Category: Berita

  • Pemda Jayawijaya Ajak PHH Jaga Budaya Lokal dan Persatuan Warga Hubula

    Pemda Jayawijaya Ajak PHH Jaga Budaya Lokal dan Persatuan Warga Hubula

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengajak seluruh pengurus dan anggota Persatuan Hubula Humi (PHH) untuk memperkuat budaya lokal dan menjaga persatuan di antara warga suku Hubula.

    Hal ini disampaikan Pj.Bupati dalam  sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bupati, Agus Purwanto, saat menghadiri acara Pelantikan Badan Pengurus PHH Periode 2024-2029 Kabupaten Jayawijaya pada Selasa (22/10/2024).

    Pelantikan Badan Pengurus PHH periode 2024-2029 Kabupaten Jayawijaya pada Selasa (22/10/2024).

    Foto : Protokol Pemda Jayawijaya

    Pemda Jayawijaya juga mengucapkan selamat kepada pengurus baru yang telah resmi dilantik dan berharap nantinya dapat mengemban tugas dengan baik untuk kemajuan organisasi.

    Selain itu staf ahli Bupati juga menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lokal suku Hubula yang berada di Lembah Baliem dan sekitarnya.

    “Pelantikan hari ini menandakan kesiapan serta langkah awal bagi saudara sekalian untuk menjalankan program-program yang tepat bagi perkembangan organisasi ini,” ungkap  Agus Purwanto.

    Menurutnya, suku Hubula merupakan kelompok besar yang menghuni dataran Lembah Baliem, dan PHH diharapkan menjadi wadah untuk menyatukan seluruh warga suku Hubula baik yang berada di Jayawijaya maupun yang tersebar di daerah lain.

    “Dengan terbentuk dan dilantiknya Badan Pengurus hari ini, diharapkan dapat mengangkat kembali makna hidup bersama suku Hubula di Lembah Baliem, mempertahankan warisan budaya nenek moyang, dan menjaga silimo sebagai budaya praktek hidup bersama,” tambahnya.

    Ia juga mengingatkan bahwa budaya luar dan pengaruh modernisasi yang semakin berkembang dapat mengancam keberlanjutan budaya lokal. Oleh karena itu, peran PHH dalam menanamkan pendidikan budaya sejak usia dini sangat penting untuk menjaga kelangsungan budaya Hubula.

    “Kehidupan modern saat ini sangat besar pengaruhnya bagi anak-anak kita, karena lebih menarik dan mudah diikuti dibandingkan dengan budaya lokal. Hal ini dapat mengakibatkan hilangnya pengetahuan serta gaya hidup budaya lokal tersebut,” terangnya.

    Pada kesempatan itu atas nama Pemerintah dirinya berharap agar PHH selalu menjalin koordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk memastikan program-program yang direncanakan dapat berjalan secara maksimal.

    Acara pelantikan Badan Pengurus PHH periode 2024-2029 ini berjalan dengan lancar dan dihadiri oleh Perwakilan LMA Kabupaten Jayawijaya, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh Perempuan Jayawijaya. (AW/Vin)

  • Dinas Kebudayaan dan Priwisata Kabupaten Jayawijaya Gelar Pemilihan Putra Putri Pariwisata 2024

    Dinas Kebudayaan dan Priwisata Kabupaten Jayawijaya Gelar Pemilihan Putra Putri Pariwisata 2024

    Wamena – Plt. Sekda Jayawijaya Pilatus Lagowan,SE hadir dan membuka seara resmi Kegiatan Pemilihan  Putra/ Putri Pariwisata Kabupaten Jayawijaya Tahun 2024, Selasa (15/10/24).

    Dalam sambutannya Plt. Sekda memberikan Apresiasi kepada para Finalis Putra dan Putri Pariwisata yang telah berjuang   keras sehingga bisa sampai pada momen Grandfinal, lanjut Plt. Sekda  semua peserta yang terpilih adalah peserta terbaik di Jayawijaya dengan segala berkat dan talenta yang dimiliki.

    Plt. Sekda Jayawijaya Pilatus Lagowan SE, saat memberikan sambutannya

    Foto : Imanuel Sawaki

    Selanjutnya Plt. Sekda juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pantia Pelaksana kegiatan Pemilihan Putra/Putri Pariwisata  yaitu Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya yang telah bekerja keras untuk menggali bakat-bakat terbaik  Putra dan Putri Jayawijaya yang terpendam, selain itu Plt. Sekda juga berpesan  agar panitia dapat bekerja sungguh sungguh, jujur dan adil sehingga dapat memberikan hasil yang terbaik.

    Selain itu Plt. Sekda Juga menjelaskan bahwa Pemilihan Putra Putri Pariwisata merupakan Agenda Tahunan Pemerintah Derah Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, yang bertujuan  untuk Membina, menggali, serta Memupuk Bibit-Bibit Muda, Berbakat  dan Berprestasi utuk mengembangakn diri dalam Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

     “Sesuai dengan Tema kegiatan  Melalui Kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan duta duta Pariwisata Kabupaten Jayawijaya  yang mampu dan handal dalam  pelestarian dan mempromosikan Budaya dan Pariwisata Daerah kepada dunia dengan menggunakan kreatifitas masing-masing “ Lanjut Plt. Sekda Jayawijaya.

    Suasana Penonton dan para finalis putra putri pariwisata 2024

    Foto : Imanuel Sawaki

    Selanjutnya Plt. Sekda juga  Menghimbau kepada para finalis agar dapat memanfaatkan ajang ini dengan sebaik-baiknya, Dimana dalam kegiatan ini para finalis telah mendapatkan banyak Pengalaman dan Pengetahuan terkait Pariwista Daerah sehingga  para finalis dapat menunjukan bakat, kreatifitas dan wawasan yang mereka miliki, Secara maksimal dan all out. Saling berkompetisi dengan positif, jujur, dan sportif, dan tidak menyinggung atau menjatuhkan peserta lainnya. (IS/AW)

  • Pj Bupati Jayawijaya Hadiri Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Jayawijaya

    Pj Bupati Jayawijaya Hadiri Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Jayawijaya

    Wamena – Penjabat Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd., MM membuka Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Jayawijaya Tahun 2024 bertempat di Sasana Wio I, Kantor Bupati Jayawijaya, Selasa (15/10/24).

    Dalam sambutannya, Pj. Bupati Jayawijaya mengungkapkan bahwa pelaksanaan reforma agraria saat ini diatur dalam Peraturan Presiden (PERPRES) nomor 62 tahun 2023 tentang percepatan pelaksanaan reforma agraria.

    Penjabat Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd., MM membuka Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Jayawijaya Tahun 2024.

    Foto : Agris Wistrijaya

    Pj. Bupati Jayawijaya juga mengatakan bahwa pentingnya reforma agraria ini karena berbagai alasan yang berkaitan dengan ketidaksetaraan dalam kepemilikan dan pemanfaatan tanah, sehingga melalui program reforma agraria diharapkan dapat mengurangi ketidaksetaraan kepemilikan tanah,  mengurangi kemiskinan di pedesaan, meningkatkan produktivitas pertanian, mencapai keadilan sosial, mendorong pengembangan wilayah, membantu keberlanjutan lingkungan, dan  berkontribusi terhadap ketahanan pangan.

    “Jika diimplementasikan dengan baik, program pemerintah ini dapat menjadi instrumen yang kuat untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan menciptakan masyarakat yang lebih adil dan seimbang”, ungkap Pj. Bupati Jayawijaya

    “Namun demikian, kita tahu bahwa proses ini juga dapat menimbulkan tantangan dan kontroversi, tergantung pada kondisi sosial, politik, dan ekonomi setempat”, ungkapnya.

    Selain itu Pj. Bupati Jayawijaya juga mengatakan bahwa pemerintah pusat membentuk tim untuk mensukseskan program ini, yaitu tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), mulai dari tingkat pusat, Provinsi hingga Kabupaten.

    “Hari ini, kita semua hadir di tempat ini, sebagai tim GTRA Kabupaten Jayawijaya dengan tujuan untuk memperkuat sinergitas dalam rangka pemetaan hak ulayat masyarakat hukum adat guna percepatan pelaksanaan reforma agraria di Kabupaten Jayawijaya”, ungkapnya.

    Pj. Bupati Jayawijaya mengajak kepada seluruh anggota tim yang terlibat untuk dapat berdiskusi, berkoordinasi, dan berupaya secara bersama, menyatukan pikiran dan pandangan kita masing-masing, terkait dengan permasalahan tanah hingga pemetaan hak ulayat yang sering terjadi di Kabupaten Jayawijaya demi keberhasilan pelaksanaan program Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) di Kabupaten Jayawijaya.

    “Saya berharap agar seluruh rangkaian kegiatan hari ini dapat berjalan dengan baik, dan seluruh peserta rapat dapat dengan serius mengikuti setiap materi yang akan disampaikan, untuk selanjutnya dapat dibahas dan didiskusikan bersama-sama, sehingga diakhir dari rakorwal ini, kita dapat menentukan langkah-langkah strategis dari tim GTRA Kabupaten Jayawijaya dalam melaksanakan tugasnya, dalam rangka mensukseskan program prioritas pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. (AgW/YUS)

  • Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya gelar Rapat Koordinasi Awal GTRA Tahun 2024

    Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya gelar Rapat Koordinasi Awal GTRA Tahun 2024

    Wamena – Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya menggelar Kegiatan Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Jayawijaya Tahun 2024 di Sasana Wio I Kantor Bupati Jayawijaya, Selasa (15/10/24).

    Dalam kegiatan tersebut, hadir Pj. Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd., MM bersama beberapa kepala OPD Kabupaten Jayawijaya.

    Ketua Panitia kegiatan, Ludvina R. D. Ameng, S.H mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini dibuat sebagai sarana untuk membahas dan menyelaraskan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam rangka pelaksanaan Reforma Agraria di Kabupaten Jayawijaya guna mendorong pembangunan dalam berbagai sektor yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

    Pj Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd., MM bersama Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya Baharudin Tuharea, S.SiT dan beberapa kepala OPD Kabupaten Jayawijaya di Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Jayawijaya Tahun 2024

    Foto : Agris Wistrijaya

    “Hasil yang ingin dicapai dari kegiatan Rapat Koordinasi adalah Kesepahaman dan kesepakatan bersama mengenai arah kebijakan dan penanganan Reforma Agraria serta penguatan kapasitas pelaksanaan Reforma Agraria di Kabupaten Jayawijaya yang dituangkan dalam berita acara kesepahaman dan kesepakatan bersama mengenai arah kebijakan dan penanganan Reforma Agraria”, ungkap ketua Panitia Pelaksana Kegiatan.

    Dalam sambutan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya, Baharudin Tuharea, S.SiT mengungkapkan bahwa Reforma Agraria adalah penataan kembali struktur penguasaan, kepemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui penataan aset dan disertai dengan penataan akses untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jayawijaya.

    “Reforma Agraria juga merupakan salah satu tugas yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo kepada seluruh kementerian dan lembaga untuk mempercepat pembangunan kesejahteraan di Kabupaten Jayawijaya”, ungkap Kepala Kantor Pertanahan.

    Dijelaskan lagi oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya,  tujuan utama dari Reforma Agraria di Kabupaten Jayawijaya ini adalah untuk mengurangi ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah, menangani sengketa dan konflik agraria, menciptakan sumber kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang berbasis agraria, memastikan keadilan redistribusi tanah dan memperkuat kedaulatan ekonomi masyarakat, termasuk masyarakat hukum adat yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

    Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya, Baharudin Tuharea, S.SiT saat memberikan sambutannya di Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Jayawijaya Tahun 2024

    Foto : Agris Wistrijaya

    “Sasaran Reforma Agraria yang kita bahas hari ini mencakup pemantapan hak tanah ulayat masyarakat hukum adat di Kabupaten Jayawijaya,  Hal ini sangat krusial mengingat nilai strategis tanah ulayat dalam kehidupan dan identitas budaya masyarakat di Kabupaten Jayawijaya”, ungkapnya.

    “Dalam pelaksanaan Reforma Agraria banyak sekali tantangan yang ditemukan, oleh karena itu Presiden Joko Widodo menerbitkan peraturan baru tentang Reforma Agraria demi percepatan Reforma Agraria, yaitu Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2023 tentang Percepatan Pelaksanaan Reforma Agraria”, ungkap Kepala Kantor Pertanahan.

    Selain itu dikatakannya juga Pemerintah Pusat mengeluarkan Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 14 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Administrasi Pertanahan dan Pendaftaran Tanah Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat.

    Baharudin Tuharea, S.SiT  mengungkapkan bahwa Kedua peraturan tersebut menjadi landasan kuat dalam percepatan penataan aset dan penataan akses tanah ulayat. Melalui regulasi ini, pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa hak-hak masyarakat hukum adat harus dilindungi, diakui secara adil dan diberdayakan secara ekonomi melalui kepemilikan dan pengelolaan yang berkelanjutan. 

    Kegiatan yang dilaksanakan di Sasana Wio I ini juga menghadirkan Narasumber dari Universitas Gadjah Mada, Kepala Bappeda Kabupaten Jayawijaya, serta ketua Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Jayawijaya. (AgW/YUS)

  • Musrenbang RPJP Kabupaten Jayawijaya untuk 20 Tahun ke depan

    Musrenbang RPJP Kabupaten Jayawijaya untuk 20 Tahun ke depan

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengadakan Musyawarah Rencana Pembangunan (MUSRENBANG) RPJP Kabupaten Jayawijaya Tahun 2025-2045 di Sasana Wio I Kantor Bupati Jayawijaya, Senin (14/10/24).

    Dalam Musyawarah yang dibuka langsung oleh PJ Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd.,MM dan juga hadir anggota DPR Provinsi Papua Pegunungan serta DPRD Kabupaten Jayawijaya serta anggota Forkopimda dan Para Kepala OPD serta beberapa Staf Perangkat Daerah.

    PJ Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor S.Pd.,MM saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (MUSRENBANG) RPJP Kabupaten Jayawijaya Tahun 2025-2045.

    Foto : Agris Wistrijaya

    Dalam sambutannya, Pj Bupati Jayawijaya menjelaskan bahwa musyawarah ini diiselenggarakan dalam rangka memantapkan, menyempurnakan dan menajamkan Visi, Misi, Arah Kebijakan dan Sasaran Pokok RPJP Kabupaten Jayawijaya Tahun 2025-2045.

    Pada Pembukaan Musrenbang RPJP Kabupaten Jayawijaya, Pj Bupati Jayawijaya mengharapkan musyawarah ini dapat memberikan manfaat serta dampak positif bagi Kabupaten Jayawijaya dalam rangka menetapkan program Rencana Pembangunan Jangka Panjang untuk 20 (Dua Puluh) Tahun Kedepan.

    “Pelaksanaan Musrenbang RPJP merupakan rangkaian tahapan yang harus dilaksanakan untuk Penyusunan Perencanaan Pembangunan dalam 20 Tahun yang berpedoman pada Inmendagri Nomor 1 Tahun 2024, Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, serta Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah” ungkapnya.

    Pj Bupati Jayawijaya juga berharap kegiatan ini dapat Menjaring Permasalahan dan Isu Strategis Daerah, serta menghasilkan Program-Program Prioritas.

    Selain itu, Ia juga menekankan agar program-program prioritas yang akan ditetapkan terus diperkaya dengan berbagai inovasi- inovasi, sehingga mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi, serta menyesuaikan dengan Dinamika Perkembangan Zaman dan Perubahan Arah Kebijakan yang ada.

    Beliau juga meminta agar esensi pelaksanaan musrenbang ini senantiasa terjaga yaitu dengan memastikan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga komitmen dan mewujudkan pembangunan Kabupaten Jayawijaya untuk 20 Tahun Kedepan sesuai dengan Visi RPJP Kabupaten Jayawijaya.

    Visi RPJP Kabupaten Jayawijaya Tahun 2025-2045 adalah “Terwujudnya Jayawijaya Maju, Berbudaya Dan Berkelanjutan” dan didukung dengan 5 Sasaran Visi, 8 Misi Pembangunan, 17 Arah Pembangunan, serta 45 Indikator Utama Pembangunan Daerah.

    Pada Tahun 2045, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya telah menetapkan target untuk mendukung program Indonesia Emas 2045, melalui Peningkatan Pendapatan Per Kapita, Pengentasan Kemiskinan dan Ketimpangan, Peningkatan Peran dan Posisi Daerah Tingkat Nasional, Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Manusia, Serta Penurunan Gas Emisi Rumah Kaca.

    Untuk itu, Pj Bupati Jayawijaya menekankan beberapa hal untuk memastikan Dokumen RPJP Kabupaten Jayawijaya Tahun 2025-2045 tidak sekedar dokumen perencanaan, namun merupakan dokumen yang dapat mendukung pencapaian target pembangunan Kabupaten Jayawijaya 20 Tahun kedepan. (AgW/FE)

  • Melalui Dana OTSUS PEMDA Jayawijaya Beri Stimulan Bagi Petani dan Peternak

    Melalui Dana OTSUS PEMDA Jayawijaya Beri Stimulan Bagi Petani dan Peternak

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya memberikan bantuan dana stimulan bagi 13 kelompok tani dan peternakan, dengan total bantuan senilai Rp 1,3 Milyar yang bersumber dari Dana Otsus.

    Bantuan ini diserahkan langsung oleh Penjabat Bupati Jayawijaya, Thony M. Mayor, S.Pd., MM di halaman Kantor Bupati Jayawijaya pada Senin (11/10/2024).

    Penjabat Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor,S.Pd.,MM saat menyerahkan bantuan bagi Kelompok Tani dan Peternak

    Foto : Imanuel Sawaki

    “Kami berikan bantuan untuk kelompok bidang pertanian dan peternakan, nilai bantuannya disesuaikan dengan besar kelompok dan kegiatan yang mereka lakukan,” ungkap Pj. Bupati Jayawijaya.

    Bantuan ini juga sekaligus  untuk menekan angka inflasi di Jayawijaya dan juga bagaimana menekan angka kemiskinan ekstrim.

    “Kami mendukung mereka dengan modal yang ada agar mereka bisa meningkatkan usaha dan ekonomi pada kelompok mereka masing-masing,” harap Pj. Bupati Jayawijaya.

    Bantuan ini juga sebagai jawaban dari pemerintah Jayawijaya terhadap kelompok-kelompok tani dan peternakan yang selama ini sudah menyampaikan proposal, sehingga Pemerintah menyiapkan dana untuk mendukung para petani.

    “Kami beri bantuan tidak sama besar nilainya tapi sesuai dengan jenis kegiatan yang mereka tekuni. Berusaha dari hal kecil nanti bertumbuh jadi besar usahanya itu yang kita harapkan,” ungkapnya.

    Pj. Bupati Jayawijaya berharap bantuan ini dapat digunakan sebaik-baiknya untuk mengembangkan usaha kelompok tani dan peternak yang mendapatkan bantuan. (VIN/YUS)

  • PEMKAB Jayawijaya Menghadiri Giat Penanaman 1000 Pohon Alpukat, Menolong Ekonomi Masyarakat Bpiri

    PEMKAB Jayawijaya Menghadiri Giat Penanaman 1000 Pohon Alpukat, Menolong Ekonomi Masyarakat Bpiri

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, PJ Bupati Thony M Mayor,S.Pd.,MM bersama rombongan menghadiri kegiatan Penanaman 1000 Pohon Alpukat, yang berlokasi di Kampung Iriliga Distrik Bpiri Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan, Kamis (10/10/2024).

    Pemkab Jayawijaya Menghadiri Giat Penanaman 1000 Pohon Alpukat, Menolong Ekonomi Masyarakat Bpiri

    Foto : Brian Windesi

    PJ Bupati mengatakan dalam sambutannya bahwa “Kenapa saya ingin turun kalau kelompok Tani mengundang, saya ingin supaya pada kesempatan ini saya juga menghimbau untuk kita semua karena, kan kita mungkin selama ini dengar, kita ini Kabupaten induk tapi kita masuk dalam kategori kemiskinan ekstrim. Saya sebagai anak papua saya tersinggung, orang miskin itu berarti orang tidak mempunyai tanah untuk berkebun, berarti kita ini sudah parah sekali, jangan karena mendapat BLT, bantuan Raskin terus kita turunkan kita punya derajat orang papua saya tidak setuju, kita tidak miskin tetapi kita ini kaya. Yang selalu saya bilang kita miskin itu pengetahuan, pendidikan. Karena kita menyadari kita masih kurang pendidikan, kita sekolah tetapi masih terbatas. Nah ini yang saya senang, apalagi kelompok tani yang di sini selain kita lihat dari kondisi tanah ini cocok supaya untuk kita tanam tanaman apa, misalnya kita bisa tanam tanaman untuk kebutuhan pokok seperti Hipere (Ubi) dan lain-lain, tetapi kita juga isi dengan tanaman-tanaman produksi lain yang bisa kita pasarkan untuk menolong ekonomi masyarakat di kampung dan di distrik ini, terutama tanaman Alpukat ini. Jadi selama ini banyak orang yang cari alpukat dari jayapura minta ke wamena. Apalagi kita disini punya potensi, Alpukat di daerah ketinggian kita ini kualitasnya bagus. Ditambah lagi perkembangan di kota saat ini, hotel-hotel, cafe-cafe, warung-warung makan yang besar-besar, selain orang masuk di warung orang minum kopi, orang biasa juga minta Jus Alpukat, ini merupakan peluang untuk kita. Jadi hari ini saya bersyukur, kita bisa laksanakan penanaman 1000 pohon Alpukat, jadi selain kita tanam kita punya hipere, keladi, kita juga tanam Alpukat karena kedepan nanti akan berkembang terus, kita bisa pasarkan kita punya hasil ini ke luar Wamena bahkan keluar Papua. Saya sangat memberikan apresiasi dan terimakasih kepada semua masyarakat di sini terutama kelompok tani yang melihat hal ini.

    Pemkab Jayawijaya Menghadiri Giat Penanaman 1000 Pohon Alpukat, Menolong Ekonomi Masyarakat Bpiri

    Foto Udara : Brian Windesi

    Terus ungkap Beliau “ Kita tahun ini, kita tahu bahwa tahun ini kita sudah laksanakan Pilpres legislatif untuk Presiden dan Wakil Presiden Februari lalu, sekarang kita 27 November nanti ini kita akan melaksanakan Pemilukada baik Provinsi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serentak semua. Yang selalu saya turun dan saya himbau untuk mari kita jaga keamanan, karena Tahun ini kita punya dana sangat besar kita keluarkan untuk Pemilu, sehingga saya berharap supaya mari kita sukseskan Pemilukada ini agar berjalan aman tanpa ada masalah, supaya kemudian kita bisa membangun kita punya tempat ini lebih baik.

    Kemudian lanjut tutur Beliau bahwa “kondisi jalan memang kurang bagus ya, jembatan ada yang putus sehingga kita harapkan, kita berdoa bersama-sama karena kita Kabupaten Jayawijaya tidak bisa berjalan sendiri, kita sekarang bersyukur karena kita sudah punya Provinsi Papua Pegunungan, ke depan ya, kita akan sama-sama kolaborasi untuk bagaimana meningkatkan jalan ini, karena kalau jalan rusak kita kan akses keluar masuk, bagaimana petani mau jualan ke pasar kalau jalan kita mobil tidak bisa masuk, jadi kita usahakan untuk bisa tahun depan 2025, ya mudah-mudahan kita kerja secara bertahap beberapa kilo meter duluan. Tetapi mungkin yang kita prioritaskan adalah jembatan dulu, karena kalau jalan ini jadi tapi jembatan putus juga kendaraan tidak bisa lewat, jadi tadi kepala dinas PU sudah lihat dan sudah lapor saya, bapak jembatan sudah masuk untuk APBD Induk Tahun 2025. Lanjut tutur beliau “ Saya berharap dan mengajak kepada petani dan kaum muda mudi untuk bekerja membantu orang tua kita di kampung untuk meningkatkan ekonomi mereka sendiri. Jadi ini kan menanam memanfaatkan lahan yang ada. Kita di sini kalau kita bilang kita lapar itu karena kita malas untuk bekerja, kita sudah punya lahan, tanah yang subur Tuhan sudah berikan tetapi sekarang bagaimana kita mengolah sehingga bisa meningkatkan ekonomi keluarga kita”. (BW/FE)

  • Peresmian Gedung Gereja Katolik Paroki St. Fransiskus Asisi Musatfak

    Peresmian Gedung Gereja Katolik Paroki St. Fransiskus Asisi Musatfak

    Wamena – Penjabat Bupati Jayawijaya Thony M.Mayor,S.Pd, MM bersama rombongan perangkat daerah hadir dalam Peresmian Pembangunan Gedung Gereja St. Fransiskus Asisi Musatfak, Jumat (11/10/24).

    Dalam kesempatan itu, Pj Bupati Jayawijaya  menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh Umat Santo Fransiskus Asisi Musatfak atas Peresmian Gedung Gereja yang baru ini.

    “Tuhan yang Maha Kuasa telah menolong dan menjawab Pergumulan dan Kerja Keras seluruh Umat, Sehingga Gedung Gereja yang megah, bagus dan Indah ini dapat segera digunakan” ungkapnya.

    Suasana ibadah Peresmian Pembangunan Gedung Gereja St. Fransiskus Asisi Musatfak yang di pimpin uskup Jayapura Mgr.Dr.Yanuarius Theofilus Matopai You.

    Foto : Agris Wistrijaya

    Pj Bupati Jayawijaya juga memberikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras tanpa pamrih, guna penyelesaian pembangunan gedung gereja ini. mulai dari pimpinan gereja, para umat, panitia pembangunan, dan terlebih khusus kepada para donatur, baik dari pemerintah distrik dan kampung, para pengusaha serta semua pihak yang selama ini telah turut membantu, baik dalam dana, bahan bangunan, tenaga kerja, hingga dukungan doa kepada panitia pembangunan sehingga dapat bekerja keras untuk menyelesaikan pembangunan.

    Selain itu, Pj Bupati Jayawijaya juga mengajak kepada pimpinan gereja serta seluruh umat untuk dapat menjaga dan merawat dengan baik gedung gereja ini dan dapat segera digunakan sesuai dengan kebutuhan yang utama tentunya adalah sebagai tempat beribadah seluruh umat, juga tempat pembinaan dan peningkatan iman dan kerohanian umat, serta kegiatan-kegiatan sosial lainnya.

    Penjabat Bupati Jayawijaya Thony M.Mayor,S.Pd,MM saat memberikan sambutannya pada Peresmian Pembangunan Gedung Gereja St. Fransiskus Asisi Musatfak

    Foto : Agris Wistrijaya

    Pada kesempatan itu, Pj Bupati memberitahukan bahwa saat ini kita berada dalam tahapan pesta demokrasi lokal, yaitu pemilihan kepala daerah, baik untuk Kabupaten Jayawijaya, maupun Provinsi Papua Pegunungan.

    Untuk itu, Pj Bupati berharap agar umat Santo Fransiskus Asisi dan sekitarnya tidak mudah terprovokasi dengan segala isu yang beredar di masyarakat, karena belum tentu kebenarannya. Untuk itu, kita semua harus mampu menguasai diri, melakukan hal-hal yang positif, hingga menghindari konflik yang dapat membawa perpecahan.

    Tak lupa juga, Pj Bupati berpesan agar gereja dapat menjadi mitra pemerintah dan berada pada pihak yang netral, untuk menyampaikan informasi yang baik dan benar kepada umat, menjaga umatnya agar tidak mudah terprovokasi serta ikut terlibat dalam hal-hal yang tidak membawa keuntungan bagi diri sendiri, gereja maupun bangsa dan negara kita. (AgW/FE)

  • Roberth Rouw Resmikan Rusun : Ini Wujud Aspirasi Pimpinan  Daerah dan Masyarakat Jayawijaya

    Roberth Rouw Resmikan Rusun : Ini Wujud Aspirasi Pimpinan Daerah dan Masyarakat Jayawijaya

    WAMENA – Rumah Susun (Rusun) milik Pemerintah Daerah Jayawijaya resmi ditempati ASN, ditandai dengan pengguntingan pita yang dilakukan oleh Penjabat Bupati Jayawijaya Thony Mayor,S.Pd.,MM dan dilanjutkan dengan pembukaan pintu rusun oleh Anggota DPR RI Dapil Papua Pegunungan, Roberth Rouw, pada Selasa (08/10/2024).

    Rusun ASN milik Pemda Jayawijaya

    Foto : Brian Windesi

    Pembangunan rusun tiga lantai milik Pemda Jayawijaya ini dibangun menggunakan anggaran tahun 2021-2022, pembangunan sempat terhenti namun dilanjutkan kembali menggunakan alokasi anggaran tahun 2023-2024. Tipe unit di rusun yakni tipe 36, dilengkapi ruang tamu, dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan dapur. Rusun 44 unit ini dibangun di daerah Moai Distrik Hubikiak merupakan rusun tipe baru yakni tanpa balkon.

    “Ini wujud dari aspirasi yang disampaikan oleh pimpinan daerah kepada anggota dewan dan hari ini kita bisa liat, bukan cuman ini, masih banyak lagi yang sudah kami lakukan tetapi kami tidak pernah selalu harus berbicara untuk mencari popularitas dengan semua program-program itu. Yang penting bagaimana masyarakat dan pemerintah daerah itu bisa mendapat manfaat atas posisi kami sebagai wakil rakyat yang memang mendapat mandat dan bersumpah di dalam sumpah jabatan kami untuk memperjuangkan aspirasi daerah,” ungkap Roberth Rouw Anggota DPR RI Dapil Papua Pegunungan usai meresmikan rusun.

    Lanjutnya, aspirasi yang sudah disampaikan oleh masyarakat melalui kepala daerah apapun ceritanya akan dipertahankan  dan perjuangkan dalam rapat bersama pemerintah agar dapat terwujud.

    Ia juga mengatakan pembangunan rusun ini sempat terbengkalai karena pelaksana yang ditunjuk sebelumnya tidak melaksanakan pembangunan sesuai rancangan pembangunan. Sehingga pada kunjungan Roberth Rouw ke Wamena beberapa waktu lalu dirinya meninjau dan mengusulkan kembali ke dirjen perumahan untuk pembaruan kontrak baru.

    “Semua itu adalah kerjasama kami dengan teman-teman balai yang ada karena program ini adalah program aspirasi anggota dan dikawal balai untuk bagaimana bisa dilakukan. ASN yang akan masuk di sini hanya membawa peralatan makan dan pakaian karena bisa langsung dihuni, ini sangat baik dan kita ingin kedepan semua rusun yang akan disediakan untuk ASN itu, kami harus memakai roll model yang sekarang ini ada di IKN, jadi ini miniaturnya,” tuturnya.

    Tambahnya, ASN merupakan pengabdi negara dan pelayan masyarakat sehingga kebutuhan huniannya harus layak, dengan begitu ASN dapat melayani masyarakat.

    “Awalnya kita pikir peminatnya tidak terlalu banyak ternyata begitu diliat ini sangat bagus, apalagi hanya membawa koper dan alat masak sudah bisa dihuni. Kelayakannya begitu bagus dan ini yang kita inginkan pemerintah harus bangun, harus bisa berikan manfaat dan kenyamanan bagi tempat huni ASN,” jelasnya. 

    Selain rusun, Jayawijaya juga mendapatkan bantuan rumah rakyat dan pembangunan jalan. Rumah rakyat yang dibangun di Distrik Walaik sendiri pengerjaannya telah memasuki tahap  seratus persen.

    Pada kesempatan yang sama, Penjabat Bupati Jayawijaya Thony Mayor,S.Pd.,MM menyampaikan terima kasih kepada Robert Rouw yang telah mengawal aspirasi masyarakat dan pemerintah Jayawijaya.

    “Jadi bukan hanya rumah untuk ASN tapi kita juga dapat bantuan rumah untuk masyarakat, jalan di daerah Kurulu dan beberapa kegiatan lain,” katanya.

    PJ bupati juga mengatakan, banyak ASN yang sangat berminat untuk menempati rusun ini namun dirinya tidak ingin terjadi pendobolan dalam kepemilikan rumah dan unit rusun.

    “Nanti walaupun saya sudah tanda tangan SK saya akan cek. Jadi kita kasi untuk yang lain yang belum punya rumah dinas, jangan lagi rangkap. Karena rumah ini tempat transit sehingga diharapkan untuk penghuni yang tinggal setelah pensiun harus keluar, tidak mungkin tinggal terus karena ini barak. Jadi nanti kita juga keluarkan tata tertib melalui dinas perumahan supaya ada aturan yang mengatur,” tuturnya.

    Dalam pengelolaan rusun ini, pihak balai akan memfasilitasi pengelola rusun untuk mendapatkan pelatihan terkait tata cara pengelolaan rusun.

    “Terimakasih kepada bapak Rouw  dan kepala Balai yang sudah datang dan mengawal pembangunan rusun ini hingga selesai dengan baik dan dilengkapi juga dengan perabot. Terima kasih  untuk semua tokoh masyarakat, orang-orang tua yang menjaga bangunan di sini. Sebagai ASN yang menempati tempat ini harus ikut melihat masyarakat kita yang ada di sekitar sini untuk bisa menyampaikan aspirasi mereka karena mereka juga sudah mendukung kita,” pungkkasnya. (VIN/FE)

  • Perpanjangan Run Way 15 Bandara Wamena Mulai Dikerjakan

    Perpanjangan Run Way 15 Bandara Wamena Mulai Dikerjakan

    WAMENA – Perpanjangan Bandar Udara Wamena resmi dilakukan, perpanjangan landasan Run Way 15 ini rencananya akan diperpanjang 150 meter dengan lebar 48 meter, dan telah resmi mulai dikerjakan pada tanggal 27 September.

    Penjabat Gubernur Papua Pegunungan Dr.Velix V. Wanggai,S.I.P.,M.P.A saat mengoperasikan alat berat sebagai tanda dimulai proses pengerjaan Run Way 15 Bandara Wamena

    Foto : Vina Rumbewas

    Penjabat Gubernur Papua Pegununga, Dr.Velix V. Wanggai,S.I.P.,M.P.A mengungkapkan bahwa anggaran untuk kegiatan ini dialokasi pembiayaan melalui APBD Provinsi Papua Pegunungan tahun 2024. Dan dalam proses pembangunan ada perencanaan, pengawasan dan pelaksanaan, dan proyek ini tentu sudah mengalami proses perencanaan yang cukup matang tinggal bagaimana proses eksekusi di lapangan.

    “Tentu kita berharap dalam tiga bulan ini ada langkah percepatan, sehingga kita berharap nanti pihak ke tiga dapat melakukan langkah-langkah mobilisasi mekanisme managmenet project yang harus cepat, mengingat ini di tengah kota sehingga dapat diatur pola kerjanya, baik sift pertama, kedua, dan ketiga dalam sehari,” ungkap beliau kepada wartawan di Wamena baru-baru ini.

    Beliau juga mengatakan, diharapkan pihak ke tiga bisa mengatur waktu yang lebih terukur, sehingga diakhir desember sudah dapat selesai dan nantinya akan disempurnakan di awal Januari.

    Terlaksanakan pekerjaan ini kata Pj Gubernur merupakan hasil dari kolaborasi antara Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan, Bappenas, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, serta simpul-simpul masyarakat khususnya masyarakat di wilayah Kama atau pun para Pimpinan Kepala Suku di daerah itu. Dengan adanya kebersamaan ini dapat dilakukan langkah-langkah untuk percepatan pembangunan di Papua Pegunungan.

    “Alokasi yang direncanakan sekitar Rp.17-20 milyar, sudah termasuk perencanaan dan pengawasan. Dan pembangunan ini juga sesuai dengan master plane yang sudah disusun oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian Perhubungan dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya sebelum hadirnya Provinsi ini.  sehingga langkah hari ini adalah sebetul melangkapi sebuah peta yang sudah di desain oleh pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten,” jelas beliau

    Lanjut Beliau, masyarakat harus tahu bahwa Wamena siap  untuk mewujudkan, memastikan Wamena sebagai jantung, sebagai simpul sistem logistic, dan konektifitas di Tanah Papua Pegunungan, sehingga melengkapi peran dari Sentani dan Timika.

    “Kita bisa ada akses penerbangan nasional dari Jakarta dan juga ke Wamena ataupun Jayawijaya, dan satu saat mimpi kita yang kita letakan didalam perencanaan pembangunan jangka panjang 2025-2045 Provinsi Papua Pegunungan bahwa peran bandar udara Wamena akan menjadi status bandara internasional di Tanah Papua.

    Sementara itu, Penjabat Bupati Jayawijaya Thony Mayor,S.Pd.,MM menyatakan Pemerintah Jayawijaya mendukung penuh perpanjangan landasan bandar udara Wamena ini.

    “Sebagai Ibu Kota Provinsi kita Kabupaten Jayawijaya butuh pembangunan karena akses ini harus kita buka dan lancar, sehingga bisa menunjang aktifitas kita.” ungkap Penjabat Bupati Jayawijaya, Thony Mayor,S.Pd.,MM usai pencanangan perpanjangan Bandara Run Way 15 baru-baru ini di Wamena.

    Pj Bupati juga menambahkan, jika nantinya Bandara Wamena sudah memadai maka tidak menutup kemungkinan bandara ini  dapat didarati pesawat berbadan lebar.

    “Bisa jadi kita untuk akses keluar kita tidak lagi singgah di Jayapura tapi bisa penerbangan langsung. Ini akan mempermudah kita semua,” katanya.

    Lanjutnya hal ini tentu akan sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi Jayawijaya.

    “Kami Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan saya atas nama masyarakat menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dalam hal ini bapak Pj Gubernur beserta jajaran dan juga Kementerian Perhubungan dalam hal ini kabandara beserta jajaran,”. (VIN/AW)