Category: Berita

  • Bupati Ajak ASN Dan TNI/Polri Aksi Bersih-Bersih Tugu Salib

    Bupati Ajak ASN Dan TNI/Polri Aksi Bersih-Bersih Tugu Salib

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H. Mengajak ASN Dan TNI/Polri Untuk Bersama-Sama Melakukan Kerja Bakti Di Seputaran Tugu Salib, Pada Rabu 11 Februari 2026 Nanti.

    Mengingat Menara Salib Atau Tugu Salib Merupakan Icon Kota Wamena Yang Sebentar Lagi Akan Dipugar Untuk Meningkatkan Pemanfaatannya.

    “Besok Akan Dilaksanakan Bersih-Bersih Kota, Di Mulai Dari Tugu Salib. Tidak Lama Hanya Cukup 1 Jam, Dibantu  Mama-Mama Petugas Kebersihan Lingkungan Kota,” Ungkapnya Saat Melihat Langsung Petugas Kebersihan Dari DLH Jayawijaya Membersihkan Area Tugu Salib, Senin (10/2/2026).

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H Saat Menyapa Mama-Mama Petugas Kebersihan Dari DLH Yang Tengah Membersihakan Sekitar Menara Salib

    Foto : Vina Rumbewas

    Bupati Juga Mengeluarkan Himbauan Kepada Warga Kota Wamena Untuk Menjaga Kebersihan Kota, Yang Dimulai Dari Pintu Rumah Masing-Masing. (Vina Rumbewas/ Martina Matuan)

  • Pemerintah Kabupaten Jayawijaya Siap Mendukung Program Provinsi Papua Pegunungan Terkait Penyaluran BBM Bersubsidi Ke Jayawijaya

    Pemerintah Kabupaten Jayawijaya Siap Mendukung Program Provinsi Papua Pegunungan Terkait Penyaluran BBM Bersubsidi Ke Jayawijaya

    Wamena – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menggelar kegiatan sosialisasi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tepat sasaran dan pencegahan penyalahgunaan BBM bersubsidi bersama Kejaksaan Negeri Jayawijaya, dan sebagai narasumber dari PT. Pertamina Patra Niaga, dalam kegiatan tersebut dilangsungkan di Grand Baliem Hotel, dan di hadiri oleh semua Perwakilan 8 kabupaten, dan sebagai tuan rumah Kabupaten Jayawijaya, dihadiri oleh Pelaksana Tugas Sekertaris Daerah Kabupaten Jayawijaya, Petrus Mahuse, AP., M.Si. (10/02/26).

    Sosialisasi penyaluran Bahan Bakar Minyak ( BBM ) bersubsidi tepat sasaran dan pencegahan penyalahgunaan BBM bersubsidi bersama Kejaksaan Negeri Jayawijaya dimulai.

    Foto : Brian Windesi

    Usai giat Sosialisasi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tepat sasaran dan pencegahan penyalahgunaan BBM bersubsidi bersama Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Plt. Sekda Kabupaten Jayawijaya, Petrus Mahuse, AP, M.Si dalam wawancaranya mengungkapkan bahwa “jadi sebenarnya terkait dengan sosialisasi penyaluran BBM tepat sasaran di Kabupaten Jayawijaya Khususnya dan secara umum di Provinsi Papua Pegunungan ini sangat baik. Artinya kita berharap melalui sosialisasi ini terutama mereka penyalur-penyalur atau distributor dari BBM sendiri, mereka lebih paham terkait dengan pemanfaatan BBM yang ada di Papua Pegunungan, dengan kuota yang terbatas kita berharap ada keadilan, ada penyaluran yang tepat sasaran. Ya kita tahu banyak terjadi penyalagunaan, artinya bukan penyalagunaan sangat besar tetapi pemanfaatan BBM yang tidak tepat sasaran ini yang juga mengakibatkan terjadinya kekosongan BBM di Jayawijaya sehingga melalui sosialisasi ini kami berharap ada peningkatan kuota nanti di tahun-tahun berikut, sehingga ada keadilan bagi kita dipapua pegunungan untuk BBM ini”.

    Plt. Sekda Kabupaten Jayawijaya saat Wawancara bersama dengan Wartawan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya usai Kegiatan.

    Foto : Brian Windesi

    Dalam kegiatan tersebut Pemerintah Kabupaten Jayawijaya siap mendukung dan akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan guna membentuk Satuan Tugas (SATGAS) untuk memantau, mengawasi dan menertibkan penyaluran BBM ke Jayawijaya sebagai Lanjut dalam wawancara bersama Plt. Sekda Jayawijaya, Petrus Mahuse menuturkan bahwa “ Di samping itu kita berharap juga berkolaborasi dengan pemerintah provinsi untuk kita akan coba membentuk satgas dalam rangka untuk pengawasan, penertiban dan lain sebagainya. Sehingga betul-betul BBM yang akan kami salurkan ini tepat sasaran bagi masyarakat dan tidak ada nanti permasalahan nanti kedepan itu harapan kami. Dan terkait dengan penggunaan Digitalisasi yang sudah direncanakan oleh Provinsi, kami akan tetap mendukung sehingga ada keadilan bagi para konsumen pengguna BBM di Kabupaten Jayawijaya secara khusus dan umumnya di Provinsi Papua Pegunungan “. Tutup Beliau dalam wawancaranya. (10/02/26). (Brian Windesi/ Martina Matuan)

  • Kolaborasi Antara Pemda Jayawijaya Bersama Sinode GKI Baliem Peduli Lingkungan

    Kolaborasi Antara Pemda Jayawijaya Bersama Sinode GKI Baliem Peduli Lingkungan

    Wamena – Dengan adanya pergerakan sebagai percontohan di kota wamena Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Istilah Kota DANI (Damai Aman Nyaman Indah) melalui Dinas Lingkungan Hidup, Ny. dr. Idawati Waromi, Sp.KJ sebagai Plt. Kadis DLH Kabupaten Jayawijaya bersama dengan rombongan Pemda Jayawijaya dan juga berkolaborasi dengan seluruh Jemaat Gereja Kristen Injil Betlehem Wamena melakukan aksi dalam rangka Peduli Lingkungan serta menyongsong HUT Injil Masuk di Tanah PAPUA yang ke-171 dengan Tema Besar “Tahun Kepedulian” pada pukul 08.00 WIT jumat pagi tadi, dengan titik kumpul di mall wamena jalan Trikora membersihkan seputaran mall wamena, ruas jalan Trikora, Jalan Irian wamena dan kemudian Kembali ke Gedung Aithousa Betlehem Wamena. (30/01/26).

    Foto bersama saat usai giat Aksi Peduli Lingkungan Pemda Bersama dengan GKI Betlehem Wamena.

    Foto : Brian Windesi

    Saat wawancara bersama Wartawan Pemda Jayawijaya, Ibu Pendeta GKI Betlehem Wamena menyampaikan bahwa “kami telah menjalankan kegiatan Jalan santai dan bukan hanya jalan santai tetapi kami juga peduli terhadap kebersihan lingkungan Kabupaten Jayawijaya, ini menunjukan kepada kami bahwa gereja tidak hanya berdiri di mimbar-mimbar gereja untuk memberitakan firman Allah tetapi menunjukan dengan aksi yang nyata. Dan harapan kami dari gereja, agar semua warga jemaat untuk dapat mengurangi penggunaan sampah plastik dan juga menjaga lingkungan untuk tetap bersih ”. Ungkap Ibu Pendeta Maulina F. Sigalingging, S.Si-Teol.

    Kegiatan Pembersihan Lingkungan oleh Pemda Jayawijaya

    Foto : Brian Windesi

    Turut juga Plt. Kadis DLH Kabupaten Jayawijaya mengungkapkan bahwa “harapan kami apa yang sudah dilaksanakan oleh Gereja hari ini itu menjadi sesuatu hal yang baik karena ini berdampak kepada masyarakat dan kami dari pemerintah akan selalu mendukung, khusus dari Dinas Lingkungan Hidup kami akan terus bersama-sama berkolaborasi dengan warga jemaat masyarakat untuk menjaga lingkungan ini tetap bersih karena dalam kebersihan itu ada Kesehatan yang kita dapatkan bersama dan berdampak pada kehidupan kita sehari-hari “.  Lanjut dalam wawancara bersama Wartawan Pemda Jayawijaya, Ibu Ketua TP PKK Kab. Jayawijaya itu juga turut memberikan Himbauan kepada seluruh masyarakat Jayawijaya “ada edaran Bupati Jayawijaya terkait dengan waktu atau jam membuang sampah, kepada seluruh jemaat, kepada seluruh masyarakat Kabupaten Jayawijaya yang ada di kota wamena maupun sekitarnya, Himbauan Edaran Bupati Jayawijaya terkait jam buang sampah adalah setiap hari warga masyarakat bisa membuang sampah dari jam 18.00 / jam 6 sore sampai jam 6 pagi di TPS (Tempat Pembuangan sampah Sementara) yang sudah diatur oleh Dinas Lingkungan Hidup Bagian Kebersihan, nanti ada TPS-TPS yang sudah disiapkan Mohon kepada seluruh warga masyarakat untuk dapat membuang sampah di jam tersebut sehingga di pagi hari nanti Tim dari Dinas Lingkungan Hidup Kab. Jayawijaya. Sehingga kota kita terlihat tertata rapi serta bersih dan tidak ada sampah-sampah yang berserakan di jalan-jalan atau disekitar TPS yang sudah disediakan.” Tutup Plt. Kadis DLH Kabupaten Jayawijaya dalam wawancara bersama Wartawan Pemda Jayawijaya. (30/01/26). (Brian Windesi/ Martina Matuan)

  • 12 Klub dipastikan akan ikut Liga 4 zona Papua Pegunungan

    12 Klub dipastikan akan ikut Liga 4 zona Papua Pegunungan

    Wamena – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Papua Pegunungan kembali menggelar Liga IV Zona Papua Pegunungan yang dijadwalkan mulai tanggal 14 Februari 2026.

    Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Umum (Sekum) PSSI Papua Pegunungan Hesri Y. Purun pada Kamis (29/1/2026) di Wamena, mengatakan dari hasil verifikasi maka telah dipastikan 12 klub dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan akan mengikuti Liga IV tahun 2026.

    Sekretaris umum PSSI Provinsi Papua Pegunungan yang juga sebagai Ketua Panitia Liga 4 Hesri Y. Purun (Kiri), Jumat (30/1/2026).

    Foto : Media Pemda Jayawijaya

    “Dipastikan sebanyak 12 klub mewakili delapan kabupaten secara administrasi telah siap mengikuti Liga IV zona Papua Pegunungan dan untuk 12 klub ini telah dipastikan memenuhi persyaratan untuk mengikuti Liga IV,” ungkapnya.

    Menurutnya dari 12 tim yang ada, baru satu tim yang telah melaksanakan pendaftaran secara langsung di Sekretariat PSSI Papua Pegunungan di Wamena dan untuk 11 tim lainnya secara administrasi telah mereka selesaikan.

    “11 Tim tersebut hanya perlu datang untuk melakukan pendaftaran secara langsung di kesekretariatan dan saat ini menurut informasi telah ada enam klub di Wamena, sementara enam lainnya masih melakukan pemusatan latihan di Jayapura,” ucapnya.

    Ia juga katakan bahwa pihaknya akan melaksanakan tahapan screening atau pemeriksaan dokumen dan kesehatan pemain yang dijadwalkan pada tanggal 5-10 Februari 2026.

    “Kami akan melaksanakan meeting pada tanggal 7 dan 12 Februari sebelum pertandingan Liga IV zona Papua Pegunungan dilaksanakan dan persiapan kami hingga saat ini mencapai 70 hingga 80 persen,” pungkasnya.

    Selain itu, pada Pembukaan Liga IV yang akan berlangsung pada 14 Februari 2026 menurut Sekum tidak ada pertandingan resmi, melainkan pertandingan eksibisi antara All Star Persiwa Wamena dan All Star Persipura Jayapura termasuk All star dari tujuh kabupaten lain di Papua Pegunungan.

    Sekum juga berharap agar seluruh masyarakat Papua Pegunungan dapat menjaga spirit kebersamaan serta keamanan sehingga Liga IV yang digelar dapat berjalan dengan baik dan lancar.

    “Kami juga berharap tidak terjadi pemukulan pemain, pemukulan perangkat pertandingan, mari sama-sama menjaga sportifitas olahraga dalam mensukseskan Liga IV zona Papua Pegunungan,” tutupnya. (Agris Wistrijaya/ Martina Matuan)

  • PEMDA Jayawijaya Menyerahkan Piagam Penghargaan Kepada Atlet Taekwondo Jayawijaya

    PEMDA Jayawijaya Menyerahkan Piagam Penghargaan Kepada Atlet Taekwondo Jayawijaya

    Wamena – Prestasi yang diraih oleh Para Atlet Taekwondo Jayawijaya sangat mengharumkan nama Jayawijaya, walaupun Cabang Olahraga Taekwondo ini dengan begitu lamanya vakum, namun dengan semangat dan perjuangan yang diberikan oleh Para Atlet, Para Pelatih dan Manager Taekwondo Jayawijaya, sehingga berhasil berkembang dan bisa membawa pulang 1 Medali Emas, 2 Medali Perak, dan 7 Medali Perunggu ke Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, para Atlet yang berprestasi telah di kumpulkan di Ruangan Rapat Sekda lantai satu Kantor Bupati Jayawijaya, yang kemudian Plt. Sekda Kabupaten Jayawijaya, Petrus Mahuse, AP., M.Si memberikan Apresiasi sekaligus menyerahkan Piagam Penghargaan kepada para Atlet taekwondo yang berprestasi. (29/01/26).

    Foto Bersama Pemkab. Jayawijaya bersama Para Atlet Taekwondo dan Para Pelatih taekwondo.

    Foto : Brian Windesi

    Sekda Kabupaten Jayawijaya, Petrus Mahuse saat wawancara bersama Media Pemda Jayawijaya menjelaskan bahwa “walaupun belum terbentuk secara aktif kepengurusan Cabang Olahraga Taekwondo ini, tetapi mereka punya semangat yang kuat untuk bagaimana bisa membawa nama Jayawijaya dan nama Atlet sendiri yang terutama dalam cabang Atlet Taekwondo ini, sehingga mereka berhasil membawa nama yang baik, serta mengharumkan nama Kabupaten Jayawijaya di tingkat Provinsi Papua, ini merupakan salah satu kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan seluruh masyarakat Kabupaten Jayawijaya.” Lanjut Beliau Berharap “Mereka ini akan terus menjadi salah satu Cabor yang mendapat perhatian kedepan oleh pemerintah daerah melalui KONI nanti, sehingga mereka lebih berkembang dan lebih bagus kedepan karena ini menjadi salah satu langkah awal yang bagus sehingga kedepan dalam event-event yang lebih besar di tingkat Nasional dan lain sebagainya mereka bisa lebih berprestasi lagi.”

    Penyerahan Piagam Penghargaan dari Sekda Kabupaten Jayawijaya kepada Atlet Taekwondo Jayawijaya.

    Foto : Brian Windesi

    Lanjut ungkap Beliau “kami menyampaikan terimakasih kepada para Atlet, para pelatih, maupun dukungan dari orang tua dan khususnya kepada kepengurusan yang baru terbentuk sehingga ini menjadi sesuatu yang baik untuk memotivasi kita untuk generasi muda kedepan sehingga melalui olahraga inilah kita bisa ditempa dari sisi kedisiplinan, dari sisi hubungan yang baik antara satu dengan yang lain. Sehingga pada akhirnya bisa menciptakan kader-kader, pemimpin-pemimpin kita kedepan yang baik.” Tutup Beliau saat wawancara bersama Wartawan Pemda Jayawijaya Kamis, 29 Januari 2026 diruang Kerja Sekda kantor Bupati Jayawijaya. (29/01/26). (Brian Windesi/ Martina Matuan)

  • Pelantikan Ketua dan Pengurus PMI Kabupaten Jayawijaya periode 2026-2031

    Pelantikan Ketua dan Pengurus PMI Kabupaten Jayawijaya periode 2026-2031

    Wamena – Kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Jayawijaya di lantik oleh PMI Papua di Hotel Pilamo, Rabu 28 Januari 2026.

    PMI Papua mengharapkan kepengurusan PMI Kabupaten Jayawijaya dapat menjalankan tugas-tugas kemanusiaan di daerah setempat.

    Ludya E. Logo dilantik sebagai ketua PMI Kabupaten Jayawijaya periode 2026-3031 bersama 14 pengurus lainnya resmi dilantik oleh Ketua PMI Papua Zakius Degei di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

    Pelantikan PMI Kabupaten Jayawijaya di hotel baliem pilamo, Rabu, 28 Januari 2025

    Foto : Media Pemda jayawijaya

    Zakius Degei mengatakan pengurus PMI Kabupaten Jayawijaya yang berjumlah 15 orang setelah dilantik pada saat ini supaya dapat terus bergerak dalam pelayanan tugas-tugas kemanusiaan lima tahun ke depan.

    “Kami berharap pengurus PMI Kabupaten Jayawijaya dapat menjalankan tugas-tugas kemanusiaan di daerah ini. Dan kami pastikan pelantikan yang dilaksanakan saat ini telah sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) PMI,” katanya.

    Menurutnya, hal utama yang harus dilakukan kepengurusan PMI Kabupaten Jayawijaya adalah pengembangan relawan khususnya pembinaan Palang Merah Ramaja (PMR) di tingkat sekolah.

    “Kami juga mendorong supaya sosialisasi palang merah dapat terus dilakukan di tengah-tengah masyarakat di Kabupaten Jayawijaya. Kami juga mendorong tentang isu ketersediaan darah yang juga dipastikan terus tersedia di daerah ini,” ungkapnya.

    Ketua PMI Papua juga mengajak PMI Kabupaten Jayawijaya juga dapat melihat secara dekat konflik-konflik sosial yang terjadi di masyarakat, ada apa upaya yang harus dilakukan sebagai organisasi palang merah.

    “Kami berharap pengurus PMI Kabupaten Jayawijaya setiap melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan supaya dapat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam menjaga komunikasi antar lembaga,” katanya.

    “Saya harap kehadiran PMI Kabupaten Jayawijaya dapat membantu mensosialisasikan kepada masyarakat supaya dapat melakukan donor darah untuk kepentingan kesehatan dan kemanusiaan, tuturnya. (Agris Wistrijaya/ Martina Matuan)

     

  • Bupati Jayawijaya Salurkan Bantuan Bama Titipan wakil Presiden untuk Mama-Mama Pasar Potikelek

    Bupati Jayawijaya Salurkan Bantuan Bama Titipan wakil Presiden untuk Mama-Mama Pasar Potikelek

    Wamena – Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H, M.H menyalurkan bantuan bahan makanan (bama) kepada mama-mama Pedagang Pasar Potikelek, Wamena, sebagai bentuk perhatian Pemerintah Pusat melalui titipan Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Penyaluran ini berlangsung di halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Rabu (28/1/2026).

    Bupati Jayawijaya saat diwawancarai media terkait penyaluran bantuan sembako titipan Wakil Presiden kepada mama-mama pedagang Pasar Potikelek, didampingi OPD terkait.

    Foto : Fransiska Endama

    Bupati Jayawijaya menyampaikan bahwa bantuan tersebut bagian dari rangkaian kerja pemerintah Daerah setelah kunjungan Wakil Presiden ke Wamena beberapa hari yang lalu. Bantuan yang diberikan memang diperuntuhkan khusus bagi mama-mama OAP Pedagang Pasar Potikelek.

    “Pemerintah Kabupaten Jayawijaya hari ini membagikan paket sembako yang telah diberikan oleh Wakil Presiden saat berkunjung ke Wamena. Bantuan ini memang diperuntuhkan bagi mama-mama Pasar Potikelek. Jumlahnya kurang lebh 1.000 paket sesuai dengan yang dititipkan kepada kami,” ujar Bupati.

    Ia menjelaskan, selain untuk mama-mama pasar, sebagian bantuan juga telah dilaporkan dan dititipkan untuk masyarakat yang terdampak bencana di Distrik Asotipo. Penyaluran di wilayah tersebut di pimpin langsung oleh Kasat Pol PP selaku Pembina Badan Penanggulangan Bencana Daerah, bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Dinas Sosial.

    “Kami juga telah melaporkan kepada beliau bahwa bantuan ini turut disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Distrik Asotipo. Pemerintah Daerah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat termasuk melakukan pendataan kerugian rumah warga, pembersihan, hingga relokasi bagi rumah yang tidak dapat diperbaiki,” jelasnya.

    Menurut Bupati, langkah-langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab Pemerintah Daerah dalam memastikan masyarakat terdampak mendapat perhatian dan penanganan yang tepat, baik melalui bantuan langsung maupun penataan kembali lingkungan permukiman.

    Selanjutnya, untuk mama-mama pelaku usaha di Pasar Potikelek, penyaluran paket sembako dilakukan oleh Dinas Perindag dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayawijaya sebagai pelaksana teknis di lapangan.

    “Hari ini dinas terkait menyalurkan paket sembako dari wakil presiden kepada mama-mama pelaku usaha di Pasar Potikelek. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat membantu aktivitas usaha mama-mama di pasar,” harap Bupati.

    Melalui penyaluran bantuan ini, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam mendukung kesejahteaan masyarakat, khusunya mama-mama pedagang sebagai penggerak ekonomi lokal di Wamena. (Fransiska Endama/ Martina Matuan)

  • Wamena United Bawa Harapan Baru Sepak Bola Jayawijaya

    Wamena United Bawa Harapan Baru Sepak Bola Jayawijaya

    Wamena – Menjelang bergulirnya liga 4 Indonesia zona Papua Pegunungan, Wamena United menggelar makan malam bersama yang berlangsung di salah satu hotel di kota Wamena, Sabtu (2412026) malam. Kegiatan ini dihadiri Presiden direktur Wamena United, jajaran ofisial, para pemain, pihak sponsorship, pengurus PSSI Papua Pegunungan, Ketua PSSI Kabupaten Jayawijaya, serta para pemerhati sepak bola.

    Foto bersama Presiden Direktur, Manajemen Wamena United serta PSSI Provinsi Papua Pegunungan dan PSSI Jayawijaya serta Sponsor Wamena United di Gala Dinner.

    Foto : Agris Wistrijaya

    Presiden Direktur Wamena United, Atenius Murip, mengatakan olahraga sepak bola di Jayawijaya. Akan kembali bangkit melalui Wamena United. Ia optimis sepak bola akan membawa wajah baru bagi Wamena, yang selama ini hanya dikenal lewat sektor pariwisata.

    Presiden Direktur Wamena United sekaligus sebagai ketua PSSI Provinsi Papua Pegunungan Atenius Murip, S.H, M.H.

    Foto : Agris Wistrijaya

    “Olahraga yang sempat hilang itu akan muncul kembali dengan adanya Wamena United. Saya yakin ini akan membuat banyak orang terheran-heran, karena selama ini kita hanya dikenal lewat pariwisata,” ujar Atenius Murip.

    Sementara itu, Adi Candra, Manajer Wamena United menegaskan bahwa pelaksaan liga 4 indonesia zona Papua Pegunungan tidak hanya menjadi ajang kompetensi, tetapi juga mendorong pembinaan sepak bola serta perputaran ekonomi masyarakat.

    Menurut Adi Candra , secara kelembagaan PSSI Papua Pegunungan kini semakin siap. Asprov dan Askab delapan kabupaten telah resmi, sehingga struktur organisasi sepak bola tidak lagi mengalami kendala.

    Ia juga menyoroti penguatan sumber daya manusia. Saat ini, SSB Papua Pegunungan belum terafilisasi dalam sistem siap PSSI, serta masih minim pelatih berlisensi B keatas dan wasit berstandar nasional. Untuk liga 4 tahun ini, PSSI Papua Pegunungan baru menyiapkan enam wasit lisensi C2 untuk bertugas.

    Dari sisi sarana, keberadaan Stadion Jayawijaya menjadi modal penting dalam mendukung pengembangan sepak bola di wilayah Papua Pegunungan.

    Adi Chandra menyebut, jumlah peserta liga 4 tahun ini meningkat dari delapan klub menjadi 12 klub, dengan sebagian besar klub didukung pembiayaan APBD daerah.

    “Pada liga 4 tahun lalu, perputaran uang di Jayawijaya mencapai sekitar 12 Miliar. Tahun ini kita harapkan bisa menigkat seiring bertambahnya jumlah klub”,  jelasnya

    Ia menjelaskan, dana tersebut berputar melalui transportasi, hotel, gaji pemain, hingga aktivitas UMKM masyarakat sekitar stadion.

    Untuk jadwal kompetisi, Liga 4 Papua Pegunungan akan digelar mulai 14 Februari hingga 8 Maret, dengan tahapan penyisihan, semifinal dan partai final sebagai puncak kegiatan.

    Selain melibatkan sekitar 480 pemain dan ofisial, panitia juga menyiapkan sekitar 250 personel, termasuk dukungan TNI, Polri, Satpol PP, Tenaga kesehatan, serta keamanan lokal.

    Adi Chandra berharap seluruh pihak, termasuk Pemerintah Daerah dan BUMD, terus memberikan dukungan agar liga 4 menjadi pondasi pembinaan sepak bola Papua Pegunungan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

    Makan malam bersama tersebut menjadi momentum memperkuat kebersamaan antara pemain, manajemen, PSSI, dan seluruh pihak pendukung sebelum Wamena United berlaga di kompetisi resmi. (Fransiska Endama/Martina Matuan)

     

  • Bupati Jayawijaya sebagai Mediator konflik antar dua kelompok

    Bupati Jayawijaya sebagai Mediator konflik antar dua kelompok

    WAMENA – Konflik yang terjadi antar 2 Kelompok Masyarakat yakni dari Suku Lanny yang ada di Sinakma dan Suku Yali yang berkumpul di maplima semakin menemui titik terang. Hal ini di jelaskan oleh Bupati Jayawijaya Atenius Murip sebagai penengah dari konflik tersebut mengatakan pada hari selasa 20 Januari 2025 bahwa Pemkab Jayawijaya berharap agar pertikaian ini bisa segera dihentikan dan diselesiakan secara damai.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip saat memberikan penjelasan terkait konflik yang terjadi antara suku yali dan suku lanny.

    Foto : Agris Wistrijaya

    Untuk diketahui penyelesaian secara hukum dan adat yang dilakukan kemarin dipolres berakhir dengan saling serang antar dua kubu, untuk itu Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya menemui masyarakat lanny yang berkumpul di sinakma dan masyarakat Yali yang ada di maplima.

    Pemkab Jayawijaya bersama Pemprov Papua Pegunungan, Pemkab Lanny Jaya, LMA, MRP,  Tokoh Agama, Tokoh Adat, TNI/POLRI dan Tokoh Masyarakat melakukan mediasi dengan kedua kubu tersebut.

    “Kami Pemerintah Kabupaten Jayawijaya turut mengambil bagian sebagai penengah pertikaian dan turut prihatin dengan kejadian ini mengakibatkan Kambtimas Kota Wamena terganggu,”ucapnya.

    Untuk itu, Bupati Jayawijaya mengajak Wagub, Wabup Lanny Jaya, MRP dan semua elemen  untuk bertemu langsung dengan masyarakat untuk meredam pertikaian dan hasilnya disampaikan secara terbuka tidak akan ada lagi terjadi perang, melainkan bersepakat menyelesaikan secara damai.

    Sebagai pendukung atau penengah dan tempat kejadian juga berada di wilayah Kabupaten Jayawijaya, maka Pemkab Jayawijaya memberikan sumbangan beras sebanyak 2 ton di masing-masing kubu.

    “Ini sebagai bentuk kekeluargaan dari Kabupaten Jayawijaya atas penyelesaian konflik yang terjadi, dan kedua kubu juga telah meminta maaf atas gangguan kambtimas yang terjadi,’ ungkapnya.

    Bupati Jayawijaya juga harap agar mediasi penyelesaian masalah ini bisa benar-benar selesai secara tuntas, sehingga situasi dan kondisi keamanan kota wamena serta aktivitas masyarakat berjalan dengan normal. (AgW/MM)

  • Wagub Ones Pahabol dan Bupati Atenius Murip lakukan Mediasi ke Suku Lany Terkait Konflik Yali-Lany

    Wagub Ones Pahabol dan Bupati Atenius Murip lakukan Mediasi ke Suku Lany Terkait Konflik Yali-Lany

    Wamena – Ketegangan antara suku Yali dan suku Lani yang sempat menganggu situasi keamanan di Kabupaten Jayawijaya, mendapat perhatian serius Pemerintah. Wakil Gubernur Papua pegunungan Dr. Ones Pahabol, S.E., M.M. di dampingi Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H., M.H. turun langsung ke sinakma untuk memimpin dialog damai dan meredam konflik yang terjadi.

    Wakil Gubernur Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol,S.E., M.M didampingi Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H., M.H. saat memimpin dialog bersama tokoh adat dan masyarakat suku Lany di Sinakma dalam upaya meredam konflik Yali-Lany(21/1).

    Foto : Fransiska Endama

    Kunjungan tersebut dilakukan pada selasa, 20 Januari 2026 sebagai langkah cepat pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan kedamaian masyarakat Papua Pegunungan. Dalam pertemuan itu, wagub berdialog dengan keluarga korban, tokoh adat, serta masyarakat suku Lany guna mencari jalan keluar yang damai dan bermartabat.

    Wagub Papua Pegunungan, Dr. Ones Pahabol, menegaskan bahwa persoalan yang muncul harus diselesaikan agar tidak menjadi masalah yang berkepanjangan.

    “Masalah temporer yang terjadi ini harus cepat selesai. Saya mewakili bapak Gubernur, di kantor sudah kami bicarakan bersama beberapa perwakilan wilayah timur dan selatan suku Yali serta suku Lany. Mereka sudah bertemu dengan saya dan sebenarnya sudah selesai, namun masih ada hal-hal yang tersisa,” ujar Ones Pahabol.

    Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah Jayawijaya dan seluruh masyarakat atas situasi yang terjadi.

    “Kami meminta maaf karna telah buat ribut di rumah besar di Lembah Baliem ini bapa Bupati Jayawijaya, termasuk kepada dewan adat, kepala suku dan anak-anak Tuhan yang telah hadir” Lanjutnya.

    Kehadiran pemerintah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan hubungan antara suku Lany dan suku Yali sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal dalam suasana aman dan damai. (FE/MM)