaha kecil dan menengah.

    Jhon Richard Banua, S.E, M.Si  menjelaskan bahwa Kabupaten Jayawijaya merupakan salah satu Kabupaten pedalaman  tanah Papua yang terdiri dari 40 Distrik dan 328 kampung  yang  berada  pada ketinggian 1.600 (seribu enam ratus) MDPI, dengan suhu rata-rata 18 derajat celsius. Kabupaten Jayawijaya juga merupakan salah satu dari 8 Kabupaten di  Provinsi Papua Pegunungan, dimana 7 Kabupaten lain merupakan hasil pemekaran dari  Kabupaten Jayawijaya , yaitu pada tahun 2002 meliputi Kabupaten Tolikara, Kabupaten Yahukimo, dan Kabupaten Pegunungan Bintang, dan pada tahun 2008 meliputi Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Yalimo dan Kabupaten Nduga.

    Bupati juga menjelaskan Perkembangan perKoperasian di Jayawijaya sangat dipengaruhi oleh kapasitas sumber daya manusia yakni kemampuan pengurus, pengawas dan karyawan dalam mengelola kelembagaan dan usaha Koperasi, sehingga peningkatan SDM pengelola koperasi membutuhkan dukungan, baik dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat.

    Selain itu, pengelolaan koperasi secara elektronik sudah wajib di zaman serba digital ini, sehingga koperasi yang dikelola secara manual dapat tertinggal bahkan terancam bubar. Oleh sebab itu, pengelola koperasi sangat membutuhkan dukungan secara elektronik dan modern minimal melalui suatu aplikasi secara offline.

    Pada kesempatan itu Bupati juga menyampaikan bahwa  progres perkembangan koperasi di Jayawijaya masih lambat, yang berjumlah sekitar 62 unit dan tingkat keaktifan sekitar 40%.

    Bupati juga menyampaikan bahwa untuk produk unggulan lokal Jayawijaya adalah kopi Arabika Baliem Wamena, komoditi yang sudah bersertifikasi indikasi geografis dan Madu Asli Wamena yang sedang diproses sertifikasi  indikasi geografis pada tahun 2023. Selain itu, ada juga Buah Merah yang populer sebagai bahan baku obat dan kosmetik, serta hortikultura sayur-sayuran organik tanpa pupuk adalah khas Pegunungan Jayawijaya, Sedangkan jasa pariwisata merupakan andalan Kabupaten Jayawijaya yang siap dikembangkan lebih jauh, destinasi wisata budaya seperti Mumi, Perang-perangan dan berbagai wisata alam yang menarik untuk dikunjungi di Jayawijaya .

    Bupati percaya bahwa kunjungan kerja tim Kementerian Koperasi dan UKM akan memberi angin segar, terutama dengan adanya program aktual bagi darerah kami yang didorong oleh Kementerian Koperasi dan UKM yang sumber dananya bersumber dari Kementerian Koperasi dan UKM. (AW/AR)

  • Bupati Jayawijaya memberikan bantuan alat bengkel

    Bupati Jayawijaya memberikan bantuan alat bengkel

    Wamena-Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, M.Si saat kunjungannya di Kampung Kimbim memberikan bantuan alat bengkel kepada para pemuda yang mempunyai usaha perbengkelan, Kamis (16/2/2023).

    Disela-sela kunjungannya Bupati menyempatkan diri untuk mengunjungi bengkel milik salah satu pemuda di Kampung Kimbim. Bupati Memberikan bantuan melalui Dinas Perindag berupa compressor, kunci, Bor, alat Las, dan alat lainnya yang sesuai dengan kebutuhan.

    Cap : Bupati Jayawijaya saat memberikan bantuan kepada salah satu pemilik bengkel di kimbim

    Foto : Imanuel Sawaki

    “Hal ini merupakan salah satu motivasi bagi pemerintah untuk memperhatikan adik-adik yang mempunyai keahlian yang selama ini kurang diperhatikan, untuk itu kami berharap agar usaha ini menjadi motivasi juga untuk adik-adik yang lain, “kata Bupati Jayawijaya”

    Dalam kesempatan itu juga Bupati Jayawijaya memberikan masukkan dan dorongan kepada pemuda-pemuda di bengkel tersebut untuk terus bekerja dengan baik sesuai dengan keahliannya.

    Selain memberikan bantuan berupa alat-alat, Bupati Jayawijaya juga memberikan uang Tunai sebesar 10 Juta Rupiah untuk digunakan sebagai pengembangan bengkel tersebut.

    Pemilik Bengkel bernama Eltak Tabuni mengatakan bahwa Bengkel tersebut sudah berjalan kurang lebih enam bulan, dimana dalam pengembangan usahannya itu menggunakan Modal dari hasil mengojek di Kota Wamena. Dimulai dari membeli beberapa peralatan sedikit demi sedikit, Eltak Tabuni membuka usaha perbengkelan yang dibuka 24 jam di jalan trans wamena-lannyjaya. Eltak Tabuni latar belakangnya bukan dari STM, hanya pernah bekerja di bengkel selama 6 bulan, dari pengalaman yang ada, niat dan kemampuan dari Eltak Tabuni dibukanyalah bengkel yang sekarang sedang iya kembangkan.

    Eltak berterimakasih kepada Bupati Jayawijaya atas bantuan dan Dana yang diberikan dan akan dipergunakan sesuai dengan kebutuhan bengkelnya. (AW/AR)

  • Melalui Bantuan Pemda Jayawijaya Dorong Pengusaha Pemula Untuk Mandiri

    Melalui Bantuan Pemda Jayawijaya Dorong Pengusaha Pemula Untuk Mandiri

    WAMENA – Sebagai bentuk perhatian Pemerintah kepada para pengusaha kecil asli Papua, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memberikan bantuan berupa uang tunai bagi beberapa peternak ayam dan juga bantuan berupa mesin pembuat kopi bagi para pemuda asli Jayawijaya yang berwirausaha dengan mendirikan kedai-kedai kopi di kota Wamena.

    Bantuan ini diserahkan langsung oleh Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE., M.Si kepada para peternak dan pengusaha kopi, Rabu (04/01/2022).

    Cap : Bupati Jayawijaya Jhon R. Banua, SE., M.Si saat menyerahkan bantuan kepada peternak ayam dan pengusaha kopi

    Foto : Vina Rumbewas

    “Bantuan ini bersumber dari dana Freeport, maka saya minta kepada OPD terkait untuk memberikan bantuan dana tunai kepada kelompok ke peternakan ayam dan juga pengusaha kopi,” ungkap Jhon R. Banua, SE., M.Si.

    Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga para pengusaha dapat mandiri, dengan peningkatan produksi dan juga memasarkan hasil produksi.

    “Kami memberikan bantuan kepada mereka dengan tujuan kedepan dapat mandiri, agar tidak mengharapkan kepada Pemerintah lagi, sehingga kedepan kami bisa melihat kelompok usaha yang lain lagi,” jelas Bupati.

    Untuk pengusaha kopi, Pemerintah memberikan 10 unit mesin pembuat kopi bagi 10 pengusaha muda, selain mesin Pemerintah juga memberikan modal usaha sebesar Rp 50 juta kepada masing-masing pengusaha, diharapkan bantuan tersebut dapat digunakan dengan baik untuk mengembangkan usaha.

    “Jadi jangan kita kasih alat tapi kami tidak membackup bantuan dana nanti usahanya tidak jalan, sehingga kami berharap bahwa kalau mereka bisa berjalan baik maka kami dapat lihat kelompok usaha kopi yang lain lagi,” jelasnya.

    Dijelaskan Bupati, dana bantuan ini bersumber dari APBD Kabupaten Jayawijaya dan juga dana bantuan PT. Freport, dan melalui dinas terkait seperti PTSP dan Disnakerindag dana tersebut diberikan kepada masyarakat melalui bantuan-bantuan tersebut.

    “Alat pembuat kopi dari PTSP dan uang pembinaannya dari Disnakerindag, sedangkan uang pembinaan peternak ayam dari Dinas Pertanian,” terangnya.

    Bantuan yang diberikan kepada tiga kelompok peternak ayam sendiri berfariasi mulai dari Rp 75 juta hingga Rp 150 Juta, karena dalam kelompok ini ada juga peternak ayam kampung, ayam potong dan juga peternak babi.

    Kedepan ditahun 2023 ini Pemda Jayawijaya juga akan memberikan bantuan alat produksi madu sebanyak 12 unit yang akan diberikan kepada para petani lebah madu.

    “Kita tidak asal anggarkan tapi kami akan melihat kebutuhan, Apakah ada atau tidak usahanya. Kami juga punya alat untuk produksi madu sekitar 12 unit yang akan didatangkan, dan kita akan lihat kelompok usaha yang benar-benar yang mau kerja,” pungkasnya.

    Pada kesempatan yang sama, salah satu pengusaha kopi Januarius Lanny, menyampaikan terimakasih kepada Pemda Jayawijaya, dengan harapan kedepan dari bantuan yang diberikan ini usahanya dapat semakin berkembang.

    “Saya punya kedai keliling, jadi ada mobil yang kami seting untuk kami jadikan kedain kopi keliling,” katanya.

    Menurut Januarius, kelompoknya tidak kesulitan mendapatkan bahan baku kopi karena dirinya merupakan petani kopi dari Kampung Yagara, sehingga bahan baku cukup mudah didapat.

    “Bahan baku tidak sulit  karena saya proses sendiri, saya juga pernah sekolah barista selama 3 bulan di Jakarta dan bersertifikat, sehingga kebetulan dapat bantuan maka saya bisa meningkatkan ilmu yang saya peroleh,” terangnya.

    Ia juga menyampaikan terimakasih untuk pemerintah yang sudah sangat peduli kepada anak-anak muda yang menggeluti dunia usaha kopi. (VIN/AR)

  • Wakil Bupati Jayawijaya Minta Kelompok Usaha Perikanan Terus Kembangkan Usaha Kolam Perikanan

    Wakil Bupati Jayawijaya Minta Kelompok Usaha Perikanan Terus Kembangkan Usaha Kolam Perikanan

    Wamena  – Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya, Marthin Yogobi, SH.M.Hum meminta kepada setiap kelompok usaha perikanan yang ada di Kabupaten Jayawijaya untuk terus mengembangkan usaha kolam perikanan.

    Menurutnya, kelompok usaha perikanan yang ada di Kabupaten Jayawijaya sangat bagus untuk tetap terus dikembangkan oleh kelompok usaha perikanan.

    Karena, selain memberikan tambahan yang cukup untuk penghasilan keluarga, potensi ikan dari Kabupaten Jayawijaya memiliki potensi harga jual yang bagus di pasar.

    “Kepada kelompok usaha perikanan yang mulai berkembang, saya minta untuk tetap berkelanjutan, agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya, Jumat (4/12/2020) usai melakukan panen raya Ikan Mas di kolam perikanan milik kelompok usaha Koyawewi Kampung Wiaima Distrik Asolokobal Kabupaten Jayawijaya.

    Kata Wakil Bupati Jayawijaya, pemerintah melalui Dinas terkait akan tetap memberikan dukungan dan pendampingan kepada kelompok usaha perikanan yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

    Tujuannya agar, kelompok usaha perikanan yang ada di Kabupaten Jayawijaya dapat terus meningkat dan berkembang untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jayawijaya.

    Menurutnya, upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan dilakukan oleh masyarakat kelompok perikananan merupakan salah satu usaha pemberdayaan masyarakat.

    Selaku Wakil Bupati, Marthin Yogobi menyampaikan aspirasi kepada Kepala Kampung dan kepala Distrik yang telah memberikan suntikan dana kepada kelompok usaha perikanan Koyawewi.

    Dirinya berharap, usaha kolam perikanan yang ada di Kampung Wiaima dapat dijadikan contoh bagi kelompok perikanan yang ada di Kampung yang lain.

    Sementara itu, Anggota DPRD Jayawijaya, Yustinus Asso yang juga sebagai anak asli Assolokobal mengungkapkan, banyak potensi usaha yang ada di Distrik Asolokobal yang layak untuk dikembangkan sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat.

    Namun selama ini belum ada pendampingan dan juga pendataan yang baik dari dinas terkait terhadap keompok-kelompok usaha yang ada di Distrik Asolokobal.

    Sehingga, selaku DPRD Kabupaten Jayawijaya, dirinya bersama Kepala Kampung dan kepala distrik akan terus memberikan dorongan kepada masyarakat untuk tetap bekerja mengembangkan potensi usaha yang ada di Distrik Asolokobal.

    Upaya lain yang akan dilakukannya ialah, dengan mendata setiap kelompok usaha yang ada di Distrik Asolokobal, dan akan ditindaklanjuti dengan melakukan pertemuan bersama dinas terkait.

    Tujuannya agar, ada pendampingan dan dukungan yang diberikan dinas terkait dalam upaya meningkatkan potensi-potensi kelompok usaha yang ada di Distrik Asolokobal.(Vin)