Category: Kesehatan

  • Jayawijaya Tambah Satu Pasien, Gugus Tugas Ingatkan Airlines dan Petugas Bandara

    Jayawijaya Tambah Satu Pasien, Gugus Tugas Ingatkan Airlines dan Petugas Bandara

    WAMENA –  Ketua Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayawijaya, Jhon Richard Banua  SE, M.Si mengungkapkan berdasarkan  data per Selasa 14 Juli 2020, jumlah pasien positif Covid-19 bertambah satu pasien.

    “Sebelumnya pasien kita sisa 6 namun hari ini (14/07/20) kita ada tambahan satu kasus baru lagi, jadi 7 orang,” ungkap Jhon Richard Banua  SE, M.Si, Selasa (14/07/20).

    Menurutnya, penambahan satu pasien ini memiliki riwayat perjalanan dari Jayapura. Tidak hanya kali kini saja menurutnya penambahan pasien positif Covid-19 di Jayawijaya semuanya merupakan warga dengan riwayat perjalanan dari Jayapura.

    “Kasus baru di Jayawijaya semua dari penumpang, sudah ada rapid tes dari Jayapura namun ternyata sampai di Wamena kami lakukan rapid tes reaktif dan swab positif,” Ungkap  Bupati Jayawijaya.

    Katanya rapid dilakukan dihari yang sama, di Jayapura non reaktif namun di Wamena reaktif dan saat dilakukan swab positif.

    Ia meningatkan pihak airlines untuk hati-hati dalam pelayanan penerbangan, sehingga crew pesawat juga beresiko karena melakukan kontak dengan penumpang.

    “Saat ini kami dari tim gugus sedang menstrecing kepada penumpang lain yang jugaa saat itu satu penerbangan dengan yang bersangkutan (penumpang positif),” katanya. (Vin)

  • Pasien C-19 Terus Bertambah, Bupati Jayawijaya Minta Warga Waspadai OTG

    Pasien C-19 Terus Bertambah, Bupati Jayawijaya Minta Warga Waspadai OTG

    WAMENA – Perlahan namun pasti, grafik angka penularan Covid-19 di Jayawijaya terus merangkak naik.

    Hingga saat ini jumlah kumulatif penderita covid-19 di Jayawijaya telah mencapai 17 orang, 6 diantaranya berhasil sembuh, sedangkan  11 lainnya sementara menjalani perawatan.

    Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE, M.Si yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Tim Covid-19 mengatakan, ke 11 orang pasien ini merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) dari penularan lokal.

    “Kami perlu ingatkan masyarakat kita untuk lebih waspada dengan penularan lokal dari OTG, karena 11 pasien ini semuanya merupakan OTG yang didapat dari penularan lokal, sesuai hasil swab setelah dikarantina,” ungkap Bupati Banua, Sabtu (06/06/20)

    Menurut Bupati Jayawijaya, meskipun akses masuk ke Jayawijaya telah ditutup sejak 26 Maret 2020 lalu namun penularan lokal terus terjadi.

    Dengan bertambahnya pasien positif Covid ini pemerintah daerah akan melakukan rapid tes secara besar-besaran.

    “Kami akan lakukan rapid tes secara besar-besaran di setiap kompleks di dalam kota, untuk mencari tahu sumber penularan lokal yang terjadi saat ini”.

    Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan agar disela-sela pelaksanaan sweeping juga sekaligus dilakukan rapid tes.

    Berdasarkan data saat ini ada 68 orang dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP).

    Bupati Jayawijaya mengingatkan warga kota Wamena untuk patuh terhadap jam aktifitas yang telah ditentukan pemda, sementara pemda terus melakukan evaluasi.

    “Masyarakat kita harus patuh aturan, dengan mengurangi aktifitas di luar rumah, tetap jaga jarak, cuci tangan, dan gunakan masker. Jika tidak maka resikonya penularan bisa lebih banyak lagi,” pungkasnya. (Vin)

  • Di Wamena, Ratusan Warga Terkena Razia Jalani Rapid Tes

    Di Wamena, Ratusan Warga Terkena Razia Jalani Rapid Tes

    WAMENA-Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melakukan rapid tes bagi setiap warga yang terkena razia pembatasan aktifitas masyarakat yang telah diberlakukan Pemda Jayawijaya sejak 25 Mei lalu.

    Pemeriksaan kesehatan atau rapid tes ini langsung dilakukan di tempat oleh petugas kesehatan dari Tim Covid-19.

    Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengatakan razia ini tidak hanya untuk memastikan pembatasan jam aktivitas warga, namun juga sekaligus dilakukan rapid tes.

    “Dalam razia ini kalau ada warga yang kumpul-kumpul kita langsung lakukan rapid rest di tempat,” kata Bupati Banua, Sabtu (30/05/20)

    Dalam melakukan rapid tes setiap warga diwajibkan mengisi data diri pada formulir yang telah disediakan petugas, dan hasilnya akan disampaikan langsung kepada warga yang dilakukan rapid melalui pesan singkat.

    Selama pembatasan waktu aktifitas warga ini Bupati menilai warga Jayawijaya mulai sadar, sehingga sebelum waktu yang ditentukan titik-titik keramaian di kota Wamena mulai sepi.

    Pembatasan waktu aktifitas warga Jayawijaya ini akan berlangsung hingga 3 Juni nanti.

    “Kami berharap aturan ini dapat terus dipatuhi warga kita demi pemutusan mata rantai penyebaran covid-19,” pungkasnya. (Vin)

  • Cegah Penyebaran, Forum Anti Covid-19 Minta Delapan Bupati Lapago Tutup Akses Bandara Wamena

    Cegah Penyebaran, Forum Anti Covid-19 Minta Delapan Bupati Lapago Tutup Akses Bandara Wamena

    WAMENA – Forum Anti Covid-19 wilayah Lapago meminta delapan kepala daerah di wilayah itu untuk menuntup akses masuk bandara Wamena dan jalan alternative Jayapura-Wamena.

    Tidak hanya itu, pesawat cargo juga diminta untuk dilakukan sterilisasi, untuk menghambat penyebaran Covid -19 yang semakin mewabah di Indonesia.

    Hal ini disampaikan langsung dihadapan Bupati Jayawijaya di Gedung Otonom, Senin (23/04/20).

    “Pemerintah wilayah lapago dapat menyediakan obat-obatan, alat pelindung diri bagi para perawat dan penyediaan ruang isolasi bagi pasein Covid-19,” ungkap Isak Wetipo Koordinator.

    Tidak hanya itu, Forum Anti Covid-19 juga meminta pemerintah dari delapan wilayah ini untuk menyediakan bahan makanan yang memadai selama kurun waktu 90 hari kedepan.

    Selain bahan makanan, masker dan antiseptic yang minim di wilayah pegunungan tengah juga menjadi tuntutan.

    “Kami sangat mendukung pemerintah untuk perangi Covid-19  dan kami siap menjadi relawan, tidak ada kepentingan lain. Hanya kami minta secepatnya tutup akses bandara Wamena,” ujarnya.

    Menanggapi itu, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengatakan sejauh ini pemda Jayawijaya bersama beberapa kabupaten lain telah melakukan langkah-langkah, dengan mengupayakan penyediaan peralatan kesehatan.

    Tim Covid-19 yang telah dibentuk pemda Jayawijaya juga telah melakukan pemeriksaan bagi setiap penumpang diterminal kedatangan bandara Wamena, sehingga tahapan pencegahan sudah berjalan.

    “Untuk penutupan bandara penumpang kami masih akan rapatkan bagaimana langkah-langkah yang harus diambil, sedangkan untuk cargo tidak bisa kita tutup karena akan berdampak pada ketersediaan bahan pokok di wilayah pegunungan tengah,” ungkap Banua.

    Menurutnya pemberlakuan lockdown tidak dapat diputuskan sendiri oleh pemerintah daerah namun harus dikoordinasikan bersama pemerintah provinsi dan pusat, mengingat pemberlakuan lockdown hanya akan diputuskan oleh pemerintah pusat.

    Sedangkan untuk ruang isolasi telah disiapkan di RSUD Wamena sebagai langkah antisipasi adanya pasien PDP ataupun positif Covid-19.

    “Rumah sakit saat ini kita sudah siapkan ruang isolasi, kami juga sedang upayakan lokasi atau tempat lain yang bisa kita gunakan untuk antisipasti jika kedepan ada pasien positif Covid-19,” ujarnya.

    Bupati juga menambakan saat ini RSUD Wamena sangat terkendala alat kesehatan seperti regen masker dan antiseptic serta beberapa alat kesehatan lainnya, namun perlengkapan tersebut sementara diupayakan.

    Selain kabupaten Lanny Jaya, baru kabupaten Mamberamo Tengah yang bersedia bersama pemda Jayawijaya membantu melengkapi fasilitas penanganan Covid-19 di RSUD Wamena.  (Vin)

  • Di Wamena Ditemukan Satu PDP Dalam Kondisi Hamil

    Di Wamena Ditemukan Satu PDP Dalam Kondisi Hamil

    WAMENA – Tim Covid -19 Jayawijaya resmi umumkan adanya satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sejak Selasa 23 Maret malam dilarikan ke RSUD Wamena dan langsung diisolasi.

    Pelaksanan Tugas Sekda Jayawijaya Drs.Tinggal Wusono menyampaikan gejala yang ditimbulkan mendekati gejala Covid-19, namun sampel yang bersangkutan masih belum dilakukan pemeriksaan karena keterbatasan dokter THT.

     “Pada tanggal 23 kemarin kami menerima satu pasien yang secara indikasi keluhan itu mendekati gejala Covid-19. Pasien tersebut sementara ini dalam isolasi di RSUD Wamena,” beber Tinggal Wusono dalam jumpa pers di RSUD Wamena, Selasa (24/03/20).

    Tambahnya, PDP ini merupakan wanita berumur 25 tahun, dan yang bersangkutan sedang dalam kondisi hamil antara 24-26 minggu, dan pada selasa ini sementara dalam proses persalinan.

    Yang bersangkutan sendiri memiliki riwayat perjalanan dari daerah terpapar sebulan lalu.

    “Status pasien ini adalah pasien PDP, kami masih harus melakukan uji sampel dan sementara ini belum bisa dilakukan karena yang harus mengambil sampel adalah dokter THT,” kata Tinggal.

    Sementara lanjut Tinggal, di RSUD Wamena sendiri belum ada dokter THT. Sehingga sedang diupayakan dalam kesempatan pertama untuk mendatangkan dokter THT.

    Ia juga mengatakan terkait uji sampel pemda telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan provinsi Papua untuk mengirimkan alat transfer sampel karena alat tersebut belum dimiliki RSUD Wamena.

    Sementara untuk keluarga pasien menurut sekda tim akan segera melakukan penelusuran terkait riwayat kontak yang bersangkutan dengan keluarga maupun petugas puskesmas, mengingat yang bersangkutan sempat mendatangi puskesmas untuk berobat.

    “Kita harapkan informasi ini jangan sampai menjadi kegelisahan di masyarakat karena pasien ini masih dalam status pegawasan, kita belum bisa mengatakan dia positif karena memang uji labnya belum kita lakukan,” Jelasnya.

    Pada kesempatan yang sama, juru bicara Tim Covid-19 Jayawijaya, drg.Gabriel Yuristianti Andayani,M.PH mengatakan saat ini yang bersangkutan sedang dirawat di ruang isolasi, dan dalam penanganan memang harus lebih extra karena yang bersangkutan sedang dalam kondisi hamil.

    “Persiapannya lebih extra karena kebetulan dia ibu hamil yang belum cukup bulan tapi karena mungkin panas badan cukup tinggi 40,1 derajat dan mungkin yang bersangkutan agak lelah dan kondisi daya tahan tubuh turun sehingga kami harus selalu mengantisipasi dengan persiapan lebih lengkap,” jelasnya.

    Yang bersangkutan akan menjalani masa karantina selama 14 hari sembil menunggu hasil lab dari Jayapura.

    “Perhari ini tadi kami baru terima informasi dari bagian isolasi bahwa yang bersangkutan sedang dalam proses persalinan dan difasilitasi bidan dan  dokter specialis anak. Kita berharap ibu dan baik-baik-baik saja,” pungkasnya.

    Berdasarkan data tim Covid-19, sejauh ini di Wamena baru terdata 1 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 10 Orang Dengan Pengawasan (ODP). (vin)

  • PKM di Jayawijaya Diminta Jabarkan Visi Misi Bupati

    PKM di Jayawijaya Diminta Jabarkan Visi Misi Bupati

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua meminta 27 Puskesmas yang ada di wilayahnya menjabarkan visi misinya melalui pelayanan kesehatan, sebelum mengajukan permohonan penambahan tenaga medis.

    Hal ini disampaikannya disela-sela peresmian Puskesmas di Distrik Yalengga, Selasa (03/12)

    “Saya mau lihat kinerjannya dulu, kalau kinerja sesuai dengan visi dan misi kami maka puskesmas tidak perlu meminta, tapi kami akan berikan tenaga tambahan,” ungkap Bupati Banua.

    Lanjutnya, ini sudah menjadi target pasangan Jhon Marthin dalam visi misinya yakni peningkatan mutu kesehatan, pendidikan, dan perekonomian warga.

    “Memang kita perlu tambah tenaga medis karena Puskesmas Yalengga akan menjadi puskesmas rawat inap,” katanya.

    Puskesmas Yalengga sendiri dibangun dalam satu tahun anggaran yang bersumber dari  Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 12 milyar. (Vin)

     

  • Iuran BPJS Naik, Pemda Jayawijaya Validasi Penerima

    Iuran BPJS Naik, Pemda Jayawijaya Validasi Penerima

    WAMENA – Pemerintah pusat resmi menaikan tarif iuran BPJS Kesehatan sebesar 100 persen. Melihat hal tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya akan melihat kembali anggaran yang disediakan untuk mencover pelayanan kesehatan masyarakat dengan BPJS Kesehatan.

    “Untuk tahun depan kami akan lihat di penyesuaian APBD induk 2020,” ungkap Bupati Banua, Selasa (05/11).

    Diakuinya memang kenaikan iuran BPJS Kesehataan cukup tinggi sehingga untuk kembali  mengcover pelayanan kesehatan masyarakat Jayawijaya Pemda akan melakukan pembenahan data penerima manfaat.

    Sebagai kepala daerah, dirinya juga akan berkoordinasi kembali dengan OPD teknis baik dinas sosial, dinas kesehatan dan dinas kependudukan dan catatan sipil, untuk mensinkronkan data 2019 ini.

    Yang jelas kata Bupati, tahun 2020 nanti pembiayaan BPJS Kesehatan yang di cover Pemda akan berbeda dari tahun 2019 ini akibat kenaikan yang cukup besar.

    “Kami sudah mempunyai hitungan untuk masuk ke APBD induk 2020, jadi untuk yang ada pelayanan kesehatan tetap jalan, hanya tinggal melihat lagi validasi data yang ada,” pungkasnya. (Vin/RS)

  • 2020 Pembangunan RS Kemenkes di Jayawijaya Mulai Dibangun

    2020 Pembangunan RS Kemenkes di Jayawijaya Mulai Dibangun

    WAMENA – Rumah Sakit tipe A milik Kementerian Kesehatan untuk wilayah Lapago siap dibangun di Jayawijaya awal 2020 mendatang. Rumah sakit Kementerian ini siap dibangun di atas tanah seluas 10 hektar di pinggiran kota Wamena, tepatnya di daerah Muai.

    “Ini tim Kemenkes dari Biro Hukum dan Keuangan turun langsung untuk meninjau lokasi pembangunan RS di daerah Muai,” ungkap Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE., M.Si., usai menerima kedatangan tim Kemenkes di ruang kerjanya, Senin (16/09/2019).

    Rencana pembangunan RS Kemenkes ini telah diwacanakan sejak tahun 2018 lalu namun terkendala sertifikat sehingga baru dapat dilakukan pembangunan awal 2020 mendatang. Sertifikat tanah yang dihibahkan pemda merupakan syarat utama pembangunan RS kemenkes ini.

    Untuk itu, tim Kemenkes dari Biro Hukum dan Keuangan meninjau langsung untuk memastikan lokasi pembangunan tidak bermasalah.

    “Tahapan pembangunan sudah bisa jalan karena tanah sudah tidak masalah, sertifikat semua sudah kita serahkan ke Kemenkes,” ujar Banua. Pendanaan pembangunan RS Kemenkes ini sendiri bersumber dari APBN. “Jadi sertifikat sudah tidak masalah karena semua sudah milik pemda,” tutupnya. (Vin/YP).

  • Kemenkes Kembali Tempatkan Petugas Nusantara Sehat di Jayawijaya

    Kemenkes Kembali Tempatkan Petugas Nusantara Sehat di Jayawijaya

    WAMENA – Sebanyak lima orang petugas kesehatan Nusantara Sehat (NS) yang ditugaskan Kementerian Kesehatan siap ditempatkan di Puskesmas Bolakme.

    Asisten II Bidang Administrasi Umum, Yohanis Katoleng, S.AP yang menerima langsung kedatangan petugas NS di ruang kerjanya, Kamis (12/09/2019) menyampaikan bahwa dengan adanya petugas NS dapat memberikan kontribusi di bidang kesehatan sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat menjadi lebih optimal.

    “Kita harapkan agar petugas Nusantara Sehat nanti bisa melayani masyarakat dengan baik dan bisa bersinergi dengan petugas puskesmas yang ada untuk membangun tim kesehatan,” ungkapnya usai pertemuan.

    Disinggung terkait keamanan petugas NS sendiri menurut Katoleng pemda siap menjamin itu, karena sudah ditangani langsung oleh aparat keamanan.

    Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, Sem Beyai mengatakan bahwa petugas NS yang ditempatkan ini terdiri dari perawat, bidan, gizi, analis. “Mereka akan bertugas selama dua tahun dan terhitung sejak 2 Agustus 2019 hingga 2021 mendatang,” ungkapnya.

    Sebagai tenaga handal, mereka diharapkan  dapat berkolaborasi dengan petugas kesehatan di puskesmas Bolakme sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin baik.

    Tinek selaku pendamping dari Litbangkes Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa NS merupakan bagian dari upaya Kemenkes guna peningkatan kesehatan masyarakat. Dirinya berharap ada integrasi lintas sektoral guna membicarakan tentang hambatan yang dihadapi tidak hanya di bidang kesehatan.

    “Kadang petugas menyuluh untuk rumah sehat tetapi perumahan hanya didirikan tapi tidak ada toiletnya, kami memberikan bacaan tapi tidak ditunjang dengan penerangan,” ungkap Tinek.

    Kemen Wenda, Kepala Puskesmas Bolakme mengatakan dengan penambahan petugas kesehatan dari NS ini betul-betul menjadi harapan masyarakat.

    “Kami sangat mendukung karena ini demi kepentingan masyarakat. Sedangkan untuk masalah keamanan kita siap menjamin itu,” tutupnya. (Vin/YP).

  • BPOM : Banyak Kosmetik Ilegal Beredar di Wamena

    BPOM : Banyak Kosmetik Ilegal Beredar di Wamena

    WAMENA – Dari hasil pengawasan yang dilakukan petugas Badan Pengawasan Obat dan Makan (BPOM) Papua di wilayah Jayawijaya ditemukan berbagai jenis kosmetik tanpa ijin edar.

    “Dibeberapa tempat kami masih temukan kosmetik tanpa ijin edar yang sebagian besar diambil dari Jakarta melalui jalur yang tidak resmi,” ungkap Rudolf Bonay PFM petugas BPOM Papua saat ditemui di jalan Irian Wamena, Kamis (22/08/2019).

    Dari temuan tersebut langsung diamankan petugas BPOM sedangkan sebagian lagi dimusnahkan oleh pemilik. Dari hasil termuan tersebut lanjut Rudolf, pihaknya akan terus melakukan pembinaan terhadap pedagang pemilik kosmetik tidak berijin, namun jika tetap diulang maka akan langsung diproses hukum.

    “Barang berbahaya yang biasanya terkandung dalan kosmetik ilegal yakni Hidrokinon dan merkuri yang biasanya terdapat dalam produk pemutih,” katanya. Selain itu ada juga pewarna terlarang yang terkandung dalam produk kecantikan lipstick. Dirinya menyarankan masyarakat untuk lebih jeli dalam membeli kosmetik.

    “Masyarakat harus lihat yang ada ijin BPOM NA, efeknya memang tidak dirasakan langsung tapi jangka panjang,” ujarnya. Selain itu perlu diperhatikan ijin edar, kemasam dan cek lebel untuk memastikan keamanan produk.

    Penertiban produk kosmetik ilegal ini akan dilakukan selama tiga hari dengan bekerjasama dengan disnekerindag Jayawijaya. (Vin/RS)