Category: Pendidikan

  • UNAIM Yapis Wamena Gelar Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM TD) Tahun 2025

    UNAIM Yapis Wamena Gelar Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM TD) Tahun 2025

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP hadir dalam pembukaan latihan ketrampilan manajemen Mahasiswa tingkat dasar tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Amal Ilmiah Yapis (UNAIM) Wamena, Selasa 3 Juni 2025.

    Dalam sambutan Bupati Jayawijaya yang disampaikan oleh Asisten I Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP mengatakan bahwa kegiatan LKMM-TD ini dapat memberikan dampak positif bagi para mahasiswa sebagai bekal dalam menjalani kehidupan mereka pada masa mendatang.

    Asisten I Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP saat menghadiri kegiatan LKMM-TD UNAIM Yapis Wamena

    Foto : Pemda Jayawijaya

    “LKMM TD adalah program pelatihan yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan manajemen yang diperlukan khususnya dalam berorganisasi dan mengelola kegiatan kemahasiswaan,” katanya.

    Menurut Asisten I Sekda, kegiatan ini juga wajib diikuti bagi mahasiswa baru atau mahasiswa yang ingin berpartisipasi dalam organisasi kemahasiswaan.

    “kegiatan ini dilakukan bagi yang belum memiliki pengalaman berorganisasi dan bertujuan untuk memberikan bekal dasar dalam manajemen organisasi,kepemimpinan dan komunikasi,” ujarnya.

    Drs. Tinggal Wusono, M.AP juga  menjelaskan LKMM-TD memiliki beberapa manfaat di antaranya meningkatkan keterampilan manajemen dan kepemimpinan mahasiswa, membantu mahasiswa memahami peran tanggung jawab dalam organisasi kemahasiswaan.

    Selain itu kegiatan ini memiliki manfaat untuk menyiapkan mahasiswa berpartisipasi aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, membentuk karakter mahasiswa yang lebih bertanggung jawab dan memiliki kemampuan berorganisasi, serta dapat mengembangkan keterampilan seperti komunikasi, kerja tim dan kepemimpinan.

    “saya harap seluruh peserta pelatihan dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, ingat bahwa kesempatan ini hanya datang sekali dan merupakan peluang besar bagi anak-anak sekalian (mahasiswa) untuk menambah pengetahuan dan wawasan yang tidak didapat dibangku kuliah,” ujarnya.

    Selain itu, Drs. Tinggal Wusono, M.AP juga mengharapkan kepada penyelenggara agar LKMM- TD dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, sesuai dengan jenis-jenis LKMM yang ada, sehingga dapat terus mengasah pengetahuan mahasiswa ann mempersiapkan mereka dalam manajemen pengelolaan tim maupun organisasi serta untuk menjadi kader-kader pemimpin pada masa yang akan datang. (AgW/AR)

  • Seminar Hasil Evaluasi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Jayawijaya

    Seminar Hasil Evaluasi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Jayawijaya

    Wamena – Sekolah  Sepanjang Hari (SSH) yang menjadi Program dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya telah dilaksanakan selama kurang lebih 2 bulan di SD YPPK Santo Michael Hepuba Distrik Asolokobal.

    Program ini dilakukan atas kerjasama Pemkab Jayawijaya bersama Universitas Papua dan setelah 2-3 bulan dilaksanakan maka pemerintah mengadakan seminar atau evaluasi hasil dari Sekolah Sepanjang Hari, Rabu 28 Mei 2025.

    Asisten I Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M. AP saat memberikan Sambutan

    Foto : Agris Wistrijaya

    Dalam sambutan Bupati Jayawijaya yang disampaikan oleh Asisten I Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP mengungkapkan bahwa program SSH ini merupakan system pendidikan dimana siswa menghabiskan lebih banyak waktu di sekolah.

    “tujuan utama program ini yakni memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar dan berkembang lebih luas, baik dalam akademik maupun non-akademik” ucapnya.

    Asisten I Sekda mengatakan bahwa program SSH ini baru dilaksanakan di Kabupaten Jayawijaya dan SD YPPK Hepuba ini dijadikan sebagai sekolah percobaan.

    Menurutnya, Pemerintah memberikan apresiasi untuk penyelenggaraan program SSH ini dan berharap dengan adanya program ini dapat memberikan kesempatan kepada para murid untuk mengembangkan bakat dan minat melalui ekstrakulikuler dan kegiatan tambahan lainnya.

    “kami juga harap program ini dapat membentuk karakter yang baik dan dapat mengembangkan kemampuan sosial melalui interkasi yang lebih intens dengan teman-teman dan guru” pungkasnya.

    Drs. Tinggal Wusono, M.AP juga menjelaskan bahwa program ini juga dapat memberikan dampak negative jika tidak di atur dengan baik, terutama pada perkembangan sosial anak yang kurang waktu untuk berinteraksi dengan orang lain di luar sekolah, selain itu program ini  memerlukan biaya yang lebih tinggi karena sekolah harus menyediakan fasilitas yang lebih lengkap dan guru yang lebih banyak.

    “Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan dapat memberikan hasil untuk menentukan keberlanjutan pelaksanaan program sekolah sepanjang hari dan diharapkan pelaksanaan program SSH benar-benar lebih banyak memberikan dampak positif bagi anak-anak guru dan orang tua yang menjadi tolak ukur penetapan pelaksanaan program ini” bebernya.

    Sementara itu, Ketua Tim Pendamping SSH Hengki Mofu mengatakan bahwa  program SSH difokuskan pada 3 aspek yakni kemampuan literasi, karakter anak, dan cara membangun kerohanian anak.

    “Untuk hasil dari program ini kami rasa ada perkembangan dan bisa dilihat juga anak-anak senang dengan adanya program ini dan adanya kesaksian dari orang tua dan bapak ibu guru di SD YPPK Santo Michael yang melihat adanya kemajuan dari anak-anak mereka”ucapnya.

    Menurut Hengki Mofu, Salah satu kemajuan dari anak-anak bisa dilihat dari kebiasan-kebiasan yang sebelumnya sering terlambat tetapi dengan adanya program SSH mereka datang kesekolah lebih pagi.

    Asisten I sekda bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Ketua Tim SSH serta anak-anak sekolah Dasar Yppk Santa Michael Hepuba

    Foto : Agris Wistrijaya

    “Anak-anak murid SD YPPK Santo Michael juga sudah banyak kemajuan dalam menjaga kebersihan, dan salah satu hal kecil yang sangat di apresiasi adalah karakter positif yang ada disekolah dapat di implementasikan di rumah, sehingga keluarga dari anak-anak mendapatkan hal-hal positif dari anak-anak mereka, dari SSH inilah diharapkan membawa perilaku  yang baik dari anak-anak,”pungkasnya.

    Pihaknya juga harap dengan adanya evaluasi ini, kedepan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dapat memperpanjang Program Sekolah Sepanjang Hari di  periode selanjutnya dari juli hingga desember. (AgW/AW)

  • Pemda Jayawijaya Akan Berangkatkan 50 Anak Jalanan untuk Belajar di Luar Papua

    Pemda Jayawijaya Akan Berangkatkan 50 Anak Jalanan untuk Belajar di Luar Papua

    WAMENA – Pemerintah Jayawijaya dalam waktu dekat akan memberangkatkan 50 orang anak jalanan ke luar Papua untuk mendapatkan ilmu dan keterampilan.

    Hal ini disampaikan langsung Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, S.IP.,M.KP, usai membuka kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Mental, Rohani, Kesehatan, dan Pendidikan Anak Jalanan, yang berlangsung di Hotel Grand Sartika Wamena-Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (21/05/2025).

    “Kami akan mengirimkan 50 orang ke Jogja dengan menyiapkan semua anggarannya termasuk untuk fasilitasnya nanti, dan sebagian anak-anak ini akan kita BLK kan,” ungkapnya.

    Bagi yang berusia sekolah kata Ronny Elopere, S.IP.,M.KP pemda Jayawijaya akan menyekolahkan, sementara usia dewasa akan di masukan dalam BLK (Balai Latihan Kerja) yang kaitannya dengan pertukangan, perbengkelan dan pelatihan keterampilan lainnya.

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP saat foto bersama dengan anak-anak jalanan disela-sela kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Mental, Rohani, Kesehatan, dan Pendidikan Anak Jalanan di Wamena

    Foto : Vina Rumbewas

    “Persiapan keberangkatan 50 orang ini sudah dilakukan oleh dinas terkait, dan sudah siap berangkat. Jadi di Jogja nanti mereka akan dibina di BLK dan sebagian juga akan disekolahkan, jadi semua sudah diatur, dalam waktu dekat akan diberangkatkan” jelasnya.

    Program ini menjadi bagian dari rangkaian Program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya.

    Kedepan pemerintah juga akan membuka Balai Latihan Kerja di Wamena yang nantinya akan menjadi wadah pelatihan keterampilan bagi anak-anak jalanan dan juga warga Jayawijaya.

    “Semua kegiatan yang akan dilaksanakan di sana panitia sudah siapkan.

    Pemda juga saat ini tengah melakukan kolaborasi dengan pemerintah provinsi Papua Pegunungan mengingat anak-anak jalanan ini juga berasal dari beberapa kabupaten tetangga di Papua Pegunungan. (VIN/AR)

  • Pembinaan Anjal Jadi Bagian Program 100 Hari Kerja Bupati dan Wabup Jayawijaya

    Pembinaan Anjal Jadi Bagian Program 100 Hari Kerja Bupati dan Wabup Jayawijaya

    WAMENA – Pembinaan anak jalanan menjadi bagian dari Program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya Periode 2025-2030.

    Ini dibuktikan dengan dilangsungkannya kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Mental, Rohani, Kesehatan dan Pendidikan Anak Jalanan, yang dibuka langsung Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, S.IP.,M.KP, di Hotel Grand Sartika Wamena-Papua Pegunungan, Rabu (21/05/2025).

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menanggulangi anak jalanan dan anak terlantar.

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP saat membuka kegiatan Pembinaan Anak Jalanan yang berlangsung di Wamena

    Foto : Vina Rumbewas

    “Pemerintah mempunyai tanggung jawab terhadap pemeliharaan dan pembinaan anak-anak terlantar termasuk anak jalanan,” ungkapnya.

    Ronny Elopere, S.IP.,M.KP bilang, hal ini sebagai perwujudan tugas dan tanggung jawab Pemerintah Daerah terhadap anak-anak jalanan.

    Selain itu, program ini merupakan upaya terpadu yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi anak jalanan melalui berbagai kegiatan, mencakup pembinaan mental, pembinaan rohani, perawatan kesehatan dan peningkatan pendidikan, sehingga diharapkan anak jalanan juga dapat memiliki masa depan yang lebih baik.

    “Saya ingin mengajak semua stakeholder yang ada untuk dapat mendukung pelaksanaan program ini serta dapat bekerja sama dengan baik dan dengan rasa tanggungjawab yang tinggi sehingga tujuan dari pelaksanaan program ini dapat tercapai secara maksimal, sehingga salah satu permasalahan sosial daerah dapat teratasi,” tutur Ronny Elopere, S.IP.,M.KP.

    Lanjutnya, pembinaan anak jalanan membutuhkan kerjasama antar Pemerintah, Lembaga Sosial dan Masyarakat. Untuk itu koordinasi antar semua pihak harus terus dilaksanakan sehingga program dapat berjalan dengan sukses.

    “Program ini berorientasi pada kebutuhan dan kondisi anak jalanan itu sendiri.Sangat perlu untuk dilaksanakan evaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa program ini berjalan dengan efektif ,” pungkasnya. (VIN/AR)

  • Hadiri Penamatan SMK Pertanian, Ini Pesan Wabup Jayawijaya

    Hadiri Penamatan SMK Pertanian, Ini Pesan Wabup Jayawijaya

    WAMENA – Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, S.IP.,M.KP, mengingatkan  orang tua dan para pelajar baik tingkat SD maupun SMP yang ada di Distrik Piramid untuk memanfaatkan fasilitas pendidikan yang ada di daerah itu untuk melanjutkan pendidikan.

    Hal ini sampaikannya untuk meminimalisir bertambahnya biaya hidup jika anak-anak harus bersekolah jauh ke kota.

    Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri penamatan siswa-siswi SMK Negeri Pertanian Di Distrik Piramid, Rabu (21/05/2025).

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP saat foto bersama dengan 22 siswa/i penamatan SMK Pertanian Distrik Piramid

    Foto : Istimewa

    “Kami Pemerintah Daerah berharap untuk sekolah lebih tinggi ini kan sudah ada SMK maka yang dari SD, SMP harus lanjutkan di sini karena fasilitas  sudah disiapkan pemerintah, tidak perlu lagi ke kota, karena kalau ke kota butuh biaya hidup tempat tinggal dan lain-lain,” katanya.

    Wabup juga berjanji akan menambah tenaga guru yang dibutuhkan sesuai dengan usulan yang disampaikan pihak sekolah.

    “Kita sudah dengar tadi ada guru kurang akan kita tambahkan lagi,” ungkapnya.

    Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kaleb Asso menyatakan bahwa SMK Negeri Pertanian yang saat ini menamatkan 22 siswa-siswi ini telah sah dan terdaftar di Kementerian Pendidikan.

    “SMK negeri ini sudah sah bukan ilegal, sekolah ini sudah terdaftar di kementerian nomor pokok sekolah nasional sudah ada berarti sekolah sudah sah,” jelasnya.

    Pemerintah Jayawijaya dalam hal ini Dinas Pendidikan akan mendukung SMK Negeri Pertanian ini terkait kebutuhan tenaga guru, gedung sekolah, maupun rumah guru. (VIN/AR)

  • Hadiri Perpisahan Siswa/i SMA Negeri Bolame, Ini Pesan Pemerintah Jayawijaya

    Hadiri Perpisahan Siswa/i SMA Negeri Bolame, Ini Pesan Pemerintah Jayawijaya

    WAMENA – Siswa/siswi SMA Negeri Bolakme diingatkan untuk belajar dengan baik, guna mempersiapkan diri menjadi pemimpin ataupun generasi yang berguna bagi bangsa lebih khusus Daerah Jayawijaya.

    Hal ini disampaikan Asisten II Sekda Jayawijaya, Lekius Yikwa, S.Pd.,M.Si, saat menghadiri acara syukuran sekaligus perpisahan siswa/siswi Kelas XII (dua belas) Angkatan Ke-XIX (sembilan belas) SMA Negeri Bolakme Tahun Pelajaran 2024-2025, pada Jumat (16/05/2025).

    Asisten II Sekda Jayawijaya, Lekius Yikwa, S.Pd.,M.Si, saat menghadiri perpisahan siswa/siswi Kelas XII (dua belas) Angkatan Ke-XIX (sembilan belas) SMA Negeri Bolakme Tahun Pelajaran 2024-2025

    Foto : Istimewa

    “Atas nama Pemerintah, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh siswa siswi yang telah menyelesaikan proses belajar dan dinyatakan lulus dari jenjang SMA,” ungkapnya.

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua dan dewan guru yang telah berhasil mengantarkan anak-anak didik mengakhiri proses pembelajaran yang telah berlangsung selama tiga tahun.

    “Para siswa akan mulai menentukan arah langkah menuju masa depan sesuai dengan cita-cita para siswa serta harapan orang tua. Saya harap anak-anak segera mempersiapkan diri secara serius,” katanya.

    Lanjutnya, apa yang ditentukan para siswa/siswi saat ini akan memberi pengaruh besar dalam menentukan arah masa depan.

    Ia mengingatkan bahwa para siswa siswi yang saat ini merayakan kelulusan merupakan generasi penerus yang suatu saat akan menjadi pemimpin di Jayawijaya, sehingga diharapkan para siswa dapat memanfaatkan kesempatan dengan baik untuk belajar dengan sebaik-baiknya.

    “Pesan saya, para orang tua agar dapat membimbing anak-anak dalam menentukan masa depan, memberikan kebebasan, pengertian serta arahan yang baik dan bijaksana,”. (VIN/AR)

     

  • Pemerintah Kabupaten Jayawijaya resmi membuka Sekolah Adat di Distrik Walelagama

    Pemerintah Kabupaten Jayawijaya resmi membuka Sekolah Adat di Distrik Walelagama

    Jayawijaya – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya resmi membuka Sekolah Adat di Distrik Walelagama. Pembukaan sekolah ini disaksikan oleh Pemerintah Daerah melalui Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso, S.Pd, LMA, Tokoh masyarakat, Tokoh Adat dan Tokoh Agama, Rabu 07 Mei 2025.

    Peresmian sekolah adat di Distrik Walelagama Oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, LMA, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat

    Foto : Istimewa

    Sekolah Adat Walelagama tersebut bertujuan untuk menjaga eksistensi masyarakat adat dan mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal bagi masyarakat pribumi.

    Selain itu, sekolah tersebut menawarkan berbagai kegiatan, seperti PAUD/TK, PKBM, sekolah minggu, lapak baca, seni tari, seni lukis, kerajinan tangan, bahasa daerah, dan bahasa asing.

    Pada kesempatan itu, Kepala Kampung Walelagama Boas Itlay katakan bahwa  pembukaan Sekolah Adat ini sejalan dengan Konvenan Internasional atau Konvensi ILO 169 yang mengakui hak ekonomi, sosial dan budaya masyarakat adat.

    “Pemerintah Indonesia sudah mengakui adanya sekolah adat melaui kebijakan nasional yang mengatur tentang Sistem Pendidikan Nasional,” Ujarnya.

    Disamping itu, Kepala Sekolah Adat Walelagama Ambrosius Haluk katakan bahwa sekolah ini adalah wujud implementasi dari konvenan internasional dan kebijakan pemerintah pusat dalam mempertahankan kebudayaan masyarakat adat Indonesia.

    “Kami harap Pemerintah Daerah dan Lembaga Swadaya Masyarakat dapat terus mendukung dan mendorong pengembangan Sekolah Adat ini, ” Katanya. (AgW/AW)

  • Bupati Jayawijaya hadir dalam kegiatan Pembangunan Sekolah Alam di SD Inpres Abusa Distrik Kurulu

    Bupati Jayawijaya hadir dalam kegiatan Pembangunan Sekolah Alam di SD Inpres Abusa Distrik Kurulu

    Wamena – Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H. hadir dalam kegiatan pembangunan sekolah alam di SD Inpres Abusa yang dilaksanakan oleh Yayasan Cakra Abhipraya Responsif melalui programnya Expedisi kemanusiaan Papua Menanam, Selasa 8 April 2025.

    Dalam sambutannya, Bupati Jayawijaya memberikan apresiasi kepada yayasan cakra abhipraya Responsif dalam partisipasinya membangun sekolah alam di beberapa distrik di Kabupaten Jayawijaya, salah satunya di SD Inpres Abusa, dimana yayasan ini mengirimkan 18 guru untuk mengajarkan bagaimana cara menanam dan berternak.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H., M.H.  bersama Asisten II Sekda Lekius Yikwa, S.Pd.,M.Si dan beberapa Kepala OPD beserta Influencer Azizah Salsha dalam kegiatan pembangunan sekolah alam di SD inpres Abusa.

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    “Sekolah alam ini mengajarkan anak-anak kita sejak dini untuk dapat bertani atau menanam dan berternak, ada 24 jenis tanaman yang diperkenalkan ke anak-anak sekolah” ucapnya.

    Selain itu, Bupati Jayawijaya juga menjelaskan ada beberapa influenser dari Jakarta yang mengkoordinir program ini, salah satunya influenser Azizah Salsha yang turun langsung mengajar dan melihat situasi dan kondisi Kabupaten Jayawijaya mulai dari Distrik Walaik, Asotipo hingga Kampung Abusa Distrik Kurulu.

    Bupati Jayawijaya mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat yang memberikan respon positif dan sudah menyambut tim dari yayasan cakra abhipraya untuk membantu mengajarkan cara menanam dan beternak.

    Menurutnya, kegiatan yang dilakukan oleh yayasan cakra abhipraya yang anggota timnya merupakan anak-anak muda yang memiliki kepedulian terhadap isu kemanusiaan dan peduli terhadap lingkungan ini sangat luar biasa dan sangat perlu di contohi.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H., M.H saat memberikan sambutannya di kegiatan pembangunan sekolah alam dengan program Expedisi kemanusiaan Papua Menanam.

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    Dijelaskannya juga bahwa pembangunan sekolah alam ini berkonsep education center, dimana tim atau guru akan mengajarkan anak-anak cara menanam dan beternak guna mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Jayawijaya.

    Atenius Murip, S.H., M.H juga mengajak masyarakat untuk memberikan dampak positif bagi daerah masing-masing, “kalau dari Jakarta saja bisa datang jauh-jauh kenapa kita yang ada sangat dekat tidak bisa memberikan dampak itu” ucapnya.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H. hadir dalam kegiatan pembangunan sekolah alam di SD Inpres Abusa yang dilaksanakan oleh Yayasan Cakra Abhipraya Responsif melalui programnya Expedisi kemanusiaan Papua Menanam.

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    “Di SD Inpres Abusa ini terdapat 6 kelas dan 4-5 guru yang mengajar, jika ada salah satu guru yang sakit atau tidak masuk maka akan ada kelas yang kosong, ini menjadi PR yang besar buat kami Pemda Jayawijaya”ujarnya.

    Untuk itu Bupati mengajak orang tua murid untuk memberi dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini, yang mana harapannya bahwa anak-anak dapat mengetahui cara bertani dan beternak yang benar.

    Dengan program expedisi kemanusiaan papua menanam ini, Atenius Murip berharap kepada Yayasan untuk tetap menjalin koordinasi dan komunikasi dengan Pemda Jayawijaya melalui OPD terkait dan Pemerintah Distrik dan kampung yang berhubungan langsung dengan masyarakat dan juga memberikan hasil maksimal sesuai dengan tujuan serta visi dan misi yayasan. (AgW/AR)

  • Bupati Jayawijaya Resmikan Program Belajar Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di SD YPPK St, Michael Hepuba

    Bupati Jayawijaya Resmikan Program Belajar Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di SD YPPK St, Michael Hepuba

    Wamena – Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H  meresmikan program belajar Sekolah Sepanjang Hari bertempat di halaman sekolah SD YPPK St. Michael Hepuba, Rabu (19/03/25).

    Dalam Sambutannya, Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H Menyampaikan bahwa program SSH ( Sekolah Sepanjang Hari ) ini adalah program yang diinginkan, sehingga Distrik Asolokobal yang menjadi titik sentral Program ini ketika di evaluasi yang cocok serta ditambah dengan kurikulum Bahasa Daerah dinilai sangat cocok dengan bahasa daerah di beberapa distrik di Jayawijaya.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H Saat memberikan Sambutannya

    Foto : Imanuel Sawaki

    “Memang ini keinginan saya, kenapa ? setika nanti pola kegiatan belajar sepanjang hari itu bukan kegiatan belajar terus yang membosankan anak-anak,” Sambung Bupati dalam sambutannya, dalam kesempatan tersebut Bupati Jayawijaya juga berharap Para Kepala Distrik , dan orang-tua di seputaran sekolah agar dapat berbesar hati memberikan Tanah agar dapat dibangun sekolah Asrama , Perumahan Guru, Perumahan Dinas Kesehatan dan perangkat lain.

    Selanjutnya Bupati menyampaikan bahwa dirinya berharap dalam Program Sekolah Setiap Hari juga dapat mendorong Olahraga sesuai dengan bidang minat Siswa/Siswi seperti Sepakbola, Bola Voli dan lain-lain, sehingga para siswa/siswi tidak merasa bosan.

    Menutup Sambutannya Bupati mengajak semua yang terlibat dalam program ini agar berdoa bersama sehingga visi dan misi besar Pemerintah Jayawijaya dapat terwujud dengan dukungan dari  Pemerintah Pusat menurut Bidangnya masing-masing. (IS/AR)

      

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H saat Meresmikan Sekolah Sepanjang Hari di SD YPPK St. Michael Hepuba

    Foto : Imanuel Sawaki

  • Pemda Jayawijaya akan bekerja sama dengan UNIBA, STT Arastamar dan AKPER dalam Program OMALI

    Pemda Jayawijaya akan bekerja sama dengan UNIBA, STT Arastamar dan AKPER dalam Program OMALI

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Bappeda mengadakan sosialisasi Beasiswa Otsus  dengan 3 Perguruan tinggi di Kabupaten Jayawijaya serta guru-guru SMA, SMU dan SMK diruang rapat sekda, selasa (18/03/25).

    Kegiatan ini dihadiri oleh Sekda Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd.,MM, Kepala Bappeda Ludya Eruleka Logo, S.STP.,M.Si, Rektor Uniba Marthen Medlama,S.Pd,M.Si.,MTESOL, Rektor STT Arastamar Dr. Sensius Amon Karlau, M.Pd.K, perwakilan Akper serta Guru-Guru SMA/SMU/SMK di Kabupaten Jayawijaya.

    Sosialisasi Beasiswa Otsus bagi 3 Perguruan tinggi dan Guru-guru SMA/ SMU/ SMK di Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Agris Wistrijaya

    Dalam wawancarannya, Sekda Jayawijaya mengatakan bahwa untuk menyikapi visi misi Bupati dan wakil Bupati Jayawijaya,  maka Pemerintah mengundang 3 Perguruan Tinggi yang ada Kabupaten Jayawijaya untuk diskusi mengenai kegiatan- kegiatan kerjasama yang akan dilakukan nantinya.

    “Rencananya Pemda Jayawijaya akan berkerja sama dengam Universitas Baliem, Akper,  dan STT Arastamar Wamena” Ucap Sekda Jayawijaya.

    Thony Mayor berharap kedepannya tetap ada komunikasi dengan kepala-kepala sekolah dan Perguruan tinggi guna menginvestigasi SDM yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

    “Untuk itu Pemda Jayawijaya berharap dengan adanya perpanjangan kerjasama ini dapat menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas bagi Kabupaten Jayawijaya” Ungkapnya.

    “Memang membutuhkan waktu yang lama dalam menginvestigasi SDM, selama ini kita cenderung melihat pembangunan gedung-gedung yang bagus, tetapi sebenarnya yang terpenting adalah membentuk sejak dini generasi penerus agar kedepannya generasi inilah yang akan melanjutkan  pembangunan negeri ini lebih maju”jelasnya.

    Disamping itu, Kepala Bappeda Ludya Eruleka Logo mengatakan bahwa mereka sudah menyusun dokumen untuk mengukur capaian output khusus untuk program kegiatan yang bersumber dari dana otsus, untuk itu program unggulan yang kami siapkan adalah OMALI (otsus untuk manusia baliem).

    Selain itu, menurut Ludya Logo untuk mengejar indikator makro dari dokumen rencana induk percepatan pembangunan papua yaitu papua cerdas, papua sehat dan papua produktif, Khusus untuk papua cerdas Pemda Jayawijaya melalui bappeda sudah menyusun dokumen OMALI, dokumen ini isinya adalah capaian output yang mau dikejar serta target kami sampai dengan tahun 2030 yang merupakan masa periode Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya.

    “Target tersebut adalah menyiapkan beasiswa untuk  250 orang tenaga medis dan 100 orang tenaga pendidik” Katanya.

    “Belum terhitung dari program-program beasiswa otsus yang ada di OPD lain seperti Dinas pendidikan ada bantuan untuk mahasiswa exact yang reguler, dan bantuan mahasiswa studi akhir” Ucapnya.

    Menurut Ludya Logo, Akumulasi dari program-program tersebut akan dituangkan sebagai pencapaian yang ada dalam target penganggaran beasiswa otsus di Kabupaten Jayawijaya.

    Selain itu, Kepala Bappeda juga mengatakan bahwa target kerjasama Pemda Jayawijaya di tahun 2025 yaitu kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Uncen dengan 5 orang Calon Dokter yang akan direkrut tahun ini di bulan Mei, PG Paud  STT Arastamar ada 20 mahasiswa,  PGSD UNIBA ada 40 mahasiswa,  Akper Jurusan keperawatan ada 30 mahasiswa, gizi 20 mahasiswa, dan bidan 20 mahasiswa.

    Foto bersama dengan Sekda Jayawijaya Thony M. Mayor,S.Pd.,MM, Kepala BAPPEDA Ludya Eruleka Logo, S.STP.,M.Si, Rektor Uniba Marthen Medlama,S.Pd.,M.Si, MTESOL, Rektor STT Arastamar Dr. Sensius Amon Karlau, M.Pd.K, perwakilan Akper serta Guru-Guru SMA/SMU/SMK di Kabupaten Jayawijaya.

    Foto : Agris Wistrijaya

    “Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, guru-guru dapat melanjutkan informasi ini kepada anak-anak muridnya dan Program beasiswa ini khusus untuk anak-anak asli Jayawijaya yang ada di 40 Distrik Kabupaten Jayawijaya” Tutupnya. (AgW/AW)