Category: Berita

  • Peningkatan Ilmu Pengetahuan, Ketrampilan Serta Pemanfaatan Sumber Daya Manusia Mutlak Diperlukan Di Era Globalisasi

    Kegiatan pendidikan dan pelatihan ini diutup secara resmi oleh Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Fabianus T. Wuka, SE, M.Si mewakili Bupati Jayawijaya, Rabu (02/09/2015). Dikatakan bahwa dalam era globalisasi saat ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia khususnya masyarakat di Kabupaten Jayawijaya untuk berupaya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kita harus siap bersaing dalam berbagai sektor pembangunan. Oleh karena itu peningkatan ilmu pengetahuan, ketrampilan serta pemanfaatan sumber daya manusia mutlak diperlukan.
    Dalam sambutannya Bupati mengajak peserta pelatihan untuk terus berkreativitas, berinovasi dan meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan segala potensi yang ada di daerah masing-masing sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomis dan menjadi awal pengembangan usaha yang dapat menopang perekonomian keluarga.
    Sementara itu, Sekretaris BPMK, Irawan Kadir Soleman, SE mewakili kepala BPMK mengatakan bahwa peserta pelatihan yang ikut dalam kegiatan ini adalah perwakilan dari 5 distrik, yaitu Wamena, Wouma, Wesaput, Asotipo dan Pyramid. Diharapkan setelah kembali ke Distrik masing-masing hendaknya dapat menularkan ilmu yang diperoleh dan menjadi pelatih bagi saudara atau teman yang lain.
    Walaupun baru berlangsung selama tiga hari, para peserta sudah mampu menghasilkan beberapa karya seni, antara lain papan nama, baki, ukir-ukiran dan hiasan dari kayu. Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama dimana masing-masing peserta memamerkan karya seni mereka. (YP).

     

     

     

  • BPMK Mengadakan Pendidikan Dan Pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG) Selama 3 Hari

    Fabianus T. Wuka mengingatkan kepada para peserta pelatihan untuk mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan dengan sungguh-sungguh karena sangat besar manfaatnya. Apa yang akan diperoleh dalam pendidikan dan pelatihan ini harus dapat dikembangkan di Kampung dan Distrik masing-masing.
    “Kembangkan segala kreatifitas yang dimiliki melalui berbagai potensi yang ada agar dapat menghasilkan sesuatu yang mempunyai nilai ekonomis sehingga dapat menjadi suatu awal pengembangan usaha yang nantinya dapat menunjang perekonomian keluarga,” tambah Fabianus T. Wuka.
    Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan ini  diikuti oleh 40 orang peserta dari 5 Distrik, masing-masing Distrik Wamena 10 orang, Distrik Wouma 10 orang, Distrik Wesaput 10 orang, Distrik Asotipo 5 orang dan Distrik Pyramid 5 orang. Sementara itu sebagai pelatih dalam kegiatan ini adalah Naswir Darmansyah, SH, M.Si dari Balai Besar Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Malang. (YP).

     

     

     

  • Pemekaran Kampung Masih Menunggu Moratorium Pemerintah Pusat

    Sementara itu untuk menjawab aspirasi masyarakat Distrik Siepkosi yang ingin menambah kampung baru lagi, Bupati mengatakan bahwa untuk sementara ini pemekaran kampung ditiadakan sesuai dengan adanya moratorium dari Pemerintah Pusat, persoalannya kalau dilakukan pemekaran nantinya akan ada konsekuensinya dimana pembiayaannya dibiayai Kabupaten dan hal itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah.
    Jelas Bupati, peluang untuk penambahan Distrik kemungkinan besar bisa akan dimekarkan, karena hal itu adalah kewenangan Pemerintah Daerah karena pelayanan administrasi dibiayai Kabupaten dan tidak ada masalah.
    Oleh sebab itu aspirasi dari masyarakat Siepkosi untuk mempunyai kampung baru harus menunggu sampai pencabutan moratorium oleh Pemerintah Pusat.
    Bupati juga berpesan kepada kontraktor supaya dapat bekerja dengan baik pasalnya kantor Distrik Siepkosi belum diresmikan bangunannya sudah rusak dahulu, oleh karena itu masyarakat juga dapat mengawasi setiap pembangunan yang di lakukan di Distrik ataupun Kampung.
    Peresmian kantor Distrik tersebut juga ditandai dengan pemberian cinderamata dari 9 kampung yang ada di Distrik Siepkosi.
    Dari 40 distrik yang ada di Kabupaten  Jayawijaya hampir sebagian besar sudah mempunyai kantor Distrik sendiri, Distrik Siepkosi mempunyai 9 kampung dan satu kampung persiapan. Acara syukuran dan peresmian kantor Distrik Siepkosi dengan mengambil tema Ayo Kerja dan sub tema  Jika Seorang Tidak Mau Bekerja Janganlah Ia Makan.
    Diharapkan supaya masyarakat dapat mendukung berbagai program pembangunan terutama jalan, jembatan, apalagi nantinya di Distrik Siepkosi juga akan dibangun Puskesmas yang juga diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat di Distrik Siepkosi. (TB/YP).

     

     

     

  • Penyerahan Sk Cpns Dan Penerimaan Para Guru Sm-3t

    Sebanyak 51 orang CPNS dan 54 guru SM-3T diterima secara simbolis oleh Asisten Bidang Administrasi Umum, Gaad P. Tabuni, SP, MM mewakili Bupati Jayawijaya yang ditandai dengan penyerahan SK kepada masing-masing perwakilan.
    Kepada 51 CPNS yang terdiri dari tenaga guru 22 orang, tenaga kesehatan 11 orang dan tenaga teknis 18 orang diharapkan setelah menerima SK agar dapat bekerja dengan lebih baik dan kepada mereka yang ditempatkan di instansi yang baru. perlu adaptasi atau penyesuaian diri dengan lingkungan kerjanya sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik.
    Para kepala SKPD di mana CPNS ditempatkan harus dapat membina dan membimbing agar mereka mengerti bagaimana menjalankan sistem dan penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Diharapkan kehadiran CPNS dapat menjawab kekurangan tenaga di SKPD yang bersangkutan.
    Sementara itu mengenai penerimaan para guru SM-3T, Gaad P. Tabuni mengatakan 54 guru SM-3T ini ditempatkan di beberapa sekolah di distrik-distrik dan diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Kepada Kepala Kampung, Kepala Distrik, masyarakat dan Sekolah diharapkan agar menerima para guru SM-3T dengan baik. (YP).

     

     

     

  • Pembukaan Ret-Reat Yayasan Biji Sesawi Indonesia Di Sma Kristen Wamena

    Acara ini dihadiri oleh Kepala SMA Kristen, Rasinus, M.Th, M.Pd, Wakapolres Jayawijaya, Kompol Frans A. Elosak, SE, MM, Pendeta serta murid-murid SMP dan SMA Kristen Wamena.
    Kegiatan Ret-Reat mengambil tema Make Change yang diambil dari Alkitab Roma 12:2 yang berkata “Janganlah kamu serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
    Dalam sambutannya, Gaad P. Tabuni mengatakan bahwa Ret-Reat ini sangat baik dalam pemulihan hidup rohani bagi anak-anak SMP dan SMA Kristen Wamena serta guru-guru sesuai dengan Firman Tuhan. Oleh karena itu, sesuai dengan tema Make Change, pemuda dan pemudi Jayawijaya harus lebih baik, besok dan seterusnya hidup dengan budi yang baik, pikiran yang betul dan sesuai dengan karakter Yesus Kristus. Hal ini juga sesuai dengan moto Kabupaten Jayawijaya, Yogotak Hubuluk Motok Hanorogo yang berarti hari esok harus lebih baik dari pada hari ini.
    Ketua Yayasan Biji Sesawi Indonesia Perwakilan Papua yang juga sebagai Kepala SMA Kristen, Rasinus menyampaikan kegiatan Ret-Reat ini menjadikan murid-murid SMP dan SMA Kristen dilatih dan dididik menjadi murid-murid Tuhan Yesus Kristus yang berkarakter, berbuat baik dengan kasih dan berguna bagi Nusa dan Bangsa.
    Pada acara ini juga dilakukan launching Buku Pemuridan untuk Guru Pembina dan Siswa Siswi SMA dan SMP Kristen Wamena. (YA/YP).

     

     

     

  • Perdasi Dan Perdasus Merupakan Komitmen Pemerintah Provinsi

    Dalam sambutan Gubernur Provinsi Papua yang dibacakan Asisten Bidang Administrasi Umum yang mewakili Bupati Jayawijaya, Gaad P. Tabuni SP, MM, menyampaikan fokus kebijakan yang akan dilaksanakan adalah terkait dengan penataan regulasi yang telah dimulai dengan penyusunan rancangan undang-undang.
    Regulasi berupa perdasi/perdasus merupakan suatu bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Papua untuk melaksanakan perintah undang-undang terkait dengan pelaksanaan asas publisitas.
    Wilayah Provinsi Papua membutuhkan penanganan khusus, namun aturan hukum yang dibentuk lembaga-lembaga berwenang belum sepenuhnya diketahui oleh masyarakat yang berakibat aturan yang dibuat tidak dapat diimplementasikan sepenuhnya.
    Provinsi Papua telah melakukan penataan regulasi yaitu, rekonstruksi Undang-Undang No. 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi PAPUA.
    Oleh karena itu perlu disediakan aturan main yang jelas dan tegas, karena aturan hukum dibuat untuk memahami falsafah hidup dan kearifan budaya lokal Papua dan tetap menjaga prosedur yang dapat dibuat dan dikaji dengan memperhatikan hak-hak orang asli Papua.
    Kepala Bagian Pembinaan dan Pengawasan Produk Hukum Provinsi Papua, Abner Kehek menyampaikan sosialisai perdasi dan perdasus merupakan program kerja Biro Hukum Setda Provinsi Papua dimana semua regulasi yang diterbitkan wajib untuk disosialisasikan. Hal itu merupakan asas publisitas dan juga salah satu  bentuk penyebaran informasi kepada masyarakat.
    Diharapkan dengan sosialisasi ini dapat menampung saran dan masukan dari luar sehingga dalam penyampaiannya, masyarakat tidak bingung malah dapat mengetahui hasil kerja Biro Hukum Provinsi Papua.
    Biro Hukum Provinsi Papua telah menggelar sosialisasi di empat Kabupaten dan selanjutnya akan  melakukan sosialisasi di 29 Kabupaten/Kota di Papua.
    Acara sosialisasi yang di gelar selama satu hari di aula hotel Baliem Pilamo dihadiri berbagai kalangan, mulai dari tokoh gereja, tokoh adat, tokoh perempuan, paguyuban dan yang menjadi nara sumber dari  Kakanwil Kementrian Agraria, Dinas  P dan P Provinsi Papua, Disperindakop dan Disnaker Provinsi Papua. (TB/YP).

     

     

     

  • Penutupan Kegiatan Penyelenggaraan Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan Kabupaten Jayawijaya

    Mangakhiri sambutannya, Bupati berpesan kepada Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Kabupaten Jayawijaya dan pihak yang terkait agar kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan karena dapat memberikan ilmu pengetahuan, wawasan dan keterampilan dalam usaha pengembangan ekonomi pedesaan.
    Ilmu pengetahuan, wawasan dan keterampilan dalam usaha pengembangan ekonomi pedesaan/kampung sangat diperlukan. Hal ini penting dalam rangka membangun masyarakat yang juga sebagai pelaku pembangunan menunjukkan peran aktif untuk turut serta mendukung kegiatan pembangunan, khususnya pembangunan di Kabupaten Jayawijaya.
    Dalam kegiatan penutupan pelatihan ini juga diserahkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui BPMK Kabupaten Jayawijaya kepada peserta berupa sekop, parang dan pacul. (YP).

     

     

     

  • Workshop Penyelenggaraan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif Kabupaten Jayawijaya

    Kegiatan yang dimulai hari Senin (24/08/2015) dihadiri oleh Bupati Jayawijaya yang diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Umum, Gaad P. Tabuni SP, MM, Bunda PAUD, Ny. Yustina Banua, S.IP, M.Si, Dinas P&P, Dinas Kesehatan, Bappeda, BPMK, PKK, Tokoh Agama, para guru PAUD dan para kader.
    Bupati Jayawijaya dalam sambutannya yang dibacakan oleh Gaad P. Tabuni mengatakan bahwa peningkatan kualitas SDM yang di dalamnya adalah derajat kesehatan, tingkat intelegensia, kematangan emosional dan spiritual merupakan pilar utama bagi pembangunan dan ditentukan sejak anak dalam kandungan hingga berusia 6 tahun. Oleh karena itu untuk mendapatkan kualitas SDM yang bermutu, perlu dilakukan persiapan sejak dini, salah satunya dengan memperhatikan perkembangan anak usia dini.
    Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan ketrampilan bagi orang tua, guru maupun kader dalam masing-masing bidang tugas layanan bagaimana mengasuh dan membina tumbuh kembang anak yang baik. Tumbuh kembang anak adalah tanggung jawab kita bersama, oleh karena itu Bupati mengharapkan untuk seluruh pihak dapat bersinergis dalam memenuhi kebutuhan dasar anak secara baik.
    Hal senada dikatakan oleh Ny. Yustina Banua bahwa melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang baik dan tepat kepada guru, kader dan pihak terkait dalam mengajar, membina dan merancang usaha-usaha dalam rangka memberikan layanan terbaik terhadap perkembangan anak usia dini, terutama kepada para guru dan kader yang merupakan ujung tombak pelaku utama dalam kegiatan di masing-masing bidang pelayanan.
    Sementara itu, Kaleb Lau dari WVI mengatakan bahwa Workshop Holistik Integratif merupakan upaya untuk mendorong Pemerintah Daerah melakukan pembinaan dan mengkoordinasikan semua pihak untuk mengupayakan optimalisasi tumbuh kembang dan perlindungan anak sejak usia dini dengan mengupayakan peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan serta orang tua/keluarga agar menyadari, memahami dan mampu menerapkan pendidikan keluarga untuk mengoptimalkan perkembangan dan prestasi anak didik. (YP).