Category: Berita

  • Perpisahan Pemda Jayawijaya Dengan Guru-Guru SM-3T Angkatan IV Kabupaten Jayawijaya

    Acara perpisahan guru-guru SM-3T dihadiri para kepala SKPD serta beberapa Kepala Sekolah atau perwakilan sekolah di mana tempat selama ini Guru-guru SM-3T mengabdikan dirinya.
    Pada acara perpisahan tersebut Bupati Jayawijaya memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada guru-guru SM-3T yang telah mengabdi selama satu tahun di Kabupaten Jayawijaya. Penugasan Guru-guru SM-3T hendaknya menjadi motivator bagi semua kalangan terutama kepada anak didik dalam mengembangkan dan meningkatkan kreatifitas.
    Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan dan Pengajaran yang juga sebagai koordinator SM-3T, Bambang Budi Handoyo mengatakan Guru-guru SM-3T dalam melaksanakan tugasnya selama satu tahun dapat berjalan dengan baik dimana mereka telah menjalankan program Baca Tulis Hitung (Calistung) serta sudah menjalankan peran sertanya dalam masyarakat di bidang pendidikan.
    Dalam acara perpisahan ini juga disampaikan kesan dan pesan dari Guru-guru SM-3T selama bertugas di Kabupaten Jayawijaya dan diakhiri dengan tukar menukar cinderamata antara Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya dan Guru-Guru SM-3T. (YA/YP).

     

     

     

  • Di Wamena Peringatan Hut Kemerdekaan Ri Berlangsung Aman Dan Kondusif

    Tepat pukul 10.00 WIT upacara dimulai dengan ditandai pengibaran duplikat bendera pusaka oleh pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) yang terdiri dari para pelajar SMU dan SMK yang ada di kota Wamena. Pengibaran duplikat bendera pusaka oleh kelompok 8 ditandai dengan penyerahan duplikat bendera pusaka oleh Inspektur upacara Wempi Wetipo, SH, MH kepada salah seorang pelajar SMU asal Papua sebagai pembawa baki.
    Prosesi selanjutnya bendera dikibarkan oleh tiga orang pelajar yang sudah menunggu di tiang bendera. Setelah bendera terbuka seluruh peserta upacara memberikan penghormatan kepada sang merah putih dipimpin komandan upacara Lettu Inf Noer Hidayat Bastian diiringi lagu kebangsaan Indonesia.
    Dibarengi dengan derap langkah yang tegap dan serentak, Paskibraka sukses melaksanakan tugasnya untuk mengibarkan bendera satu tiang penuh dan disaksikan ribuan pasang mata yang hadir menyaksikan prosesi itu.

    Tema Nasional HUT ke-70 Proklamasi Kemerdekaan RI adalah “ Ayo Kerja“, dengan sub tema Gerakan Nasional Ayo Kerja 70 Tahun Indonesia Merdeka.
    Usai pengibaran bendera dilanjutkan dengan peringatan detik-detik Proklamasi yang ditandai dengan bunyi sirene dan lonceng selama 60 detik. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan teks Proklamasi oleh ketua DPRD Jayawijaya Petrus Taufik Latuihamallo, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 oleh ketua KNPI kabupaten Jayawijaya, Tenus Gombo.
    Setelah upacara selesai dilanjutkan dengan upacara ziarah nasional di taman makam pahlawan Wamena dihadiri oleh Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo, SH, MH Wakil Bupati Jayawijaya John R. Banua, SE, M.Si, unsur muspida, pimpinan SKPD dan peserta upacara yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, PNS dan undangan lainnya. Dalam pelaksanaan upacara ziarah nasional dilakukan tabur bunga oleh Bupati Jayawijaya bersama dengan peserta upacara yang lain.
    Sore harinya pukul 17.30 WIT dilakukan upacara penurunan bendera oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Jayawijaya bertindak selaku Inspektur Upacara Wakil Bupati Jayawijaya John R. Banua, SE, M.Si. Tepat pukul 18.00 WIT sang dwi warna diturunkan oleh tiga orang dari kelompok 8, sementara kelompok 17 dan kelompok 45 berbaris rapih disebelah kiri dan kanan menghadap ketiang bendera untuk memberikan penghormatan kepada bendera merah putih yang diiringi dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
    Tidak ketinggalan unsur muspida, pimpinan SKPD, pejabat dari unsur TNI, Polri, Korpri, undangan dan seluruh peserta upacara juga memberikan penghormatan kepada bendera merah putih yang telah diperjuangkan dan dikibarkan oleh para pejuang di bumi Indonesia sejak proklamasi 17 Agustus 1945, 70 tahun yang lalu. Indonesia Merdeka, Indonesia Jaya.

     

     

     

  • Resepsi Kenegaraan HUT RI Ke 70

    Acara Resepsi Kenegaraan dimeriahkan dengan Pemotongan kue Tart oleh Bupati dan Wakil Bupati, Wempi Wetipo, SH, MH dan Jhon R. Banua, SE, M.Si secara bersama-sama dan dilanjutkan dengan Tos Kenegaraan.

    Resepsi Kenegaraan juga dihadiri oleh Anggota FKPD Kabupaten Jayawijaya, para Pimpinan SKPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Pimpinan BUMN/BUMD dan seluruh Undangan.

     

     

     

  • Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan Kabupaten Jayawijaya 2015

    Demikian yang dikatakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Tinggal Wusono mewakili Bupati Jayawijaya saat membuka kegiatan Penyelenggaraan Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan Kabupaten Jayawijaya bertempat di Gedung Sekolah Minggu GKI Betlehem Wamena, Selasa (18/08/15).
    “Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan mutlak diperlukan dengan harapan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan sekaligus memberikan keterampilan dalam rangka mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi produktif keluarga”, tambahnya.
    Bupati Jayawijaya berpesan agar peserta mengikuti materi dalam kegiatan ini dengan baik karena sangat besar manfaatnya bagi para peserta dalam menambah pengetahuan, terutama bagi kampung atau distrik yang diwakili.
    Kegiatan Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari diikuti oleh 40 peserta dari 5 distrik di Kabupaten Jayawijaya (Distrik Usilimo 10 peserta, Distrik Witawaya 10 peserta, Distrik Libarek 10 peserta, Distrik Napua 5 peserta dan Distrik Musatfak 5 peserta). (FR/YP).

     

     

     

  • Upacara Taptu Peringatan Hut Ke-70 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2015 Kabupaten Jayawijaya

    Hadir dalam kegiatan Upacara TAPTU, Bupati dan Wakil Bupati Jayawiaya, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya, unsur Muspida Jayawijaya dan para pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Sementara itu, peserta pawai obor terdiri dari unsur TNI/POLRI, Pegawai Negeri Sipil, Mahasiswa dan Pelajar.
    Walaupun temperatur kota Wamena saat itu sangat dingin tetapi tidak mengurangi rasa khidmat kegiatan pawai obor yang dilepas dari depan kantor Bupati Wamena mengelilingi kota Wamena dan finish di depan kantor Bupati Jayawijaya.

     

     

     

  • 70 Personil Paskibraka Dikukuhkan Dalam Upacara Malam Dharma Bhakti Paskibraka

    Bupati menegaskan, sebagai generasi muda tidak boleh santai namun harus terlibat secara langsung dalam berbagai aspek pembangunan di Indonesia khususnya di Kabupaten Jayawijaya.
    “Kembangkan kemampuan dan keterampilan terutama dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Jangan berhenti bekerja keras dalam hal belajar meski banyak tantangan yang dihadapi,” tambah Bupati.
    Lebih lanjut Bupati meyakini bahwa kemampuan dan keterampilan serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihiasi dengan jiwa rela berkorban dan disiplin yang tinggi, akan mampu membangun Negara Indonesia serta mengawal sang Merah Putih untuk tetap berkibar dan dapat diwariskan kepada anak cucu dalam kehidupan yang lebih baik.

     

     

     

  • Ziarah Nasional Di Taman Makam Pahlawan

    Ziarah dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya, Sekretaris Daerah Kabupten Jayawijaya, Anggota FKPD Kabupaten Jayawijaya, pimpinan SKPD, TNI/POLRI, Korpri dan Satpol PP.

     

     

     

  • Detik-Detik Proklamasi Diperingati Di Distrik Muliama

    Bupati Jayawijaya dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten 1 Setda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono mengatakan, perjuangan para pahlawan telah usai dan saat ini kita sebagai generasi penerus bangsa harus mengisi kemerdekaan itu dengan bekerja keras sesuai tema nasional “Ayo Kerja” Gerakan nasional ayo kerja 70 tahun Indonesia merdeka. “Dengan bekerja yang kita lakukan, hal itu merupakan salah satu bentuk penghargaan yang kita berikan kepada para pahlawan yang rela berkorban untuk membela tanah air dan bangsa dari tangan penjajah dimasa lalu,” tegas Wusono.
    Menurutnya, meski tema Ayo Kerja dinilai sederhana, namun memiliki makna yang mendalam dimana  semua komponen masyarakat harus melibatkan diri untuk bersama-sama turut  membangun disegala bidang kehidupan demi tercapainya keadilan, kemakmuran, rasa aman dan ketertiban bagi seluruh warga negara.
    Dengan kerja, Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang besar yang nantinya akan dapat mensejahterakan masyarakatnya, Ayo kerja berarti jangan hanya beretorika saja namun harus diwujudkan dengan tindakan nyata, bersatu padu membangun daerah tanpa mellihat latar belakang suku, agama, ras dan golongan.