Category: Budaya & Wisata

  • Dinas Pariwisata Jayawijaya Gelar Lomba Karaoke Bertakjub “Baliem Idol” 2022

    Dinas Pariwisata Jayawijaya Gelar Lomba Karaoke Bertakjub “Baliem Idol” 2022

    WAMENA – Bupati Jayawijaya yang diwakilkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Jayawijaya membuka Lomba Karaoke Baliem Idol, Wamena mencari bakat yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Jayawijaya  (28/09/2022).

    Cap : Kepala Dinas Pariwisata saat memasangkan Nomor Peserta  pada pembukaan Baliem Idol 2022

    Foto : Imanuel Sawaki

    Dalam Sambutannya yang dibacakan Oleh Kepala Dinas Pariwisata, Bupati mengungkapkan dalam rangka mencari duta-duta Pariwisata untuk mendukung program promosi kepariwisataan, pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata untuk pertama kalinya menggelar kegiatan mencari bakat dalam bentuk perlombaan karaoke. Yang lebih menarik lagi  bahwa pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan di salah satu sarana obyek wisata di Kabupaten Jayawijaya dengan tujuan untuk mempromosikan potensi obyek wisata kepada para penonton

    Bupati juga mengatakan “ Selaku pimpinan daerah saya memberikan apresiasi terhadap inovasi yang sangat menarik dimana selain dapat memperkenalkan kekayaan wisata Kabupaten Jayawijaya, inovasi ini juga dapat membangkitkan semangat bagi pemilik obyek wisata untuk terus meningkatkan penampilan dan pelayanan di obyek wisata tersebut. yang akan mambantu peningkatan pendapatan masyarakat

    Dalam Sambutannya, Bupati juga berharap ajang pencarian bakat ini akan dijadikan jadwal rutin Pemerintah Daerah sehingga setiap obyek wisata mendapatkan kesempatan yang sama untuk dikunjungi dan dipromosikan

    Bupati juga menyampaikan, terima kasih kepada semua peserta lomba karaoke Baliem Idol Wamena mencari bakat yang turut mensukseskan kegiatan tersebut, dan berharap agar peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, dengan memberikan penampilan secara maksimal sesuai dengan talenta yang dimiliki sehingga mendapat hasil yang terbaik pula.

    Bupati juga menambahkan “dalam perlombaan kalah atau menang adalah hal yang biasa sehingga diharapkan juga agar para peserta dapat berlomba secara sportif dan menerima keputusan dewan juri yang akan menjadikan motivasi untuk dapat terus meningkatkan kemampuan dan talenta masing-masing

    Bupati juga berpesan kepada dewan juri agar dapat bekerja dengan baik, karena semua keputusan yang diambil saat ini akan menentukan penyanyi-penyanyi bersuara emas yang akan dijadikan duta-duta kepariwisataan yang handal dan mendukung kegiatan kepariwisataan di Kabupaten Jayawijaya.

    Bupati juga  menyampaikan terima kasih kepada panitia yang telah bekerja keras untuk kesuksesan kegiataan dan semua yang terlibat di dalam penyelenggaraannya

    Dalam sambutannya, Bupati Jayawijaya  berharap semua yang telah dikerjakan dapat memberikan dampak positif dan hasil maksimal terutama bagi perkembangan  pariwisata di Jayawijaya. (IS/EF)

    Cap :  Ketua Kepala Dinas Pariwisata dan Ketua PKK Kabupaten Jayawijaya dalam Pembukaan Baliem Idol 2022

    Foto : Imanuel Sawaki

  • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gelar Pelatihan Peningkatan Kaulitas Bagi Karyawan Penginapan dan Perhotelan di Jayawijaya

    Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gelar Pelatihan Peningkatan Kaulitas Bagi Karyawan Penginapan dan Perhotelan di Jayawijaya

    WAMENA – Sebanyak 100 orang pegawai dari 26 hotel dan penginapan yang ada di Jayawijaya mengikuti kegiatan pelatihan Peningkatan Kaulitas Karyawan Sesuai Program Pariwisata (PTDUP) Tahun 2022 Bagi Karyawan Perhotelan, yang berlangsung di salah satu hotel di kota Wamena, Senin (12/09/2022).

    Kegiatan yang rencananya berlangsung selama tiga hari ini dibuka oleh bupati Jayawijaya yang diwakili Sekertaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya, Marthen Medlama, S.Pd.

    Cap : Foto bersama peserta dan penyelenggara pelatihan

    Foto : Vina Rumbewas

    Dalam sambutan Bupati disampaikan bahwa pelatihan bagi karyawan hotel merupakan hal yang utama guna menyamakan persepsi karyawan sesuai visi misi pemerintah daerah.

    “Oleh karena itu mengingat pentingnya kegiatan yang memberikan dampak besar bagi pengusaha dan Pemerintah, saya berharap kepada seluruh peserta pelatihan untuk dapat menyimak materi yang akan disampaikan selama pelatihan berlangsung sehingga tujuan utama pelatihan ini dapat tercapai,” ungkapnya.

    Yang mana lanjutnya, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan dan menambah pengetahuan serta pemahaman karyawan hotel dan penginapan dalam melakukan pelayanan secara umum dan professional, sehingga nantinya dapat memberikan pemahaman tentang bagaimana cara kita untuk mengembangkan diri di bidang usaha dan jasa yang berkembang selama ini.

    “Pelatihan yang digelar Dinas Pariwisata ini untuk meningkatkan softskil kita, berhubungan dengan kemampuan kita dalam melayani tamu, berhubungan dengan bagaimana kita menyediakan data yang baik di perhotelan,” jelasnya.

    Karena menurutnya, kadang masih terjadi perbedaan data baik dengan pemerintah daerah dan jasa usaha kepariwisataan khususnya perhotelan.

    Sehingga pelatihan ini dilakukan agar ada sinergi data antara jasa perhotelan dengan dinas pariwisata.

    “Kedepan karena kota kita merupakan kota jasa di pegunungan tengah Papua dan Wamena kota yang sangat penting untuk itu jasa perhotelan sangat penting. Saya mau kedepan hotel dan dinas harus bekerjasama dengan baik dengan menyajikan data yang sama,” ujarnya.

    Tambahnya, melalui pelatihan ini diharapkan kedepan tenaga kerja yang bekerja dijasa kepariwisataan terutama pada perhotelan dan penginapan dapat memiliki kemampuan softskil yang baik, sehingga dapat membackup semua kegiatan kepariwisataan di perhotelan yang ada di kabupaten Jayawijaya.

    Pada kesempatan yang sama, Katua Panitia Naftali Rumbiak mengatakan peserta kegiatan hampir sebagian besar merupakan karyawan penginapan dan perhotelan yang ada di Jayawijaya.

    “Tujuan, untuk meningkatkan serta mengembangkan pengetahuan dan pemahaman dalam melakukan pelayanan hotel dana penginapan secara umum dan professional, diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (vin/AR)

     

  • Wakil Bupati Jayawijaya Resmi Menutup Mini Festival Budaya Lembah Baliem

    Wakil Bupati Jayawijaya Resmi Menutup Mini Festival Budaya Lembah Baliem

    WAMENA – Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH., M.Hum secara resmi menutup pagelaran Mini Festival Budaya Lembah Baliem yang berlangsung di Usilimo, Rabu (10/08/2022).

    Cap : Penutupan Mini Festival Budaya Lembah Baliem

    Foto : Vina Rumbewas

    Pada kesempatan itu Wakil Bupati Jayawijaya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama menjaga kelestarian adat budaya Lembah Baliem yang merupakan warisan leluhur.

    “Lembah Baliem (Jayawijaya) memiliki warisan budaya dan adat istiadat yang sangat unik, akan tetapi perlu kita ingat bahwa budaya dan adat istiadat warisan leluhur dapat dilupakan bahkan hilang jika tidak dijaga, dilestarikan, diabadikan serta dijadikan warisan bagi generasi berikutnya,” ungkap Wakil Bupati.

    Atas nama Pemerintah Wakil Bupati menyampaikan terimakasih kepada seluruh wisatawan baik Domestik maupun Internasional yang sangat antusias telah menghadiri festival budaya ini, karena kehadiran pengunjung turut mensukseskan even ini.

    “Saya berharap agar para pengunjung dapat membagikan hal-hal positif yang didapat selama berada di tempat ini, serta menyebarkan keindahan dan keunikan budaya Lembah Baliem agar dapat dilihat dan dikenal masyarakat dunia,” pungkas Beliau.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Beny Walela menyampaikan bahwa even ini merupakan inisiatif dari 10 pengelola objek wisata yang tersebar di Distrik Pisugi, Witawaya, Kurulu, Libarek, Usilimo dan Wadangku.

    “Ini kerinduan kami, oleh sebab itu kami menyampaikan terimakasih banyak kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya yang telah mendukung kegiatan ini dan terimakasih juga kepada semua sponsor yang telah mendukung pelaksanaan even ini,” ungkapnya.

    Atas nama 10 pengelola objek wisata dirinya berharap kedepan pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem dapat digelar kembali di Distrik Usilimo ini.

    Kegiatan mini festival yang berlangsung selama tiga hari ini diramaikan wisatawan domestik dan manca negara, yang antusias ingin melihat kehidupan masyarakat lokal di Lembah Baliem yang telah dikemas dalam even mini festival ini. (VIN/AR)

  • Festival Budaya Lembah Baliem Kembali diselenggarakan di Kabupaten Jayawijaya

    Festival Budaya Lembah Baliem Kembali diselenggarakan di Kabupaten Jayawijaya

    Wamena – Festival Budaya Lembah Baliem kembali di selenggarakan di Kabupaten Jayawijaya setelah 2 tahun tidak dilaksanakan karena adanya Covid 19 yang juga melanda Kabupaten Jayawijaya. Terakhir FBLB ini diselenggarakan pada tahun 2019 kemudian pada tahun 2020 dan 2021 tidak dilaksanakan.

    Pada tahun 2022 ini Pemerintah Kabupaten Jayawijaya Kembali melaksanakan Festival Budaya Lembah Baliem dengan adanya inisiatif dari 10 Kelompok objek wisata yang ada di Kabupaten Jayawijaya. Festival kali ini di gelar dengan Mini Festival yang diselenggarkan di Distrik Usilimo, Senin (08/08/2022).

    Cap : Salah Satu Tarian Wisisi Yang Di Tampilkan Pada Saat Pembukaan Mini FBLB Tahun 2022

    Foto : Agris Wistrijaya

    Cap : Penampilan Dari Salah Satu Kelompok Obyek Wisata

    Foto : Agris Wistrijaya

    Cap : Salah Satu Stand Pameran Yang Diperlihatkan Oleh Para Peserta Mini FBLB

    Foto : Agris Wistrijaya

    Dalam Mini Festival ini, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya turut membantu memfasilitasi pelaksanaan selama 3 hari yang di laksanakan pada tanggal 8 sampai 10 agustus 2022. Sebelumnya pada tahun 2019 Festival Budaya Lembah Baliem ini diselenggarakan di Distrik Walesi dan kemudian pada tahun ini kembali diselenggarakan di Distrik Usilimo.

    Kegiatan festival ini diikuti oleh kelompok objek wisata dari Distrik Pisugi, Distrik Witawaya, Distrik Libarek, Distrik Wadangku, Distrik Usilimo dan Distrik Kurulu. Mini Festival ini terdiri dari atraksi perang-perangan, lomba panahan, karapan babi, dan beberapa atraksi lainnya.

    Pada saat pembukaan Festival, ketua panitia Mini Festival dari 10 Kelompok objek wisata meminta kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk memperhatikan 10 kelompok objek wisata dan mengharapkan event ini dapat dilakukan kembali setiap tahun di Distrik Usilimo. (AW/AR)

  • Pembukaan Mini Festival Budaya Lembah Baliem Tahun 2022

    Pembukaan Mini Festival Budaya Lembah Baliem Tahun 2022

    Wamena – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE., M.Si membuka Mini Festival Budaya Lembah Baliem yang dilaksanakan di Distrik Usilimo, senin (08/08/2022).

    Bupati Jayawijaya menyampaikan selamat datang di Kabupaten Jayawijaya dan selamat menyaksikan Mini FBLB tahun 2022 kepada wisatawan lokal dan manca negara yang hadir dalam pembukaan mini FBLB. Wisatawan mancanegara yang hadir sebagian besar berasal dari Benua Eropa yang sudah berkesempatan datang untuk menyaksikan mini FBLB.

    Cap : Bupati Jayawijaya Saat Membuka Mini Festival Budaya Lembah Baliem Di Distrik Usilimo

    Foto : Agris Wistrijaya

    Pada sambutannya, Bupati Jayawijaya mengungkapkan bahwa kegiatan ini sebenarnya dilaksanakan setiap tahun, namun pada tahun 2020 dan tahun 2021 tidak dapat dilaksanakan karena adanya Covid 19 yang melanda seluruh Dunia hingga Kabupaten Jayawijaya.

    Lanjut dalam sambutannya Bupati mengatakan bahwa Untuk tahun ini Pemerintah menyelenggarakan kegiatan Festival mini atas dasar ide dari 10 Kelompok Objek Wisata di Kabupaten Jayawijaya yang ingin melaksanakan kembali Festival Budaya Lembah Baliem dalam bentuk Mini Festival. Untuk itu pada akhirnya Pemerintah Daerah menyetujui dan memfasilitasi Kegiatan festival ini yang dikoordinir oleh 10 Kelompok Objek Wisata.

    Cap : Bupati Jayawijaya Bersama Wakil Bupati Jayawijaya, Dandim 1706 Dan Kapolres Jayawijaya Saat Melakukan Panahan Yang Merupakan Bagian Dari Kegiatan Mini FBLB 2022.

    Foto : Agris Wistrijaya

    Tujuan pelaksanaan mini Festival Budaya Lembah Baliem ini adalah untuk membina dan melestarikan adat dan budaya tradisional Suku Dani sebagai ciri khas masyarakat di wilayah Pegunungan Tengah Papua. Berbagai atraksi budaya akan ditampilkan dalam mini FBLB tahun ini yang dipersembahkan oleh 10 Kelompok Objek Wisata serta diikuti oleh beberapa Distrik di Kabupaten Jayawijaya.

    Kegiatan ini juga akan diikuti oleh Putri Papua dan grup-grup band etnik serta menyajikan pasar murah bagi pengunjung. Oleh sebab itu Bupati mengharapkan kepada panitia untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para peserta maupun pengunjung sehingga dapat terciptanya  suasana aman pada saat berjalannya mini festival ini.

    Cap : Bupati Jayawijaya Bersama Ibu Bupati Jayawijaya, Wakil Bupati Jayawijaya, Dandim 1706, Dan Kapolres Jayawijaya Saat Melihat Dan Mencoba Pameran Dari Kelompok 10 Obyek Wisata.

    Foto: Agris Wistrijaya

    Cap : Bupati  Jayawijaya Dan Ibu Bupati Jayawijaya Melakukan Foto Bersama Dengan Putri-Putri Papua.

    Foto : Agris Wistrijaya

    Bupati juga mengharapkan kepada peserta untuk menampilkan yang terbaik bagi para penonton  yang datang, sehingga para wisatawan dapat mengenal Budaya Lembah Baliem dan menjadi Daya tarik tersendiri untuk kembali lagi berkunjung pada waktu-waktu selanjutnya.

    Pada kesempatan ini juga Bupati mengajak pengunjung untuk memahami bahwa sektor parawisata merupakan salah satu sektor industri yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi para pengelola Obyek Wisata, dampak positif dari pengelola obyek-obyek wisata secara baik di daerah ini dan akan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Untuk itu harus ada jaminan keamanan pada wilayah obyek wisata, karena maju tidaknya pengelola parawisata sangat ditentukan oleh kondisi keamanan yang kondusif.

    Bupati juga mengharapkan agar semua masyarakat bersama-sama menjaga keamanan selama pelaksanaan event FBLB, baik dari pihak penyelenggara, peserta, maupun para pengunjung dan khususnya bagi masyarakat Jayawijaya wajib menjaga keamanan daerah ini dan harus berusaha meminimalisir konflik yang akan menimbulkan suasana ricuh dan perasaan tidak aman. (AW/AR)

  • Bupati Jayawijaya Panen Ikan Air Tawar di Distrik Asolokobal

    Bupati Jayawijaya Panen Ikan Air Tawar di Distrik Asolokobal

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE., M.Si mengapresiasi pemuda Kampung Wiaima Distrik Asolokobal yang mampu melihat peluang usaha di sekitar kampungnya, yakni dengan mengembangkan ikan air tawar.

    Pemuda yang tergabung dalam Kelompok Usaha Perikanan Darat Waluak ini pimpin Hendrik Lokobal, seorang pria penyandang tuna netra yang semangat mengembangkan kelompok tani ikan air tawar.

    “Untuk kembangkan kolam ikan ini kami kerja secara swadaya, karena kami punya kemauan untuk dirikan usaha ini, begitupun dengan bibit ikan yang ada di kolam mini juga dicari secara swadaya,” ungkap Hendrik Lokobal, Selasa (05/07/2022).

    Cap : Bupati Jayawijaya Jhon R. Banua, SE., M.Si bersama Kelompok Usaha Perikanan Waluak saat memanen ikan di Distrik Asolokobal, Jayawijaya.

    Foto : Vina Rumbewas

    Lanjutnya, meski demikian kelompok taninya juga sempat mendapatkan bantuan melalui dana desa sebesar tiga puluh juta rupiah dan digunakan untuk membuat kolam.

    “Kami sudah beberapa kali panen, dan dari hasil panen kami mendapat 30 juta lebih, kerinduan kami kami ingin membuat pagar di sekitar kolam karena manusia juga sering mencuri ikan,” katanya.

    Ia juga mengatakan, kedepan usaha kolam ikan miliki kelompoknya ini akan dikembangkan menjadi kolam wisata pemanciangan dan saat ini sedang berupaya untuk mendapat dukungan dari pemodal salah satunya dari perbankan.

    Pada kesempatan itu, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE., M.Si mengatakan potensi ikan air tawar di Jayawijaya sangat besar dan akan sangat berdampak jika peluang tersebut dimanfaatkan baik.

    “Saya ingin kolam ini dijadikan tempat wisata, dan ketika kelompok punya kemauan yang besar maka kolam ikan kelompok tani ini akan berkembang,” kata Beliau.

    Dengan mengembangkan potensi ini menjadi tempat wisata kata Bupati tentu akan memberikan pemasukan kepada kelompok tani itu sendiri dan juga memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar.

    “Saya harap kolam ini bisa dikebangkan seperti yang ada di Yagara, memiliki pemasukan tetap dan jadi tempat usaha yang berkelanjutan,”.

    Bupati juga meminta Dinas terkakit dalam hal ini Dinas Perikanan untuk dapat menyalurkan bibit ikan bagi kelompok petani ikan Waluok.

    “Yang penting kelompoknya jelas agar bantuan yang diberikan juga jelas karena ada pertanggungjawaban. Tiap tahun ada pengadaan ikan sehingga dinas harus ada perhatian khusus,”

    Pada kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan para Kepala Kampung untuk dapat memanfaatkan dana kampung dengan membantu mengambangkan usaha-usaha masyarakat terutama para pemuda yang ingin maju dalam bertani, beternak, maupun berwirausaha.

    “Masyarakat Asolokobal adalah bagian dari saya, sehingga saya ingatkan para Kepala Kampung untuk harus berikan dukungan kepada kelompok-kelompok seperti ini,” Ungkap Bupati.

    Disela-sela panen ikan bersama kelompok tani, secara pribadi Bupati memberikan bantuan berupa uang tunai senilai lima puluh juta rupiah bagi Kelompok Tani Waluok agar dapat mengambangkan kolam ikan ini seperti yang diharapkan petani.

    Selain memberikan uang tunai, Bupati juga berjanji akan memberikan satu set alat musik bagi para pemuda di Distrik Asolokobal.

    “Saya akan bantu satu set alat musik untuk pemuda di Asolokobal melalui adik Hendrik.  Kita upayakan ini untuk rangkul para pemuda, sehingga menjauhi hal-hal negatif,”. (VIN/AR)

  • Mini Festival Budaya Lembah Baliem Siap Digelar Pada Bulan Agustus 2022

    Mini Festival Budaya Lembah Baliem Siap Digelar Pada Bulan Agustus 2022

    WAMENA – Dunia Pariwisata di Jayawijaya perlahan mulai menggeliat, pasca diterpa pandemi Covid-19 selama dua tahun belakangan.

    Hal ini terlihat dari akan digelarnya Mini Festival Budaya Lembah Baliem pada bulan Agustus nanti.

    Mini festival yang digagas pelaku seni dari 10 objek wisata yang ada di Jayawijaya ini, diharapkan dapat menjawab kerinduan wisatawan baik lokal maupun manca negara akan atraksi seni budaya di Lembah Baliem.

    “Pemerintah hanya memfasilitasi, dan ide ini dari 10 kelompok objek wisata. Kami hanya dorong persiapan mereka untuk pelaksanaan mini festival,” ungkap Engelbertus Surabut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya, Minggu (12/06/2022).

    Cap : Pagelaran Festival Budaya Lembah Baliem di Kota Wamena tahun 2019 lalu

    Foto : Vina Rumbewas

    Mini festival ini sendiri akan digelar selama tiga hari di Distrik Usilimo, yang merupakan lokasi lama tempat pelaksanaan pagelaran festival budaya lembah Baliem, sebelum dialihkan dilokasi baru di Distrik Welesi sejak tahun 2016 lalu.

    Terdapat sepuluh kelompok seni dari sepuluh lokasi objek wisata yang akan tampil pada mini festival nanti, namun kata Engelbertus tidak dibatasi jika nantinya ada akan ada penambahan peserta dari kelompok seni lainnya.

    “Mini festival ini akan berlangsung dari tangga 8 hingga 10 Agustus 2022, dalam mini festival ini akan menampilkan, atraksi perang-perangan, lomba panahan, lempar tombak, karapan babi, dan beberapa lomba lainnya,” Ungkapnya.

    Ia berharap, dengan mini festival budaya Lembah Baliem  dapat menarik kembali minat wisatawan baik lokal maupun manca negara untuk kembali mengunjungi pariwisata Jayawijaya.

    “Tahun depan kami akan laksanakan festival budaya, selama dua tahun ini tidak dilaksanakan karena pandemi Covid-19,” (VIN/HA).

  • Sekda : IKKB Harus Senantiasa Menjaga Kerukunan dan Keharmonisan di Kabupaten Jayawijaya

    Sekda : IKKB Harus Senantiasa Menjaga Kerukunan dan Keharmonisan di Kabupaten Jayawijaya

    WAMENA – Mempersatukan elemen-elemen suku dan kearifan lokal yang ada di Jayawijaya merupakan Salah satu dari beberapa program prioritas Ikatan Keluarga Batak Jayawijaya (IKKB).

    Hal ini disampaikan Ketua IKBJ Godlief Sihombing di sela-sela pelantikan Ikatan Keluarga Batak Jayawijaya periode 2022-2027, pada Sabtu (19/03/2022).

    Cap : Sekda Jayawijaya Thony M Mayor, S.Pd, MM saat dipasangkan Ulos oleh tua-tua adat suku Batak di Jayawijaya

    Foto : Vina Rumbewas

    “Selain melanjutkan program sebelumnya lebih daripada itu adalah pendekatan yang dilakukan bagaimana mempersatukan elemen-elemen suku yang ada di Jayawijaya, pariban-pariban yang ada, dan kearifan lokal di Jayawijaya,” ungkapnya.

    Menurutnya suku Batak yang merantau di Jayawijaya tentu menjunjung tinggi nilai-nilai leluhurnya, namun tentu juga menjunjung kearifan lokal yang ada di tempat keberadaannya saat ini.

    Selesai pelantikan dilanjutkan dengan kolaborasi dua budaya yaitu budaya Batak dan budaya yang ada di Wamena lebih umum budaya Papua untuk memperlihatkan kehidupan berdampingan.

    “Kita juga tetap akan memperkenalkan Budaya Papua kepada anak-anak dan Cucu kita, selain budaya kami, sehingga kearifan lokal yang ada di Papua ini juga tetap terjaga baik dari dalam sendiri maupun kami masyarakat IKBJ yang ada,”jelasnya

    Pendiri IKBJ Deli Nainggolan mengharapkan kepada pengurus baru agar dapat bekerja keras untuk menyatukan semua warga Batak yang ada di Jayawijaya dan sekitarnya.

    “Semoga pengurus yang baru ini dapat merangkul semua keluarga Batak di Jayawijaya dan mengkolaborasikan budaya Batak dengan budaya lokal,” harapnya.

    Pada kesempatan yang sama, Sekda Jayawijaya Thony M Mayor, S.Pd, MM menyampaikan rasa bangga dengan masyarakat Batak di Jayawijaya yang senantiasa dapat menjaga kerukunan dan keharmonisan  diantara sesama masyarakat Batak maupun dengan seluruh masyarakat Jayawijaya.

    “Ini merupakan salah satu modal kesuksesan melaksanakan pembangunan di Jayawijaya, saya berharap dewan pengurus yang baru dapat tetap menjaga dan mempererat hubungan silahturahmi yang selama ini sudah terjalin dengan baik dan IKBJ dapat terus berkontribusi dalam mendukung berbagai program pemerintah Kabupaten Jayawijaya,” tuturnya. (Vin/HA)

  • Bupati : Kembali ke Kebun Bukan Program Pemerintah, Tapi Budaya yang Wajib Terapkan

    Bupati : Kembali ke Kebun Bukan Program Pemerintah, Tapi Budaya yang Wajib Terapkan

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE,M.Si mengungkapkam bahwa istilah kembali ke kampung untuk membuka kebun bukanlah sebuah program yang digalakan pemerintah Jayawijaya, karena berkebun merupakan budaya masyarakat lembah Baliem yang sudah diwariskan turun temurun.

    Namun dengan adanya berbagai program pemerintah pusat seperti Rastra atau Beras Masyarakat Sejahtera, membuat sebagian warga enggan kembali ke kebun.

    “Berkebun adalah budaya kita untuk selalu kembali ke kebun, tapi mungkin diantara kita ada yang sudah lupakan karena terlalu terbuai dengan rastra, namun dengan ditiadakan rastra ini baru beberapa masyarakat kita mau kembali ke kebun,” ungkap Bupati Banua, usai memanen ubi jalar di Kampung Asotipo, Distrik Asotipo, Selasa (19/01/21).

    Meskipun ada sebagian warga yang mulai bergantung dengan rastra, warga asli tetap memegang budaya berkebun dan sehingga saat program rastra ditiadakan masyarakat sudah memiliki perkebunan yang dapat menunjang ketersediaan bahan pangan maupun menambah pemasukan ekonomi.

    “Ini (berkebun) bukan program kita, tapi budaya kita yang memang harus kembali ke kebun. Inilah yang kita tingkatkan kembali,”katanya.

    Tambahnya, dengan kegiatan-kegiatan panen seperti ini dirinya dapat langsung berinteraksi dengan warga dan mendengar setiap keluahan dan masukan warga.

    “Terimakasih kepada ketua kelompok yang ada di Kampung Asotipo distrik Asotipo, yang telah membuka kebun dimasa pandemi  covid-19 dan ini sangat baik, sehingga hari ini kami turun untuk memberikan motovasi kepada warga agar membuka kebun secara berkesinambungan,” tuturnya.

    Sementara itu, Ketua Kelompok Tani, Ison Asso menyampaikan dukungan terhadap setiap program pemerintah Jahyawijaya.

    “Sebagai pemuda kami mendukung program bupati, kami kami akan ikut jalankan program salah satunya program Wam, Wem, Wene. Sehingga kami bergotong royong mengolah tanah kebun yang kami miliki,” ungkapnya.

    Selain memanen ubi jalar dilahan seluar 2 hektar, bupati Jayawijaya juga memberikian bantuan alat kerja berupa parang dan sekop, serta bantua hewan ternak yakni dua pasang Babi untuk dikembangbiakkan.

    “Selain ubi, kami juga menanam sayur-sayuran dan jagung namun karena usia tanamnya jangka pendek sehingga sudah dipanen beberapa waktu lalu, sedangkan ubi hari ini baru dipanen,” pungkasnya. (Vin)

  • Bangun Sanggar Pelatihan, Yonya Yustina Yeni Banua Berharap Dapat Segera Diresmikan dan Difungsikan

    Bangun Sanggar Pelatihan, Yonya Yustina Yeni Banua Berharap Dapat Segera Diresmikan dan Difungsikan

    WAMENA – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabuten Jayawijaya, yang juga merupakan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jayawijaya, Nyonya Yustina Yeni Banua, berharap pembangunan sanggar pelatihan bagi para anggota PKK dan Dekranasda dapat rampung pertengahan bulan oktober nanti.

    Sehingga tempat tersebut nantinya dapat menjadi pusat pelatihan bagi para anggota baik PKK maupun anggota Dekranasda.

    Hal ini disampaikannya, saat melihat langsung proses pembangunan gedung balai yang kini telah mencapai enam puluh persen pengerjaan.

    “Kami bersyukur karena gedung balai ini bisa kami bangun untuk nantinya digunakan sebagaimana mestinya, pembangunan sudah hampir rampung tinggal pemasangan atap, jadi hari ini kami buat syukuran,” ungkapnya, Rabu (30/09/20).

    Dirinya kembali menegaskan, gedung ini nantinya akan menjadi sanggar pelatihan bagi para anggota PKK dan Dekranasda, mengingat kedua organisasi  ini selama ini belum memiliki sanggar pelatihan yang memadai dalam pemberdayaan sumber daya anggotanya.

    “Kami harap bulan depan sudah bisa diresmikan, dan kita lihat pembangunan sudah 60 persen sehingga oktober sudah bisa diresmikan untuk difungsikan,” pungkasnya. (Vin)