Category: Berita

  • Bupati Jayawijaya Temui Para Pencaker terkait aksi protes hasil SKD CPNS Kabupaten Jayawijaya

    Bupati Jayawijaya Temui Para Pencaker terkait aksi protes hasil SKD CPNS Kabupaten Jayawijaya

    Wamena – Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H, M.H temui langsung para pencaker yang sudah menunggu di SMK Yapis untuk mendengarkan penjelasan dan tanggapan langsung dari Bupati Jayawijaya, Selasa 1 Juli 2025.

    Bupati Jayawijaya di damping oleh Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere,S.IP,M.KP, Plt. Sekda Jayawijaya Petrus Mahuse, AP.,M.Si, Asisten I Sekda Drs. Tinggal Wusono,M.A.P, dan Plt. Kepala BKDPSDM Pius Wetipo, S.T.,M.AP bertemu secara langsung dengan para pencaker dan memberikan tanggapan mengenai proses seleksi CPNS Kabupaten Jayawijaya.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip saat mendengarkan beberapa aspirasi dari para pencaker CPNS Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Agris Wistrijaya

    Untuk diketahui bahwa hasil SKD CPNS Kabupaten Jayawijaya yang hasilnya sudah keluar pada hari Kamis lalu membuat beberapa para Pencaker belum puas dengan hasil yang diterima, seperti halnya mengenai beberapa keterangan kelulusan P/L dan R/L dianggap berhak mengikuti SKB sedangkan untuk Kode R keteranganya memenuhi nilai ambang batas menurut keputusan Menpan RB No.350 Tahun 2024 tetapi tidak ada keterangan berhak mengikuti SKB dan di akun SSCASN masing-masing tidak ada keterangan lulus dan tidak ada keterangan cetak kartu tes SKB.

    Selain itu para pencaker juga mempermasalahkan beberapa Formasi yang kosong akan dikemanakan, karena untuk penerimaan CPNS Kabupaten Jayawijaya ada 1.138 formasi sedangkan yang lolos SKB 838 orang.

    “Kuota ada seribu lebih tapi yang masuk dalam SKB hanya 800an saja, jika hasil SKB keluar akan lebih sedikit yang akan lolos, dan sisa kuota atau formasi ini akan dikemanakan?,” ungkap salah satu perwakilan pencaker.

    Para pencaker juga meminta agar kode “R” ini bisa di akomodir untuk bersaing mengikuti tes SKB dan harapan mereka juga untuk beberapa formasi yang kosong jangan sampai kembali ke pusat.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip mengatakan bahwa hasil SKD mengikuti kebijakan pusat sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip bersama Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere dan Beberapa kepala OPD saat menemui para pencaker CPNS Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Agris Wistrijaya

    “Ada nilai yang tinggi tetapi tidak lolos karena ada salah satu nilai yang tidak sesuai dengan passing grade yang ditetapkan,” ucap Bupati.

    Untuk diketahui bersama bahwa passing grade untuk SKD CPNS Jayawijaya khususnya formasi umum (Non OAP) yaitu TWK minimal 65, TIU 80, TKP minimal 166 sedangkan untuk OAP (Orang Asli Papua) Nilai Kumulatif SKD minimal 286 dengan Nilai TIU minimal 60 dan untuk kuota OAP 80 % dan formasi Umum 20%.

    Bupati juga ungkapkan bahwa pihaknya tidak bisa secara tiba-tiba mengambil keputusan untuk peserta keterangan Kode R untuk mengikuti Tes SKB karena semuanya sudah diatur dalam sistem dan sesuai prosedur.

    “Kami tidak bisa langsung mengambil keputusan kalian langsung ikuti tes, karena itu sudah tersistem sebelum kami ada sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya,” katanya.

    Menurutnya, yang bisa dilakukan Pemerintah Jayawijaya adalah mempertahankan kuota 1.138 itu tidak hilang dan diupayakan akan dilakukan untuk gelombang kedua atau yang belum beruntung akan diakomodir.

    “Saya tidak berjanji tetapi saya akan berjuang akan kesana (Menpan RB), saya mengerti akan kekecewaan adik-adik sekalian, tetapi didalam Pertandingan pasti ada yang lulus dan yang tidak lulus, tetapi saya akan berjuang untuk mempertahankan kuota sisa yang ada, dan berikan kesempatan untuk yang akan mengikuti tes SKB,” ungkapnya.

    Bupati juga mengatakan kepada pencaker untuk mengingatkannya dan mengawal untuk mempertahankan kuota CPNS Jayawijaya, Ia juga katakan bahwa akan berjuang ke Menpan RB dan semuanya itu akan menjadi keputusan Menpan RB, untuk itu ia minta Doa dari para pencaker agar perjuangannya membuahkan hasil yang baik.

    Pada kesempatan itu juga Bupati memberikan nasehat bagi para pencaker untuk tidak hanya mengharapkan pekerjaan dari Pegawai Negeri, karena menurutnya Tuhan sudah memberikan Talenta bagi masing-masing orang berbeda dan bisa mencari pekerjaan di bidang lainnya seperti menjadi pengusaha, mengolah perkebunan/pertanian, bekerja di BUMN/BUMD dan bisa menciptakan usaha sendiri sesuai dengan talenta yang Tuhan berikan. (AgW/AW)

  • Sosialisasi dan Pembinaan Program Desa Cantik Statistik

    Sosialisasi dan Pembinaan Program Desa Cantik Statistik

    Wamena – Badan Pusat Statistik mengadakan kegiatan sosialisasi dan Pembinaan Program Desa Cantik Statistik di Kampung Lantipo Distrik Wamena kota sebagai salah satu contoh program desa cantik yang dicanangkan di seluruh Indonesia.

    Dalam sosialisasi tersebut hadir Robert W Bobby Talubun sebagai fungsional umum Badan Pusat Statisik yang juga sebagai  ketua desa cantik, Kepala Dinas Kominfo Jayawijaya Arklaus, S.Sos, M.Si, Sekertaris DPMK Lepinus Gombo, S.Pd, M.Si, Kepala Kampung Lantipo Hengki Heselo dan seluruh peserta Sosialisasi, Rabu 25 Juni 2025.

    Sebagai ketua desa cantik, Robert W.Bobby Talubun mengungkapkan bahwa program ini sudah dimulai dari tahun lalu yang dimulai dari Kampung Kama dan tahun 2025 dimulai lagi dari Desa Lantipo dan seterusnya akan berlanjut di desa-desa lainnya.

    Tim Desa Cantik memberikan Sosialisasi dan Pembinaan Program Desa Cantik Statistik di Kampung Lantipo

    Foto : Brian Windesi

    “ini akan berkelanjutan terus dan kami akan bersama-sama dengan pengelolan data di tingkat Desa untuk dibimbimg dan dibina agar menghasilkan data yang berkualitas, tentunya pembangunan di Desa, pembangunan di Kabupaten, dan pembangunan secara nasional,”pungkasnya.

    Menurutnya, kegiatan sosialisasi ini sebagai bimbingan dalam pengolahan data, bimbingan secara sistem dan juga aplikasi-aplikasi yang akan digunakan dalam pengolahan data.

    “Sosialisasi ini sangat penting dan juga masyarakat setempat sangat antusias karena hal ini menjadi permasalahan yang sangat penting sekali di desa untuk pengelolaan data di tingkat desa. Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat dan aparat kampung/desa setempat, terutama Kepala Desa/Kampung dan juga Operator Kampung, “ucapnya.

    Ketua Desa Cantik juga ungkapkan bahwa dari pengalaman tahun lalu hasil yang sudah di dapatkan berupa gambaran yang baik dalam pengolahan data terutama data-data dasar seperti monografi kampung dan data-data yang berkaitan dengan Data Kampung/desa.

    Selain itu, Robert Bobby Talubun juga katakan bahwa untuk program Desa cantik ini juga melibat beberapa OPD terkait seperti Bappeda, DPMK, Kominfo serta beberapa OPD terkait yang berkaitan tentang pengelolan Data.

    Ia juga berharap agar seluruh aparat kampung atau Kepala Kampung bisa memberikan dukungan kepada tim Desa Cantik agar tim bisa memberikan bimbingan pengelolaan data sampai tuntas sehingga aparat kampung mampu mengelola data menjadi data yang berkualitas.

    Sementara itu, Sekertaris DMPK Lepinus Gombo memberikan apresiasi kepada tim dari BPS yang sudah memberikan sosialisasi kepada kampung-kampung yang ada di Kabupaten Jayawijaya, terutama Kampung Lantipo yang pada tahun ini menjadi program Desa Cantik.

    Peserta Sosialisasi dan Pembinaan Program Desa Cantik Statistik di Kampung Lantipo

    Foto : Brian Windesi

    “dari 328 kampung yang ada di Kabupaten Jayawijaya baru ada dua kampung yang menjadi program desa cantik yaitu Kampung Kama pada tahun 2024 dan saat ini Kampung Lantipo,”ucapnya.

    Menurutnya, Program Desa cantik ini sangat bagus  untuk membantu desa/kampung-kampung yang ada di Kabupaten jayawijaya dalam hal pendataan, baik itu profil kampung dan juga monografi kampung.

    “jadi monografi kampung ini berdasarkan profil kampung yang  harus terjadi disetiap kampung, namun dari teknis dan metologi pendataanya itu kami dari DMPK belum ada kapasitas dalam hal pendataan  secara akurat sesuai dengan metodologi statistik, oleh karena itu dengan adanya program desa cantik dari BPS ini memberikan pandangan bagaimana metologi pendataan  data  profil kampung yang akhirnya bisa terbentuk menjadi monografi kampung, “jelasnya.

    Lenius Gombo juga menuturkan bahwa manfaat yang di dapat sangat penting dalam hal perencanaan pembangunan kampung dan agar pembangunan bisa terjadi maka harus berdasarkan data dan fakta yang ada di kampung yang sesuai dengan potensi yang ada dimasing-masing Kampung karena masing-masing kampung mempunyai potensi yang berbeda.

    “untuk itu kami dari DMPK mengharapkan kedepan bisa kerjasama dengan BPS untuk membentuk satu tim dalam pendataan profil kampung di masing-masing kampung sehingga bisa menjadi satu data” tuturnya. (AgW/AW)

  • Sosialisasi Restribusi Sampah Rumah Tangga melalui RT/RW dalam mendukung 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya

    Sosialisasi Restribusi Sampah Rumah Tangga melalui RT/RW dalam mendukung 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya

    Wamena – Dinas lingkungan Hidup Kabupaten Jayawijaya mengadakan sosialisasi Restribusi Sampah Rumah Tangga melalui RT/RW dalam mendukung 100 hari kerja Bupati dan Wakil Jayawijaya, Selasa 24 Juni 2025 di Sasana Wio Kantor Bupati Jayawijaya.

    Plt. Sekda Jayawijaya Petrus Mahuse, AP.,M.Si membuka kegiatan tersebut dan mengatakan bahwa sosialisasi yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup ini terkait dengan penanganan sampah di Kabupaten Jayawijaya.

    Sosialisasi Restribusi Sampah Rumah Tangga melalui RT/RW dalam mendukung 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya

    Foto : DLH Jayawijaya

    “Terlebih khusus kegiatan ini mendukung program kerja 100 hari Bapak Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya yang salah satunya bagaimana kita bisa mengedukasi masyarakat terkait dengan pandangan sampah di Jayawijaya,”ucapnya.

    Menurutnya, selama ini terlihat sampah-sampah ini banyak berserakan di beberapa titik yang dari sisi pandangan estetika kurang bagus sehingga Pemerintah dengan tegas akan mengambil langkah-langkah yang strategis.

    “Beberapa langkah yang akan dilakukan salah satunya bagaimana kita bisa memberikan edukasi dan melalui sosialisasi ini, Pemerintah akan memberikan semacam tarif retribusi kepada masyarakat khususnya di pengelola sampah rumah tangga,” Jelasnya.

    “Harapanya Dinas terkait bisa maksimal nanti dalam penanganan sampah, di samping ini sebagai salah satu upaya Pemerintah tetapi yang lebih penting kita berharap pada partisipasi dari masyarakat sehingga sampah yang ada ini bisa tertangani dengan baik,” Bebernya.

    Ia juga berharap dengan adanya kegiatan sosialisasi ini para RT dan RW yang hadir ini bisa menjadi motor penggerak di tingkat lingkungan mereka.

    “Selain itu kami juga harap masyarakat di lingkungannya menyediakan tempat sampah sementara untuk memilah-milah sampah yang harus mereka kelola sehingga Pemerintah bisa  melakukan pengelolaan secara baik, bukan asal kita buang sampahnya di mana-mana atau sembarangan tempat,” Tuturnya. (AgW/AW)

  • MOU antara Pemda Jayawijaya dan Sekolah Tinggi Misi Tabera Yogyakarta terkait Pembinaan 50 Anak Jalanan

    MOU antara Pemda Jayawijaya dan Sekolah Tinggi Misi Tabera Yogyakarta terkait Pembinaan 50 Anak Jalanan

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melakukan kerja sama dengan Yayasan Lembah Kasih Nusantara untuk Pembinaan 50 Anak Jalanan yang berasal dari Kabupaten Jayawijaya tepatnya di Sekolah Tinggi Misi Tabera Yogyakarta.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H, M.H resmi menandatangani MOU atau Perjanjian Kerja Sama dengan Sekolah Tinggi Misi Tabera Yogyakarta yang beralamat di karangwetan, Dusun Candirejo, Kelurahan Tegatirto, Kecamatan berbah – Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Senin 23 Juni 2025.

    Bupati Jayawijaya di dampingi oleh Asisten I Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.A.P, Asisten II Sekda Kabupaten Jayawijaya Lekius Jikwa, S.Pd, M.Si, Kepala Dinas Sosial Simon Kalolik, S.Pd dan beberapa Staf dari Pemkab Jayawijaya hadir dalam penandatangan kerja sama tersebut dan di sambut baik oleh Ketua Yayasan Lembah Kasih Nusantara, Dr (c). Aryanto S.Th, M.Pd dan Plt Kepala Dinas Sosial Sleman Mustadi, M.Sos dan unsur Forkopimda, camat,dan lurah.

    Penandatanganan perjanjian kerjasama antara Pemda Jayawijaya dna Sekolah Tinggi Misi Tabera Yogyakarta

    Foto : Pemda Jayawijaya

    Bupati Jayawijaya mengungkapkan bahwa Pembinaan 50 anak jalanan ini dimaksudkan sebagai peningkatan kualitas SDM anak-anak jalanan kabupaten jayawijaya melalui pendidikan, pembinaan dan pelatihan di Sekolah Misi Tabera Yogyakarta.

    “kami langsung mengantarkan anak-anak kami ke Daerah Isimewa Yogyakarta dan dititipkan di Yayasan Lembah Kasih Nusantara untuk dibina, dilatih dan dididik agar karakter dan kemampuan mereka terbentuk menjadi anak-anak yang istimewa sehingga pada waktu kembali ke Papua dapat berguna bagi  diri sendiri, keluarga dan kepada masyarakat,” pungkasnya.

    Sementara itu ketua Yayasan Lembah Kasih Nusantara, Dr (c). Aryanto S.Th, M.Pd mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang sudah mempercayakan anak-anak emas dari Kabupaten Jayawijaya untuk dilatih, dibina dan didik dengan program yang istimewa dan akan berdampak kembali ke Papua menjadi anak yang istimewa.

    Selain itu, Yayasan Lembah kasih  Nusantara juga berharap dan percaya program ini akan berdampak besar dalam pembinaan satu tahun dan diyakini saat kembali ke Papua akan memberikan dampak yang luar biasa.

    Pada Kesempatan itu juga, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Pemda Jayawijaya dan Yayasan Lembah Kasih Nusantara, “mudah-mudahan Yogyakarta dan Kabupaten Sleman dapat memberikan sumbangsih dalam mendukung kegiatan Bupati Jayawijaya,”ucapnya. (AgW/AW)

  • Dinas Sosial merangkul anak-anak jalanan untuk mengikuti pembinaan

    Dinas Sosial merangkul anak-anak jalanan untuk mengikuti pembinaan

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Sosial melakukan kegiatan Pembinaan terhadap anak-anak jalanan yang akan di bina di Jogjakarta selama 1 Tahun.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari Program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya yang bekerjasama dengan salah satu yayasan atau sekolah  Misi Tabera Jogjakarta.

    Plt. Sekertaris Dinas Sosial ibu Indrawati Malino ditemui saat memberikan pembekalan kepada anak-anak jalanan, kamis 19 juni 2025 mengungkapkan bahwa selama ini kita sebutkan mereka dengan istilah anak-anak jalanan, tetapi melalui program ini dapat dikatakan sebagai anak-anak yang berusaha hidup dijalan untuk mempertahankan hidup.

    Plt. Sekertaris Dinas Sosial bersama beberapa staf saat diwawancarai ditengah-tengah kegiatan pembekalan anak-anak jalanan

    Foto : Agris Wistrijaya

    “Mereka akan dibina secara mental, rohani, spiritual dan juga pendidikan sesuai dengan umur mereka dan akan di jadwalkan selama 1 tahun berada di Jogjakarta”, ungkapnya.

    Plt. Sekertaris Dinas Sosial juga menyebutkan bahwa rencananya di program ini akan diberangkatkan 2 gelombang, gelombang pertama akan diberangkatkan pada hari sabtu sebanyak 20 orang Wamena-Jayapura dengan trigana dan Jayapura-Jogjakarta menggunakan maskapai Sriwijaya dan gelombang kedua sebanyak 30 anak akan diberangkatkan minggu depan.

    “Nantinya disana akan ada penandatanganan MOU antara Pemda Jayawijaya yang akan di hadiri langsung oleh Bupati Jayawijaya dan yayasan tempat binaan di Jogjakarta, ” Ucapnya.

    Ibu sekertaris Indrawati Malino juga katakan bahwa Dinas Sosial sudah mendata sebagian anak-anak jalanan kurang lebih 315an anak, tetapi dengan adanya program ini pihaknya telah berkonsolidasi dengan ketua-ketua komunitas dan diperkirakan akan bertambah karena sudah beberapa komunitas yang sudah melaporkannya ke Dinas Sosial.

    Menurutnya, selama ini Dinas Sosial sudah memberikan penyuluhan dan bantuan kepada beberapa anak-anak jalanan walaupun belum terjangkau kepada seluruh anak-anak, tetapi melalui Program Pembinaan ini diyakini dapat membantu dan memberikan dampak yang positif bagi anak-anak jalanan.

    “Kami sudah mulai menghimpun ketua-ketua komunitas untuk kami buat suatu gebrakan dan salah satu gebrakan yang dibuat di program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya adalah membuat program pembinaan anak-anak jalanan di Jogjakarta, ” Jelasnya.

    Ibu Indrawati juga mengatakan bahwa tahun 2025 ini akan memberangkatkan 50 anak, dan untuk tahun depan akan disesuaikan dengan anggaran tahun depan tetapi juga disesuaikan dengan Sumber Daya Kabupaten Jayawijaya serta akan dikonsultasikan kembali dengan Bupati Jayawijaya.

    Lanjut kata ibu sekertaris bahwa dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat merangkul semua komunitas yang ada sehingga tidak ditemukan lagi anak-anak yang hidup dijalanan melainkan mereka ada sekolah-sekolah maupun lembaga-lembaga  pendidikan yang lainnya.

    “Yang kami berangkatkan ke jogjakarta ini bukan hanya anak-anak yang dari Kabupaten Jayawijaya saja tetapi ada beberapa anak-anak dari Kabupaten lain yang memang hidup di kota wamena, kami rangkul dan ada yang ikut juga dalam rombongan ke jogjakarta,” Tuturnya. (AgW/AR)

  • Nama-nama Honorer K2 Pemda Jayawijaya dalam waktu dekat akan segera diumumkan

    Nama-nama Honorer K2 Pemda Jayawijaya dalam waktu dekat akan segera diumumkan

    Wamena – Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP didampingi Kepala BKDPSDM Pius Wetipo dan Anggota DPRD Yomi Kogoya menemui berberapa perwakilan honorer K2 di Sasana Wio Kantor Bupati, Kamis 19 Juni 2025.

    Pertemuan anatara Wabup Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP, Plt. Kepala BKDPSDM Pius Wetipo, anggota DPRD Jayawijaya Yomi Kogoya dan beberapa honorer K2 Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Agris Wistrijaya

    Dalam agenda pertemuan tersebut, para Honorer menuntut kejelasan tentang nasib yang selama ini mereka tunggu-tunggu hingga saat ini mereka menunggu kejelasan mengenai SK honorer K2 yang sampai saat ini belum diumumkan.

    Wabup Jayawijaya dalam pertemuan tersebut menegaskan bahwa nama-nama yang sudah diumumkan beberapa waktu lalu sebagian bukan merupakan honorer sesungguhnya di Kabupaten Jayawijaya.

    “Saat ini kami sedang melakukan kroscek mana saja honorer yang benar-benar mengabdi dan mana nama-nama yang bukan honorer, setelah itu tidak lama lagi akan segera diumumkan pada waktu dekat, ” Ucapnya.

    Wabup juga mengatakan bahwa proses K2 masih akan melewati beberapa tahapan, setelah dilakukan kroscek atau verifikasi kembali data-data K2 tersebut maka akan di laporkan kembali ke Bupati Jayawijaya untuk persiapan Tes CAT dan kemudian Pemberian SK.

    Disamping itu, Kepala BKD Pius Wetipo mengatakan bahwa honorer yang memang benar-benar kerja namanya tetap akan ada di dalam 600 tersebut, tetapi untuk yang tidak honorer akan ditinjau kembali.

    “Akan ada pertemuan atau koordinasi antara Bupati, Wakil Bupati dan Kepala-Kepala OPD untuk menentukan nama-nama honorer yang benar dan tidak kemudian akan menyurat ke BKN untuk melakukan Verval Verifikasi dan Validasi kemudian uji kompetensi (CAT) dan selanjutnya di Menpan RB untuk melakukan penetapan NIP, “ucap Pius Wetipo.

    Sementara itu anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya Yomi Kogoya  juga memberikan tanggapan mengenai nasib Honorer K2 yang sudah lama menanti jawaban kepastian dari Pemerintah.

    Wabup Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP dan Plt. Kepala BKDPSDM Kabupaten Jayawijaya Pius Wetipo

    Foto : Agris Wistrijaya

    “Tugas kami sebagai DPRD akan terus mengawal honorer K2 ini hingga mereka diberikan SK K2, semoga Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya bisa menjawab segera dalam waktu dekat ini” pungkasnya.

    Menurutnya, Pemda Jayawijaya Harus lebih jeli melihat hal ini, karena akan ada dampak-dampak yang terjadi tetapi harus melihat honorer K2 yang direvisi tersebut harus benar-benar yang mengabdi di Pemda Kabupaten Jayawijaya. (AgW/AR)

  • Bupati Jayawijaya hadir pada acara Penamatan dan Pengutusan Siswa Kelas II Sekolah Teologia Atas Injili Damai Wolo

    Bupati Jayawijaya hadir pada acara Penamatan dan Pengutusan Siswa Kelas II Sekolah Teologia Atas Injili Damai Wolo

    Wamena – Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H.,M.H didampingi Pimpinan OPD hadir dalam Penamatan siswa /I Kelas III dan Pelepasan Siswa /I  Praktek kelas II  Sekolah Teologia Atas Injil Dalam Wolo, di Distrik Wolo, Rabu, (18/06/25).

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H.,M.H yang hadir bersama beberapa pimpinan  OPD dalam sambutannya memberikan apresiasi atas komitmen para psiswa/siswi yang berkomitmen untuk menjadi Murid kristus.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H.,M.H saat memberi

    Foto : Imanuel Sawaki

    Lanjut Bupati dalam sambutannya, juga menjelaskan bahwa Melihat situasi jalan yang ada di sepanjang jalan menuju Wolo, dirinya menjelaskan jalan antar Kabupaten menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi sehingga dirinya akan mendorong Pemerintah Provinsi agar dapat memperhatikan ruan-ruas jalan yang ada, sehingga Pemerintah Kabupaten akan fokus di ruas-ruas jalan yang dapat dikerjakan yaitu yang masuk dalam ruas Kabupaten.

    “Saya tidak suka berjanji iman, tetapi apa yang  bisa dilakukan, maka saya punya hati, kami anak gereja dan kami ingin untuk semua yang bisa sesuai kemampuan Pemerintah Daerah yang ada kita wujudkan semua tidak hanya 1 organisasi tetapi semua organisasi yang ada di Pemerintah Jayawijaya  ” tegas Bupati.

    Selain itu Bupati juga menjelaskan bahwa dengan dirinya hadir langsung di masyarakat sehingga dapat melihat langsung keluhan masyarakat sehingga dapat mewujutkan tanggung jawab pemerintah terkait kesejahteraan masyarakat dalam bidang perekonomian maupun pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

    Para Siswa-siswi yang telah ditamatkan

    Foto : Imanuel Sawaki

    Selanjutnya Bupati Jayawijaya mengucapkan selamat dan bangga kepada para Siswa- siswi dan berpesan “Jika Tuhan memanggil kalian untuk bekerja diladangnya, Pergilah menjadikan semua bangsa murid Tuhan selamatkan Jiwa-jiwa mereka dan jiwa-jiwa muda yang terjerumus  didalam jalan-jalan yang sesat ajaklah dengan bahasa Tuhan Untuk membawa Mereka Kehadirat Tuhan dan Hidup layak sebagaimana  yang sudah difirmankan ”.

    Bupati mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan berusaha untuk berkolaborasi bersama-sama dengan pihak Gereja, dan masyarakat untuk  mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

    Diakhir sambutannya, Bupati menyerahkan bantuan sebesar 30 juta Rupiah kepada Pihak Sekolah. (IS/AW)

    Bupati saat menyerahkan bantuan  kepada Pihak Sekolah

    Foto : Imanuel Sawaki

  • Pemda Jayawijaya dukung Pelantikan BAMAG Papua Pegunungan

    Pemda Jayawijaya dukung Pelantikan BAMAG Papua Pegunungan

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Asisten II Sekda Lekius Jikwa, S.Pd.,M.Si hadir dalam Pelantikan Pengurus Badan Musyawarah antar Gereja Bersakala Nasional (BAMAGNAS), Selasa 17 Juni 2025.

    Pelantikan pengurus BAMAG Papua Pegunungan oleh Pengurus BAMAG Pusat dan di saksikan oleh Pemerintah Daerah

    Foto : Agris Wistrijaya

    Dalam Pelantikan tersebut, Asisten II Sekda mewakili Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memberikan sambutan Bupati Jayawijaya dan memberikan selamat kepada seluruh pengurus yang dilantik serta menyatakan kesiapan pengurus untuk memegang Jabatan masing-masing sesuai dengan tugas dan tanggungjawab sesuai visi misi BAMAGNAS.

    Asisten II Sekda Lekius Jikwa menuturkan bahwa BAMAG Nasional ini merupakan forum untuk mempererat hubungan antar Gereja dan masyarakat dan memiliki peran penting dalam membangun keharmonisan dan kerja sama antar umat Kristen.

    “diketahui BAMAG juga memiliki peran penting dalam kemasyarakatan diluar lingkup kerja, dimana sesuai dengan tema saat ini yakni menjadi mitra yang aktif dan bersinergi dengan Pemerintah dalam membangun masyarakat Papua Pegunungan yang rukun, damai, adil dan sejahtera,” pungkasnya.

    Lekius Jikwa juga berharap dengan adanya pelantikan pengurus BAMAG Papua Pegunungan ini diharapkan benar-benar mampu menjadi salah satu Organisasi yang menginspirasi bukan hanya di antara umat Kristen melainkan juga bagi seluruh masyarakat Papua Pegunungan di beranekaragaman kehidupan beragama.

    “Saya harap kerukunan diantara masyarakat tetap terjaga, karena merupakan salah satu factor penting dalam berjalannya sistem kepemerintahan terutama dalam pengambilan kebijakan demi pemerataan pembangunan,”ucapnya.

    Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan selalu memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program BAMAGNAS dengan terus membuka ruang dialog atau diskusi serta kolaborasi yang diharapkan dapat memperkuat kehidupan beragama dan sosial kemasayarakatan di Kabupaten Jayawijaya dan tentunya Papua Pegunungan.

    “selamat dan sukses untuk pengurus yang baru, teruslah berkarya dalam pelayanan ini, dan tentunya menjadi mitra kerja Pemerintah Daerah dalam menjaga kerukunan dan stabilitas masyarakat Papua Pegunungan,” tutupnya. (AgW/AW)

  • Gereja Katolik Kristus Jaya mendapat bantuan 2 milyar dari Pemkab Jayawijaya

    Gereja Katolik Kristus Jaya mendapat bantuan 2 milyar dari Pemkab Jayawijaya

    Gereja Katolik Kristus Jaya Wamena mendapatkan bantuan sebesar 2 Milyar dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H pada hari sabtu mengungkapkan sumbangan ini merupakan bentuk dukungan Pemda Jayawijaya untuk pembangunan Gedung Gereja Katolik Kristus Jaya yang mulai dibangun sejak tahun 2017.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H ketika menyerahkan dana hibah sebesar Rp. 2 miliar untuk pembangunan Gereja Katolik Kristen Jaya Wamena yang diterima ketua panitia pembangunan.

    Foto : Istimewa

    “Pemberian ini merupakan dukungan awal dalam pembangunan gedung gereja Katolik Kristus Jaya, semoga proses pembangunannya cepat rampung hingga benar-benar selesai, ” kata Bupati Jayawijaya.

    Bupati Jayawijaya hadir dalam doa bersama dan sekaligus ikut dalam mendoakan pencanangan pembangunan menara lonceng yang merupakan satu kesatuan dalam pembangunan gedung Gereja Katolik Kristus Jaya Wamena.

    Atenius Murip mengungkapkan bahwa gereja ini merupakan simbol terkenal atau landmark Papua Pegunungan sehingga diharapkan pembangunan cepat selesai dan digunakan oleh umat Katolik di wilayah Pegunungan.

    Ia juga berharap dalam penyelesaian pembangunan Gereja Katolik Kristus Jaya Wamena turut serta anak-anak daerah yang berada di pemerintahan baik kabupaten maupun provinsi harus dapat membantu pembangunannya.

    Menurutnya, setiap pemimpin harus memiliki hati dan keinginan untuk bersama-sama dengan warga baik dari Kingmi, Kemah Injil, Katolik, GIDI, Baptis serta 17 denominasi gereja di daerah ini ikut berpartisipasi dalam pembangunan tempat-tempat ibadah.

    “Beberapa waktu lalu kami ikut mendukung pembangunan Gereja Baptis di depan Kodim 1702 Jayawijaya dengan 100 sak semen dan saat ini Rp. 2 miliar untuk Gereja Katolik Kristus Jaya,  Semoga bantuan ini menjadi penghubung yang baik antara pemerintah dan gereja,” katanya.

    Lanjut kata Bupati Jayawijaya bahwa dukungan bantuan pembangunan Gereja Katolik Kristen Jaya Wamena dari Pemkab Jayawijaya sebesar Rp. 2 miliar menjadi dasar untuk proses pembangunan selanjutnya.

    “bantuan dari pemda Jayawijaya ini sebagai dasar, berkat yang Tuhan alirkan melalui setiap anak daerah untuk dapat menyelesaikan pembangunan Gereja Katolik Kristus Jaya Wamena yang kita sebut sebagai simbol terkenal atau landmark dari Papua Pegunungan,” pungkasnya. (AgW/MM)

  • Wabup Ronny Elopere, S.IP.,M.KP membuka Kegiatan SMDU GBI Papua Pegunungan

    Wabup Ronny Elopere, S.IP.,M.KP membuka Kegiatan SMDU GBI Papua Pegunungan

    Wamena – Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP hadir dalam Pembukaan Sidang Majelis Daerah Umum (SMDU) Gereja Bethel Indonesia (GBI) Badan Pengurus Daerah (BPD) Papua Pegunungan Daerah yang di laksanakan di GBI Alfa Musaima, Kamis (12 Juni 2025).

    Dalam kegiatan tersebut, Wabup Jayawijaya membuka kegiatan dan sekaligus memberikan Sambutan di depan para Hamba-Hamba Tuhan dan Peserta Sidang Majelis Daerah dari berbagai Gereja GBI yang ada di Wilayah Papua Pegunungan.

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP hadir dalam Pembukaan Sidang Majelis Daerah Umum (SMDU) Gereja Bethel Indonesia (GBI) Badan Pengurus Daerag (BPD) Pegunungan Daerah

    Foto : Agris Wistrijaya

    Selain itu Wabup juga memberikan ucapan selamat datang di Kabupaten Jayawijaya kepada Badan Pengurus Pusat GBI Pdt. Prof. Dr. Fransiskus Irwan Widjaya, MAIE, M.Mis, ph.D. yang merupakan Wakil Sekertaris Umum Badan Pusat GBI, dan Pdt. Dr Naftali Untung sekertaris 2 BPP GBI, yang berkenan hadir bersama-sama dalam SMDU GBI Papua Pegunungan. “dengan kehadiran para utusan dari Gereja Pusat sangat berarti untuk berbagi pengalaman dalam pelayanan bagi daerah ini” ucapnya.

    Wabup Jayawijaya mengatakan bahwa Gereja di masa sekarang memiliki peran yang beragam dan juga penting, meliputi pemberitaan injil, pelayanan sosial, pendidikan, pengembangan rohani, dan partisipasi dalam pembangunan masyarakat. Gereja juga sangat berperan penting dalam menjaga kerukunan antar umat beragama, mengajarkan nilai-nilai perdamaian, dan menjadi contoh dalam hidup rukun” katanya.

    Menurutnya,  melalui kegiatan SMDU ini yang merupakan wadah pertemuan bagi para pejabat GBI di seluruh wilayah Papua Pegunungan, diharapkan dapat menjadi momen untuk bertukar pikiran dan mengevaluasi pelayanan, serta peran Gereja yang selama ini telah dilaksanakan. terlebih khusus dengan melihat kondisi daerah beberapa waktu terakhir ini, yang mengganggu keamanan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh Wilayah Papua Pegunungan.

    “sebagai mitra Pemerintah, saya mengajak Gereja untuk bersama-sama memikirkan solusi terbaik untuk bersama-sama menghadapi persoalan daerah, dengan memberikan masukan kepada Pemerintah, maupun terus meningkatkan pelayanan rohani kepada masyarakat, melalui berbagai kegiatan rohani yang melibatkan peran serta masyarakat, dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan serta kesejahteraan di lingkungan tempat tinggal masing-masing” kata Wabup.

    Pada Kesempatan itu, Wabup juga memberikan pesan dan kesan agar jangan mudah terprofokasi dan menjadi penyebar berita-berita yang belum tentu kebenarannya, tetapi hendaknya bersama-sama terus mendoakan kesejahteraan daerah ini.

    “Supaya masyarakat dapat tetap bekerja, beraktifitas serta melayani dengan aman dan nyaman. Saya ajak kita semua untuk bersama-sama mendukung program Pemerintah Daerah dalam membangun daerah ini, khususnya mensukseskan pelayanan di bidang kerohanian, untuk kepentingan seluruh masyarakat di Wilayah Papua Pegunungan,” tuturnya. (AgW/AW)