Category: Ekonomi & Dunia Usaha

  • Disorda Jayawijaya Gelar Pelatihan Wirausaha Muda Pemula

    Disorda Jayawijaya Gelar Pelatihan Wirausaha Muda Pemula

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) menggelar Pelatihan Wirausaha Muda Pemula Tahun 2025 di Gedung Sekolah Minggu Betlehem Wamena, Rabu 15 Oktober 2025.

    Plt. Sekda Jayawijaya saat memasangkan tanda peserta kepada salah satu peserta pelatihan

    Foto : Pemda Jayawijaya

    Kegiatan ini bertujuan memberdayakan generasi muda agar mampu mengembangkan potensi ekonomi kreatif dan menjadi pelaku usaha mandiri di daerah.

    Pelatihan tersebut diikuti oleh 35 peserta dari berbagai kelompok wirausaha muda yang mewakili 40 distrik se-Kabupaten Jayawijaya yang akan mendapatkan pembekalan pengetahuan serta keterampilan praktis dalam mengelola usaha dan meningkatkan daya saing di bidang ekonomi lokal.

    kegiatan tersebut dibuka oleh Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya Petrus Mahuse dan menegaskan pentingnya penguatan semangat kewirausahaan di kalangan pemuda.

    “Pemerintah memberikan stimulus melalui pelatihan ini, Mereka dibekali dengan pengetahuan dan kegiatan praktis agar mampu menciptakan peluang usaha sendiri dan menumbuhkan semangat wirausaha,” katanya.

    Menurutnya, Pemkab Jayawijaya berkomitmen mendukung pengembangan kewirausahaan melalui program pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.

    ia juga berharap dengan adanya pelatihan ini mampu menciptakan lapangan kerja baru serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Kegiatan juga diharapkan menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi muda Jayawijaya yang produktif, kreatif, dan mandiri secara ekonomi.

    Sementara itu, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Yaiper Gombo, menjelaskan pelatihan ini merupakan langkah awal sebelum peserta menerima bantuan finansial usaha.

    “Pelatihan ini kami fokuskan untuk memperkuat kemampuan dan keterampilan dasar wirausaha muda agar siap mengelola usaha dengan baik dan menjadi pelaku ekonomi yang tangguh dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya. (AgW/MM)

  • Pemda Jayawijaya dorong Pembangunan Usaha Ekonomi Masyarakat dan Peningkatan Pendapatan Asli Desa

    Pemda Jayawijaya dorong Pembangunan Usaha Ekonomi Masyarakat dan Peningkatan Pendapatan Asli Desa

    Wamena – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Jayawijaya menggelar kegiatan Fasilitasi Pembangunan Usaha Ekonomi Masyarakat dan Pemerintah Desa dalam Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)Tahun Anggaran 2025, Rabu 9 Juli 2025.

    Asisten 3 Sekda Jayawijaya Pilatus Lagowan, SE saat memberikan sambutan.

    Foto : DPMK Jayawijaya

    Kegiatan tersebut dibuka oleh  Asisten 3 Sekda Jayawijaya Pilatus Lagowan, SE dan didampingi oleh Staf Ahli Bupati Ludya Eruleke Logo, S,STP.,M.Si dan Plt. Kadis DPMK Narson Wetipo, S.Th dan diikuti oleh peserta dari 40 Distrik Kabupaten Jayawijaya.

    Asisten 3 Sekda Jayawijaya Pilatus Lagowan, SE saat memberikan sambutan mengatakan bahwa Pemerintah Desa merupakan ujung tombak pembangunan di tingkat paling dasar dan keberhasilan Pembangunan Desa ditentukan oleh kemampuan desa dalam menggali potensi. Baik sumber Daya Alam, SDM, maupun Potensi Ekonomi lokal.

    “Untuk itu peningkatan pendapatan asli desa (PADES) menjadi sangat penting untuk mendorong kemandirian Desa agar tidak selamanya bergantung pada bantuan dari pusat ataupun Daerah,”katanya.

    Menurutnya, kegiatan Fasilitasi ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Pemerintah Daerah dalam mendorong Kampung-Kampung untuk dapat lebih kreatif, inovatif, dan produktif dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal.

    Fasilitasi Pembangunan Usaha Ekonomi Masyarakat dan Pemerintah Desa dalam Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)Tahun Anggaran 2025

    Foto : DPMK Jayawijaya

    “Kita perlu membangun ekosistem usaha yang sehat, kolaboratif, dan berkelanjutan dengan melibatkan pelaku usaha lokal, Bumdes, serta masyarakat Desa itu sendiri,”ucapnya.

    Ia berharap dengan adanya kegiatan ini peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik, khususnya mengenai tata kelola usaha desa, pemanfataan teknologi, penguatan kapasitas SDM, serta pengelolaan keuangan desa yang akuntabel.

    “Semoga kegiatan fasilitasi ini menjadi titik tolak bagi munculnya berbagai inisiatif usaha yang mampu meningkatkan pendapatan desa sekaligus kesejahteraan masyarakatnya ”bebernya. (AgW/AW)

  • Wakil Bupati Jayawijaya tinjau harga bahan pokok di pasaran

    Wakil Bupati Jayawijaya tinjau harga bahan pokok di pasaran

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP meninjau langsung harga bahan pokok yang ada dipasaran. Hal ini dilaksanakan bersama.

     Sekda Jayawijaya, Kepala Bulog Jayawijaya, Plt. Kadis Nakerindag dan Kepala OPD lainnya, Jumat 25 April 2025.

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere dan tim TPID saat memantau harga bahan pokok dipasar baru

    Foto : Agris Wistrijaya

    Sebelumnya Pemda Jayawijaya adakan pertemuan tim TPID Kabupaten Jayawijaya di Kantor Bupati Jayawijaya kemudian turun langsung meninjau ke pasar putikelek, pasar baru dan pertokoan dijalan irian wamena.

    Dengan tingginya inflansi di Kabupaten Jayawijaya pada bulan maret 2025 berkisar 8.05, maka Tim TPID langsung memantau harga di pasar, dimulai dari pasar putikelek harga bahan pokoknya berbeda jauh dengan yang ada di pasar baru.

    Menurut Wabup Jayawijaya Ronny Elopere,S.IP,M.KP harga bahan pokok di kota wamena sangat bervariasi terutama perbandingan harga di pasar putikelek dengan Pasar baru, harga di pasar putikelek lebih mahal dibandingkan harga di pasar baru.

    Wabup Jayawijaya saat memantau harga sayur mayur dipasar baru

    Foto : Agris Wistrijaya

    “seperti bawang putih harganya di pasar putikelek berkisar 130rb/kg, 65rb,80rb, dan 100rb/kg dan  untuk bawangg putih rata-rata 60rb,65rb dan 80/kg sedangkan untuk dipasar baru harganya dibawah harga pasar putikelek”ucapnya.

    Lanjut kata Wabup Jayawijaya untuk harga minyak goreng yang 5 liter dipasar putikelek dan pasar baru masih sama berkisar 160-165rb, tetapi untuk sayur mayur harga di pasar baru lebih murah dan ikatan sayurnya lebih banyak dan besar-besar sedangkan di putikelek ikatannya sedikit dan harganya sama berkisar 10-20rb.

    Wabup Jayawijaya minta kepada para pedagang untuk mengikuti aturan atau petunjuk dari Pemerintah Daerah, terutama untuk harga beras lokal  sudah disepakati 25ribu/kg dan untuk beras bulog 13rb/kg.

    “tetapi tadi kami tinjau langsung beras bulog harganya mahal berkisar 25ribu/kg hingga 30rb/kg, untuk harga beras di pasar baru lebih mahal dibandingkan dengan di Pertokoan Jalan irian sedangkan beras lokal saja harganya 25ribu/kg” pungkasnya.

    “Berdasarkan hasil rapat dengan dinas terkait bahwa harga beras bulog harus berpatokan dengan harga 13ribu/kg, mau tidak mau harus ikuti aturan tersebut”tegasnya.

    Wabup minta kepada pedagang-pedagang untuk bisa memahami aturan harga yang disepakati dan untuk semua pasar bisa memenuhi aturan tersebut dan secepatnya perda untuk menetapkan harga satuan bahan pokok akan dikeluarkan.

    Wabup Jayawijaya saat memantau harga beras

    Foto : Agris Wistrijaya

    Menurutnya, supplay barang dari luar Kabupaten Jayawijaya untuk dikurangi terutama sayur mayur, dimana sayur-sayur mama-mama dipasar belakangan ini kurang pembelian salah satu faktornya pembeli lebih memilih membeli dari luar. (AgW/AW)

     

  • Pemda Jayawijaya adakan Pasar Murah menjelang Hari Lebaran

    Pemda Jayawijaya adakan Pasar Murah menjelang Hari Lebaran

    Wamena – Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya mengadakan kegiatan operasi pasar regular dan pasar khusus pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idul Fitri di Halaman Kantor Otonom, Kamis (27/03/25).

    Dalam sambutan Bupati Jayawijaya yang di bacakan oleh Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP mengatakan bahwa kegiatan pasar murah ini dilakukan untuk menekan tingkat inflansi serta menjaga dan mengendalikan harga bahan kebutuhan pokok yang mulai naik di Kabupaten Jayawijaya.

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pasar Murah di Halaman Kantor Otonom.

    Foto : Agris Wistrijaya

    Wakil Bupati Jayawijaya berharap dengan adanya pasar murah ini dapat memberikan manfaat dan dampak yang baik secara khusus bagi masyarakat Kota Wamena yang merayakan Idul Fitri.

    “Dalam rangka menekan angka kenaikan inflasi dan memulihkan perekonomian masyarakat, Pemda telah berhasil menggelar kegiatan yang sama di beberapa tempat dengan harga dibawah harga pasar sehingga masyarakat Kabupaten Jayawijaya dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau” ucap Wakil Bupati.

    Menurut Wakil Bupati, Kegiatan Pasar Murah ini merupakan wujud kepedulian dan perhatian Pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pokok, sehingga diharapkan masyarakat untuk selalu mendukung program Pemerintah Daerah terutama dalam mengatasi Inflasi yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya.

    Disamping itu, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Linda CH. Wellikin, SE katakan bahwa tujuan diadakan Pasar Murah ini sebagai salah satu upaya Pemda Jayawijaya menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau untuk mengurangi beban Ekonomi dan menyeimbangkan harga pasar ketika terjadi kenaikan harga sembako serta sebagai sarana bantuan sosial (Subsidi) dan menggerakan perputaran uang di Daerah.

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP saat melihat Bahan Sembako yang akan dijual kepada masyarakat

    Foto : Agris Wistrijaya

    Masyarakat Kota Wamena sangat antusias membeli bahan pokok di pasar murah

    Foto : Agris Wistrijaya

    “Untuk mendukung Pasar murah Pemda Jayawijaya bekerja sama dengan Bulog, Bank Indonesia dan Para pelaku usaha Lokal dengan jumlah barang yang dijual sebanyak 10,3 ton” ucap Linda Wellikin.

    “Dalam Pasar murah ini, Bulog menyediakan beras SPHP sebanyak 2,5 ton dan beras premium sebanyak 250kg, Toko Ninurakur menyediakan barang pokok sebanyak 1,4 ton, Toko Gloria Mandiri sediakan 1,6 ton, Toko Goris Abadi sebanyak 1,3 ton, Toko Waluok sebanyak 3,3 ton serta Petani binaan Indonesia sediakan Bawang merah 75kg dan Bawang putih 60kg” jelas Plt. Kadis Nakerindag.

    Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 pagi hingga selesai dan dihadiri oleh banyak masyarakat yang sangat antusias untuk membeli bahan pokok demi memenuhi kebutuhan sehari-hari serta untuk persiapan hari raya Idul Fitri. (AgW/AR)

  • PEMDA Jayawijaya teken Kerjasama optimalisasi pemungutan Pajak dengan DJP dan DJPK

    PEMDA Jayawijaya teken Kerjasama optimalisasi pemungutan Pajak dengan DJP dan DJPK

    Wamena – Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya melakukan Penandatanganan kerja sama Optimalisasi Pemungutan Pajak Pusat dan Pajak Daerah (OP4D) dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK)  Tahap VI Tahun 2025.

    Penandatanganan tersebut dilaksanakan secara langsung melalui zoom meeting di aula Negara Kementerian Keuangan Jakarta pusat dan di laksanakan serentak bersama dengan 129 Pemerintah Daerah di tempatnya masing-masing secara virtual, termasuk Pemda Jayawijaya di lakukan  di ruang rapat Bupati, Rabu (12/03/25).

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H didampingi oleh Kepala Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Jayawijaya Pak Widyanto serta Sekda Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd.,MM dan Asisten 1 Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP serta perwakilan dari BPKAD Jayawijaya saat meneken Kerjasama Optimalisasi pemungutan pajak pusat dan Pajak daerah (OP4D)

    Foto : Agris Wistrijaya

    Hadir langsung secara virtual, Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H didampingi oleh Kepala Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Jayawijaya pak Widyanto serta Sekda Jayawijaya Thony M.Mayor, S.Pd, MM dan Asisten 1 Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP serta perwakilan dari BPKAD Jayawijaya menyaksikan pembukaan kegiatan dan dilanjutkan dengan penandatangan kerjasama OP4D.

    Dalam zoom meeting tersebut, Direktur Jenderal Perimbangan keuangan Luky Alfirman mengatakan bahwa penandatangan kerja sama OP4D ini di harapkan dapat memberikan manfaat bagi Pemerintah Daerah terkait akses terhadap data dan informasi pajak pusat dari Ditjen Pajak untuk meningkatkan potensi terkait pajak daerah.

    Selain itu, Kepala Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Widyanto mengatakan bahwa dengan adanya kerjasama antara Pemda, DJP, dan DJPK dapat meningkatkan penerimaan pajak pusat dan mengoptimalisasi  penerimaan pajak daerah.

    “Kedepan kami harap kemandirian penerimaan daerah dapat dioptimalisasi dengan adanya penandatanagan Kerja sama ini” ucapnya.

    “Untuk Kabupaten Jayawijaya yang harus diiperhatikan mengenai pajak adalah dengan melakukan pegawasan bersama  atas subjek pajak yang sama yang dilakukan oleh pemerintah Daerah maupun dari Dirjen Pajak “ ungkap Widyanto.

    Kepala Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Jayawijaya Pak Widyanto

    Foto : Agris Wistrijaya

    Menurut Widyanto, dari penandatangan PKS ini dapat memberikan Kontribusi lebih, terutama dalam penilaian Properti  yang ada di Kabupaten Jayawijaya dan disatu sisi dapat membantu  penagihan pajak atas daerah yang ada di sini.

    “Contoh subyek yang dimaksud itu seperti yang bergerak di bidang hotel, restoran atau cafe yang dapat dioptimalkan secara dua sisi antara Direktorat Pajak dan Pemerintah Daerah  baik pengawasannya pun dapat bertukar untuk kontribusi masing-masing” bebernya.

    Selain itu Widyanto menegaskan bahwa melalui kerja sama ini juga memberikan manfaat untuk meningkatkan PAD Daerah dan meningkatkan pajak pusat.

    “Untuk Target nilai tergantung di daerahnya masing-masing, tergantung Pemerintah Daerah mau mengoptimalkan penerimaan dari bidang apa saja’ tuturnya.

    Kepala KP2KP juga mengatakan bahwa kerja sama OP4D ini berlaku selama 5 tahun kedepan dan untuk saat ini baru Kabupaten Jayawijaya yang meneken kerjasama OP4D dan diharapkan tahun ini 7 Kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan dan Provinsi Papua pegunungan itu sendiri dapat bergabung di PKS tahap ke 7. (AgW/AW)

  • Demi menekan angka kemahalan, BPS Jayawijaya harap PEMDA Jayawijaya perkuat jalur transportasi

    Demi menekan angka kemahalan, BPS Jayawijaya harap PEMDA Jayawijaya perkuat jalur transportasi

    Pemerintah  Kabupaten Jayawijaya di harapkan dapat  memperkuat Jalur Transportasi dalam menekan angka kemahalan, hal ini diungkapan oleh Kepala BPS Jayawijaya Arther L Purmiasa, senin (03/03/25).

    Arther L Purmiasa mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Jayawijaya tidak dapat berjalan sendiri dalam penanganan inflansi.

    Kepala BPS Kabupaten Jayawijaya Arther L Purmiasa saat memberikan keterangan terkait angka inflasi pada Februari 2025

    Foto : Istimewa

    “Pemkab Jayawijaya harus bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk sama-sama memikirkan solusi untuk mengurangi tingkat kemahalan di Kabupaten Jayawijaya terutama Provinsi Papua Pegunungan” ungkapnya.

    Kepala BPS Jayawijaya mengatakan bahwa saat ini hampir semua bahan pokok masuk ke Papua Pegunungan melalui Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya melalui jalur udara dan darat.

    “Kalau jalan daratnya mulus maka harga bahan pokok di sini pasti bisa ditekan, namun karena jalannya masih belum bagus akhirnya bahan pokok tersebut hanya melalui jalur udara sehingga hal ini yang mengakibatkan kenaikan harga bahan pokok tinggi” ucapnya.

    Untuk diketahui bahwa Data inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Papua Pegunungan pada Februari 2025 sebesar 7,99 persen dan merupakan angka tertinggi di Indonesia.

    Selain itu, Arther L Purmiasa juga menjelaskan mengenai solusi lain untuk mengatasi permasalahan ini adalah meninjau wilayah Papua Pegunungan mana yang bisa mengangkut bahan pokok melalui jalur sungai, maka itu yang harus diperkuat.

    Data tingkat inflansi berdasarkan month to month, year to date dan year on year.

    Foto : Istimewa

    “Kalau ada wilayah di Papua Pegunungan yang bisa  mengangkut bahan pokok melalui jalur sungai maka harus didorong supaya menjadi alternatif dalam menekan tingkat kemahalan,” katanya.

    Arther L Purmiasa juga  menambahkan solusi untuk menekan tingginya inflasi yakni dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat pola atau cara menanam yang baik, agar hasil panen bisa melimpah.

    Kepala BPA Jayawijaya juga menjelaskan salah satu faktor yang diukur dalam kenaikan inflasi adalah panen masyarakat di Papua Pegunungan yang gagal karena musim hujan berkepanjangan” ujarnya.

    “Ada beberapa hal yang menjadi acuan dalam perhitungan inflasi di Papua Pegunungan, salah satunya adalah indeks harga konsumen (IHK) Kabupaten Jayawijaya dan nilai tukar petani Papua Pegunungan pada bulan  Februari 2025” Ungkapnya.

    Arther L Purmiasa mengatkan bahwa BPS tidak merilis perhotelan karena adanya efisiensi anggaran dan belum diberikan kelonggaran untuk melakukan survei perhotelan. (AgW/MM)

  • Inovasi Noken Perempuan Asli Baliem di Era Ekonomi Kreatif

    Inovasi Noken Perempuan Asli Baliem di Era Ekonomi Kreatif

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Bappeda mengadakan Seminar Akhir Implementasi Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Melalui Inovasi Noken Perempuan Asli Baliem di Hotel Grand Sartika, Senin (10/02/25).

    Dalam Sambutannya, Plt Sekda Jayawijaya Pilatus Lagowan, SE mengungkapkan bahwa semangat Ekonomi Kreatif telah menjadi isu baru dalam Ekonomi Global yang dianggap mampu berkontribusi terhadap Perekonomian suatu negara.

    Seminar Akhir Implementasi Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Melalui Inovasi Noken Perempuan Asli Baliem

    Foto : Agris Wistrijaya

    Hal tersebut ditandai dari berdirinya sektor aktivitas kultural dan industri kreatif yang berjalan beriringan dengan gelombang promosi suatu negara dalam memperkenalkan budayanya.

    Menurutnya Keberadaan ekonomi kreatif sangat dibutuhkan bagi pemerintah untuk mengokohkan perekonomian, terutama pada sektor rill. kekuatan ekonomi kreatif lebih bertumpu kepada keunggulan sumber daya manusia yang berasal dari ide-ide kreatif pemikiran dan keterampilan.

    “Potensi ekonomi kreatif dalam aktivitas ekonomi dibuktikan dengan tingkat pertumbuhan yang semakin naik sejak tahun 2022 hingga 2023” ungkapnya.

    Plt. Sekda Jayawijaya Pilatus Lagowan, SE mengatakan bahwa Kabupaten Jayawijaya yang merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan berada di Lembah Baliem sebagai  jantung Tanah Papua dan menjadi tujuan wisata terfavorit bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

    Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pengunjung wisatawan baik domestik maupun internasional dalam 3 tahun terakhir ini  yaitu tahun 2021 Sebanyak 1.350 orang dan pada tahun 2022 mengalami peningkatan yaitu 8.388 orang, tahun 2023 sebanyak 44.619.

    “Peningkatan jumlah pengunjung/wisatawan dari tahun 2022 ke 2023 cukup signifikan yakni sebanyak 432,12%” ucapnya.

    Pilatus Lagowan, SE juga menjelaskan bahwa dalam data ekonomi kreatif menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam ekonomi kreatif tiga kali lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki, dari total tenaga kerja ekonomi kreatif hanya memiliki proporsi 32,76% pada tahun 2022. 

    “Dalam kaitannya dengan ekonomi kreatif, produk noken yang merupakan  kearifan lokal yang telah ada secara turun temurun dapat menjadi daya jual produk pariwisata yang tidak kalah menarik yang dimiliki oleh  masyarakat  Papua Pegunungan terutama Masyarakat Asli Baliem” ungkapnya.

    Dijelaskannya bahwa produk noken ini  telah  tertuang dan tersirat dalam undang-undang Otonomi Khusus nomor 21 tahun 2001  dan  telah resmi mendapat pengakuan sebagai warisan budaya  oleh UNESCO yang perlu dilindungi dan dikembangkan.  

    Dalam Kesempatan itu, Pilatus Lagowan menjelaskan tentang fungsi Noken yang sangat penting bagi masyarakat asli papua yang sangat membantu dalam melakukan peran produktif antara lain: sebagai tempat menyimpan berbagai macam hasil kebun yang akan dijual ke pasar, sebagai alat menggendong bayi maupun hewan ternak seperti babi, sebagai simbol selamat datang, selamat jalan dan tanda pemberian hadiah kepada kerabat-kerabat lain.

    “Pada masyarakat asli baliem, noken digunakan pada acara-acara kelahiran, perkawinan, kematian, hiasan, dan pakaian adat, dalam hal pembuatan noken oleh kaum perempuan asli baliem dikerjakan sambil menggendong anak, berjualan di pasar, dan pada saat berkebun” katanya.

    “Noken memiliki keunikan motif yang berbeda dari daerah lainnya di Papua, hal ini menunjukkan bahwa perempuan baliem mampu membuat kreasi menganyam noken yang menarik, dimana  selama bertahun-tahun, budaya yang selalu menganggap perempuan tidak mampu bersaing dengan laki-laki telah berubah menjadi tidak relavan. oleh sebab itu, beberapa wanita asli papua telah mengubah perspektif mereka dan ingin meningkatkan kualitas hidup mereka” tutupnya. (AgW/AW)

  • Provinsi Papua Pegunungan mengalami Inflansi tertinggi di Seluruh Indonesia

    Provinsi Papua Pegunungan mengalami Inflansi tertinggi di Seluruh Indonesia

    Wamena – Provinsi Papua Pegunungan kembali dinyatakan mengalami Inflansi tertinggi di seluruh Indonesia pada rilis data bulan Februari 2025 yang dikeluarkan oleh  BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Jayawijaya, senin (03/02/25).

    Hal ini disampaikannya oleh Kepala Badan Pusat Statistik Arther Ludwig Purmiasa yang mengatakan bahwa dari 38 Provinsi di Indonesia, Provinsi Papua Pegunungan mengalami Inflansi tertinggi sebesar 4,55 Persen yang di sumbang oleh beberapa Komuditas seperti makanan, minuman dan tembakau. Sedangkan untuk Provinsi yang mengalami Deflasi terdalam yaitu Provinsi Gorontalo dengan nilai sebesar 1,52 Persen.

    Kepala Badan Pusat Statistik Arther Ludwig Purmiasa

    Foto : Agris Wistrijaya

    “Oleh sebab itu upaya dalam mempertahankan nilai harga ini cukup memerlukan peranan dari Pemerintah baik Provinsi Papua Pegunungan maupun Pemerintah Kabupaten Jayawijaya” ungkap Kepala BPS.

    Menurutnya, untuk Inflasi nasional pada januari 2025 sebesar 0,76 persen untuk year on year, dan deflasinya sebesar 0,76 persen untuk moon to moon dan deflasi sebesar  0,76 persen untuk year to day, dimana Kelompok untuk pengeluaran dengan andil terbesar adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau yaitu mencapai 1,07 persen dan secara year on year untuk penyumbang pertama inflasi kelompok ini adalah Emas perhiasan, Minyak goreng, Kopi bubuk dan Nasi dengan lauk.

    “Jadi secara Tahun 30 Provinsi mengalami Inflansi dan 8 Provinsi mengalami Deflasi pada bulan januari 2025, oleh sebab itu kelompok makanan yang menyumbang inflasi ini di kelompok pengeluaran ada 4 komuditas dan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi juga ada 4 kelompok komuditas” ungkapnya

    “sedangkan tiga kelompok lainnya tak mengalami inflasi maupun deflasi, dengan demikian  Provinsi Papua Pegunungan lagi-lagi menjadi tertinggi di seluruh indonesia dengan nilai inflasi dari tahun ke tahun atau year on year sebesar 4,55 persen, sementara untuk inflasi tahun kalender untuk januari 2025 terhadap desember 2024 adalah 0,23 persen” kata Arther Ludwig.

    Arther Ludwig  menjelaskan lagi untuk dari Tahun ke tahun 4,55 persen ini ada juga perkembangan dari kelompok pengeluaran ada 7 Kelompok yang mengalami inflasi, sedangkan yang mengalami deflasi itu ada 4 kelompok pengeluaran, sedangkan yang tidak mengalami inflasi maupun deflasi itu tidak ada.

    Dengan demikian untuk mengatasi permasalahan yang dialami Provinsi Papua Pegunungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memerlukan perhatian lebih, sebab Kabupaten Jayawijaya merupakan Pusat pertumbuhan ekonomi dari 7 Kabupaten lainnya.

    “Untuk itu kami hanya bisa memberikan solusi yang pernah ditawarkan ke Pemerintah Daerah yaitu hubungan dibidang sarana transportasi antara Wamena-Jayapura harus sudah semakin baik, karena ketika kendaraan ini datang dari Jayapura membawa bahan makanan akan membantu menyelesaikan inflansi tersebut”, tuturnya. (AgW/AW)

  • Pj. Bupati Serahkan bantuan Motor Roda 3 Kepada  Kelompok Tani di Jayawijaya

    Pj. Bupati Serahkan bantuan Motor Roda 3 Kepada Kelompok Tani di Jayawijaya

    Wamena – Pj Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor,S.Pd.,MM Menyerahkan bantuan Berupa Kendaraan Motor Roda 3 kepala kelompok tani dalam rangka mendukung Rantai Pasok Komoditi Pertanian di tingkat distrik, Kamis (22/08/2024).

    Pj. Bupati jayawijaya Saat menyerahkan Kunci Motor kepada Kedua Kelompok Tani

    Foto : Imanuel Sawaki

     

    Pj. Bupati Jayawijaya disela-sela Apel Pagi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyerahkan bantuan kendaraan motor roda 3 yang diadakan guna mendorong rantai pasok komoditi pertanian di tingkat distrik.

    Dalam Penjelasannya Pj. Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah melalui Dinas Nakerindag  dan Dinas Pertanian  menyerahkan 2 unit motor roda 3 guna mendukung kelompok tani agar dapat digunakan sebagai alat transportasi.

    Selanjutnya Pj Bupati juga menjelaskan bahwa  bantuan ini juga diharpakan dapat membantu para petani  untuk mengangkut hasil tani dari kebun menuju Jalan raya  untuk selanjutnya dapat diangkut ke pasar untuk dijual.

    Selain itu Pj. Bupati menjelaskan bahwa Bantuan ini diberikan kepada 2 Kelompok Tani yaitu   atas nama Yorigis  wenda dan  Derek Wetapo, yang  merupakan ketua dari dua kelompok tani.

    Selain itu Pj. Bupati Juga menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan jawaban Pemerintah  dari keluhan-keluhan kelompok tani yang telah disampaikan terkait  kesulitan masyarakan untuk membawa hasil pertanian dari kebun ke pasar yang telah di sampaikan para tahun 2023, dan telah di anggarkan pada tahun 2024 dan diserahkan.

    Pj. Bupati, bersama Plt Sekda, Kepala Dinas Pertanian dan  kedua kelompok Tani Penerima Bantuan Kendaraan Motor Roda 3

    Foto : Imanuel Sawaki

    Selanjutnya Pj. Bupati juga menyampaikan kepada kedua kelompiok tani agar dapat  Merawat dan menggunakan dengan baik agar dapat digunakan untuk waktu yang lama, selain itu Pj. Bupati juga menyampaikan agar kendaraan ini dapat digunakan secara bersama2 dengan kelompok tani ada di sekitar mereka

     Selain itu Pj. Bupati juga berharap bahwa kendaraan yang diberikan ini bertujuan untuk menbantu masyarakat bersama sehingga  dirinya berharaap  untuk tidak digunakan hanya untuk kepentingan pribadi. (IS/AW)

  • Masyarakat Wamena Antusias Kunjungi GPM Pemda Jayawijaya

    Masyarakat Wamena Antusias Kunjungi GPM Pemda Jayawijaya

    WAMENA – Memeriahkan perayaan HUT RI Ke-79, Pemerintah Jayawijaya menggelar Gerakan Pangan Murah, kegiatan yang digelar di halaman gedung kantor otonom, Jumat (16/8/2024) dipadati warga kota Wamena.

    Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan hari ini selain untuk menyambut dan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia  Ke-79, kegiatan ini juga bertujuan untuk menekan laju inflasi, mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan strategis, serta memastikan ketersediaan pasokan dan harga pangan yang wajar bagi masyarakat Jayawijaya.

    Antusias warga Wamena saat mengunjungi GMP Pemda Jayawijaya

    Foto : Vina Rumbewas

    “Gerakan pangan murah kali ini merupakan kegiatan yang ke 3 kalinya, dan saya berharap kedepan kegiatan seperti ini bisa digelar,” ungkap Penjabat Bupati Jayawijaya, Thony M.Mayor, S.Pd.,MM saat membuka kegiatan.

    Penjabat bupati juga mengapresiasi para pelaku usaha, Perum Bulog dan pihak-pihak yang telah berpartisipasi pada kegiatan gerakan pangan murah ini.

    Berbagai komoditi pangan yang dijual dalam kegiatan gerakan pangan murah ini yakni seperti beras, minyak goreng, gula pasir dan pangan pokok lainnya.

    “Kiranya masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan membeli pangan  pokok sesuai kebutuhan masing-masing. Kami berharap juga kegiatan gerakan pangan murah ini dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar,” pungkasnya. (Vin/FF)