Category: Berita

  • Pawai Budaya Dan Kendaraan Hias Mewarnai Peringatan Hut Ri Ke 70 Di Wamena

    Bupati memberikan penghargaan yang tulus kepada semua pihak yang telah berkomitmen secara bersama-sama, mendukung semua kegiatan yang dilakukan, baik festival budaya lembah baliem maupun karnaval yang pelaksanaannya berlangsung dengan baik dan sukses.
    “Karnaval bukan hanya acara seremonial semata tetapi dapat menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa bagi seluruh elemen masyarakat sehingga motto Jayawijaya“Yogotak Hubuluk Motok Hanorogo” yang artinya hari esok harus lebih baik dari hari ini dapat terwujud,” tegas Wempi.
    Semua komponen masyarakat yang ada di Kabupaten Jayawijaya harus memiliki rasa keperdulian terhadap kemajuan daerah. Sebagai miniatur di wilayah pegunungan tengah Papua, kota Wamena banyak didiami oleh berbagai suku, ras dan agama. Namun, pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara itu berjalan dengan baik sebagai perwujudan Bhinneka Tunggal Ika. “Hilangkan stigma negatif bahwa kota Wamena tidak aman untuk dikunjungi,” tegas Wempi lagi.
    Menurutnya pelaksanaan pawai kendaraan hias dan pawai budaya akan kembali digelar menjelang hari ulang tahun kota Wamena yang ke 67 pada tanggal 10 Desember 2015 yang akan datang. “Pelaksanaan karnaval itu akan lebih meriah karena diikuti oleh kelompok paguyuban dari berbagai suku dan budaya yang ada di Wamena, SKPD dan kelompok masyarakat lainnya,” ujarnya.
    Ketua panitia I. Made Putra dalam kesempatan yang sama melaporkan, karnaval yang digelar  selama sehari melibatkan 8 TK, 11 SD, 15 SMP, 11 SMU, 10 SMK, 6 Perguruan tinggi  dan 10 kelompok paguyuban. Sementara untuk kendaraan hias diikuti 69 peserta terdiri dari 16 sepeda hias, 7 becak hias, 21 peserta kendaraan hias roda dua dan 25 peserta kendaraan roda 4,” ujarnya.
    Hadir dalam kesempatan itu unsur muspida Jayawijaya, pimpinan SKPD, Dharma Wanita, GOW, Ibu-Ibu Bhayangkari, Persit dan udangan lainnya.

     

     

     

  • FBLB Termasuk Festival Budaya Tertua Di Papua

    Hal itu dikatakan Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo, SH, MH ketika menyampaikan laporannya pada acara pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke 26 di distrik Wosilimo Kamis (6/8).
    Bagi yang baru pertama kali datang ke Wamena, Wempi memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua wisatawan. ”Kalau kita ke Papua namun belum menginjakan kaki  di Wamena rasanya  belum lengkap karena Wamena adalah jantungnya Tanah Papua,” tegas Wempi.
    Dalam kesempatan itu juga Wempi menyampaikan ucapan selamat datang kepada para pejabat dari Propinsi Papua dan Kabupaten Jayawijaya, para wisatawan dan warga masyarakat yang berkesempatan hadir menyaksikan pagelaran seni budaya.
    Sementara itu Gubernur Papua dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf Khusus Gubernur Wasuok D. Siep mengatakan, wilayah Papua yang sangat luas memiliki berbagai sumber daya alam dan seni budaya yang unik yang perlu dikembangkan secara berkesinambungan.
    Dari sisi pariwisata dengan iklim tropis yang baik terdapat berbagai potensi kekayaan yang berlimpah seperti sumber daya manusia, alam, budaya, penduduk, danau, laut dan sumber daya alam lainnya yang menjadi daya tarik wisata wajib terus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.
    Pembukaan FBLB ditandai dengan panah babi oleh Staf khusus Gubernur Provinsi Papua Wasuok D. Siep. Ivent tahunan  FBLB ke 26 tahun 2015 berlangsung selama 3 hari (6-8/8) dimana wisatawan mancanegara ikut dilibatkan dalam penyelenggaraan festival tersebut.

     

     

     

  • 50 Calon Jamaah Haji Di Lepas Bupati Jayawijaya

    Bupati Jayawijaya dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten 3 Fabianus T. Wuka mengatakan, calon jamaah haji yang akan berangkat ke tanah suci Mekkah harus berbuat yang terbaik demi menjaga nama daerah di dunia internasional. “Laksanakan semua petunjuk yang diberikan oleh pemandu haji atau petugas haji yang telah ditunjuk sehingga jamaah haji Jayawijaya memperoleh gelar haji yang mabrur,” ujar Fabianus.
    “Yang paling utama lanjut Wuka, jamaah calon haji harus menjaga kesehatan dengan sebaik-baiknya karena suhu udara dan cuaca di tanah suci Mekkah sangat berbeda dengan Indonesia,” ujarnya lagi.
    Kontingen jamaah calon haji akan berangkat dari Wamena ke Jayapura dan selanjutnya ke Makassar dan akan bergabung dengan jamaah lainnya. “Bagi warga muslim yang belum sempat ikut menunaikan ibadah tahun 2015, diharapkan dapat mempersiapkan diri untuk mengikuti ibadah pada tahun berikutnya,” ujarnya.
    Pelepasan calon jamaah haji dihadiri muspida Jayawijaya, ketua MUI Kabupaten Jayawijaya dan undangan lainnya yang mencapai 200 orang.

  • Dana Kompensasi Pergeseran Kabupaten Jayawijaya Tahap Pertama Di Bayar

    Alasan dibayarnya kompensasi di lapangan terbuka supaya masyarakat distrik Muliama  mengetahui pembayaran kompensasi tahap pertama ini.
    Demikian disampaikan Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya Jhon Richard Banua SE, M.Si saat menyerahkan dana kompensasi Hak ulayat di Distrik Muliama (23/07).
    Jhon Banua berharap dana kompensasi yang di bayarkan dapat dipergunakan oleh pemilik ulayat, jangan digunakan untuk hal-hal negatif apalagi penggunaannya bertentangan dengan peraturan daerah, seperti konsumsi miras, judi dan seks bebas.
    Pembagian dana konmensasi harus dibagi secara adil dan merata oleh pemilik hak ulayat bersama anggota keluarga yang lain, sehingga tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. ”Lakukan pembagian secara merata kepada seluruh suku yang memiliki hak ulayat,” tegas Banua.
    Banua juga memberikan apresiasi kepada pemilik hak ulayat yang telah melepaskan tanahnya untuk pergeseran kabupaten Jayawijaya karena hal ini juga untuk kepentingan umum.
    Usai penyerahan dana dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh pemillik ulayat dan juga oleh Pemerintah kabupaten Jayawijaya yang diwakili Wakil Bupati John R. Banua. Hadir dalam kesempatan itu unsur Muspida, Asisten I Drs. Tinggal Wusono, Kabag Tapem Nowo Jasmani, S.Sos para pimpinan SKPD dan Masyarakat  Distrik Muliama.

     

     

     

  • Pengurus Pai Se Pegunungan Tengah Dilantik

    Hal itu dikatakan Pembina Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kabupaten Jayawijaya Wempi Wetipo, SH, MH ketika menghadiri pelantikan dewan pengurus  cabang PAI DPC Kabupaten Jayawijaya periode 2015-2020, Kabupaten Yalimo dan Tolikara periode 2014-2019 , Senin (27/7).
    Wempi mengatakan, letak geografis Kabupaten Jayawijaya dan kabupaten pemekaran lainnya di atas ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut (DPL) dinilai sangat strategis, hal itu berdampak pada kehidupan ekosistem tanaman anggrek yang mempunyai keunikan  beraneka ragam.  “Pelantikan badan pengurus PAI Jayawijaya jangan hanya dijadikan sebagai syarat membentuk organisasi namun harus berlanjutdan memberi dukungan sepenuhnya DPP PAI Provinsi Papua mempromosikan tanaman anggrek di dunia internasional.
    Menurutnya pengurus Pai Provinsi Papua maupun 29 kabupaten/kota dapat menjembatani dan mampu menyeleksi potensi sumber daya alam yang terkandung di tanah Papua, menampilkan tanaman anggrek yang terbaik untuk dipromosikan  dan diikutkan dalam kegiatan nasional bahkan internasonal.
    Ketua DPP PAI Provinsi Papua Ny. Yolanda Tinal, SE dalam kesempatan yang sama menuturkan, PAI sebagai tempat bernaung para pencinta anggrek dapat lebih kreatif melestarikan dan mengumpulkan jenis-jenis anggrek yang sudah ada dan yang belum ditemukan.
    Yolanda mengharapkan Pai yang telah dibentuk di tingkat DPC dapat berpartisipasi  pada Munas Pai di Jakarta dan mempunyai hak suara dalam pemilihan Ketua Umum Pai  Nasional.
    Sementara itu Ketua DPC PAI Kabupaten Jayawijaya Ny. Yakoba Lokbere Wetipo, SE  menjelaskan pembentukan pengurus PAI Jayawijaya sesuai petunjuk Ketua Umum PAI Ny. Haspida Yusuf Kalla. “Di Jayawijaya banyak spesies keanekaragaman tumbuhan termasuk tanaman anggrek, oleh karena itu dengan terbentuknya pengurus Pai Jayawijaya harus bekerja secara aktif termasuk melibatkan petani anggrek sebagai perpanjangan tangan pengurus,” tegas Yakoba.

     

     

     

  • Koperasi Harus Jadi Soko Guru Perekonomian Nasional

    Hal itu ditegaskan Bupati Jayawijaya yang diwakili asisten III setda Jayawijaya Fabianus Wuka SE, M.Si dalam acara peresmian koperasi serba usaha  Esuok Senin (27/7) siang.  “Dengan adanya koperasi masyarakat Jayawijaya mudah untuk mendapatkan sembako dengan harga yang murah,” kata Fabianus.
    Selain mendapat sembako dengan harga murah, keuntungan lain yang diperoleh sebagai anggota koperasi adalah asas manfaat dan keuntungan yang diperoleh dirasakan oleh seluruh anggota, bahkan koperasi turut membangun ekonomi kerakyatan dan mendukung pertumbuhan ekonomi  termasuk usaha kecil menengah,” kata Fabianus.
    Wuka menambahkan, koperasi yang sudah dibentuk harus dikelola dengan baik dan didukung dengan pengurus yang jujur, solid, rajin bekerja dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat dan anggotanya. “Hal itu bertujuan untuk  meningkatkan omset penjualan untuk memperoleh laba atau keuntungan yang tinggi sehingga mensejahterakan anggotanya,” tegasnya.
    Dalam kesempatan yang sama Ketua Dekopindo Jayawijaya Karel Tehupuring mengatakan, pihaknya dan masyrakat Jayawijaya mendorong  koperasi untuk berperan serta dalam  peningkatan pembangunan ekonomi kerakyatan.
    “Koperasi sendiri belum bertumbuh sebanding dengan usaha swasta, namun perilakunya membangun asa mimpi kedepan dapat memenuhi kebutuhan  anggotanya,” ujarnya.
    Peresmian koperasi Esuok yang pelaksanaan digabung dengan peringatan Hut koperasi ke-68 tahun 2015 tingkat Kabupaten Jayawijaya dimeriahkan dengan kegiatan jalan santai berhadiah yang melibatkan ratusan warga masyarakat kota Wamena dan dilepas oleh Asisten III Setda Jayawijaya, Fabianus T. Wuka.

     

     

     

  • Masyarakat Dilibatkan Untuk Mengelola Dana Apbd Kampung

    Demikian disampaikan Bupati  Kabupaten Jayawijaya Wempi Wetipo SH,MH saat menggelar rapat dengan kepala kampung, sekretaris kampung dan aparat kampung lainnya serta kepala-kepala distrik di Aula Bazda Wamena, Senin (27/7).
    Bupati Wetipo mengatakan, pelaksanaan rapat tersebut sesuai dengan amanat undang-undang Desa dimana kepala kampung dapat mengelola Apbd kampung dan RPJMK serta dilakukan penandatanganan surat pernyataan sehingga aparat kampung dapat dikontrol.
    Menururtnya, pembuatan surat pernyataan yang ditandatangani oleh kepala kampung bertujuan untuk mengontrol pengelolaan dana Apbd kampung oleh aparat kampung masing-masing.
    “Bila tidak dapat mengelola dana Apbd kampung dengan baik sehingga terjadi penyimpangan, aparat kampung yang bersangkutan  segera mengundurkan diri,” tegas Wempi.
    Oleh karena itu lanjut Wetipo, untuk tertibnya adminsitrasi dalam pengelolaan dana APBD Kampung pihaknya akan membentuk tim dengan SK Bupati yang akan bertugas mengontrol dan mengawasi penggunaan Apbd Kampung dimaksud sehingga berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Selain mengelola Apbd Kampung, setiap kampung juga mendapat dana Prospek dari Pusat sebesar 87 Milyar dan daerah 70 Milyar sehingga total yang diterima setiap kampung Rp. 157.900.000,- dan akan terserap ke 328 kampung.

     

     

     

  • Jayawijaya Sebagai Tuan Rumah Pelaksanaan Rakontek Bidang Hukum

    Ada dua point penting dalam rakontek kali ini yaitu perdasus tentang pengendalian penduduk dan perdasus tentang pengendalian minuman keras yang akan menjadi rekomendasi untuk dijadikan regulasi baru.
    Gubernur Papua dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I Setda Provinsi Papua Doren Wakerkwa, SH mengatakan perlu ada regulasi  di daerah yang konfrehensif di Kabupaten/Kota dan setiap regulasi harus diketahui  seluruh masyarakat di tanah Papua.
    “Sesuai dengan berlakunya Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah  dan peraturan menteri Dalam  Negeri RI No.I tahun 2014 tentang produk hukum daerah secara teknis perlu dilakukan suatu kajian yang mendalam dan konfrehensif sesuai kondisi dan isu-isu di daerah,” kata Doren.
    Kepala Biro Hukum Provinsi Papua, Derek Hegemur SH, MH dalam kesempatan yang sama menuturkan, rapat konsultasi teknis merupakan sarana bagi kepala bagian hukum untuk membangun sinergitas dan menata semua produk hukum termasuk pemilukada yang harus dipercepat sehingga aturan yang dibuat harus sinergi.
    Lanjut Hegemur, pihaknya sudah memiliki draft perdasi dan perdasus namun perlu adanya kesatuan hukum karena tidak bisa membuat peraturan yang bertentangan dan harus didukung dengan kebijakan yang dibuat dari atas kebawah sesuai isu-isu aktual. “Bila sudah diketahui secara bersama-sama tentang produk hukum itu sendiri, selanjutnya akan dibuat rekomendasi untuk kabupaten/kota untuk perdanya,” ujarnya.
    Sementara itu Asisten I Setda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, mengatakan pemerintah Kabupaten Jayawijaya memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas kepercayaan yang telah diberikan sebagai tuan rumah pelaksanaan Rapat Konsultasi Teknis Bidang Hukum.
    Diharapkan pelaksanaan rakontek hukum dapat memberikan rekomendasi atau hasil positif sehingga dapat ditindaklanjuti dengan peraturan daerah sehingga bermanfaat bagi semua pihak.
    Rapat konsultasi teknis bidang hukum tersebut di laksankan oleh Biro hukum Provinsi Papua selama tiga hari di Aula Hotel Baliem Pilamo dengan peserta dari perwakilan kepala-kepala bagian hukum dari 29  Kabupaten/Kota di Papua.

     

     

     

  • sesuai instruksi bupati bahwa PNS yang mengkonsumsi miras diberi sanksi

    Demikian disampaikan disampaikan sekretaris daerah jayawijaya  Yohanes Walilo  S.Sos. M.Si
    Sekda Walilo saat mengambil apel pagi dihalaman kantor bupati jayawijaya mengatakan bahwa beberapa waktu lalu ada sejumlah informasi bahwa ada aparat pns/ satpol pp yang kedapatan mengkonsumsi minuman keras beralkohol, sehingga hal itu perlu  menjadi perhatian bersama.
    Pasalnya oknum tersebut bukan masyarakat biasa tetapi adalah anggota aparatur pns yang seharusnya memberikan  contoh  dan panutan bagi masyarakat
    Oleh karena itu oknum pns tersebut dapat diberikan sanksi yang tegas sesuai dengan instruksi bupati bahkan kalau bisa dipecat karena hal itu mencoreng nama baik pemerintah daerah
    di depan para pns sekda juga berpesan kepada pihak Satpol PP untuk aktif melaksanakan tugasnya yaitu, menertibkan arel jalan irian dimana masih saja terdapat orang yang berjualan diatas trotoar dan depan toko sehingga menggangu kenyamanan
    Hal tersebut sebenarnya sudah dilarang oleh pemerintah, alasannya pemerintah daerah sudah menyiapkan pasar potikelek yang dikhususkan bagi mama-mama papua. sehingga hanya bisa berjualan dipasar tersebut.
    Sekda Walilo juga menambahkan bahwa saat bulan puasa ini diharapakan kepada para penjual untuk dapat menjual makanan di tenda-tenda maal yang sudah dipersiapkan agar  kota wamena dari hari kehari lebih baik dan tertib.
    Termasuk pada hari minggu toko dan kios termasuk pasar ditutup dan  hanya buka pada jam 3 sore. sehingga diharapkan kepada warga kota wamena untuk selalu menjaga ketertiban dan kenyamanan apalagi saat ini adalah bulan puasa bagi umat muslim sehingga kita saling menghargai antar umat beragama.

  • Turnamen Sepakbola Georgyo Cup Merebutkan Uang Sebesar 50 Juta

    Menurut Sekda Jayawijaya Yohanes Walilo S.Sos.M.Si, pertandingan sepakbola yang digagas oleh panitia dengan tujuan mencari bakat muda dalam sepakbolaan serta mendukung panitia pembangunan uhi peraturan yang sudah ditetapkan poleh panitia Gereja Katholik Yesus Elalim dan Gereja Baptis Kurnia Sawarek
    oleh karena itu delapan team peserta pertandingan telah mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan oleh panitia dan tetap menjunjung fairplay  sehingga pertandingan bisa berjalan dengan baik
    Walilo berharap bahwa walaupun menteri olahraga sudah membekukan PSSI sehingga peserepakbolaan ditanah air sepi namun untuk turnamen seperti ini tetap berjalan sehingga dapat mencari bibit-bibit muda bagi persepakbolaan di daerah
    turnamen sepakbola tersebut memperebutkan piala Georgyo cup serta dana pembangunan gedung gereja sebesar 50 juta rupiah tersebut berjalan lancar
    Pertandingan final antara kesebelasan PGM Pugima melawan PGS united dengan kemenangan  PGS dengan skor 4-2 melalui adufinalti.