Category: Berita

  • Dukung Pelaksanaan MTQ Ke-31, Pemda Jayawijaya Bantu 300 Juta

    Dukung Pelaksanaan MTQ Ke-31, Pemda Jayawijaya Bantu 300 Juta

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Atenius Murip, menyerahkan langsung bantuan dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya sebagai bentuk dukungan atas pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XXI (31) tingkat Kabupaten Jayawijaya Tahun 2026 M yang digelar di Gedung Baiturrahman Wamena (26/6/2026).

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip saat menyerahkan bantuan senilai Rp 300 Juta kepada Ketua LPTQ Kabupaten Jayawijaya Tinggal Wusono, pada pembukaan MTQ Ke-31 Tahun 2026M, yang berlangsung di Gedung Baiturrahman Wamena, Jumat 26/6/2026.

    Foto : Vina Rumbewas

    Teman MTQ Ke-XXI (31) Tahun 2026 ini yakni, ‘Aktualisasi nilai-nilai Al-Qur’an untuk mewujudkan generasi Qur’ani yang Cerdas, Unggul dan Berkarakter’.

    Saat membacakan sambutan, Bupati menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada LPTQ Kabupaten Jayawijaya, serta umat muslim yang ada di Jayawijaya yang telah mensukseskan penyelenggaraan kegiatan ini.

    “Semoga momentum ini juga menjadi bagian dari dakwah dan syiar tentang Islam di Jayawijaya, sehingga akan tercipta hubungan kekeluargaan yang lebih harmonis antar sesama pemeluk agama di kabupaten Jayawijaya,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan ini, Bupati Atenius Murip mengajak seluruh umat muslim di Jayawijaya, untuk menjadikan Al-Quran sebagai pedoman, inspirasi, dan kekuatan moral dalam membangun karakter masyarakat Jayawijaya yang religius, berakhlak mulia dan toleran.

    Ia juga mengatakan, MTQ merupakan jalan untuk mengedukasi umat agar semakin mencintai dan membumikan Al-Qur’an, meningkatkan kesadaran beragama yang lebih humanis dan terbuka, serta yang sangat penting adalah salah satu dakwah untuk menyempurnakan akhlak kau.

    “Oleh karena itu, kepada seluruh peserta MTQ Tahun 2026, yang mewakili wilayah masing-masing, tunjukkanlah kemampuan terbaik saudara-saudari dalam menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran,” katanya.

    Tambahnya, jadikan ajang ini untuk mengasah potensi, bukan sekadar mengejar prestasi atau kemenangan.

    “Ingat bahwa, kalian semua qori-qoriah, hafiz-hafizah dan musafir-musafirah terbaik yang dimiliki kabupaten Jayawijaya. Generasi-generasi muda yang siap membangun kualitas sumber daya umat yang unggul, kompetitif dan berkarakter islam sebagaimana akhlak rosulullah,” tuturnya.

    Penampilan anak-anak dari TPQ saat pembukaan MTQ Ke-31 di Wamena, Jumat (26/6/2026).

    Foto : Vina Rumbewas

    Kepada dewan hakim, Bupati berharap dapat memberikan penilaian secara objektif dan adil, sehingga dapat menjemput qori-qori’ah terbaik yang nantinya akan mewakili kabupaten Jayawijaya di ajang yang lebih tinggi.

    “Selamat dan sukses kepada seluruh peserta MTQ Kabupaten Jayawijaya, selamat dan sukses kepada LPTQ kabupaten Jayawijaya. Semoga Tuhan senantiasa memberikan bimbingan, kemudahan, dan ridho-nya kepada kita semua,” tutupnya.

    Dikesempatan yang sama, Ketua Panitia Penyelenggara H. Rustam Haji mengatakan bahwa MTQ Ke-XXX1 (31) ini diikuti oleh 178 kafilah yang terdiri dari 156 qori dan qoriah, serta 22 hafiz dan hafizah, yang merupakan perwakilan dari berbagai Taman Pengajian Al-Qur’an (TPQ) masjid/mushala di Jayawijaya dan umum.

    “Tujuan penyelenggaraan MTQ yakni untuk meningkatkan kecintaan dan pengamalan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Mempererat tali silaturahmi antar umat beragama, serta menjaring qari, qariah, hafiz, hafizah terbaik terbaik Jayawijaya,” jelasnya.

    Peserta terbaik dari MTQ tingkat kabupaten ini nantinya akan mewakili kabupaten Jayawijaya ke ajang MTQ tingkat provinsi Papua Pegunungan.

    Ia juga menyampaikan terimasih atas dukungan pemerintah kabupaten Jayawijaya sehingga kegiatan MTQ ini dapat terlaksana. (Vina Rumbewas/Martina Matuan)

  • Bupati Jayawijaya Hadiri Peluncuran Noken Cenderawasih, Dorong UMKM dan Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Masyarakat Wilayah BOMTA

    Bupati Jayawijaya Hadiri Peluncuran Noken Cenderawasih, Dorong UMKM dan Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Masyarakat Wilayah BOMTA

    WAMENA – Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., bersama Asisten Deputi Pembinaan Jabatan Fungsional Pengembangan Kewirausahaan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Adi Trisnojuwono, menghadiri peluncuran Noken Cenderawasih sekaligus meninjau pameran produk-produk UMKM binaan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Dekranasda Kabupaten Jayawijaya di Kampung Taganek, Distrik Yalengga, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (24/6/2026).

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Jayawijaya, dr. Idawati Waromi Murip, Sp.KJ, sejumlah staf dari Kementerian UMKM RI, Para Kepala OPD Kabupaten Jayawijaya, tokoh masyarakat, mama-mama perajin noken, serta masyarakat dari wilayah BOMTA.

    Peluncuran Noken Cenderawasih Wilayah BOMTA 

    Foto : Fransiska Endama

    Panen ubi bersama Bupati Jayawijaya, perwakilan Kementrian UMKM, dan Ketua Dekranasda Jayawijaya

    Foto : Fransiska Endama

    Dalam penjelasannya, Bupati Atenius Murip menyampaikan bahwa Noken Cenderawasih telah ditetapkan sebagai identitas budaya masyarakat Suku Lani yang mendiami sembilan distrik di wilayah BOMTA, yakni Distrik Wamena, Asologaima, Piramid, Yalengga, Kurulu, Bolakme, Muliama, Tagime, dan Tagineri.

    Menurutnya, peluncuran Noken Cenderawasih merupakan langkah penting dalam melindungi sekaligus mengembangkan kekayaan intelektual masyarakat adat yang memiliki nilai budaya dan ekonomi tinggi.

    “Hari ini kita menetapkan Noken Cenderawasih sebagai identitas masyarakat Lani di sembilan distrik wilayah BOMTA. Ini adalah kekayaan intelektual masyarakat Kabupaten Jayawijaya yang harus kita jaga, kembangkan, dan manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.

    Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah bersama Kementerian UMKM dan Kementerian Hukum tengah mendorong perlindungan hukum melalui hak paten dan hak kekayaan intelektual terhadap Noken Cenderawasih. Hak tersebut nantinya akan dikelola oleh organisasi atau ikatan masyarakat setempat sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat adat.

    Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada para peneliti, tokoh adat, serta para mama perajin yang selama ini menjaga dan mengembangkan kerajinan noken dan topi bermotif Cenderawasih.

    “Saya memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada mama-mama yang telah merajut noken dan topi ini. Harapan kami, produk-produk ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga dapat membantu kebutuhan keluarga, membiayai pendidikan anak-anak dari SD hingga perguruan tinggi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

    Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memiliki kewajiban untuk terus mendorong pertumbuhan UMKM di setiap distrik melalui berbagai inovasi ekonomi berbasis budaya lokal.

    Ia juga mengingatkan bahwa sebelumnya pemerintah daerah telah menetapkan Noken Pelangi sebagai identitas budaya masyarakat Suku Walak. Menurutnya, baik Noken Cenderawasih maupun Noken Pelangi memiliki karakteristik dan motif yang berbeda, namun sama-sama menjadi simbol budaya yang harus dijaga dan dikembangkan.

    “Kalau masyarakat Walak memiliki Noken Pelangi, maka masyarakat Lani memiliki Noken Cenderawasih. Perbedaannya ada pada motif, tetapi tujuan kita sama, yaitu menjadikan budaya sebagai sumber kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Atenius Murip berharap keberadaan Noken Cenderawasih dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat melalui pengembangan berbagai produk kreatif seperti tas, topi, sepatu, dan berbagai kerajinan lainnya yang mengangkat motif khas Cenderawasih.

    “Kita tidak boleh berjalan di tempat. Harus ada inovasi baru, menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan demikian Jayawijaya akan semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera,” tegasnya.

    Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian UMKM RI yang telah memberikan dukungan melalui kehadiran perwakilan kementerian dalam peluncuran Noken Cenderawasih. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus diperkuat dalam pengembangan UMKM berbasis budaya lokal di Kabupaten Jayawijaya.

    Selain peluncuran Noken Cenderawasih dan pameran UMKM, kegiatan juga dirangkaikan dengan penanaman pohon kopi dan penghijauan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong pengembangan komoditas unggulan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Jayawijaya.

    Peluncuran Noken Cenderawasih menjadi momentum penting bagi masyarakat Lani di wilayah BOMTA untuk memperkuat identitas budaya sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi melalui pengembangan industri kreatif berbasis kearifan lokal.

    Pada kesempatan itu juga, Bupati Jayawijaya bersama Kementrian UMKM dan Ketua Deskranasa yg sekaligus plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup mengikuti penanaman pohon dan setelah itu melakukan panen ubi bersama. (Agris/Martina)

  • Bupati Jayawijaya Dampingi Kontingen Pesparawi Papua Pegunungan di Manokwari, Beri Motivasi Raih Prestasi Terbaik

    Bupati Jayawijaya Dampingi Kontingen Pesparawi Papua Pegunungan di Manokwari, Beri Motivasi Raih Prestasi Terbaik

    MANOKWARI – Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., hadir langsung mendampingi kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Provinsi Papua Pegunungan yang mengikuti ajang Pesparawi Nasional di Kota Manokwari, Papua Barat. (Sabtu, 20 Juni 2026)

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Atenius Murip menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat, khususnya Gubernur dan seluruh pihak yang telah menyambut dengan baik kedatangan kontingen Papua Pegunungan selama berada di Manokwari.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H,M.H mendampingi peserta Pesparawi kontingen Papua pegunungan di Manokwari

    Foto: Media Bupati Jayawijaya

    “Terima kasih kepada Bapak Gubernur Provinsi Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan dan seluruh jajaran yang telah menerima serta memberikan tempat dan perhatian kepada keluarga besar Pesparawi Papua Pegunungan. Penyambutan yang diberikan sangat baik dan membuat kami merasa nyaman selama berada di Manokwari,” ujar Atenius Murip.

    Bupati juga mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya bersama pemerintah daerah telah berupaya memberikan dukungan penuh agar kontingen Papua Pegunungan dapat berangkat dan mengikuti Pesparawi Nasional dengan baik. Bahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mencari alternatif transportasi guna memudahkan keberangkatan peserta dari Wamena menuju Manokwari.

    Menurutnya, meskipun terdapat sejumlah tantangan dalam proses persiapan dan perjalanan, seluruh pihak tetap bekerja sama sehingga kontingen akhirnya dapat hadir dan berpartisipasi dalam ajang nasional tersebut.

    Selain menyampaikan apresiasi, Atenius Murip juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tetap menjaga semangat, fokus, dan mengandalkan Tuhan dalam setiap penampilan yang akan dilaksanakan selama perlombaan berlangsung.

    “Kita harus tetap semangat. Apa yang bisa dilakukan pemerintah daerah akan terus kami upayakan. Yang terpenting adalah terus berjuang dan berdoa. Dengan kerja keras, persiapan yang baik, serta penyertaan Tuhan, saya yakin kita bisa memberikan hasil yang terbaik,” katanya.

    Bupati menilai fasilitas dan tempat yang telah disiapkan panitia bagi kontingen Papua Pegunungan sangat baik. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menikmati suasana baru di Manokwari yang berbeda dengan kondisi alam di wilayah pegunungan Papua.

    “Semua yang disiapkan sangat luar biasa. Mungkin hanya cuacanya yang berbeda karena kita terbiasa hidup di daerah yang dingin. Namun mari kita nikmati dan tetap menjaga kesehatan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” ujarnya.

    Di akhir arahannya, Bupati Jayawijaya mengajak seluruh anggota kontingen untuk menjaga kekompakan, disiplin, dan nama baik Papua Pegunungan selama mengikuti Pesparawi Nasional. Ia berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik sehingga mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

    “Teruslah berjuang, bernyanyi dengan hati, dan berdoa. Menjadi juara adalah harapan kita bersama, namun yang terpenting adalah memberikan yang terbaik untuk kemuliaan Tuhan dan nama baik Papua Pegunungan,” tutupnya. (Agris/Martina)

     

  • Video Tron Milik Pemkab Jayawijaya Dirusak, 4 Orang Pelaku Diamankan Polisi

    Video Tron Milik Pemkab Jayawijaya Dirusak, 4 Orang Pelaku Diamankan Polisi

    WAMENA – Video Tron milik Pemkab Jayawijaya yang berada di halaman Kantor Gubernur Papua Pegunungan dan sering menampilkan informasi pemerintah daerah dan beberapa hiburan olehraga, dikabarkan dirusak oleh 4 orang yang dipengaruhi miras dengan cara dilembar hingga beberapa panel Led mengalami kerusakan.

    Usai melakukan pengerusakan media informasi Pemkab Jayawijaya, tak butuh waktu lama 4 orang pelaku yang dalam pengaruh miras ini berhasil tertangkap oleh aparat keamanan dan saat ini sedang diamankan di Polres Jayawijaya guna diproses hukum sesuai dengan turan.

    Plt. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayawijaya Imanuel Herman Medlama, S.STP menyayangkan aksi pengerusakan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab ini, sebab video tron milik Pemkab Jayawijaya sering kali digunakan juga untuk hiburan atau menampilkan pertandingan sepakbola baik dari dalam dan luar negeri.

    “Kami sangat menyayangkan tindakan pengerusakan yang dilakukan beberapa hari lalu yang menyebabkan adanya beberapa panel LED dari video tron ini yang rusak sehingga beberapa hari kedepan harus dilakukan mantenance lagi,”ungkapnya saat ditemui di Wamena jumat (19/6).

    Nampak sebagian layar dari Video Tron Pemkab Jayawijaya yang mati akibat dirusak 4 orang. Insert Plt Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayawijaya saat membuat laporan Polisi di SPKT Polres Jayawijaya. Kamis (18/6) kemarin. Foto: Kominfo Jayawijaya

    Dikatakan saat ini Dinas Kominfo Kabupaten Jayawijaya sedang mengupayakan untuk melakukan perbaikan terhadap beberapa panel LED yang rusak itu agar video tron ini bisa segera diaktifkan kembali, selain itu, pihaknya juga telah membuat laporan kepolisian terkait dengan aksi pengerusakan yang terjadi pada Rabu dini hari.

    “Untuk tindak lanjutnya saat ini kami sudah melakukan perbaikan dengan mendatangkan teknisi dari Surabaya, dan kami juga sudah membuat laporan kepolisian ke SPKT Polres Jayawijaya yang dilanjutkan ke Sat reskrim Polres Jayawijaya,” kata Medlama

    Imanuel Medlama juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak melakukan pengerusakan terhadap fasilitas umum pemerintah namun harus tetap dijaga sebab selain nempilkan informasi, video tron ini juga salah satu fasilitas untuk menyaksikan beberapa pertandingan, seperti Wamena United di Liga IV saat ini, persipura di Liga II bahkan sampai dengan pertandingan Pada Piala Dunia 2026.

    “Fasilitas video Tron ini juga sering kali nampilkan hiburan untuk masyarakat, sehingga tolong untuk di jaga bersama -sama dan tidak dirusak dalam bentuk apapun, tentunya ini perlu dipahami dengan baik oleh masyarakat,”tegas plt. Kadis Kominfo

    Plt Kadis Kominfo Imanuel Herman Medlama, S.STP saat membuat Laporan Polisi di SPKT Polres Jayawijaya. Kamis (18/6). 

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    Ia juga memperingatkan bahwa kawasan seperti Kantor Bupati, Kantor Gubernur bahkan seputaran tugu salib Wamena merupakan wilayah pusat pemerintahan sehingga akan selalu diawasi oleh pemerintah, sehingga siapapun yang melakukan aksi pengerusakan fasilitas milik pemerintah di wilayah tersebut pastinya akan terpantau.

    “Kalau sudah terpantau tidak ada alasan untuk proses hukum, contoh seperti 4 orang pelaku pengerusakan video Tron yang kini harus mendekam di tahanan Polres Jayawijaya guna menunggu proses hukum terhadap mereka,” tutup Mantan Kepala Dinas Kominfo. (Denny/Martina)

  • Buka Rakorda GSJA Papua Pegunungan, Bupati Jayawijaya Tekankan Kolaborasi Gereja dan Pemerintah

    Buka Rakorda GSJA Papua Pegunungan, Bupati Jayawijaya Tekankan Kolaborasi Gereja dan Pemerintah

    WAMENA – Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakorda) Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSJA) Provinsi Papua Pegunungan Tahun 2026 yang berlangsung di Grand Baliem Hotel Wamena, Rabu (17/6/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama, pengurus GSJA tingkat pusat dan wilayah, para hamba Tuhan, serta peserta dari berbagai kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan. Rakorda menjadi momentum penting bagi GSJA untuk mengevaluasi pelayanan sekaligus menyusun program kerja gereja ke depan.

    Dalam sambutannya, Bupati Atenius Murip menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Rakorda yang hadir di Wamena. Ia juga mengucapkan selamat melaksanakan rapat kerja daerah dan berharap kegiatan tersebut menghasilkan program-program yang berdampak bagi pelayanan gereja dan pembangunan masyarakat.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H., M.H., saat memberikan sambupatan pada Rapat Kerja Daerah (Rakorda) Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSJA) Provinsi Papua Pegunungan Tahun 2026

    Foto : Fransiska endama

    “Atas nama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Rakorda GSJA Provinsi Papua Pegunungan di Wamena. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa manfaat bagi gereja dan masyarakat,” ujarnya.

    Bupati menegaskan bahwa gereja dan pemerintah memiliki peran yang sama dalam melayani masyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh elemen, termasuk lembaga keagamaan.

    “Gereja dan pemerintah adalah mitra yang saling melengkapi. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu melayani masyarakat dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi umat,” katanya.

    Atenius Murip menjelaskan bahwa selama ini Pemerintah Kabupaten Jayawijaya terus menjalin sinergi dengan berbagai denominasi gereja yang ada di daerah tersebut. Keharmonisan hubungan antara pemerintah dan gereja dinilai menjadi modal penting dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan di tengah masyarakat yang majemuk.

    Ia menyebutkan bahwa terdapat berbagai denominasi gereja dan organisasi keagamaan yang selama ini hidup berdampingan dengan baik di Jayawijaya. Karena itu, ia mengajak seluruh gereja untuk terus menjaga kebersamaan dan memperkuat pelayanan demi meningkatkan kualitas iman serta kehidupan sosial masyarakat.

    Menurutnya, berbagai persoalan sosial yang terjadi saat ini, seperti masalah kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hingga persoalan sosial lainnya, membutuhkan keterlibatan semua pihak dalam mencari solusi.

    “Peningkatan iman umat harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, gereja dan pemerintah perlu terus berkolaborasi untuk menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks,” ungkapnya.

    Bupati juga mengapresiasi pelaksanaan Rakorda GSJA yang dinilainya menjadi wadah strategis untuk memperkuat kapasitas pelayanan gereja sekaligus mempererat hubungan antarjemaat dan pemimpin gereja di Papua Pegunungan.

    Di akhir sambutannya, ia berharap seluruh peserta Rakorda dapat memanfaatkan forum tersebut untuk merumuskan langkah-langkah pelayanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung terwujudnya Papua Pegunungan yang aman, damai, dan sejahtera.

    “Melalui Rakorda ini, mari kita bersama-sama mempersiapkan sumber daya manusia yang beriman, berkualitas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah,” tutup Bupati Atenius Murip. (agris/Martina)

     

  • Bupati Jayawijaya Serahkan Bantuan Rp200 Juta untuk Kontingen Pesparawi Papua Pegunungan ke Ajang Nasional

    Bupati Jayawijaya Serahkan Bantuan Rp200 Juta untuk Kontingen Pesparawi Papua Pegunungan ke Ajang Nasional

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan seni dan pelayanan gerejawi dengan menyerahkan bantuan dana sebesar Rp200 juta kepada kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Provinsi Papua Pegunungan yang akan mengikuti Pesparawi Tingkat Nasional di Manokwari, Papua Barat.

    Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., dalam acara yang berlangsung di Gedung Aithosa Wamena, Selasa (16/6/2026).

    Dalam sambutannya, Bupati Atenius Murip menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memiliki kepedulian besar terhadap kesiapan keberangkatan kontingen Pesparawi Papua Pegunungan.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H. M.H saat memberikan bantuan 200 juta kepada kontingen Pesparawi Papua Pegunungan.

    Foto : Media Bupati Jayawijaya

    Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, terutama terkait transportasi dan kebutuhan operasional peserta selama mengikuti ajang nasional tersebut.

    “Kami dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya ingin melihat secara langsung kesiapan tim Pesparawi Papua Pegunungan yang akan berangkat ke Manokwari. Kami mendengar berbagai kendala yang dihadapi, baik transportasi udara maupun kebutuhan lainnya yang diperlukan oleh tim,” ujarnya.

    Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah sebelumnya telah berupaya membantu pengurusan armada pesawat Hercules guna mendukung mobilisasi peserta dari Wamena menuju Manokwari. Upaya tersebut bahkan telah dibawa hingga ke Mabes TNI di Jakarta. Namun, karena keterbatasan penggunaan armada Hercules yang saat ini diprioritaskan untuk kebutuhan operasi militer, penanganan bencana, dan tugas khusus pemerintah pusat, permohonan tersebut belum dapat dipenuhi.

    “Meski demikian, kami tidak ingin tinggal diam. Kehadiran kami hari ini adalah bentuk dukungan nyata agar tim Pesparawi tetap memiliki semangat dan keyakinan untuk berangkat membawa nama baik Papua Pegunungan,” kata Bupati.

    Menurutnya, bantuan dana yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan transportasi dan operasional kontingen yang berjumlah sekitar 188 orang. Ia juga mengajak berbagai pihak untuk turut memberikan dukungan dan bantuan demi kelancaran keberangkatan serta partisipasi kontingen Papua Pegunungan dalam ajang nasional tersebut.

    “Kami membuka ruang bagi siapa saja yang ingin membantu dan menyukseskan keberangkatan tim Pesparawi ini. Semoga mereka tidak mengalami kekurangan selama perjalanan maupun selama mengikuti perlombaan,” tambahnya.

    Berdasarkan rencana perjalanan, kontingen akan bertolak dari Wamena menuju Biak sebelum melanjutkan perjalanan ke Manokwari menggunakan transportasi laut. Bupati pun mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan keselamatan rombongan selama perjalanan.

    “Kiranya Tuhan membuka jalan bagi seluruh proses keberangkatan ini. Kita doakan bersama agar perjalanan mereka aman, sehat, dan suara mereka tetap terjaga. The Voice of Papua Highlands akan bergema di Manokwari, membawa nama Papua Pegunungan dan menjadi berkat bagi banyak orang,” tuturnya.

    Pesparawi Nasional merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan kelompok-kelompok paduan suara gerejawi dari seluruh Indonesia. Kehadiran kontingen Papua Pegunungan diharapkan mampu menampilkan talenta terbaik daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan spiritual masyarakat pegunungan Papua di tingkat nasional. (Agris/Martina)

     

     

  • Buka Konferensi II GKII Wilayah IV Papua, Bupati Atenius Murip Tekankan Sinergi Gereja dan Pemerintah

    Buka Konferensi II GKII Wilayah IV Papua, Bupati Atenius Murip Tekankan Sinergi Gereja dan Pemerintah

    WAMENA – Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada pembukaan Konferensi II Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah IV Papua Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Gereja GKII Efata Wamena, selasa 16 Juni 2026

    Dalam sambutannya, Bupati Atenius Murip menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta konferensi, pengurus pusat GKII, pengurus wilayah, serta para delegasi yang datang dari berbagai daerah di Papua.

    Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua I dan Bendahara Umum GKII yang terpilih dalam Konferensi Nasional III GKII di Makassar beberapa waktu lalu.

    “Atas nama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan masyarakat Wamena, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Konferensi II GKII Wilayah IV Papua. Selamat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan konferensi dengan baik,” ujarnya.

    Pembukaan Konferensi II Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah IV Papua Tahun 2026

    Foto : Fransiska Endama

    Bupati menegaskan bahwa pemerintah dan gereja merupakan mitra strategis yang memiliki tanggung jawab bersama dalam melayani masyarakat. Menurutnya, pemerintah hadir sebagai wakil Allah di bumi dalam menjalankan tugas pemerintahan, sementara gereja melalui para hamba Tuhan menjalankan pelayanan rohani bagi umat.

    “Pemerintah dan gereja harus berjalan bersama. Kita memiliki tujuan yang sama, yaitu melayani masyarakat dan mempersiapkan umat menuju masa depan yang lebih baik, baik di dunia maupun kehidupan kekal,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti perjalanan panjang GKII di Tanah Papua yang telah hadir lebih dari setengah abad. Ia menyebut GKII sebagai salah satu gereja tertua yang telah memberikan kontribusi besar dalam pelayanan, pendidikan, dan pembangunan masyarakat Papua.

    “Bahkan sebelum pemerintah hadir secara lengkap di wilayah ini, gereja sudah lebih dahulu hadir melayani masyarakat. Karena itu, sudah sewajarnya kita memberikan penghargaan dan dukungan kepada gereja yang terus berkomitmen membangun umat,” ungkapnya.

    Bupati Atenius Murip mengajak seluruh denominasi gereja yang ada di Jayawijaya untuk terus bertumbuh bersama dalam semangat persatuan dan pelayanan. Saat ini, terdapat puluhan denominasi gereja yang melayani masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, dan semuanya diharapkan dapat bersinergi menjaga nilai-nilai keimanan dan kebersamaan.

    Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat kehidupan rohani dan pelayanan di lingkungan sendiri sebelum berbicara mengenai pelayanan yang lebih luas.

    “Marilah kita membangun rumah kita terlebih dahulu, memperkuat umat dan lingkungan sekitar kita. Jika fondasi kita kuat, maka pelayanan yang lebih besar akan dapat dilakukan dengan baik,” tuturnya.

    Menjelang pemilihan kepengurusan baru GKII Wilayah IV Papua, Bupati berpesan agar para pemimpin yang terpilih nantinya mampu membesarkan organisasi, memahami tantangan lingkungan pelayanan, serta menjaga persatuan dalam tubuh gereja.

    “Tongkat kepemimpinan yang baru akan diberikan kepada pemimpin yang terpilih. Pesan kami, besarkan organisasi ini, kenali lingkungan pelayanan, berdiri teguh dan jangan mudah goyah. GKII harus tetap kuat, terus bertumbuh, dan menjadi berkat bagi masyarakat Papua,” tegasnya.

    Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan pengurus GKII yang telah bekerja keras menyelenggarakan konferensi tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan terus mendukung pelayanan gereja dalam membangun masyarakat yang beriman, harmonis, dan sejahtera.

    “Pemerintah daerah akan selalu hadir dan berdiri bersama gereja. Mari kita terus bersinergi demi kemuliaan Tuhan dan kemajuan masyarakat Papua,” pungkasnya. (Agris/Martina)

     

  • Pimpin Apel Gabungan, Bupati Jayawijaya Lepas Petani dan Atlet, Tegaskan Disiplin ASN

    Pimpin Apel Gabungan, Bupati Jayawijaya Lepas Petani dan Atlet, Tegaskan Disiplin ASN

    WAMENA – Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., memimpin Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Senin (15/6/2026). 

    Apel yang diikuti pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala distrik, dan kepala kampung tersebut menjadi momentum penyampaian sejumlah agenda strategis daerah, mulai dari penguatan sektor pertanian, dukungan terhadap dunia olahraga, hingga evaluasi kinerja aparatur pemerintahan.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H, M.H di dampingi beberap kepala dinas berfoto bersama 3 Atlet sepak bola putri terbaik.

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    Dalam amanatnya, Bupati Atenius Murip menegaskan pentingnya kedisiplinan ASN serta peningkatan kualitas pelayanan publik sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

    Pada kesempatan tersebut, Bupati secara simbolis melepas rombongan kelompok tani Kabupaten Jayawijaya yang akan mengikuti pelatihan pertanian di Gorontalo. Pelepasan ditandai dengan penyematan name tag dan topi kepada empat perwakilan petani yang akan berangkat bersama anggota lainnya.

    Menurut Bupati, program pelatihan tersebut merupakan kesempatan berharga bagi para petani untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang nantinya dapat diterapkan dalam pengembangan sektor pertanian di Jayawijaya.

    “Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat dibagikan kepada petani lainnya sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

    Selain pelepasan kelompok tani, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya juga memberikan apresiasi dan dukungan kepada atlet-atlet daerah yang akan membawa nama baik Kabupaten Jayawijaya dan Provinsi Papua Pegunungan pada berbagai ajang olahraga.

    Tiga atlet sepak bola putri terbaik daerah resmi dilepas untuk mengikuti kompetisi dan memperkuat tim yang mewakili Papua Pegunungan. Dukungan juga diberikan kepada klub kebanggaan masyarakat Jayawijaya, Wamena United, yang akan mewakili Provinsi Papua Pegunungan dalam ajang bergengsi Piala Presiden yang diikuti 64 tim dari seluruh Indonesia.

    Dalam Pemerintahan Kabupaten Jayawijaya, Bupati juga menyoroti tingkat kehadiran ASN pada apel gabungan yang masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan evaluasi sementara, tingkat kehadiran ASN berkisar antara 40 hingga 50 persen. Sebagian ASN yang tidak hadir diketahui sedang melaksanakan tugas pelayanan di lapangan, seperti tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

    Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa ketidakhadiran ASN tanpa alasan yang jelas akan menjadi perhatian serius pemerintah daerah sebagai upaya menegakkan disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab aparatur terhadap tugas pelayanan masyarakat.

    Bupati juga menginstruksikan seluruh ASN untuk segera menyelesaikan penginputan data kinerja karena sistem aplikasi akan segera ditutup. Selain itu, sebanyak 26 distrik yang belum menyelesaikan perbaikan Rencana Aksi (RA) Otonomi Khusus diminta segera merampungkan dokumen tersebut agar tahapan program berikutnya dapat berjalan sesuai jadwal.

    Menghadapi survei Ombudsman terkait pelayanan publik, Bupati meminta OPD teknis, khususnya Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Sosial, untuk mempersiapkan seluruh dokumen pendukung secara maksimal.

    “Persiapan yang baik akan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperoleh hasil penilaian yang optimal,” tegasnya.

    Sementara itu, menyambut tingginya antusiasme masyarakat terhadap perhelatan Piala Dunia, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Kominfo telah menyediakan fasilitas videotron untuk kegiatan nonton bareng.

    Pemerintah mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan berlangsung.

    Menutup arahannya, Bupati Atenius Murip menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala distrik dan kepala kampung yang hadir dalam apel gabungan tersebut. Kehadiran mereka dinilai sebagai bentuk komitmen dan keseriusan dalam mendukung pelaksanaan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat hingga ke tingkat kampung.

    “Pemerintah daerah membutuhkan kerja sama dan sinergi dari seluruh jajaran, mulai dari tingkat kabupaten hingga kampung, agar setiap program pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Agris/Martina)

  • Pemkab Jayawijaya Apresiasi GPI Jalan Suci Karena Memilih Pyramid sebagai Tempat Yout Camp 2026

    WAMENA – Pemkab Jayawijaya memberikan apresiasi kepada Gereja Pekabaran injil (GPI) Jalan Suci yang telah memilih Jayawijaya sebagai tempat penyelenggaraan Yout Camp tahun 2026 di Distrik Pyramid sebagai tempat sejarah peradaban penyebaran injil di wilayah ini.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan yang sangat berkesan bagi pemkab Jayawijaya dan memberikan apresiasi mereka bisa memilih tempat di Jayawijaya khususnya di Distrik Pyramid, meskipun diketahui bersama jika GPI Jalan Suci ini berpusat di Maybrat Kabupaten Sorong Selatan.

    “Mereka datang jauh -jauh dari maybrat ke sampai ke Pyramid Kabupaten Jayawijaya, sebenarnya ini tempat bersejarah dan tempat yang bagus untuk kita nikmati tetapi karena kita disini maka setiap iven kita ingin keluar dari Jayawijaya,”ungkapnya.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH mendapatkan plakat penghargaan dari Wabub Maybrat Ferinando Solossa dalam pembukaan Youth Camp 2026 GPI Jalan Suci di Distrik Pyramid Senin (15/6).

    Foto: Istimewa

    Bupati juga mengingatkan kembali bahwa, bahwa wilayah Jayawijaya luar biasa, sebab, dari pengakuan ketua rombongan Yout Camp tahun 2026 atau sekretaris GPI Jalan Suci yang datang saat ditanyakan mengapa memilih ke Jayawijaya yang notabane lebih mahal ketimbang daerah lain yang ada di Papua, mereka sampaikan 3 hal.

    “Yang pertama, Jayawijaya ini adalah Newzelandnya Papua, kedua indah sekali ciptaan Tuhan yang ada disini ketika pertama kali menginjakan kaki di Wamena, sehingga anak -anak dari maybrat berterima kasih Tuhan bisa menciptakan tempat yang begitu indah,”Beber Bupati Murib.

    Ketiga, Lanjut Bupati Jayawijaya, Pyramid sebagai salah satu tempat bersejarah dari proses pekabaran injil, dimana para misionaris dulunya sering bersekolah didana dan dengan bahasa daerah injil ini bisa disebarkan sampai ke seluruh pelosok Papua Pegunungan, sehingga mereka datang.

    “Ini alasan dari mereka untuk mekjadikan Distrik Pyramid Kabupaten Jayawijaya sebagai tempat penyelenggaraan Yout Camp 2026 GPI Jalan Suci, oleh karena itu, kita sebagai pemilik negeri harusnya menghargai alam yang Tuhan buat untuk terus dipelihara agar bisa terus dinikmati,”beber Atenius Murib.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH saat menyalami para perserta Youth Camp 2026 GPI Jalan Suci. 

    Foto : istimewa

    Mantan dandim 1702/ Jayawijaya mengajak semua pihak apabila ada iven besar yang mau dilakukan tak perlu untuk meningkalkan Jayawijaya atau tetap bisa dilakukan di wilayah ini, sebab tempat bersejarah itu tak hanya ada di Pyramid saja, masih ada juga di Distrik Wolo, Hitigima, bahkan juga di Bokondini Kabupaten Tolikara.

    “Kedepan apabila ada kaum profesi yang mau retrit saya akan mengajak juga kalau tidak di pyramid ada juga di bokondini ada tempat yang bagus , kalau ada pertemuan mungkin kita bisa kesana bersama –sama untuk menikmati alam yang Tuhan berikan bagi kita,” tutupnya. (Denny/Martina)

  • Wabup Ronny Elopere Membuka Rapat Kerja I GOW Jayawijaya

    Wabup Ronny Elopere Membuka Rapat Kerja I GOW Jayawijaya

    WAMENA – Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, membuka secara resmi Rapat Kerja I Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Jayawijaya, yang berlangsung di ruang rapat wakil bupati, Rabu (10/6/2026).

    Dalam arahannya, Wakil Bupati mengapresiasi GOW Jayawijaya yang selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah.

    GOW merupakan wadah berbagai organisasi wanita di tingkat kabupaten yang aktif dalam pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, serta mendukung program pembangunan pemerintah.

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere bersama Ketua GOW Cepelina T. Elopere saat foto bersama dengan para pengurus pada pembukaan Rapat Kerja I GOW Kabupaten Jayawijaya yang berlangsung di Kantor Bupati Jayawijaya, Rabu (10/6/2026).

    Foto : Vina Rumbewas

    Sehingga penting untuk melaksanakan rapat kerja guna, mengevaluasi dan melaksanakan program kerja agar organisasi dapat mencapai visi dan misi secara optimal.

    “Melalui rapat kerja ini, saya ingin menitipkan beberapa pesan penting yang pertama yakni susunlah program kerja yang realistis, terstruktur, serta mampu menyentuh permasalahan perempuan dan anak di daerah kita,” ungkap wabup Jayawijaya.

    Lanjutnya, yang kedua perkuat koordinasi antara identitas organisasi, hilangkan ego agar program dapat dilaksanakan lebih luas di masyarakat. Selanjutnya, bersama-sama berkomitmen untuk mendorong perempuan Jayawijaya agar melestarikan digital dan ekonomi kreatif. Sehingga mampu mandiri serta turut berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi keluarga.

    “Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung langkah GOW, sehingga mari bersama-sama kita jadikan momentum rapat kerja ini sebagai titik tolak untuk menyatukan visi, kreatifitas, dan kerja keras demi mewujudkan kabupaten Jayawijaya yang lebih maju, sejahtera dan berkeadilan,” tuturnya.

    Sementara itu, Ketua GOW Jayawijaya, Cepelina  T. Elopere, dalam sambutannya berharap dalam penyusunan program kerja nanti, setiap bidang dapat memberikan masukan yang konstruktif, dan dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, peningkatan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta penguatan peran perempuan dalam kehidupan sosial masyarakat.

    “Program yang disusun hendaknya tidak hanya baik di atas kertas, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan keluarga di Jayawijaya,” ungkapnya.

    Dalam rapat kerja ini, selain penyusunan program, juga terdapat agenda pembahasan dan koreksi terhadap anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

    Menurutnya, hal ini penting karena ADART merupakan pedoman dasar yang mengatur arah, mekanisme, dan data kelolah organisasi.

    Untuk itu, dirinya mengajak pengurus GOW Periode 2025-2029 untuk memperkuat beberapa hal diantaranya, meningkatkan sinergi dan kerjasama antara organisasi wanita yang tergabung dalam GOW. Mendorong program pemberdayaan perempuan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Meningkatkan kapasitas sumber daya organisasi melalui pelatihan dan pembinaan yang berlanjutan. Serta membangun kemitraan yang harmonis dengan pemerintah daerah, lembaga sosial, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya. Dan yang terakhir, menguatkan solidaritas dan persatuan perempuan sebagai kekuatan pembangunan daerah.

    “Akhirnya saya mengajak seluruh peserta rapat untuk dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan. Marilah kita  memanfaatkan forum ini sebagai ruang bertukar pikiran, menyatukan visi, dan menghasilkan keputusan-keputusan terbaik demi memanjukan GOW Kabupaten Jayawijaya,” tutupnya. (Vina Rumbewas/Martina Matuan)