Category: Berita

  • Warga Asologaima Antusias Belanja di GPM yang Digelar Pemda Jayawijaya

    Warga Asologaima Antusias Belanja di GPM yang Digelar Pemda Jayawijaya

    WAMENA – Guna menjangkau masyarakat pelosok dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok seperti Beras, gula, minyak goreng dan bahan pokok lainnya, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menggelar Gerakan Pangan Murah di Distrik Asologaima, tepatnya di Pasar Kimbim, Kabupaten Jayawijaya-Provinsi Papua Pegunungan, Sabtu (14/09/2024).

    Penjabat Bupati Jayawijaya Thony M.Mayor,S.Pd,MM saat meninjau langsung Pelaksanaan GPM di Distrik Asologaima, Kab.Jayawijaya-Prov.Papua Pegunungan.

    Foto: Vina Rumbewas

    Gerakan Pangan Murah bertujuan untuk menstabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi, mengingat Jayawijaya masih menjadi Kabupaten dengan tingkat inflasi yang tinggi.

    Pasar murah yang berlangsung selama sehari ini menarik antusias masyarakat Asologaima yang datang berbelanja berbagai bahan pangan dan kebutuhan pokok.

    “Kita lakukan GPM ini untuk masyarakat, bahan pokok yang dijual seperti beras, minyak goreng, gula, dan lainnya dijual dengan harga dibawah pasaran. Harga ini lebih murah karena barang disubsidi oleh Pemerintah Pusat,” ungkap Penjabat Bupati Jayawijaya Thony M.Mayor, S.Pd,MM saat membuka GPM.

    Ia juga mengatakan, Pemerintah Jayawijaya juga menunjuk beberapa anak-anak asli daerah Jayawijaya untuk menjadi penyalur. Hal ini untuk memberdayakan pengusaha anak asli.

    “Ini barang-barang subsidi sehingga harus dijual dengan harga murah, jangan berbisnis karena ini Pemerintah sudah subsidi. Kami akan lakukan evaluasi,” katanya.

    Menurutnya, pemerintah Pusat sudah mengambil kebijakan hingga Kabupaten Jayawijaya bisa mendapatkan barang subsidi.

    Selain bahan pokok, terdapat juga bahan bangunan yang di subsidi Pemerintrah yakni semen. Semua ini dilakukan Pemerintah untuk membantu masyarakat di daerah Papua Pegunungan.

    Suasana pelaksanaan Gerakan Pasar Murah di Distrik Asologaiama,Kab.Jayawijaya-Provinsi Papua Pegunungan.

    Foto: Vina Rumbewas

    “Jadi saya ingatkan agar jangan sampai mencari keuntungan yang lebih banyak akhirnya menjual dengan harga pasar dan membebani masyarakat, pada hal ini Negara sudah bayar separuhnya untuk membantu masyarakat,” tegas Thony Mayor.

    Lanjutnya, digelarnya GPM di daerah pinggiran berdasarkan usulan dan hal tersebut merupakan masukan yang baik untuk dapat menjangkau masyarakat kecil yang membutuhkan harga pangan yang murah.

    “Ini barang subsidi sehingga harus menyentuh semua lapisan masyarakat karena kita ada 40 distrik dengan 328 kampung dengan 4 kelurahan, sehingga semua punya hak yang sama  sebagai warga Jayawijaya,” jelasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Drh. I Made Putra berharap melalui Gerakan Pangan Murah dapat menekan laju inflasi.

    “Gerakan pangan murah ini terselenggara atas kerjasama pemerintah Kabupaten Jayawijaya bersama Perum Bulog dan pelaku usaha Tol Laut dan Jembatan Udara Timika-Wamena. Sebenarnya ada 4 pelaku usaha tetapi yang bisa berpartisipasi di pasar Kimbim hari ini hanya 2 yaitu  Toko Gores,” ungkapnya.

    Gerakan pangan murah ini rencananya akan terus dilakukan di distrik-distrik.

    Komoditas yang dijual di GPM ini harganya jauh dari harga pasaran, misalnya beras dengan kemasan 5 Kg dijual dengan harga Rp.57 Ribu, Gula Rp 12 Ribu per kilo, Minyak Goreng Rp 12 Ribu per liter, Garam 500 gram Rp 5 Ribu per bungkus, sementara Mie Instan harga pasaran Rp 5 Ribu per bungkus di GPM dijual dengan harga Rp 3 ribu per kemasan.

    Ini bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat sehingga perekonomian di Distrik Asologaima dan perputaran ekonomi meningkat,” (farida e.f/Vin)

  • Focus Group Discussion Dan Pembinaan Statistik Sektoral Kabupaten Jayawijaya Tahun 2024

    Focus Group Discussion Dan Pembinaan Statistik Sektoral Kabupaten Jayawijaya Tahun 2024

    Wamena – Asisten I Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.A.P hadir dalam acara Pembukaan Focus Group Discussion (FGD) dan Pembinaan Statistik Sektoral Kabupaten Jayawijaya Tahun 2024 yang diadakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jayawijaya dan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik Kabupaten Jayawijaya, Selasa (10/09/24).

    Dalam kegiatan tersebut, Asisten I Sekda Kabupaten Jayawijaya membacakan sambutan Pj. Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor,S.Pd,MM dengan menyampaikan Apresiasi dan terima kasih kepada para Pimpinan Perangkat Daerah dan Admin Pedasi yang dengan tulus dan ikhlas meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan dan telah memberikan dukungan data.

    Asisten I Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.A.P  saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Pembinaan Statistik Sektoral Kabupaten Jayawijaya Tahun 2024

    Foto : Agris Wistrijaya

    Drs. Tinggal Wusono, M.A.P mengungkapkan bahwa statistik sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi tertentu (Pemerintah Daerah) dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan yang merupakan tugas pokok pemerintah daerah yang bersangkutan.

    Selain itu, Drs. Tinggal Wusono, M.A.P juga menjelaskan bahwa pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2019 tentang satu data indonesia telah membawa arah perubahan mengenai Tata Kelola Data di Indonesia dan melalui Regulasi tersebut Dinas Komunikasi dan Informatika di Daerah memegang salah satu peranan penting, yaitu sebagai Wali Data Daerah yang bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai Pembina Data, melaksanakan keterpaduan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, sehingga menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan dan dibagipakaikan.

    Menurutnya tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk menyelaraskan persepsi dan pemahaman tentang satu data Indonesia tingkat daerah, dan penguatan Penyelenggaraan Statistik Sektoral sehingga terwujud data yang berkualitas serta Pembinaan Data Statistik Sektoral kepada penanggung jawab pengelola data di setiap perangkat daerah melalui Aplikasi Sistem Manajemen Data dan Informasi (SIMANIS) yang dikelola  langsung oleh setiap Pengola Data dan Informasi (PEDASI) yang merupakan admin pada Perangkat Daerah.

    Foto bersama seluruh peserta kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Pembinaan Statistik Sektoral Kabupaten Jayawijaya Tahun 2024

    Foto : Agris Wistrijaya

    “untuk itu saya sangat mengharapkan partisipasi aktif para kepala perangkat daerah pada umumnya dan Admin PEDASI dalam menyajikan dan mengelola data sesuai kewenangan masing-masing sehingga data  tersebut dapat dijadikan bahan dalam Rangka Penyusunan Statistik Sektoral guna kepentingan Penyelenggaraan Pemerintahan” ungkap Asisten I Sekda Kabupaten Jayawijaya.

    Drs. Tinggal Wusono, M.A.P juga berharap penyediaan data-data Statistik Sektoral dapat memberikan Gambaran Representatif mengenai kemajuan pembangunan dan perkembangan lain yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya.  (AgW/FE)

  • Study Tour di Kantor Bupati Jayawijaya, Murid TK YPK Betlehem Disambut Hangat Plt. Sekda

    Study Tour di Kantor Bupati Jayawijaya, Murid TK YPK Betlehem Disambut Hangat Plt. Sekda

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menerima  kunjungan dari Taman Kanak-kanak YPK Betlehem Wamena, Kamis (12/09/2024).

    Plt. Sekda Jayawijaya Pilatus Lagowan, SE. saat menyambut hangat kunjungan murid-murid TK YPK Betlehem Wamena

    Foto : Vina Rumbewas

    Kunjungan Murid-murid TK ini disambut hangat Pelaksana Tugas Sekda Jayawijaya, Pilatus Lagowan,SE dan langsung diajak rombongan untuk melihat ruang kerjanya.

    Plt. Sekda juga memberikan motivasi bagi anak-anak TK ini dengan menyemangati mereka sebagai generasi penerus bangsa yang nantinya akan menjadi Pemimpin-Pemimpin Papua khususnya di Jayawijaya.

    “Anak-anak harus menjadi Generasi Penerus Bangsa yang Sehat agar dapat menjadi Pemimpin,” ungkapnya.

    Plt. Sekda juga mengantar langsung anak-anak untuk mengelilingi dan melihat-lihat suasana kerja Aparatur Sipil Negara di Kantor Bupati Jayawijaya.

    “Saya Memotivasi mereka untuk menjadi Generasi yang Hebat karena segala sesuatu kehidupan manusia mendasari dengan Pendidikan. Bagi saya, tanpa Pendidikan itu tidak bisa apa-apa. Dasarnya harus Pendidikan supaya generasi ini 30 tahun mendatang pasti mereka ini, dan saya yakin akan menduduki Jabatan di Birokrasi Pemerintahan Jayawijaya,” ungkapnya.

    Saat kunjungan berlangsung para siswa-siswa menanyakan apa saja yang dikerjakan Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kemudian Plt. Sekda menjelaskan semua, dengan menunjukan Ruang Kerja Bupati, Wakil Bupati hingga OPD-OPD.

    “Mereka ingin melihat suasana di sini dan saya berikan kesempatan kepada mereka untuk masuk ruangan saya dan setiap anak bergantian duduk di kursi saya,” katanya.

    Pilatus mengaku harus rileks agar anak-anak itu merasa nyaman untuk berkomunikasi. Tujuannya agar membawa pola pikir mereka untuk lebih giat bersekolah. (VIN/FE)

  • RRI Diharapkan Jadi Corong Informasi Positif Jelang Pemilukada di Papua Pegunungan

    RRI Diharapkan Jadi Corong Informasi Positif Jelang Pemilukada di Papua Pegunungan

    WAMENA – Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia Stasiun Wamena diharapkan dapat tetap menjadi perpanjangan tangan Pemerintah, untuk menyebarkan Informasi yang Positif, Benar, Jujur dan Edukasi, terutama yang berkaitan dengan proses Tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) yang sedang berlangsung, bahkan hingga saat Pemilihan pada bulan November mendatang.

    Hal ini disampaikan penjabat Bupati Jayawijaya dalam sambutan yang dibacakan Asisten I Sekda Jayawijaya, Drs.Tinggal Wusono,M.A.P, pada Puncak Perayaan Hari Bakti Radio Republik Indonesia Ke 79, Rabu (11/09/2024).

    Peringatan Hari Bakti RRI KE-79 di Studio LPP RRI Stasiun Wamena

    Foto : Vina Rumbewas

    “Mari bersama kita kawal Pesta Demokrasi Lokal ini, dengan mewujudkan Pilkada Damai untuk Kabupaten Jayawijaya dan Provinsi Papua Pegunungan,” ungkapnya.

    Pada momen ini, Pemerintah juga mengajak keluarga besar RRI Stasiun Wamena untuk bersama memaknai tujuan perayaan Hari Bhakti Radio di tahun ini.

    RRI turut berkontribusi dalam sejarah Kemerdekaan Indonesia, dan menjadi saluran utama untuk menyebarluaskan informasi serta sumber inspirasi dalam menggelorakan semangat Kemerdekaan, Kebangsaan dan keIndonesiaan bagi seluruh masyarakat. Peringatan hari ini mengajak kita untuk lebih menghargai peran radio dalam memberikan informasi, edukasi, dan hiburan yang bermanfaat bagi masyarakat.

    “Atas nama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, saya menyampaikan selamat Ulang Tahun kepada Keluarga Besar Radio Republik Indonesia, terlebih khusus RRI Stasiun Wamena. Terima kasih dan apresiasi yang tinggi saya sampaikan kepada para profesional radio, yaitu penyiar, jurnalis, produser, dan teknisi, atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan dalam rangka menyebarluaskan informasi kepada masyarakat,”ungkapnya.

    Mewakili Pemerintah, dirinya berharap agar melalui Peringatan Hari Bhakti Radio Tahun ini, para Profesional Radio dapat terus menghadirkan program-program berkualitas, serta tetap berkomitmen terhadap keunggulan dalam Industri Penyiaran.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Stasiun RRI Wamena, Jaures Jean Ngilamele mengungkapkan bahwa jelang peringatan hari bakti RRI ini pihaknya menggelar berbagai kegiatan sosial dan olahraga di lingkungan Stasiun RRI Wamena.

    Selain itu, untuk mengapresiasi pegawai juga, digelar lomba khusus yakni memproduksi Iklan Layanan Masyarakat dan memberi apresiasi kepada karyawan yang mencapai target dalam pembuatan berita online.

    “Saya berharap kepada Angkasawan dan Angkasawati RRI Wamena dapat berlomba-lomba untuk mengembangkan Kreatifitas masing-masing yang nantinya dinikmati dan dirasakan oleh masyarakat Papua Pegunungan dan masyarakat Indonesia pada umumnya,”. (VIN/YUS)

  • Pelantikan Badan Pengurus Persekutuan Gereja – Gereja Jayawijaya

    Pelantikan Badan Pengurus Persekutuan Gereja – Gereja Jayawijaya

    Wamena – PJ Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor,S.Pd,MM melantik Badan Pengurus Gereja-Gereja Jayawijaya Masa Bhakti 2024-2029 di Sasana Wio Lantai 1 Kantor Bupati Jayawijaya, Selasa (03/09/24).

    Dalam Sambutannya, PJ Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor,S.Pd,MM menyampaikan selamat dan sukses kepada Badan Pengurus yang baru saja dilantik dan diharapkan Pelantikan ini sebagai tanda awal kesiapan untuk menjadi Pemimpin, Pengayom dan Pemersatu bagi seluruh Denominasi Gereja yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

    Di ketahui bersama bahwa PGGJ merupakan Lembaga Representatif yang melingkupi 15 Denominasi Gereja, sehingga PGGJ hendaknya mampu menjadi  suatu Lembaga yang dapat merangkul  seluruh Gereja-Gereja yang ada di Jayawijaya, membangun komunikasi yang intens antara Gereja-Gereja, sehingga tidak terjadi perpecahan antar Denominasi Gereja sebagai Tubuh Kristus, melainkan harus saling memberi penguatan iman sebagai Gereja yang Bersekutu, Bersaksi dan Melayani di Tanah ini.

    PJ Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd, MM melantik Badan Pengurus Gerja-Gereja Jayawijaya Masa Bhakti 2024-2029

    Foto : Protokoler

    “Banyak ‘PR’ yang masih harus diselesaikan oleh Badan Pengurus yang baru saja dilantik, sehingga perlu adanya kebersamaan dan kesatuan antara seluruh anggota pengurus, serta menjaga komunikasi yang baik antara satu dengan lainnya, sehingga setiap tugas dan tanggung Jawab yang harus dikerjakan, dapat dilaksanakan secara bersama-sama, dan dapat selesai sesuai dengan harapan kita bersama” ungkap PJ Bupati Jayawijaya.

    “Terlebih khusus persoalan kerohanian Masyarakat Kabupaten Jayawijaya, yang berada di bawah Denominasi Gereja yang ada, yang akan berpengaruh pada Keamanan, Kenyamanan serta Kesejahteraan Masyarakat Jayawijaya secara umum.

    PJ Bupati juga berpesan mengenai persoalan-persoalan yang terjadi antar Gerejapun diharapkan dapat diselesaikan dengan baik, karena walaupun berbeda sinode, tata ibadah maupun aturan-aturan Gereja lainnya, namun tujuan semua Gereja adalah satu, yaitu melaksanakan tugas panggilan dari Tuhan Yesus Kristus.

    Foto bersama PJ Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd, MM dan Badan Pengurus Gerja-Gereja Jayawijaya masa bhakti 2024-2029

    Foto : Protokoler

    “Memiliki perbedaan itu adalah hal yang biasa, tetapi yang luar biasa adalah bagaimana Gereja mampu hidup bersatu dan melayani tanpa melihat perbedaan yang ada” ungkapnya.

    Pada kesempatan yang sama, Bupati juga mengajak Badan Pengurus PGGJ Masa Bhakti 2024-2029 untuk dapat membangun kerjasama antar semua pengurus dan Pimpinan Denominasi Gereja, serta juga kerjasama dengan Pemerintah Daerah sebagai mitra kerja di bidang kerohanian.

    Selain itu,  PJ Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd, MM berharap agar pengurus yang baru, dapat membawa perubahan atau transformasi yang besar bagi pelayanan Gereja, memberikan penyegaran bagi Gereja-Gereja dengan setiap program-program yang baik untuk kelancaran pelayanan Gereja Tuhan di tanah ini, tetap menunjukan kasih yang selalu diajarkan kepada Umat Tuhan, serta menjadi contoh dan teladan bagi seluruh Masyarakat di Kabupaten Jayawijaya. (AgW/FE)

  • Launching Gerakan Bapak/ Bunda Asuh anak Stunting (BAAS)

    Launching Gerakan Bapak/ Bunda Asuh anak Stunting (BAAS)

    Wamena – Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya mengadakan Launching Gerakan Bapak/ Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS)  di Puskesmas Kimbim Distrik Asologaima, Rabu (04/09/24).

    Kegiatan ini dilakukan bersama Tim PKK Kabupaten Jayawijaya dan di hadiri langsung oleh PJ Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd bersama Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya Ny. Melty Justin Mayor dan beberapa Kepala OPD serta Tim Kesehatan Kabupaten Jayawijaya.

    PJ Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd bersama Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya Ny. Melty Justin Mayor dan beberapa Kepala OPD dalam Launching Gerakan Bapak/Bunda Asuh anak Stunting

    Foto : Agris Wistrijaya

    PJ Bupati Jayawijaya mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan Pencegahan Stunting di Kabupaten Jayawijaya, dimana dalam waktu 3 bulan akan menjadi Bapak/Bunda Asuh bagi anak-anak yang mengalami stunting dan di harapkan ada banyak perkembangan dari anak-anak yang mengalami stunting.

    Pj Bupati memberikan Apresiasi kepada Tim Kesehatan dan Mama-mama yang Pro Aktif dalam memantau anak-anak dengan memeriksa di Puskesmas-Puskesmas di berbagai Distrik.

    Pemberian Makanan bergizi oleh Ketua TP PKK Jayawijaya Ny. Melty Justin Mayor

    Foto : Agris Wistrijaya

    PJ Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd meminta kepada setiap Stakeholder untuk berperan dalam penanganan Stunting terutama kepada setiap Bapak/Bunda Asuh yang sudah dipercayakan bagi setiap Perangkat Daerah di Kabupaten Jayawijaya.

    Menurut Ketua TP PKK Ny. Melty Justin Mayor yang juga hadir memantau perkembangan anak-anak yang mengalami indikasi stunting bahwa Tim TP PKK akan terus mengawasi dengan memberikan imunisasi, bantuan makanan bergizi serta memantau perkembangan selama 3 bulan dengan 40 anak yang menjadi tanggung jawab Tim PKK. (AgW/AW)

  • Konsultasi Publik dan Simulasi “Rencana Kesiapsiagaan Bencana Konflik Sosial”

    Konsultasi Publik dan Simulasi “Rencana Kesiapsiagaan Bencana Konflik Sosial”

    WAMENA – Penjabat Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor,S.Pd,MM, membuka secara resmi Konsultasi Publik dan Simulasi ‘Rencana Kesiapsiagaan Bencana Konflik Sosial’ bersama Komite Kerukunan dan Pemerintah Daerah yang digelar Wahana Visi Indonesia (WVI) di Wamena, Jumat (30/08/2024).

    Kegiatan yang merupakan rangkaian dari Program NOKEN PAPUA (Transformasi Komunitas untuk Kerukunan) ini berkolaborasi dengan GKI Tanah Papua, GKII Wilayah 4 dan SKPC4 Fransiscan Papua.

    Pj.Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor,S.Pd,MM saat membuka kegiatan Konsultasi Publik dan Simulasi Rencana Kesiapsiagaan Bencana Konflik Sosial yang digelar WVI

    Foto : Vina Rumbewas

    Dalam Sambutanya, Penjabat Bupati memaparkan bahwa Bencana Sosial merupakan Bencana yang disebabkan karena rentetan peristiwa yang dialami oleh manusia, akibat dari adanya konflik sosial antar kelompok atau komunitas. Hal ini menimbulkan ketidaknyamanan dalam kehidupan sosial masyarakat, dan jika tidak diselesaikan dengan baik maka bencana sosial dapat mengurangi rasa persatuan dan kesatuan dalam Masyarakat, Bangsa Dan Negara. 

    “Bencana sosial harus segera diatasi agar tidak menimbulkan efek yang berkepanjangan. Mengatasi bencana sosial perlu pendekatan holistik yang melibatkan Pemerintah, Masyarakat, Organisasi Masyarakat, hingga tokoh-tokoh agama. Hal ini perlu dilakukan untuk bisa mengatasi akar penyebabnya dan membangun ketahanan sosial,” ungkap Thony Mayor.

    Di Jayawijaya sendiri, bencana sosial sering muncul akibat ketidakpuasan kelompok masyarakat tertentu akan Kebijakan Pemerintah, baik di tingkat Distrik maupun Kabupaten. Selain itu juga, biasanya aksi dilakukan sebagai bentuk protes akibat peristiwa kecelakaan, pembunuhan, maupun kekerasan lainnya diantara kelompok masyarakat, yang ikut berdampak pada masyarakat lainnya.

    “Aksi kelompok masyarakat dalam menuntut ketidakpuasan ini sering menimbulkan rasa tidak aman bagi seluruh Masyarakat Jayawijaya. Oleh karena itu, sekali lagi saya memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini, yang diharapkan dapat memberikan Pencerahan bagi Pemerintah baik di Tingkat Kampung, Distrik maupun Pemerintah Daerah, untuk melakukan usaha-usaha pencegahan konflik bencana sosial,” ungkapnya.

    Selain itu, Thony Mayor juga menyampaikan bahwa diperlukan kontribusi dari Tokoh-Tokoh Agama di Jayawijaya, dimana mereka juga perlu dilengkapi dengan pemahaman serta cara penanggulangan konflik bencana sosial, karena suara gereja maupun pimpinan agama sangat berpengaruh kepada masyarakat.

    “Saya memberi apresiasi dan terima kasih kepada Wahana Visi Indonesia di Jayawijaya, yang selama ini telah bekerja sama dan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, dalam melaksanakan pelayanan kemanusiaan di Tanah ini. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa memberkati setiap Pelayanan WVI di Tanah ini.

    Pada kesempatan yang sama, Debora Program Manager Noken menuturkan bahwa pertemuan ini merupakan proses pengembangan dokumen dan sistem peringatan dini dan rencana kesiapsiagaan bencana konflik sosial sehingga melibatkan OPD sebagai bagian dari kelompok-kelompok tersebut untuk dapat memetakan aset apa yang bisa digunakan ketika terjadi konflik sosial.

    Peserta kegiatan Konsultasi Publik dan Simulasi Rencana Kesiapsiagaan Bencana Konflik Sosial yang digelar WVI

    Foto : Vina Rumbewas

    “Bersama dengan Pimpinan Daerah kita sendiri sudah mengupdate perkembangan program selama 2,5 tahun, dimana sangat diapresiasi sekali. Pemerintah Daerah juga punya target yang sama untuk membangun kerukunan dan untuk mengatasi konflik sosial,” ungkapnya.

    Lanjutnya, kedepan pihaknya akan coba mengintegrasikan dengan indicator capaiannya Pemerintah Daerah.

    “Jayawijaya menjadi Daerah yang rawan terjadi konflik sosial dan WVI rutin melakukan advokasi. Kami menggali informasi, survey, dan lainnya. Jadi beberapa isu yang sudah muncul dan itu yang kita coba sosialisasikan juga kepada masyarakat untuk bagaimana masyarakat juga bisa merubah cara pandang terhadap konflik, mengubah cara pandang bahwa masih bisa dialog, komunikasi dengan belas kasih, jadi kita buka wawasan,” jelasnya.

    Output dari kegiatan ini diharapkan akan ada dokumen yang menjadi acuan ketika terjadi konflik sosial.

    “Jadi dokumen ini yang akan meriveuw yang isinya terkait gejala-gejala konflik itu seperti apa, sistemnya dan siapa yang bisa dihubungi, jejaring siapa yang bisa dikembangkan untuk bisa mencegah, dan kalau pun terjadi kita tau kemana mencari pertolongan,” terangnya.

    Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh Perwakilan Tokoh Masyarakat, Gereja, Pelajar, Tokoh Perempuan dan Pimpinan OPD di lingkungan Pemda Jayawijaya. (VIN/YUS)

  • Memasuki Tahapan Pemilukada, Penjabat Bupati Jayawijaya Tekankan Netralitas ASN

    Memasuki Tahapan Pemilukada, Penjabat Bupati Jayawijaya Tekankan Netralitas ASN

    WAMENA – Penjabat Bupati Jayawijaya, Thony M. Mayor,S.Pd,MM mengingatkan para Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemda Jayawijaya untuk tetap menjaga Netralitas jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) di Jayawijaya.

    Hal ini ditegaskannya saat memimpin apel pagi yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Senin (02/08/2024).

    “ASN di Jayawijaya saya ingatkan agar jaga netralitas jelang pemilukada,” tegasnya.

    Pj. Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor,S.Pd,MM saat memimpin apel pagi di lingkungan Pemda Jayawijaya

    Foto : Agris Wistrijaya

    Diketahui sanksi dari tidak netralnya ASN berupa pelanggaran disiplin dan berkonsekuensi terdapat hukuman dispilin.

    Menurutnya, siapapun berhak memilih dan dipilih dalam pesta demokrasi serentak 2024 ini, namun sebagai ASN wajib menjaga netralitas yang tujuannya bermanfaat untuk pelayanan publik.

    “Semua yang maju kita kenal tidak ada yang kita tidak kenal, semuanya keluarga kita, kita punya hak untuk memilih dan dipilih. Tapi bagaimana kita menempatkan diri agar menjaga situasi dan kondisi keamanan.

    Pj. Bupati juga meminta ASN di lingkungannya untuk ikut menetralisir berbagai isu yang berkembang di Jayawijaya dengan menjunjung tinggi nilai kedamaian, mulai dari tahapan hingga hari pelaksanaan pemilihan. 

    Tahapan pemilukada di Jayawijaya telah dimulai sejak 27 Agustus 2024 lalu dengan dimulainya tahapan pendaftaran, dan empat pasangan calon telah mendaftarkan diri untuk bertarung dalam pilkada Jayawijaya November mendatang. (VIN/FE)

  • PJ Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor,S.Pd,MM mengunjungi Kampung Walak Distrik Asologaima

    PJ Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor,S.Pd,MM mengunjungi Kampung Walak Distrik Asologaima

    Wamena – Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya melalui PJ Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor,S.Pd,MM bersama beberapa Kepala OPD mengunjungi Kampung Walak Distrik Asologaima, Kamis (29/08/2024).

    Dalam kunjungan tersebut PJ Bupati Jayawijaya memberikan Apresiasi kepada Masyarakat Kampung Walak dalam terobosan membuat kegiatan Panen Raya Perdana Ikan Mas dan sekaligus perkenalan strategis Lokasi Wisata Kolam Pemancingan “ANNE MUMU” Distrik Asologaima.

    PJ Bupati Jayawijaya Thony M.Mayor, S.Pd,MM bersama beberapa Kepala OPD mengikuti panen Raya Perdana Ikan Mas dan sekaligus perkenalan strategis Lokasi Wisata Kolam Pemancingan “ANNE MUMU”

    Foto : Agris Wistrijaya

    “Tugas Pemerintah adalah Melayani dan Mengayomi Masyarakat, untuk itu melalui Kepala Distrik dan Kepala Kampung diharapkan Masyarakat dapat saling bekerja sama dalam Kelompok perikanan pada pengelolaan Lokasi Wisata Kolam Pemacingan” ungkapnya.

    PJ Bupati juga mengatakan bahwa Kabupaten Jayawijaya memiliki kualitas tanah yang sangat subur, sehingga tidak memerlukan pupuk seperti Daerah lain. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah Transportasi yaitu akses jalan penghubung antar distrik ke kota maupun antar Daerah, tetapi untuk arus lalulintas bisa lancar tergantung Keamanan.

    Pada kesempatan itu, Thony M.Mayor, S.Pd,MM juga menghimbau kepada Masyarakat untuk menjaga keamanan, tidak mabuk-mabuk dan tidak palang-palang jalan yang dapat menghambat aktifitas Perekonomian.

    PJ Bupati Jayawijaya Thony M.Mayor, S.Pd,MM saat meninjau Lokasi Wisata Kolam Pemancingan “ANNE MUMU” Kampung Walak Distrik Asologaima

    Foto : Agris Wistrijaya

    “Dengan adanya Potensi Wisata Kolam Pemancingan ini diharapkan dapat menarik banyak pengunjung, itupun jika dijangkau dengan keamanan yang baik” ungkap PJ Bupati Jayawijaya.

    Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya sangat mendukung Wisata Kolam Pemancingan “ANNE MUMU” Kampung Walak Distrik Asologaima, untuk itu PJ Bupati Jayawijaya akan siap membantu di Anggaran selanjutnya untuk Perbaikan Jalan masuk ke dalam Lokasi Wisata melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jayawijaya.

    PJ Bupati juga berharap untuk Kepala-Kepala Kampung dapat mengatur dana untuk program-program yang akan dibuat di tengah-tengah Masyarakat. (AgW/FE)

  • Pj. Bupati Jayawijaya Launching Penyaluran Beras Raskin Tahap III

    Pj. Bupati Jayawijaya Launching Penyaluran Beras Raskin Tahap III

    WAMENA – Penjabat Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor,S.Pd.,MM melaunching penyaluran  bantuan pangan Cadangan beras Pemerintah Tahap III, Senin (26 Agustus 2024).

    Penjabat Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd., MM Bersama  Kepala Kampung saat penyaluran bantuan Cadangan beras Tahap III

    Foto : Imanuel Sawaki

    Bertempat Gudang Bulog Jayawijaya Pj. Bupati Bersama Forkopimda melaunching penyaluran bantuan pangan cadangan beras Pemerintah yang telah memasuki tahap ke III, pada kesempatan itu Pj. Bupati saat memberikan sambutannya menjelaskan bahwa  kebutuhan dasar Masyarakat yang salah satunya adalah kebutuhan pangan adalah salah satu kebutuhan yang sangat penting terutama bagu Masyarakat yang Tingkat kemampuan ekonominya dibawah rata-rata.

    Selain itu Pj. Bupati Thony Mayor juga menjelaskan bahwa Penyaluran bantuan Cadangan beras Pemerintah ini juga adalah salah satu usaha Pemerintah dalam menekan Angka Inflasi yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

    Selanjutnya Pj. Bupati Menjelaskan bahwa kesulitan bahan pangan di Kabupaten Jayawijaya adalah akibat dari sulitnya Transportasi karena Kabupaten Jayawijaya hanya menggunakan transportasi udara sebagai sarana utntuk mengangkut bahan pangan khususnya Beras sehingga mengakibatkan harga beras di pasaran  menjadi cukup mahal.

    “Harga di pasaran cukup mahal sehingga program Pemerintah Pusat melalui Badan Ketahanan Pangan dan Juga disalurkan Melalui Bulog dan selanjutnya bersama-sama dengan Pemerintah Daerah untuk menyalurkan sesuai dengan data yang disampaikan oleh kepala kampung melalui kepala distrik itu yang kami salurkan sesuai dengan yang punya hak “ Jelas Pj. Bupati.

    Selain itu Pj. Bupati juga menjelaskan bahwa wakga masyarakat Kabupaten Jayawijaya pada umumnya memiliki tingkat ekonomi yang hampir sama sehingga   penerima manfaat menjadi terbatas. Tetapi diharapkan Kepala Distrik dan kepala Kampung dapat menjaga situasi di wilayahnya masing-masing agar tidak terjadi salah paham antar warga masyarakat.

    Pj. Bupati Saat Melaunching bantuan pangan Cadangan Beras Tahap Ketiga

    Foto : Imanuel Sawaki

    Lanjut Pj. Bupati untuk salah satu uaya Pemerintah agar menghindari kesalah pahaman masyarakat maka diambil kebijakan bahwa bantuan cadangan beras ini akan dibagi  3 bulan sekali agar diharapkan lebih banyak masyarakat yang dapat menerima manfaat yang sama.

    Menutup sambutannya, Pj. Bupati menjelaskan bahwa bantuan ini adalah  bantuan ini adalah milik masyarakat  sehingga dirinya mengharapkan warga masyarakat yang ada di kampung turut mengawasi enyaluran bantuan  pangan ini. (IS/AW)