Category: Kesehatan

  • Pelayanan Puskesmas Tagime Tetap Harus Utamakan Masyarakat Jayawijaya

    Pelayanan Puskesmas Tagime Tetap Harus Utamakan Masyarakat Jayawijaya

    Bupati Jayawijaya Jhon R.Banua yang meresmikan langsung gedung baru puskesmas Tagime, Senin (04/03), karena letaknya yang bersebalahan langsung dengan kabupaten tetangga, maka menurut Bupati tetap pelayanannya difokuskan kepada masyarakat Jayawijaya. “Kita focus pelayanan masyarakat kita, soal dia mau mengakui dia ada di salah satu distrik dari kabupaten Tolikara namun dia warga Jayawijaya maka kita tetap akan lakukan pelayanan,” ungkapnya.

    Menurutnya, karena pelayanan kesehatan di puskesmas Tagime ini khusus bagi masyarakat Jayawijaya di distrik tersebut. Sehingga menurutnya tidak ada masalah masyarakat Jayawijaya yang ada di wilayah kabuaten lain, pelayanan kesehatan tetap harus dijalankan. Sementara terkait berbagai usulan masyarakat yang disampaikan menurutnya akan dikordinasikan bersama dinas terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan, jika memang sudah masuk dalam APBD terkait tahapan pelayanan maka akan segera dibuka pelayanan. (Vin/Rs)

  • Dari Total 310, 258 Anak Di Distrik Silokarnodoga Telah Mendapatkan Imunisasi Campak dan Rubela

    Dari Total 310, 258 Anak Di Distrik Silokarnodoga Telah Mendapatkan Imunisasi Campak dan Rubela

    Salah satunya di Distrik Silokarno Doga, yang mana dalam pemberian imunisasi campak dari rubella ini disaksikan langsung oleh Bupati Jayawijaya Jhon R.Banua yang didampingi Wakil Bupati Marthen Yogobi.

    “Kalau sebelumnya dinas kesehatan laporkan di distrik Silokarno masih kurang anak yang harus mendapatkan imunisasi, maka hari ini (kemarin) kita lakukan imunisasi, dan syukur banyak anak yang ikut,” ungkap Bupati Banua disela-sela kegiatan imunisasi yang berlangsung di Puskesmas Silokarnodoga, Kamis (10/01)

    Menurutnya, kedepan bukan hanya imunisasi yang akan dilakukan dalam setiap kunjungannya ke ditsrik dan kampung-kampung, tetapi juga sekaligus akan dilakukan pembagian beras ranstra, perekaman E-KTP, dan beberapa kegiatan yang wajib mengikut sertakan pasrtisipasi masyarakat.

    “Tidak hanya itu semua OPD terkait juga kedepan harus ikut kunjungan kami ke distrik-distrik, sehingga bisa ikut mendengar langsung keluhan masyarakat,” pungkasnya.

    Sementara, Kepala Puskesmas Agustina Kurisi mengatakan, dari sasaran sebanyak 310 anak di distrik Silokarno sebanyak 184 anak telah diberikan faksin pada tahun 2018 lalu.

    “Dan pada kesempatan ini kami sudah dapat 74 anak, jadi totalnya kami sudah menyuntik 258, jadi secara real setengahnya kami sudah dapat sasaran,” ungkapnya.

    Sehingga jumlah tersisa kurang lebih 40an anak akan terus dikejar dalam dua bulan terakhir ini.

    Rotu Tampubolon selaku Penanggung Jawab Imunisasi Puskesmas Silodoga mengatakan, berdasarkan data real hampir mencukupi.

    “Dari bayi 9 bulan dan remaja usia kurang dari 15 tahun totalnya 310 lebih, dan sekarang kami sudah memberikan pelayanan  imunisasi 258 anak sehingga tinggal  52 orang yang belum dapat dilayani , sehingga ini dapat dilayani  dan direncanakan  pada bulan Januari 2019.,” katanya.

    Sehingga yang tersisa  52 orang  akan dikejar melalui posyandu dan swiping.

    “Selaku petugas, dirinya juga bersyukur karena selama pemberian imunisasi campak dan rubella ini tidak pernah mendapat penolakan dari masyarakat.

    “Hanya saat kami berikan surat orang tuanya tidak datang, meskipun ada anaknya yang datang tapi kami tetap tidak berani berikan, karena harus bersama orang tua,” pungkasnya. (Vin/Rs)

  • Dinas Kesehatan dan RSUD Wamena Harus Bekerja Dengan Giat Untuk Mencapai Target Yang Jelas   

    Dinas Kesehatan dan RSUD Wamena Harus Bekerja Dengan Giat Untuk Mencapai Target Yang Jelas  

    Hal ini diungkapkan Bupati Banua dalam acara tatap muka bersama Dinas Kesehatan dan managemen RSUD Wamena untuk mendengar dan melihat langsung capaian kinerja tahun 2018 bertempat di Sasana Wio Kantor Bupati Rabu, (9/1).

    “Mengawali pelaksanaan tugas pemerintahan dan pembangunan tahun 2019, saya minta dinas kesehatan dapat menyerahkan pelaporan kinerja tahun 2018,untuk dijadikan dasar dalam melaksanakan tugas ditahun 2019,” kata Bupati Banua.

     “Target pencapaian kinerja yang kurang selama tahun 2018, supaya ditingkatkan pada tahun 2019 terutama bidang pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.

    “Kinerja ditahun 2019 harus dengan target yang jelas dibidang pelayanan kesehatan dan pendidikan. Terkait dengan kinerja ini seluruh OPD akan dipanggiluntuk mempresentasikan tugas dengan tanggungjawabnya sesuai bidangnya masing-masing.

    “Keinginan kami hanya satu, bekerja melayani masyarakat dengan baik,” tegas Bupati Banua.

     Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya, Willy E. Mambieuw melaporkan, pihaknya akan melakukan terobosan untuk memenuhitarget kinerja ditahun 2019 dengan baik.

     “Terobosan itu dilakukan dengan menambah tenaga medis meliputi tenaga dokter, bidan, tenaga puskesmas dan tenaga kesehatan lain melalui perekrutan ASN dan pengangkatan tenaga kontrak non ASN serta pegawai tidak tetap (PTT).

    “Hanya itu yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasi kendala yang terjadi, karena ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada saat ini belum mencukupi,”  imbuhnya. (Vin/JK)

  • Pemprov Hibahkan Ruang CT Scan Bagi RSUD Jayawijaya

    Pemprov Hibahkan Ruang CT Scan Bagi RSUD Jayawijaya

    “Tahun 2017 kami membantu satu pembangunan ruang CT Scan karena tingkat kecelakaan di wilayah gunung ini juga banyak membuat masyarakat kita banyak tidak bisa di bawa ke luar Wamena, tapi sekarang di Wamena sudah ada dokter radiologi dan dalam waktu dekat akan kita siapkan,” ungkap Lesman Tabuni selaku Kepala Bidang Sumberdaya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Papua, disela-sela penyerahan kunci ruangan yang berlangsung di Sasana Wio Kantor Bupati, Rabu (09/01).

    Selain ruang CT Scan, dinkes provinsi juga membangun ruang oksigen, rumah ganset dan pembangunan sarana air bersih di RSUD Wamena yang selama ini menjadi permasalahan.

    “Jadi ada empat hal yang kami pikir itu menjadi prioritas di RSUD Wamena, apalagi teman-teman disini lagi dalam posisi akreditasi dari D naik ke C,” katanya.

    Menurutnya aset yang dibangun ini dihibahkan ke pemda Jayawijaya untuk difungsikan, sedangkan untuk tenaga dokter radiologi yang aka ditugaskan di ruang CT Scan tersebut telah dikoordinasikan dengan kemenkes sehingga dalam waktu dekat akan ditempatkan.

    “Yang penting adalah pemda harus menyiapkan rumah dan kebutuhan lainnya bagi tenaga dokter, sehingga tenaga yang akan kami kirim tetap ada di Wamena,” ujarnya.

    Sementara itu, disinggung terkait ada berapa kekurangan seperti peralatan dan tenaga di RSUD Wamena, menurut Lesman hal tersebut hanya perlu dikomunikasikan, dan secara prosedur tentu juga harus menyurat secara lengkap agar dapat ditindak lanjuti.

    Pada kesempatan yang sama, Bupati Jayawijaya Jhon R.Banua menyampaikan terimakasih atas perhatian pemerintah provinsi, namun tidak hanya sampai disitu bahkan di tahun 2019 ini pemda telah menganggarkan pengadaan alat CT Scan dan sudah dicantumkan dalam DPA.

    “Di tahun 2019 untuk pengadaan alat CT Scan sudah ada dalam DPA kita, mudah-mudahan dalam waktu singkat bisa kita lakukan pengadaan, sehingga tahun 2019 ini gedung tersebut sudah bisa difungsikan,” ungkap Jhon Banua.

    Pada kesempatan tersebut pemda juga meminta tenaga dokter yang akan ditempatkan di ruang CT Scan kepada pemprov dalam hal ini perwakil dinkes.

    “Selain dokter radiologi, kami juga minta adik-adik kita yang sudah selesai pendidikan perawat, kami minta supaya mendapat  perhatian khusus untuk  untuk mendapat STR,” katanya.

    Karena menurutnya beberapa waktu, tim Kijang dari pemerintah provinsi hampir tidak ada anak-anak kita asli daerah.

    “Kedepan diharapkan agar anak-anak kita dapat mendapatkan program STR ini,” pungkasnya. ( Vin/RS)

     

  • Pemda Pastikan 95 Kesehatan Masyarakat Jayawijaya Tercover BPJS

    Pemda Pastikan 95 Kesehatan Masyarakat Jayawijaya Tercover BPJS

    Kepala BPJS Cabang Wamena, Ivan Ravian mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan yang kedua kalinya bersama pemda Jayawijaya, yang mana sebelumnya pernah dilakukan di tahun 2015.

    Dan pada tahun 2019 ini, pemda kembali berkomitmen untuk mendaftarkan penduduknya sebanyak 19.343 jiwa menjadi  data tambahan.

    “Dengan penambahan 19.343 jiwa tersebut maka kondisi kepesertaan program JKN KIS di kabupaten Jayawijaya bisa dikataan sudah Universal Healt Coverage (UHC) atau cakupan semesta,” kata Ivan kepada wartawan usai penandatangan yang berlangsung di ruangan bupati, Selasa (08/01).

    Menurutnya dikatakan UHC apabila suatu daerah sudah mampu mengcover minimal diatas 95 persen,  artinya sekarang per 01 Februari 2019 sudah tercapai di kabupaten Jayawijaya.

    Sementara, untuk yang discover sendiri yakni sesuai dengan program JKN KIS khusus untuk yang belum punya jaminan, yang sebanyak 88 persen sudah discover dalam berbagai macam segmen, seperti PBI APBN/APBD, PPU Swasta dan ASN.

    “Untuk program JKN KIS walau beda segmen tapi untuk layanan sama, cuman mungkin yang membedakan adalah kelasnya saja, dimana untuk PBI APBD ini kelasnya ada di kelas 3 saja,” ungkapnya.

    Lanjut Ivan, oleh sebab itu jumlah 19.343 jiwa tersebut hanya tambahan untuk penduduk di kabupaten Jayawijaya, dan nanti untuk sisanya 5 persen akan terdaftar alami, apakah melalui PB PU atau  nanti dari PPU (swasta/PNS).

    Sementara pada kesempatan yang sama, Bupati Jayawijaya Jhon R.Banua mengatakan pemerintah menganggarkan 5 milyard rupiah khusus untuk mengcover layanan kesehatan bagi masyarakat.

    “Kalau itu semua sudah kita serahkan berarti hampir 95 persen masyarakat kita di Jayawijaya sudah dilayani oleh BPJS dan sisa 5 persen yang harus kita benahi datanya lagi untuk kedepannya,” ungkap Bupati Banua.

    Lanjutnya berdasarkan data awal jumlah penduduk Jayawijaya kurang lebih sekitar 270 ribuan jiwa, sehingga data 19.343 jiwaini hanya data tambahan dari total jumlah penduduk yang ada.

    Sedangkan untuk data 5 persen sisa, yang kini datanya masih disiapkan dan  nantinya akan dimasukan di tahun 2020, karena data tersebut menurut Bupati masih harus dikoordinasikan dengan dinas kependudukan karena harus sesuai Nomor Induk Kependudukan (NIK).

    “Harapan kami, dengan kerjasama ini BPJS jangan terlalu kaku dengan aturan BPJS, dan  apabila ada sedikit kesalahan seperti nama atau umur maka harus ada toleransi untuk perbaikan jangan sampai terlalu menyulitkan,” pungkas Banua. (Vin/Rs)

  • Pemda Jayawijaya Kampanyekan Imunisasi Campak, Rubella, dan Polio

    Pemda Jayawijaya Kampanyekan Imunisasi Campak, Rubella, dan Polio

    Pencanangan kampanye imunisasi campak, rubella, dan polio ini dilakukan secara simbolis oleh Asisten II Setda Jayawijaya Yohanis Katoleng. Dalam sambutannya, Yohanis Katoleng mengatakan bahwa kegiatan ini sangat  penting karena melalui imunisasi dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan juga untuk memutuskan transmisi virus, menurunkan angka kesakitan dan angka kejadian  campak, rubella dan polio. “Saya berharap kegiatan dengan sasaran pada anak usia 9 bulan hingga 15 tahun ini dapat dilakukan secara baik dan menyeluruh di Kabupaten Jayawijaya,” ungkapnya. Sehingga dapat memberikan perlindungan bagi anak dari kecacatan dan kematian yang diakibatkan pneumonia, diare, kerusakan otak, ketulian dan kelumpuhan.

    Pada kesempatan tersebut ia juga mengajak seluruh ASN di lingkungan pemda Jayawijaya agar meneruskan kampanye ini di keluarga masing-masing. Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan dr.Willy Mambiyeuw S.pB mengatakan bahwa pencanangan baru dilakukan sekarang namun sejak tiga minggu lalu sudah dilakukan sosialisasi.  “Jadi setiap puskesmas kita sudah mulai dari kemarin (01/08), ada yang sudah mulai ke sekolah-sekolah, jadi sudah mulai berjalan dari kemarin,” katanya kepada wartawan. Sedangkan untuk pendistribusian vaksin ke daerah-daerah terluar telah didistribusikan sejak minggu lalu, seperti ke distrik Trikora, Walaik, dan Tailarek, sedangkan untuk puskesmas dalam kota yang masih bisa dijangkau dengan kendaraan itu juga sudah di distribusikan. Sedangkan untuk vaksinasi yang akan dilakukan di sekolah-sekolah diharapkan dilakukan oleh petugas vasilitas kesehatan tingkat pertama. “Jadi sekolah-sekolah ini kita harapkan teman-teman dari puskesmas ini yang nanti akan ke sana. Jadi katakanlah untuk misalnya Wamena Kota jadi nanti  ada pendampingan dari puskesmas Wamena Kota jadi jalan sambil sosialisasi dan berikan vaksin,” jelasnya.

    Lanjut Kadis, sebelum pencanangan ini vaksinasi bahkan telah dilakukan disalah satu sekola dasar swasta di kota Wamena. “Jadi memang bulan ini kita vokuskan untuk sekolah-sekolah, karena ada dua tahap yakni agustus untuk sekolah-sekolah, september baru akan dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama,” ujarnya. Manfaat dari vaksinasi jelas Willy, untuk memberikan kekebalan kepada anak terhadap penyakit campak, rubella, dan polio “Jadi manfaatya disitu, walaupun sudah dikasi imunisasi apapun tetap
    kita berikan, jadi bukan berarti tidak diberikan karena sudah pernah dikasi vaksin campak atau rubella atau polio, tetap diberikan,” paparnya. Keuntungannya dari vaksin ini yakni bisa mencover rubella dan polio sehingga tidak perlu diberikan dobel. (Vin)

  • Pemda Jayawijaya Keluarkan Perbub Sebagai Upaya Pencegahan TB

    Pemda Jayawijaya Keluarkan Perbub Sebagai Upaya Pencegahan TB

    Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya dr.Willy Mambieuw bahwa perbub tersebut akan mulai disosialisasikan pada Agustus mendatang di Wamena. Menurutnya, perbub tersebut merupakan upaya pemerintah setempat untuk menyukseskan program nasional yaitu eliminasi TB. “Kita punya aturan perda untuk TB kemarin sudah keluar, lima tahun ke depan apa yang harus dilakukan,” ungkapnya kepada wartawan di Kantor Bupati, Jumat (13/07).

    Lanjutnya, program nasional tersebut dimaksudkan agar pada tahun 2030 sudah tidak ada lagi warga yang menderita TB. Sosialisasi perbub TB tersebut nantinya akan melibatkan berbagai OPD misalnya dinas pendidikan, dan badan lingkungan hidup. “Kita rencana lauching pada Agustus bersamaan dengan kampanye rubella,” ujarnya. Masih lanjut kadinkes, saat ini perbub tersebut belum diperbanyak, sehingga belum dibagi kepada instansi terkait yang bekerja di bidang tersebut. “Saya sudah dikasi (Perbub) sama teman-teman dari program, cuma masih dalam bentuk asli. Kita nanti perbanyak dahulu, lalu dibagi ke selain ke masing-masing bidang di dinkes dan instansi lain,” jelasnya. Ia juga mengatakan khusus di provinsi Papua, baru dua kabupaten yang memiliki perbub TB, yakni kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Mimika. (Vin)

  • Bupati Wempi Minta, Tenaga Medis Tingkatkan Kompetensi Diri Untuk Siap Bersaing

    “Persiapan itu lanjut Wempi, dilakukan dengan meningkatkan kompetensi diri dengan berbagai ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan itu harus dimulai dari sekarang. Menurutnya, persiapan harus dilakukan karena ditahun mendatang di Kabupaten Jayawijaya akan dibangun dua rumah sakit besar, Rumah Sakit Siloam dan Rumah Sakit Vertikal milik Kemenkes. Hal itu dikatakan Bupati Wempi, pada peresmian Puskesmas Wesaput dan kantor Kelurahan Ilokama Distrik Wesaput, Rabu (16/08).

    “Kedepan kita akan menghadapi kompetisi yang sangat ketat bagi tenaga medis, karena rumah sakit Siloam dan rumah sakit vertical akan dibangun. Oleh karenanya kita harus persiapkan SDM yang benar-benar mau kerja,” katanya.
    Menurutnya, kualitas SDM yang ada sudah cukup bagus bahkan sudah bekerja secara konsisten. Hal ini harus tetap dipertahankan bahkan lebih ditingkatkan lagi, bila tidak maka bisa tertinggal jauh dari yang lain,” kata Wempi mantap.
    Sebagai pimpinan daerah,Ia minta kepada 14 petugas yang sudah ada bekerja konsisten melayani masyarakat di distrik Wesaput, sehingga proses pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan bisa berjalan dengan baik.

  • Tiga Puskesmas di Jayawijaya Dilibatkan Dalam Pelaksanakan KBK

    Dari 13 Puskesmas yang ada di Kabupaten Jayawijaya terdapat 3 puskesmas yang nantinya akan menerapkan pembayaran Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen Pelayanan (KBK), yaitu Puskesmas Wamena Kota, Puskesmas Homhom dan Puskesmas Elekma.

    “Sistem pembayaran ini terbukti dapat meningkatkan performa dari FKTP dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta program,” kata Djamal Adriansyah selaku Kepala BPJS Cabang Wamena, seusai penandatanganan kerja sama peraturan bersama petunjuk teknis pelaksanaan pembayaran kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan pada FKTP dengan Dinas Kesehatan, Senin (3/4).

    “Dipilihnya tiga puskesmas ini karena letak geografis yang sangat strategis untuk melaksanakan sistem pembiayaan kapitasi berbasis komitmen yang diprioritaskan pada wilayah kota Wamena. “Saya berharap sistem ini dapat berjalan dengan baik sehingga apa yang sudah disepakati bisa dijalankan,” kata Djamal.

    Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya Drs.Tinggal Wusono M.AP mengungapkan kerjasama yang dilakukan kedua belah pihak bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

    “Saya selaku kepala dinas mengajak para staf di lingkungan puskesmas khususnya Puskesmas Wamena kota, Puskesmas Homhom dan Puskesmas Elekma untuk bisa melaksanakan MoU yang telah disepakati secara baik dan benar. “Kita harus bisa membentuk kelompok-kelompok prolanis dan menekan angka rujukan kurang dari 5%,” kata Wusono bijak.

    “Kendala yang sering dihadapi berupa data masyarakat, akan ditindak lanjuti dengan memberikan sosialisasi secara bertahap dan sesuai aturan yang dapat dilayani adalah masyarakat yang mempunyai data kependudukan di wilayah puskesmas tersebut,” imbuhnya. (Vin/jk)

  • Awal tahun 2018 Di Jayawijaya Akan Dibangun Rumah Sakit Vertikal

    Wakil Bupati Jayawijaya Jhon R.Banua SE,M.Si ketika dikonfirmasi Rabu (5/4) membenarkan hal itu. “Lokasi pembangunan rumah sakit vertikal di distrik Muliama oleh pemerintah pusat sudah disetujui oleh semua pihak yang diperkuat dengan surat resmi gubernur Papua,” tegas Banua.

    Pembangunan rumah sakit itu sendiri akan segera dilakukan setelah diterbitkan sertifikat tanah oleh kantor Agraria dan Tata Ruang selaku instansi teknis yang menangani,” katanya. Dalam pengelolaannya lanjut Banua, bila sertifikat tanahnya sudah sah akan dihibahkan oleh pembangunan rumah sakit vertikal tersebut sudah selesai akan dihibahkan oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kepada pemerintah pusat melalui kementerian kesehatan.

    Menurutnya pembangunan rumah sakit vertikal di distrik Muliama sudah dialokasikan dalam APBD 2017 untuk pembayaran lokasi lahan yang dibutuhkan oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

    “Luas lahan yang disiapkan sebanyak 15 hektar meskipun yang diminta oleh pemerintah pusat hanya 10 hekatar, pada awal tahun 2018 akan dimulai pembangunannya sementara pada tahun 2017 akan dilakukan perencanaan dan melakukan penelitian amdal,” tambahnya. (Vin/jk)