Category: Berita

  • Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Jayawijaya Gelar Kerja Bakti Bersama di Kawasan Pasar Jibama

    Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Jayawijaya Gelar Kerja Bakti Bersama di Kawasan Pasar Jibama

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni 2026 dengan menggelar kerja bakti bersama melibatkan berbagai elemen masyarakat di kawasan Pasar Jibama, Wamena, Jumat (5/6/2026).

    Kegiatan yang mengusung tema “Terinspirasi Dari Alam Untuk Iklim” tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendukung gerakan nasional menjaga kelestarian alam dan menghadapi perubahan iklim. 

    Kerja bakti bersama Pemkab Jayawijaya bersama asosiasi pedagang pasar jibama membersihkan wilayah pasar jibama.

    Foto : Media Jayawijaya

    Tema ini sejalan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang menekankan pentingnya aksi nyata untuk iklim dan masa depan yang berkelanjutan. 

    Kerja bakti dipusatkan di sepanjang wilayah Pasar Jibama, dimulai dari Jembatan Kali Hetuma, jalan masuk terminal, pintu masuk pasar sebelah kanan, hingga area sekitar tempat penjualan babi. 

    Kegiatan ini melibatkan jajaran Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Asosiasi Pedagang Pasar Jibama, pedagang, tukang ojek, petugas kebersihan, serta masyarakat sekitar yang turut berpartisipasi dalam aksi gotong royong tersebut.

    Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya, Drs. Tinggal Wusono, M.AP, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus mengimplementasikan program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

    “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan. Melalui aksi bersih-bersih ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan agar tetap sehat, indah, dan nyaman bagi generasi mendatang,” ujarnya.

    Menurutnya, menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat. Dengan lingkungan yang bersih dan tertata, kualitas hidup masyarakat akan semakin meningkat.

    “Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari serta memperkuat budaya gotong royong dalam mewujudkan Jayawijaya yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. 

    “Mari bersama wujudkan Jayawijaya yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” menjadi pesan yang disampaikan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, ” tuturnya.

  • Wajib Halal Resmi Diberlakukan, Pemkab Jayawijaya Dukung Percepatan Sertifikasi Produk UMKM

    Wajib Halal Resmi Diberlakukan, Pemkab Jayawijaya Dukung Percepatan Sertifikasi Produk UMKM

    WAMENA – Pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) resmi memberlakukan kebijakan Wajib Halal bagi produk yang beredar di masyarakat. Sosialisasi program tersebut dilaksanakan secara serentak di 1.621 titik lokasi di seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Jayawijaya kegiatan dibuka oleh Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya, Drs. Tinggal Wusono, M.AP., Kamis 4 Juni 2026.

    Melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) terus mengintensifkan sosialisasi program Wajib Halal Oktober 2026 kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

    Sosialisai program Wajib Halal Oktober 2026 di ruang Rapat Sekda Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Agris

    Program ini bertujuan memastikan seluruh produk yang beredar di Indonesia telah memiliki sertifikat halal sesuai ketentuan yang berlaku. 

    Melalui sosialisasi ini, pemerintah mengajak seluruh pelaku UMKM agar segera mengurus sertifikasi halal produknya. Selain meningkatkan kepercayaan konsumen, sertifikasi halal juga menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan usaha dan memenuhi ketentuan hukum yang akan berlaku penuh pada Oktober 2026. 

    Dalam kesempatan tersebut, Plt. Sekda Jayawijaya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memberikan dukungan penuh terhadap percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

    Menurutnya, keberhasilan program ini membutuhkan koordinasi yang kuat antara berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), dinas terkait, serta BPJPH.

    “Koordinasi tersebut menjadi semakin penting mengingat target percepatan sertifikasi halal yang semula ditetapkan pada Oktober kini dimajukan menjadi Juni.

    Leading sector akan terus berkoordinasi dengan PIC di tingkat kabupaten maupun provinsi agar komunikasi dengan Kementerian Agama dan pihak terkait dapat berjalan secara paralel sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai, “ujarnya.

    Ia menjelaskan, sertifikasi halal memberikan banyak manfaat, baik bagi konsumen maupun pelaku usaha. Bagi masyarakat, sertifikasi halal menjadi jaminan bahwa produk yang dikonsumsi memenuhi standar kehalalan, kesehatan, dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

    “Sementara bagi pelaku UMKM, sertifikasi halal menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan daya saing produk di pasar nasional hingga internasional. 

    Selain itu, sertifikasi tersebut juga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap mutu dan keamanan produk yang dipasarkan,” ungkapnya.

    Tinggal Wusono juga mengatakan bahwa di Kabupaten Jayawijaya, proses sertifikasi halal untuk produk-produk lokal terus berjalan. Dalam tiga bulan terakhir, sekitar 15 hingga 20 UMKM telah mengikuti proses sertifikasi dan berhasil memperoleh sertifikat halal.

    Disamping itu, Pendamping Proses Produk Halal (P3H) BPJPH, Nurul Yaqin, S.E., M.M., mengatakan program tersebut bertujuan mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin berdaya saing serta siap menghadapi kebijakan wajib sertifikasi halal yang berlaku di seluruh Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.

    “Peluncuran sertifikasi halal massal pada bulan Juni ini merupakan langkah percepatan agar seluruh UMKM dapat mempersiapkan diri sebelum pemberlakuan wajib halal pada Oktober mendatang, “ujar Nurul Yaqin saat kegiatan sosialisasi.

    Menurutnya, sertifikasi halal tidak hanya memberikan jaminan kehalalan produk kepada konsumen, tetapi juga terbukti mampu meningkatkan kepercayaan pasar.

    “Banyak pelaku UMKM yang telah memperoleh sertifikat halal mengalami peningkatan pendapatan dan jumlah pesanan karena konsumen merasa lebih yakin terhadap produk yang ditawarkan. Program sertifikasi halal tersebut mencakup berbagai jenis usaha dan produk, mulai dari makanan dan minuman seperti bakso, pedagang makanan keliling, hingga produk kosmetik, obat-obatan, suplemen kesehatan, serta usaha penyembelihan hewan seperti sapi, kambing, dan ayam, “ujarnya.

    Nurul Yaqin menjelaskan bahwa jaminan produk halal telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Melalui regulasi tersebut, negara memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi masyarakat dalam mengonsumsi maupun menggunakan produk yang telah tersertifikasi halal.

    Pemerintah daerah juga terus mengimbau seluruh pelaku UMKM agar segera mengurus sertifikasi halal guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk daerah. Dengan adanya sertifikasi halal, produk-produk lokal diharapkan semakin mudah diterima dan diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

    Program Wajib Halal ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memberikan perlindungan kepada konsumen sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM yang berdaya saing dan terpercaya. (Agris/Martina)

     

  • Wabup Jayawijaya Dorong Masyarakat Kurulu Kembangkan Budidaya Ikan dan Cabai Rawit

    Wabup Jayawijaya Dorong Masyarakat Kurulu Kembangkan Budidaya Ikan dan Cabai Rawit

    WAMENA – Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, menghadiri panen raya ikan sekaligus meninjau budidaya cabai rawit lokal di Kampung Wikiloma Waga-Waga, Distrik Kurulu, Kamis (4/6/2026). 

    Dalam kunjungan tersebut, Wabup mengajak masyarakat untuk terus mengembangkan usaha produktif di bidang perikanan dan pertanian guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. 

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP,M.KP saat meninjau budidaya cabai rawit lokal di Kampung Wikiloma Waga-Waga, Distrik Kurulu, Kamis (4/6/2026). 

    Foto: Kominfo Jayawijaya

    Didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ronny Elopere melihat langsung hasil budidaya ikan air tawar dan tanaman cabai rawit yang dikembangkan masyarakat setempat.

    Menurutnya, Distrik Kurulu memiliki potensi besar untuk pengembangan sektor perikanan dan hortikultura karena didukung kondisi alam yang subur serta ketersediaan sumber air yang memadai. 

    “Daerah Kurulu sangat cocok untuk budidaya ikan. Usaha ini dapat menjadi sumber ekonomi keluarga, hasilnya bisa dijual maupun dikonsumsi sendiri untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,” ujar Ronny Elopere saat berdialog dengan masyarakat. 

    Selain sektor perikanan, Wabup juga memberikan apresiasi terhadap masyarakat yang telah berhasil mengembangkan budidaya cabai rawit lokal. Menurutnya, tanaman cabai memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan dan sangat cocok dikembangkan di wilayah Kurulu.

    Dalam kesempatan tersebut, Ronny Elopere juga mengajak generasi muda untuk mulai membangun usaha mandiri dan tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan potensi alam yang tersedia untuk menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi keluarga dan masyarakat.

    “Anak-anak muda harus memiliki semangat berusaha. Dana bantuan pemerintah maupun dana desa harus dimanfaatkan sebagai modal untuk memperkuat usaha produktif sehingga dapat berkembang secara berkelanjutan,” katanya. 

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP,M.KP saat meninjau budidaya ikan air tawar di Kampung Wikiloma Waga-Waga, Distrik Kurulu, Kamis (4/6/2026). 

    Foto: Kominfo Jayawijaya

    Wabup menegaskan bahwa Kabupaten Jayawijaya memiliki tanah yang subur dan sumber daya alam yang melimpah. Karena itu, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan kepada masyarakat yang serius mengembangkan usaha pertanian, perikanan, maupun sektor produktif lainnya.

    Sebagai bentuk dukungan nyata, dalam kunjungan tersebut Wakil Bupati menyerahkan bantuan alat kerja berupa sekop dan parang kepada masyarakat untuk menunjang pengembangan budidaya ikan dan pertanian di Kampung Wikiloma Waga-Waga.

    Kegiatan panen raya ini turut dihadiri Asisten II Setda Jayawijaya, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Kesbangpol, Kepala Distrik Kurulu, Kepala Distrik Wamena Kota, serta tokoh masyarakat setempat. 

    Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berharap masyarakat semakin termotivasi memanfaatkan potensi daerah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memperkuat ekonomi keluarga secara mandiri. (Agris/Martina)

  • Kunjungi Kampung Logonoba, Bupati Jayawijaya Serahkan Bantuan untuk Operasional Posko Utama dan pemulihan aktivitas masyarakat

    Kunjungi Kampung Logonoba, Bupati Jayawijaya Serahkan Bantuan untuk Operasional Posko Utama dan pemulihan aktivitas masyarakat

    WAMENA – Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, mengunjungi Kampung Logonoba, Distrik Wouma, Jumat (29/05/2026), dalam rangka memberikan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak konflik sosial yang terjadi beberapa waktu lalu di wilayah tersebut.

    Kunjungan Pemerintah Daerah dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya mendorong masyarakat untuk kembali beraktivitas dan membangun kehidupan di kampung halaman mereka.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H,M.H saat mengunjungi Kampung Logonoba, Serahkan Bantuan Sosial untuk Poskoh Utama sebagai tanda aktivitas mulai berjalan

    Foto : Istimewa

    Dalam kesempatan itu, Bupati menyerahkan sejumlah bantuan untuk mendukung operasional posko utama dan pemulihan aktivitas masyarakat di Kampung Logonoba.

    Adapun bantuan yang diserahkan meliputi 1 (satu) unit tenda besar dari Kodim 1702/Jayawijaya untuk Posko Utama di halaman Gereja GKI Elim Kampung Logonoba, bantuan beras sebanyak 1 (satu) ton disertai mie instant 30 Karton, minyak goreng 2 karton, dan sarden 2 Karton, 2 (dua) ekor babi (wam), serta bantuan uang tunai sebesar Rp100 juta.

    Bupati mengatakan, bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan Pemerintah Daerah agar aktivitas masyarakat di Kampung Logonoba dapat kembali berjalan normal pasca konflik sosial.

    “Pemerintah daerah hadir untuk memberikan motivasi dan membuka kembali aktivitas posko utama di Kampung Logonoba agar masyarakat yang sempat mengungsi ke kota maupun distrik tetangga bisa kembali datang dan menghidupkan kampung ini,” ujar Atenius Murip.

    Dalam keterangannya, Bupati menyebut berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat 275 rumah warga yang terdampak konflik sosial, terdiri dari 225 rumah di Distrik Wouma, sekitar 25 rumah di wilayah Kota, dan 25 rumah di Hubikiak.

    Menurutnya, pemerintah daerah tidak tinggal diam dan telah melakukan pendataan bersama instansi terkait, termasuk Dinas Perumahan, Dinas KPR, dan Dinas Kependudukan. 

    Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan pemerintah pusat untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

    “Kami sudah melakukan semua pendataan dan akan disampaikan kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk tindak lanjut rekonstruksi dan rehabilitasi,” katanya.

    Bupati juga mengimbau seluruh masyarakat Jayawijaya untuk menjaga keamanan dan kedamaian di Kota Wamena agar situasi tetap kondusif.

    “Wamena untuk kita semua. Semua suku dan masyarakat dari berbagai daerah hidup di sini. Mari sama-sama menjaga kedamaian. Apa yang sudah terjadi kita tinggalkan, dan sekarang kita bangun kehidupan yang baru,” ujarnya.

    Bupati juga meminta masyarakat, khususnya para pemuda, agar tidak lagi membawa alat perang atau senjata tajam saat beraktivitas di Kota Wamena.

    “Perang sudah selesai. Tinggalkan alat-alat perang di rumah. Mari kita fokus membangun kembali daerah ini,” tegasnya.

    Kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal pemulihan kondisi sosial masyarakat serta memperkuat semangat persatuan dan perdamaian di Kabupaten Jayawijaya.(Agris/Martina)

     

  • Wamena United Taklukkan Tim Porprov Karanganyar 1-0 dalam Laga Uji Coba di Surakarta

    Wamena United Taklukkan Tim Porprov Karanganyar 1-0 dalam Laga Uji Coba di Surakarta

    Surakarta – Wamena United yang mewakili Kabupaten Jayawijaya sukses meraih kemenangan tipis 1-0 atas Tim PorProv Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dalam laga uji coba yang berlangsung di Surakarta, Rabu (27/05/2026).

    Pertandingan berlangsung dalam tempo cukup kompetitif dan menjadi bagian penting dari program pematangan tim menjelang agenda kompetisi yang akan datang. 

     

    Wamena United yang mewakili Kabupaten Jayawijaya bertanding Tim PorProv Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dalam laga uji coba yang berlangsung di Surakarta.

    Foto : Media Bupati Jayawijaya

    Meski berstatus laga persahabatan, kedua tim tampil serius dan saling menekan sejak menit awal pertandingan.

    Wamena United akhirnya mampu mengamankan kemenangan dengan skor 1-0 setelah tampil disiplin dalam menjaga ritme permainan hingga peluit panjang dibunyikan.

    Pelatih Kepala Wamena United, Thomas Madjar, mengatakan bahwa hasil kemenangan tersebut menjadi modal positif bagi tim, namun fokus utama dalam laga uji coba kali ini adalah mengevaluasi penerapan strategi dan perkembangan permainan para pemain selama masa persiapan.

    “Dalam pertandingan ini kami ingin melihat implementasi game plan yang telah disusun. Ada tiga aspek utama yang menjadi fokus evaluasi, yakni pola penyerangan, transisi permainan, dan organisasi pertahanan. Selain itu, kami juga memberikan perhatian khusus terhadap situasi bola mati seperti servis, tendangan sudut (corner kick), dan tendangan bebas (free kick),” ujar Thomas Madjar.

    Menurutnya, kemenangan ini menjadi dorongan moral bagi para pemain untuk terus meningkatkan performa dan kekompakan tim. Meski demikian, jajaran pelatih tetap akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jalannya pertandingan guna memperbaiki sejumlah kekurangan yang masih terlihat di lapangan.

    Melalui laga uji coba tersebut, Wamena United diharapkan semakin matang dalam membangun kerja sama tim serta memahami skema permainan yang diterapkan pelatih, sehingga mampu tampil lebih solid dan kompetitif pada pertandingan-pertandingan selanjutnya. (Agris/Martina)

  • Konflik Wouma-Kurima dan Lanny di Wamena Berakhir Damai

    Konflik Wouma-Kurima dan Lanny di Wamena Berakhir Damai

    Wamena – Upaya menjaga keamanan dan persatuan masyarakat terus dilakukan Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah melalui mediasi perdamaian “Patah Panah” dan penandatanganan surat pernyataan antara dua kelompok masyarakat, yakni pihak aduwe dari Wouma-kurima dan pihak aduwe dari Lani yang dilakukan di Mako Polres Jayawijaya pada Sabtu 23 Mei 2026.

    Dalam pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri seluruh bentuk pertikaian, konflik, dan aksi balas dendam yang selama ini terjadi antar kedua kelompok.

    Hadir dalam Pertemuan tersebut antara lain Wamendagri Ribka Haluk, Gubernur Papua Pegunungan John Tabo, Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Petrus Patrige Rudolf Renwarin, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, Bupati Jayawijaya Atenius Murip, Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom dan Bupati Yahukimo Didimus Yahuli, Pj Sekda Provinsi Papua Pegunungan Wasuok Demianus Siep, LMA, DPRP, DPRK, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan kedua bela pihak dari Wouma-kurima dan Lanny.

    Penandatangan Surat Pernyataan Perdamaian antar masyarakat wouma-kurima dan Lanny jaya

    Foto: Agris

    Proses Patah Panah yang dilakukan sebagai tanda berakhirnya konflik

    Foto : istimewa

    Kesepakatan damai dituangkan dalam surat pernyataan bersama yang disaksikan oleh tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pemerintah Pusat,provinsi dan Daerah.

    Adapun poin-poin kesepakatan yang disetujui bersama antara lain:

    •Kedua pihak sepakat untuk menghentikan seluruh tindakan kekerasan dan balas dendam. 

    •Kedua bela pihak berjanji menjaga keamanan, ketertiban, dan persaudaraan antar warga. 

    •Kedua pihak saling menghormati wilayah Adat, Budaya dan Hak masing-masing.

    •Apabila salah satu pihak melanggar kesepakatan ini, maka akan diselesaikan melalui proses hukum Positif.

    Perdamaian ini diharapkan menjadi langkah penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan harmonis di tengah masyarakat.

    Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat 

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada masyarakat atas keberhasilan penyelesaian persoalan melalui mekanisme adat yang berlangsung damai dan penuh kekeluargaan.

    Menurutnya, keberhasilan penyelesaian masalah secara adat menunjukkan besarnya semangat persaudaraan, kerendahan hati, dan komitmen masyarakat dalam menjaga kedamaian di Papua Pegunungan. 

    “Kami sangat menghargai penyelesaian adat yang dilakukan dengan jiwa besar oleh masyarakat. Ini menjadi kekuatan penting dalam menciptakan perdamaian dan mempermudah pemerintah melakukan inisiasi rekonsiliasi,” ujar Ribka Haluk.

    Ia menegaskan bahwa keamanan menjadi faktor utama dalam pelaksanaan pembangunan di Papua Pegunungan. Tanpa kondisi yang aman dan stabil, pemerintah akan kesulitan menjalankan program pembangunan untuk masyarakat.

    “Kalau keamanan terjaga, maka pembangunan bisa berjalan. Pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pembangunan sumber daya manusia dapat dilakukan dengan baik,” katanya.

    Ribka Haluk juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerja sama dan menyelesaikan persoalan secara internal melalui keluarga, kampung, maupun mekanisme adat sebelum dibawa ke ranah pemerintah. 

    Menurutnya, penyelesaian masalah secara kekeluargaan merupakan bagian dari budaya luhur masyarakat Papua yang harus terus dipertahankan.

    Gubernur Papua Pegunungan Tegaskan Penyelesaian Konflik Adat Harus Kembali pada Tradisi Leluhur

    Gubernur Provinsi Papua Pegunungan John Tabo menjelaskan bahwa masyarakat Lani dan Kurima sejatinya berasal dari satu garis keturunan, sehingga konflik yang terjadi tidak seharusnya dipandang sebagai perang antarsuku, melainkan persoalan keluarga yang harus diselesaikan secara bermartabat.

    Ia juga menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan mendorong lahirnya regulasi daerah berupa perdasi dan perdasus untuk mengatur penanganan konflik adat di Papua Pegunungan. 

    Menurutnya, apabila penyelesaian adat tidak mampu menuntaskan persoalan, maka proses hukum positif harus dijalankan.

    “Kita akan buat aturan supaya penanganan konflik, perang adat, tanah, dan persoalan sosial lainnya memiliki dasar hukum yang jelas,” tegasnya.

    Selain itu, gubernur meminta para kepala daerah tidak lagi menggunakan uang pemerintah untuk membiayai pembayaran konflik adat. 

    Ia menekankan bahwa tradisi leluhur masyarakat pegunungan sejak dahulu menyelesaikan persoalan dengan simbol adat berupa babi, bukan uang.

    “Nenek moyang kita menyelesaikan masalah dengan adat, bukan dengan uang. Semua harus kembali pada nilai budaya yang benar,” ujarnya.

    Foto bersama dalam agenda Perdamaian Konflik antara Wouma-kurima dan lanny

    Foto : Istimewa

    Kapolda Papua Dukung Perdamaian Wouma-Kurima dan Lani Pirime di Wamena

    Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Petrus Patrige Rudolf Renwarin menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap prosesi perdamaian antara kelompok WOMA Kurima dan Lani Pirime yang digelar di Lapangan Mako Polres Jayawijaya, Wamena.

    Dalam peenyataannya di hadapan para tokoh adat, pemerintah, dan masyarakat, Kapolda menyampaikan rasa syukur karena kedua belah pihak bersedia hadir untuk mengakhiri konflik melalui jalan damai sesuai adat dan budaya setempat.

    “Hari ini kita hadir dengan tujuan yang sama, yaitu melakukan perdamaian yang sesungguhnya. Kita semua percaya Tuhan menuntun hati dan pikiran kita sehingga proses ini dapat terlaksana,” ujarnya.

    Kapolda juga menyampaikan penghormatan kepada para pemimpin Pusat Wamendagri, Pimpinan Provinsi Gubernur Provinsi Papua Pegunungan dan Pimpinan Daerah yang hadir yakni Bupati Jayawijaya, Bupati Lanny Jaya, dan Bupati Yahukimo yang turut menyaksikan jalannya prosesi perdamaian.

    Ia menegaskan bahwa perdamaian tersebut tidak hanya penting bagi kedua kelompok yang bertikai, tetapi juga bagi stabilitas keamanan dan pembangunan di Papua Pegunungan, khususnya di Kota Wamena sebagai ibu kota provinsi.

    “Atas nama Kesatuan dan atas nama polri, saya mengucapkan terima kasih kepada kedua belah pihak karena telah mendukung aparat keamanan sehingga Kota Wamena bisa kembali normal dan masyarakat luar Papua melihat bahwa Papua Pegunungan sekarang semakin maju,” katanya.

    Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Petrus Patrige Rudolf Renwarin bersama Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H,M.H saat memberikan pernyataan di awak media

    Foto : Agris

    Bupati Jayawijaya Bersyukur Konflik Berakhir Damai, Aktivitas Masyarakat Diharapkan Kembali Normal

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H,M.H menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelesaian konflik hingga tercapainya perdamaian di Kabupaten Jayawijaya. Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda perdamaian yang berlangsung di Mako Polres Jayawijaya.

    Ia menyampaikan terima kasih kepada Wakil Menteri Dalam Negeri, Gubernur, para Bupati, kedua pihak LMA yang menjadi mediator, serta seluruh tokoh masyarakat yang telah bekerja keras mempertemukan kedua kelompok yang bertikai untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan dengan hati damai.

    “Kami bersyukur apapun yang sudah terjadi dapat diselesaikan dengan baik. Semua pihak bisa duduk bersama untuk mencari jalan damai,” ujar Bupati Jayawijaya.

    Ia berharap pasca perdamaian tersebut, seluruh aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal, mulai dari kegiatan pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas pemerintahan di berbagai wilayah terdampak konflik.

    Menurutnya, situasi keamanan yang kondusif sangat penting agar masyarakat dapat kembali menjalankan kehidupan sehari-hari dengan tenang dan nyaman. Ia juga menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi tindakan kejahatan maupun konflik yang mengganggu ketertiban masyarakat.

    “Kejahatan tidak boleh lagi terjadi. Harapan kami masyarakat dapat hidup aman dan damai,” katanya.

    Bupati Jayawijaya juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama masa konflik membantu masyarakat yang mengungsi. Ia menyampaikan terima kasih karena warga yang sebelumnya mengungsi kini sudah dapat kembali ke rumah masing-masing. (Agris/Martina)

  • Bupati Jayawijaya Pastikan Situasi Kondusif, Prosesi Damai “Patah Panah” Segera Dilaksanakan

    Bupati Jayawijaya Pastikan Situasi Kondusif, Prosesi Damai “Patah Panah” Segera Dilaksanakan

    Wamena — Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H, M.H memberikan pernyataan usai mengikuti rapat evaluasi terhadap situasi dan kondisi penanganan konflik sosial perang suku di Kabupaten Jayawijaya, Jumat 22 Mei 2026 di Ruang Rapat Bupati Jayawijaya.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati didampingi oleh Kapolres Lany Jaya AKBP F.D. Tamaela serta perwakilan Kapolres Jayawijaya Edy F. Sabara selaku Kabag Ops dan Danyon 756 wms Letkol InfYoel S Liga  menyampaikan bahwa situasi keamanan di wilayah Kabupaten Jayawijaya saat ini sudah mulai kondusif.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H, M.H didampingi oleh Kapolres Lany Jaya AKBP F.D. Tamaela serta perwakilan Kapolres Jayawijaya Edy F. Sabara selaku Kabag Ops dan Danyon 756 wms  Letkol Inf Yoel  S Liga menyampaikan situasi keamanan di wilayah Kabupaten Jayawijaya usai Rapat Evaluasi bersama Pemprov dan Forkopimda.

    Foto : Agris

    Pemerintah Daerah bersama aparat keamanan, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak terkait terus melakukan berbagai langkah untuk mendorong terciptanya perdamaian antara kedua kelompok yang bertikai.

    Bupati menegaskan bahwa penyelesaian konflik dilakukan dengan tetap menghormati budaya dan adat istiadat masyarakat Papua Pegunungan.

    Menurutnya, pendekatan adat dan kekeluargaan menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persoalan agar tidak menimbulkan konflik baru di kemudian hari.

    “Pemerintah akan melakukan langkah-langkah struktural melalui koordinasi intensif bersama Forkopimda, tokoh adat, dan masyarakat. Komunikasi terus dibangun guna menciptakan kesepahaman bersama demi terwujudnya situasi yang aman dan damai. “Pungkasnya.

    Ia juga mengatakan dalam rapat Evaluasi tersebut juga disepakati pelaksanaan prosesi adat “patah panah” sebagai simbol perdamaian dan berakhirnya konflik antar kedua kelompok. Prosesi tersebut dijadwalkan berlangsung besok pukul 10.00 WIT di lokasi netral, yakni di halaman Polres Jayawijaya, dan akan disaksikan oleh pemerintah serta masyarakat.

    “Kami harap seluruh pihak dapat menjaga situasi tetap aman dan tertib selama pelaksanaan kegiatan adat tersebut,serta yang hadir dalam prosesi “patah panah” hanya perwakilan terbatas dari kedua belah pihak guna menjaga keamanan dan kelancaran acara,” tegasnya.

    Pemerintah Kabupaten Jayawijaya optimistis bahwa melalui kesepakatan damai dan pendekatan adat yang dilakukan bersama, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat dapat kembali pulih sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan normal kembali. (Agris/Martina)

  • 5 Poin Utama Rapat Evaluasi Konflik Sosial yang disampaikan Bupati Jayawijaya

    5 Poin Utama Rapat Evaluasi Konflik Sosial yang disampaikan Bupati Jayawijaya

    Wamena — Bupati Jayawijaya Atenius Murip menyampaikan bahwa situasi dan kondisi pasca konflik sosial perang suku di Kabupaten Jayawijaya mulai berangsur kondusif dan aktivitas masyarakat perlahan kembali berjalan normal.

    Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Evaluasi terhadap situasi dan kondisi penanganan konflik sosial perang suku di Kabupaten Jayawijaya yang digelar pada Jumat, 22 Mei 2026.

    Rapat evaluasi tersebut dihadiri oleh Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, LO Polda Papua Pegunungan Andi Enock, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan Wasuok Demianus Siep, LO Kabinda Papua Pegunungan Edwin Silalahi, Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom, Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Ilham Datu, perwakilan Kapolres Jayawijaya Edy F. Sabara selaku Kabag Ops, Kapolres Lanny Jaya AKBP F.D. Tamaela, serta seluruh unsur Forkopimda Papua Pegunungan.

    Bupati Jayawijaya Saat memaparkan 5 poin utama dalam Penanganan Konflik Sosial di Rapat Evaluasi.

    Foto : Fransiska Endama

    Dalam penyampaiannya, Bupati Atenius Murip menegaskan bahwa perang suku yang sebelumnya terjadi telah berhasil dihentikan dan tidak lagi berlanjut.

    “Puji Tuhan, situasi saat ini mulai kondusif dan aktivitas masyarakat sudah mulai kembali berjalan normal,” ujar Bupati Jayawijaya dalam rapat tersebut.

    Adapun beberapa poin utama yang disampaikan Bupati Jayawijaya dalam rapat evaluasi tersebut, yakni:

    1. Penghentian Perang Suku,  Pemerintah memastikan konflik sosial perang suku telah dihentikan dan tidak lagi berlanjut. Penghentian tersebut disaksikan oleh unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan LMA.

    2. Pembentukan Satgas Penanggulangan Bencana, Pemerintah daerah bersama TNI-Polri telah membentuk Satgas Penanggulangan Bencana guna menangani dampak konflik dan bencana di wilayah terdampak. Satgas melibatkan Polri, Dandim, dan jajaran terkait.

    3. Pencarian Korban dan Inventarisasi Pasca Konflik, Proses pencarian korban berlangsung selama 14 hari dan berhasil menemukan 26 korban. Selain itu, pemerintah bersama PMI dan tim terkait terus melakukan inventarisasi, rehabilitasi, serta penyisiran wilayah terdampak.

    4. Pemulihan dan Penanganan Masyarakat Terdampak, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya bersama jajaran telah turun langsung menemui masyarakat terdampak di wilayah Lanny Jaya dan Jayawijaya. Sebagian warga dilaporkan mulai kembali ke rumah masing-masing dan bantuan kemanusiaan terus disalurkan.

    5. Perbaikan Infrastruktur dan Pemulihan Trauma, Pemerintah mengakui bahwa perbaikan jalan masih belum terlaksana secara maksimal dan membutuhkan koordinasi lebih lanjut. Selain itu, masyarakat masih mengalami trauma mendalam akibat konflik sehingga rehabilitasi sosial dan rekonsiliasi terus menjadi perhatian utama pemerintah.

    Bupati Atenius Murip menambahkan bahwa masa penanganan pasca konflik ditetapkan selama 30 hari. Oleh sebab itu, pemerintah bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan langkah rehabilitasi, pemulihan psikologis masyarakat, serta memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga di Kabupaten Jayawijaya. (Agris/Martina)

  • TP PKK Kabupaten Jayawijaya Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Pengungsi Konflik di Wamena

    TP PKK Kabupaten Jayawijaya Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Pengungsi Konflik di Wamena

    Wamena, 20 Mei 2026 — Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya, Ny. dr. Idawati Waromi Murip, SP.KJ., didampingi ibu-ibu TP PKK Kabupaten Jayawijaya, melaksanakan kegiatan kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat pengungsi akibat perang suku yang terjadi di Wamena, Rabu (20/05/2026).

    Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung mulai pukul 14.20 WIT hingga selesai di sejumlah lokasi pengungsian, di antaranya Gereja Katolik Misi dan Gereja GIDI Yerusalem. 

    Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya, Ny. dr. Idawati Waromi Murip, SP.KJ., didampingi ibu-ibu TP PKK Kabupaten Jayawijaya, menyalurkan bantuan kepada masyarakat pengungsi akibat perang suku yang terjadi di Wamena, Rabu (20/05/2026).

    Foto : Media TP PKK Jayawijaya

    Bantuan diserahkan langsung kepada masyarakat yang saat ini berada di tempat penampungan sementara akibat dampak konflik sosial yang terjadi.

    Adapun bantuan yang diberikan berupa bahan makanan dan berbagai kebutuhan pokok lainnya guna membantu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi serta meringankan beban masyarakat terdampak.

    Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan rasa kemanusiaan TP PKK terhadap warga yang mengalami dampak konflik. Selain itu, bantuan yang diberikan juga menjadi wujud kebersamaan dan solidaritas antar sesama masyarakat di Kabupaten Jayawijaya.

    “Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat pengungsi yang sedang menghadapi situasi sulit. TP PKK Kabupaten Jayawijaya juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan, keamanan, dan kedamaian di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Jayawijaya,” ujarnya.

    TP PKK Kabupaten Jayawijaya berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, terutama bagi warga yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama. (Agris/Martina)

     

  • Pemkab Jayawijaya Kunjungi Pugima dan Husewa, Serahkan Bantuan untuk Korban Konflik

    Pemkab Jayawijaya Kunjungi Pugima dan Husewa, Serahkan Bantuan untuk Korban Konflik

    WAMENA – Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H bersama rombongan Tim Satgas Konflik Sosial menyalurkan bantuan kepada keluarga korban duka dan masyarakat pengungsi di tiga titik lokasi, Rabu (20/5/2026).

    Tiga lokasi yang dikunjungi dalam penyaluran bantuan tersebut yakni bantuan duka di Pugima, bantuan duka di Husewa, serta bantuan bagi warga pengungsi di Husewa.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip bersama rombongan tim satgas konflik sosial serahkan bantuan kepada korban duka di Pugima 

    Foto : Agris Wistrijaya

    Dalam kunjungannya di Pugima, Bupati Jayawijaya menyerahkan bantuan uang duka sebesar Rp100 juta kepada keluarga korban. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan bahan pokok berupa 1 ton beras, 20 karton mie instan, dan 1 karton minyak goreng.

    Sementara di Husewa, bantuan duka yang diberikan juga senilai Rp100 juta bagi keluarga korban. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya turut menyerahkan bantuan logistik berupa 2 ton beras, 30 karton mie instan, serta 1 karton minyak goreng.

    Selain bantuan bagi keluarga korban meninggal dunia, pemerintah juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian Husewa. Bantuan yang disalurkan terdiri dari 20 sak beras, 10 karton mie instan, dan 1 karton minyak goreng.

     

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip bersama rombongan tim satgas konflik sosial serahkan bantuan kepada korban duka di Husewa

    Foto : Agris Wistrijaya

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip mengatakan, konflik atau perang suku yang terjadi pada 15 Mei 2026 berlangsung selama satu hari dan pemerintah daerah bergerak cepat untuk mengendalikan situasi.

    “Pada tanggal 16 Mei pemerintah daerah langsung melakukan koordinasi sehingga situasi dapat dipulihkan dan kerusuhan berhasil dihentikan sesuai imbauan pemerintah,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, pada tanggal 17 hingga 18 Mei, pemerintah bersama aparat keamanan fokus melakukan pemulihan kondisi, pencarian, dan evakuasi korban, termasuk korban yang hanyut akibat konflik tersebut.

    Menurutnya, proses penanganan dan pencarian korban telah berjalan selama lima hari dan dijadwalkan selesai pada Kamis besok.

    Bupati juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus hadir memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak, baik kepada keluarga korban meninggal dunia maupun warga yang sempat mengungsi di sejumlah lokasi.

    “Kami sudah mengunjungi dan memberikan bantuan di beberapa titik seperti Piramid, Musatfak, Hubikiak, Wale Lagama, hingga Husewa dan Maima,” katanya.

    Atenius Murip memastikan kondisi Kota Wamena kini mulai kembali normal. Aktivitas pemerintahan berjalan seperti biasa, sekolah kembali aktif, dan masyarakat yang sempat mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing.

    Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya tetap berkomitmen menyelesaikan berbagai persoalan yang masih tersisa pascakonflik serta terus melakukan langkah pemulihan bagi masyarakat terdampak.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip bersama rombongan tim satgas konflik sosial serahkan bantuan kepada para pengungsi di Husewa

    Foto : Agris Wistrijaya

    Untuk diketahui Korban dari Pugima A.N Polisi Simia Hisage, Korban Husewa : Bapak Lapius Hisage dan anaknya Yusuf Hisage, serta 1 gadis perempuan bernama Orohana Himan yang masih dalam pencarian.

    Untuk korban Pegungsi Husewa berasal dari distrik Kosarek, Kabupaten Yahukimo yang tinggal di Wouma Atas.

    Pada kesempatan itu, Ketua LMA Distrik Walelagama memberikan dukungan penuh kepada pemerintah Jayawijaya untuk secepatnya memberikan kenyamanan kepada masyarakat Jayawijaya.

    Serta Tuan duka Husewa juga meminta pemerintah untuk segera mengundang seluruh perwakilan 40 distrik membahas keamanan Jayawijaya dan menyusun kesepakatan- kesepakatan bersama demi mewujudkan Jayawijaya Damai, Aman, Nyaman dan Indah sesuai motto Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. (Agris/Martina)