Category: Berita

  • Sekda berpesan kepada Dharma Wanita Persatuan untuk lebih tanggap, kreatif dan produktif

    Sekda berpesan kepada Dharma Wanita Persatuan untuk lebih tanggap, kreatif dan produktif

    Wamena – Sekertaris Daerah Thony M. Mayor, S.Pd, MM membuka kegiatan “Pelatihan Dasar Menjahit bagi anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jayawijaya”, Senin (16/10/23).

    Dalam kegiatan tersebut, Sekda Jayawijaya berharap kepada Dharma wanita untuk mampu menggagas program dan kegiatan yang selaras dengan Visi-Misi Bupati karena DWP merupakan organisasi semi pemerintah yang dapat secara aktif ikut mengisi pembangunan di Kabupaten Jayawijaya dan bersinergi dengan satuan kerja perangkat Daerah terkait.

    Sekertaris Daerah Thony M. Mayor, S.Pd, MM  bersama ketua DWP, Pengurus dan Kepala-Kepala OPD Kabupaten Jayawijaya. Foto: Agris Wistrijaya

    Pada kesempatan itu juga Sekda menantang kepengurusan DWP Kabupaten Jayawijaya masa bakti 2019-2024 untuk membuat terobosan-terobosan dan inovasi baru dalam berpartisipasi mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya.

    Sekda mengatakan kepada DWP untuk secara profesional karena pengurus dan anggota DWP selain terdiri dari istri-istri pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, sebagian besar pengurus dan anggota DWP merupakan pemegang eselon dilingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya sudah sepatutnya jauh lebih profesional dibandiungkan dengan organisasi wanita lainnya.

    Selain itu, Sekda berpesan kepada DWP untuk lebih tanggap, kreatif dan produktif dalam menyusun program dan kegiatan tahunan agar seiiring, sejalan, dan mampu memberikan output serta manfaat yang seluas-luasnya untuk mensejahterakan masyarakat dan anggota Dharma Wanita Persatuan. (AW)

  • Pelatihan Bagi Tenaga Pengelolah Penyusunan Data Dan Informasi Perpustakaan

    Pelatihan Bagi Tenaga Pengelolah Penyusunan Data Dan Informasi Perpustakaan

    Wamena – Asisten I Sekda Jayawijaya Drs.Tinggal Wusono, MAP, Mewakili Bupati Jayawijaya membuka kegiatan pelatihan tenaga pengelolah penyusunan data dan informasi perpustakaan daerah yang di selenggarakan di Gedung sekolah minggu GKI Betlehem Wamena, Kamis (05/10/2023).

    Asisten I Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wuson, M.AP Saat membuka kegiatan Pelatihan Tenaga Pengelolah Penyusunan

     data dan Informasi Perpustakaan Daerah. Foto : Imanuel Sawaki

    Asisten I Sekda Jayawijaya saat membacakan sambutan Bupati Jayawijaya, mengatakan bahwa “dengan disahkannya uu nomor 43 tahun 2007  tentang Perpustakaan dan peraturan Pemerintah nomor 18 tahun 2016 tentang Oraganisasi Perangkat  Daerah. Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah dan peraturan bupati Jayawijaya  nomor 60  tahun 2016  tentang organisasi  dan tata kerja Dinas perpustakaan dan arsip daerah kabupaten Jayawijaya sebagai tindak lanjut. Dengan adanya undang-undang perpustakaan  telah menjawab tantangan ke depan yang dirasa lebih berat lagi karena kondisi sekarang yang terjadi perubahan sikap hidup  materialistik, individualistik, presentik dan orientasi hidup kekinian yang cendrung melupakan masa lalu dan mengabaikan masa depan, lemahnya kesadaran  membaca di masyarakat padahal dengan membaca dapat membuka wawasan masyarakat. perpustakaan merupakan jendela dunia  dan membaca merupakan kebutuhan bagi setiap orang

    Dalam sambutannya yang dibacakan oleh asisten I Sekda, Bupati Jayawijaya juga mengharapkan agar Perpustakaan juga dapat bersaing di era digital karena dengan membaca, akan memberikan dampak baik kepada anak-anak agar dapat terhindar dari kecanduan HP, juga kepada lansia karena dengan membaca dapat meningkatkan daya ingat.

    “Penyelenggaraan  perpustakaan sejak tahun 2013 telah beralih dari yang manual menjadi pengelolaan secara digital  dimana sudah ada pojok baca digital  di area publik  juga  e-book sehingga dapat membantu pemustaka untuk mendapat kesempatan membaca dimana saja dan kapan saja. Sejak  tahun 2020 sampai 2022 Dinas perpustakaan dan arsip kabupaten  Jayawijaya telah bermitra dengan perpustakaan nasional  dalam program tranformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial  dan telah menerima bantuan 1 server dan 2 unit komputer untuk layanan ke masyarakat juga 7 perpustakaan  kampung  telah menerima bantuan dari perpustakaan nasional berupa 1 unit tv 43 inci, 3 unit komputer, rak buku dan buku. Adapun kampung penerima manfaat dari program ini adalah kampung pikhe, Pisugi, Aikima, Suroba, (Distik Pisugi) Sinarekowa, Pipitmo dan Ketimafit (Distrik Wouma)” ungkap Asisten I Setda Jayawijaya.

    Asisten I Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wuson,M.AP Saat foto Bersama peserta Pelatihan

    Foto : Imanuel Sawaki

    Asisten I Setda Jayawijaya menambahkan “pengelolaan  perpustakaan  yang baik adalah pengelolaan  perpustakaan  sesuai standar dimana harus ada gedung perpustakaan sendiri yang terdiri dari ruang baca umum,ruang baca khusus buat  anak- anak juga kaum dasabilitas, juga ruang pengelolaan bahan perpustakaan dan ruang layanan digital yang terpisah dari gedung kantor, kami juga  sangat mengharapkan adanya pustakawan  pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Jayawijaya karena dengan adanya pustakawan  pengelolaan perpustakaan dapat terarah dan berjalan sesuai aturan yang berlaku dan sesuai kebutuhan pemustaka.”

    Di akhir sambutannya, asisten I Sekda mengatakan “ Pemerintah Daerah mengucapkan banyak terimakasih kepada Dinas perpustakaan dan arsip daerah atas terselenggaranya kegiatan pelatihan tenaga pengelolah perpustakaan kampung dan perpustakaan sekolah  ini, kami sangat berharap agar kegiatan ini dapat berkelanjutan sehingga penyelenggaraan  perpustakaan di Kabupaten Jayawijaya akan lebih baik lagi”. (IS/AR)

     

  • Peringatan HUT TNI ke-78 di Kabupaten Jayawijaya

    Peringatan HUT TNI ke-78 di Kabupaten Jayawijaya

    Wamena – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, M.Si hadir dalam Peringatan HUT TNI ke-78 di Kodim 1702, Kamis (5/10/23).

    Bupati Jayawijaya  dalam sambutannya mengungkapkan bahwa keberadaan TNI di Kabupaten Jayawijaya telah dirasakan oleh seluruh komponen masyarakat, melalui kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan oleh TNI yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

    Bupati juga berharap agar peringatan ini dapat dijadikan sebagai momentum dalam mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan selama satu tahun sebelumnya.

    “Dibalik banyaknya keberhasilan yang telah dicapai, pasti ada beberapa yang perlu diperbaiki dan menjadi acuan dalam rangka perbaikan di masa yang akan datang, sehingga peran TNI di Kabupaten Jayawijaya dapat lebih maksimal” ungkapnya.

    Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, M.Si memberikan sambutan pada peringatan HUT TNI ke-78.

    Foto: Erdi (Protokoler)

    Dalam tema HUT TNI tahun 2023 “TNI Patriot NKRI : Pengawal Demokrasi untuk Indonesia Maju”, Bupati Jayawijaya mengajak keluarga besar TNI di Kabupaten Jayawijaya untuk dapat menjaga keamanan dan ketertiban Kabupaten Jayawijaya menjelang pesta demokrasi pada tahun 2024 mendatang.

    “Pemerintah dan masyarakat beserta jajaran TNI memiliki peran dalam menjaga dan mengamankan keutuhan serta terciptanya pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia” ungkap Bupati.

    Menurutnya dengan kondisi aman, maka pembangunan daerah dapat berlangsung dengan baik. tugas dan tanggung jawab ini dapat dijawab oleh seluruh komponen dengan kerja keras, terpadu dan terkoordinasi, serta dukungan dari semua pihak.

    Selain itu, Bupati berharap kerja sama yang telah terjalin selama ini antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya beserta seluruh komponen masyakarat, hendaknya dapat terus dijaga dan lebih ditingkatkan. (AgW/AR)

  • Warga Kampung Pugima kini dapat menikmati listrik

    Warga Kampung Pugima kini dapat menikmati listrik

    WAMENA – Warga Kampung Pugima Distrik Walelagama Kabupaten Jayawijaya kini dapat menikmati listrik di rumah masing-masing.

    Pemasangan jaringan listrik ini berdasarkan kesepakatan warga dalam merealisasikan dana Desa yang diterima kampung tersebut.

    Penyalaan listrik serentak untuk pertama kalinya di Kampung Pugima ini dilakukan oleh Bupati Jayawijaya yang diwakili Plt Kepala Dinas Perhubungan, Yuda D. Daby, S.Sos, yang berlangsung di kantor Kampung Pugima, Rabu (4/10/2023).

    Peresmian masuknya listrik di Kampung Pugima Distrik Walelagama, Kab.Jayawijaya

    Foto : Vina Rumbewas

    “Saya berharap kepada seluruh masyarakat Pugima agar dapat memanfaatkan sumber daya listrik ini dengan baik, sesuai dengan kebutuhan, dan dengan memperhatikan setiap instruksi atau cara penggunaan listrik serta alat-alat yang mengandung listrik  tersebut dengan hati-hati dan bijaksana,” ungkapnya.

    Pemerintah Jayawijaya juga memberi apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada semua pihak, yang telah bekerja keras dan mendukung program pembangunan jaringan listrik di kampung Pugima, hingga dapat berjalan dengan baik dan lancar.

    “Saya berharap kepada seluruh masyarakat agar mendukung pelaksanaan program ini. Mari kita jaga infrastruktur yang sudah ada, agar kebutuhan akan listrik dapat selalu tersedia bagi seluruh masyarakat Pugima, yang secara tidak langsung juga dapat membantu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” tuturnya.

    Dikesempatan itu warga Pugima juga diajak untuk senantiasa mendukung program-program pemerintah daerah di segala bidang karena dukungan masyarakat mempengaruhi pembangunan daerah.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Kampung Pugima, Deli Itlay, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 60 rumah yang telah dipasangkan jaringan listrik dan meteran yang pengadaannya melalui dana desa.

    “Dana kampung yang digunakan tahun anggaran 2022, tapi baru dinyatakan ditahun 2023 ini karena berproses. Dan jumlah dana yang digunakan mulai dari limit hingga lampu menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 232.000.000,-” jelasnya.

    Selain itu juga kata Ibu Deli dana tersebut termasuk penambahan tiang listrik dan kabel.

    Dengan masuknya penerangan ini dirinya sangat bersyukur karena dapat membantu anak-anak sekolah di kampung Pugima untuk belajar dengan baik, dan warga di masing-masing rumah juga dapat menggunakan kebutuhan listrik untuk hal-hal positif.

    “Saya sangat berterimakasih kepada bapak bupati Jayawijaya, dimana beliau memberikan rekomendasi untuk pemasangan jaringan listrik masuk dari distrik Walelagama sampai Distrik Itlay Hisage sehingga hari ini masyarakat Pugima lampu sudah bisa menyala,” tuturnya. (VIN/AR)

  • Bupati Jayawijaya Dalam Pertemuan Bersama Para Guru

    Bupati Jayawijaya Dalam Pertemuan Bersama Para Guru

    WAMENA – Menanggapi aksi protes yang dilakukan tenaga guru di Kabupaten Jayawijaya hingga berujung terganggungnya proses belajar mengajar, Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya gelar pertemuan bersama seluruh guru di Jayawijaya.

    Pertemuan yang berlangsung di gedung Basda Yapis Wamena, Rabu (04/10/2023) dipimpin langsung Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, S.E., M.Si.

    Pertemuan Bupati Jayawijaya bersama para tenaga guru dari semua jenjang di Jayawijaya

    Foto : Istimewas

    Usai pertemuan kepada wartawan Bupati Jhon Richard Banua, S.E., M.Si mengatakan bahwa “DANA Dinas Pendidikan ada pada kas daerah hanya penyerapan yang masih rendah”.

    “Dinas Pendidikan itu dananya ada hanya saja, penyerapannya yang masih rendah. Sebenarnya masalah di Dinas Pendidikan tidak rumit karena dananya ada dalam rekening kas daerah, yang menjadi masalah adalah penyerapannya dari sekolah-sekolah dan Dinas Pendidikan yang masih minim mengajukan permintaan kepada keuangan,” kata Bupati.

    Beliau juga menjelaskan bahwasannya Tambahan Pengasilan Pegawai (TPP) sama dengan Insentif. TPP  dibayarkan dari sumber dana DAU sehingga semua guru bisa dibayarkan, kalau pembayaran menggunakan Dana Otsus maka  hanya guru OAP saja yang menerima .

     “Jika otsus digunakan untuk membayar TPP maka guru Non OAP tidak akan mendapat tunjangan tersebut, sehingga pembayaran TPP ini menggunakan dana DAU dan syarat pembayaran itu adalah wajib mengisi lembar kerja dan absensi, ini  perlu diperhatiakan oleh para guru karena diminta oleh pusat,” jelas Bupati selanjutnya.

    Sementara untuk tunjangan sertifikasi guru, kata Bupati Jayawijaya bahwa sumber dananya dari pusat yang langsung masuk ke rekening para guru.

    Terkait ini Pemda Jayawijaya berupaya untuk mendapatkan sertifikasi guru harus sarjana, dan untuk Jayawijaya sudah ada 50an guru yang sudah wisuda S1.

    “Tidak usah bapak/ibu kuliah seperti kemarin-kemarin harus ke Jayapura dan kalau ada guru yang tinggal 3 tahun mengabdi ini tidak bisa lagi untuk dikuliahkan sebab kalau wisuda langsung pensiun, sehingga kami minta kepada UNCEN untuk memberikan satu toleransi bagi sisa guru yang belum S1 untuk berkuliah tetap di Wamena,”.

    Sementara untuk dana Bosda kata Bupati dirinya merasa menyesal karena tak sesuai dengan apa yang menjadi keinginan Bupati, yang mana dana Bosda diharapkan dapat melengkapi membantu melengkapi dan BOS.

    “BOSDA itu bagaimana melakukan pendidikan gratis supaya anak-anak ini tak membayar SPP. Maksudnya dana BOS berapa yang digelontorkan kepada sekolah kalau ada kekurangannya ditutupi oleh BOSDA ini yang dirumuskan, tapi dari SPJ BOSDA digunakan untuk hal lain seperti beli BBM, Beli Gula Beli Kopi,” tutupnya. (VIN/AR)

  • Workshop Bumkam Harus Beri Dampak Positif Terkait Pengelolaan Dana Desa

    Workshop Bumkam Harus Beri Dampak Positif Terkait Pengelolaan Dana Desa

    WAMENA – Setelah berlangsung selama tiga hari Workshop Penataan Administrasi Dan Penjajakan Bisnis Bumkam, yang berlangsung di Hotel Baliem Pilamo resmi di tutup Asisten II Sekda Jayawijaya, Lekius Yikwa, S.Pd., M.Si Jumat (29/09/2023).

    Dalam sambutan Bupati saat menutup acara tersebut mewakil Pemda Jayawijaya asisten II berharap kegiatan ini dapat memberikan banyak pengetahuan baik dari sisi ilmu maupun keterampilan bagi para peserta, sehingga nantinya akan memberikan dampak positif terkait pengeloaan dana desa yang digunakan dalam menjalankan usaha desa di masing-masing desa yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

    Asisten II Sekda Jayawijaya Lekius Jikwa, S.Pd., M.Si membuka secara resmi Workshop Penataan Administrasi Dan Penjajakan Bisnis Bumkam, yang berlangsung di Hotel Baliem Pilamo.

    Foto : Vina Rumbewas

    “Dengan pengelolaan dana desa yang baik tentu akan memberikan maanfaat yang besar kepada masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri,” ungkapnya.

    Assisten II Sekda juga berharap, kedepannya kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga masyarakat kampung di seluruh Kabupaten Jayawijaya, mendapat manfaat pengetahuan serta menambah pengalaman dalam melaksanakan usaha masing-masing, untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

    “Kami atas nama Pemerintahan Daerah juga menyampaikan terimakasih kepada para pemateri yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu kepada para peserta. Pelaksanaan kegiatan workshop ini merupakan bukti keseriusan kita untuk menata  pelaksanaan administrasi pemerintahan kampung, agar berjalan baik dan efisien, serta mendorong semangat masyarakat dalam menjalankan masing-masing, dengan bantuan BUMKAM,” tuturnya. (VIN/AR)

     

  • Workshop Penataan Administrasi Dan Penjajakan Bisnis Bumkam di Jayawijaya

    Workshop Penataan Administrasi Dan Penjajakan Bisnis Bumkam di Jayawijaya

    WAMENA – Asisten II Sekda Jayawijaya Lekius Jikwa, S.Pd., M.Si membuka secara resmi Workshop Penataan Administrasi Dan Penjajakan Bisnis Bumkam, yang berlangsung di Hotel Baliem Pilamo, Rabu (27/09/2023).

    Dalam sambutan Bupati Jayawijaya yang dibacakan Asisten II, Setda Kabupaten Jayawijaya  mengapresiasi PKPD serta Kementerian Desa dan PDTT yang memberi perhatian kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, dan menjalin kerjasama bersama DPMK kabupaten Jayawijaya dengan menyelenggarakan Workshop ini.

    “Saya berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga masyarakat kampung di seluruh Kabupaten Jayawijaya, mendapat pengetahuan untuk menambah pengalaman dalam menjalankan usaha masing-masing dalam peningkatan kesejahteraan mereka,” ungkapnya.

    Menurutnya, Pemerintahan Kampung adalah salah satu pilar utama dalam sistem Pemerintahan di Tingkat Kabupaten, yang memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat, karena pemerintahan kampung berhubungan langsung dengan masyarakat.

    Asisten II Sekda Jayawijaya Lekius Jikwa, S.Pd., M.Si  membuka secara resmi Workshop Penataan Administrasi Dan Penjajakan Bisnis Bumkam, yang berlangsung di Hotel Baliem Pilamo

    Foto : Vina Rumbewas

    “Persoalan mendasar yang di hadapi oleh Pemerintah Kampung adalah terkait proses penataan Administrasi Pemerintahan Kampung yang berjalan lamban dan kurang efisien, dimana hal tersebut tentu saja merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah hingga Pemerintah Pusat,” katanya.

    Sehingga melalui Pelaksanaan kegiatan workshop ini merupakan bukti nyata keseriusan untuk memajukan pelaksanaan administrasi pemerintahan kampung, agar dapat berjalan dengan lebih baik dan efisien, serta mendorong semangat masyarakat dalam melaksanakan usahanya masing-masing, dengan bantuan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKAM).

    Lanjut asisten II, penyaluran dana desa oleh pemerintah pusat kepada masyarakat kampung bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, serta pemerataan pembangunan, namun pada kenyataannya penggunaan dana kampung belum maksimal dan efisien sesuai dengan ketentuan.

    “Oleh karena itu, pada momen ini, saya ingin mengajak kepada seluruh peserta workshop agar dapat mengikuti setiap materi yang akan disampaikan oleh para narasumber, baik dari OPD terkait di lingkungan pemerintah Kabupaten Jayawijaya, maupun dari setiap stakeholder yang akan memberikan materi sesuai bidang masing-masing,” tutupnya.

    Materi yang disampaikan yakni berkaitan dengan peningkatan sistem administrasi Pemerintahan Kampung serta peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat sesuai dengan konteks legalisasi hukum. Dalam hal ini, bumkam menjadi bagian penting dalam upaya membangun ekonomi lokal dan memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat kampung dalam menjalankan bisnis secara sah, terhindar dari permasalahan hukum, serta memberikan kepastian hukum kepada para pemangku kepentingan. (VIN/AR)

  • Sekda Jayawijaya Membuka Kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar Kelas Penegak (KMD)

    Sekda Jayawijaya Membuka Kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar Kelas Penegak (KMD)

    Wamena – Sekretaris Daerah Jayawijaya Thonny M. Mayor,S.Pd.,MM membuka Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar Kelas Penega yang diselenggarakan Oleh Gerakan Pramuka Kwartir cabang Jayawijaya di Aula SMKS YSO Ninabua Wamena,  Senin (25/09/2023).

    Sekretaris Daerah dalam sambutannya menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok penyelenggaraan kegiatan kepramukaan bagi kaum muda, kegiatan ini dimaksutkan untuk menumbuh kembangkan tunas-tunas bangsa agar mereka menjadi generasi  penerus yang lebih baik dari generasi kita, sanggup bertanggung jawab pada diri sendiri dan lingkungannya.

    Sekretaris Daerah Jayawijaya  saat  membuka Kursus Pembuna Pramuka mahir tingkat dasar kelas penegak yang diadakan di aula SMKS YSO Ninabua Wamena

    Foto : Imanuel Sawaki

    “Untuk merefleksikan ini, sangat diperluka dukungan penuh dari  anggota dewasa gerakan pramuka, dalam hal ini para andalan dan para pembina pramuka, utamanya para ketua dan anggota majelis pembimbing gugus depan “lanjut Sekda

    Dalam Sambutannya, Sekda Thony M. Mayor,S.pd.,MM juga mengatakan bahwa “ saat ini kegiatan serta pola bembinaan peseta didik geraka pramuka di gugus depan terlihat kurang diperhatikan, dimana dukungan  publik dari sebagian besar kamabigus yang di jabat oleh kepala sekolah terlihat mengalami kemunduran, karena terdeteksi adanya kekurangan pemahaman sebagian kamabigus terhadap eksistensi dan arti pentingnya kepramukaan dalam upaya pembinaan karakter kaum muda.

    “Sehingga dalam rangka mengatasi permasalahan tersebut, kwartir cabang gerakan pramuka Jayawijaya Bersama Pemerintah Daerah, Bersama stackholder terkait Bersama dalam satu komitmen mengupayakan para pimpinan satuan Pendidikan di Jayawijaya agar terlibat langsung dalam upaya memahami pentingnya Pendidikan Kepramukaan  bagi pembinaan karakter generasi muda” Sambung Sekda

    Sekretaris Daerah Jayawijaya  bersama Pembina Pramuka Kwartir cabang Jayawjiaya

    Foto : Imanuel Sawaki

    Dalam Sambutannya sekda juga mengatakan untuk mengatasi kurangnya tenaga pembina pramuka yang bersertifikasi maka seluruh guru harus dibekali pengetahuan maupun keterampilan kepramukaan melalui diklat-diklat kepramukaan, dan guru sebagai pembina wajib  mengawal extrakulikuler wajib, Pendidikan pramuka sesuai permendiknas 63 tahun 2014. (IS/AW)

  • Deklarasi DANI FKUB Kabupaten Jayawijaya

    Deklarasi DANI FKUB Kabupaten Jayawijaya

     

    Wamena – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayawijaya melaksanakan kegiatan Deklarasi DANI didepan Tugu Salib, kamis (21/9/23).

    Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang dihadiri oleh Wakil Bupati Marthin Yogobi, S.H, M.Hum, Sekda Jayawijaya Thony M.Mayor, S.Pd, M.M, dan Kepala Distrik Wamena kota Lince Kogoya memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada FKUB Kabupaten Jayawijaya yang menyelenggarakan kegiatan tersebut.

    Deklarasi Wamena Sebagai Kota DANI yang dilaksanakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Agus (Protokoler)

     

    Dalam hal ini, sebagai bentuk kepedulian terhadap Kamtibmas di Kabupaten Jayawijaya, FKUB bertekad untuk bersatu, bergandengan tengan bersama seluruh stakeholder untuk bersama-sama menyamakan persepsi dalam rangka menciptakan suasana yang kondusif dan mempertahankan keamanan dan ketertiban daerah ini.

    “Tidak bisa kita pungkiri bahwa kondisi keamanan dan kenyamanan warga masyarakat di kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya secara umum sangatlah memprihatinkan” Kata Wakil Bupati.

    Pemerintah Daerah dan pihak keamanan telah melaksanakan berbagai upaya dalam rangka mengendalikan kondisi tersebut. akan tetapi, pendekatan yang terbaik dalam rangka mengantisipasi persoalan ini adalah melalui Agama.

    Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mendukung Deklarasi DANI yang dilaksanakan oleh FKUB Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Agus (Protokoler)

    Hal ini diungkapkan oleh Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, S.H, M.Hum saat memberikan sambutannya dan memberikan apresiasi kepada FKUB yang mulai mengambil langkah dengan melaksanakan kegiatan Deklarasi DANI.

    “Saya berharap dengan bersatunya Tokoh-Tokoh Agama bersama Pemerintah dan seluruh stakeholder yang merupakan bagian dari masyarakat Jayawijaya dapat menjawab dan menanggulangi permasalahan ini” ungkapnya.

    Pada Kesempatan itu, Marthin Yogobi, S.H, M.Hum mengajak semua komponen masyarakat yang ada di Kabupaten Jayawijaya untuk bersama mendukung program mendeklarasikan kota Wamena yang damai, aman, nyaman dan indah. (AgW/AR)

  • PEMBUKAAN KONFERDA KE-I DPD GAMKI PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN

    PEMBUKAAN KONFERDA KE-I DPD GAMKI PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN

    Wamena – Asisten II Sekda Kabupaten Jayawijaya Lekius Jikwa, S.Pd, M.Si Hadir dalam Pembukaan Konferda Ke-I GAMKI Provinsi Papua Pegunungan, Kamis(21/9/23).

    Dalam acara tersebut turut hadir Ketua Asosiasi Bupati Papua Pegunungan Didimus Yahuli selaku Bupati Yahukimo dan beberapa Ketua dan Pengurus GAMKI Se Provinsi Papua Pegunungan.

    Pembukaan Konferda ke-I DPD GAMKI Provinsi Papua Pegunungan

    Foto : Protokoler

    Pada Kesempatan itu, Lekius Jikwa, S.Pd, M.Si menyampaikan pesan kepada karateker DPD GAMKI bahwa sesuai dengan tema dan subtema kegiatan yang mengharapkan ada pemulihan bagi bangsa ini, diharapkan agar GAMKI Provinsi Papua Pegunungan dapat bersatu padu, menggandeng seluruh pengurus GAMKI cabang yang ada di seluruh Provinsi Papua Pegunungan untuk menjadi pemuda yang mampu membawa perubahan dan berdampak bagi generasi muda di daerah ini.

    Menurutnya melalui GAMKI, anak-anak muda Papua Pegunungan dapat belajar menjadi pemimpin masa depan yang akan membawa perubahan, serta dapat berinovasi dalam rangka mengendalikan bahkan menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi pada angkatan muda di Papua Pegunungan.

    Lekius Jikwa, S.Pd, M.Si  mengatakan bahwa perlu menjadi perhatian serius dari GAMKI, baik pengurus DPC maupun DPD Provinsi Papua Pegunungan untuk menangani perilaku kejahatan yang memberikan dampak negative, diharapkan agar GAMKI benar-benar dapat memberikan perubahan yang positif bagi anak-anak muda.

    Dan juga GAMKI dapat membantu Pemerintah dan Gereja untuk merangkul serta memberikan pembinaan rohani, bagi anak-anak muda yang membutuhkan pelayanan tersebut.

    “Pemerintah dan Gereja mungkin terbatas, sehingga GAMKI diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang membawa kedamaian di tengah-tengah persoalan yang ada” kata Lekius Jikwa, S.Pd, M.Si . (AgW/AR)