“Diperkirakan kampung yang belum terjangkau layanan internet atau kampung yang terindikasi dapat menerima signal tapi sangat lemah berjumlah 300 kampung. “Bila rencana ini disetujui oleh instansi yang berkompeten akan dibangun sekitar 300 Base Transceiver Station (BTS) di kampung-kampung,” kata Sawaki.
Menurutnya, Dinas Komunikasi dan Informatika saat ini sedang melakukan koordinasi dengan para kepala
distrik untuk mendata masing-masing kampung, terutama yang berada pada radius 2 Km untuk dibangun BTS.
“BTS yang dibangun tersebut untuk menghubungkan antara kampung satu dengan kampung yang lain, dengan selesainya pembangunan BTS itu sendiri seluruh kampung di Jayawijaya dapat dijangkau dengan layanan komunikasi dan informasi,” ujarnya.
Program kampung berdering ini dilakukan atas kerja sama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dengan PT. Telkomsel,” ujarnya.
Selain kampung lanjut Sawaki, Dinas Komunikasi dan Informatika juga merencanakan pada tahun 2019, 40 Distrik yang ada di Kabupaten Jayawijaya dapat menikmati fasilitas internet, bila pembangunan Palapa Ring sudah rampung akhir tahun ini.
“Meski ada kendala terkait dengan pengurusan lahan untuk pemasangan Palapa Ring oleh pihak ketiga, namun semuanya bisa diatasi dengan baik dan diharapkan pada awal tahun 2019 fasilitas layanan jaringan Palapa Ring ini sudah dapat dinikmati oleh warga masyarakat,” imbuhnya. (Vin/JS)

Leave a Reply