Category: Pendidikan

  • Wakil Bupati Jayawijaya Pimpin Upacara Hardiknas

    Wakil Bupati Jayawijaya Pimpin Upacara Hardiknas

    WAMENA – Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH, M.Hum memimpin langsung Upacara Peringatan Hardiknas di lapangan Gedung Otonom Jayawijaya, Selasa (2/05/2023).

    Wakil Bupati menyampaikan bahwa kemajuan pendidikan di Jayawijaya saat ini tidak ketinggalan dengan daerah lain.

    “Saat ini pendidikan kita di Jayawijaya tidak kalah dengan daerah lain, oleh karena itu apa yang telah dilakukan oleh para guru perlu Pemerintah Daerah mengapresiasi karena tak mudah mendidik atau membentuk karekter anak dari 0 hingga memiliki nilai,”.

    Cap : Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya Bersama Peserta Upacara Hardiknas

    Foto : Vina Rumbewas

    Menurut Beliau, Pemerintah Daerah juga mengharapkan agar Dinas Pendidikan bisa rutin melakukan pengawasan ke sekolah-sekolah mulai dari kota hingga ke pelosok, agar bisa memastikan pendidikan bisa dirasakan seluruh masyarakat Kabupaten Jayawijaya.

    “Kalau masih ada pengajar yang tidak melaksanakan tugas saat ini kami hanya bisa menunggu laporan dari Dinas Pendidikan yang bisa melakukan pendataan guru yang aktif di tempat tugas dan ini menjadi kewenangan dari Kepala Dinas untuk melakukan evaluasi itu,”.

    Secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Natralis Mumpu, Amd Sos menyatakan, dalam hardiknas ini, pihaknya telah melakukan upacara baik itu dari masing-masing satuan pendidikan dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK, dan mengacu pada visi dan misi Pemerintah Daerah Jayawijaya mencerdaskan anak bangsa khususnya di wilayah ini.

    “Saat ini kita peringati hardiknas sekaligus hari lahirnya Ki Hajar Dewantara, kedepan dengan dasar visi dan misi Pemerintah yang diimplementasikan oleh Dinas Pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Jayawijaya dan tingkatkan kinerja pengajar atau guru,”.

    Dinas Pendidikan memiliki harapan yang besar di setiap sekolah yang dimulai dari tingkat Paud, TK, SD, SMP dan SMA/SMK, semua yang bertanggungjawab untuk mendidik harus ada ditempat tugasnya masing-masing, kegiatan pembelajaran di sekolah harus aktif, kalau ada guru yang tak pernah melaksanakan tugas dan hanya berfikir untuk haknya saja sekarang tidak bisa lagi karena ada kertas kerja atau disiplin pegawai.

    “Dengan adanya kertas kerja atau disiplin pegawai maka pegawai itu wajib untuk ada di sekolah dengan tujuan membina, mendidik dan mengarahkan anak-anak generasi kedepan, karena hadirnya Provinsi Papua Pegunungan ini kalau anak-anak ini tak bersekolah dengan baik provinsi ini untuk siapa,” tuturnya.

    Oleh karena itu lanjut Beliau, Dinas Pendidikan memiliki tugas yang besar untuk memastikan semua anak-anak di wilayah ini memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk menndapatkan pendidikan yang layak dan mengikuti jenjang pendidikan itu sendiri mulai dari dasar   perguruan tinggi.

    “ASN kita atau para guru siapapun itu tidak boleh meninggalkan tugas, kami dari Dinas Pendidikan selalu melakukan kontrol, kalau ada sekolah yang tidak aktif belajar mengajarnya maka kita akan kenakan sangsi administrasi pada guru yang bertugas disana dan tahun ini sudah mulai kita lakukan,” tutupnya. (VIN/YUS)

  • Pelatihan Komunikasi Antar personal Untuk Literasi Digital Dan Perlindungan Anak

    Pelatihan Komunikasi Antar personal Untuk Literasi Digital Dan Perlindungan Anak

    Wamena – Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayawijaya Arklaus Windesi,S.Sos.,M.Si hadir dalam Pelatihan Komunikasi antar Personal untuk Literasi Digital dan Perlindungan Anak di Aula STT Reformasi, Rabu (12/4/2023).

    Dalam sambutannya Kadis Kominfo menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah hasil kerja sama antara PUSKAMUDA FISIP UI dan UNISEF dalam mengembangkan program peningakatan Literasi Digital dan kesehatan mental di kalangan tenaga kesehatan, Guru, Pemuda, dan Kader kesehatan melalui pelatihan Literasi  Digital dengan pendekatan komunikasi antar pribadi (KAP).

    Pembukaan kegiatan Pelatihan Komunikasi Antar personal Untuk Literasi Digital Dan Perlindungan  Anak

    Foto: Imanuel sawaki

    Kadis Kominfo Kabupaten Jayawijaya Arklaus Windesi,S.Sos.,M.Si  mengatakan bahwa sebagai langkah awal dalam mengatasi permasalahan ini Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, telah membangun Infrastruktur Telekomunikasi yang meliputi akses WIFI gratis BAKTI Kominfo dan Akses Internet Data Telkomsel 4G di setiap Distrik yang belum memiliki akses sebelumnnya. Hal ini tentu merupakan perubahan besar bagi masyarakat Jayawijaya yang kini dapat menikmati gaya hidup baru dalam Era Digital.

    Foto bersama perwakilan UI dalam hal ini PUSKAMUDA FISIP UI, perwakilan dari UNISEF, Guru, Pemuda, Kader Kesehatan, serta seluruh hadirin yang berpasitipasi dalam kegiatan pelatihan

    Foto: Imanuel Sawaki

    Selain itu Kadis Kominfo juga menyampaikan bahwa untuk mengantisipasi dampak negatif dari kemajuan Teknologi Informasi, Dinas Kominfo Kabupaten Jayawijaya telah langsung terjun ke 12 Distrik untuk memberikan edukasi terkait Literasi  Digital tahun ini kami juga tengah mengembangkan WIFI gratis di 10 titik serta aplikasi jualan online bernama Balim Shop yang berfungsi sama seperti Lazada, Tokopedia, dan tokoh-tokoh digital lainnya.

    kepala Dinas Kominfo Arklaus Windesi,S.Sos.,M.Si berharap dengan adanya kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya Literasi  Digital serta Kesehatan Mental ditengah masyarakat dalam menanggulangi permasalahan hoaks.

    Dalam kegiatan tersebut dihadiri juga oleh perwakilan UI dalam hal ini PUSKAMUDA FISIP UI, perwakilan dari UNISEF, Guru, Pemuda, Kader Kesehatan, serta seluruh hadirin yang berpasitipasi dalam pelatihan. (AW/AR)

  • Penyerahan E-KTP untuk Pelajar

    Penyerahan E-KTP untuk Pelajar

    Wamena – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, M.Si menyerahkan Dokumen Kependudukan kepada para siswa-siswi di Halaman Gedung Wenehulehubi (Gedung Otonom), jumat (17/2/2023).

    Bupati Jayawijaya memimpin penyerahan E-Ktp untuk pelajar yang didampingi oleh Kepala Dinas Dukcapil dan Beberapa Kepala Sekolah.

    Cap : Penyerahan E-KTP oleh Bupati Jayawijaya Kepada Siswa-siswi

    Foto : Imanuel Sawaki

    Bupati berharap bahwa dengan adanya hasil Evaluasi dengan Kepala sekolah dan Dukcapil dapat mempermudah siswa-siswa untuk melakukan perekaman di sekolah masing-masing, sehingga tidak sulit lagi untuk mengurus E-KTP.

    “Untuk siswa yang sudah berumur 17 tahun dapat langsung melakukan perekaman yang dapat di rekam di sekolah masing-masing oleh Tim dari Dukcapil, sehingga untuk melanjutkan sekolah di tingkat yang lebih tinggi administrasinya sudah siap, “kata Bupati Jayawijaya”

    Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, M.Si juga mengatakan bahwa perekaman di sekolah-sekolah akan terus dilakukan. Sudah 23 sekolah yang melakukan perekaman, dalam hal ini akan terus berlangsung untuk mempermudah pelaksanaannya. (AW/AR)

     

  • Usai Pelatihan Selama Sebelas Bulan, Kominfo Jayawijaya Bagikan 30 Laptop Bagi 30 Komunitas

    Usai Pelatihan Selama Sebelas Bulan, Kominfo Jayawijaya Bagikan 30 Laptop Bagi 30 Komunitas

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika memberikan bantuan 30 unit Laptop bagi 30 komunitas orang asli Papua yang ada di Jayawijaya, termasuk komunitas fotografi dan wartawan.

    Penerima bantuan ini merupakan komunitas-komunitas yang menjadi peserta pelatihan Edukasi Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) yang digelar Diskominfo Jayawijaya selama kurang lebih 11 bulan.

    Bantuan ini diserahkan Asisten II Sekda Jayawijaya Bidang Administrasi Umum, Lekius Yikwa, S.Pd., M.Si pada penutupan pelatihan disebuah hotel di Wamena, Jumat (13/1/2023).

    Cap : Asisten II Sekda Jayawijaya Lekius Yikwa, S.Pd., M.Si saat menyerahkan laptop bagi perserta pada Penutupan Pelatihan Edukasi Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) yang digelar Diskominfo Kabupaten Jayawijaya.

    Foto : Vina Rumbewas

    Disela-sela sambutannya, asisten berharap ilmu yang diperoleh peserta selama pelatihan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

    “Ilmu yang sudah didapat dari pelatihan ini mari kita mulai terapkan, kita gabung dengan komunitas-komunitas yang ada untuk jangakauan yang lebih luas lagi dalam arti berbagi ilmu, sehingga kita tidak tertinggal,” ungkap Asisten II.

    Menurutnya,  ilmu TIK yang diperoleh selama pelatihan hampir setahun tersebut wajib dibagikan peserta kepada anggota komunitas dan lingkungan sekitar tentang penggunaan TIK yang baik sehingga mendatangkan berbagai manfaat positif bagi pengguna itu sendiri dalam hal peningkatan ekonomi dan pendidikan.

    “Ilmu yang didapat harus dibagikan ke adik-adik kita untuk pelayanan, jangan disimpan. Terimakasih kepada Dinas Kominfo yang sangat luar biasa, yang meski tanpa SPPD tapi pelayanannya untuk pelatihan hingga ke distrik-distrik,” pungkasnya.

    Dirinya berharap, fasilitas yang dibagikan ini dapat dijaga dan digunakan dengan sebaik-baiknya untuk berbagai hal positif.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatikan, Arklaus Windesi, S.Sos., M.Si mengatakan hal yang ingin dicapai dari pelatihan ini yakni agar anak-anak muda Jayawijaya dapat mengerti dan memahami penggunaan internet yang sehat.

    “Sekarang ini era internet digital jadi kita harus siap, untuk mencapai ini Pemerintah tidak bisa jalan sendiri tapi butuh dukungan dari berbagai pihak. Jadi kita coba edukasi ini dengan komunitas-komunitas yang ada di Jayawijaya. Agar kita jalan bersama sehingga internet ini bermanfaat baik bagi anak-anak kita,” pungkasnya.

    Pelatihan TIK yang digelar diskominfo dimulai dari tingkat dasar hingga bagaimana memanfaatkan media sosial dan penggunaan marketplace baik untuk berbelanja maupun untuk bejualan (VIN/AR).

  • Capacity Building Pendamping Lapangan Pemberdayaan dan Pendampingan Literasi Digital  7 Wilayah Adat  di Papua dan Papua Barat

    Capacity Building Pendamping Lapangan Pemberdayaan dan Pendampingan Literasi Digital 7 Wilayah Adat di Papua dan Papua Barat

    WAMENA – Bupati Jayawijaya yang diwakilkan oleh Sekretaris Dinas Kominfo Haspida Pawakkangi membuka kegiatan Capacity Building Pendamping Lapangan Pemberdayaan dan Pendampingan Literasi Digital  7 Wilayah Adat  di Papua dan Papua Barat  di Hotel Grand  Sartika Wamena, Jumat (29/09/2022).

    Cap : Pembukaan Capacity Building Pendamping Lapangan Pemberdayaan dan Pendampingan Literasi Digital  7 Wilayah Adat  di Papua dan Papua Barat Tahun 2022 oleh Sekretaris Dinas Kominfo Jayawijaya

    Foto : Imanuel Sawaki

    Sekretaris Dinas Kominfo mengatakan  bahwa  “ walaupun Dinas Kominfo masih sangat muda, karena baru terbentuk ditahun 2017 tetapi Dinas Kominfo sama sekali tidak akan mundur dan akan menjadi yang terdepan di era digital

    Sekretaris Dinas Kominfo juga mengucapkan terima kasih kepada pihak pelaksana yang telah melaksanakan pelatihan yang juga akan bekerja sama dengan Kominfo , Sekretaris juga menjelaskan bahwa kegiatan pembangunan BTS ini adalah program Pemerintah Pusat dan pemerintah kabupaten hanya bersifat memfasilitasi 

    Sekretaris Kominfo menyampaikan bahwa dalam perencanaan pembangunan BTS di tahun 2021 dan 2022 berjumlah 246 site, dan yang sudah terbangun 102 site.

    Dalam pembangunan BTS  terdapat banyak kendala yang dihadapi mungkin salah satunya karena kurangnya sosialisasi dan kurangnya dukungan dari masyarakat.

    Haspida Pawakkangi juga menjelaskan bahwa jaringan internet yang ada di wamena memang kualitasnnya kurang bagus dan Kominfo sering dianggap penanggung jawab dalam jaringan internet, tetapi sebenarnya itu adalah tanggung jawab Telkomsel sebagai penyedia.

    Sekretaris Kominfo menjelaskan bahwa Kabupaten Jayawijaya membutuhkan 3Gbps/ 3000Mbps untuk menopang jaringan internet di Jayawijaya tetapi yang tersedia baru 1725 Mbps. Dan berharap dengan adanya DOB Provinsi Pegunungan Tengah jaringan internet menjadi lebih baik.

    Pemerintah Daerah juga mengucapkan terima kasih kepada pihak penyelenggara yang telah membantu Pemerintah dalam sosialisasi pembangunan BTS ini. (IS/EF)

    Cap :  Sekretaris Dinas Kominfo Jayawijaya beserta peserta dalam Pembukaan Capacity Building Pendamping Lapangan Pemberdayaan dan Pendampingan Literasi Digital  7 Wilayah Adat  di Papua dan Papua Barat Tahun 2022

    Foto : Imanuel Sawaki

  • Sekda Jayawijaya : Organisasi Kemahasiswaan Bukan Organisasi Politik

    Sekda Jayawijaya : Organisasi Kemahasiswaan Bukan Organisasi Politik

    WAMENA – Organisasi kemahasiswaan bukan organisasi politik, dan tidak boleh terkontaminasi politik.

    Sekda Jayawijaya Thony M. Mayor S.Pd., MM dalam pembukaan Musyawarah Umum Anggota (MUA) Ke-II Tahun 2022 yang digelar Himpunan Mahasiswa Kabupaten Jayawijaya (HMKJ), di Gedung Soska Wamena, Senin (11/07/2022).

    Cap : Sekda Jayawijaya Thony M. Mayor S.Pd., MM saat foto bersama dengan dengan pengurus HMKJ pada Pembukaan MUA Ke-II di Wamena

    Foto : Vina Rumbewas

    “Sekda menyampaikan, HMKJ bukan organisasi politik tapi wadah untuk mengkoordinir mahasiswa/i  yang ada di 9 kampus di Jayawijaya,”

    Organisasi mahasiswa merupakan organisasi independen, sehingga organisasi ini jangan mudah terpengaruh kelompok-kelompok tertentu, yang nantinya dapat melenceng dari visi misi organisasi sehingga menimbulkan ketidakpercayaan.

    “Mahasiswa sebagai agen perubahan, untuk itu organisasi sangat penting karena sebagai tempat kita melatih diri, untuk merangkul kita yang datang dari berbagai jurusan ilmu. Disitu tempat kita belajar berbagai karakter dengan latar kelakang ilmu,”

    Sehingga lanjut Sekda, dalam organisasi mahasiswa/i mendapatkan pengetahuan dan saling mengisi, dan nantinya saat kembali ke tengah masyarakat disitu kemampuannya terukur.

    “Pemimpin harus punya karisma dan jika karisma tidak di isi dari sekarang maka akan pincang. Sehingga dibutuhkan organisasi sebagai wadah untuk belajar,”.

    Sekda berharap pelaksanaan MUA HMKJ ini dapat berjalan dengan baik, dan dapat memilih pengurus yang nantinya dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah.

    “Mahasiswa harus kuliah sampai tuntas karena mahasiswa adalah penerus, kita juga harus jaga daerah ini aman sehingga semua program Pemerintah dapat dilaksanakan dengan baik,”.

    Sementara itu, Ketua HMKJ Periode 2016-2019, Andres Togodly menyatakan bahwa status organisasi HMJK sudah sangat jelas bahwa HMKJ independen.

    “Apa yang disampaikan oleh Bapak Sekda itu yang kami lakukan, kami independen tidak bergabung dengan politik, HMKJ berdiri sendiri,” tegasnya.

    Dirinya berharap, nantinya dengan terpilihnya pengurus baru dapat menyuarakan suara rakyat dan melihat kebutuhan di kalangan mahasiswa.

    “Harapan dari kami pengurus lama, MUA ke-II ini bisa berjalan sukses. Nantinya pengurus baru dapat berorganisasi sesuai visi misi HMKJ, dan menyuarakan aspirasi mahasiswa,”. (VIN/HA)

  • Mahasiswa dan Pelajar Jayawijaya di Jakarta Diminta Menjaga Komunikasi dan Silaturahmi yang Baik di Lingkungan RT/RW Setempat

    Mahasiswa dan Pelajar Jayawijaya di Jakarta Diminta Menjaga Komunikasi dan Silaturahmi yang Baik di Lingkungan RT/RW Setempat

    JAKARTA – Bupati Jayawijaya Jhon R. Banua, SE., M.Si meminta mahasiswa/i dan pelajar yang menempati asrama Jayawijaya di Jakarta Timur tepatnya di Kelurahan Kebon Pala untuk dapat menjaga komunikasi dan silaturahmi yang baik di lingkungan RT/RW setempat.

    Dengan melaksanakan apa yang menjadi kewajiban warga di wilayah tersebut sehingga terdata dan terpantau sebagai warga di daerah tersebut.

    Hal ini disampaikan Bupati usai berdiskusi dengan ketua RT dan RW 012 Kelurahan Kebon Pala Jakarta Timur, tempat dimana terdapat asrama permanen mahasiswa/i dan pelajar Jayawijaya.

    Bupati menyampaikan terimakasih kepada RT/RW, mereka selama ini punya hubungan baik dengan adik-adik kami. Namun diperlukan data keseluruhan mahasiswa kami yang menempati asrama agar bisa diserahkan kepada RT/RW setempat sehingga terpantau, jika ada tamu dari luar bisa bekerjasama terkait kependudukan di wilayah itu, Beliau Mengingatkan kembali dengan terus membangun komunikasi yang baik dengan ketua RT/RW setempat maka dapat saling menjaga di lingkungan warga RW 012 (01/06/2022).

    Cap : Bupati Jayawijaya Jhon R. Banua, SE., M.Si saat foto bersama dengan ketua RT/RW di lingkungan asrama mahasiswa/i Jayawijaya di Jakarta

    Foto : Vina Rumbewas

    “Karena kita diperantauan saya harap adik-adik bisa menjaga hubungan baik dengan RT/RW, dan menurut RW setempat selama ini adik-adik sudah mempunyai hubungan baik dalam setiap kegiatan di lingkungan itu. Komunikasi ini sangat penting supaya adik-adik kita juga aman di lingkungannya,” ungkapnya.

    Pada kesempatan itu Bupati Jayawijaya juga meminta setiap mahasiswa/i dan pelajar Jayawijaya yang ada di berbagai kota studi di Indonesia harus bisa membangun hubungan baik dengan lingkungan tempat tinggal terutama RT/RW setempat, sehingga jika terjadi sesuatu dapat terbantu.

    Sementara itu, M.Rosyid Ketua RW 012 Kebon Pala, menyatakan bahwa saat pembelian gedung tersebut untuk dijadikan mess Jayawijaya memang sudah komunikasi dengan perwakilan Pemda terkait berbagai peraturan di lingkungan tersebut.

    “Kita harap kedepan ada kegiatan apapun atau jika ada terjadi konflik mari kita musyawarah dan mufakat paling tidak ada diplomasi. Selama ini memang ada sedikit kendala dimana komunikasi kurang lancar sehingga dengan komunikasi bersama Bupati hari ini kami harap hubungan kita lebih baik lagi,” katanya.

    Ia juga mengatakan, karena misi warga RW 012 adalah pembinaan teritorial, sehingga warga yang menempati daerah itu juga bersedia untuk dibina.

    “Warga yang ada di mess Jayawijaya selama ini selalu bersinergi dengan kami dalam setiap kegiatan-kegiatan di lingkungan RT/RW, kalaupun ada masalah-masalah kecil mungkin sedikit kenakalan-kenakalan penghuni mess selalu kita komunikasikan, karena ini mess pelajar dan mahasiswa sehingga kami harap mesnya juga digunakan semestinya,” pungkasnya. (VIN/RS)

  • Bupati Jayawijaya Pastikan Tahun 2022 Asrama Mahasiswa di Yogya akan Direhap

    Bupati Jayawijaya Pastikan Tahun 2022 Asrama Mahasiswa di Yogya akan Direhap

    SLEMAN – Setelah mengunjungi mahasiswa dan mahasiswi serta pelajar yang ada di kota studi Makassar, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE., M.Si bersama rombongan kembali mengunjungi mahasiswa/i dan pelajar di kota studi Yogyakarta, Kamis (26/05/2022).

    Cap : Bupati Jayawijaya  Jhon R. Banua, SE., M.Si saat berdiskusi dengan mahasiswa/i di kota studi Yogyakarta

    Foto : Vina Rumbewas

    Dalam kunjungan tersebut Bupati berdiskusi langsung dengan para mahasiswa tentang kondisi asrama, dan berbagai permasalahan yang dihadapi para mahasiswa/i selama berada di kota studi Yogyakarta.

    Clara Dabi, perwakilan senioritas mahasiswi Jayawijaya kota studi Yogyakarta berharap kedepan Pemda Jayawijaya dapat membangun satu unit asrama atau kontrakan khusus putri Jayawijaya.

    “Kami anak-anak Baliem tidak banyak, namun karena kondisi asrama tidak direnovasi sehingga banyak mahasiswa/i banyak yang memilih mencari kos,” katanya.

    Dirinya berharap kelak mahasiswi putri Baliem dapat memiliki satu asrama permanen, mengingat saat ini asrama yang ada di kota studi Yogyakarta dihuni oleh penghuni putra dan putri.

    Hal senada juga disampaikan Yafet Empelet Mabel, mahasiswa kedokteran hewan semester delapan yang mengusulkan agar asrama yang saat ini ditempati dapat segera dilakukan renovasi. Juga mengusulkan agar dalam proses pencairan dana studi akhir mahasiswa/i di Jayawijaya dalam proses pencairan dana studi akhir dapat dipermudah bagi kami mahasiswa yang ada di kota-kota studi.

    Selain renovasi bangunan asrama, mahasiswa juga menyampaikan berbagai hal yang selama ini dirasa menjadi penghambat dan gangguan selama berada di kota studi Yogyakarta, diantaranya masalah listrik dan fasilitas internet untuk mendukung proses belajar mahasiswa.

    “Terimakasih kepada pemerintah daerah yang sudah datang mengunjungi kami di Yogyakarta,” ungkapnya.

    Pada kesempatan itu, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE., M. Si memastikan asrama mahasiswa Jayawijaya yang ada di kota studi akan direhap dalam waktu dekat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami sudah bisa rehap, tukang akan datang untuk melihat kerusakan-kerusakan asrama kita ini. Karena asrama kita yg di Yogya ini besar tapi banyak atap yang bocor sehingga banyak kamar di lantai dua tidak terpakai.

    Menurut Bupati, jika asrama direhab dan dilengkapi fasilitas seperti internet makan para mahasiswa/i dapat lebih fokus belajar tanpa memikirkan permasalahan tempat tinggal, mudah-mudahan asrama ini bisa kita rehap secepatnya. Kalau menunggu APBD induk atau perubahan nanti lama, jadi kita akan berusaha agar asrama ini secepatnya bisa direhab.

    Sementara terkait dana studi akhir menurut Bupati ada kebijakan yang dikeluarkan Bupati terkait pembayaran hak mahasiswa (beasiswa studi akhir).

    Bupati juga berpesan agar anak-anak asli Jayawijaya yang sementara menempuh pendidikan di Yogyakarta dan kota studi lainnya untuk  tekun hingga menyelesaikan pendidikan dengan baik.

    “Adik-adik harus saling menjaga, sesuaikan diri dengan lingkungan daerah tempat tinggal kita diperantauan, karena tinggal di rantau beda dengan tinggal di kampung halaman kita sendiri, sehingga harus pintar menempatkan diri,” (VIN/AR).

  • Diskusi Bersama Bupati, Mahasiswa Jayawijaya di Makassar Minta Asrama Permanen

    Diskusi Bersama Bupati, Mahasiswa Jayawijaya di Makassar Minta Asrama Permanen

    MAKASSAR – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE., M.Si kembali mengunjungi mahasiswa/i dan pelajar Jayawijaya, kali ini kunjungan dilakukan di Asrama Mahasiswa/i dan Pelajar yang ada di kota studi Makassar, Rabu (25/05/2022).

    Cap : Bupati Jayawijaya Jhon R. Banua SE., M.Si saat berdiskusi dengan mahasiswa/i dan pelajar di kota studi Makassar

    Foto : Vina Rumbewas

    Dalam kunjungan tersebut Bupati bersama rombongan yang terdiri dari beberapa Kepala OPD dan Kepala bagian Setda melakukan diskusi langsung bersama para mahasiswa.

    Ella Pagawak, mahasiswi yang sementara menempuh pendidikan S2 mengusulkan kepada Pemerintah Jayawijaya untuk membangun sebuah asrama putri, mengingat kontrakan yang saat ini ditempati hanya memiliki lima kamar, satu kamar digunakan oleh penghuni putri dan empat kamar lainnya digunakan penghuni putra.

    “Mewakili teman-teman perempuan Ella Pagawak, Kami memberi masukkan Pemda untuk dapat mengupayakan sebuah kontrakan atau asrama khusus putri, dengan alasan kontrakan yang sudah ada asrama putra dan putri bergabung jadi satu,” Kata Bupati

    Hal yang sama juga ditambahkan Tonny Wantik, seorang mahasiswa yang mengungkapkan bahwa selama ini mahasiswa putra sementara menumpang di kontrakan mahasiswi putri Jayawijaya sehingga penambahan satu kontrakan baru menurutnya sangat penting. Selain itu, kontrakan yang saat ini ditempati letaknya kurang strategis.

    “Kami sudah melihat beberapa kontrakan yang menurut kami cocok, kami mau Bupati bisa melihat langsung, dan kami juga mau harus ada asrama mahasiswa Jayawijaya yang permanen di Makassar, seperti kota studi lain. Dengan harapan kehadiran Bupati merupakan titik terang untuk kami,”.

    Menanggapi keluhan para mahasiswa, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE., M.Si mengatakan bahwa pembangunan asrama harus dilakukan secara bertahap, karena hal yang sama juga diinginkan oleh mahasiswa Jayawijaya di kota-kota studi lain.

    Namun untuk menjawab segera kebutuhan mahasiswa akan tempat tinggal baru, Bupati langsung menugaskan beberapa kepala bagian di Setda Jayawijaya yang membawahi bidang kemahasiswaan untuk mencarikan asrama permanen untuk ditempati.

    “Saya mau semua kota studi harus ada asrama permanen tapi harus dibangun bertahap, dan untuk asrama permanen yang saat ini diupayakan saya mau yang letaknya strategis dengan kampung, aman, nyaman dengan bangunan yang layak,” tutur Bupati.

    Untuk asrama permanen bagi mahasiswa/i di kota studi Makassar ini, anggarannya telah dimasukan dalam DPA Tahun 2023.

    Sementara untuk dana studi akhir menurut Bupati, selama ini terkendala kelengkapan berkas pengajuan, salah satunya KTP dan keterangan studi akhir dari kampung masing-masing.

    Bupati juga tidak memungkiri kurangnya informasi menjadi kendala para mahasiswa untuk bisa mendapatkan haknya untuk mendapatkan beasiswa.

    “Saya minta mahasiswa Jayawijaya yang sementara menyelesaikan studi akhir, segera masukan data ke kordinator masing-masing sehingga dapat dilaporkan ke bagian Kesra agar hal-haknya bisa dibayarkan,” pungkas Beliau.

    Dirinya berharap, mahasiswa/i Jayawijaya yang sementara menempuh pendidikan di kota studi Makassar dan juga di berbagai kota studi lainnya, dapat dengan tekun belajar karena mahasiswa/i merupakan asset SDM Jayawijaya. (VIN/HA)

  • Bupati Jayawijaya Temui Mahasiswa Jayawijaya di Kota Studi Manokwari

    Bupati Jayawijaya Temui Mahasiswa Jayawijaya di Kota Studi Manokwari

    MANOKWARI – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE., M.Si, melakukan kunjungan dibeberapa asrama mahasiswa Jayawijaya yang ada di beberapa kota studi di Indonesia.

    Kunjungan Bupati bersama rombongan diawali dengan mengunjungi mahasiswa Jayawijaya yang ada di kota studi Manokwari, Minggu (22/05/2022).

    Cap : Para mahasiswa/i Jayawijaya di kota studi Manokwari saat berdiskusi dengan Bupati Jayawijaya Jhon R. Banua SE., M.Si di Asrama Mahasiswa yang ada di Amban Manokwari.

    Foto : Vina Rumbewas

    Dalam diskusi bersama para mahasiswa terungkap berbagai keluhan mahasiswa dan mahasiswi, mulai dari ketersediaan air bersih, listrik, hingga keterbatasan kamar asrama, mengingat asrama mahasiswa/i yang didirikan di daerah Amban pada tahun 2009 ini ditempati oleh putra putri.

    Pada kesempatan itu, Pembina Asrama Mahasiswa Manokwari, Alosius Paulus Siep menyampaikan agar dapat dibangun sebuah asrama putri bagi mahasiswi Jayawijaya di kota studi Manokwari, dengan alasan

    selama ini asrama putra dan putri gabung jadi satu.

    Ia juga menyinggung terkait bantuan studi akhir yang sedikit terhambat dikarenakan dokumen identitas diri mahasiswa.

    “Terkait dengan renovasi asrama yang bersumber dari dana Otsus kami akan kawal juga, dalam arti sebagai senior, alumni dan pembina bersama bagi adik-adik,”.

    Pada momen yang sama, Ketua Asrama Mahasiswa Jayawijaya di Manokwari, Yulianus Sorabut menyampaikan bahwa masalah listrik juga sering menjadi kendala para penghuni asrama.

    “Bupati sebagai orang tua kami  dan asrama kami dibangun sejak 2009 dan sejak saat itu Pemerintah tidak pernah datang melihat kami. Namun hari ini Bapak Jhon R. Banua SE., M.Si datang ke tempat ini, kami Mahasiswa Koorwil Jayawijaaya merasa bangga sekali,” ungkapnya.

    Sebagai Ketua Asrama, ia berharap aspirasi yang disampaikan kepada Pemerintah dapat terjawab, karena apa yang disampaikan merupakan hal-hal urgensi.

    Menanggapi berbagai masukan dari mahasiswa dan mahasiswi, Bupati Jayawijaya Jhon R. Banua SE., M.Si menyatakan untuk pembangunan asrama putri diusahakan akan dibangun di tahun 2022 ini.

    “Kami akan memprioritaskan pembangunan asrama putri Jayawijaya, dan juga akan merenovasi asrama putra karena bangunannya sudah cukup lama,” kata Bupati.

    Sementara untuk air bersih menurut Bupati, Pemda akan berupaya mendapatkan sumber air bersih, mengingat letak asrama berada diketinggian sehingga cukup sulit mendapatkan sumber air (air sumur).

    Bupati berpesan kepada adik-adik asrama diminta kompak dan bisa menjaga semua aset Pemda Jayawijaya yang ada di asrama di Manokwari, dan dapat menjaga nama baik Kabupaten Jayawijaya.

    Bupati juga memberikan bantuan berupa bahan makanan dan sejumlah uang tunai kepada Para mahasiswa/i. (VIN/HA)