Category: Berita

  • Bupati Jayawijaya: Karya Bakti TNI Percepat Pembangunan dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Papua Pegunungan

    Bupati Jayawijaya: Karya Bakti TNI Percepat Pembangunan dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Papua Pegunungan

    WAMENA – Program Karya Bakti Skala Besar Kodam XVII/Cenderawasih Tahun 2026 di wilayah Papua Pegunungan resmi dibuka oleh Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Febriel Buyung Sikumbang, di halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Kamis (23/7/2026).

    Pembukaan ditandai dengan penyerahan alat kerja kepada personel TNI yang akan melaksanakan berbagai kegiatan pembangunan di lapangan. Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Papua Pegunungan Dr. Drs. H.C. John Tabo, S.E., M.B.A., Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H,M.H, unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, serta para tamu undangan.

    Upacara Pembukaan Program Karya Bakti Skala Besar Kodam XVII/Cenderawasih Tahun 2026 di wilayah Papua Pegunungan

    Foto : Media Pemda Jayawijaya

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip menyampaikan apresiasi kepada Pangdam XVII/Cenderawasih beserta seluruh jajaran TNI yang telah memilih Papua Pegunungan sebagai lokasi pelaksanaan program Karya Bakti Skala Besar Tahun 2026.

    Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat, TNI, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam mempercepat pembangunan di daerah.

    “Kami menyampaikan terima kasih kepada Pangdam XVII/Cenderawasih beserta seluruh jajaran TNI atas pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar ini. Program ini sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Atenius Murip.

    Ia menjelaskan, sejumlah kegiatan fisik yang dilaksanakan melalui program tersebut meliputi pembangunan jembatan, pembangunan pompa hidram untuk penyediaan air bersih, serta pembangunan satu unit sekolah yang saat ini telah berjalan.

    Selain pembangunan fisik, berbagai kegiatan sosial juga menjadi bagian dari rangkaian Karya Bakti, di antaranya pengobatan massal, pembagian paket sembako kepada masyarakat, serta donor darah yang melibatkan sekitar 800an Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2024 Kabupaten Jayawijaya.

    “CPNS yang baru diangkat kami ajak untuk mendonorkan darah sebelum menerima SK sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat. Syukur seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik,” katanya.

    Bupati juga mengajak masyarakat menghadiri kegiatan Kuali Merah Putih yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Lapangan Hepuba Distrik Asolokobal. Kegiatan tersebut akan menghadirkan konten kreator Bobon Santoso bersama tim untuk memasak dan makan bersama masyarakat.

    Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Febriel Buyung Sikumbang bersama Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Drs. H.C. John Tabo, S.E., M.B.A., dan Bupati Jayawijaya Atenius Murip. S.H,M.H mengunjungi stand-stand UMKM dan Kegiatan Bakti Sosial

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    Menurut Atenius Murip, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya telah menyiapkan satu ekor sapi dan sekitar sepuluh ekor babi yang akan dimasak untuk dinikmati bersama masyarakat sebagai simbol persatuan dan kebersamaan.

    “Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, dan pemerintah pusat. Semua bantuan yang datang benar-benar diwujudkan dalam program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Bupati mengatakan dukungan TNI juga akan mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, termasuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di sejumlah kampung. Program tersebut akan melengkapi pembangunan jaringan listrik yang sedang direncanakan pemerintah daerah di sekitar 50 titik.

    Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan TNI terus berlanjut sehingga mampu mempercepat pembangunan, membuka akses pelayanan dasar, serta mengurangi kesenjangan dan kemiskinan ekstrem di Papua Pegunungan.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung setiap program pembangunan yang dilaksanakan. Dengan kerja sama semua pihak, Papua Pegunungan akan semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” tutup Bupati. (Agris/Martina)

  • Bupati Jayawijaya Buka Diklat Paskibraka 2026, Tekankan Pembentukan Karakter dan Jiwa Patriotisme

    Bupati Jayawijaya Buka Diklat Paskibraka 2026, Tekankan Pembentukan Karakter dan Jiwa Patriotisme

    Wamena, 22 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026 bagi 76 siswa-siswi SMA/SMK dari 15 sekolah di Kabupaten Jayawijaya. Pelatihan yang akan berlangsung selama 21 hari tersebut dibuka oleh Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., di halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Rabu (22/7/2026).

    Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pendidikan dan pelatihan Paskibraka bukan sekadar membentuk kemampuan teknis dalam baris-berbaris, melainkan menjadi sarana pembinaan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, serta semangat kebangsaan bagi generasi muda.

    “Pendidikan dan pelatihan yang dimulai hari ini bukan sekadar latihan fisik atau baris-berbaris semata, tetapi sebagai tempat pengembangan untuk menanamkan nilai-nilai persatuan, kesatuan, dan nasionalisme; membentuk karakter yang disiplin, tangguh, bermoral, dan berjiwa kepemimpinan; serta melahirkan generasi muda yang mandiri dan berdaya saing tinggi,” ujar Bupati.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H., M.H. berfoto bersama 76 peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Paskibraka Tahun 2026 usai pembukaan kegiatan di halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Rabu (22/7/2026).

    Foto : Fransiska Endama

    Bupati juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga kesehatan dan kebugaran fisik, beristirahat yang cukup, serta mematuhi seluruh arahan pelatih selama mengikuti pelatihan. Selain itu, peserta diminta menjaga fokus, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan rasa kekeluargaan agar proses pendidikan dan pelatihan berjalan dengan baik.

    Kepada para pelatih, Bupati berharap tidak hanya membentuk kemampuan teknis peserta, tetapi juga menanamkan nilai-nilai patriotisme, disiplin, tanggung jawab, dan solidaritas. Ia juga meminta agar kondisi fisik dan mental peserta terus dipantau sehingga pelaksanaan diklat berlangsung secara optimal.

    Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari perangkat daerah terkait, panitia, pembina, pelatih, hingga tim medis yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pengabdiannya dalam membina putra-putri terbaik Kabupaten Jayawijaya.

    Mengakhiri sambutannya, Bupati Jayawijaya secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Kabupaten Jayawijaya Tahun 2026. Ia berharap seluruh peserta mampu mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan disiplin, semangat, dan penuh tanggung jawab sehingga siap mengemban amanah sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Bupati juga mengajak seluruh peserta menjadikan filosofi “Yogotak Hano Hubuluk Motok Hanorogo” sebagai motivasi untuk terus berkembang. “Hari ini baik, hari esok harus lebih baik lagi,” tutupnya.(Fransiska/Martina)

  • Bupati Jayawijaya Pimpin Apel Pengecekan 825 CPNS Formasi 2024, Donor Darah Menjadi Awal Pengabdian ASN

    Bupati Jayawijaya Pimpin Apel Pengecekan 825 CPNS Formasi 2024, Donor Darah Menjadi Awal Pengabdian ASN

    WAMENA – Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., memimpin apel perdana sekaligus pengecekan kehadiran 825 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2024 di Halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan akhir sebelum penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada para CPNS yang dijadwalkan dalam satu hingga dua hari ke depan.

    Dalam arahannya, Bupati Atenius Murip menyampaikan bahwa seluruh CPNS yang akan diangkat merupakan putra-putri terbaik Kabupaten Jayawijaya dan Provinsi Papua Pegunungan yang telah dinyatakan lulus setelah mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan pemerintah.

    Bupati Jayawijaya saat memberikan arahan pada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2024 di Halaman Kantor Bupati Jayawijaya.

    Foto : Media Pemda Jayawijaya

    “Sebanyak 825 CPNS ini telah melalui proses seleksi secara bertahap sesuai bidang dan formasi masing-masing, mulai dari tingkat daerah hingga proses verifikasi di tingkat pusat oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Setelah melalui seluruh proses tersebut, mereka akan segera menerima Surat Keputusan pengangkatan,” ujar Bupati.

    Bupati menjelaskan bahwa berdasarkan hasil apel pengecekan, sekitar 700 peserta hadir, sementara sebagian lainnya belum mengikuti apel karena masih berada di luar daerah maupun alasan lainnya. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memberikan kesempatan kepada CPNS yang belum hadir untuk mengikuti pengecekan ulang yang dijadwalkan pada 23–24 Juli 2026.

    “Kami ingin memastikan seluruh CPNS yang akan menerima SK benar-benar terdata dan mengikuti proses administrasi dengan baik. Oleh karena itu, bagi yang belum hadir akan diberikan kesempatan untuk mengikuti pengecekan kembali sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” katanya.

    Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memperkenalkan kebijakan baru bagi CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, yakni mengawali masa pengabdian sebagai aparatur sipil negara dengan mengikuti kegiatan donor darah.

    Menurutnya, donor darah merupakan bentuk kepedulian sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus berdampak positif bagi kesehatan pendonor. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi budaya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

    “Kami ingin membangun budaya baru di kalangan ASN, Para CPNS yang akan diangkat mengawali pengabdiannya dengan mendonorkan darah. Ke depan, kami berharap kegiatan donor darah dapat dilakukan secara rutin, minimal dua kali dalam setahun. Selain menyehatkan tubuh, donor darah juga menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit yang masih sering mengalami kekurangan stok,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa budaya donor darah tidak hanya ditujukan kepada CPNS, tetapi diharapkan menjadi gerakan bersama yang diikuti oleh seluruh aparatur sipil negara dan masyarakat sebagai wujud solidaritas kemanusiaan.

    Mengakhiri arahannya, Bupati Atenius Murip berharap seluruh CPNS yang segera menerima SK dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh integritas, disiplin, serta profesionalisme di organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai penempatan masing-masing.

    “Keberadaan CPNS yang baru diharapkan mampu memperkuat kinerja pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Seluruh ASN harus bekerja dengan semangat pengabdian demi mewujudkan motto Kabupaten Jayawijaya, “Yogotak Hubuluk Motok Hanorogo, Hari Esok Harus Lebih Baik.’”(Fransiska/Martina)

  • Bupati Jayawijaya Lantik Pengurus Pokja Bunda PAUD Periode 2025–2030, Perkuat Pendidikan Anak Usia Dini

    Bupati Jayawijaya Lantik Pengurus Pokja Bunda PAUD Periode 2025–2030, Perkuat Pendidikan Anak Usia Dini

    WAMENA, 21 Juli 2026 – Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., secara resmi melantik Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Jayawijaya Periode 2025–2030.

    Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa PAUD merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan masa depan anak-anak. Masa usia emas (golden age) menjadi periode yang sangat menentukan perkembangan otak anak, sehingga diperlukan perhatian dan kolaborasi dari semua pihak.

    Menurutnya, Pokja Bunda PAUD memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendorong layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan holistik integratif. Layanan tersebut mencakup pendidikan, pengasuhan, kesehatan, gizi, perlindungan, hingga kesejahteraan anak di seluruh wilayah Kabupaten Jayawijaya.

    Bupati juga mengajak pengurus yang baru dilantik untuk segera melakukan konsolidasi, menyusun program kerja yang realistis, terukur, dan berdampak nyata bagi peningkatan mutu satuan PAUD. Selain itu, ia mendorong terjalinnya kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, TP PKK, hingga organisasi mitra PAUD.

    Bupati Jayawijaya melantik Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Jayawijaya Periode 2025–2030.

    Foto : Agris

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H,M.H saat membacakan sambutannya di pelantikan Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Jayawijaya Periode 2025–2030.

    Foto : Agris

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan pentingnya memastikan layanan PAUD tidak hanya berfokus pada pendidikan dasar, tetapi juga mendukung pemenuhan gizi, perlindungan anak, serta pengasuhan yang layak sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting.

    Di samping itu, Bunda PAUD Kabupaten Jayawijaya dr. Idawaty Waromi Murip, Sp.KJ menyampaikan bahwa kepengurusan yang baru dilantik memiliki tanggung jawab besar untuk bersama-sama mewujudkan program kerja yang berdampak langsung terhadap peningkatan mutu pendidikan anak usia dini.

    “Kepengurusan Pokja Bunda PAUD yang baru ini merupakan amanah yang harus kita jalankan bersama. Kita akan bekerja sama dengan HIMPAUDI, Dinas Pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan agar program-program PAUD di Kabupaten Jayawijaya dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, salah satu program prioritas yang akan segera dilaksanakan adalah pendataan seluruh satuan PAUD, tenaga pendidik, serta kebutuhan yang masih diperlukan oleh lembaga PAUD di seluruh wilayah Kabupaten Jayawijaya. Pendataan tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun program pembinaan dan pengembangan PAUD ke depan.

    Foto bersama pengurus baru di Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Jayawijaya Periode 2025–2030.

    Foto : Agris

    Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak usia dini memerlukan kerja sama semua pihak. Oleh karena itu, Pokja Bunda PAUD diharapkan mampu membangun kolaborasi yang erat dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan, organisasi mitra, dan seluruh lembaga PAUD.

    “Saya berharap Pokja Bunda PAUD dapat bergandengan tangan dan terus berkolaborasi dengan seluruh lembaga PAUD maupun pemerintah, khususnya di bidang pendidikan. Dengan kebersamaan, kita dapat mewujudkan program-program yang benar-benar bermanfaat bagi anak-anak kita,” katanya.

    Lebih lanjut, dr. Idawaty Waromi Murip, Sp.KJ menegaskan bahwa tujuan utama seluruh program Bunda PAUD adalah menciptakan generasi emas Kabupaten Jayawijaya melalui layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, sehingga setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal.

    Ia berharap kepengurusan Pokja Bunda PAUD periode 2025–2030 dapat menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, semangat pengabdian, serta mampu menghadirkan berbagai inovasi dalam mendukung kemajuan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Jayawijaya. (Agris/Martina)

  • Tindak Lanjut Instruksi Kemendagri, Diskominfo Siapkan Video Tron Untuk Nobar Final Pildun

    Tindak Lanjut Instruksi Kemendagri, Diskominfo Siapkan Video Tron Untuk Nobar Final Pildun

    WAMENA – Kementrian Dalam Negeri telah mengintruksikan langsung untuk kepada seluruh Pemda di Indonesia untuk memberikan layanan nonton bareng gratis final piala dunia dan pemerintah daerah wajib mendukung dengan memberikan fasilitas layanan informasi yang ada di daerah sehingga Diskominfo Kabupaten Jayawijaya telah mempersiapkan video tron untuk memberikan tontotan gratis ini.

    Plt Kepala Dinas Kominfo Imanuel Herman Medlama, S.STP menyatakan atas atensi dari Bupati Jayawijaya Dinas Kominfo bersama, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP dan Polres Jayawijaya untuk melakukan nonton bareng itu, meskipun ini bukan pertama kali dan sudah dilakukan sejak awal piala dunia.

    “Menindak lanjuti instruksi dari Kemendagri kami akan mengupayakan untuk melakukan nonton bareng untuk pertandingan final Piala dunia 2026, bersama dengan warga Kota Wamena, tujuannya untuk memberikan hiburan secara langsung,”ungkapnya Minggu (19/7/2026) di Wamena.

    Plt Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayawijaya, Imanuel Herman Medlama, S.STP Saat melihat situasi keramaian di halaman tugu Salib Wamena. Minggu (19/7/2026) 

    Foto : Denny

    Menurutnya, nonton bareng yang dilakukan Dinas Kominfo juga sekaligus mewujudkan Jayawijaya Sebagai Kota Damai, Aman, Nyaman dan Indah (DANI) sebab pada akhir -akhir ini hampir sudah tak nampak karena situasi kamtibmas di wilayah Jayawijaya seperti perang suku, kriminalitas jalanan seperti jambret, curanmor sehingga warga tak merasa nyaman dalam kota Wamena.

    “Ada juga pemanfatan dari sarana tugu Salib Wamena yang hampir setiap tahun banyak mendapat sorotan namun tak pernah memberikan solusi yang kongkrit, sehingga banyak pemuda yang kurang edukasi untuk membuat hal yang negatif,”jelas Imanuel Medlama

    Namun setelah melakukan demo nontong bareng beberapa iven olehraga seperti Pertandingan Wamena United Liga IV, Persipura Jayapura di Liga II dan Piala Dunia 2026, dapat dilihat ada sedikit perubahan terkait karakter dan mental pemuda dalam hal pemanfaatan alun -alun tugu Salib Wamena yang kian mulai menjadi sarana hiburan dan olahraga serta jajanan kuliner bagi masyarakat.

    “Selain itu di area tugu salib juga kian mulai tumbuh UMKM lokal yang secara mandiri mereka bisa datang untuk menjajakan produknya baik itu kuliner berbentuk makanan dan munuman ringan hingga beberapa permainan anak -anak sehingga ini memberikan warna yang positif bagi pemerintah daerah,”kata plt Kadis Kominfo Jayawijaya.

    Plt Kadis Kominfo Kabupaten Jayawijaya Imanuel Herman Medlama. S.STP saat meninjau Lokasi UMKM di seputaran tugu Salib Wamena Minggu (19/7/2026).

    Foto: Denny

    Kata Plt Kadis Kominfo, untuk UMKM yang ada di dekitaran tugu salib ini mereka datang secara mandiri, namun ada tim dari Pemkab Jayawijaya yang mencoba untuk memberikan semacam imbauwa dan mengisi daftar list untuk bisa terlibat dalam menjajakan produknya namun yang perlu dilakukan selalu menjaga kebersihan dalam waktu -waktu nonton barena itu digelar.

    “Untuk keterlibatan mereka ini secara swadaya datang untuk menjualkan prodaknya, sehingga kesannya mungkin tak terlalu signifikan namun ini merupakan langkah awal dari kami agar UMKM itu harus tampil dalam setiap moment dan tak perlu diarahkan terus yang bisa menghambat perkembangannya,”kata Medlama.

    Ia juga berharap video tron milik pemkab Jayawijaya dan dikelola dinas kominfo merupakan salah satu layanan informasi yang juga dikembangkan untuk melayani iklan layanan publik sehingga bisa digunakan untuk berbagai pihak baik itu LSM, organisasi dan pihak swasta yang ingin menampilkan iklan layanannya bisa disampaikan kepada Kominfo Jayawijaya.

    “Jadi selain memberikan informasi publik, layanan hiburan, juga menyediakan iklan layanan yang bisa di manfaatkan,” tutupnya. (Denny/Martina).

  • Gandeng UMKM, Kominfo Gelar Nobar Final Piala Dunia di Tugu Salib Sebagai Pemanfaatan Sarana Publik

    Gandeng UMKM, Kominfo Gelar Nobar Final Piala Dunia di Tugu Salib Sebagai Pemanfaatan Sarana Publik

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Kominfo gelar Nonton Bareng (Nobar) Final Piala Dunia Senin (20/7/2026) dini hari, antara Argentina melawan Spanyol.

    Plt. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayawijaya Imanuel Medlama menuturnya, nobar final piala dunia ini merupakan amanat dari presiden RI dan juga menteri dalam negeri, yang meminta setiap kabupaten/kota di seluruh Indonesia untuk wajib memberikan fasilitas nobar gratis di setiap layanan informasi yang ada di daerah.

    Nobar Piala Dunia di depan Tugu Salib Wamena

    Oleh : Kominfo Jayawijaya

    “Kami di Jayawijaya atas arahan dari bupati kami bentuk tim bersama beberapa dinas terkait seperti DLH, Perhubungan, dan Satpol PP, serta dukungan dari polres Jayawijaya. Kami melaksanakan nonton bareng yang sudah kita laksanakan sejak babak penyisihan hingga hari ini. Kami upayakan juga akan menanyangkan secara langsung final piala dunia untuk disaksikan warga,” ungkap Imanuel Medlama kepada wartawan, Minggu (19/7/2026).

    Ia juga mengatakan, tujuan disajikannya nobar even olahraga dan selama berlangsungnya piala dunia yakni untuk memberikan hiburan kepada masyarakat Jayawijaya.

    Selain itu, melalui nobar di sekitar taman tugu salib dapat meningkatkan asas pemanfaatan dari taman tugu salib, dimana sebelumnya area tersebut sering mendapat sorotan akibat aktifitas negative yang sering dilakukan di sekitar tugu salib.

    “Setelah kami menggelar live even olahraga baik pertandingan Wamena United di liga 4, Persipura, dan Piala Dunia kami lihat ada perubahan karakter dan mental anak muda kita dalam hal pemanfaatan fasilitas pemerintah yang sudah ada,” katanya.

    Dimana area tersebut kini sering dijadikan warga kota Wamena sebagai tempat atau sarana untuk berolahraga bagi semua kalangan, baik anak muda maupun orang tua. 

    Tidak hanya itu, UMKM lokal dan hiburan lainnya secara mandiri juga tumbuh di sekitar area tugu salib.

    “Hal ini tentu memberi warna positif bagi kami yang ada di Jayawijaya. Tim kami hanya memberikan himbauan dan UMKM ini hadir secara mandiri untuk berpartisipasi. Mungkin ini belum signifikan tetapi ini merupakan langkah awal kami agar bagaimana UMKM tampil dan hadir setelah pemerintah beri dukungan,” pungkasnya. (Vina/Martina)

  • Wabup Jayawijaya : Perang Suku Tidak Ada Gunanya

    Wabup Jayawijaya : Perang Suku Tidak Ada Gunanya

    WAMENA – Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, menegaskan kepada semua pihak yang pada Mei lalu terlibat konflik di Distrik Woma untuk tidak lagi melakukan gerakan-gerakan tambahan.

    Hal ini kembali ditekankannya pasca terjadinya beberapa insiden pembakaran yang kembali terjadi di Woma sepekan terakhir.

    “Kami pemerintah daerah berharap kalau boleh keluarga Woma atau Kurima yang ada di sebelah (Woma) tidak boleh bikin gerakan tambahan. Kami butuh Wamena ini aman, kejadian yang kemarin terjadi jangan terulang lagi,” ungkap Ronny Elopere kepada wartawan, Minggu (19/7/2026).

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere

    Foto : Vina Rumbewas

    Secara pribadi dirinya mengaku sangat menyesal atas perang suku yang terjadi, dikarenakan perang yang terjadi selalu menelan korban jiwa, yang tidak bisa tergantikan dengan harga benda.

    Atas nama Pemerintah dirinya meminta dukungan kerjasama pihak keamanan untuk ikut memberi himbauan kepada para kepala suku, kepala kampung, tugure, agar jangan lagi ada aksi-aksi tambahan.

    “Harus tanya mereka, siapa dibalik semua skenario ini. Ini sengaja untuk menciptakan agar Wamena kacau, ini kan ada oknum yang bermain,” katanya.

    Lanjut Ronny Elopere, Wamena milik bersama oleh karena itu dibutuhkan keamanan.

    Secara pribadi dirinya sangat menyayangkan dan sedih atas kejadian yang beberapa bulan lalu terjadi di Woma hingga menelan puluhan korban jiwa. Sementara menurutnya saat ini populasi orang asli Papua semakin sedikit, karena hampir setiap hari ada saja orang Papua yang meninggal, entah karena perang, miras ataupun penyakit.

    “Perang suku ini tidak ada gunanya, kita satu suku saling perang akhirnya kita sendiri yang rugi. Kasian sekali nyawa melayang begitu saja,” ujarnya.

    Oleh sebab itu, Ronny Elopere meminta kepada semua pihak untuk tidak membuat gerakan-gerakan tambahan, dan dapat mengendalikan diri, serta kembali melakukan aktivitas seperti biasa.

    “Kita tinggal sedikit, saya mohon sekali lagi kita perlu jaga kita punya orang Papua agar jauh dari segala kejahatan, terutama perang suku. Diantara sesama kita tidak boleh lagi ada perang-perang,” tutupnya. (Vina Rumbewas/Martina Matuan)

  • Pemkab Jayawijaya Minta Oknum Yang Lakukan Pembakaran Rumah di Wouma Segera Berhenti

    Pemkab Jayawijaya Minta Oknum Yang Lakukan Pembakaran Rumah di Wouma Segera Berhenti

    WAMENA – Pemkab Jayawijaya meminta kepada oknum -oknum yang masih melakukan aksi -aksi pembakaran rumah di wilayah Distrik Wouma untuk segera berhenti, karena sudah cukup melakukan aksi -aksi seperti itu dan sudah cukup menciderai kota Wamena, sebab saat ini pemerintah masih berupaya agar perumahan yang dibakar itu bisa segera dibangun.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH, MH mengakui sampai dengan saat ini masih ada oknum-oknum yang terus mencari persoalan dengan melakukan pembakaran rumah di wilayah distrik Wouma, oleh karena itu, saat ini pemerintah kabupaten Jayawijaya meminta untuk berhenti melakukan aksi -aksi yang mincederai kota ini.

    “Persoalan ini tak gambang, sebab orang bangun rumah itu dengan biaya yang besar, namun dibakar dengan mudahnya, ini tidak boleh terjadi lagi, pakai hati nurani dan naluri yang baik, jangan dengan tindakan seperti itu,” tegasnya di Wamena Rabu (15/7/2026).

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH, saat melakukan kunjungan ke Kantor KPA KAbupaten Jayawijaya. Senin (13/7/2026). 

    Foto : Denny

    Menurutnya, masalah ini bukan perkara yang mudah, seandainya Bupati mampu atau semua orang bisa sulam mungkin rumah yang terbakar itu dalam satu malam semuanya bisa terbangun kembali, semua itu membutuhkan anggaran pengajuan program, namun untuk hal yang emergency itu sudah disampaikan sampai ke tingkat pusat.

    “Semua itu ada tahapan yang harus kami lalui dan kami sudah menyurati dari tingkat Provinsi barulah diteruskan ke tingkat pusat dalam hal ini kemendagri, BNPB, kementrian perumahan dan pemukiman, namun kami juga tak tinggal diam kami juga menyambut kesana untuk bisa segera ditindak lanjuti,” jelas Bupati Murip.

    Mantan Dandim1702/ Jayawijaya menekankan kepada oknum -oknum masyarakat yang masih terus mengganggu dengan malakukan aksi -aksi pembakaran rumah, tentunya tindakan kejahatan yang dilakukan itu pasti akan dibalas oleh Tuhan, pemerintah saat ini sedang berjuang agar relokasi rumah yang terbakar itu secepatnya dibangun.

    “Kalau pemerintah pusat sudah setujui untuk dilakukan pembangunan ulang, maka pasti kita akan lakukan secepatnya, kita ini tak tidur, tetapi kita kerja, masalah ini tidak mudah seperti membalikan telapak tangan,” beber Atenius Murip.

    Pembakaran Rumah Warga di Wilayah Distrik Wouma Minggu lalu.

    Foto :Istimewa

    Bupati Juga menambahkan jika saat ini pemerintah terus bekerja dan berupaya untuk bisa mewujudkan pembangunan atau pembangunan kembali rumah -rumah warga yang dibakar dampak dari Konflik antara dua kelompok masyarakat di Wouma beberapa bulan lalu.

    “Semua itu ada proses, sehingga harus tunggu sebab prosedurnya berjalan bertahap, kalau belum berjalan kita akan pergi lagi kesana, kita tidak malu untuk meminta-minta ke kementrian agar pemerintah pusat bisa melihat masalah ini,” tutup Bupati Murip. (Denny/Martina)

     

  • Festival Budaya Lembah Baliem Ke-34 Siap Digelar, Pemkab Jayawijaya Luncurkan Tiket Online

    Festival Budaya Lembah Baliem Ke-34 Siap Digelar, Pemkab Jayawijaya Luncurkan Tiket Online

    WAMENA, 13 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya resmi meluncurkan sistem administrasi pelaksanaan dan layanan pembelian tiket secara daring (online) untuk Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) Ke-34 Tahun 2026. Peluncuran tersebut dilaksanakan di Kantor Bupati Jayawijaya, Senin (13/7/2026), sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan sekaligus mendukung promosi pariwisata daerah.

    Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., mengatakan bahwa pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem tahun ini akan menghadirkan konsep yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain menampilkan atraksi budaya di Distrik Walesi, rangkaian kegiatan juga akan dipusatkan di kawasan depan Kantor Bupati Jayawijaya melalui penyelenggaraan Wamena Coffee Street dan Noken Street.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H,M.H saat meresmikan sistem administrasi pelaksanaan dan layanan pembelian tiket secara daring (online) untuk Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) Ke-34 Tahun 2026. 

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    “Festival tahun ini kami kemas lebih menarik. Kegiatan tidak hanya berlangsung di Distrik Walesi, tetapi juga di depan Kantor Bupati Jayawijaya. Setelah menikmati berbagai atraksi budaya di Walesi, para pengunjung dapat melanjutkan kunjungan ke pusat Kota Wamena untuk menikmati Wamena Coffee Street, Noken Street, serta suasana Kota Lembah Baliem pada sore hingga malam hari,” ujar Bupati.

    Menurutnya, peluncuran sistem pembelian tiket dan administrasi secara online merupakan langkah strategis dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat, wisatawan domestik, maupun wisatawan mancanegara yang ingin mengikuti Festival Budaya Lembah Baliem.

    Selain mempermudah proses administrasi, layanan digital tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penyelenggaraan festival serta memperkuat promosi destinasi wisata Kabupaten Jayawijaya di tingkat nasional maupun internasional.

    Festival Budaya Lembah Baliem Ke-34 dijadwalkan berlangsung pada 7–10 Agustus 2026 dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut:

    * 7–8 Agustus 2026: Festival Budaya Lembah Baliem di Distrik Walesi.

    * 7–10 Agustus 2026: Wamena Coffee Street dan Noken Street di kawasan depan Kantor Bupati Jayawijaya.

    * 10 Agustus 2026: Karnaval Budaya sebagai penutup rangkaian Festival Budaya Lembah Baliem Ke-34.

    Melalui penyelenggaraan festival tahun ini, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berharap kunjungan wisatawan terus meningkat sehingga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelaku ekonomi kreatif, serta sektor pariwisata daerah.

    Di akhir penyampaiannya, Bupati Jayawijaya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Festival Budaya Lembah Baliem Ke-34 Tahun 2026.

    “Mari kita sukseskan Festival Budaya Lembah Baliem Ke-34 Tahun 2026. Kami mengundang seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia untuk datang menikmati kekayaan budaya, keindahan alam, dan keramahan masyarakat Jayawijaya. Tuhan memberkati. Waa… waa…,” tutup Bupati. (Fransiska/Mandiri)

  • Bupati Jayawijaya secara langsung Verifikasi Data Guru Honorer K2

    Bupati Jayawijaya secara langsung Verifikasi Data Guru Honorer K2

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H., M.H., didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kaleb Asso, S.Pd., menggelar pertemuan bersama para guru kontrak K2 Kabupaten Jayawijaya di Kantor Bupati Jayawijaya, Selasa (7/7/2026).

    Pertemuan tersebut bertujuan untuk melakukan pengecekkan langsung terhadap data guru honorer sekaligus memastikan seluruh tenaga pendidik masih aktif mengajar di sekolah masing-masing.

    Dalam kesempatan itu, Bupati Jayawijaya Atenius Murip memimpin langsung proses pendataan dengan memanggil dan mengabsen satu per satu guru honorer yang berasal dari jenjang TK, PAUD, SD, SMP hingga SMA di 40 distrik se-Kabupaten Jayawijaya.

    “Kami mengundang guru-guru honorer untuk memastikan apakah mereka benar-benar masih aktif mengajar. Saya ingin melihat langsung kondisi mereka, berapa lama mereka mengabdi, apakah masih aktif, sudah pindah, atau bahkan ada yang sudah meninggal dunia,” ujar Bupati kepada awak media usai kegiatan.

    Bupati Jayawijaya saat memimpin langsung proses pendataan dengan memanggil dan mengabsen satu per satu guru honorer.

    Foto : Agris Wistrijaya

    Dari hasil verifikasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menemukan sejumlah data yang perlu diperbarui. Beberapa nama yang masih tercatat sebagai guru honorer ternyata telah meninggal dunia, sementara sebagian lainnya diketahui sudah pindah daerah atau tidak lagi menjalankan tugas mengajar.

    Menurut Bupati, pembaruan data tersebut sangat penting agar database tenaga honorer yang dimiliki pemerintah benar-benar akurat, terutama sebagai dasar dalam proses pengusulan status kepegawaian di masa mendatang.

    “Jangan sampai data yang dikirim ke pemerintah pusat masih mencantumkan nama-nama yang sudah meninggal atau sudah tidak mengajar. Karena itu hari ini kami melakukan pengecekan langsung agar data yang dimiliki benar-benar valid,” katanya.

    Ia menjelaskan, hasil pendataan tersebut nantinya akan ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya untuk memastikan jumlah guru honorer yang layak diakomodasi dalam berbagai skema pengangkatan sesuai kebijakan pemerintah, baik K2, PPPK maupun mekanisme lainnya.

    Selain melakukan verifikasi data, Bupati juga memberikan perhatian khusus kepada para guru honorer yang selama ini tetap setia mengabdi meskipun telah bertahun-tahun mengajar dengan berbagai keterbatasan. Dari hasil absensi diketahui terdapat guru yang telah mengabdi sejak tahun 2008, 2015, hingga 2016 dan masih aktif memberikan pelayanan pendidikan.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H., M.H didampingi kepala Dinas pendidikan Kaleb Asso, S.Pd saat diwawancarai awak media.

    Foto : Agris Wistrijaya

    “Mereka telah mengajar dengan penuh pengabdian. Ada yang sudah belasan tahun menjadi honorer dengan segala keterbatasan. Pemerintah tentu memberikan perhatian kepada mereka karena dedikasi tersebut sangat berarti bagi dunia pendidikan di Jayawijaya,” ungkapnya.

    Bupati juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Ia mengajak seluruh tenaga pendidik, baik guru PNS maupun guru honorer, untuk tetap setia menjalankan tugas dalam mencerdaskan generasi muda Jayawijaya.

    “Kalau guru-guru tidak lagi memiliki semangat mengajar, maka masa depan sumber daya manusia kita akan terancam. Karena itu saya mengajak seluruh guru untuk terus memberikan pelayanan terbaik demi masa depan anak-anak Jayawijaya. Motto kita adalah hari esok harus lebih baik dari hari ini. Pendidikan Jayawijaya harus semakin baik, dan itu hanya bisa terwujud apabila semua pihak bersama-sama melakukan perbaikan dalam pelayanan pendidikan,” tegas Bupati.

    Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berharap data tenaga honorer di lingkungan Dinas Pendidikan semakin tertib dan akurat, sehingga kebijakan pengelolaan serta pengembangan tenaga pendidik dapat dilakukan secara tepat sasaran demi meningkatkan mutu pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Jayawijaya.

    Dikesempatan yang sama kepala Dinas Pendidikan Kaleb Asso, S.Pd mengatakan mulai melakukan pendataan ulang terhadap tenaga guru kontrak kategori K2 sebagai bagian dari penataan tenaga non-ASN di lingkungan pendidikan.

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, Kaleb Asso, S.Pd, usai pertemuan bersama para guru kontrak di Kantor Bupati Jayawijaya, mengatakan sebanyak 278 guru kontrak menghadiri kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari guru jenjang TK, SD, SMP, hingga SMK.

    Menurut Kaleb, para guru kontrak tersebut selama ini masih menerima pembiayaan melalui anggaran yang dikelola Dinas Pendidikan, termasuk yang bersumber dari Dana BOS sesuai ketentuan yang berlaku.

    Ia menjelaskan, pendataan dilakukan untuk memastikan kondisi riil tenaga kontrak di lapangan. Pasalnya, terdapat sejumlah guru yang sudah meninggal dunia, berpindah ke daerah otonom baru, maupun tidak lagi aktif melaksanakan tugas mengajar.

    “Pendataan ini penting karena ada guru yang sudah meninggal, ada yang pindah ke kabupaten baru, dan ada juga yang sudah tidak mengajar. Karena itu, kita akan melakukan rekrutmen sesuai kebutuhan riil di setiap sekolah. Mekanisme teknisnya akan kami atur lebih lanjut,” ujar Kaleb.

    Setelah proses pendataan selesai, hasilnya akan diserahkan kepada BKPSDM Kabupaten Jayawijaya sebagai instansi yang berwenang melakukan penataan tenaga non-ASN.

    “Setelah semua data selesai diverifikasi, kami serahkan kepada BKPSDM untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangannya,” katanya.

    Kaleb mengungkapkan, dari sekitar 600 tenaga kontrak kategori umum yang akan ditata oleh pemerintah daerah, kebutuhan di lingkungan Dinas Pendidikan diperkirakan mencapai sekitar 224 formasi atau sedikit di atas angka tersebut.

    Ia juga menjelaskan bahwa prioritas pendataan dan penataan menyasar tenaga kontrak yang direkrut pada tahun 2015, 2014, 2013 dan tahun-tahun sebelumnya. Sementara tenaga kontrak yang mulai direkrut pada 2016 hingga 2017 tidak termasuk dalam tahapan penataan tersebut karena mengikuti mekanisme yang berbeda.

    Terkait pembagian kuota bagi Orang Asli Papua (OAP), Kaleb menyebut proses rekrutmen akan dilakukan secara terpadu sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah daerah, tanpa memisahkan kuota pada tahap pendataan.

    Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berharap penataan tenaga guru kontrak ini dapat menghasilkan data yang akurat sehingga kebutuhan tenaga pendidik di setiap satuan pendidikan dapat terpenuhi secara tepat dan pelayanan pendidikan kepada masyarakat semakin optimal. (Agris Wistrijaya/ Martina Matuan)