Category: Berita

  • Bupati Jayawijaya resmikan Gereja Kemah Injil Jemaat Zebaoth Distrik Yalengga

    Bupati Jayawijaya resmikan Gereja Kemah Injil Jemaat Zebaoth Distrik Yalengga

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H,M.H hadiri Peresmian pembangunan Gereja Kemah Injil GKI Jemaat Zebaoth di Distrik Yalengga yang telah selesai setelah penantian 10 tahun, Kamis 19 Maret 2026.

    Peresmian gereja Kemah Injil GKI Jemaat Zebaoth ditandai dengan pengguntingan pita dan penyeran kunci gereja kepada Gembala Jemaat Sebaoth.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H,M.H saat memberikan Sambutannya di Peresmian Gereja Kemah Injil Jemaat Zebaoth Distrik Yalengga.

    Foto : siska endama

    Bupati memberikan apresiasi kepada semua komponen yang telah membantu, baik dalam doa maupun materi, sehingga gereja GKII Jemaat Zebaoth dapat berdiri megah, serta Pemerintah juga memberikan bantuan dana sebesar 400 juta rupiah dan seperangkat alat musik.

    “Bantuan ini untuk penyelesaian yang belum terselesaikan. Semoga gereja ini dapat meningkatkan iman orang Kristiani di Yalenga,” ujarnya.

    Ia juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan gereja tersebut, termasuk tokoh masyarakat, pemerintah, kepala distrik, dan kepala kampung.

    Selain itu, Ketua panitia Pembangunan GKII jemaat Zebaoth sekaligus panitia peresmian gereja Bapak Oties Ingibal, bersyukur atas diresmikannya Gereja tersebut setelah 20 tahun penantian. 

    Diketahui Proses pembangunan gereja ini dimulai pada tahun 2016 dan memakan waktu kurang lebih 10 tahun untuk perencanaan dan 10 tahun lagi untuk pembangunan.

    “Perjalanan ini sangat panjang, di mana gereja ini harus dibangun dengan susah payah oleh jemaat sendiri,” kata Oties Ingibal.

    Iya juga menyampaikan bahwa Gereja tersebut dibangun dengan bantuan dari jemaat sendiri, kader-kader, dan sumbangan dari berbagai pihak serta bantuan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memberikan bantuan dana sebesar Rp150 juta pada tahun 2022.

    “Harapan kami, gereja ini dapat menjadi tempat ibadah yang nyaman bagi jemaat dan dapat meningkatkan iman mereka,” kata Oties Ingibal.

    Gereja ini memiliki bangunan tunggal dan masih membutuhkan fasilitas lainnya seperti pastori, tempat inventaris, dan alat musik. Oleh karena itu, jemaat berharap Pemerintah dapat memberikan bantuan lebih lanjut.

    “Kami berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan dan berharap dapat terus mendapatkan dukungan dari pemerintah dan masyarakat,” tutup Oties Ingibal.(Agris)

  • Bupati Jayawijaya : Safari Ramadhan 1447 H Pererat Silaturahmi

    Bupati Jayawijaya : Safari Ramadhan 1447 H Pererat Silaturahmi

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya gelar Safari Ramadhan 1447 Hijriah/ Tahun 2026 Masehi. Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya umat muslim di Jayawijaya.

    Kegiatan diawali dengan mengunjungi umat muslim di masjid Al-Muhtadin Kampung Yagara. Dimana pada kesempatan itu, Bupati Jayawijaya Atenius Murip yang didampingi Ketua TP PKK Ny. Idawati Waromi Murip, menyerahkan langsung bingkisan sembako dan berbagai jenis makanan takjil untuk berbuka.

    Hal yang sama juga dilakukan di Masjid Al-Aqsha Welesi, dimana selain menyerahkan bingkisan sembako dan membagikan makanan takjil, pemerintah juga memberikan bantuan berupa dana  pembangunan Masjid Al-Aqsha dan juga bantuan dana bagi Pondok Pesantren Al-Istiqoomah Welesi.

    “Bantuan ini tidak besar tetapi kita berbagi kepada semua umat. Inilah kesempatan untuk melihat saudara-saudara kami yang muslim, kata Bupati Jayawijaya Atenius Murip saat memberi sambutan dihadapan umat muslim yang ada di Masjid Al-Istiqoomah Welesi, Kamis (18/03/2026).

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip yang didampingi Ketua TP PKK Ny. Idawati Waromi Murip, saat menyerahkan bingkisan sembako pada Safari Ramadhan 1447 H/ Tahun 2026 M, dibeberapa masjid yang ada di pinggiran Kota Wamena, Rabu (18/03/2026)

    Foto : Vina Rumbewas

    Diharapkan melalui kegiatan Safari Ramadhan ini dapat membangun kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi Pemerintah dan umat muslim yang ada di wilayah pinggiran Kota Wamena.

    “Berbuat baik kepada semua umat adalah amal ibadah baik yang akan diterima,” katanya.

    Bupati berpesan, momen bulan suci ini kiranya kehidupan masyarakat dan umat muslim semakin kuat dalam iman percaya terhadap Tuhan, dan dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Pemerintah Kabupaten Jayawijaya beserta jajaran memberikan perhatian ini sebagai wujud kebersamaan, dan hubungan baik agar terus terjalin antara pemerintah dan umat,” ujarnya.

    Pada kesempatan yang sama, mewakili umat islam pribumi yang ada di pinggiran  Jayawijaya, H. Abu Hanifa Asso menyampaikan terimakasih atas kunjungan Pemerintah Daerah.

    “Kami umat tidak bisa membalas semua kebaikan ini tetapi hanya bisa mendoakan pemerintah,” tutupnya.

    Safari Ramadhan ini ditutup dengan penyerahan bingkisan sembako serta buka puasa bersama, Pemerintah Daerah Jayawijaya bersama umat muslim di Masjid Al Hijroh Megapura.

    Dalam kegiatan Safari Ramadhan ini bupati juga melibatkan forkopimda, para tokoh agama baik muslim maupun nasrani, para ibu-ibu dari Badan Koordinasi Majlis Taqlim (BKMT) Kabupaten Jayawijaya, serta para pimpinan OPD di lingkungan pemda Jayawijaya. (Vina Rumbewas/ Martina Matuan)

  • Bupati Jayawijaya Laporkan Pelaksaan Liga 4 Papua Pegunungan ke Ketua Umum PSSI di Jakarta

    Bupati Jayawijaya Laporkan Pelaksaan Liga 4 Papua Pegunungan ke Ketua Umum PSSI di Jakarta

    Jakarta – Bupati Kabupaten Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H selaku Ketua Asosiasi Provinsi (ASPROV) Papua Pegunungan melaporkan pelaksanaan Liga 4 Papua Pegunungan kepada Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)  sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, di Jakarta 16 Maret 2026.

    Bupati Kabupaten Jayawijaya selaku Ketua ASPROV Papua Pegunungan saat menyerahkan Cinderamata dan melaporkan pelaksanaan Liga 4 Papua Pegunungan kepada Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)  sekaligus Menpora RI, Erick Thohir, di Jakarta. (16/03/26).

    Foto : Istimewa

    Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Ketua Umum PSSI sebagai bagian dari penyampaian laporan resmi terkait pelaksanaan kompetisi sepak bola Tingkat Provinsi yang telah diselenggarakan di Wamena. Liga 4 Papua Pegunungan berlangsung sejak 14 Februari hingga 8 Maret 2026 dan diikuti oleh tim-tim dari Jayawijaya seperti Wamena United, serta perwakilan dari kabupaten lain seperti Yahukimo, Tolikara, Lanny Jaya, Pegunungan Bintang, dan Nduga yang turut meramaikan persaingan.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jayawijaya menyampaikan bahwa pelaksanaan Liga 4 berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik Pemerintah Daerah maupun masyarakat pecinta sepak bola di Wamena. Tingginya partisipasi penonton di setiap pertandingan menjadi bukti bahwa sepak bola masih menjadi olahraga favorit di wilayah tersebut. Kompetisi ini menjadi bagian penting dalam upaya pembinaan serta pengembangan bakat pemain muda di wilayah Papua Pegunungan.

    Pertemuan Bupati Kabupaten Jayawijaya selaku Ketua Asprov Papua Pegunungan bersama Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia sekaligus Menpora RI, Erick Thohir, membahas perkembangan serta evaluasi pelaksanaan Liga 4 Papua Pegunungan di Jakarta. (16/03/26).

    Foto : Istimewa

    Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas sepak bola daerah serta memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan. Dengan adanya kompetisi resmi seperti Liga 4, para pemain muda memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan serta melangkah ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi di Tingkat Nasional.

    Pemerintah daerah bersama ASPROV PSSI Papua Pegunungan berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan olahraga sepak bola sebagai sarana pembinaan generasi muda dan peningkatan prestasi olahraga di daerah. (Fransiska Endama/ Martina Matuan) 

  • Pemkab Jayawijaya Gandeng PUSDATIN Kemensos Latih Opertor Dinsos Terkait Perubahan DTKS ke DTSEN

    Pemkab Jayawijaya Gandeng PUSDATIN Kemensos Latih Opertor Dinsos Terkait Perubahan DTKS ke DTSEN

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Sosial mulai memberikan pelatihan kepada petugas diruang lingkupnya terkait dengan perubahan Data Terpadu Kesejahtrahan Sosial (DTKS) ke Data Tunggal Sosial Dan Ekomoni Nasional (DTSEN), ini dilakukan guna melakukan pendataan terhadap masyarakat penerima manfaat di wilayah itu di Hotel Grand Sartika Wamena, Jumat, 6 Maret 2026.

    Plt. Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan, data masyarakat miskin yang ada di Jayawijaya awalnya masuk di DTKS, namun karena terjadi perubahan regulasi sehingga harus masuk ke DTSEN, terkait dengan ini tentunya ada penambahan-penambahan persyaratan yang akan disampaikan dari Pusdatin Kemensos sehingga Dinsos Jayawijaya bisa melakukan perubahan itu secara baik.

    “Kemarin itu kita memang ada menonaktifkan data kurang lebih 18.000 lebih dan itu sudah kami sampaikan agar data itu bisa diaktifkan kembali sehingga nantinya data itu tidak merugikan masyarakat kita ,” ungkapnya.

    Plt. Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono M.AP dan Plt. Kepala Dinas Sosial Simon Kalolik saat memberikan data masyarakat penerima bantuan dari kemensos kepada petugas Pusdatin Kemensos di Hotel Grand Sartika Wamena.

    Foto : Denny Tonjauw

    Menurutnya, Item yang kedua, yang akan mengumpulkan data adalah operator kampung, sehingga perlu melatih teman-teman dari Dinas Sosial terlebih dulu dengan harapannya nanti mereka bisa mentranfer ilmu kepada operator kampung, sehingga diharapkan dalam melakukan penginputan data masyarakat itu bisa dilakukan penginputan secara masif.

    “Hal ini dilakukan agar kita tidak merugikan hak-hak dari masyarakat yang secara nyata berhak menerima bantuan dan masuk dalam DTSEN, sehingga ini yang perlu kita bijaki bagaimana teman-teman Dinas Sosial punya kemampuan dan tak merugikan masyarakat kita dalam pendataan,”kata Tinggal Wusono.

    Ditempat Yang sama Plt. Kepala Dinas Sosial Simon Kalolik mengaku, jika dalam pendataan itu ada beberapa item persyaratan kepada masyarakat yang berhak menerima bantuan dari pemerintah, seperti Dari DTSEN 1 sampai dengan 5, yang berhak menerima bantuan, sedangkan DTSEN 6 sampai dengan 10 berarti sudah ada perubahan status.

    “Artinya dari modal yang diberikan pemerintah, mereka bisa kelola dan mengubah status kehidupan mereka, dari yang tadinya tidak mampu, menjadi menengah atau mampu,” jelasnya.

    Plt. Kepala Dinas Sosial Simon Kalolik Saat memberikan Pengarahan kepada peserta pelatihan Opertor Dinsos Terkait Perubahan DTKS ke DTSEN.

    Foto : Denny Tonjauw

    Simon mengaku jika untuk jumlah pemerima manfaat ini tidak dibatasi tergantung dari pemerintah daerah melalui Dinas Sosial yang membawahi para operator kampung untuk segera menginput data masyarakat yang berhak menerima bantuan ini, berapapun data yang masuk nantinya akan di verifikasi lagi oleh BPS dan Pusdatin kemensos.

    “Dari BPS mereka akan melakukan validasi data itu dan ditetapkan menjadi data pemerima manfaat yang masuk ke Pusdatin Kemensos, sedangkan untuk waktu pengambila data juga tidak dibatasi kapan saja mereka bisa mendata, namun biasanya kami meminta operator kampung ini untuk mendata warga yang belum terdata,”Tutup Plt. Kadinsos Jayawijaya.

    Pelatihan kepada petugas diruang lingkupnya terkait dengan perubahan Data Terpadu Kesejahtrahan Sosial (DTKS) ke Data Tunggal Sosial Dan Ekomoni Nasional (DTSEN).

    Foto : Denny Tonjauw

    Plt. Kadinsos Jayawijaya, juga menambahkan jika waktu lalu Dinsos Jayawijaya sudah melakukan perekutan terhadap operator kampung, yang akan bertanggungjawab untuk melakukan pendataan warga yang berhak mendapatkan bantuan ini.

    “Sementara untuk tujuan pelaksanaan pelatihan ini, dimana petugas dari Dinsos akan dilatih terlebih dulu cara pendataan dan penginputan dan nantinya akan diberikan pelatihan kepada para operator kampung.” tutupnya. (Denny Tonjauw/ Martina Matuan)

     

     

  • Wamena United Serahkan Piala Liga 4 Papua Pegunungan Ke Pemkab Jayawijaya

    Wamena United Serahkan Piala Liga 4 Papua Pegunungan Ke Pemkab Jayawijaya

    WAMENA – Usai dipastikan menjadi juara Liga 4 Papua Pegunungan tahun 2026, tim Wamena United melakukan ibadah syukur, sekaligus menyerahkan piala yang diterimanya kepada Pemkab Jayawijaya dan diterima langsung oleh Plt, Sekda Jayawijayan Drs. Tinggal Wusono, M.AP di Aula Wio I Kantor Bupati Jayawijaya, Senin 9 Maret 2026.

    Penyerahan piala ke Pemkab Jayawijaya oleh Wamena United ini sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Daerah yang mulai mengangkat marwah sepak bola di wilayah itu yang sudah tertidur dalam waktu yang lama dan diharapkan dapat kembali ke pentas tertinggi liga Indonesia seperti yang pernah dilakukan di waktu-waktu yang lalu.

    Plt. Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP bersama Ketua PSSI Papua Pegunungan yang juga sebagai Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH saat mengangkat Piala tetap dan Bergilir yangdiserahkan Wamena United usai menjuarai Liga 4 Zona Papua Pegunungan Senin (9/3) di Wio I Kantor Bupati Jayawijaya.

    Ketua PSSI Papua Pegunungan Atenius Murib, SH.,MH menyatakan, dalam event Liga 4 zona Papua Pegunungan panitia telah memberdayakan para pemuda yang tak punya pekerjaan bisa bekerja disana, disamping itu juga melibatkan UMKM-UMKM yang bisa mendapatkan keuntungan dari tournamen tersebut.

    “Kita berdayakan semua dalam Turnamen Liga 4 Papua Pegunungan dan semua bisa berjalan dengan baik hingga selesai tanpa ada gangguan,” ungkapnya di Wamena.

    Menurutnya, Turnamen ini adalah event dari Pemprov Papua Pegunungan yang namanya Liga 4 Zona Papua Pegunungan memperebutkan piala Gubernur namun sampai dengan saat ini belum ada dukungan dari Pemprov yang menjadi pemenang akan bertarung lagi di liga 4 tingkat nasional dan tempatnya masih dalam pembahasan.

    “Dalam turnamen tingkat nasional itu sebutannya adalah piala presiden, yang kita lakukan adalah piala Gubernur, namun tak ada pergerakan sehingga selaku Ketua PSSI Provinsi Papua Pegunungan dengan segala daya tanpa mengganggu APBD Kabupaten Jayawijaya bisa kita laksanakan,” jelas mantan Dandim 1702/Jayawijaya.

    Ketua PSSI Papua Pegunungan yang juga sebagai Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH.,MH menyerahkan bola Kepada Ketua PSSI Jayawijaya Yohanes Penius Lanny, S.Kom.,M.P.W.K

    Event Liga 4 zona Papua Pegunungan juga di siarkan langsung melalui live Streaming Youtube dan setiap pertandingan di tonton oleh 12.000, semua ini dilakukan karena PSSI memiliki hati untuk mengangkat kembali semangat sepak bola yang dulu pernah ada di wilayah ini dan juga sepak bola sebagai wisata ini yang perlu untuk diangkat.

    “Kita lihat dalam event ini ada 12 tim dari 8 kabupaten yang mengirim wakilnya, total pembiayaan yang dikeluarkan untuk klub yang bertanding dari kalkulasi total ini hampir Rp. 12 milyar ini untuk penginapan, latihan, makan minum dan lain-lain sehingga ekonomi di Wamena juga menjadi hidup,” tutup Ketua PSSI Papua Pegunungan. (Denny Tonjauw/ Martina Matuan)

  • Wamena United berhasil menjadi Juara Liga 4 PSSI Papua Pegunungan

    Wamena United berhasil menjadi Juara Liga 4 PSSI Papua Pegunungan

    Wamena – Liga 4 PSSI Papua Pegunungan telah mencapai puncak pada tanggal 8 Maret 2026 dengan pertandingan Final Wamena United VS Persigubin yang pada akhirnya dimenangkan oleh Wamena United.

    Liga 4 PSSI Papua Pegunungan ini dilaksanakan selama 23 hari mulai dari tanggal 14 Februari 2026 hingga 8 maret 2026 dengan melibatkan 12 klub yang berlangsung di Stadion Pendidikan Wamena dengan total 24 Pertandingan.

    Wamena United berhasil mengalahkan Juara Musim Lalu yakni Persigubin dengan Adu Penalti, awalnya pertandingan berjalan selama 90 menit di babak pertama dan kedua, tetapi belum membuahkan hasil dan pada akhirnya penambahan waktu 2x15menit tetap masih imbang skor 0-0, dan pada akhirnya Persigubin harus tumbang di adu penalti dengan skor 4-2.

    Wamena United saat menerima Piala Juara Liga 4 PSSI Papua Pegunungan.

    Foto : Agris Wistrijaya

    Persigubin menjadi runner up liga 4 PSSI Papua Pegunungan kemudiaan di juara ke 3 ada Persitoli Tolikara dan Juara 4 ada Persikimo Yahukimo.

    Yance Marian dari Wamena United menjadi Kiper terbaik, sedangkan untuk pemain terbaik diraih oleh Rian Wenda dari Persigubin, dan untuk pemain Muda terbaik diraih oleh Elu Agustian Marsuri dan untuk Pencetak Gol terbanyak diraih oleh Maikel Walilo dari Persikimo Yahukimo dan untuk Tim terbaik diraih oleh Bumi Baliem FC, tim yang mendapatkan kartu pelanggaran paling sedikit.

    Pada kesempatan itu, Ketua PSSI Papua Pegunungan Atenius Murip memberikan Apresiasi untuk suksesnya pertandingan Liga 4 PSSI Papua Pegunungan musim  ke-2 ini bisa berjalan dengan lancar dan aman.

    “Tahun ini pertandingan liga 4 bisa berjalan sukses dengan adanya penambahan klub, tahun lalu hanya ada 9 klub, tahun ini ada 12 klub yang ikut berpartisipasi, hal ini menunjukkan antusiasme dan komitmen dari klub-klub sepak bola di wilayah Papua Pegunungan semakin tinggi, “bebernya.

    Ia juga memberikan apresiasi kepada ketua panitia beserta seluruh tim yang sudah bekerja keras menyelenggarakan Liga 4 PSSI Papua Pegunungan musim 2025/2026, serta apresiasi juga kepada 8 Kabupaten yang sudah mengirimkan perwakilannnya untuk mengikuti pertandingan musim Ke-2 tahun 2026 ini yang berjalan sangat baik.

    “Dengan kemenangan yang diraih, Wamena United berhasil mendapat 1 slot untuk mengikuti Piala Presiden yang akan dilaksanakan pada bulan April/ Mei mendatang” ungkap ketua PSSI Papua Pegunungan.

    Menurut Ketua PSSI Papua Pegunungan Atenius Murip, ia akan meminta kepada pusat agar diberikan satu kuota tambahan untuk Persigubin agar bisa bersama Wamena United mengikuti Piala Presiden April mendatang.

    “Kami akan berjuang agar Wamena United dan Persigubin bisa mewakili Papua Pegunungan mendapatkan kuota untuk melaju ke Piala Presiden April mendatang,”ucapnya.

    Ia juga memberikan semangat untuk 10 Tim lainnya agar bisa berjuang di tahun berikutnya agar bisa berjuang Kembali dan bisa meraih cita-cita untuk bisa ke Liga 3 bahkan sampai ke Liga 2 dan 1.

    Dengan berakhirnya Liga 4 PSSI Papua Pegunungan, Ketua PSSI Papua Pegunungan memberikan Apresiasi kepada Masyarakat yang dengan sangat antusias ikut memeriahkan dan mendukung jalannya pertandingan dari awal hingga selesainya bisa berjalan dengan sangat baik. (Agris Wistrijaya/ Martina Matuan)

  • Wakil Bupati Jayawijaya temukan barang kadaluarsa pada sejumlah kios dan toko di Kota Wamena

    Wakil Bupati Jayawijaya temukan barang kadaluarsa pada sejumlah kios dan toko di Kota Wamena

    Wamena – Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP menemukan banyak barang-barang jualan yang sudah kadaluarsa di sejumlah Kios dan Toko di Seputaran Jalan Safri Darwin dan Jalan Sulawesi di Kota Wamena, Kamis 5 Maret 2026.

    Ronny Elopere, S.IP.,M.KP mengatakan bahwa sidak yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya ini dibagi menjadi 6 tim, ada yang melakukan sidak ke Pasar Jibama, Pasar Putikelek, Pasar Wouma, Pasar Sinakma, Pertokoan Jalan Safri Darwin, Jalan Sulawesi, Jalan Irian, Jalan Tawes dan Jalan Bhayangkara.

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP., M.KP saat mengecek barang-barang jualan yang sudah kadaluarsa di salah satu Toko di Jalan Tawes.

    Foto : Agris Wistrijaya

    “Tim kami diseputaran Jalan Irian, Safri Darwin dan Sulawesi  telah menemukan beberapa barang jualan yang telah kadaluarsa seperti minuman, minyak goreng, mie instan dan beberapa produk lainnya, ada barang yang sudah kadaluarsa dari tahun 2024, tahun 2025 dan ada juga yang berakhir di bulan Januari-Februari 2026 kemarin, kami harap took-toko dan kios harus memperhatikan kembali barang-barang jualannya,” tegasnya.

    Ia memperingatkan kepada para penjual sembako agar barang-barang yang sudah kadaluarsa jangan lagi di perjual belikan karena sangat merugikan masyarakat yang membelinya.

    “Penjualan barang yang sudah kadaluarsa itu merupakan tindakan yang sangat merugikan masyarakat dan melanggar hukum, produk kadaluarsa tidak lagi menjamin keamanan, kulitas dan berbahaya bagi kesehatan konsumen,” ucapnya.

    Menurut Wabup Jayawijaya, Pemerintah tidak akan segan-segan mencabut Surat Ijin Usaha bagi Para Penjual Barang-barang Kadaluarsa yang masih bandel.

    “Saya ingatkan kepada para penjual untuk perhatikan barang-barang jualannya, kalau sudah kadaluarsa harus di buang atau dimusnahkan, saat ini kami peringati, kedepan kami tidak segan-segan akan mencabut surat ijin usaha mereka, tadi kami sudah ambil barang-barang kadaluarsa dan sudah mencatat nama-nama Toko yang menjual barang kadaluarsa,”tegasnya.

    Ia juga harap bagi para pedagang atau penjual agar selalu mengecek secara rutin barang dagangannya dan segera tarik barang yang mendekati atau sudah melewati tanggal Kadaluarsa untuk dimusnahkan agar tidak merugikan konsumen atau masyarakat.

    Serta ia juga menyarankan untuk para konsumen agar selalu memeriksa tanggal kadaluarsa sebelum membeli dan mengonsumsi produk apapun yang dibeli, segera dilaporkan kepada penjual agar tidak menjual barang-barang kadaluarsa tersebut.

    Ikut dalam rombongan Wakil Bupati Jayawijaya ada Kepala Badan Pusat Statistik Jayawijaya, Plt. Kepala BPKAD Jayawijaya, Plt. Inspektur Inspektorat dan Tim Pemantau dari Dinas Perindagkop. (Agris/ Martina)

  • Jelang Idul Fitri, Bupati Jayawijaya Pantau Harga Sembako Dan Barang Kedaluwarsa Di Sejumlah Toko Dan Pasar Jibama

    Jelang Idul Fitri, Bupati Jayawijaya Pantau Harga Sembako Dan Barang Kedaluwarsa Di Sejumlah Toko Dan Pasar Jibama

    Wamena – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi pasar dan harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat. Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H. Bersama jajaran Pemerintah Daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung ke Pasar Jibama, Kamis (5/2/2026), untuk melihat dinamika harga sembako sekaligus memastikan barang yang dijual pedagang masih layak konsumsi.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H. bersama Forkopimda memeriksa produk makanan dan minuman di Pasar Jibama, Wamena, guna menindaklanjuti laporan masyarakat terkait barang kedaluwarsa sekaligus memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil pada 5 Maret 2026.

    Foto : Fransiska Endama

    Kunjungan tersebut dilakukan sebagai langkah Pemerintah Daerah untuk mengantisipasi potensi inflasi serta memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang hari besar keagamaan. Dalam kegiatan tersebut, Bupati bersama rombongan menyusuri sejumlah kios, toko, serta lapak pedagang untuk memantau langsung aktivitas jual beli di pasar terbesar di Wamena tersebut.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H. mengatakan bahwa Pemerintah Daerah perlu hadir langsung di lapangan untuk melihat kondisi pasar secara nyata, khususnya terkait harga kebutuhan pokok yang sering mengalami perubahan menjelang hari raya.

    “Menjelang Hari Raya Idul Fitri kita melihat dinamika harga-harga sembako di pasar. Karena itu hari ini pemerintah daerah bersama Forkopimda turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi harga barang di Pasar Jibama,” ujar Bupati.

    Dari hasil pemantauan yang dilakukan, Bupati menyampaikan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok di Pasar Jibama masih berada dalam kondisi stabil dan tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

    “Kita melihat kestabilan harga di pasar masih normal. Ini tentu menjadi hal yang baik karena masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok tanpa harus terbebani oleh lonjakan harga,” jelasnya.

    Selain memantau harga sembako, Bupati juga melakukan pengecekan terhadap berbagai barang yang dijual di toko-toko, khususnya produk makanan dan minuman kemasan. Pemerintah daerah memastikan bahwa barang-barang yang beredar di pasar tidak melewati masa kedaluwarsa dan masih aman untuk dikonsumsi masyarakat.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H., M.H. bersama Forkopimda memeriksa produk makanan dan minuman di Pasar Jibama, Wamena, guna menindaklanjuti laporan masyarakat terkait barang kedaluwarsa sekaligus memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil.

    Foto : Fransiska Endama

    Dalam pengecekan tersebut, Bupati bersama tim melihat langsung tanggal kedaluwarsa pada sejumlah produk yang dijual di toko maupun kios pedagang. Langkah ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari kemungkinan peredaran barang yang sudah tidak layak konsumsi.

    “Kami juga memantau barang-barang yang dijual di toko, apakah masih layak atau sudah kedaluwarsa. Hal ini penting karena pemerintah harus memastikan masyarakat membeli barang yang aman untuk dikonsumsi,” katanya.

    Selain itu, Bupati bersama rombongan juga melihat kondisi penataan lapak pedagang di pasar. Dalam peninjauan tersebut ditemukan beberapa pedagang yang berjualan tidak sesuai dengan lokasi yang telah ditentukan.

    Ia menjelaskan bahwa terdapat tempat yang seharusnya digunakan untuk berjualan sayur, namun justru dipakai untuk menjual pakaian. Hal tersebut menurutnya perlu ditertibkan agar penataan pasar kembali sesuai dengan fungsinya.

    “Di pasar ini ada tempat yang seharusnya digunakan untuk jualan sayur, tetapi dipakai untuk menjual pakaian. Hal-hal seperti ini kita tertibkan supaya penataan pasar bisa kembali teratur,” ujarnya.

    Persoalan kebersihan pasar juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Bupati berharap seluruh pedagang dan masyarakat dapat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan pasar agar tetap nyaman bagi pengunjung.

    “Kebersihan harus kita jaga bersama. Pasar Jibama harus menjadi pasar yang tertib, bersih, dan nyaman sehingga masyarakat tidak ragu untuk datang berbelanja,” tambahnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan pesan kepada para pemuda yang berada di sekitar kawasan pasar agar ikut menjaga keamanan dan ketertiban.

    “Kami juga mengimbau kepada pemuda-pemuda yang ada di pasar agar menjaga keamanan. Jangan sampai ada tindakan yang membuat masyarakat merasa takut untuk datang berbelanja di pasar,” tegasnya.

    Selain itu, pemerintah daerah juga menemukan adanya beberapa pedagang yang berjualan di Pasar Jibama namun belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Wamena. Bupati meminta para pedagang tersebut untuk segera mengurus dan menyesuaikan administrasi kependudukan mereka.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H., M.H. berdialog dengan pedagang saat melakukan pemantauan kondisi pasar dan mengecek kelayakan barang dagangan di Pasar Jibama, Wamena, Kamis, 5 Februari 2026

    Foto : Fransiska Endama

    “Kami menemukan ada pedagang yang belum memiliki KTP Wamena. Karena itu mereka harus segera mengurus dan menyesuaikan KTP-nya menjadi KTP Wamena,” jelasnya.

    Melalui kegiatan pemantauan ini, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berharap Pasar Jibama dapat kembali tertib, aman, dan nyaman, sekaligus menjaga stabilitas harga serta kualitas barang yang beredar di tengah masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri. (Fransiska Endama/ Martina Matuan)

  • Bupati Jayawijaya lantik 2 Kepala OPD Defenitif, Harap bisa memberikan Kinerja terbaik

    Bupati Jayawijaya lantik 2 Kepala OPD Defenitif, Harap bisa memberikan Kinerja terbaik

     

    Wamena – Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H, M.H melantik  2 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama secara Defenitif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, diantaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja di Sasana Wio Lantai I Kantor Bupati Jayawijaya, Rabu 4 Maret 2026.

    Dalam Sambutannya Bupati Jayawijaya memberikan selamat kepada Markus Kenelak yang dilantik sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penetaan Ruang (PUPR) dan juga kepada Liberius Mabel sebagai Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H, M.H melantik  2 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama secara Defenitif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

    Foto : Agris Wistrijaya

    Bupati mengatakan bahwa Proses pelantikan saat ini merupakan hasil seleksi secara terbuka berdasarkan kinerja yang selama ini dilalui selama kurang lebih satu tahun.

    “semoga dengan adanya pelantikan ini dapat memacu semangat untuk bekerja lebih giat lagi karena sudah terseleksi selama satu tahun bekerja, tetap tunjukkan kinerja di bidang masing-masing, “ungkapnya.

    Ia juga memberikan semangat kepada OPD baru seperti Dinas Koperasi, UMKM,dan Tenaga Kerja agar bisa memberikan kinerja yang baik, karena menurutnya pimpinan terpilih di anggap mampu bisa memberikan ouput yang baik.

    “untuk beberapa kepala OPD yang belum dilantik, tetap tunjukkan kinerja yang terbaik, proses seleksi akan dilakukan jika BKDPSDM sudah siap dalam segala administrasinya maka proses seleksi akan segera dilakukan,”katanya.

    Ia juga berharap agar pimpinan OPD yang masih Pelaksana tugas tetap memberikan kinerja dan etos yang terbaik serta bisa seirama dengan Kepala Bidang, Kepala Seksi, dan Staf di dinas masing-masing.

    “kita membutuhkan kinerja Bapak/ibu Pimpinan OPD, untuk itu yang menentukan sukses dan berhasilnya laju pemerintahan ini adalah pelayanan Bapak/Ibu kepada Masyarakat menjadi dasar utama mewujudkan pemerintahan yang sukses dalam meningkatkan kepercayaan Masyarakat,” tuturnya. (Agris/Martina)

  • Wabup Jayawijaya Ronny Elopere ajak masyarakat Pertahankan Budaya Menanam Ubi Jalar

    Wabup Jayawijaya Ronny Elopere ajak masyarakat Pertahankan Budaya Menanam Ubi Jalar

    Wamena – Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP,  hadir dalam kegiatan panen raya ubi jalar di Distrik Hubikiak, senin, 2 Maret 2026.

    Dalam kunjungannya pada panen raya ubi jalar, Wabup memberikan apresisasi kepada keluarga dari Suku Walak  yang telah menanam ubi jalar di lahan seluas sekitar 2 hektar di Distrik Hubikiak.

    Wabup Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP saat menyaksikan mama-mama memanen ubi jalar di Distrik Hubikiak

    Foto : Agris

    Ia berharap upaya tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk terus mengembangkan tanaman pangan lokal.

    Menurutnya hal Ini memberikan motivasi dan semangat untuk keluarga lainnya, terutama untuk masyarakat Kabupaten Jayawijaya agar tidak lupa untuk berkebun.

    “Makanan pokok kami adalah ipere, kita bisa makan Nasi tetapi jangan melupakan makanan pokok seperti Ipere dan Keladi, kita perlu mempertahankannya,karena lama-lama bisa hilang”ujarnya.

    Ia juga berharap agar masyarakat tetap melestarikan makanan pokok ini, karena dari dulu orang wamena sudah melekat dengan  ubi jalar dan juga masyarakat dibesarkan oleh mama-mama dengan makanan pokok ini.

    “Tolong pertahankan kebun sesuai dengan budaya dan adat istiadat masyarakat Kabupaten Jayawijaya.Tuhan sudah memberikan tanah yang subur tanpa pupuk sangat luar biasa di kabupaten Jayawijaya ini, kita harus imbangi makanan pokok dan makanan lokal,”ucapnya.

    Wabup juga mengajak masyarakat untuk melestarikan dan mempertahankan budaya menanam Ubi jalar, karena ada banyak lahan yang harus dimanfaatkan untuk menanam dan anak-anak muda harus punya tekad dan jiwa usaha terutama memanfaatkan menanam ubi.

    “Para orang tua harus menanamkan pemahaman yang baik sejak dini kepada anak-anak agar mempunyai mimpi dan masa depan dalam mengelola Sumber Daya Alam ini”tuturnya. (Agris)