Category: Berita

  • Penutupan sosialisasi dan pembentukan serta fasilitasi Satgas-GSI Di Kampung Hulekaima Kab. Jayawijaya

    Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Biro BKKBN Provinsi Papua, Ibu Dra. Rika Monim, MM dan Kepala Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Dra. Anna Serpara, MM beserta rombongan. Dalam sambutan Gubernur Provinsi Papua yang dibacakan Sekda Jayawijaya Benyamin Arisoy mengatakan bahwa upaya peningkatan kualitas hidup perempuan dalam pembangunan merupakan bagian integral dari Pembangunan Nasional untuk menciptakan tujuan pembangunan menuju masyarakat adil dan makmur. Oleh karena itu Pembentukan Manusia yang berkualitas harus dimulai sejak Bayi dalam kandungan, Balita, Anak Remaja hingga Dewasa. Jadi, peningkatan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak merupakan faktor paling strategis untuk meningkatkan mutu SDM dengan memperhatikan gizi Ibu selama kehamilan. Dalam mengakhiri sambutannya Gubernur Papua mengharapkan dengan terlaksananya sosialisasi dan fasilitasi Satgas-GSI ini akan membuka cakrawala pemahaman Kaum Wanita dan Masyarakat Daerah Jayawijaya bahwa peran Kaum Wanita atau ibu turut menentukan maju mundurnya suatu bangsa. Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro BKKBN Provinsi Papua, Rika Monim mengatakan bahwa bantuan yang diberikan dapat digunakan sebaik-baiknya untuk kegiatan pemberdayaan ke depan sehingga Gerakan Pemberdayaan Ibu dan Anak dapat berjalan lancar dan maju. Pengembangan Sumber Daya yang ada di kampung setempat perlu ditingkatkan dalam rangka peningkatan kesehatan ibu dan anak seperti makan makanan bergizi , konsumsi buah serta daging segar. Sementara Itu Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Jayawijaya, Ribka Haluk, S. Sos, M. Si mengatakan Kegiatan SATGAS-GSI telah dilakukan sejak tahun 2006 lalu dan tersebar di seluruh Kabupaten Kota di Provinsi Papua. Sementara itu tahun 2012 ini dilakukan di Kabupaten Jayawijaya dengan tujuan membentuk dan memfasilitasi SATGAS-GSI di Kabupaten Jayawijaya. Dikatakan salah satu dasar dari pelaksanakan kegiatan ini adalah untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu karena gagal persalinan atau kehamilan beresiko dan penurunanan Angka Kematian Bayi. Lebih jauh Ribka Haluk menuturkan dengan terselenggaranya kegiatan itu diharapkan dapat mewujudkan tujuan dari pada kegiatan tersebut. Akhir dari rangkaian kegiatan penutupan tersebut Sekda Jayawijaya menyerahkan 4 unit kendaraan roda dua, 4 unit komputer dan 4 buku tabungan dengan tunai 25 juta per buku serta beberapa fasilitas lainnya yang disedikan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan. Kegiatan Sosialisasi SATGAS-GSI tersebut dipusatkan pada 4 sasaran, yaitu Kampung Hulekaima, Yumaima, Lanny Timur Dan Wamena Kota. (Ronny RRI, Arruan dan Yus Humas).

  • Peresmian TK/PAUD

    Dalam sambutannya, Gaad P. Tabuni mengatakan bahwa alam Papua termasuk Jayawijaya dan juga Kampung Milima merupakan daerah yang subur, oleh karena itu perlu Manusia yang juga subur untuk mengelolanya. Dikatakan bahwa satu-satunya jalan untuk menyuburkan Manusia adalah dengan memberikan Pendidikan yang baik. Kehadiran TK-PAUD di Kampung Milima
    merupakan jawaban untuk pembentukan Manusia subur di usia dini.
    Ditambahkan bahwa orang dewasa saat ini harus berkomitmen besar terhadap anak-anak usia dini di lingkungan masing-masing karena pembentukan karakter anak masa dini memiliki peran yang besar ketika anak menjadi dewasa. (Yus & Arruan Humas, Rony RRI)

     

     

     

  • RAKERNIS DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN SE PROVINSI PAPUA

    Hadir dalam Rakenis ini Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya, Benyamin Arisoy, SE, M.Si mewakili Bupati Jayawijaya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua, Ir. Leonardo A. Rumbarar, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Jayawijaya, Pejabat Eselon III dan Staf Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua,  Dinas Pertanian Kabupaten/Kota Se Provinsi Papua, Badan/Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota Se Provinsi Papua dan Badan/Kantor Penyuluh Pertanian Kabupaten/Kota Se Provinsi Papua.
    Dalam sambutan tertulis Gubernur Papua, DR. Drs. Syamsul Arief Rivai, M.Si yang dibacakan oleh Drs. Elieser Renmaur mangatakan bahwa Rakernis ini mempunyai arti penting bagi pembangunan Pertanian dan Ketahanan Pangan di Provinsi Papua, guna melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun 2012, percepatan pelaksanaannya sekaligus memantapkan rencana program kegiatan tahun 2013.
    Ditambahkan bahwa masalah yang dihadapi adalah masalah produksi dan kesejahteraan petani, oleh karena itu perlu adanya perhatian dalam hal sarana produksi, penyuluhan dan pendampingan petani untuk memotivasi dan meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan petani dalam menerapkan teknologi baru, efesien dan efektif sesuai kondisi di wilayahnya masing-masing. Hal ini juga juga ditunjang dengan tersedianya lahan potensial yang luas dan iklim yang mendukung di Provinsi Papua.  (yus Humas)

  • Pemerintah Kab. Jayawijaya serahkan dana Bangdes

    Penyerahan dana Bangdes dilakukan oleh Bupati Jayawijaya yang diwakili Asisten bidang perekonomian dan Pembangunan, Thony M. Mayor, S.Pd, MM yang didampingi kepala BPMK Jayawijaya, Lenensya Manuputty, SE.
    Dalam sambutannya, Thony M. Mayor mengatakan walaupun pemerintah telah memekarkan 40 Distrik dan 328 kampung, namun pemerintah tetap berupaya untuk memberikan perhatian, salah satunya adalah dengan memberikan dana Bangdes. Oleh karena itu diharapkan masyarakat mampu menggunakan dana tersebut sebaik mungkin untuk membangun kampungnya masing-masing.
    Sementara itu Kepala BPMK Jayawijaya, Lenensya Manuputi, SE menegaskan bahwa penggunaan dana Bangdes yang disalurkan harus didasarkan dengan petunjuk teknis (Juknis) yang ada. Ditambahkan bahwa segala bentuk penggunaaan dana Bangdes ini harus dilaporkan kepada Pemerintah Daerah Jayawijaya untuk selanjutnya dipertanggungjawabkan.  (Yus & Arruan Humas, Rony RRI)

     

     

     

  • Yudisium D3 Keperawatan Wamena

    Dikatakannya, kurikulum yang digunakan adalah kurikulum nasional dengan jumlah satuan kredit semester (SKS) sebanyak 110-120 SKS dalam perkuliahan maupun di lahan praktek dengan mata kuliah antara lain mata kuliah dasar umum, dasar keahlian, keahlian dan muatan lokal.
    “Pada awal pendidikan angkatan tahun 2009, jumlah yang diterima sebanyak 81 orang namun yang mengikuti yudisium ini sebanyak 44 orang dan ditambah dengan mahasiswa yang ditunda sebanyak 12 orang sehingga yang di yudisum tahun ini sebanyak 56 orang,”jelasnya.
    Marieta menghimbau agar secara bersama-sama dapat membantu para wisudawan dan wisudawaty ini, membimbing dan mengarahkan mereka agar apa yang dipelajari selama kuliah dapat  diamalkan dalam tugas sehari-hari guna membantu masyarakat luas.
    Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Senat Poltekes Jayapura mengatakan dengan diyudisumnya mahasiswa ini maka berhak menggunakan title ahli madya kesehatan (Amd.Kes) dan semua ilmu yang telah didapat dapat dipraktekkan dalam tugas serta tanggungjawab sebagai perawat. Dalam yudisum ini sebanyak 4 orang memiliki nilai tertinggi dan berhak atas predikat cum laude. (day)

    sumber : http://harianpagipapua.com

  • Bupati Wetipo Minta Kualitas Pekrjaan Harus Dijaga

    Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo, S.Sos. SH, M.Par. kepada wartawan seusai membuka Diklat Prajabatan di Wamena Selasa (18/9) menegaskan, jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang tersisa 3 bulan ini Bupati Wetipo meminta kepada para konsultan dan kontraktor yang melaksanakan pekerjaan untuk bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik serta dapat menjaga kualitas pekerjaan yang dilakukan.
    Karena menurut Bupati Wetipo dalam jangka waktu yang singkat jika suatu pekerjaan dikerjakan dengan terburu-buru maka kualitas pekerjaan juga tidak akan bagus.
    “Ada pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan saat ini, meskipun waktunya hanya tersisa sedikit saya berharap supaya bisa dikerjakan dengan baik, cuma kalau kita terburu waktu pekerjaan yang kita hasilkan juga tidak bagus” ujar Bupati Wetipo.
    Dikatakannya, jika memang dalam jangka waktu 3 bulan pekerjaan yang dikerjakan belum rampung maka tidak perlu dipaksakan karena menurut Bupati Wetipo banyak dana yang dikeluarkan namun kualitas pekerjaan tidak memuaskan dan tidak berbobo maka akan menjadi sia-sia.
    Untuk itu Bupati Wetipo meminta kepada para konsultan dan SKPD yang menangani kegaitan untuk selalu memonitor setiap pelaksanaan pekerjaan supaya haasil yang dicapai bisa memuaskan.
    Sementara itu terkait dengan realisasi fisik pekerjaan yang dilakukan pada tahun 2012, Bupati Wetipo meminta kepada Bappeda selaku instansi teknis untuk terjun langsung ke setiap SKPD guna meminta laporan realisasi fisik dari pelaksanaan proyek-proyek yang dilakukan pada setiap SKPD.
    “Saya harap juga kepada teman-teman di Bappeda untuk tidak hanya menunggu realisasi kegiatan fisik dari masing-masing SKPD, tapi harus kerahkan semua stafnya untuk turun ke setiap SKPD dan mendesak SKPD supaya segera memberikan laporan realisasi, jangan Bappeda hanya menunggu, kalau begini kapan mau selesai” ujarnya.
    Untuk itu Bupati Wempi Wetipo juga meminta kapada setipa pimpinan SKPD untuk segera menyiapkan laporan realisasi fisik dari pekerjaan yang ada di setiap SKPD supaya proses pelaksanaan pembangunan di daerah ini bisa berjalan dengan baik.(fre)

    sumber : http://harianpagipapua.com

     

  • Pembukaan Diklat Prajabatan Gol II dan III

    Diklat Prajabatan ini akan dilaksanakan mulai tanggal 18 September sampai dengan 2 Oktober 2012 yang diikuti oleh 351 peserta, terdiri dari Golongan II 187 peserta bertempat di Gedung Sekolah Minggu Betlehem Jl. Diponegoro
    dan Golongan III 164 peserta.bertempat di Balai Diklat Jl. Trans Wamena.
    Dalam sambutannya, Bupati Jayawijaya mengatakan bahwa sasaran pembangunan di Papua adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur agar lebih memiliki sikap dan perilaku pengabdian dan tanggung jawab dalam
    memberikan pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat. Oleh karena itu, Diklat menjadi prioritas utama untuk menciptakan kader pembangunan yang handal dan menjadi investasi sumber daya manusia di masa sekarang dan masa
    yang akan datang.
    Bupati mengharapkan kepada seluruh peserta selaku calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Jayawijaya agar mengikuti Diklat dengan sungguh-sungguh agar nantinya memperoleh bekal pengetahuan dalam melaksanakan tugas dan menghadapi semua tantangan dengan penuh dedikasi.
    Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksanaan Diklat Prajabatan, Fabianus T. Wuka, SE, M.Si mengatakan bahwa tujuan dilaksanakan Diklat Prajabatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas jabatan profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi; menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan
    kesatuan bangsa; memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman dan pemberdayaan masyarakat; mencintapkan kesamaan visi dan dinamika pola pikIr dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya sistem pemerintahan yang baik.
    Metode Penyanjian dalam Diklat ini adalah dengan cara Kuliah/Ceramah, Pendalaman Materi, Diskusi dan Evaluasi, sedangkan tenaga Pengajar/Widyaiswara terdiri dari Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Latihan Aparatur Provinsi Papua, Badan Diklat Kota Jayapura, Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Jayawijaya, Pejabat Struktural di lingkungan
    Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang telah mengikuti TOT Substansi. (yus Humas)

  • UPACARA BENDERA 17 SEPTEMBER 2012

    Dalam sambutannya, Ketua DPRD mengatakan bahwa disiplin pribadi dalam bekerja perlu dibangun dalam menghayati panggilan profesi masing-masing sehingga dapat mengimplementasikan dalam pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Jayawijaya. Oleh karena itu, diharapkan kepada seluruh aparatur agar dapat menjalankan tugas selaku Abdi Negara dan Abdi masyarakat di daerah ini dengan baik.

    Disampaikan pula bahwa perlunya kerjasama yang baik antara Legislatif dan Eksekutif dalam menjalankan pembangunan serta mengambil peran sesuai dengan Tupoksi masing-masing sehingga tercipta suasana kerja yang harmonis dan bermartabat. Dengan demikian masalah sosial, budaya, ekonomi dan politik yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya dapat diatasi bersama dengan baik.

    Selain itu, kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) se Papua dan Papua Barat merupakan event penting yang diselenggarakan di Kabupaten Jayawijaya. Oleh karena itu, ketua DPRD mengajak seluruh umat beragama yang ada di Kabupaten Jayawiijaya dapat turut serta menyukseskan acara tersebut dan mempersiapkan diri dengan baik untuk menata Kota Wamena agar menjadi kota DANI (Damai, Aman, Nyaman dan Indah). Sumber :Yus Humas