Category: Berita

  • FGD Pengelolaan Sub Domain 13 OPD Tahun 2024

    FGD Pengelolaan Sub Domain 13 OPD Tahun 2024

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika mengadakan Forum Grup Diskusi (FGD) mengenai Pengelolaan Sub Domain pada 13 OPD di lingkungan Kabupaten Jayawijaya, Kamis (03/10/24).

    Dalam Forum tersebut hadir 13 OPD Kabupaten Jayawijaya diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BAPPEDA, Sekretariat Daerah, BPKAD, Inspektorat, Dinas NAKERINDAG, DPMK & PTSP, DISKOMINFO, DISDUKCAPIL, Dinas PUPR, BKDPSDM, Dinas Pendidikan dan BPBJP.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Arklaus Windesi, S.Sos, M.Si mengungkapkan bahwa tujuan dari forum ini  adalah untuk melaksanakan tindak lanjut pengelolaan Sub Domain pada 13 OPD di lingkungan Kabupaten Jayawijaya.

    Forum Grup Diskusi (FGD) mengenai Pengelolaan Sub Domain pada 13 OPD di lingkungan Kabupaten Jayawijaya.

    Foto : Brian Windesi

    Diungkapkan oleh Kadis Kominfo bahwa dari 13 OPD ini belum maksimal dalam pengelolaan Sub Domain, maka dari itu setiap admin dari 13 OPD  dapat mengecek kendala yang dihadapi.

    “Rencana ke depan kami akan membangun sub domain dari beberapa Distrik dan Puskesmas yang belum ada sub domain” ungkap Kadis Kominfo.

    “Manfaat dari pengelolaan Sub Domain ini adalah setiap kegiatan yang ada di OPD masing-masing dapat dipublikasikan ke dalam sub domain tersebut, sehingga setiap kendala dapat diatasi bersama” katanya.

    Kadis Kominfo juga mengatakan bahwa terkait ketersediaan jaringan pada setiap OPD masih terbatas, tetapi akan diupayakan dalam penginputan konten berita di Sub domain masing-masing.

    Selain itu, setiap admin OPD dapat berkonsultasi dalam penginputa berita tersebut di Dinas Kominfo.  (AgW/FE)   

  • Sampah Menumpuk Tidak pada Tempatnya, Plt.Sekda Jayawijaya Tinjau TPA

    Sampah Menumpuk Tidak pada Tempatnya, Plt.Sekda Jayawijaya Tinjau TPA

    WAMENA – Pelaksana Tugas Sekda Jayawijaya, Pilatus Lagowan, terjun langsung ke lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Distrik Pisugi untuk melihat langsung kondisi TPA utama itu, pada Kamis (3/10/2024).

    Cap : Plt.Sekda Jayawijaya, Pilatus Lagowan, SE, saat meninjau lokasi TPA di Pisugi

    Foto : vina Rumbewas

    Hal ini dilakukan setelah mendapat laporan langsung dari masyarakat setempat yang resah akibat sampah yang mulai menumpuk di pinggiran jalan sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu pengguna jalan yang melintas.

    Saat melihat langsung kondisi TPA terungkap bahwa kondisi jalan di dalam area TPA sering berlumpur saat turun hujan sehingga armada kebersihan sering terjebak dilokasi TPA saat mengangkut sampah, hal ini menyulitkan petugas untuk masuk ke area TPA.

    Cap : Plt.Sekda Jayawijaya, Pilatus Lagowan, SE, saat meninjau lokasi TPA di Pisugi

    Foto : vina Rumbewas

    “Akses jalan di dalam lokasi TPA yang hanya ditimbun tanah dan sampah, mengakibatkan truk-truk terjebak lumpur dan rusak bahkan menghalangi jalan masuk. Beberapa truk sampah terpaksa harus membuang sampahnya di pinggir jalan utama yang menghubungkan beberapa distrik,” ungkap sekda.

    Lanjutnya, untuk itu pemerintah akan segera menggerakkan alat berat untuk memindahkan sampah menggunung yang ditampung di pinggir jalan utama agar tidak menganggu warga sekitar.

    Plt.Sekda Jayawijaya, Pilatus Lagowan, SE, saat meninjau lokasi TPA di Pisugi

    Foto : vina Rumbewas

    Pengeseran sampah yang akan dilakukan membutuhkan 200 liter BBM, sehingga saat meninjau TPA Plt.sekda tidak hanya didampingi Dinas Lingkungan Hidup tetapi juga bersama perwakilan Disnakerindag Kabupaten Jayawijaya

    “Kita perlu menimbun jalan menggunakan pasir dan batu (sirtu) oleh sebab itu OPD terkait bisa datang untuk peningkatan penimbunan. Kalau tidak, kita akan lakukan berbagai upaya untuk lakukan penimbunan supaya akses bagus agar kendaraan tidak mengalami hambatan seperti tiga truk yang terjebak lumpur di TPA,” ungkapnya.

    Petugas TPA Pisugi, Wilson Hubi mengatakan volume sampah yang ditangani di TPA meningkat cukup besar, baik di pusat perumahan warga maupun di pasar-pasar.

    “Pemerintah Daerah dan Provinsi harus upayakan untuk jalan masuk. Dahulu di dalam TPA itu ada zona-zona pembuangan sampah tetapi setelah pemekaran, ada pembuangan di sini sehingga macet lagi,” (AW/vin).

  • Tim BPS Melakukan Pembinaan Desa Cinta Statistik ( Desa CANTIK ) Pada Kampung Kama Distrik Wesaput Kabupaten Jayawijaya

    Tim BPS Melakukan Pembinaan Desa Cinta Statistik ( Desa CANTIK ) Pada Kampung Kama Distrik Wesaput Kabupaten Jayawijaya

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam hal ini, Badan Pusat Statistik bersama Dinas komunikasi dan Informatika Kabupaten Jayawijaya melakukan kegiatan Pembinaan Data Stastistik Sektoral, dan yang menjadi Desa percontohan dalam kegiatan Pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa CANTIK) adalah kampung/desa Kama, Distrik Wesaput Kabupaten Jayawijaya. (Kamis,03 Oktober 2024).

    Tim BPS Melakukan Pembinaan Desa Cinta Statistik ( Desa Cantik )

    Foto : Brian Windesi

    Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Jayawijaya, Arther Ludwig Purmiasa, SP. dalam wawancaranya mengungkapkan terkait kegiatan Desa Cinta Statistik ( Desa CANTIK ) “ Pembinaan Desa Cinta Statistik ini, merupakan satu program BPS. Didalam Pembinaan Data Statistik Sektoral, berdasarkan UU No. 16 Tahun 1997 terkait dengan Statistik dan perpanjangan dari Keputusan Presiden No. 39 tahun 2019 dimana tentang Satu Data Indonesia. Terkait dengan Pembinaan Desa cinta statistik ini dipilih distrik wesaput desa/kampung kama sebagai desa yang di tetapkan dalam pembinaan statistik di level kampung, hal ini bertujuan untuk mendapatkan data-data statistik mulai dari Kampung ke Distrik kemudian ke kabupaten yang mana nanti didalam pelaksanaannya, kegiatan Pembinaan Desa Cinta Statistik ini akan ditingkatkan levelnya, mulai dari desa yang sudah berkembang dan mulai berkembang, desa maju, desa mandiri kemudian sampai nanti dilevel nasional dan itu ada diperlombakan ditingkat nasional antar desa-desa yang sudah mendapatkan pembinaan dari BPS. Oleh sebab itu dalam hal ini, BPS Kabupaten Jayawijaya memilih desa kama dan ini diusulkan ke pusat dan ditetapkan berdasarkan Keputusan Badan Pusat Statistik untuk desa kama ini ditetapkan sebagai desa Pembinaan Desa Cinta Statistik. Ini terkait dalam hal Pembinaan Statistik Sektoral dilevel Kabupaten, dimana sesuai dengan tujuan dari Pembinaan Statistik Sektoral yaitu untuk mendapatkan Index Pelaksanaan Statistik dilevel kabupaten yaitu nilai IPSnya. Untuk sementara karena ini sudah berlangsung nilai IPS (Index Pelaksanaan Statistik) kita yaitu 1,5 sekian dan ini masih dalam penetapan-penetapan kedepan. Jadi hal ini berkelanjutan, bukan hanya disaat ini yang kita laksanakan Pembinaan Desa Cinta Statistik, tetapi ini berkelanjutan. Nah terkait dengan permintaan kepala Distrik Wesaput, terkait untuk jangan hanya kampung kama saja, tetapi ada desa-desa lain yang juga didalam Distrik Wesaput dilibatkan. Dan memang harapan kami, desa-desa yang lain juga akan mendapatkan pembinaan dari BPS Kabupaten Jayawijaya, namun karena keterbatasan kita didalam pelaksanaan maka satu desa dulu kita lakukan pembinaan. Kemudian data-data yang kita input ini, kita lihat dari desa-desa atau kampung-kampung itu kan sebenarnya sudah ada data-data Monografi Desa. Nah Monografi ini, kalo kita lebih cermati lebih kedalam bahwa data-data ini masih kosong, apakah entah dalam pengumpulan datanya atau masih belum optimal, sehingga kita membutuhkan penetapan sebagai Agen Statistik dikampung yang bekerja tugasnya untuk mengumpulkan data-data baik angka kelahiran, kematian, penduduk yang pindah, potensi-potensi yang ada dikampung, didalam pengembangan ekonomi kerakyatan. Nah data-data ini kan penting didalam meningkatkan desa itu menjadi desa kemandirian. Nah oleh sebab itu peranan dari Aparat kampung, Kepala kampung sangat dibutuhkan didalam menopang Agen Statistik, karena Agen Statistik ini akan dibina lebih lanjut didalam pengumpulan data-data yang ada dikampung tersebut “.

    Tim BPS Melakukan Pembinaan Desa Cinta Statistik ( Desa Cantik )

    Foto : Brian Windesi

    Harapan dari aparat kampung kama, Terkait dengan data statistik ini sangat bagus, kendala kami di kampung saat ini mengenai data itu sangat kurang sehingga kami berharap untuk BPS agar selalu meningkatkan pembinaan ini, dan dilakukan secara rutin sehingga kami bisa memahani mengenai cara mengumpulkan data dan mengolah data-data.

    Lanjut ungkap Kepala BPS Jayawijaya, “ Dari BPS Kabupaten Jayawijaya mengharapkan kegiatan ini berkelanjutan, namun kalau berbicara berkelanjutan itu kan semuanya ada program-program pembinaan dibarengi dengan anggaran-anggaran yang harus menopang kegiatan tersebut. Penting disini artinya kami perlu dukungan dari Pemerintah Daerah untuk lebih meningkatkan pembinaan-pembinaan dilevel yang lebih luas, bukan hanya terbatas disatu kampung saja, tetapi bisa disemua 40 Distrik disemua 328 Kampung di Kabupaten Jayawijaya “. Kamis, 03/10/2024 (AW/BW).

  • Jelang Pilkada, Pj Bupati Jayawijaya Gelar Rakoor Bersama Penyelenggara dan TNI/Polri

    Jelang Pilkada, Pj Bupati Jayawijaya Gelar Rakoor Bersama Penyelenggara dan TNI/Polri

    WAMENA – Tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah di Jayawijaya mulai bergulir mulai dari pendaftaran ke KPU, Pencabutan Nomor urut, hingga dimulainya Tahapan Kampanye. Terkait ini, Pemerintah Jayawijaya gelar pertemuan bersama para penyelenggara, baik KPU dan Bawaslu maupun Perwakilan TNI/Polri, Forum Kerukunan Umat Beragama dan Persekutuan Gereja-Gereja Jayawijaya.

    Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Bupati, lantai dua Kantor Bupati Jayawijaya, Kamis (26/9/2024), membahas seputar persiapan, tahapan, hingga kekuatan pengamanan menjelang dan setelah hari pencoblosan pada 27 November nanti.

    Pemda Jayawijaya Gelar Rapat Koordinasi Jelang Pilkada

    Foto : Vina Rumbewas

    “Kami minta proses ini bisa berjalan lancar, aman sesuai jadwal yang sudah ditetapkan sehingga Pilkada berjalan baik,” ungkap Penjabat Bupati Jayawijaya Thony M.Mayor, kepada wartawan usai memimpin rapat.

    Penjabat bupati menghimbau agar masyarakat Jayawijaya dapat ikut wujudkan keamanan selama proses pesta demokrasi ini berlangsung.

    Aparat Keamanan juga diminta untuk menindak tegas kelompok-kelompok yang sengaja membuat kekacauan di Jayawijaya.

    “Sebagai Pemerintah Daerah, Kami terus bangun koordinasi dengan aparat untuk mencari solusi pengamanan daerah sehingga kami harapkan jangan sampai pilkada ini ada masalah yang mengganggu aktivitas masyarakat Jayawijaya,” ujarnya.

    Selain itu, Pj. Bupati juga mengingatkan ASN di lingkungan Pemda Jayawijaya agar tidak terlibat secara langsung dalam politik praktis salah satunya ikut berkampanye.

    “Kalau ASN hadir untuk mendengarkan visi dan misi itu tidak masalah,” pungkasnya. (VIN/AW).

  • Pj. Bupati Jayawijaya hadiri pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil

    Pj. Bupati Jayawijaya hadiri pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil

    WAMENA – Penjabat Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor,S.Pd.,MM Bersama Rombongan hadir dalam pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil di distrik Wesaput, jumat, ( 27 September 2024)

    Pj. Bupati Jayawijaya saat memberikan sambutannya dalam pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil

    Foto : Imanuel Sawaki

    Pj. Bupati Jayawijaya dalam sambutannya menjelaskan bahwa  8% anggaran dari dana kampung yang ada telang dialokasikan utnuk memberikan makanan tambahan yang bertujuan unutk menurunkan angka stanting.

    Pada kesempatan itu, Pj. Bupati juga menjelaskan bahwa stanting adalah gejala pertumbuhan anak yang tidak normal.sehingga pemerintah lewat OPD terkait telah bekerja untuk menekan angka stanting di Jayawijaya agar anak-anak Jayawijaya dapat tumbuh Sehat, untuk itu beberapa hal yang menjadi perhatian yang harus diperhatikan yaitu pola makan  yang baik dan pengolahan makanan yang baik.

    Selanjutnya Pj. Bupati juga menyampaiakan dan mengingatkan masyarakat bahwa Kabupaten Jayawijaya masuk dalam katagori Kemiskinan extrim, tetapi pj.Bupati berpesan agar masyarakat jangan menurunkan derajatnya sehingga masuk dalam kategori miskin extrim hanya untuk mendapatkan BLT dari Pemerintah

    “ Orang yang miskin itu tidak punya tanah untuk berkebun ini  tanah luas-luas baru bilang miskin, tanah subur lagi ini kita menyangkat=l berkat Tuhan, Tuhan sudah berikan tanah kita yang agung lmbah Baliem ini subur  kita taru bibit tanaman saja langusng tumbuh “ Tegas Pj.Bupati Thony M.Mayor,S.Pd.,MM

    Lanjut Pj, Bupati agar masyarakat dapat mengelolah tanah dengan baik sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat, dan kepada Kepala Kampung, Pj, Bupati berpesan agar dana kampung dapat digunakan dengan baik agar dapat mendukung kelompok-kelompok tani yang ada agar dapat meningkatkan ekonomi di Jayawijaya dan mencegah Stanting

    Pj. Bupati bersama Plt. Sekda, Pilatus Lagowan saat memberikan makanan Tambahan Kepada Anak-anak distrik Wesaput

    Foto : Imanuel Sawaki

    Menutup Sambutannya, Pj. Bupati berpesan kepada masyarkat Jayawijaya, khususnya di distrik Wesaput agar dapat menjaga keamanan, karena siapapun yang terpilih dalam PEMILUKADA adalah keluarga kita bersama, dan selain itu juga terjadi keamanan yang tidak kondusif akan berdampak juga kepada Perekonomian di kabupaten Jayawijaya. (farida E.F/Man)

  • Pj. Bupati Hadiri Persemaian dan Penanaman Padi di Kampung Pugima, Distrik Walelagama

    Pj. Bupati Hadiri Persemaian dan Penanaman Padi di Kampung Pugima, Distrik Walelagama

    Wamena, Pj. Bupati Jayawijaya, Thony M. Mayor,S.Pd.,MM hadir dalam persemaian dan Penanaman Padi di Kampung Pugima, Distrik Walelagama, Selasa (24 September 2024).

    Pj. Bupati Jayawijaya,Thony M. Mayor,S.Pd.,MM Saat Persemaian Bibit Padi

    Foto : Imanuel Sawaki

    Pj. Bupati dalam Sambutannya menjelaskan bahwa dirinya sangat tidak sepakat  jika Kabupaten Jayawijaya tergolong dalam kategori Miskin Ekstrim, menurutnya Masyarakat Jayawijaya bukanlah masyarakat yang miskin ekstrim, karena masyarakat Jayawijaya masih memiliki tanah untuk berkebun.

    “Jangan hanya mau dapat bantuan 10 Kg Beras  semua turunkan derajat bilang miskin, sama dengan kita menghina kebesaran Tuhan, berkat-berkat Tuhan yang selama ini dikasih di Tanah Papua Khusus Kita di Lembah Agung Lembah Baliem” Tegas Pj. Bupati Thony M. Mayor,S.Pd.,MM.

    Selanjutnya,  Pj. Bupati Menjelaskan bahwa Kabupaten Jayawijaya pernah mengalami era Swasembada Beras dan Masyarakat Jayawijaya pernah merasakan Beras Asli hasil ladang  Masyarakat Jayawijaya sendiri.

    Selain itu, Pj. Bupati juga menyayangkan masyarakat yang meninggalkan kebunnya karena bantuan-bantuan sosial yang diberikan, padahal jika dibandingkan, Jayawijaya memiliki hasil Kebun yang lebih Subur dan bergizi tanpa bahan pupuk.

    Pj. Bupati Jayawjiaya saat menanam Padi di Distrik Walelagama

    Foto : Imanuel Sawaki

    Selain itu menurut Pj. Bupati Masyarakat Jayawijaya Miskin akan Pengetahuan dan Pendidikan, tetapi jika kita bersekolah dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, tentunya masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan kita khususnya usaha dalam bidang pertanian. (IS/FE)

  • PEMKAB Jayawijaya Melakukan Kegiatan Wirausaha Yang Melibatkan Anak Usia Muda OAP

    PEMKAB Jayawijaya Melakukan Kegiatan Wirausaha Yang Melibatkan Anak Usia Muda OAP

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Jayawijaya melakukan Kegiatan Pelatihan Wirausaha Muda Pemula Tahun 2024 yang di khususkan untuk Anak Usia Muda Orang Asli Papua. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SD Athahiriyah Yapis Wamena, Senin (23/09/24).

    Pemkab Jayawijaya Melakukan Kegiatan Wirausaha Yang Melibatkan Anak Usia Muda Oap

    Foto : Brian Windesi

    Dalam Sambutan PJ Bupati Jayawijaya yang diwakili oleh Assisten 1 Setda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP mengatakan “ pertama-tama, saya mengajak kepada kita sekalian untuk bersama-sama memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas Rahmat dan Anugerah-nya sehingga kita sekalian masih diberi kesehatan serta kesempatan, untuk dapat hadir dalam acara pembukaan Pelatihan Wirausaha Muda Pemula Kabupaten Jayawijaya Tahun 2024, yang diselenggarakan oleh Dinas Olahraga Dan Pemuda Kabupaten Jayawijaya. Atas nama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penyelenggaraan kegiatan ini, yang memberi kesempatan kepada kaum muda di Kabupaten Jayawijaya, untuk dapat belajar mandiri melalui dunia usaha. Diharapkan pelatihan ini dapat benar-benar memberikan pengaruh dan dampak yang positif, baik kepada peserta sendiri, maupun kepada Kabupaten Jayawijaya secara umum, menjadikan masyarakat Jayawijaya lebih mandiri dan sejahtera. Wirausaha muda pemula merupakan wirausahawan berusia muda, yaitu antara 16 hingga 30 tahun, yang sedang merintis usahanya, menuju wirausaha mapan. Salah satu syarat menjadi wirausaha muda, yang sangat menjadi perhatian saat ini adalah bukan merupakan PNS. Hal ini sangat menarik, dimana mengajarkan anak usia muda untuk dapat berusaha sendiri, atau berdikari untuk menciptakan kemandirian dan kesejahteraan pribadi maupun keluarga. Lanjut Beliau menuturkan bahwa, “ Perlu kita pahami bahwa pengembangan kewirausahaan merupakan salah satu program Pemerintah Pusat, dalam rangka mencapai sasaran rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang nasional, guna meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi, iklim usaha dan daya saing serta memperluas kesempatan kerja. Untuk itu, Presiden Republik Indonesia menetapkan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang pengembangan kewirausahaan nasional, yang juga ditujukan kepada wirausaha pemuda.”

    Pemkab Jayawijaya Melakukan Kegiatan Wirausaha Yang Melibatkan Anak Usia Muda Oap

    Foto : Brian Windesi

    Untuk itu, sekali lagi saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan Pelatihan ini, dan apresiasi juga saya berikan kepada peserta pelatihan, yang mau hadir dan memenuhi undangan ini, dimana hal ini membuktikan keseriusan para peserta untuk maju, mandiri dan sukses dalam bidang usaha.

    Pelaksanaan pelatihan ini sangat baik, untuk menambah wawasan kepada para wirausaha muda di Kabupaten Jayawijaya, sehingga mampu bersaing dengan para wirausaha senior, hingga dapat memperluas kesempatan kerja bagi sesama anak-anak muda di sekitarnya. Saya berharap kepada seluruh peserta, agar dapat serius dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, yang akan berlangsung selama 3 (tiga) hari ke depan, sehingga akan memberikan dampak yang positif bagi pengembangan kewirausahaan masing-masing peserta.

    Kepada narasumber, saya menyampaikan terima kasih karena berkenan untuk berbagi ilmu dan pengetahuannya kepada para wirausaha muda di daerah ini. Saya juga berharap, agar narasumber dapat menggunakan metode pelatihan yang mudah dipahami, sehingga materi dapat diserap dengan baik oleh setiap peserta.

    Yang terakhir, saya berharap kepada pelaksana kegiatan, yaitu dari Dinas Olahraga Dan Pemuda, untuk dapat selalu mengevaluasi hasil dari pelatihan ini, yang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk program-program tahun berikutnya, sesuai dengan tujuannya yaitu untuk membantu memaksimalkan potensi Pemuda Jayawijaya di dunia usaha. (BW/FE)

  • PJ Bupati Jayawijaya Memberikan Contoh Dan Motivasi Kepada Wirausaha Usia Muda Orang Asli Papua

    PJ Bupati Jayawijaya Memberikan Contoh Dan Motivasi Kepada Wirausaha Usia Muda Orang Asli Papua

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, melalui Dinas Olahraga & Pemuda usai melakukan kegiatan Pelatihan Wirausaha Muda Pemula Tahun 2024 yang dilaksanakan dari tanggal 24-26 September 2024, kemudian penyerahan modal awal kepada wirausaha muda-mudi OAP yang menjadi peserta kegiatan dan kemudian diserahkan dan menutup kegiatan secara resmi oleh PJ Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd., MM, Kamis (26/09/24).

    PJ Bupati Jayawijaya Memberikan Contoh Dan Motivasi Kepada Wirausaha Usia Muda Orang Asli Papua

    Foto : Brian Windesi

    Dalam sambutan PJ Bupati Jayawijaya, Thony Matius Mayor  memberikan motivasi dan contoh kepada semua peserta yang hadir dalam mengikuti kegiatan Pelatihan Wirausaha Muda Pemula tahun 2024. Tutur beliau “Kita dengar akhir akhir ini, selalu saya juga katakan kita Kabupaten Jayawijaya ini masuk dalam kategori Miskin Ekstrim, dan selalu saya membantah kata miskin, kita orang papua, siapa yang bilang kita miskin? Kita ini kaya akan potensi, yang kita miskin itu, kita masih kurang akan pendidikan, pengetahuan, itu yang dibilang kita miskin, tidak bisa mengolah sumber daya alam di lingkungan kita. Orang yang miskin itu tidak punya tanah, tidak punya tempat untuk berkebun, tidak punya tempat untuk usaha, tetapi kenyataan kita masuk dalam kategori miskin, nah… untuk itu, berbagai persoalan yang kita hadapi di Kabupaten Jayawijaya. Kita Pemerintah Programkan kegiatan-kegiatan yang bagaimana mengantisipasi hal ini, salah satu pelatihan dari Dinas Olahraga & Pemuda untuk membantu kita punya para masyarakat terutama kaum muda-mudi yang ada di Kabupaten Jayawijaya ini untuk membekali mereka dengan pengetahuan. Kita generasi muda, walaupun kita sudah berpendidikan secara formal, tetapi kalau kita lihat keadaan ini, kita masih harus perlu diisi dengan keterampilan-keterampilan, apalagi dalam bidang wiraswasta. Kita selama ini hanya maunya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), kalau Pegawai Negeri Sipil itu 30 hari baru dapat uang, tapi kalau wiraswasta setiap saat kita dapat uang. Oleh sebab itu kita butuh pengetahuan dan kita belajar dimana saja.

    Zaman sekarang sudah di permudah karena ada dana otsus untuk membantu memberikan modal untuk usaha, tetapi kalau waktu yang lalu, sangat susah sehingga kita secara mandiri berusaha untuk melihat peluang. Jadi untuk kaum muda mudi, harus melihat peluang usaha, kenapa orang dari luar bisa baru kita tidak bisa. Kita juga memiliki kendala dalam usaha yaitu dari faktor keluarga, ketika kita sudah mulai usaha kios, karena malu hati sama keluarga datang, kita buka kios dari pagi sampe sore saja, itu membuat usaha kita tidak berjalan lancar. Hal ini kita harus belajar, kita harus isi pengetahuan, untuk membedakan mana bisnis dan mana kekeluargaan. Jadi jangan pemerintah kasih modal, selama ini pemerintah ada memberikan bantuan modal dari Dinas Olahraga & Pemuda, dari Dinas PTSP, Dinas Tenaga Kerja & Perindustrian, namun ada usaha yang jalan dan ada usaha yang macet. Namun kami mengapresiasi bagi kita punya anak-anak yang sekarang ini, ada yang sudah punya Bengkel yang sudah berkembang, dan ada yang sudah punya kios. Semua ini sudah mempunyai pengetahuan, kita semua bisa terlebih dari itu kita semua manusia, Tuhan sudah memberikan kita masing-masing Hikmat, kita dapat melihat waktu orang tua kita zaman dulu, mereka mendapat hikmat dari Tuhan sehingga orang tua zaman dulu dapat menjaga kita dan melindungi kita hingga kita bisa diantar ke sekolah, kita bisa di didik hingga kita bisa ada sampai saat ini. Orang tua bisa melakukan semua itu, apalagi dengan kita yang saat ini sudah diisi dengan pengetahuan, Kita pasti bisa.

    PJ BUPATI JAYAWIJAYA Menyerahkan Bantuan Modal Kepada perwakilan Wirausaha Muda OAP usai menutup kegiatan secara resmi.

    Foto : Brian Windesi

    Usai kegiatan Pelatihan Wirausaha Muda Pemula Tahun 2024, “Kegiatan Pelatihan wirausaha muda pemula ini, kegiatan gelombang ke III yang kami sudah mulai dari tahun 2022 hingga tahun 2024, pencapaian total peserta yang turut serta dalam kegiatan ini sudah mencapai kurang lebih 100 peserta, asal peserta dari berbagai distrik di Kabupaten Jayawijaya, dan memang belum menjangkau 40 distrik di Kabupaten Jayawijaya, kegiatan ini juga akan tetap berlanjut sehingga bisa menjangkau 40 distrik di Kabupaten Jayawijaya, sehingga kami berharap, apa yang dilakukan pemerintah ini bisa memberikan stimulans. Sesuai dengan motivasi yang di berikan oleh bapak PJ Bupati Jayawijaya. Dan juga kepada semua peserta yang mengikuti kegiatan ini boleh termotivasi untuk mengembangkan kreatifitas. Kegiatan ini bersumber dari dana Otsus, sehingga peserta yang dilibatkan adalah 100% Orang Asli Papua (OAP). Dan nilai bantuan sebagai modal kepada setiap peserta yaitu berjumlah 23.500.000 Juta dan langsung diserahkan secara simbolis oleh PJ Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor,S.Pd., MM, memang kalau kita lihat dari permodalan, hal ini memang sangat kecil, tetapi kami berharap ini menjadi motivasi buat muda mudi untuk memulai merintis dalam bidang kewirausahaan” Ungkap Kadis Dispora Kab.Jayawijaya Fatah Yasin (BW/FE).

  • Rekonsiliasi Budaya Masyarakat Baliem Tahun 2024

    Rekonsiliasi Budaya Masyarakat Baliem Tahun 2024

    Wamena – Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang bekerja sama dengan Forum Komunikasi Anak Wio Kabupaten Jayawijaya menyelenggarakan kegiatan Rekonsiliasi Budaya Masyarakat Baliem Tahun 2024, Selasa (24/09/24).

    Dalam kegiatan tersebut hadir PJ Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd, MM, Gubernur Provinsi Papua Pegunungan yang diwakili oleh Asisten II Setda Provinsi Papua Pegunungan, Pj Bupati Lanny Jaya, Majelis Rakyat Papua Pegunungan, Plt Sekertaris Daerah Kabupaten Jayawijaya dan anggota Forkopimda Kabupaten Jayawijaya.

    PJ Bupati Jayawijaya bersama Pj Bupati Lanny Jaya dan Asisten II  Sekda Papua Pegunungan Serta beberapa kepala OPD dan anggota Forkopimda

    Foto : Agris Wistrijaya

    Dalam sambutannya, PJ Bupati Jayawijaya mengungkapkan bahwa Rekonsiliasi Budaya Masyarakat Baliem merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan sebagai wujud nyata dari komitmen kita untuk menghidupkan kembali tatanan kehidupan masyarakat Baliem dan menata masa depan yang berdaya cipta.

    PJ Bupati Jayawijaya juga mengatakan bahwa beberapa waktu yang lalu ada saran dan masukan dari tokoh dan tua-tua adat dalam penyelenggaraan Pemerintahan dan pembangunan di daerah ini jangan melupakan adat istiadat dan budaya di lembah ini.

    “Kegiatan ini bukan hanya tentang pelestarian secara seremonial, tetapi merupakan langkah penting dalam menyelamatkan Warisan Manusia, Budaya, dan Tanah Papua” ungkap Pj Bupati Jayawijaya.

    Seluruh tamu undangan kegiatan Rekonsiliasi Budaya Masyarakat Baliem Tahun 2024 di Gedung Aithosa.

    Foto : Agris Wistrijaya

    “Melalui Rekonsiliasi ini, kita bertekad untuk Menata Budaya, Adat Istiadat, mengakui pemulihan, pelestarian tatanan dan tradisi adat yang merupakan kunci untuk pemberdayaan masa depan sesuai dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika” ungkapnya.

    PJ Bupati Jayawijaya juga mengajak untuk berkomitmen dalam upaya menghidupkan kembali tatanan kehidupan masyarakat baliem, menyelamatkan warisan manusia, budaya dan tanah papua sebagai pondasi kebijakan dan Praktik Pembangunan di wilayah Papua Pegunungan. (AgW/AW)

  • Asisten II Sekda Hadir Dalam Hut Ke-61 YPPGI Kabupaten Jayawijaya

    Asisten II Sekda Hadir Dalam Hut Ke-61 YPPGI Kabupaten Jayawijaya

    Wamena – Asisten II Sekda Jayawijaya Lekius, Jikwa, S.Pd, M.Si hadir dalam Acara Perayaan Hari Ulang Tahun ke-61 Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Gereja-Gereja Injili di Tanah Papua (YPPGI) Kabupaten Jayawijaya yang di rayakan di STIKIP ABDI WACANA, Kamis (19/09/24).

    Mewakili Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Asisten II Sekda Jayawijaya Lekius Jikwa,S.Pd,M.Si mengucapkan selamat ulang tahun kepada keluarga besar YPPGI Kabupaten Jayawijaya.

    Pada kesempatan yang sama, Asisten II Sekda Jayawijaya memberikan Apresiasi dan  Terima kasih dari Pemerintah Daerah atas kinerja serta karya nyata YPPGI di dunia Pendidikan bagi Kabupaten Jayawijaya.

    Sambutan Asisten II Sekda Jayawijaya Lekius, Jikwa, S.Pd, M.Si dalam acara perayaan hari ulang tahun ke-61 Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Gereja-Gereja Injili di Tanah Papua (YPPGI) Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Protokoler

    “Kiranya dengan memasuki usia yang ke-61 ini, YPPGI semakin eksis dan setia dalam melaksanakan tugasnya dalam rangka mencerdaskan anak-anak Generasi Emas Kabupaten Jayawijaya, yang mempercayakan YPPGI sebagai tempat mereka untuk menuntut ilmu” ungkapnya Lekius Jikwa,S.Pd,M.Si.

    Asisten II Sekda Jayawijaya mengajak kepada seluruh warga yppgi untuk merayakannya dengan penuh ucapan syukur, bukan dengan pesta pora, dan menyempatkan waktu untuk merenungkan kembali cita-cita, serta visi dan misi didirikannya YPPGI di Tanah Papua.

    “YPPGI merupakan Pendidikan Kristen yang mengajarkan Nilai Kristiani, sehingga iman dan ilmu menjadi bagian yang terpenting dalam membentuk watak dan karakter peserta didik” ungkap Lekius Jikwa.

    Disamping itu  Asisten II Sekda Jayawijaya juga berharap agar YPPGI dapat terus menjalankan visi dan misinya, khususnya pada dunia pendidikan di tanah ini, menata kembali manajemen dan sistem kerja Yayasan yang lebih baik dan Profesional, dengan meningkatkan sarana dan prasarana yang mendukung bagi penyelenggaraan pendidikan.

    Perayaan hari ulang tahun ke-61 Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Gereja-Gereja Injili di Tanah Papua (YPPGI) Kabupaten Jayawijaya.

     Foto : Protokoler

    Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya juga berharap YPPGI dapat terus membangun hubungan kemitraan yang baik dengan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dalam mencerdaskan anak-anak bangsa yang ada di daerah ini, karena YPPGI hadir bukan hanya di misi Pelayanan Agama, tetapi juga di Bidang Pendidikan.

    selain itu, Asisten II Sekda Jayawijaya mengungkapkan bahwa YPPGI juga berperan penting dalam bidang Pemerintahan, dimana YPPGI telah berhasil dalam Bidang Pendidikan, dengan menyumbangkan cukup banyak hasil dari buah pendidikan, baik Di Bidang Pemerintahan maupun Politik, khususnya di Kabupaten Jayawijaya.

    “Mari bersama-sama kita ciptakan Masyarakat Jayawijaya yang pintar, bermutu dan berpendidikan, serta mampu dan tidak kalah bersaing dengan perkembangan dunia luar yang penuh dengan tantangan serta menghadirkan perubahan-perubahan yang sangat cepat di segala bidang kehidupan” ungkapnya. (AgW/AW)