Category: Berita

  • PENUTUPAN MUSYAWARAH KERJA DAERAH I  GPdI PAPUA PEGUNUNGAN

    PENUTUPAN MUSYAWARAH KERJA DAERAH I GPdI PAPUA PEGUNUNGAN

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang diwakili oleh Asisten II Sekda Kabupaten Jayawijaya Lekius Jikwa, S.Pd, M.Si menghadiri acara penutupan musyawarah kerja daerah I GPDI Papua Pegunungan yang dilaksanakan di Gereja Pantekosta Elshaday, Rabu (20/9/23).

    Pada Kesempatan itu, Lekius Jikwa, S.Pd, M.Si menjelaskan bagaimana perkembangan rohani masyarakat pada zaman sekarang sangat memprihatinkan, dimana masyarakat yang hidup di zaman modern ini sudah mulai melupakan Gereja dan hidup menurut kehendak sendiri.

    “Walaupun Gereja muncul di mana-mana, namun perilaku kejahatan juga semakin marak yang menimbulkan keresahan di masyarakat” Ungkapnya.

    Asisten II Sekda Kabupaten Jayawijaya Lekius Jikwa, S.Pd, M.Si menghadiri acara penutupan musyawarah kerja daerah I GPDI Papua Pegunungan yang dilaksanakan di Gereja Pantekosta Elshaday

    Foto : Erdi (Protokoler)

    Dikatakannya juga “jika melihat sejarah pelayanan GPDI di Wamena hingga sekarang, merupakan perjuangan yang tidak mudah, dimana telah melalui banyak tantangan, namun akhirnya dapat menghasilkan buah yang baik dengan hadirnya cabang-cabang GPDI hampir di seluruh pelosok Kabupaten Jayawijaya.

    “Pada momen penting ini, saya percaya bahwa ada banyak program yang sudah ditetapkan untuk meningkatkan mutu pelayanan GPDI di daerah ini” paparnya.

    Asisten II Sekda juga mengajak kepada seluruh warga GPDI Papua Pegunungan, khususnya para Hamba-Hamba Tuhan yang diutus untuk menjalankan Misi Kristus, agar dapat melayani dengan kesungguhan hati yang dimulai dari Jemaat masing-masing, sehingga menjadi Jemaat yang berkarakter Kristus dan memberikan dampak positif bagi masyarakat lainnya di seluruh Provinsi Papua Pegunungan.

    Selain itu, Asisten II Sekda berharap agar Gereja tidak berlomba-lomba untuk mendirikan bangunan secara fisik, tetapi lupa membangun Rohani Jemaat Tuhan.

    Menurutnya, sebaliknya Gereja harus mampu mengutamakan Pembangunan Rohani serta peningkatan Iman Jemaat yang akan diikuti dengan pembangunan fisik tempat Ibadah.

    Para Peserta musyawarah kerja daerah I GPDI Papua Pegunungan bersama Asisten II Sekda Kabupaten Jayawijaya Lekius Jikwa, S.Pd, M.Si

    Foto : Erdi (Protokoler)

    Lekius Jikwa, S.Pd, M.Si juga berharap agar GPDI harus mampu mengembangkan pelayanannya dengan berkolaborasi dan bergandengan tangan dengan denominasi Gereja lainnya yang ada di daerah.

    “Liturgi boleh berbeda, tata Gereja boleh berbeda, Sinode boleh berbeda, tetapi Tuhan yang disembah adalah sama” Ungkapnya.

    Lekius Jikwa, S.Pd, M.Si  mengajak Gereja-Gereja Tuhan untuk dapat terus bermitra bersama dengan Pemerintah dalam rangka meningkatkan Pembinaan dan Pelayanan Rohani bagi masyarakat Jayawijaya yang masih membutuhkan.

    “Gereja di daerah ini harus mau dan mampu untuk bersatu, sehingga kerinduan Gereja untuk berdampak bagi Tanah ini dapat terwujud, karena keberhasilan Gereja dalam pelayanan merupakan keberhasilan dan kesuksesan Pemerintah dalam membangun daerah ini, baik itu Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten” paparnya. (AgW/AR)

  • DP3KB JAYAWIJAYA MELAKUKAN PEMANTAUAN PENDAMPINGAN SASARAN BERESIKO  STUNTING DI DISTRIK BUGI

    DP3KB JAYAWIJAYA MELAKUKAN PEMANTAUAN PENDAMPINGAN SASARAN BERESIKO STUNTING DI DISTRIK BUGI

    WAMENA – Kepala DP3KB Jayawijaya Karmila Salim, Membuka kegiatan sosialisasi Stunting yang bertempat di distrik Bugi, Senin 18 September 2023.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan anak dan Keluarga Berencana ( DP3KB ) Ramlia Salim Saat kegiatan Pemantauan Pendampingan Sasaran Beresiko Stanting Pada Distrik Bugi dan Wollo, Bugi 18/09/2023

    Foto : Imanuel Sawaki

    Menurut Kepala DP3KB Ramlia Salim, Progres kegiatan penyuluhan stunting yang dijalankan telah mencapai 75 %  dengan jumlah distrik yang telah di lakukan penyuluhan sekitar 30 distrik dari jumlah 40 distrik yang ada di kabupaten Jayawijaya

    Dalam Wawancaranya Kepala DP3KB mengatakan “ Tanggapan masyarakat memang mengapresiasi kegiatan ini, hanya kami harapkan kedepannya informasi  terkait dengan kegiatan stanting ini, terutama  di seribu (1000) hari pertama kehidupan  itu memang diketahui oleh seluruh lapisan Masyarakat yang ada di kabupaten jayawijaya”

    ‘Kami memang telah membentuk tim pendamping keluarga  untuk stunting ini dengan Beberapa OPD didalamnya namun saat tim turun biasanya OPD terkait hanya mengirimkan perwakilan, Kedepannya dalam waktu dekat, kami akan turun lapangan Bersama tim untuk mengetahui sejauh mana keluarga yang beresiko stanting ini, dengan informasi awal penyuluhan yang sudah kami lakuan “ tambah Ramlia Salim.

    Ibu -Ibu Distrik Bugi-Wolo Antusias Mengikuti Kegiatan Pendampingan Sasaran Beresiko Stanting yang dilaksankan oleh DP3KB Jayawijaya

    Foto Imanuel Sawaki

    Kepala DP3KB juga menambahkan “ target kami sampai dengan minggu ke dua Bulan Oktober  sudah harus clear semua 40 distrik dengan 15 titik yang kami harus datangi, jadi 15 titik ini sudah mewakili  40 distrik yang ada di kabupaten jayawijaya untuk distrik untuk distrik yang tersisa, Yalengga, Koragi, Bpiri, Tagime, Tagineri, Molagalome, akan berpusat di Bolakme. (IS)

  • KONSULTASI PUBLIK RENCANA DETAIL TATA RUANG (RDTR) PERKOTAAN WAMENA

    KONSULTASI PUBLIK RENCANA DETAIL TATA RUANG (RDTR) PERKOTAAN WAMENA

     

    Wamena – Asisten I Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs Tinggal Wusono, M.A.P menghadiri acara Konsultasi publik 1 (satu) penyusunan dokumen rencana detail tata ruang (RDTR) perkotaan wamena yang dilaksanakan di Grand Baliem Hotel, Selasa (19/9/2023).

    Dalam kesempatan itu Drs Tinggal Wusono, M.A.P menjelaskan tentang  Perekembangan Pembangunan kota Wamena dimana wilayah kota wamena sebagai salah satu wilayah fungsional pada Distrik/Kecamatan di Kabupaten Jayawijaya  telah mengalami perkembangan relatif yang cukup pesat.

    Drs Tinggal Wusono, M.A.P menghadiri acara Konsultasi publik 1 (satu) penyusunan dokumen rencana detail tata ruang (RDTR) perkotaan wamena

    Foto : Rio (Protokoler)

    “Pertumbuhan wilayah kota wamena berpedoman pada rencana rinci yang disusun secara integral dan terpadu, sehingga wilayah kota wamena akan tumbuh dan berkembang dengan pengawasan dan pengendalian yang lebih jelas dan terarah dan diharapkan melalui kegiatan ini dapat menyusun rencana tata ruang dalam bentuk penyusunan rencana detail tata ruang (rdtr) perkotaan wamena” paparnya.

    Selain itu Drs Tinggal Wusono, M.A.P menjelaskan bahwa Perkembangan kawasan perkotaan merupakan pusat kegiatan dan aktifitas masyarakat yang mana memerlukan konsep perencanaan yang terpadu dan serasi yang saling terintegrasi antar berbagai kegiatan sektoral perkotaan, sehingga dapat menghindari dan meminimalkan percampuran fungsi kegiatan dalam ruang kawasan perkotaan yang kurang terencana.

    RDTR diharapkan akan dapat meningkatkan fungsi dan peran perkotaan wamena sebagai suatu kawasan fungsional perkotaan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, dan dapat menjadi kawasan yang memiliki layanan bukan hanya pada skala lokal, tetapi bisa menjangkau antar wilayah bahkan regional.

    Namun menurutnya peningkatan fungsi dan peran perkotaan wamena harus didukung oleh kualitas prasarana jalan, untuk memudahkan aksesibilitas dan mobilisasi pergerakan, sehingga memiliki hubungan interkoneksitas dengan wilayah sekitarnya, termasuk terhadap daerah pemasaran hasil-hasil produksi.

    Para Peserta Konsultasi publik 1 (satu) penyusunan dokumen rencana detail tata ruang (RDTR) perkotaan wamena

    Foto : Rio (Protokoler)

    Lanjut kata Asisten I Sekda Kabupaten Jayawijaya mengenai sasaran yang hendak dicapai dalam pelaksanaan pekerjaan ini adalah menciptakan keselarasan, keserasian dan keseimbangan antar lingkungan permukiman dalam kawasan. Kemudian mewujudkan keterpaduan program pembangunan antar kawasan maupun dalam kawasan.

    Lanjut sasaran berikut yaitu terkendalinya pembangunan kawasan strategis dan fungsi kota, baik yang dilakukan pemerintah maupun masyarakat dan swasta. Kemudian sasaran keempat yaitu mendorong investasi masyarakat di dalam kawasan, serta sasaran kelima yaitu terkoordinasinya pembangunan kawasan antara Pemerintah, masyarakat dan swasta. (AgW/AR)

  • Bimtek sertifikasi TPP merupakan salah satu syarat dalam program TPP-P3MD

    Bimtek sertifikasi TPP merupakan salah satu syarat dalam program TPP-P3MD

    WAMENA – Asisten I Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono,M.A.P  membuka kegiatan Bimbingan Teknis sertifikasi tenaga pendamping profesional (tpp) tahun 2023, Jumat (15/9/23).

    Asisten I Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.A.P Hadir dalam kegiatan Bimbingan Teknis sertifikasi tenaga pendamping profesional (tpp) tahun 2023

    Foto : Agus (Protokoler)

    Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Asisten I Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.A.P memberikan apresiasi kepada tenaga ahli pemberdayaan masyarakat dan TPP-P3MD Kabupaten Jayawijaya yang selama ini telah bekerja keras dan setia dalam memberikan pendampingan serta turut terlibat dalam keberhasilan pembangunan kampung di Kabupaten Jayawijaya.

    Selain itu,  Asisten I Sekda juga memberikan apresiasi kepada Dinas pemberdayaan Masyarakat Kampung, yang senantiasa setia melaksanakan program-programnya dalam rangka memberdayakan masyarakat kampung  dengan melakukan pendampingan-pendampingan, serta bimbingan-bimbingan dan pendekatan kepada para pendamping kampung, maupun semua stakeholder yang berkaitan dengan masyarakat kampung.

    Asisten I Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.A.P membuka kegiatan Bimbingan Teknis sertifikasi tenaga pendamping profesional (tpp) tahun 2023 yang diikuti oleh para peserta Bimtek

    Foto : Agus (Protokoler)

     “Pelaksanaan Bimtek sertifikasi ini merupakan program penting yang perlu ikuti oleh setiap pendamping desa, karena selain untuk kepentingan pendamping dalam memperoleh sertifikat pendamping yang merupakan salah satu syarat dalam program TPP-P3MD” ungkap Drs. Tinggal Wusono, M.A.P.

    Asisten I Sekda juga berharap melalui bimtek ini dapat meningkatkan kapasitas, efektifitas dan akuntabilitas para pendamping, meningkatkan sinergi program pembangunan desa antar sector, serta membantu menumbuhkan prakarsa, kesadaran dan partisipasi masyarakat desa dalam pembangunan desa yang partisipatif. (AgW/AR)

  • Sekda Jayawijaya menutup Lokakarya Pemetaan wilayah Adat Suku Hubula di Kabupaten Jayawijaya

    Sekda Jayawijaya menutup Lokakarya Pemetaan wilayah Adat Suku Hubula di Kabupaten Jayawijaya

    WAMENA – Bupati Jayawijaya yang diwakili oleh Sekda Jayawijaya Thonny M. Mayor,S.Pd.,MM menutup kegiatan LokaKarya Pemetaan Wilayah Adat Suku Hubula di Kabupaten Jayawijaya yang diadakan  Di Hotel Baliem Pilamo wamena, Rabu (13/9/23).

    Dalam Sambutannya Sekda Kabupaten Jayawijaya mengucapkan terimakasih kepada Yayasan Bisa Adat Walesi, Rekan LSM, DPRD, dan seluruh Tokoh Masyarakat, Kepala Suku, Tokoh Adat  yang terlibat aktif dalam pekerjaan pemetaan Wilayah Adat. 

    Penutupan LokaKarya Pemetaan Wilayah Adat Suku Hubula di Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Imanuel Sawaki

    “Hari ini menjadi Tonggak Sejarah bagi Masyarakat Hubula, karena semua cerita tentang batas-batas clan, konfederasi dan aliansi akan dituangkan dlam bentuk peta dan  dokumen tertulis sehingga informasi menjadi acuan,pedoman bagi anak cucu kita, generasi penerus yang akan datang dan hak dasar Masyarakat adat akan terproteksi sehingga  keberlangsungan masyarkat adat akan tetap terjaga sesuai dengan harapan dari orang tua kita,” ungkap Thonny  M. Mayor.

    Dengan demikian, bapak dan ibu, dan semua yang hadir dalam kegiatan ini akan menjadi bagian dalam Sejarah harapan saya agar peerta yang harir, terutama agar  tokoh-tokoh adat ap meke, ap kure dari 23 wilayah adat suku hubula yang sudah diberikan mandat secara adat ,yang sudah memberikan data dan informasi yang akurat dalam rangka penyempurnaan data wilayah adat yang sudah dilaksanakan oleh Yayasan bina adat walesi selama kurang lebih 28 Tahun dan diharapkan tujuan yang kita sepakati bersama kini dapat terwujut dengan baik.

    “Sejak tahun 2000 sampai saat ini, kegiatan identifikasi musyawarah dan pemetaan wilayah  adat telah dilakukan oleh YBAW dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, dari keseluruhan 23 wilayah adat dikabupaten Jayawijaya telah ditetapkan 19 wilayah adat, yaitu wilayah adat Walesi, Wio,  Hubikosi, Assolokobal, Assologaima, witawaya, serego,Tuma Omarekma, milima aluama, usilimo, elagaima, peleima, musalfak, muliama, wolo, barlima, iniaire dan itlaimo, dimana secara keseluruhan wilayah ini mengkafer hampir 70 persen wilayah administrasi di Kabupaten Jayawijaya” tuturnya.

    “Dari 23 wilayah data yang telah disebutkan diatas, telah dilakukan pemutahiran data secara optimal dan menghasilkan 13 peta terkoreksi lengkap dengan informasi geolokasi titikk batas serta narasi batas dan secara keseluruhan mengumpulkan informasi sosial tentang Masyarakat adat suku Hubula” ucap Sekda.

    “Pada Tahun 2023  akan dilakukan lagi pemetaan wilayah adat yang meliputi 5 distrik diantaranya distrik Bolakme, molagalome, pyramid, tagime dan taginegi, Untuk itu saya berharap sepada 5 distrik ini agar membuka ruang diskusi bagi tim yang akan turun untuk menghimpun data,” ucap  Sekda.

    Lokakarya ini adalah kerja sama antar, Pemerintah Daerah (Bappeda), Yayasan Bina Adat Walesi, Shamdana Institute dan dihadiri oleh para kepala distrik, dan tua-tua adat, serta kepala-kepala suku di Kabupaten Jayawijaya.(Ms/AR)

  • Serah Terima hasil pekerjaan Program Percepatan peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI)

    Serah Terima hasil pekerjaan Program Percepatan peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI)

    WAMENA –Sekda Jayawijaya Thonny M.Mayor S.Pd,MM  mewakili Bupati Jayawijaya dalam  acara serah terima  hasil pekerjan P3-TGAI )  yang dilaksanakan di Gedung Sekolah Minggu GKI Kabupaten Jayawijaya, Kamis (14/9/23).

    Dalam Sambutan Bupati Jayawijaya Jhon R.Banua,S.E.,M.Si yang dibacakan oleh Sekda Jayawijaya, menyampaikan terima kasih kepada kepala Balai wilayah sungai Papua Merauke yang telah memfasilitasi Kabupaten Jayawijaya sehingga masyarakat Kabupaten Jayawijaya bisa mendapatkan manfaat dari program yang di laksanakan oleh pemerintah pusat.

    Sekda Jayawijaya Thonny M.Mayor,S.Pd.,MM  membacakan sambutan Bupati Jayawijaya  pada kegiatan serah terima hasil pekerjaan P3-TGAI

    Foto : Imanuel Sawaki

    Sekda Jayawijaya Thonny M.Mayor,S.Pd.,MM juga mengatakan bahwa nilai yang diberikan kepada masyarakat jayawijaya sama secara nasional, jika dilihat dari tingkat kemahalan di daerah jayawijaya, bantuan tersebut tidak akan cukup tetapi sebagai umat yang beragama kita harus selalu bersyukur kepada Tuhan bahwa ada bantuan langsung dari pemerintah pusat melalui balai  wilayah sungai Papua –Merauke.

    “Petani sangat membutuhkan air untuk sawah, seperti yang kita ketahui kalau curah hujan tinggi  sumber air banyak tetapi kalau musim kemarau air berkurang karena kita di daerah ketinggian, dan ada daerah yang datar tetapi ada juga daerah yang diatas gunung , dan sebagai maklum hidup, kita manusia sangat butuh air” tutur  Sekda.

    “Kita tau bersama bahwa program Percepatan peningkatan Tata Kelolah Guna Air adalah program padat karya tunai dan kementrian Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat dengan dana APBN  dalam rangka mendukung program kedaulatan pangan dan upaya  peningkatan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat melalui  pemberdayaan masyarakat petani dalam perbaikan rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi” ungkapnya.

     

    Para Peserta kegiatan Pekerjaan Program percepatan peningkatan  Tata Guna Air irigasi

    Foto : Imanuel Sawaki

     “Program seperti ini sangat diharapkan oleh para petani karena sangat bermandaat untuk peningkatan hasil panen, perbaikan infrastruktur, serta memberdayakan masyarakat petani secara terencana  dan sistematis selain itu, kita tau bersama bahwa cuaca di Kabupaten Jayawijaya kadang berubah-ubah, terkadang tidak turun hujan dalam waktu cukup lama,  sehingga menyebapkan kekeringan, tetapi terkadang juga turun hujan yang berlebihan sehingga menyebabkan banjir.” Ungkap Sekda.

    “ Sehingga diharapkan program ini benar-benar dapat memberikan manfaat yang berarti bagi petani dan masyarakat” sambungnya.

    Selain itu, diharapkan agar program ini dapat tetap berjalan lancar dan berkesinambungan, sehingga seluruh kampung di Kabupaten Jayawijaya dapat menikmati drainase dan system irigasi yang baik untuk keperluan pribadi mupun lahan pertanian. (MS/AR)

  • Standar Operasional Prosedur harus ditindaklanjuti dengan cara di Publikasikan

    Standar Operasional Prosedur harus ditindaklanjuti dengan cara di Publikasikan

    WAMENA – Asisten 1 Sekda Jayawijaya Drs.Tinggal Wusono,M.A.P  Membuka kegiatan Pendampingan Penyusunan Standar Operasional Prosedur ( SOP) bagi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang dilaksanakan di Gedung Otonom Kabupaten Jayawjiaya, Kamis (14/9/23).

    Dalam Sambutan Bupati Jayawijaya Jhon R.Banua,S.E.,M.Si yang dibacakan oleh Asisten 1 sekda Jayawijaya, disampaikan bahwa dengan adanya pendampingan kegiatan ini diharapkan para peserta  dapat memahami proses dan alur pembuatan standar  operasinal prosedur atau yang biasa di singkat dengan SOP, sehingga setiap kegiatan di perangkat daerah memiliki   acuan dan standar  dalam pelaksanaannya.

    Asisten 1 Sekda Jayawijaya Drs.Tinggal Wusono,M.A.P  Membuka kegiatan Pendampingan Penyusunan Standar Operasional Prosedur ( SOP) bagi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Imanuel Sawaki

    Dikatakan oleh Asisten I bahwa dalam tahun 2022 Pemerintah telah melaksanakan kegiatan serupa untuk 2 perangkat daerah  yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas ketahanan pangan agar  tercipta  kesamaan persepsi antara satu perangkat daerah  dan perangkat daerah lainnya dalam membuat dan menjalankan SOP dalam setiap kegiatan.

    Menurutnya, dengan adanya pendampingan  SOP  diharapkan setiap peserta mampu untuk  menyusun SOP pada masing-masing OPD.

    “Masih banyak perangkat daerah yang belum membuat standar operasional prosedur, sehingga tidak sesuai SOP yang telah diatur dalam peraturan  Menteri Dalam Negeri nomor 52 tahun 2011  tentang standar operasional prosedur di lingkungan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota” tutur Asisten I Sekda.

    Drs.Tinggal Wusono,M.AP  mengungkapkan bahwa hal ini terjadi karena perangkat daerah belum siap dan  tidak memiliki basis data pelanggan yang dilayani, meskipun setiap hari melakukan layanan kepada masyarakat.

    Para Peserta kegiatan Pendampingan Penyusunan Standar Operasional Prosedur ( SOP) bagi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Imanuel Sawaki

     “Untuk itu saya minta dengan sangat agar saudara-saudari bisa bekerja secara jujur dan professional, paham terhadap setiap aturan yang mendukung kegiatan tersebut dan paham terhadap SOP yang telah ditetapkan” Ungkapnya.

    Drs.Tinggal Wusono,M.A.P  juga mengingatkan bahwa hasil standar operasional prosedur (SOP) ini harus ditindaklanjuti dengan cara di publikasikan di media masa untuk diketahui oleh masyarakat.

    Karena itu jika apa yang dirasakan oleh masyarakat berbeda dengan hasil penilaian SOP yang diperoleh, kondisi  akan berdampak pada menurunnya kepercayaan publik kepada layanan yang di berikan.

    “ Untuk itu saya menghimbau agar semua peserta pelatihan  bisa bekerja secara profesional, mampu memberikan saran dan pertimbangan yang baik kepada pimpinan sehingga kebijakan yang akan diambil tidak berdampak negatif pada kinerja organisasi, tetapi justru yang diharapkan adalah dampak positif dari setiap output yang kita hasilkan” kata Asisten I Sekda. (AgW)

  • Lokakarya Pemetaan Wilayah Suku Hubula di Kabupaten Jayawijaya

    Lokakarya Pemetaan Wilayah Suku Hubula di Kabupaten Jayawijaya

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, M.Si membuka kegiatan Lokakarya Pemetaan Wilayah Adat Suku Hubula di Kabupaten Jayawijaya yang merupakan program kegiatan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah di Hotel Baliem Pilamo, Rabu (13/9/23).

    Dalam sambutannya, Bupati Jayawijaya mengatakan bahwa pekerjaan pemetaan wilayah adat ini telah berjalan produktif dengan hasil yang baik dalam membangun pondasi penyepakatan secara sosial dan adat yang memberi manfaat kepada pemerintah dan masyarakat, sehingga dapat melaksanakan kegiatan lokakarya hasil pemetaan wilayah adat di Kabupaten Jayawijaya  o’ ukuluak wene.

    Kegiatan Lokakarya Pemetaan Wilayah Adat Suku Hubula di Kabupaten Jayawijaya o’ ukuluak wene

    Foto : Agris Wistrijaya

    “Kegiatan ini dilakukan atas kerjasama LSM, BPSKL dan Bappeda untuk mengetahui Pemetaan adat wilayah yang ada di Kabupaten Jayawijaya supaya tidak ada pengakuan-pengakuan tanpa dasar hukum” ungkap Bupati.

    Selain itu dengan adanya pemetaan wilayah ini dapat diketahui wilayah Pembangunan Pemerintah dan Wilayah lahan masyarakat.

    Bupati Jayawijaya berharap agar peserta yang hadir terutama tokoh-tokoh adat  Ap Metek, Ap Tulem, Ap Hurek  dari 23 wilayah Adat Suku Hubula yang sudah diberikan mandat secara adat yang biasanya disebut ‘Ap inyane usak meke‘ dapat memberikan data dan informasi yang akurat  dalam rangka validasi pemetaan wilayah adat yang sudah dilaksanakan oleh yayasan bina adat welesi selama kurang lebih 28  Tahun.

    Untuk diketahui sejak tahun 2000 sampai saat ini, kegiatan identifikasi, musyawarah dan pemetaan wilayah adat telah dilakukan oleh YBAW dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, dari keseluruhan 23 wilayah adat di Jayawijaya, telah terpetakan 19 wilayah adat, yaitu wilayah adat Welesi, Wio, Hubikosi, Asolokobal, Asologaima, Witawaya, Serogo, Tuma, Omarekma, Milima-aluama, Usilimo, Elagaima, Peleima, Musalfak, Muliama, Wolo, Mbarlima, Inyairek, dan Itlaimo.

    Yang mana secara keseluruhan wilayah-wilayah ini mengkonver hampir 70% wilayah administrasi di Kabupaten Jayawijaya.

    “Ketersediaan data ini sedianya merupakan kekuatan bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam mendorong penataan ruang, perencanaan pembangunan dan arahan prioritas program yang partisipatif dan tepat pada masyarakat adat” Ucap Beliau.

    Bupati mengungkapkan bahwa hal ini sesuai dengan Permendagri Nomor 52 Tahun 2014 tentang pedoman pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat dan sesuai pula dengan Permenatr/bpn no. 18 tahun 2019 tentang tata cara penatausahaan tanah ulayat kesatuan masyarakat hukum adat.

    Untuk itu Bupati Jayawijaya mengatakan bahwa pada tahun 2023 akan dilakukan lagi pemetaan wilayah adat yang meliputi 5 Distrik, yaitu Distrik Bolagme, Melagolome, Piramid, Tagime dan  Tagineri.

    Selain itu, Bupati berharap agar pemetaan wilayah adat di Kabupaten Jayawijaya, memperkuat data dan informasi untuk kepentingan Masyarakat adat, Lembaga adat, Pemerintah daerah dan Pemerintah Pusat dalam merencanakan pembangunan dan selanjutnya dapat di siapkan regulasi daerah terkait pengakuan dan perlindungan hak masyarakat adat. (AgW/AR)

     

  • Asisten II Sekda Lekius Jikwa S. Pd, M.Si hadiri Acara Panen ikan di Kampung Noagalo, Distrik Siepkosi

    Asisten II Sekda Lekius Jikwa S. Pd, M.Si hadiri Acara Panen ikan di Kampung Noagalo, Distrik Siepkosi

    Wamena – Asisten II Setda Jayawijaya Lekius Yikwa S. Pd, M.Si hadir dalam kegiatan panen ikan Kelompok Usaha Tani Mandiri Kampung Noagalo, Distrik Siepkosi, Rabu (13/09/2023).

    Asisten II Setda Jayawijaya memberikan apresiasi yang mendalam kepada Kelompok Usaha Tani Mandiri, atas terlaksananya program Ketahanan Pangan Kampung melalui budi daya ikan, dimana hal ini merupakan bukti nyata dari pengelolaan Dana Desa yang bijak dan tepat sasaran.

    Asisten II Sekda Lekius Jikwa hadiri Acara Panen ikan Kelompok Usaha Tani Mandiri di Kampung Noagalo, Distrik Siepkosi

    Foto : Erdi/Protokoler

    “Saya berharap kerjasama serta dukungan untuk kegiatan dan usaha seperti ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, agar keadaan ekonomi kelompok tani mandiri khususnya, dan Masyarakat Kampung Noagalo pada umumnya dapat meningkat, sehingga terwujud Masyarakat Mandiri, Sehat dan Sejahtera” pungkasnya.

    Asisten II Sekda menambahkan bahwa Ikan merupakan salah satu bahan pangan yang mengandung nutrisi yang sangat bermanfaat bagi Ibu dan Janin, dengan mengkonsumsi ikan juga dapat mengurangi peradangan, membantu melindungi jantung, dan mencegah penyakit kronis ini berarti ikan sangat penting bagi kehidupan manusia.

    Dengan demikian, peningkatan produksi dari budidaya perikanan akan menjadi penting dalam memenuhi kebutuhan ketahanan pangan dan gizi Dunia.

    Selain itu, budidaya perikanan juga lebih efisien, mampu menyediakan makanan dan lapangan kerja bagi banyak orang, serta biaya lingkungan yang relatif rendah.

    “Jadi, bukan hanya sekedar pelihara, panen dan jual untuk kebutuhan Ekonomi kelompok tani, namun lebih dari itu, ikan dapat meningkatkan ketahanan Pangan dan gizi dunia” ungkapnya.

    Asisten II juga berharap agar kelompok tani serta kepala OPD terkait dapat serius dalam menangangi budidaya Ikan, dengan melakukan perbaikan dalam model budidaya yang akan meningkatkan produktivitas dan kinerja Lingkungan untuk meningkatkan produksi secara berkelanjutan.

    “Saya harap agar semua pihak dapat serius dalam mengembangkan budidaya ikan yang ada sekarang, sehingga kedepannya Kabupaten Jayawijaya juga dapat menjadi pemasok ikan air tawar yang berkualitas kepada Daerah sekitar.

    Dikatakannya juga apabila semua pihak serius dan konsisten dalam melaksanakan tugasnya masing-masing, tidak ada hal yang tidak mungkin, dan setiap permasalahan dapat terselesaikan dengan baik, sehingga tujuan kita bersama dalam meningkatkan pendapatan Ekonomi Keluarga, hingga pendapatan Ekonomi Daerah dapat terwujud dengan baik.

    “Pemerintah Daerah akan senantiasa mendukung setiap program-program yang diusulkan masyarakat, selama program tersebut tidak menyalahi aturan yang berlaku, serta sasarannya adalah untuk Kesejahteraaan Masyarakat Jayawijaya” ungkap Asisten II.

    Selain itu, Asisten II juga mengajak masyarakat untuk membangun dan meningkatkan pendapatan Ekonomi Daerah, yang diawali dengan peningkatan pendapatan Ekonomi Keluarga, yang akan berpengaruh pada kesuksesan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah, dengan mewujudkan Masyarakat yang Mandiri, Sehat dan Sejahtera. (AgW/AR)

  • Bupati Jayawijaya hadir dalam ibadah Akbar Pelayanan Kingmi Klasis Baliem Utara

    Bupati Jayawijaya hadir dalam ibadah Akbar Pelayanan Kingmi Klasis Baliem Utara

    Wamena – Bupati Jayawijaya  Jhon Richard Banua, SE, M.Si hadir dalam ibadah akbar pelayanan persempuan Koordinator Jayawijaya dan aksi Dana Pembangunan Gedung Kantor Kingmi Klasis Baliem Utara,  Selasa (12/09/2023).

    Bupati Jayawijaya mengawali sambutan dengan menyampaikan terima kasih kepada panitia pelaksana kegiatan yang telah bekerja keras untuk mempersiapkan kegiatan, sehingga dapat berjalan dengan sukses dan lancar.

    Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE. M. Si hadir dalam Ibadah Akbar pelayanan Perempuan koordinator Jayawijaya dan aksi Dana Pembangunan Gedung Kantor Kingmi Klasis Baliem Utara

    Foto : Imanuel Sawaki

    “Semoga apa yang bapak ibu lakukan berkenan dihadapan Tuhan dan segala jerih lelah akan dibayar oleh Tuhan yang mempunya pekerjaan ini” ungkap beliau.

    Menurut Bupati, Perempuan mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan ini, mulai dari dalam keluarga, masyarakat bahkan bagi Gereja, dimana Perempuan dapat menjadi seorang ibu Rumah Tangga, Bendahara, sekaligus pengajar bagi seisi rumahnya, yang demikian juga dapat dilakukan di Gereja maupun dalam Organisasi.

    “Walaupun pada Zaman Alkitab, perempuan tidak turut melayani dalam rumah Tuhan, tetapi bersyukur bahwa saat ini Perempuan mempunyai kedudukan yang sama dengan Laki-Laki dan dapat turut melayani di Gereja” Ucap Bupati Jayawijaya.

    Bupati Jayawijaya mengajak seluruh Perempuan hebat yang ada di tempat ini, agar tetap Eksis, Serius dan juga bersungguh-sungguh dalam melayani pekerjaan Tuhan, baik di Gereja maupun di kehidupan bermasyarakat.

    Selain itu, Bupati berharap agar Perempuan-Perempuan Kingmi Klasis Baliem Utara, dapat memegang teguh sumpah dan janji untuk melayani, baik secara pribadi di hadapan Tuhan, maupun di hadapan Jemaat.

    “Semua yang dilakukan adalah untuk Pujian dan Kehormatan bagi nama Tuhan, sehingga harus tetap setia dalam pelayanan, walaupun kadangkala dalam pelayanan akan dijumpai banyak masalah dan persoalan, baik dari dalam maupun dari luar, namun para Perempuan-Perempuan hebat ini harus selalu percaya bahwa Tuhan lebih besar dari masalah kita, dan akan selalu ada jalan keluar jika kita mau bersungguh-sungguh dalam mengiring Tuhan” Kata Bupati.

    Diakhir sambutannya, Bupati Jayawijaya mengajak kepada semua yang hadir agar dapat mengulurkan hati dan tangan untuk membantu kebutuhan pembangunan Kantor Klasis Baliem Utara.

    “Gedung ini juga nantinya akan dipakai untuk keperluan pelayanan kepada Tuhan, oleh sebab itu sumbangan yang diberikan selain akan bermanfaat bagi pelayanan, namun juga bermanfaat bagi diri kita sendiri” ungkap Bupati. (AgW/HP)