Category: Kesehatan

  • 9 Kasus Campak ditemukan di Kabupaten Jayawijaya

    9 Kasus Campak ditemukan di Kabupaten Jayawijaya

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dengan tanggap melakukan penanganan Kasus Campak di Kabupaten Jayawijaya. Kepala Dinas Kesehatan mengungkapkan bahwa hal ini dikarenakan adanya laporan penemuan kasus terindikasi 9 Postif dari 144 Suspek yang telah dikirim ke Laboratorium Surabaya dan sisanya sementara menunggu status indikasi, Selasa (13/6/2023).

    Kepala Dinas Kesehatan dr. Willy Mambieuw menjelaskan tentang kasus campak yang semakin meningkat di Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Imanuel Sawaki

    Menurut Kepala Dinas Kesehatan dr. Willy Mambieuw, kasus ini mulai meningkat sejak bulan Mei 2023 dengan kasus pertama ada 3 suspek dan berkembang sampai dengan saat ini yang sudah ditemukan 144 suspek.

    dr. Willy Mambieuw juga menyampaikan bahwa gejala yang timbul dari kasus Campak ini adalah bintik-bintik merah, batuk, flu, demam, lemas dan nafsu makan berkurang.

    “Penyakit ini menular, jika salah satu sudah terkonfirmasi positif maka Potensi secara endemik dapat menyebar ke 9 atau 10 orang disekitarnya”, ungkap dr. Willy Mambieuw.

    “Kasus campak yang terjadi paling banyak tersebar di Distrik Wamena kota, tetapi kami tetap imbangi di 14 Distrik untuk dilakukan imunisasi Campak agar tidak menyebar ke Distrik-Distrik lainnya”, ungkap dr. Willy Mambieuw.

    Langkah teknis yang dilakukan pemerintah dimulai dari pertemuan oleh Tim dinas Kesehatan dengan memberikan instruksi-instruksi untuk memberikan pelayanan dan penyuluhan di setiap Distrik.

    Solusi dari kasus campak ini adalah dilakukan imunisasi campak kepada anak-anak 9 bulan – 12 tahun dan juga memberikan vitamin agar daya tahan tubuh anak kuat, selain itu memberikan makanan yang bergizi kepada anak. (AW/AR)

  • Membentuk Tim Pendamping Keluarga, DP3AKB mengadakan sosialisasi pencegahan Stunting

    Membentuk Tim Pendamping Keluarga, DP3AKB mengadakan sosialisasi pencegahan Stunting

    Wamena – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana membuat kegiatan pelaksanaan dan pengelolaan program KKBPK dikampung KB – Distrik Asolokobal, Rabu (7/6/23).

    Dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas DP3AKB Ramlia Salim menjelaskan tentang persoalan stunting yang mana dahulu kegiatan pendampingan keluarga di perkasai oleh Dinas Kesehatan, tetapi pada tahun 2021 Presiden menugaskan kepada BKKBN Pusat untuk membantu menangani persoalan stunting dengan membentuk tim pendamping keluarga.

    Kadis DP3AKB bersama Sekertaris DP3AKB, Kepala Bidang dan Kepala Puskesmas Distrik Asolokobal dalam Kegiatan pelaksanaan dan pengelolaan program KKBPK dikampung KB

    Foto : Brian Windesi

    Dalam kegiatan tersebut kepala dinas DP3AKB menjelaskan bahwa stunting tidak bisa diobati tetapi dapat dicegah dengan cara memberikan makanan tambahan atau nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan selama masa kehamilan dan perlu melakukan pemeriksaan rutin di tenaga kesehatan,dan tidak lupa memantau perkembangan anak dengan membawa ke posyandu secara rutin. Hal ini dilakukan agar dapat mendeteksi infeksi yang dialami sehingga dapat mencegah infeksi berkelanjutan.

    Pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan keluarga berencana diberikan tugas oleh pemerintah untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai persoalan stunting yang harus dicegah oleh masyarakat di setiap Kampung.

    Kadis DP3AKB Ramlia Salim juga menjelaskan bahwa untuk mencegah terjadinya stunting adalah dengan mengatur pola makan, dimanan kualitas Gizi makanan yang menjadi penyebab masalah stunting, Kepala dinas meyarankan untuk rajin mengonsumsi telur ayam setiap hari agar mendapatkan tambahan nutrisi.

    Dalam wawancaranya, Kadis DP3AKB Ramlia Salim mengatakan bahwa kegiatan orientasi tim pendamping keluarga ini akan dilaksanakan di tiga titik dan 6 distrik, untuk pertama yang kami laksanakan di Distrik Asolokobal dengan 9 kampung.

    Lanjut, Ramlia salim mengatakan kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari di 3 titik dan 6 Distrik yang mana ditargetkan percepatan penurunan kasus stunting pada sosialisasi yang dilakukan dengan sasarannya seperti calon pengantin, ibu hamil, keluarga yang memiliki balita berusia 0- 5 tahun. (AW/AR)

  • Seminar dan Konferensi Apoteker Pegunungan Tengah

    Seminar dan Konferensi Apoteker Pegunungan Tengah

    Wamena – Assisten II Setda Lekius Jikwa S.Pd, M.Si membuka Kegiatan Seminar dan Konferensi Cabang II Ikatan Apoteker Indonesia Pegunungan Tengah Tahun 2023 di Hotel Balime Pilamo, Jumat (24/2/23).

    Cap : Assisten II Setda Lekius Jikwa S.Pd, M.Si saat memberikan Sambutan Seminar dan Konferensi Cabang II Ikatan Apoteker Indonesia Pegunungan Tengah

    Foto : Imanuel Sawaki

    Dalam sambutannya Assisten II Lekius Jikwa S.Pd, M.Si memberikan apresiasi kepada pengurus dan anggota Ikatan Apoteker Indonesia Cabang ke II Pegunungan Tengah atas terselenggaranya seminar dan Konferensi cabang II Ikatan Apoteker Indonesia Pegunungan Tengah. Selain itu, dengan adanya Seminar dan Konferensi  Cabang Ke II ini dapat memberikan Tambahan Ilmu yang berguna untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat dan menghasilkan komitmen yang dituangkan dalam program kerja Pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan promotif, preventif, kuratif dan Rehabilitatif.

    Ikatan Apoteker Indonesia merupakan Organisasi Profesi yang menaungi dan mewadahi Aspirasi seluruh Apoteker Indonesia. Organisasi ini merangkul seluruh Apoteker yang bekerja baik dibidang Produksi,Distribusi dan Klinis meliputi Apotek, Klinik, Puskesmas maupun Rumah Sakit.

    Cap : Assisten II Setda Lekius Jikwa S.Pd, M.Si bersama Pengurus Ikatan Apoteker Indonesia Pegunungan Tengah

    Foto : Imanuel Sawaki

    Cap : Seminar dan Konferensi Cabang II Ikatan Apoteker Indonesia Pegunungan Tengah

    Foto : Imanuel Sawaki

    “Tugas Apoteker adalah Bekerja dengan Penuh Kesungguhan sesuai  dengan Sumpah dan Janji Apoteker, agar terwujud pelayanan kesehatan yang baik dan maksimal di tengah-tengah masyarakat, sehingga eksistensi profesi Apoteker  semakin kokok ditengah masyarakat maupun sesame Tenaga Kesehtan “ kata Lekius Jikwa S.Pd, M.SI”

    Assisten II Setda Lekius Jikwa S.Pd, M.Si juga menyampaikan bahwa Apoteker merupakan Professional Kesehatan yang memiliki Spesialisasi dalam menggunakan, menyimpan, serta memandu pasien terkait cara penggunaan obat dan menyampaikan penggunaan obat yang rasional serta efek sampingnya sehingga menjadi sebuah keharusan bahwa pekerjaan apoteker sebagai tenaga ahli pada bidang tersebut.

    Selain itu dalam sambutannya juga, Lekius Jikwa S.Pd, M.Si juga menyampaikan bahwa Profesi Apoteker adalah Profesi yang sentral dalam rantai pelayanan kesehatan, untuk itu sangat perlu bagi para apoteker untuk meng-upgrade ilmu yang sudah didapatkan sesuia dengan perkembangan Zaman dan kebutuhan masyarakat.

    Pada kesempatan yang sama Assisten II Setda Lekius Jikwa S.Pd, M.Si juga menyampaikan kepada pengurus baru yang akan dipilih untuk dapat menyusun dan melaksanakan program kerja yang baik, yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan anggota Ikatan APoteker Indonesia sendiri. Selain itu, Lekius Jikwa S.Pd, M.Si juga berharap agar program kerja yang disusun dapat diaplikasikan dalam memberikan pelayanan sehingga memberi dampak positif bagi para Apoteker dan Tenaga Kesehatan lainnya. (AW/AR)

  • Bupati Jayawijaya Minta Dinkes Awasi Penggunaan Alkohol di Puskesmas

    Bupati Jayawijaya Minta Dinkes Awasi Penggunaan Alkohol di Puskesmas

     WAMENA – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE. M.SI meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan alkohol di setiap puskesmas yang ada di wilayah itu.

    Peringatan ini disampaikan Bupati pasca ditemukannya penyalahgunaan bahan cair di salah satu puskesmas di Wamena baru-baru ini.

    “Penggunaan alkohol di puskesmas harus kita kurangi, karena jangan sampai disalahgunakan, karena ada laporan terjadi penyalahgunaan alkohol di puskesmas Muasatfak, tiga orang minum minuman yang dicampur alkohol yang berujung satu meninggal sedangkan yang dua masih kritis,” beber Bupati, Senin (30/01/2023).

     

    Cap : Bupati Jayawijaya pada saat memimpin Apel Pagi

    Foto : Vina Rumbewas

    Dirinya mengingatkan para petugas kesehatan yang bertugas di puskesmas untuk lebih berhati-hati, jangan sampai petugas ada petugas nakes yang terlibat dan menimbulkan masalah.

    Sementara, Kepala Dinas Kesehatan dr.Willy Mambiyeu Sp.B mengatakan bahwa dalam melakukan pengadaan alkohol dilakukan sesuai dengan permintaan yang diajukan oleh puskesmas yang disesuaikan dengan pemakaian.

    “Jadi pada saat permintaan obat mau keluar maka teman-teman dari puskesmas memasukan laporan penggunaan obat dan cairan sehingga dengan dasar itu maka didroping,” katanya.

    Dijelaskannya, dalam bulan berjalan jika pihak puskesmas akan mengambil lagi obat yang sudah habis maka harus ada pelaporan dari pihak puskesmas bahwa penggunaan sudah dilaksanakan sehingga stok perlu ditambah.

    “Terkait Penyalahgunaan alcohol dan obat-obatan mungkin yang bersangkutan minta atau mengambil diam-diam. Yang jelas sistem yang ada tidak bisa obat keluar tanpa ada laporan petugas,” pungkasnya. (Vin/AR)

  • Dekatkan Layanan Kesehatan Ke Masyarakat, Empat Puskesmas Di Jayawijaya Siap Diresmikan Tahun ini

    Dekatkan Layanan Kesehatan Ke Masyarakat, Empat Puskesmas Di Jayawijaya Siap Diresmikan Tahun ini

    WAMENA – Guna mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Pemerintah Daerah Jayawijaya terus membenahi fasilitas kesehatan baik di tingkat ibu kota Kabupaten maupun di tingkat distrik.

    Ditahun 2023 ini dipastikan ada empat puskesmas ditingkat distrik yang akan diresmikan. hal ini disampaikan langsung Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE., M.Si disela-sela meninjau pembangunan Puskesmas Muliama, Jumat (27/01/2023).

    Cap : Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE.,M.Si saat meninjau pembangunan Puskesmas Muliama

    Foto : Vina Rumbewas

    “Tahun 2023 ini ada empat puskesmas yang akan diresmikan yakni puskesmas di Wadangku, Muliama, Ibele dan Tagime. Sedangkan untuk puskesmas Wamena kota hanya penambahan UGD yang kita bangun dan akan diresmikan hari senin nanti,” ungkap Bupati.

    Kata Jhon Richard Banua, SE.,M.Si, pola pembangunan puskesmas saat ini tidak lagi hanya membangunan bangunan puskesmas tetapi pembangunan puskesmas dilakukan sekaligus dengan rumah petugas kesehatan.

    “Di puskemas Muliaman kami tidak hanya bangun bangunan puskesmas tapi juga ada tiga unit rumah dokter dan perawat, karena saat ini pola bangun dengan lengkap, ada puskesmas, rumah dokter dan rumah perawat,”.

    Dirinya berharap dalam waktu satu bulan puskesmas Muliama sudah dapat diresmikan, karena  kata bupati pembangunan fisiknya hampir rampung.

    “Kalau perumahan dokter dan perawat semua sudah selesai, sedangkan fisik bangunan puskesmas sudah 90 persen tinggal pemasangan ACP dan kaca, jadi tidak lama lagi sudah selesai,” terangnya.

    Pembangunan emapat puskesmas ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus dan dipastikan tahun 2023 ini akan dibangun lagi beberapa puskesmas di beberapa distrik.

    “Diharapkan begitu diresmikan bangunan puskesmas ini dan digunakan untuk  pelayanan masyarakat harus ikut menjaga bangunan ini.” (VIN/AR).

  • Peresmian Gedung Rawat Inap Pusekesmas  Wamena Kota

    Peresmian Gedung Rawat Inap Pusekesmas Wamena Kota

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE. M.SI meresmikan Gedung Rawat Inap Puskesmas Wamena Kota, Senin (30/1/2023).

    Bupati Jayawijaya mengatakan bahwa Gedung Rawat Inap Puskesmas akan beroperasi 24 jam, dimana pelayanan Ibu melahirkan dapat menggunakan fasilitas di puskesmas Wamena Kota, tidak harus melahirkan di RSUD.

    Cap : Bupati Jayawijaya bersama para pimpinan Forkopimdo

    Foto : Imanuel Sawaki

     

    Cap : Bupati Jayawijaya bersama para pimpinan Forkopimdo dan seluruh staf Puskesmas Wamena Kota

    Foto : Imanuel Sawaki

    Bupati juga mengatakan bahwa petugas kesehatan agar dapat mengutamakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan hati tulus dan penuh kasih tanpa memandang status maupun keberadaan seseorang dan juga  selalu memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana menjaga cara hidup sehat.

     Selain itu, Bupati juga menyampaikan bahwa Puskesmas wamena sudah difasilitasi ruangan-ruangan rawat inap dan alat-alat USG 4 Dimensi yang sudah memadai. Fasilitas di Puskesmas wamena kota sudah cukup lengkap untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan juga alat USG 4 dimensi untuk ibu-ibu yang ingin periksa kehamilan.

     “Hal yang paling penting adalah pelayanan, jangan sampai kita hanya meresmikan gedung yang mewah tetapi tidak memperhatikan pelayanan, “ungkap Bupati Jayawijaya”.

    Lanjut, Bupati juga menyampaikan dengan adanya Gedung Rawat Inap ini kiranya dapat dirasakan kegunaanya dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat yang berada di Wamena kota. (AW/AR)

     

  • Pemda Jayawijaya Berhasil Jamin Seluruh Warganya Dengan BPJS Kesehatan

    Pemda Jayawijaya Berhasil Jamin Seluruh Warganya Dengan BPJS Kesehatan

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Universal Head Covegare (UHC) bersama BPJS Kesehatan Cabang Wamena.

    Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, M.Si bersama Kepala BPJS Cabang Wamena Dr. Freda Yanne Imbiri, MM yang berlangsung di lantai 3 gedung Otonom pemda Jayawijaya, Rabu (09/11/2022).

    Cap : Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, M.Si bersama Kepala BPJS Cabang Wamena Freda Yanne Imbiri saat menandatangani PKS Universal Head Covegare (UHC) bersama BPJS Kesehatan

    Foto : Vina Rumbewas

    Dengan penandatanganan perjanjian kerjasama ini Jayawijaya menjadi satu-satunya kabupaten di Wilayah Pegunungan Tengah Papua yang mencover seluruh penduduknya dengan jaminan kesehatan BPJS.

    “Hari ini kita melakukan penandatangan PKS Universal Head Coverage dimana capaian dari pemda Jayawijaya untuk kepesertaan sudah mencapai 102 persen,” ungkap Kepala BPJS Cabang Wemena Freda Yanne Imbiri.

    Menurut Kepala BPJS yang berbeda dari PKS tahun ini yakni apabila ada warga yang belum terdaftar maka dapat langsung didaftarkan JKN dan mendapatkan pelayanan kesehatan.

    “Sebelumnya sistemnya hanya untuk yang didaftarkan tetapi yang Universal Coverage ini siapapun penduduk Jayawijaya yang belum punya JKN bisa kita tambahkan dan langsung pakai dan semua ini difasilitas kelas tiga,” jelas Freda.

    Untuk wilayah Pegunungan Tengah baru kabupayen Jayawijaya yang cakupan kepesertaannya sudah diatas 100 persen, sedangkan kabupaten lain masih tetap yakni sesuai dengan RKNK yang ditandatangani, jadi hanya mengcover orang dalam jumlah tertentu.

    Dengan UHC Jayawijaya ini, siapa saja penduduk Jayawijaya yang berKTP Jayawijaya dan belum mempunyai JKN bisa ditambahkan pada saat datang ke BPJS atau melalui fasilitas kesehatan dimana yang bersangkutan mengakses

    “Dalam 1 tahun anggarannya 9,8 milyar sampai dengan desember 2022 ini,” ungkapnya.

    Lanjut, dengan UHC masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan di 21 faskes di Jayawijaya.

    Pada kesempatan yang sama, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, M.Si mengatakan penandatanganan PKS dengan BPS ini untuk memudahkan masyarakat Jayawijaya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik melalui BPJS.

    “Kami harap warga Jayawijaya yang belum mendaftar BPJS apabila ada pelayanan kesehatan di RS maupun puskesmas dan belum punya kartu BPJS bisa langsung mendaftar kepesertaan BPJS dan akan langsung mendapatkan pelayanan,” jelasnya

    Kata Bupati, selama ini pemda bersama BPJS terus berusaha mencari solusi untuk bagaimana memberikan pelayanan kesehatan yang lebih mudah kepada masyarakat Jayawijaya.

    “Jika ada hal-hal yang mempersulit karena aturan, kami minta dipermudah, karena jangan sampai masyarakat kita jauh-jauh sudah datang untuk dapatkan layanan kesehatan di faskes namun karena belum mempunya BPJS atau data akhirnya dikembalikan, ini yang kami standbykan data apabila masyarakat kita yang datang dari kampung atau distrik yang jauh bisa langsung mendaftar dan dapatkan layanan,” pungkasnya. (VIN/AR)

  • Cakupan Peserta BPJS Kesehatan di Jayawijaya Capai 98 Persen

    Cakupan Peserta BPJS Kesehatan di Jayawijaya Capai 98 Persen

    WAMENA – Kepala BPJS Kesehatan Cabang Wamena, Dr. Freda Yanne Imbiri, MM mengungkapkan bahwa hingga September 2022 ini cakupan kepesertaan JKN KIS BPJS Kesehatan di Kabupaten Jayawijaya telah mencapai 98 persen.

    Hal ini terungkap dalam Forum Komunikasi, Monitoring Evaluasi Atas Penyediaan Fasilitas Kesehatan Sarana Prasarana dan Sumber Daya Manusia Fasilitas kesehatan Dengan Pemangku Kepentingan Utama Kabupaten Jayawijaya Tahun 2022, yang berlangsung di kantor BPJS Kesehatan Cabang Wamena, Senin (19/09/2022).

    Cap : Forum Komunikasi Monev Pemda Jayawijaya bersama BPJS Kesehatan

    Foto : Vina Rumbewas

    “Kami menyampaikan terimakasih kepada Pemda Jayawijaya yang mana cakupan peserta kita sudah mencapai 98 persen, artinya sejauh ini ada banyak kontribusi dari OPD terkait, dalam hal ini Dinas Sosial yang sudah memasukan penduduk Jayawijaya non JKN ke dalam APBN,”.

    Untuk itu menurut Freda perlu dibarengi dengan peningkatan sarana dan prasarana Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) karena berkaitan dengan tingkat kepuasan peserta JKN terhadap pelayanan yang diberikan oleh puskesmas maupun rumah sakit.

    “Terkait sarpras di rumah sakit memang kami harapkan sistem rumah sakit bisa berjalan dengan baik, kemudian fasilitas terkait dengan penunjang untuk antrian online bisa lebih maksimal,”.

    Selain itu jaringan internet di setiap fasilitas kesehatan juga harus memadai agar dapat menunjang sistem antrian online, yang mana secara nasional seluruh peserta JKN dapat mengakses layanan dengan mendaftar dari sistem aplikasi mobile JKN untuk mendapatkan pelayanan dari dokter.

    Dr. Freda mengusulkan penambahan beberapa fasilitas pendukung seperti komputer di beberapa loket yang menurut pihak BPJS cukup padat seperti  pada Poli Penyakkit Dalam dan Poli Anak.

    “Mudah-mudahan sarpras ini bisa dipenuhi sebelum bulan November sehingga nanti penilaian kembali terhadap sarpras oleh BPJS Kesehatan bisa menambah nilai untuk layak bekerja sama dengan BPJS,”.

    Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Asisten I Sekda Jayawijaya, Drs.Tinggal Wusono, M.A.P mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan yang disampaikan pihak BPJS bahwa Kabupaten Jayawijaya telah mengalami lompatan perbaikan yang cukup baik sejauh ini.

    “Saat ini Jayawijaya sudah mengalami berbagai lompatan perbaikan yang cukup baik, dan harapan saya mewakili pimpinan perbaikan-perbaikan itu tetap harus kita tingkatkan sehingga masyarakat merasa menjadi bagian yang bisa dilindungi secara akses yang merupakan bagian kewajiban Pemerintah,” tuturnya.

    Kegiatan Monev ini merupakan bagian dari evaluasi Pemerintah Daerah Jayawijaya bersama BPJS Kesehatan Cabang Wamena yang telah terjadwal dua kali setahun. Dimana dilakukan evaluasi bagaimana layanan kesehatan bisa dilakukan secara baik, baik dari sisi BPJS maupun dari sisi pemerintah daerah serta unit-unit layanan, termasuk pada OPD-OPD yang memberikan dukungan bagaimana proses layanan bisa dilakukan secara baik. (VIN/YUS)

  • 11 Kampung di Yalengga Kompak Gelar Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan Dalam Penurunan Stunting

    11 Kampung di Yalengga Kompak Gelar Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan Dalam Penurunan Stunting

    WAMENA – Sekda Jayawijaya Thony M. Mayor S.Pd., MM secara resmi membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan Dalam Rangka Penurunan Stunting di 11 Kampung di Distrik Yalengga, yang berlangsung di halaman kantor Distrik Yalengga, Kamis (25/08/2022).

    Pada kesempatan itu, Sekda mengapresiasi apa yang sudah dilakukan 11 Kepala Kampung bersama Kepala Distrik terkait program penurunan dan pencegahan stunting.

    Cap : Sekda Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd., MM saat memasangkan tanda peserta kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan Dalam Rangka Penurunan Stunting di 11 Kampung di Distrik Yalengga

    Foto : Vina Rumbewas

    “Ini baik, apa yang menjadi kewajiban Kepala Kampung dari dana kampung mereka sudah alokasikan 8 persen untuk pencegahan stunting dan ini sudah sesuai dengan apa yang diamanatkan Pemerintah Pusat,” ungkap Sekda Jayawijaya.

    Kata Sekda, tidak hanya Distrik Yalengga namun kegiatan yang sama juga sudah dilakukan oleh beberapa Distrik untuk berupaya bersama Pemerintah menurunkan dan mencegah stunting di Jayawijaya.

    “Kami memberi apresiasi karena kegiatan ini didukung oleh tokoh masyarakat dan aparat kampung. Harapan kami kegiatan ini terus berlanjut sehingga dana yang memang dialokasikan untuk penurunan angka stunting bisa dimanfaatkan secara baik oleh para kader yang sudah dipersiapkan di tingkat kampung untuk melakukan tindaklanjutnya,”.

    Pada kesempatan itu, Sekda juga menekankan bahwa program ini sangat baik, sehingga jangan menunggu hingga timbul masalah kesehatan baru berusaha tetapi dilakukan pencegahan sejak dini.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Distrik Yalengga Laorens Leo Wandikbo menyampaikan bahwa kegiatan pencegahan stunting merupakan kegiatan rutin yang telah dilakukan sejak tahun 2021 lalu.

    “Kegiatan penurunan stunting ini mencakup 11 kampung. Ini program rutin dan ini juga merupakan program Pemerintah Pusat dari Kementerian, program ini sudah kami lakukan sejak tahun 2021 lalu,” ungkapnya.

    Ia juga menjelaskan bahwa program ini sudah dilakukan sesuai dengan APBK kampung dengan jangka waktu enam tahun.

    Dari 11 kampung yang ada di Distrik Yalengga, terdapat 4 kampung yang masuk dalam kampung lokus stunting yakni Kampung Wanano, Bipi, Marili, Pilimo, dan Tumon.

    Menurut Kepala Distrik, kegiatan pencegahan stunting ini mendapat dukungan dari masyarakat karena menyangkut kesehatan bayi, balita dan ibu hamil.

    “Kita melihat pembangunan manusia bukan pembangunan fisik, kalau manusia SDMnya sudah baik maka pembangunan dengan sendirinya akan baik, itu harapan kami,” tuturnya.

    Kegiatan ini sendiri direncanakan akan berlangsung selama tiga hari dan akan diisi dengan materi-materi yang akan disampaikan oleh OPD-OPD terkait, seperti dinas kesehatan, pertanian, dan beberapa OPD lainnya. (VIN/HA)

  • Pekan Depan Pembangunan RS Pratama di Asoligaima Dikerjakan

    Pekan Depan Pembangunan RS Pratama di Asoligaima Dikerjakan

    WAMENA – Warga pemilik hak ulayat di daerah Kimbim Distrik Asologaima resmi menyerahkan tanah seluas tiga hektar kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk pembangunan Rumah Sakit Pratama.

    Penyerahan tanah untuk pembangunan rumah sakit ini dilakukan langsung oleh Julius Walela pemilik hak ulayat kepada Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE., M.Si, dihadapan para tua-tua adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, ketua LMA, tokoh pemuda dan perwakilan masyarakat pemilik hak ulayat.

    Diperkirakan mulai pekan depan pembangunan rumah sakit akan mulai dikerjakan.

    “Tanah yang di samping sekolah ini pemilik ulayat sudah di serahkan, dan sudah diukur. Bahkan kita sudah lelang. Konsultan dan kontraktor akan mulai bekerja, karena lokasi yang ditunjuk hari ini sudah tidak ada masalah,” ungkap Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE.,M.Si, Kamis (11/08/2022).

    Cap : Julius Walela pemilik hak ulayat saat menyerahkan lahan untuk pembangunan Rumah Sakit Pratama kepada Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE., M.Si

    Foto : Vina Rumbewas

    Jhon Richard Banua, SE., M.Si berharap, setelah penyerahan tanah oleh pemilik hak ulayat dan pengukuran lokasi, kedepan saat pengerjaan pembangunan rumah sakit tidak bermasalah.

    “Jangka waktu pengerjaan sesuai dengan jangka waktu yang ada di dalam nilai kontrak. Ini bukan pekerjaan multi years, mudah-mudahan pekerjaan ini bisa selesai sesuai waktunya,” kata Bupati.

    Bupati juga menambahkan pembangunan rumah sakit ini mulai dari pengerjaan awal hingga nantinya rumah sakit tersebut beroperasi tentu akan memberdayakan masyarakat setempat, terutama pemilik hak ulayat.

    “Tentu harus ada keterlibatan masyarakat setempat, mulai dari tenaga medisnya, administrasi, hingga cleaning servis masyarakat di sini harus diutamakan, kecuali tenaga-tenaga profesi yang tidak ada di sini maka tentu kita harus masukan dari luar,”.

    Menurut Bupati, dengan dibangunnya rumah sakit pratama ini nantinya akan sangat membantu mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dibeberapa Distrik sekitar seperti Distrik Wame, Piramid, Bolakme, Muliama, dan Distrik Asologaima sendiri.

    Sementara itu, Julius Walela, pemilik hak ulayat berterimakasih dengan rencana Pemerintah untuk membangun rumah sakit di wilayah Kimbim ini, namun dirinya berharap mulai dari pengerjaan pembangunan hingga nantinya rumah sakit tersebut beroperasi dapat memberdayakan masyarak terutama para pemuda di wilayahnya.

    “Pemuda-pemudi di daerah kami ini sementara sedang bersekolah, kami berharap kedepan mereka bisa diterima untuk kerja di rumah sakit ini. Kami juga berharap nantinya saat kontraktor yang akan melakukan pembangunan diharapkan dapat menggunakan anak-anak pemuda pemilik hak ulayat untuk bekerja,” pungkasnya. (VIN/HA)