Category: Budaya & Wisata

  • DINBUDPAR Jayawijaya Gelar  Pengembangan SDM Pariwisata 2025

    DINBUDPAR Jayawijaya Gelar Pengembangan SDM Pariwisata 2025

    Wamena – Dinas Pariwisata Kabupaten Jayawijaya menggelar program pengembangan SDM Bidang Pariwisata  dan Ekonomi Kreatif yang melibatkan siswa-siswi  tingkat SMA/SMK dan Perguruan tinggi , Senin (15/09/25).

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Engelbert Surabut dalam wawancaranya menjelaskan bahwa kegiatan pengembangan SDM bidang Pariwisata merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahunnya melalui pemilihan Putra dan Putri Pariwisata  tingkat Kabupaten Jayawijaya.

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata menjelaskan bahwa kegiatan tersebut rutin dilakukan dengan tujuan meningkatkan SDM di bidang pariwisata yang merupakan salah satu kebutuhan yang dipandang cukup mendesak.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Imanuel Sawaki

    Selanjutnya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga menjelaskan salah satu tujuan digelarnya pengembangan SDM ini diharapkan dapat menciptakan Sumberdaya manusia siap pakai, khususnya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, yang telah dibekali dengan pengetahuan mengenai kebudayaan dan ekonomi kreatif.

    “Khusus untuk  masalah kebudayaan itu kita mendorong mereka bahwa sebagai anak bangsa  itu harus punya integritas sebagai orang Lapago, Khusus jayawijaya sebagai orang Hubula itu tetap pertahankan lestarikan juga kembangkan apa yang ada di daerah ini” Jelas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Engelbert Surabut.

    Selain itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga menjelaskan bahwa dirinya berharap kepada Putra Putri Pariwisata 2024 agar dapat menjadi pemicu adik-adik yang sedang digembleng agar dapat mencapai level yang sama dengan yang sebelumnya, sehingga pada saat grandfinal yang akan dilaksanakan pada hari rabu nanti para peserta dapat bersaing.

    Menutup Wawancaranya Kepala Dinas menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti kontes ini merupakan siswa dari tingkat SMA dan perguruan tinggi. (IS/AW)

    Foto Bersama para peserta dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten jayawijaya

    Foto : Imanuel Sawaki

  • Pemda Jayawijaya Menggelar Kegiatan Karnaval Budaya 2025

    Pemda Jayawijaya Menggelar Kegiatan Karnaval Budaya 2025

    Wamena – Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya menggelar kegiatan Karnaval Budaya dengan thema “ BudayaKu WarisanKu “ yang diramaikan oleh 207 Peserta dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, SMK, PERGURUAN TINGGI, PAGUYUBAN, OPD, dan juga NUSANTARA, juga turut hadir dalam menyaksikan pertunjukan karnaval budaya, dari Forkopimda, Muspida, dan MRP Provinsi Papua Pegunungan, (11/08/25).

    Foto Bersama saat giat Karnaval Budaya

    Foto : Brian Windesi

    Gelaran kegiatan Karnaval Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH.,MH Bersama rombongan menyaksikan berbagai macam penampilan Adat dan Budaya dari berbagai suku diseluruh Indonesia yang berdomisili di Kabupaten Jayawijaya, dalam kegiatan karnaval ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena tahun 2025 karnaval budayanya manusianya yang dihias sesuai adat dan budaya dari masing-masing suku, dalam wawancara bupati menjelaskan bahwa “hari ini bagian dari Festival Budaya Lembah Baliem dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 80 tahun 2025, telah kami laksanakan kegiatan Festival selama 3 hari dan pada hari ini tanggal 11 Agustus 2025 puncak dari festival itu dilanjutkan dengan karnaval yang diikuti oleh 207 Peserta dimulai dari Tingkat TK, SD, SMP, SMA, SMK, PERGURUAN TINGGI, sampai dengan PAGUYUBAN, OPD, dan juga NUSANTARA” lanjut dalam wawancara Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH., MH mengungkapkan bahwa “sekaligus memupuk dan mempertahankan budaya Jayawijaya Papua Pegunungan maupun Nusantara” tutupnya. (BW/AW)

  • Open Ceremony dari Jayawijaya Untuk Dunia! Pemda Kabupaten Jayawijaya Gelar Festival Budaya Lembah Baliem Yang Ke 33

    Open Ceremony dari Jayawijaya Untuk Dunia! Pemda Kabupaten Jayawijaya Gelar Festival Budaya Lembah Baliem Yang Ke 33

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menggelar sekaligus mencatatkan rekor Dunia dalam ajang Festival Budaya Lembah Baliem yang ke 33 tahun 2025 bertempat di Distrik Usilimo, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Dengan thema “BudayaKu WarisanKu dari Jayawijaya Untuk Dunia” dalam Open Ceremony ini Bupati dan wakil Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH.,MH dan Ronny Elopere, S.IP.,M.KP Bersama rombongan Pemda Kabupaten Jayawijaya dan juga Pemprov Papua Pegunungan dan juga turut hadir Staf Ahli Mentri Parawisata Republik Indonesia Fadjar Hutomo beserta  rombongan untuk menyaksikan secara langsung Festival Budaya Lembah Baliem, (07/08/25).

    Penyerahan Piagam Rekor Muri Dunia dari Tim Muri Nasional ke Pemda Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Brian Windesi

    Dalam Open Ceremony FBLB ke 33 tahun 2025 dibawah Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH.,MH dan Ronny Elopere, S.IP.,M.KP memberikan peningkatan dalam bidang parawisata terlebih khusus pada Iven rutin FBLB yang ke 33 tahun 2025 ini dengan menampilkan alat musik tradisional dan juga etai sebagai tarian persahabatan dari Lembah baliem, yang disaksikan langsung oleh Tim Rekor Muri Nasional Republik Indonesia dan 300 lebih wisatawan Mancanegara serta seluruh Masyarakat Jayawijaya yang turut meramaikan Lokasi Festival Budaya Lembah Baliem. Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH.,MH mengungkapkan dalam wawancaranya “ hari ini berbeda yang kita tampilkan adalah alat music tradisional yang Namanya PIKON ya kita lihat slama ini dimainkan oleh orang tua satu perorang, kita menginginkan untuk mengangkat sehingga 1500 orang dengan lagu adat daerah berjudul Pikalu, sehingga pemerintah republik Indonesia dalam hal ini Rekor Muri Nasional memberikan penghargaan kepada kami dan ini sekaligus meningkatkan alat musik tradisional seperti ini yang dulu perna hilang, kita mengajak supaya bisa bermain pikon yang bisa mengeluarkan harmoni dari alam ”.  dalam kegiatan ini juga, Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH.,MH mengungkapkan dalam sambutannya “ Festival Budaya Lembah Baliem atau yang dikenal FBLB ini masuk dalan Top 10 (TEN) Karisma Iven Nusantara diseluruh Indonesia oleh sebab itu Pemerintah Daerah selalu berupaya agar tetap Konsisten dalam melaksanakan Festival Budaya Lembah Baliem setiap Tahun sebagai Upaya untuk memperkenalkan dan melestarikan keragaman budaya lokal serta menumbuhkan rasa bangga dan apresiasi terhadap kekayaan budaya sebagai warisan leluhur dan semakin memperkenalkan FBLB kepada Dunia Internasional  “.

    Foto saat penyerahan Piagam Penghargaan Top 10 (Ten)  Karisma Iven Nusantara dari Kementrian Parawisata kepada Pemda Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Brian Windesi

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH.,MH, dalam sambutannya berharap “  kepada seluruh masyarakat dari 40 Distrik yang ada di Kabupaten Jayawijaya untuk tetap bersemangat dan antusias dalam menampilkan keindahan serta keistimewaan dari budaya Lembah baliem sebagai peninggalan dari nenek moyang kita yang harus diturunkan kepada generasi penerus agar budaya ini tidak punah akibat pergerseran nilai-nilai budaya dengan kehidupan modern “. Tutup Beliau. (BW/AW)

  • GSJA, GKII, dan GBI, Inisiasi Luncurkan Program ‘Noken Masa Depanku’

    GSJA, GKII, dan GBI, Inisiasi Luncurkan Program ‘Noken Masa Depanku’

    WAMENA – Tergerak untuk berinovasi dalam pelayanan dan ikut melestarikan budaya lokal di Papua Pegunungan, Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA),  Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII), dan Gereja Bethel Indonesia (GBI), berinisiasi gelar Program ‘Noken Masa Depanku’.

    Program yang dilaksanakan selama 18 bulan ini menjangkau para ibu dan ibu.

    Kegiatan ini adalah bagian dari Program Pengembangan Anak (PPA) yang dilakukan di dalam gereja, selain itu program ini juga bagian dari perwujudan pelayanan holistic yang ada di gereja.

    “Dalam pelayanan kami tidak hanya jemaat kami tapi dalam pelayanan ini kami menjangkau semua denominasi gereja, tapi yang menjalankan hanya 3 denominasi saja bagian pilar besarnya. Jadi kami menjangkau semua,” ungkap Hanna Martha Sahetapi, Ketua Program Noken Masa Depan, usai peluncuran program Noken Masa Depanku, yang berlangsung di halaman gedung gereja GSJA Jemaat Filadelfia Wamena, Jumat (25/07/2025).

    Peluncuran program Noken Masa Depanku, yang berlangsung di halaman gedung gereja GSJA Jemaat Filadelfia Wamena

    Foto : Vina Rumbewas

    Dalam program ini akan diperkenalkan kepada mitra dan juga para peserta tentang pelatihan-pelatihan dasar membuat noken yang lebih kreatif dengan berbagai desain sehingga miliki nilai jual.

    “Untuk pemasaran selain kami melakukan sosialisasi kami juga akan berjejaring dengan pihak-pihak terkait, harapan kami kalau ada even-even kami dilibatkan jadi hasil kami ini akan kami pajang dan jual. Kami juga gunakan media sosial untuk menjual hasil karya ini,” ujarnya.

    Bupati Jayawijaya yang diwakili Staf Ahli, Ludya Logo, dalam sambutannya saat melaunching program Noken Masa Depanku mengatakan noken menjadi bagian dari identitas budaya Papua, dan masyarakat bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari pengembangan noken.

    Noken menjadi daya tarik wisata, noken juga menjadi inspirasi generasi muda untuk mewariskan budaya Papua.

    Sehingga menurutnya, pelaksanaa program ini penting dalam menjaga noken menjadi warisan budaya Papua yang kaya akan nilai-nilai filosifis dan simbolisme, selain itu dapat meningkatkan kesejahteraan perempuan dalam pengembangan produk noken, pelatihan desain dan pemasaran.

    “Tahun 2018 Pemerintah Jayawijaya telah mengeluarkan peraturan bupati terkait penggunaan wajib noken untuk seluruh ASN Jayawijaya pada setiap hari kamis. Beberapa waktu lalu pemprov Papua Pegunungan juga melalui peraturan gubernur sudah mengeluarkan instruksi agar seluruh ASN di lingkungan provinsi Papua Pegunungan wajib gunakan noken,” terangnya.

    Pemda Jayawijaya pada tahun 2024 bekerjasama dengan STIPER Baliem melakukan penelitian terhadap tumbuhan atau tanaman yang selama ini digunakan sebagai dasar pembuatan noken.

    “Artinya atensi Pemerintah daerah baik Kabupaten maupun Provinsi untuk Noken sebagai salah satu symbol warisan budaya kita di Jayawijaya dan Papua Pegunungan menjadi atensi khusus,” jelasnya.

    Lanjutnya, program yang sudah dilaksanakan oleh teman-teman GSJA, GKII dan GBI ini adalah program yang sangat baik.

    “Kami menyampaikan terima kasih karena pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, gereja sebagai mitra pemerintah kita berharap terus dapat mendukung program-program pemerintah terutama Program Bapak Bupati untuk lima tahun kedepan,” katanya.

    Kepada pelaksana program dari beberapa gereja yang sudah menginisiasi program ini diharapkan dapat tetap bergandengan tangan bersama secara berkelanjutan untuk laksanakan program, agar seluruh masyarakat di Jayawijaya mengerti dan menyadari betapa penting mempertahankan budaya dan kearifan lokal daerah.

    “Pemda akan dukung setiap program yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat,” tutupnya. (VIN/AW)

  • FBLB ke 32 siap digelar Pemerintah Jayawijaya 7-9 Agustus 2025

    FBLB ke 32 siap digelar Pemerintah Jayawijaya 7-9 Agustus 2025

    Wamena – Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H., M.H  mengadakan rapat persiapan bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pimpinan OPD, Para Kepala Distrik dan IO yang akan menggelar FBLB ke 32 tahun 2025 (Jumat 11/07/2025).

    Bertempat di Ruang rapat Bupati, diadakan rapat bersama persiapan Festival Budaya Lembah Baliem yang dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, Pimpinan OPD, Para Kepala Distrik dan IO yang akan menggelar FBLB tahun 2025 ini.

    Bupati Jayawijaya dalam wawancaranya seusai Rapat persiapan menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menerima rincian periapan yang telah dipersiapkan oleh Tim IO , selain itu hal-hal yang mendasar terkait persiapan telah dibicarakan sehingga menurut Dinas Pariwisata kabupaten Jayawijaya persiapan FBLB tahun 2025 telah mencapai 85%.

    Peserta Rapat Persiapan Festival Budaay Lembah Baliem 2025

    Foto : Imanuel Sawaki

    “Menurut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Persiapan sudah  85% tinggal pelatihan-pelatihan dan gladi serta pengumuman kepada seluruh masyarakat  baik dalam Negeri maupun diluar Negeri,jelas Bupati Jayawijaya  Atenius Murip, SH.,M.H.

    Lanjut Bupati Pemerintah menginginkan adanya perubahan di setiap Event termasuk didalam pelaksanaan FBLB agar tidak menjadi  monoton. Menurut bupati Pagelaran FBLB  selalu menampilkan yang terbaik, namun Bupati menginginkan ada hal-hal baru yang dapat ditujukan di dalam pagelaran FBLB 2025.

    Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya saat Wawancara

    Foto : Imanuel Sawaki

    Selain Itu bupati juga menjelaskan bahwa menurut laporan dari Event Organizer sudah ada wisatawan baik dari dalam Negeri maupun Wisatawan Mancanegara yang  memberikan respon positif terhadapat publikasi  yang dilakukan.

    Menutup wawancaranya Bupati menegaskan Lokasi  Pergelaran FBLB 2025 akan tetap dilaksanakan di distrik Usilimo, tanggal 7 – 9 Agustus yang akan dilanjutkan dengan Karnaval pada tanggal 11 Agustus 2025. (IS/AW)

  • Wakil Bupati Ronny Elopere, S.IP.,M.KP hadir dalam Lepas Sambut Ikatan Keluarga Toraja

    Wakil Bupati Ronny Elopere, S.IP.,M.KP hadir dalam Lepas Sambut Ikatan Keluarga Toraja

    Wamena – Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya turut serta dalam mendukung kegiatan paguyuban yang ada di Kabupaten Jayawijaya, salah satunya dalam menghadiri Ibadah Lepas Sambut Ikatan Keluarga Toraja, Sabtu (08/03/25).

    Ikatan Keluarga Toraja (IKT) merupakan salah satu Paguyuban yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang turut serta ikut membantu mewujudkan Visi Misi Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

    Kesan dan pesan Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP dalam ibadah lepas sambut Ikatan Keluarga Toraja Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Protokoler Pemda

    Acara lepas sambut ini dihadiri oleh Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP serta beberapa Forkopimda Kabupaten Jayawijaya.

    Dalam kesan dan pesannya di hadapan seluruh tamu undangan yang hadir,  Ronny Elopere mengatakan bahwa Ikatan Keluarga Toraja merupakan keluarga yang cukup besar dan membawa dampak Positif yang besar di Papua Pegunungan terkhususnya di Kabupaten Jayawijaya.

    Foto bersama Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP dan ketua dan tua-tua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Protokoler Pemda

    Ronny Elopere, S.IP.,M.KP mengatakan bahwa di hari keempat kepemimpinannya sebagai wakil Bupati Jayawijaya ia berharap kepada IKT untuk bersama-sama membantu mensukseskan Visi Misi dan seluruh Program Kerja Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya.

    “Kami mohon untuk dukung kami dengan Doa agar bisa mewujudkan program kerja ini serta dapat menjaga situasi  keamanan di kota ini” ucapnya.

    Untuk menjaga keamanan di Kabupaten Jayawijaya, Pemda Jayawijaya mengadakan program membentuk Polisi Baliem, dimana polisi ini akan membantu pihak keamanan dalam menjaga situasi dan kondisi di Kabupaten Jayawijaya.

    Selain itu, Wakil Bupati Jayawijaya sangat mengharapkan adanya dukungan dari keluarga IKT maupun Nusantara dapat bersama-sama mensukseskan seluruh Program-program Pemerintah Daerah 5 Tahun kedepan. (AgW/MM)

  • PKK Jayawijaya Beri Pelatihan Membatik Bagi Pengrajin Batik Agamua

    PKK Jayawijaya Beri Pelatihan Membatik Bagi Pengrajin Batik Agamua

    WAMENA – Guna  mengembangkan keterampilan pengrajin batik Papua khususnya bagi pengrajin di Jayawijaya. TP PKK Kabupaten Jayawijaya menggelar Pelatihan Membatik Bagi Pengrajin Agamua. Pelatihan yang berlangsung di daerah Bantul-Jogjakarta beberapa waktu lalu ini berlangsung selama kurang lebih tiga hari.

    Pj.Ketua PKK Kabupaten Jayawijaya, Ny.Meyti Mayor menyampaikan bahwa pelatihan ini dilakukan bagi pengrajin batik yang merupakan UMKM binaan PKK, dan kegiatan ini termasuk salah satu dari program PKK.

    Pelatihan membatik yang digelar PKK Jayawijaya bagi para pembatik Agamua di sebuah pusat kerajinan batik di Jogjakarta

    Foto : Istimewa

    “Kami melihat di Jayawijaya khususnya di Wamena belum ada pengrajin batik yang benar-benar secara pengelolaannya dikelola sediri di Jayawijaya, itu yang menjadi dorongan dan moti vasi kami sehingga UMKM yang termasuk binaan kami ini dibawa untuk belajar bagaimana proses pembuatan batik dari awal sampai dengan menghasilkan hasil karya untuk menambah ekonomi keluarga,” jelas Pj Ketua PKK Jayawijaya.

    Selain pembatik/pelukis UMKM binaan, PKK juga memboyong beberapa anggota untuk mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan.

    “Kami merasa cukup mendapatkan apa yang kami butuhkan, saya lebih fokus pada pembuatan batik dengan menggunakan bahan alami atau  ramah lingkungan, demi menjaga dan memelihara lingkungan kita demi masa depan anak cucu,” katanya.

    Lanjut Ny.Mayor,PKK Jayawijaya kedepan berencana akan terus mendampingi UMKM binaan, meskipun dimasa jabatannya yang sangat singkat.

    Dirinya berharap, UMKM binaan PKK Jayawijaya ini akan terus didampingi oleh dinas terkait maupun organisasi-organisasi lainnya yang bergerak dalam bidang pengembangan keterampilan dan pengembangan UMKM.

    “TP PKK Jayawijaya berharap ilmu ini akan terus dikembangkan bukan saja untuk diri sendiri tetapi dapat memberikan lapangan kerja untuk masyarakat sekitar, karena kita Jayawijaya penuh dengan ciri khas dari batik seperti motif-motif dan filosofi yang bisa dituangkan dalam batik,” pungkasnya.

    Agu Hubi, Pengrajin Batik Agamua yang berkesempatan mengikuti pelatihan membatik ini menyampaikan terima kasih kepada Pj Ketua PKK Jayawijaya.

    “Walaupun masa jabatan yang singkat tetapi bisa menolong kami, dan pada kesempatan ini saya perempuan lembah Baliem dan atas nama UMKM yang ada di Jayawijaya menyampaikan terima kasih banyak kepada mama yang punya hati yang luar biasa, yang mana selama ini belum dilakukan oleh pemimpin-pemimpin sebelumnya,” ungkapnya.

    Lanjutnya, dari berbagai kegiatan pameran tingkat nasional yang diikuti dirinya menyimpulkan bahwa dari seni banyak hal di Jayawijaya yang dapat ditonjolkan.

    Sehingga sebagai pelaku UMKM, dirinya berharap pemberian pelatihan-pelatihan terkait peningkatan keterampilan nantinya dapat lebih sering dilakukan oleh pimpinan-pimpinan yang akan datang.

    Agu Hubi sendiri merupakan pengrajin batik Agamua yang baru mencoba batik printing, sehingga batik cap dan batik tulis merupakan hal baru baginya.

    “Setelah kami ikut pleatihan, batik agamua yang kami angkat itu berhubungan langsung dengan budaya kearifan lokal yang kami miliki  jadi tidak sulit jika kami mau belajar, kami hanya tidak punya peluang tapi saat ini sudah dibuka oleh mama Pj. Ketua PKK Jayawijaya. Kami pengusaha UMKM rata-rata ada keinginan, dan semangat tapi kami juga gagal di manajemen. Jadi harapan kami kedepan akan ada banyak pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh pemerintah,”

    Agu Hubi telah menekuni seni batik printing selama dua tahun dan telah menghasilkan desain bermotifkan keindahan dan hasil alam Papua Pegunungan yang telah didaftarkan hak cipta.

    Pada kesempatan yang sama,Ny Maria Apay, Ketua Pokja III PKK Jayawijaya menyampaikan terimakasih kepada ketua TP PKK untuk kesempatan dalam mengikuti pelatihan membatik.

    “Pelatihan ini merupakan salah satu keterampilan yang luar biasa juga bagi kami angggota karena selama ini kegiatan seperti itu belum pernah kami laksanakan. Sehingga melalui ibu Pj. Ketua PKK ini baru kita mengikuti kegiatan ini. Hasil dari kelas keterampilan ini tentu menambah ilmu bagi kami,” pungkasnya. (VIN/AW)

  • Kunjungi Taman Hutan Kota Welput Pj. Bupati Minta Menjaga Keamanan

    Kunjungi Taman Hutan Kota Welput Pj. Bupati Minta Menjaga Keamanan

    Wamena – Pj. Bupati Jayawijaya, Thony M. Mayor,S.Pd.,MM datangi hutan kota Welput di kampung Pugima, Distrik Walelagama, Selasa (24 September 2024).

    Pj. Bupati Jayawijaya, Thony M. Mayor,S.Pd.,MM saat menyampaikan sambutannya di hutan kota welput

    Foto : Imanuel Sawaki

    Pj. Bupati dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasihnnya kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan yang telah mendukung peningkatan potensi wisata di Kabupaten Jayawijaya dengan dibangunannya pondok-pondok di sekitar arena hutan kota welput.

    Selanjutnya Pj. Bupati menjelaskan bahwa sebagai ibukota Provinsi Papua Pegunungan Kabupaten Jayawijaya sudah pasti akan mendapatkan dampak positif langsung dari pembangunan yang terjadi di  Provinsi Papua Pegunungan.

    Selanjutnya,  Pj. Bupati menekankan  bahwa salah satu hal yang paling penting yang harus diperhatikan adalah masalah keamanan  dan berpesan supaya masyarakat dapat menjaga keamanan sehingga pengunjung yang ingin datang berkunjung dapat  terjamin keamanannya.

    “Jangan kita orientasi Pegawai Negeri kita punya alam ini kaya, kita Pegawai Negeri 30 hari baru dapat uang, tetapi kalau orang yang swasta dia menata ini apalagi wisata kalau aman orang selalu berkunjung pasti orang selalu datang ke tempat ini” kata Pj. Bupati Jayawjiaya.

    Selain menanggapi aspirasi dari pengelola lokasi wisata, Pj. Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Jayawijaya akan mendukung, selain itu dirinya juga akan berkoordinasi dengan Provinsi Papua Pegunungan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi terlebih di bidang pariwisata.

    Foto bersama Pj. Bupati Jayawjiaya saat di hutan kota welput

    Foto : Imanuel Sawaki

    Selain itu Pj. Bupati juga berpesan agar pengelola lokasi Wisata dapat konsisten menjaga harga / tarif masuk ke lokasi wisata supaya harganya tidak berubah sehingga jumlah pengunjung dapat lebih banyak. (IS/FE)

  • Pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem ke-32 di Distrik Usilimo Kabupaten Jayawijaya

    Pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem ke-32 di Distrik Usilimo Kabupaten Jayawijaya

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kembali mengadakan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) yang ke – 32 di Distrik Usilimo, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (7/8/24).

    Festival Budaya Lembah Baliem ini merupakan agenda tahunan Kabupaten Jayawijaya yang  masuk dalam 10 Kharisma Event Nusantara (KEN) dan juga dalam rangka memeriahkan HUT Proklamasi Indonesia ke 79 tahun 2024.

    Pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem ke-32 oleh PJ Gubernur Papua Pegunungan Drs. Velix Vernando Wanggai, S.I.P, M.P.A dan PJ Bupati Jayawijaya M. Mayor, S.Pd,MM.

    Foto : Agris Wistrijaya

    Dalam Sambutan PJ Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd,MM mengatakan bahwa pada tahun 2024 Kementerian Parawisata dan Ekonomi Kreatif telah menetapkan FBLB masuk dalam 10 besar KEN dari  110 Event unggulan Nusantara.

    KEN sendiri merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memamerkan keunikan Budaya Tradisi  dan  Kreatif Indonesia yang melibatkan berbagai pihak termasuk Pemerintah Daerah, Pelaku Industri Parawisata, Seniman, dan Komunitas Lokal.

    PJ Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd,MM memberikan ucapan selamat datang kepada Kepala Badan Parekraf beserta rombongan dan seluruh pengunjung FBLB 2024 baik Wisatawan Lokal Maupun Mancanegara serta kepada pengunjung yang baru pertama hadir di Lembah Baliem Kabupaten Jayawijaya.

    “Banyak Informasi Berita tentang situasi dan kondisi di Kabupaten Jayawijaya, tetapi masih banyak Masyarakat dengan antusias melihat secara langsung kemeriahan Festival Budaya Lembah Baliem ini” ungkap PJ Bupati Jayawijaya.

    Dalam Festival Budaya Lembah Baliem tersebut dibuka oleh PJ Gubernur Papua Pegunungan Drs. Velix Vernando Wanggai, , S.I.P, M.P.A dan Kepala Badan Parekraf serta PJ Bupati Jayawijaya M. Mayor, S.Pd,MM.

    Atraksi Panahan oleh PJ Gubernur Papua Pegunungan Drs. Velix Vernando Wanggai, S.I.P, M.P.A dan PJ Bupati Jayawijaya M. Mayor, S.Pd,MM.

    Foto : Agris Wistrijaya

    Pembukaan FBLB 2024 juga dibuka oleh Atraksi dan Tarian dari Siswa-Siswi SMU Negeri Kurulu dan juga Atraksi Panahan yang langsung di coba oleh PJ Gubernur Papua Pegunungan Drs. Velix Vernando Wanggai, S.I.P, M.P.A dan PJ Bupati Jayawijaya M. Mayor, S.Pd,MM.

    Selain Atraksi Perang-perangan yang di tampilkan oleh beberapa Distrik, terdapat juga Pameran hasil kreatifitas asli Kabupaten Jayawijaya seperti beberapa Tas Noken, Gelang, kalung, Kopi, Madu, Buah Merah, serta hasil Panen lainnya.

    FBLB tahun 2024 ini berlangsung mulai dari tanggal 7 sampai dengan tanggal 9 Agustus 2024 dan pada tanggal 10 Agustus akan diadakan Karnaval Budaya di depan Taman Tugu Salib.

    Berdasarkan agenda acara, untuk hari kedua akan di suguhkan atraksi Perang-perangan, Tari-tarian, atraksi permainan Sikoko dan Puradan, permainan Musik pikon, Atraksi Panahan dan Lempar Tombak, serta atraksi karapan babi. (AgW/AW)

  • Setelah Digelar Selama 32 Tahun, Sandiaga Uno Jadi Menteri Pariwisata Pertama yang Hadiri FBLB

    Setelah Digelar Selama 32 Tahun, Sandiaga Uno Jadi Menteri Pariwisata Pertama yang Hadiri FBLB

    WAMENA – Setelah 32 Tahun pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem yang tersohor di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara, akhirnya dihadiri juga oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno, Jumat (09/08/2024).

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno saat menghadiri FBLB Ke-32 di Kampung Wosiala-Jayawijaya, Papua Pegunungan

    Foto : Agris Wistrijaya

    Sandiaga Uno menjadi Menteri Pariwisata pertama yang menghadiri even budaya tahunan yang digelar di Kampung Wosiala, Distrik Wosilimo Kabupaten Jayawijaya – Provinsi Papua Pegunungan.

    Kehadirannya memberikan semangat budayawan dan Pemerintah Daerah dalam upaya peningkatan dunia Pariwisata di Kabupaten yang terletak di pedalaman Tanah Papua itu.

    Even budaya yang berlangsung selama tiga hari sejak 7-9 Agustus 2024 ini masuk dalam 10 Top Kharisma Even Nasional (KEN).

    Disela-sela penutupan FBLB Ke-32 itu Sandiaga Uno mengingatkan Pemerintah Daerah dan provinsi untuk megembangkan Kabupaten Jayawijaya untuk menjadi Kota Ekonomi Kreatif Kabupaten berkelas dunia.

    “Terpilihnya FBLB sebagai 10 Top KEN diharapkan akan banyak manfaat bagi masyarakat, dalam pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi sebab banyak wisatawan yang datang sehingga kemenparekraf siap untuk mendukung iven ini kedepannya,” ugkapnya.

    Lanjutnya, pelaksanaan FBLB merupakan penguatan sektor ekonomi kreatif  dan kemenparekraf menawarkan beberapa program seperti penguatan ekosistem, penguatan ekonomi kreatif melalui beberapa program.

    “Kalau saya lihat tadi ini bisa dijadikan ekosistem Kota Ekonomi Kreatif kelas dunia,”katanya.

    Berbagai atraksi budaya yang ditampilkan sangat menraik, mulai dari pertunjukan perang -perangan, tarian kolosal lokal, tradisi bakar batu dan berbagai atraksi budaya lainnya sangat sangat luar biasa, dengan adanya even ini tentu akan menarik banyak wisatawan. (VIN/AW)