Category: Budaya & Wisata

  • Kunjungi Wamena Coffee Festival, Ketua Dekranasda Berharap Lebih Banyak Ruang untuk UMKM

    Kunjungi Wamena Coffee Festival, Ketua Dekranasda Berharap Lebih Banyak Ruang untuk UMKM

    WAMENA – Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya, Ny. Ida Wati Waromi Murip, mengunjungi langsung lapak-lapak UMKM yang berpartisipasi dalam event Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion, yang diselenggarakan di area Tugu Salib Wamena, Senin (10/8/2026).

    Ketua Dekranasda sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya, Ny. Ida Wati Waromi Murip, saat berkunjung ke lapak-lapak UMKM yang berpartisipasi dalam event Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion, yang diselenggarakan di area Tugu Salib Wamena, Senin (10/8/2026).

    Foto : Vina Rumbewas

    Saat meninjau UMKM dirinya berdiskusi langsung dengan para pemilik UMKM, mulai dari pedagang kuliner, rajutan, asesoris, dan berbagai pedagang yang selama empat hari menjajakan dagangannya dievent tersebut.

    Sebagai ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Jayawijaya, dirinya menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah daerah dalam pengembangan UMKM lokal.

    Dukungan tersebut menjadi bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal, khususnya produk kerajinan, kuliner dan fashion khas Lambah Baliem.

    “Kita sudah melihat berbagai hasil karya produk-produk lokal baik noken, rajutan, dan juga berbagai kuliner, serta hadir festival kopi Wamena. Sehingga kita berharap pemerintah akan memberikan ruang bagi para pelaku usaha, sehingga perputaran ekonomi semakin meningkat,” ungkap Ny. Ida Wati disela-sela kunjungannya.

    Dirinya juga mengapresiasi para pengunjung yang memadati area festival sejak 7-10 Agustus.

    Event Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion, yang diselenggarakan di area Tugu Salib Wamena, Senin (10/8/2026).

    Foto : Vina Rumbewas

    Sebagai ketua Dekranasda Jayawijaya, dirinya berharap kedepan event-evet seperti ini lebih sering dilaksanakan, untuk terus menghidupkan UMKM lokal.

    “Dengan antusias masyarakat dan juga pelaku usaha selama empat hari dilaksanakan, baik di Kota Wamena maupun di Festival Budaya Lembah Baliem di Walesi, kita lihat antusiasnya sungguh luar biasa, dan kami organisasi-organisasi wanita yang ada di Jayawijaya siap mendukung program kerja Pemerintah Jayawijaya,” ujarnya.

    Event Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion, merupakan bagian dari rangkaian pada pegelaran Festival Budaya Lembah Baliem Ke-34 Tahun 2026, yang digelar sejak tanggal 7-19 Agustus, dengan puncak acaranya menampilkan Karnaval Budaya Nusantara. (Vina Rumbewas/Martina Matuan)

  • Karnaval Budaya Nusantara 2026, Bupati Jayawijaya Serukan Semangat Kebinekaan

    Karnaval Budaya Nusantara 2026, Bupati Jayawijaya Serukan Semangat Kebinekaan

    WAMENA – Bupati Jayawijaya, Atenius Murip,S.H.,M.H., secara resmi membuka gelaran Karnaval Budaya Nusantara yang berlangsung di Wamena pada Senin, 10 Agustus 2026. Acara ini merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya sekaligus bagian dari rangkaian kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 Tahun 2026.

    Bupati Jayawijaya bersama Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP,M.KP, Ketua Dekranasda Jayawijayaya dr. Idawaty Waromi Murip, Sp.KJ, Ketua GOW Jayawijaya Ny. Cepelina Tabuni Elopere, S.IP

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    Kegiatan yang dihadiri juga oleh Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere,S.IP.,M.KP, Ketua Dekranasda Jayawijayaya dr. Idawaty Waromi Murip, Sp.KJ, Ketua GOW Jayawijaya Ny. Cepelina Tabuni Elopere, S.IP, perwakilan Pemprov Papua Pegunungan, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, serta elemen masyarakat ini menjadi ajang peragaan warisan budaya dari berbagai daerah.

    Dalam sambutannya, Bupati Atenius Murip menyampaikan bahwa karnaval ini dilaksanakan untuk melestarikan warisan budaya melalui pengenalan pakaian adat, tarian, dan kesenian daerah. Langkah ini diharapkan dapat memupuk rasa cinta tanah air serta kebanggaan atas keberagaman budaya bangsa di tengah derasnya arus modernisasi.

    “Kita tidak boleh kehilangan jati diri sebagai bangsa yang berbudaya. Karnaval Budaya Nusantara ini juga menjadi wadah untuk menyatukan berbagai kelompok masyarakat dalam ruang kebersamaan yang rukun, sekaligus mendorong kemajuan usaha kecil dan produk lokal di Jayawijaya,” ujar Atenius Murip.

    Peserta karnaval berasal dari berbagai kalangan, mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar, SMP, SMA, perguruan tinggi, hingga masyarakat umum yang tergabung dalam berbagai paguyuban.

    Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, sponsor, dan para peserta yang tampil sebagai duta budaya. Ia berpesan kepada seluruh penonton dan masyarakat untuk menikmati pertunjukan secara tertib serta menjaga kebersihan lingkungan.

    “Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Jayawijaya adalah masyarakat yang ramah dan cinta damai,” pungkas Bupati sebelum meresmikan pembukaan karnaval dengan menyuarakan motto daerah, “Yogotak Hubuluk Motok Hanorogo” (Hari esok harus lebih baik dari hari ini). (Agris Wistrijaya/Martina Matuan)

  • Bupati Jayawijaya : Karnaval Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Nusantara

    Bupati Jayawijaya : Karnaval Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Nusantara

    WAMENA – Memeriahkan HUT RI Ke-81, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menggelar Karnaval Budaya Nusantara, yang diikuti ribuan peserta mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dan umum.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip dan Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, didampingi ketua TP PKK dan Ketua GOW saat menyaksikan parade Karnaval Budaya Nusantara yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke-81 di Wamena, Senin (10/8/2026)

    Foto : Vina Rumbewas

    Parade karnaval budaya yang mengambil titik start dari Tugu Salib ini, juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem yang setiap tahun dilaksanakan pemda Jayawijaya.

    “Dari karnaval ini kita bisa melihat keanekaragaman budaya nusantara yang terlihat dari berbagai pakaian adat dan budaya daerah masing-masing, yang ditampilkan dengan semangat.” ungkap Bupati Jayawijaya Atenius Murip, usai menyaksikan parade peserta, Senin (10/8/2026).

    Para pelajar saat mengenakan berbagai konstum tradisonal saat Parade Karnaval Budaya Nusantara yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke-81 di Wamena, Senin (10/8/2026)

    Foto : Vina Rumbewas

    Menurutnya, hal ini menunjukkan bagaimana pemerintah dan masyarakat bersama-sama menjaga pelestarian budaya baik dari Jayawijaya, budaya Tanah Papua dan Indonesia.

    “Karnaval ini kita gelar setiap tahun sebagai upaya mempererat kebersamaan, agar tidak lupa dengan budaya daerah masing-masing,” ujarnya.

    Karnaval Budaya Nusantara dimulai sekitar pukul 08.00 WIT, dengan mengambil start dari Tugu Salib, dengan rute yang berbeda-beda sesuai tingkatan, dan peserta kembali finish di Tugu Salib. Rangkaian parade berjalan aman dan lancar, dan berakhir sekitar pukul 11.00 WIT, dengan masing-masing peserta membubarkan diri dengan tertib. (Vina Rumbewas/Martina Matuan)

     

  • Karnaval Budaya Nusantara Jayawijaya Digelar Besok, Tampilkan Keberagaman Budaya

    Karnaval Budaya Nusantara Jayawijaya Digelar Besok, Tampilkan Keberagaman Budaya

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memastikan pelaksanaan Karnaval Budaya Nusantara akan digelar pada Senin, 10 Agustus 2026. Sejumlah persiapan telah dilakukan, termasuk pengaturan rute, peserta, waktu pelaksanaan hingga strategi pengamanan guna mengantisipasi terjadinya penumpukan massa.

    Kepala bidang Pengembangan Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Kabupaten Jayawijaya Naftali Rumbiak mengatakan rute karnaval tahun ini tidak mengalami perubahan dari rencana awal. Hal tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi bersama Bupati Jayawijaya, Minggu 9 Agustus 2026.

    Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Jayawijaya, Naftali Rumbiak,S.Sos.,M.Si saat di temui awak media, sore tadi usai Rapat Persiapan/ pemantapan Karnaval, Minggu 9 Agustus 2026

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    “Untuk rute tetap seperti yang semula. TK akan mulai start dari depan Kantor Bupati dan finish di Kantor DPR. Kemudian SD dari Kantor Bupati sampai Jalan Trikora, naik melalui Jalan Bhayangkara dan kembali hingga finish di belakang Tugu Salib,” ujar Naftali.

    Sementara itu, peserta dari tingkat SMP, SMA/SMK, perguruan tinggi, paguyuban hingga organisasi perangkat daerah (OPD) akan menempuh rute yang lebih panjang.

    Peserta akan start dari Kantor Bupati menuju Jalan Trikora, kemudian melalui Jalan Irian, Jalan Sudirman dan selanjutnya menuju titik finish di sekitar Tugu Salib.

    Naftali menjelaskan, perbedaan jarak setiap jenjang peserta sengaja diterapkan untuk menghindari penumpukan massa di titik akhir karnaval.

    Untuk tingkat TK/PAUD, jarak yang ditempuh sekitar 600 meter. Peserta SD menempuh sekitar 1,8 kilometer, sedangkan peserta SMP hingga OPD dan paguyuban menempuh sekitar 2,8 kilometer.

    “Jaraknya memang berbeda karena kita menghindari penumpukan di saat finish. Ketika SD selesai, peserta SMP sampai OPD dan paguyuban masih memiliki jeda waktu sehingga proses penguraian massa di titik finish dapat berjalan,” jelasnya.

    **Libatkan Puluhan Sekolah dan Ribuan Peserta**

    Karnaval Budaya Nusantara tahun ini melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, perguruan tinggi, paguyuban dan OPD.

    Naftali menyebutkan, terdapat 18 sekolah tingkat TK/PAUD, 18 sekolah tingkat SD, 16 SMP, 16 SMA/SMK, tiga perguruan tinggi, delapan paguyuban serta sejumlah OPD yang telah mendaftarkan diri.

    Dengan ketentuan minimal 30 siswa untuk setiap sekolah dan didampingi guru, jumlah peserta diperkirakan mencapai ribuan orang. Jika rata-rata satu kelompok terdiri dari sekitar 50 orang termasuk pendamping, jumlah peserta dapat mencapai sekitar 4.250 orang.

    Jumlah tersebut masih dapat bertambah apabila terdapat peserta yang membawa kelompok drum band.

    **Tampilkan Keberagaman Budaya**

    Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, Karnaval Budaya Nusantara 2026 tidak lagi menitikberatkan pada atraksi di depan panggung utama. Tahun ini, peserta diarahkan untuk menampilkan keberagaman budaya melalui atribut dan pakaian adat masing-masing daerah.

    Setiap sekolah diwajibkan mengikutsertakan sedikitnya 30 siswa yang didampingi guru. Peserta juga diharapkan menggunakan atribut yang mencerminkan identitas budaya masing-masing.

    “Kalau saya anak Papua, saya pakai budaya saya. Kalau saya dari Biak, saya gunakan atribut budaya Biak. Kalau saya orang Makassar, saya tampilkan budaya Makassar. Jangan orang Papua menggunakan budaya daerah lain hanya untuk tampil,” tegas Naftali.

    Menurutnya, konsep tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pesan keberagaman dalam Karnaval Budaya Nusantara.

    Bagi sekolah yang mayoritas atau seluruhnya merupakan anak asli Papua (OAP), peserta dipersilakan menampilkan budaya sesuai identitas dan latar belakang masing-masing.

    **Start Bertahap untuk Hindari Penumpukan**

    Untuk mencegah terjadinya kepadatan peserta, waktu keberangkatan setiap kelompok akan diatur secara bertahap.

    Peserta TK/PAUD dijadwalkan mulai diberangkatkan sekitar pukul 08.00 WIT.

    Sementara peserta lainnya akan menyesuaikan waktu keberangkatan dan akan diinformasikan melalui masing-masing kelompok peserta.

    Pengaturan tersebut dinilai penting karena peserta TK/PAUD saja terdiri dari 18 sekolah.

    Dengan estimasi waktu pelepasan beberapa menit untuk setiap sekolah, proses pemberangkatan dapat berlangsung lebih dari satu jam.

    Naftali juga mengimbau peserta agar tidak datang terlalu pagi jika jadwal keberangkatannya masih lebih siang.

    “Kami berharap peserta yang start-nya agak siang tidak datang terlalu pagi. Mereka bisa berkumpul di titik kumpul sesuai waktu yang akan diinformasikan, sehingga tidak terjadi penumpukan,” katanya.

    **Pengamanan Diperkuat**

    Mengingat kondisi keamanan dan untuk memastikan pelaksanaan karnaval berjalan aman dan tertib, pengamanan juga menjadi perhatian utama panitia bersama aparat keamanan.

    Pengamanan akan melibatkan unsur TNI dan Polri serta pihak terkait lainnya. Jumlah personel masih menyesuaikan kebutuhan di lapangan dan kondisi keamanan.

    Naftali mengatakan, berdasarkan pengalaman pelaksanaan sebelumnya, pengamanan dari aparat TNI dan Polri akan ditempatkan pada sejumlah titik, baik pengamanan terbuka maupun tertutup.

    Selain itu, setelah peserta mencapai garis finish, setiap sekolah, kelompok, paguyuban maupun OPD diharapkan segera mengarahkan anggotanya untuk kembali ke tempat masing-masing.

    “Setelah tiba di finish, kami berharap sekolah atau kelompok langsung mengarahkan siswanya untuk bubar dan kembali ke tempat masing-masing. Jangan terjadi penumpukan di satu titik karena kalau massa menumpuk, tentu ada potensi kerawanan,” ujarnya.

    Dengan konsep rute bertahap, keberangkatan yang diatur berdasarkan kelompok, serta pengamanan yang diperkuat, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berharap Karnaval Budaya Nusantara 2026 dapat berlangsung aman, tertib dan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan keberagaman budaya yang ada di Jayawijaya. (Agris Wistrijaya/ Martina Matuan)

  • WAMENPAR Ni Luh Puspa Resmi Buka Festival Budaya Lembah Baliem ke-34, Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Masyarakat

    WAMENPAR Ni Luh Puspa Resmi Buka Festival Budaya Lembah Baliem ke-34, Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Masyarakat

    Wamena – Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, secara resmi membuka Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat (7/8/2026).

    Pembukaan festival berlangsung meriah dan dihadiri Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono, Bupati Jayawijaya Atenius Murip, Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, jajaran Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Forkopimda, DPRD, tokoh adat, tokoh agama, pelaku seni dan budaya, pelaku pariwisata, UMKM, komunitas, serta wisatawan domestik dan mancanegara.

    Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Luspa saat menerima Cinderamata oleh Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H.,M.H

    Foto : Agris Wistrijaya 

    Dalam sambutannya, Ni Luh Puspa menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan seluruh masyarakat karena mampu mempertahankan Festival Budaya Lembah Baliem hingga penyelenggaraan yang ke-34.

    Ia menilai keberlangsungan festival tersebut merupakan bukti kuat komitmen masyarakat Jayawijaya dalam menjaga dan mewariskan budaya kepada generasi mendatang.

    “Selamat kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang untuk ke-34 kalinya masih terus melaksanakan Festival Budaya Lembah Baliem. Saya tahu tidak mudah mempertahankan ini di tengah kondisi saat ini,” ujar Ni Luh Puspa.

    Ia juga memberikan apresiasi karena Festival Budaya Lembah Baliem berhasil masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

    Menurutnya, festival budaya memiliki peran penting dalam menggerakkan sektor pariwisata sekaligus memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat.

    “Pariwisata tidak hanya tumbuh dari kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, tetapi juga dari atraksi-atraksi yang dihadirkan kepada wisatawan,” katanya.

    Ni Luh Puspa menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival dapat menciptakan pergerakan ekonomi yang luas, mulai dari pelaku seni dan budaya, UMKM, akomodasi, transportasi, hingga usaha makanan dan minuman.

    “Pariwisata harus memberikan dampak kepada semua sektor,” tegasnya.

    **Simbol Persaudaraan dan Perdamaian**

    Dalam kesempatan tersebut, Ni Luh Puspa juga menyoroti salah satu atraksi utama FBLB, yakni simulasi perang antarsuku.

    Menurutnya, tradisi tersebut telah mengalami transformasi dan kini menjadi simbol persaudaraan serta perdamaian.

    Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi tersebut agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya.

    “Keberanian sejati bukan diukur dari kemampuan mengalahkan sesama, tetapi dari kebijaksanaan menjaga perdamaian,” ungkapnya.

    Ni Luh Puspa mengaku terkesan dengan kekayaan budaya serta keramahan masyarakat Papua Pegunungan setelah untuk pertama kalinya berkunjung ke wilayah tersebut.

    Sebelumnya, ia juga berkesempatan mengunjungi salah satu desa wisata dan melihat langsung potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Jayawijaya.

    Namun demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai pekerjaan rumah dalam pengembangan pariwisata Papua Pegunungan yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

    “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi dari pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

    **Dorong Dukungan untuk Sanggar Seni dan Budaya**

    Dalam sambutannya, Wamenpar juga menyampaikan adanya aspirasi dari masyarakat Papua Pegunungan terkait dukungan terhadap keberadaan sanggar-sanggar seni dan budaya, khususnya di Jayawijaya.

    Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengenai kemungkinan kolaborasi untuk membantu sanggar-sanggar tersebut.

    “Bu Wamen, kita kolaborasi. Kita bantu sanggar-sanggar yang ada di Jayawijaya ini,” kata Ni Luh Puspa mengutip pernyataan Menteri Koperasi.

    Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu sanggar-sanggar seni dan budaya agar tetap mempertahankan tradisi, budaya, serta kesenian yang dimiliki masyarakat Papua Pegunungan.

    Ni Luh Puspa menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.

    Ia berharap semakin banyak wisatawan datang ke Jayawijaya untuk melihat secara langsung kekayaan budaya Papua Pegunungan.

    “Semoga para wisatawan bisa pulang dengan hati yang riang, membawa cerita, dan semoga yang lain akan datang ke sini untuk hadir di tengah-tengah masyarakat Papua yang luar biasa,” tuturnya.

    Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Papua Pegunungan kepada Indonesia dan dunia, sekaligus memperkuat peran pariwisata sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

    Dengan mengusung semangat pelestarian budaya dan persaudaraan, FBLB diharapkan terus menjadi warisan budaya yang dapat dilaksanakan dan diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya. (Agris Wistrijaya/ Martina Matuan)

  • Resmi Buka FBLB, WAMENPAR Beri Pemda Jayawijaya Piagam Penghargaan Top 10 KEN

    Resmi Buka FBLB, WAMENPAR Beri Pemda Jayawijaya Piagam Penghargaan Top 10 KEN

    WAMENA – Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, resmi membuka Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) Ke-34 tahun 2026 yang berlangsung di Welesi, Jumat (7/8/2026).

    Kepada wartawan, Wamenpar Ni Luh Puspita mengatakan, kementerian pariwisata mendorong pemerintah daerah untuk bisa menyelenggarakan even-even berstandar internasional, yang nantinya bisa menarik kunjungan wisatawan.

    Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menyerahkan Piagam Penghargaan Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN), kepada Bupati Jayawijaya Athenius Murip, atas terselenggaranya Festival Budaya Lembah Baliem Ke-34 di Welesi, Jumat (7/8/2026).

    Foto : Vina Rumbewas

    “Dengan banyak wisatawan yang datang memberi dampak bagi masyarakat, karena ketika ada wisatawan datang, tentu ada transaksi yang bisa dilakukan sampai dengan ke level UMKM dan masyarakat,” ungkapnya.

    WAMENPAR menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Jayawijaya karena di tengah situasi saat ini masih dapat melaksanakan even nasional ini.

    Lanjut WAMENPAR, dari pelaksanaan festival tahun ini tentu ada beberapa ‘PR’ bagi kementerian dan pemerintah deaerah, namun dirinya mestikan bahwa akan terus ada kolaborasi-kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengupayakan agar bagaimana festival ini selalu berinoivasi dengan menampilkan hal-hal baru untuk  dinikmati oleh wisatawan.

    “Bersama pemda kita akan diskusi banyak, agar bagaimana ada inovasi atau ada hal-hal yang perlu kita perbaiki ke depannya,” katanya.

    Pembukaan FBLB Ke-34 Tahun 2026 ini ditandai dengan pelepasan balon ke udara, dan dilanjutkan dengan penyerahan Piagam Penghargaan dari Wamenpar Ni Luh Puspa kepada Bupati Jayawijaya Athenius Murip, atas terselenggaranya Festival Budaya Lembang Baliem sebagai Top 10 Event Terbaik Karisma Even Nusantara (KEN) 2026.

    Pementasan sosiodrama di Festival Budaya Lembah Baliem Ke-34 Tahun 2026 di Welesi, Jumat (7/8/2026)

    Foto : Vina Rumbewas

    “Festival Budaya Lembah Baliem ini masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara. Itu adalah festival-festival yang kami pilih dari ratusan event di Indonesia, kami pilih 125 dan 10 yang terbaik, dan Lembah Baliem masuk dalam 10 yang terbaik, sehingga kami berikan penghargaan kepada pak bupati,” jelas Ni Luh

    WAMENPAR berharap, dengan pemberian penghargaan ini pemkab Jayawijaya semakin bersemangat dalam menyelenggarakan berbagai festival.

    Meski tidak semua 40 distrik berpastisipasi pada festival tahun ini namun event tahunan ini selalu menarik antusias wisatawan baik domestic maupun wisatawan manca negara. Bahkan sebanyak 270 wisatawan manca negara terkonfirmasi menghadiri pembukaan FBLB tahun ini.

    Rangkaian event pada Festival Budaya Lembah Baliem resmi dimulai 7-10 Agustus 2026, dimana selain festival budaya juga digelar Wamena Coffee Festival dan puncak acara pada 10 Agustus digelar Carnaval Budaya Nusantaran, yang mengambil star dari halaman kantor bupati Jayawijaya. (Vina Rumbewas/Matina Matuan)

  • Parade Karnaval Budaya Nusantara Siap Ramaikan Kota Wamena

    Parade Karnaval Budaya Nusantara Siap Ramaikan Kota Wamena

    WAMENA – Ribuan peserta dipastikan akan meramaikan Karnaval Budaya Nusantara 2026 yang akan digelar Senin 10 Agustus.

    Naftali Rumbiak, Wakil Ketua Pelaksana FBLB Ke-34 Tahun 2026 memastikan puluhan sekolah dari tingkatan Taman Kanak-kanan (TK) Hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan perguruan tinggi akan berpartisipasi dalam event tahunan ini. Tidak hanya itu paguyuban-paguyuban dan beberapa OPD di lingkungan pemda Jayawijaya juga telah mendaftar untuk memeriahkan event ini.

    Naftali Rumbiak, Wakil Ketua Pelaksana FBLB Ke-34 Tahun 2026

    Foto : Diskominfo Kab. Jayawijaya

    “Satu sekolah diwakili 30 siswa, didampingi guru. Dari peserta kita harap ada keberagaman dalam penggunakan atribut budaya dari masing-masing daerah. Contoh kalau saya anak Papua, saya pakai adat Papua,” jelas Naftali.

    Untuk rute peserta dibagi sesuai tingkatan dimana untuk TK hanya berjarak enam ratus meter dengan titik star dari halaman kantor bupati Jayawijaya pukul 8 pagi  dan finish di kantor DPRD.

    Sedangkan untuk tingkat SD hingga tingkat umum dipastikan akan melewati beberapa jalan utama yakni start dari kantor bupati, melewati Jln.Trikora, Jln. Bhayangkara, Jln.Irian, dan finish di Tugu Salib.

    “Kami himbau untuk semua peserta agar setelah tiba di titik finish boleh mengarahkan siswanya atau kelompoknya untuk langsung bubar, sehingga tidak terjadi penumpukan disatu titik,” katanya.

    Sementara untuk pengamanan Naftali memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan petugas baik TNI maupun Polri, sehingga kemungkinan akan ada penambahan petugas untuk mengamankan jalannya acara.  (Vina Rumbewas/Martina Matuan)

  • Bupati Jayawijaya Sambut Langsung Kedatangan Wamenpar di Wamena

    Bupati Jayawijaya Sambut Langsung Kedatangan Wamenpar di Wamena

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H di dampingi Wakil Bupati Ronny Elopere menyambut langsung kunjungan Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, yang tiba hari ini di Wamena, Kamis (6/7/2026), menjelang pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) Ke-34.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H  bersama jajaran saat menyambut kedatangan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa di Bandara Wamena, Kamis (6/7/2026).

    Foto : Vina Rumbewas

    Dalam kesempatan tersebut, Atenius Murip, S.H.,M.H menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata atas perhatian dan dukungan yang diberikan terhadap pengembangan pariwisata di Kabupaten Jayawijaya.

    “Kami Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia bersama jajaran yang telah datang melihat langsung salah satu destinasi dan event budaya unggulan Indonesia yang ada di Wamena,” kata Atenius Murip, S.H.,M.H.

    Menurutnya, Festival Budaya Lembah Baliem yang rutin diselenggarakan setiap tahun merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan budaya masyarakat Papua Pegunungan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

    Ia berharap pelaksanaan festival tahun ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata dan UMKM. (Vina Rumbewas/Martina Matuan)

  • Wakil Menteri Pariwisata RI Tinjau Potensi Wisata Jayawijaya, Dorong FBLB Masuk Magnet Wisata Dunia

    Wakil Menteri Pariwisata RI Tinjau Potensi Wisata Jayawijaya, Dorong FBLB Masuk Magnet Wisata Dunia

    Wamena – Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, melakukan kunjungan kerja perdana ke Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Kamis (6/8/2026), menjelang pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) Ke-34.

    Dalam kunjungannya, Ni Luh Puspa didampingi Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP,M.KP dan Ketua Deskranasda Jagawijaya dr. Idawati, S.p,KJ mengunjungi sejumlah destinasi wisata unggulan, di antaranya Desa Wisata Kumugima, Mumi Aikima, serta menghadiri Wamena Coffee Festival dan UMKM di depan Kantor Bupati Jayawijaya.Rencananya, pada hari berikutnya Wakil Menteri akan menyaksikan langsung Festival Budaya Lembah Baliem di Distrik Walesi.

    Wamen Pariwisata Ni Luh Puspa mengaku terkesan dengan kekayaan budaya dan potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Jayawijaya. Menurutnya, kunjungan ini menjadi pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di Wamena.

    Wakil Mentri Pariwisata Nih Luh Puspa saat mengunjungi UMKM yang ada didepan Kantor Bupati Jayawijaya

    Foto : Pers FBLB 2026

    “Saya senang sekali, ini pertama kalinya saya datang ke Wamena. Tadi kami melihat Desa Wisata Kumugima, kemudian Mumi Aikima, sekarang berada di Wamena Coffee Festival dan Besok saya akan melihat langsung Festival Budaya Lembah Baliem,” ujarnya.

    Ia juga mengungkapkan telah bertemu dengan wisatawan asal Italia yang mengaku sangat menikmati kunjungannya ke Wamena setelah sebelumnya berwisata ke Raja Ampat. Hal tersebut menjadi bukti bahwa Jayawijaya memiliki daya tarik yang mampu melengkapi destinasi wisata unggulan Indonesia.

    Menurutnya, potensi wisata di Jayawijaya sangat besar, terutama kekayaan adat dan budaya yang masih terjaga serta potensi agrowisata seperti kopi dan perkebunan nanas di Desa Wisata Kumugima.

    “Saya melihat ada banyak pekerjaan yang bisa kita kerjakan bersama Pemerintah Daerah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan maupun lama tinggal wisatawan di Wamena. Dengan semakin banyak daya tarik wisata yang dikembangkan, tentu akan memberikan manfaat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik dari sektor pariwisata maupun agrowisata,” katanya.

    Wakil Mentri Pariwisata Nih Luh Puspa bersama Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP dan Ketua Dekranasda Jayawijaya dr. Idawati Waromi Murip, Sp.KJ dan Ketua GOW Kabupaten Jayawijaya Ny. Cepelina Tabuni Elopere, S.IP.

    Foto : Pers FBLB 2026

    Ni Luh Puspa menegaskan bahwa Kementerian Pariwisata akan terus mendorong pengembangan destinasi berbasis budaya lokal agar tetap menjadi identitas utama daerah sekaligus mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

    Ia juga mengajak masyarakat Indonesia dan wisatawan untuk datang menyaksikan Festival Budaya Lembah Baliem, yang tahun ini kembali masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN).

    “Festival Budaya Lembah Baliem sudah diselenggarakan sebanyak 34 kali dan selalu menjadi daya tarik utama wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk datang dan mendukung festival-festival daerah seperti ini agar masyarakat semakin semangat melestarikan adat dan budaya yang dimiliki,” ujarnya.

    Ia berharap kualitas penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara serta memperkuat posisi Jayawijaya sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan Indonesia.

    Kunjungan Wakil Menteri Pariwisata ini menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor pariwisata di Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya, yang memiliki kekayaan budaya, alam, dan agrowisata sebagai modal utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata. (Agris)

  • Wakil Menteri Pariwisata Tiba di Wamena, Bupati Jayawijaya Optimistis FBLB 2026 Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi

    Wakil Menteri Pariwisata Tiba di Wamena, Bupati Jayawijaya Optimistis FBLB 2026 Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi

    Wamena – Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H., M.H., didampingi Wakil Bupati Ronny Elopere, menyambut kedatangan Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, di Bandara Wamena, Kamis (6/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan menjelang pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) Ke-34 Tahun 2026.

    Bupati Atenius Murip menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia atas perhatian dan dukungan yang terus diberikan terhadap pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Jayawijaya.

    Penjemputan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa di Bandara Wamena

    Foto : Pers FBLB 2026

    “Kami Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia beserta jajaran yang telah datang untuk melihat langsung salah satu destinasi dan agenda budaya unggulan Indonesia yang diselenggarakan di Wamena,” ujar Bupati.

    Menurutnya, Festival Budaya Lembah Baliem merupakan agenda tahunan yang menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan warisan budaya masyarakat Papua Pegunungan sekaligus memperkenalkannya kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.

    Ia berharap penyelenggaraan FBLB Ke-34 dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    Bupati menjelaskan, pelaksanaan FBLB tahun 2026 menghadirkan sejumlah inovasi. Selain atraksi budaya yang dipusatkan di Distrik Walesi, pemerintah juga menyelenggarakan Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion di kawasan depan Kantor Bupati Jayawijaya sebagai ruang promosi bagi produk-produk unggulan daerah.

    “Kami menghadirkan dua pusat kegiatan. Selain Festival Budaya Lembah Baliem di Distrik Walesi, kami juga menyediakan ruang bagi pelaku UMKM, kopi lokal, dan produk ekonomi kreatif agar semakin dikenal oleh masyarakat luas,” katanya.

    Menurut Atenius Murip, kopi Papua Pegunungan, khususnya dari Kabupaten Jayawijaya, memiliki kualitas yang telah dikenal luas dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

    Ia juga mengajak seluruh masyarakat Jayawijaya untuk menjadikan Festival Budaya Lembah Baliem sebagai momentum bersama dalam membangun citra positif daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Kedatangan wisatawan akan memberikan manfaat bagi banyak sektor, mulai dari transportasi, penginapan, penyewaan kendaraan, kuliner hingga penjualan produk-produk lokal. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan festival ini,” ujarnya.

    Bupati juga mengimbau masyarakat agar menjaga keamanan, kebersihan, dan memberikan pelayanan yang ramah kepada setiap wisatawan yang berkunjung ke Jayawijaya.

    “Tunjukkan keramahan masyarakat Jayawijaya sehingga para tamu merasa nyaman selama berada di Lembah Baliem dan memiliki keinginan untuk kembali berkunjung,” tuturnya.

    Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Pariwisata bersama seluruh pemangku kepentingan telah melakukan berbagai persiapan, termasuk penataan lokasi kegiatan dan destinasi wisata guna menyambut para tamu yang akan menghadiri Festival Budaya Lembah Baliem Ke-34.

    Festival Budaya Lembah Baliem Ke-34 akan berlangsung pada 7–8 Agustus 2026 di Distrik Walesi, sementara rangkaian kegiatan Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion digelar pada 7–10 Agustus 2026 di kawasan depan Kantor Bupati Jayawijaya. Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat promosi pariwisata, melestarikan budaya, serta menggerakkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Jayawijaya. (Agris Wistrijaya/Martina Matuan)