Category: Pendidikan

  • Pelatihan Peningkatan SDM Resmi Dibuka, Ini Isi Pesan Peserta Untuk Bupati Jayawijaya

    Pelatihan Peningkatan SDM Resmi Dibuka, Ini Isi Pesan Peserta Untuk Bupati Jayawijaya

    WAMENA – Bupati Jayawijaya yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan, membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Jayawijaya, yang berlangsung di LTI Peduli Kasih Wamena, Kamis (02/10/2025).

    Kepala Dinas Pendidikan Kab. Jayawijaya, Kaleb Asso, saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Jayawijaya, yang ditandai dengan pemasangan tanda peserta, kegiatan berlangsung di  LTI Peduli Kasih Wamena, Kamis (02/10/2025).

    Foto : Vina Rumbewas

    Kegiatan ini merupakan kerjasama Pemerintah Jayawijaya bersama dengan Yayasan Pengembangan Pendidikan Ekonomi dan Kesehatan (YAPENEK) Papua.

    Kegiatan pelatihan yang akan berlangsung selama enam bulan di LTI Peduli Kasih Wamena ini diikuti 30 orang peserta yang merupakan putra putri asli Jayawijaya, ada yang masih berstatus pelajar SMA dan ada juga yang telah lulus SMA/SMK.  Dalam pelatihan ini peserta akan diajarkan Ilmu Komputer dan Bahasa Inggris, yang dimulai dari dasar.

    Penguasaan teknologi informasi dan kemampuan berbahasa inggris menjadi dua keterampilan yang sangat penting di era digital. Computer bukan lagi sekedar alat bantu tetapi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari setiap aspek pekerjaan dan kehidupan. Demikian halnya dengan bahasa inggris yang menjadi bahasa universal.

    “Pelatihan ini diselenggarakan untuk membekali para peserta dengan ketrampilan computer dan bahasa inggris, agar peserta dapat bersaing dan beradaptasi dengan tuntutan zaman yang terus berubah,” kata Kaleb Asso, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya saat membacakan sambutan bupati.

    Ia mengajak seluruh peserta pelatihan agar dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Ikuti setiap sesi dengan penuh semangat dan displin, serta tidak ragu untuk bertanya dan berdiskusi.

    “Terus berlatih karena penguasaan keterampilan ini memerlukan praktik yang konsisten. Jadikan pelatihan ini sebagai langkah awal untuk mengukir prestasi yang lebih gemilang, baik dalam bangku pendidikan, pekerjaan,  maupun kehidupan pribadi,” ungkapnya.

    Dikesempatan yang sama, Ketua Yayasan Pengembangan Pendidikan Ekonomi dan Kesehatan (YAPENEK) Papua, Yulianus Pabika, S.Pd mengatakan, 15 orang peserta merupakan pelajar yang duduk di kelas III SMA/SMK, dan 15 orang lainnya merupakan anak-anak usia sekolah yang belum sempat melanjutkan ke perguruan tinggi.

    “Mereka akan belajar selama enam hari dalam seminggu, kelasnya dari siang sampai sore. Jadi anak-anak yang masih aktif belajar di sekolah setelah pulang sekolah mereka langsung datang ke tempat belajar ini, mereka makan siang di sini dan langsung belajar. Jadi mereka akan makan siang dan snack sore di sini,” jelasnya.

    Foto bersama Ketua YAPENEK Papua, Yulianus Pabika, S.Pd, bersama para peserta didik, saat pembukaan pelatihah, Kamis (2/10/2025)

    Foto : Vina Rumbewas

    Dirinya berharap, melalui program pelatihan ini nantinya para peserta didik dapat belajar dengan baik tentang computer maupun bahasa ingggris, sehingga akan menjadi bekal bagi mereka dan dapat diaplikasikan di bangku kuliah atau di tempat kerja.

    “Kami akan mengajarkan mereka mulai dari dasar sampai dengan test TOEFL, dan tesnya diselenggarakan oleh beberapa lembaga yang bekerja sama dengan kami, jadi mereka akan datang dari pusat untuk lakukan test,” jelasnya.

    Kerjasama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bersama dengan Yayasan Pengembangan Pendidikan Ekonomi dan Kesehatan (TAPENEK) Papua ini telah telah memasuki tahun ke dua, yang mana dimulai sejak tahun 2024 lalu.

    Pemison Jikwa, salah satu peserta pelatihan kepada wartawan mengatakan, bahwa dirinya sangat bersyukur karena mendapatkan kesempatan untuk bisa belajar gratis dalam program ini.

    “Saya tamatan STM, tapi karena masalah keuangan saya tidak lanjut kuliah. Jadi saya sangat bersyukur karena bisa dapat kesempatan untuk belajar di sini, ini kesempatan hanya sekali untuk bisa belajar disini dan ini membuat kita menjadi lebih tau dan berbeda. Saya mewakili teman-teman kami sangat bersyukur atas kesempatan ini,” ujarnya.

    Pemison Jikwa, peserta pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Jayawijaya.

    Foto : Vina Rumbewas

    Rencananya, setelah menyelesaikan pendidikan dalam program ini dirinya akan melanjutkan kuliah. Sehingga Pemison berharap bisa mendapatkan sedikit perhatian dari Pemerintah Daerah Jayawijaya.

    “Karena saya mau lanjut kuliah jadi saya sampaikan pesan untuk pemerintah, kalau boleh kami yang selesai dari tempat pelatihan ini kalau boleh bapak bupati bisa tolong kami, untuk lanjutkan kuliah,” harapnya. (VIN/AW)

     

  • Ciptakan siswa yang terampil dan berprestasi, Dinas Pendidikan adakan berbagai Lomba pada Jenjang SMA/SMK

    Ciptakan siswa yang terampil dan berprestasi, Dinas Pendidikan adakan berbagai Lomba pada Jenjang SMA/SMK

    Wamena – Asisten III Sekda Pilatus Lagowan membuka kegiatan pembinaan minat, bakat dan kreativitas siswa khusus untuk jenjang sma/smk se-kabupaten Jayawijaya yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, Selasa 30 September 2025.

    Dalam sambutan, Pilatus Lagowan menyampaikan selamat terima kasih dan apresiasi kepada Kepala Dinas Provinsi Papua Pegunungan yang memberikan dukungan bagi peningkatan dunia pendidikan di Kabupaten Jayawijaya.

    Pembukaan Kegiatan pembinaan minat, bakat dan kreativitas siswa/i SMA/SMK se-Kabupaten Jayawijaya Tahun 2025.

    Foto: Agris Wistrijaya

    Ia juga meambahkan bahwa kegiatan pembinaan minat bakat dan kreativitas bagi siswa SMA dan SMK merupakan program atau aktivitas yang dirancang untuk mengidentifikasi, menggali, dan mengembangkan potensi siswa di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik.

    “program ini dilaksanakan melalui berbagai kegiatan lomba, dengan tujuan untuk menciptakan siswa yang terampil, berprestasi, percaya diri, dan mampu bersaing, serta mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan masa depan melalui pengembangan karakter dan wawasan yang lebih luas,”ungkapnya.

    Menurutnya, ada banyak manfaat penting lainnya yang dapat diperoleh dengan mengikuti kegiatan ini, diantaranya membantu siswa membuat keputusan yang tepat mengenai studi lanjutan atau jalur karier yang sesuai dengan minat dan bakatnya, memberikan bekal untuk memilih jalur studi atau pekerjaan di masa depan,

    Selain itu menurutnya, manfaat lainnya memberikan kesempatan bagi para siswa untuk mengeksplorasi ide-ide dan menciptakan sesuatu yang baru serta meningkatkan rasa percaya diri, hingga dapat membentuk mental dan karakter para siswa untuk bersaing di berbagai tingkatan.

    Foto bersama Asisten 3 Sekda Pilatus Lagowan, SE dan Kadis Pendidikan beserta Staf Dinas Pendidikan di Kegiatan pembinaan minat, bakat dan kreativitas siswa/i SMA/SMK se- Kabupaten Jayawijaya Tahun 2025.

    Foto: Agris Wistrijaya

    “saya sangat mengapresiasi partisipasi serta semangat dan keberanian anak-anak sekalian dalam mengikuti kegiatan ini. pesan saya kepada seluruh peserta kegiatan untuk menggunakan pembinaan ini sebagai kesempatan untuk menggali dan menyalurkan minat serta bakat unik yang anda miliki dan jangan ragu untuk mencoba hal baru, berinovasi, dan menunjukkan kreativitas anda melalui berbagai kegiatan yang ada,”katanya.

    Ia juga berharap kepada para siswa untuk optimalkan sumber daya yang tersedia, baik fasilitas maupun dukungan dari sekolah dan guru, untuk mengasah bakat dan kreativitas anda;, serta menikmati kegiatan tersebut sebagai ajang memperluas jaringan dan bertukar pengalaman dengan siswa lain dari berbagai sekolah. 

    Pada Kesempatan itu juga ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kepala sekolah dan dewan guru, yang telah memberikan kesempatan serta dukungan penuh kepada anak didiknya, untuk mengembangkan minat bakat dan kreativitas mereka masing-masing.

    ‘Saya berharap agar ajang seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, dalam rangka meningkatkan karakter, inovasi dan kreativitas para siswa, dan mempersiapkan mereka untuk mampu berkompetisi dan bersaing menghadapi pada masa depan, baik dalam karier maupun hidup bermasyarakat,”tuturnya. (AgW/AW)

  • Dinas Pendidikan gelar pembinaan minat, bakat dan kreativitas siswa se-Kabupaten Jayawijaya

    Dinas Pendidikan gelar pembinaan minat, bakat dan kreativitas siswa se-Kabupaten Jayawijaya

    Wamena – Asisten I Sekda Jayawijaya Drs Tinggal Wusono, M.A.P membuka kegiatan Pembinaan Minat,bakat dan kreativitas siswa sekolah se-kabupaten Jayawijaya di Gedung Sekolah Minggu Betlehem wamena, Senin 22 September 2025.

    Asisten I Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.A.P saat memberikan sambutan

    Foto : Agris Wistrijaya

    Dalam sambutan, Asisten I Sekda Jayawijaya mengatakan bahwa pembinaan minat, bakat dan kreativitas siswa ini merupakan sarana untuk membantu siswa dalam menemukan dan mengembangkan potensi diri dan menumbuhkan rasa percaya diri dan meningkatkan motivasi belajar.

    “pembinaan ini juga dapat mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan baik dalam karier maupun kehidupan bermasyarakat serta membangun karakter siswa,”ucapnya.

    Menurutnya, pembinaan ini juga bertujuan untuk menciptakan siswa yang terampil,berprestasi dan mampu bersaing di berbagai tingkatan.

    “Saya ingin memberikan Apresiasi yang tinggi kepada anak-anak hebat se jayawijaya yang telah berani berpartisipasi dalam kegiatan ini, ingat bahwa kalian ssemua memiliki keunikan dan potensi yang perlu dikembangkan,”katanya.

    Drs. Tinggal Wusono,M.A.P juga mengajak siswa-siswa tersebut untuk semangat, fokus dan berani bersaing untuk menunjukkan Bakat dan Kreativitas masing-masing.

    Asisten I Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.A.P bersama para peserta Pembinaan Minat, Bakat, dan Kreativitas

    Foto : Agris Wistrijaya

    Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini memberikan inovasi baru serta menambah pengalaman dan sebagai ajang silaturahmi anatra seluruh siswa-siswi sekolah sdi Kabupaten Jayawijaya.

    “Saya harap untuk Dinas Pendidikan dapat berkoordinasi dengan OPD terkait agar kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda tahunan bagi Kabupaten Jayaiwjaya sehingga dapat menciptakan generasi penerus bangsa yang hebat,”tutupnya. (AgW/AW)

  • Pemkab Jayawijaya Melepas 15 Anak Asli Jayawijaya Untuk Melanjutkan Pendidikan Kedokteran

    Pemkab Jayawijaya Melepas 15 Anak Asli Jayawijaya Untuk Melanjutkan Pendidikan Kedokteran

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menemukan banyak kekurangan Tenaga Dokter dilingkungan pemerintah kabupaten jayawijaya, sehingga melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, mengambil Langkah perubahan dengan mengadakan Uji Kompetensi kepada siswa kelas tamatan 2025 untuk disekolahkan sebagai Dokter, dan 15 anak yang terpilih sebagai Calon Mahasiswa/i baru di Fakultas Kedokteran Universitas Mega Buana Palopo, karena Universitas yang tesebut bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk kelas Pemda. Giat pelepasan langsung disaksikan oleh semua ASN pada Apel kamis pagi dan dipimpin langsung oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya Atenius Murip, S.H, M.H, Kamis (04/09/25).

    Foto Saat Perwakilan Calon Mahasiswa/I Baru Fakultas Kedokteran Kelas Pemda Dilepas Oleh Pemkab Jayawijaya

    Foto : Brian Windesi

    15 Anak Asli Jayawijaya yang terpilih melalui beberapa tahapan seleksi dan di nyatakan memenuhi syarat yang di antaranya 13 Sebagai Dokter Umum dan 3 sebagai Dokter Gigi. Dalam kegiatan Pelepasan Calon Mahasiswa/i Baru Kelas Pemda Program Studi Pendidikan Kedokteran Bupati Jayawijaya Atenius Murip berpesan kepada 15 Calon Mahasiswa kedokteran ini agar “ kamu sekolah bukan bikin anak, sekolah jadi dokter untuk melahirkan anak bagi Perempuan dan yang laki-laki kesana bersekolah bukan untuk jadi pengacau, sekolah dokter itu tidak ada jalan-jalan tugasnya hanya belajar-belajar dan belajar, Pemerintah daerah, Masyarakat Jayawijaya sudah memberikan harapan kepada kalian untuk menjadi dokter bukan menjadi ibu rumah tangga bagi yang perempuan dan bukan menjadi gangster bagi yang laki-laki. Kamu disekolahkan untuk kerja di bengkel atau bengkelnya manusia. Saya tidak mau dengar nanti kepala dinas laporkan kepada saya semester depan kalian punya IPK sangat rendah, nilainya tidak lewat dari standar, nilai merah, D, E semua, itu saya dengar itu saya suruh pulangkan dan tidak usah sekolah, jadi tidak boleh main – main dan harus sangat serius belajar.” Tegas Beliau.

    Foto Bersama 15 Anak Calon mahasiswa/i Baru Kelas Pemda Program Studi Pendidikan Kedokteran

    Foto : Brian Windesi

    Dalam wawancara Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H, M.H menyapaikan bahwa “ besar harapan dari kami pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Jayawijaya melalui tenaga medis salah satunya adalah Dokter-Dokter kita sangat terbatas sehingga Puji Tuhan hari ini saya melihat ada Putra Putri kita terbaik yang telah terpilih melalui beberapa tahapan seleksi dan mereka ini dinyatakan memenuhi syarat secara akademik untuk melaksanakan Kuliah Kedokteran, sehingga harapan masyarakat dan pemerintah kabupaten jayawijaya kepada anak-anakKu belajarlah di negeri orang dengan pengetahuan dibidang Kedokteran setinggi-tingginya. Lanjut ungkap Beliau “mereka pergi sekolah bengkel manusia supaya pulang menjadi bengkel-bengkel manusia yang handal di Jayawijaya itu doa dan harapan seluruh masyarakat Jayawijaya “ tutup Beliau. (BW/AR)

  • Bupati Jayawijaya Lepas 15 Putra Putri Asli Daerah Untuk Masuk Sekolah Kedokteran

    Bupati Jayawijaya Lepas 15 Putra Putri Asli Daerah Untuk Masuk Sekolah Kedokteran

    Wamena – Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H. dalam apel pagi di lingkungan pemerintah daerah kabupaten jayawijaya, melepas siswa siswi yang akan disekolahkan  oleh pemerintah daerah jayawijaya di Universitas Megabuana Palopo, Kamis (04/09/25).

    Bupati jayawijaya dalam wawancaranya seusai memimpin apel pagi di lingkungan pemerintah kabupaten jayawijaya menjelaskan bahwa siswa-siswi yang akan dilepas berjumlah 15 oramg  yang akan dibiayai oleh pemerintah daerah jayawijaya untuk menempuh pendidikan kedokteran di Palopo.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jayawijwaya menjelaskan bahwa langkah ini merupakan upaya pemerintah Jayawijaya dalam meningkatkan sumberdaya manusia  khususnya dalam bidang kedokteran di Jayawijaya, sehingga pemerintah merasa perlu dan penting untuk memberangkatkan 15 calon mahasiswa kedokteran ke Universitas Megabuana Palopo.

    Bupati Jayawijaya Saat melepas Siswa/i yang akan menempuh pendidikan kedokteran

    Foto : Imanuel Sawaki

    Selanjutnya Bupati juga menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah sangat berharap untuk dapat meningkatkan pelayanan kesehatan dikabupaten jayawijaya melalui tenaga medis, khususnya yang mana tenaga dokter yang ada saat ini sangat terbatas, sehingga bupati mendorong putra putri terbaik jayawijaya yang telah terpilih dan melalui beberapa tahapan seleksi dan telah lolos.

    Dalam kesempatan tersebut Bupati Jayawijaya juga berpesan kepada 15 calon Mahasiswa Kedokteran yang akan diberangkatkan agar dapat belajar dengan baik dan kembali menjadi dokter untuk melayani masyarakat jayawijaya.

    Bupati Jayawjaya saat foto bersama Wakil bupati Jayawijaya, serta  pimpinan OPD dan siswa/i

    Foto : Imanuel Sawaki

    Bupati Jayawijaya juga berpesan kepada seluruh masyarakat Jayawijaya agar mendoakan dan mendukung para calon Mahasiswa yang akan dikirim agar dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan dapat kembali untuk melayanai masyarakat Jayawijaya sebagai seorang dokter.

    Selanjutnya bupati juga menjelaskan bahwa para siswa yang dikirim akan dibiayai penuh sampai menyelesaikan sekolah kedokteran. (IS/AW)

  • Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Distrik Bpiri

    Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Distrik Bpiri

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Bupati Kabupaten Jayawijaya Atenius Murip, SH., MH bersama rombongan dan juga turut hadir Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Papua Pegunungan Yanius Telenggen, SH., M.AP dalam meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Distrik Bpiri Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan. Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH.,MH bersama rombongan saat meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat yang merupakan program pemerintah Pusat, sehingga Pemkab Jayawijaya meninjau lokasi yang berada di Distrik Bpiri yang kemudian semua masyarakat dan Tokoh Adat, Tokoh Agama, Para Kepala-Kepala Kampung di lingkungan Pemerintahan Distrik Bpiri menerima dengan sepenuh Hati untuk pembangunan Sekolah Rakyat tersebut, Rabu (04/07/25).

    Foto bersama saat Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH.,MH bersama rombongan meninjau lokasi pembangunan sekolah rakyat di Distrik Bpiri

    Foto : Brian Windesi

    Dalam Sambutan Bupati Kabupaten Jayawijaya menyampaikan bahwa “Kami Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyambut baik, etika baik dari masyarakat kami Distrik Bpiri terkhusus dan seluruh keluarga besar yang ada di suku walak untuk boleh menghibahkan lokasi, bukan untuk hal  pribadi ataupun Pemerintah tetapi ada satu visi misi baik dari Presiden Republik Indonesia pak Prabowo Subianto untuk membangun Sekolah Rakyat dan menyampaikan kepada kami untuk menyiapkan lahan-lahan dimana yang bisa dibangun. Hari ini kami berkunjung dengan beberapa OPD saya bawa mulai dari Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, Kepala Dinas PUPR, dan beberapa Tim dan juga sekaligus Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan.” dalam sambutan Bupati Jayawijaya menjelaskan bahwa “saya mendapat banyak cerita dari orang tua-tua dulu bahwa di daerah sini atau daerah suku walak ini para misionaris masuk dengan membawa injil masuk kesini dan menurut saya adalah membuka tabib atau kehidupan lebih baik dan ditempat ini juga Tuhan mengatur untuk bisa mencerdaskan anak-anak kita kedepan. Dan ditempat ini diserahkan untuk membangun sekolah, kami Pemerintah Daerah Sangat berterimakasih”. Ungkap Beliau “kalau ini dibangun sekolah SD,SMP,SMA pola Asrama terlebih khusus akan bisa dari Tolikara,Lanijaya, Jayawijaya, bahkan Mamberamo Tengah semua punya anak-anak bisa sekolah rakyat gratis disini maka luar biasa jadi berkat untuk masyarakat Distrik Bpiri dan sekitarnya, dan Trimakasih sudah berbesar hati sudah menyiapkan lahan”. Dalam wawancara Bupati Jayawijaya “kita sudah lewat dan Melihat Akses Jalan dari jalur belakang perbatasan antara Wolo dan Bpiri, jalan ini belum ada peningkatan atau masih dasar dengan hamparan batu batu, tadi juga kami telah diskusi dengan Kepala Dinas PU dan beberapa OPD barangkali nanti kita rencanakan selama 4 tahun kedepan ini kita melihat seberapa bisa kita menyesuaikan setiap tahun, apakah itu memungkinkan bisa setahun, dua tahun, tiga tahun, atau empat tahun yang jelas nanti bertahap kita akan lakukan itu agar aktifitas Pemerintahan, aktifitas perekonimian masyarakat, aktifitas Pendidikan anak sekolah, aktifitas pelayanan kesehatan bisa terlayani dengan baik yang melewati jalan ini baik dari akses jalan lewat wolo ataupun dari Yalengga lewat Koragi yang kita harapkan bisa tembus”.

    Foto saat Bupati Jayawijaya bersama rombongan di Titik Nol Lahan Pembangunan Sekolah Rakyat di Distrik Bpiri

    Foto : Brian Windesi

    Dalam kegiatan tersebut juga Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Papua Pegunungan Yanius Telenggen, SH., M.AP memberikan tanggapan tehadap lokasi yang di Hibahkan kepada Pemerintah “kehadiran saya bersama Pak Bupati Jayawijaya untuk kesini melihat sama-sama lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Karena kami selama ini kurang lebih satu bulan lalu kami sudah menyurat ke Kementrian Sosial di Jakarta dan mereka merespon yang mana ini Program Nasional jadi Prioritas seluruh Indonesia ini di wajibkan dengan syarat kalau memang setiap Provinsi sudah memiliki Tanah yang tidak bermasalah, tidak gampang longsor, tidak gampang banjir, Akses jalannya bagus dan dapat terjangkau dengan kendaraan Roda 4. Syaratnya seperti disebutkan tadi, jadi dokumen pertanahannya sudah lengkap maka Tim Kelayakan dari Pusat akan turun dalam waktu dekat. Dan yang penting dari sini kami laporkan ke Pak Bupati Jayawijaya kalau memang di Distrik Bpiri Lokasi Orang Tua – Tua disini telah siapkan dan kami telah lihat layak untuk dibangun sekolah rakyat maka kami akan teruskan berkoordinasi ke Pusat untuk menindaklanjuti”. Tutup Kadinsos P3A Provinsi Papua Pegunungan Yanius Telenggen, SH., M.AP. (BW/AW)

  • 392 Anggota Ikuti Jambore Ke-V Gerakan Pramuka Cabang Jayawijaya

    392 Anggota Ikuti Jambore Ke-V Gerakan Pramuka Cabang Jayawijaya

    WAMENA – Jambore Cabang Ke-V Gerakan Pramuka Cabang Jayawijaya dibuka secara resmi oleh Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H., Senin (21/07/2025).

    Kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari ini digelar di di komplek Masjid Agung Baiturrahman Wamena.

    Dalam sambutannya, Atenius Murip, S.H.,M.H., mengapresiasi para pengurus cabang dan ranting serta seluruh pimpinan gugus depan yang telah mengirimkan kontingennya untuk mensukseskan kegiatan Jambore ini.

    Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H.,M.H., saat menyematkan tanda kepada peserta Jambore Cabang Ke-V Gerakan Pramuka Cab.Jayawijaya

    Foto : Vina Rumbewas

    Bupati juga berharap agar kegiatan Jambore Cabang ini dapat menjadi ajang pertemuan seluruh penggalang yang ada di Jayawijaya, sehingga diantara anggota tingkat penggalang dapat berinteraksi dan berkomunikasi, dengan begitu terjalin persahabatan, persaudaraan, kebersamaan dan kerjasama antar penggalang dari gugus depan.

    “Sebagai pemimpin daerah saya ingin mengajak kepada kakak-kakak pembina dan pelatih pramuka untuk terus melakukan pembinaan dan memperbanyak kegiatan lapangan seperti kegiatan perkemahan pada tingkatan gugus dan kwartir,” katanya.

    Menurutnya, dengan begitu pramuka dapat maju dan berkembang. Namun kegiatan yang dilaksanakan juga harus mempertimbangkan keadaan dan managemen resiko yang ada di gerakan pramuka.

    “Kegiatan-kegiatan pramuka harus dilakukan ditempat yang aman dan dipastikan tidak ada gangguan-gangguan,” ungkapnya.

    Dikesempatan itu, bupati juga mengajak OPD terkait yakni dinas Olahraga dan Pemuda dan dinas Pendidikan untuk dapat memberi perhatian khusus dan membantu gerakan pramuka Jayawijaya agar tetap eksis dan bisa melaksanakan kegiatan secara teratur.

    Dikesempatan yang sama, Ketua Panitia Desi Batseran, mengungkapkan bahwa kegiatan kegiatan ini merupakan ajang pertemuan penggalang se Kabupaten Jayawijaya dalam rangka membina dan mengembangkan persaudaraan, keterampilan, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan. Selain itu kegiatan ini juga merupakan program kerja Kwartir Cabang Gerakan Prmuka Jayawijaya tahun 2020-2025.

    “Jumlah peserta sebanyak 392 orang. Tujuan kegiatan ini untuk menumbuhkan dan mempererat persaudaraan antar sesama pramuka penggalang, mengembangkan kemampuan dan keterampilan kepramukaan, mendorong sikap mandiri, displin dan bertanggungjawab, serta menumbuhkan semangat cinta tanah air, sosial, dan lingkungan,” jelasnya.

    Rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Jambore Cabang Ke-V ini yakni permainan besar penggalang, kegiatan kepramukaan, outbond dan petualangan, lomba-lomba kepramukaan, bakti masyarakat, dan api unggun persaudaraan. (VIN/AW)

  • Pemda Jayawijaya Menangani 30 Anak Jalanan Kloter Ke 2 Yang Akan Dibina Di Semarang

    Pemda Jayawijaya Menangani 30 Anak Jalanan Kloter Ke 2 Yang Akan Dibina Di Semarang

    Wamena – Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya yang dalam hal ini Dinas Sosial Kabupaten Jayawijaya, sesuai dengan Program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya telah melaksanakan Point ke 9 yaitu Penanganan Anak Korban Aibon. Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jayawijaya, Simon Kalolik, S.Pd bersama beberapa Staf dinas sosial Kabupaten Jayawijaya mengantarkan 30 anak kloter ke 2 ke semarang untuk dibina. (20/07/2025).

    Saat Foto Bersama dengan 30 Anak Jalanan yang akan dikirimkan ke Semarang

    Foto : Brian Windesi

    Dalam kegiatan ini Asisten II Sekda Kabupaten Jayawijaya Lekius Jikwa, S.Pd.,M.Si turut hadir dalam mengantar 30 anak jalanan kloter ke 2 untuk diberangkatkan ke Jayapura dan bermalam di Jayapura dan kemudian rombongan dibawah pimpinan Kadis Sosial Simon Kalolik, S.Pd akan lanjut berangkat menuju Semarang menggunakan Pesawat Udara Flight ke 2. Dalam wawancara Asisten II Lekius Jikwa, S.Pd.,M.Si menegaskan bahwa “Ini sebagaimana sesuai dengan Visi Misi Bupati & Wakil Bupati Jayawijaya untuk generasi emas ini demi masa depan yang baik. Kita antar ke Semarang, Yayasan yang akan bekerja sama dengan Pemda Kabupaten Jayawijaya dalam pembinaan anak-anak jalananan ini selama kurang lebih 1 tahun. Setelah selama 1 tahun di Bina dan dilihat perkembangan dari anak-anak ini ada yang bisa, dia akan melanjutkan pendidikan lebih tinggi dan kemudian ada juga yang kembali ke Wamena dan semua itu setelah dibekali” Tegasnya.

    Foto wawancara Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jayawijaya Simon Kalolik, S.Pd

    Foto : Brian Windesi

    Terus dalam wawancara Plt. Kepala Dinas Sosial, Simon Kalolik, S.Pd menjelaskan bahwa “Dalam rangka 100 hari kerja Bupati & Wakil Bupati terpilih periode 2025 – 2029 itu kami Dinas Sosial punya tanggung jawab itu menangani anak jalanan, programnya adalah 50 anak kita sudah harus kirim keluar. 50 Anak-anak jalanan sudah di data dan sudah di periska kesehatan, setelah di periksa kami sudah mengirimkan 20 anak kloter pertama ke Jogjakarta, lalu sekarang ini kami mau antar 30 anak kloter ke 2 ini ke Semarang, jadi yang kedua ini kita kerjasama dengan YAYASAN TERANG BAGI SEJAHTERA BANGSA (YTBSB), karena itu hari ini hari minggu 20 Juli 2025 kami akan antar mereka ke Jayapura dan nanti kami akan bermalam disana dan selanjutnya kami akan ke Semarang lalu kami  akan lakukan MoU”. Lanjut tegas Kadinsos “Jadi tujuan anak-anak ini kita bawa keluar dengan maksud supaya mereka ini di Bina, di bentuk karakternya,  ya karena selama ini mereka punya karakter, moralnya yang sudah rusak dan tidak ada harapan masa depan, itu kita mau perbaiki. Jadi sampai disana kita kerja sama dengan YAYASAN yang dimaksud tadi, mereka akan Bina anak-anak ini selama 1 tahun, mereka akan disekolahkan di sekolah Paket sesuai dengan jenjang pendidikan mereka yang selama ini ada.” Terus ungkap Kadinsos Simon Kalolik, S.Pd “soal Pembiayaannya dari dua sumber yaitu yang pertama dari Dana Tak Terduga kemudian yang satunya dari DPA Perubahan Dinas Sosial Kabupaten Jayawijaya.” Tutupnya. (BW/AW)

  • Bupati Jayawijaya lepas 50 Anak yang akan di latih di Jogja

    Bupati Jayawijaya lepas 50 Anak yang akan di latih di Jogja

    Wamena – Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H.,M.H  Lepas 50 anak yang akan dikirim ke Jogja untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan keterampilan, Kamis (19/06/2025).

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H.,M.H  Melepas 50 anak yang akan diberangkatkan ke Jogja untuk dilatih dan dididik  seusai Apel pagi di halaman kantor bupati Jayawijaya.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H.,M.H saat wawancara

    Foto : Imanuel Sawaki

    Dalam wawancaranya, Bupati menjelaskan bahwa  Program yang dijalankan ini adalah bagian dari program Pemerintah yang telah masuk dalam program 100 hari kerja Bupati, yaitu  penanganan anak-anak Jalanan yang kurang beruntung yang yang ada di dalam Kota Wamena.

    Lanjut Bupati anak-anak ini adalah tanggung jawab semua pihak, baik orang tua,masyarakaat, maupun Pemerintah daerah, dan dengan kondisi yang terjadi pemerintah daerah merasa sangat penting  untuk menangani permasalahan yang terjadi ini.

    Lanjut Bupati dirinya berharap dapat merubah pandangan masyarakat terhadap anak-anak jalanan  sehingga dapat memiliki masa depan yang baik. Dengan mengumpulkan anak anak yang ada dijalanan, mendata kondisi keluarga mereka dan kehidupan sehari-hari yang dialami Bupati berharap dapat mengumpulkan informasi terkait anak-anak ini sehingga dapat masuk dalam pembinaan.

    Selain itu Bupati juga menjelaskan bahwa pemerintah Jayawijaya juga melibatkan para senior mereka  yang tergabung dalam komunikasn anak lintas batas angkutan yang ada di terminal, dan mereka sendiri yang langsung mengkoordinir, mengumpulkan, dan mendata anak-anak yang ada di jalanan.

    Foto bersama ASN dan anak-anak yang akan diberangkatkan

    Foto : Imanuel Sawaki

    Selanjutnya Bupati juga  menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah juga bekerja sama dengan salah satu Yayasan yang ada di Jogja yaitu yayasan “Kasih”  dan sesuai dengan data yang ada akan diberangkatkan sebanyak 20 orang di tahap pertama dan akan diberangkatkan sampai 50 orang sesuai dengan yang telah direncanakan.

    Selain itu Bupati juga menjelaskan bahwa berdasarkan data yang ada telah terdata sekitar 360 orang anak yang telah menerima pengarahan, dan telah dipanggil orang tua mereka untuk diarahkan, namun untuk anak-anak yang memang tidak memiliki keluarga, dan tempat untuk tinggal, Pemerintah Daerah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan agar anak-anak yang tidak memiliki tempat tinggal akan di masukan ke Asrama yang ada di kota Wamena, yaitu Asrama Ibu Dien dan Panti Asuhan Pelangi.

    Diakhir Wawancara Bupati berharap agar tidak ada lagi anak-anak jalanan dan semua orang tua dapat bertanggung jawab terhadap anak-anaknya, serta anak anak bisa bertanggung jawab terhadap dirinya masing-masing, dan anak anak yang diberangkatkan, Bupati berhadap dapat menjadi anak-anak yang berguna bagi Nusa dan Bangsa dan memiliki masa depan. (IS/AW)

  • Peletakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung UNIBA menjadi langkah awal menciptakan perubahan Positif

    Peletakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung UNIBA menjadi langkah awal menciptakan perubahan Positif

    Wamena – Asisten II Lekius Yikwa, S.Pd., M.Si mewakili Pemerintah Kabupaten Jayawijaya hadir dalam peletakan batu pertama dalam pembangunan gedung Kampus Universitas Baliem Papua (UNIBA) di Honailama II Wamena, Selasa 3 Juni 2025.

    Peletakan batu pertama tersebut disaksikan juga oleh perwakilan Provinsi Papua Pegunungan yakni Asisten III Provinsi Papua Pegunungan Lukas Waika Kosay, SE, M. Si, Staf Ahli Bupati Tenus Gombo dan Ibu Ludya Logo serta Rektor Universitas Baliem Papua Marthen Medlama, S.Pd., M. Tesol, seluruh Dosen Uniba dan seluruh Mahasiswa Uniba.

    Asisten II Lekius Yikwa, S.Pd., M.Si saat meletakkan batu pertama pembangunan Gedung Universitas Baliem (UNIBA)

    Foto: Istimewa

    Dalam sambutan, Asisten II Sekda Jayawijaya memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada keluarga besar Universitas Baliem Papua yang selama ini telah berjuang dalam dunia pendidikan Kabupaten Jayawijaya hingga akhirnya dapat mendirikan bangunan milik sendiri. “semoga kehadiran gedung kampus ini dapat meningkatkan semangat para mahasiswa untuk menuntut ilmu dan menjadi pintar” Ucapnya.

    “Peletakan batu pertama ini merupakan langkah awal untuk menciptakan perubahan positif di tengah-tengah masyarakat dan pembangunan universitas ini merupakan langkah strategis yang akan membawa banyak manfaat bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Jayawijaya” Ungkapnya.

    Lekius Yikwa, S.Pd., M.Si juga katakan bahwa dengan adanya gedung kampus yang baru ini diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang dilengkapi fasilitas yang lebih memadai dan mendukung proses pembelajaran serta ada penambahan program studi yang lebih beragam agar dapat menarik minat mahasiswa untuk menuntut ilmu di Kampus Uniba.

    Asisten II Sekda Jayawijaya harap agar pembangunan kampus Uniba berjalan dengan lancar, aman dan tepat waktu agar dapat segera dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar. “semoga dengan adanya gedung baru Universitas Baliem Papua dapat mencetak bangsa yang berkualitas beriman dan berakhlak mulia,” Tuturnya. (VIN/AR)